Anda di halaman 1dari 2

Sejarah Latar belakang kehidupan politik dan pemerintahan masa antara tahun 1950-1959 ini di buka menjadi 2 masa

yaitu: Masa semebelum pemilu (19950-1955) dan masa sesudah pemilu (1955-1959). Dalam masa sebelum ada 4 kabinet berganti-ganti memerintah. Yaitu: A.September 1950 Maret 1951 : kabinet M.Natsir B.April 1951 Februari 1952 : kabinet Sukiman C.Aril 1956 Maret 1951: kabinet Wilopo D.Juli 1953 Juli 1995 : kabinet Ali sastro amijoyo Setelah pemilu tampil dalam pemerintahan 3 kabinet sebagai berikut: A.Agustus 1955 Maret 1956: kabinet Burhan nurdin haraahap B.Maret 1996 Maret 1957 : :kabinet Ali sastro amijoyo C.Maret 1957 Juli 1959 : kabinet Juanda Berbagai peristiwa yg berhubungan dengan pemilihan umum 1955 di tingkat pusat dan daerah.Di dorong oleh kesadaran menciptakan demokrasi yg sejati masyarakat menuntut di adakannya pemilu persiapan dirintis oleh cabinet Ali sastro amijoyo.Pemerintah membentuk panitia pemilu pada bulan Mei 1954.Panitia tersebut merencanakan pelaksanaan pemilu dalam 2 tahap : 1.Pemilu tahap pertama akan di laksanakan pada tgl 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR 2.Pada tahap ke 2 akan di laksanakan pada tggl 15 Desember 1955 untuk memilih anggota konstitusi (dewan pembuat undang-undang dasar) Hasil pemilu 1 memunculkan 4 partai terkemuka yg meraih kursi terbanyak di DPR dan konstitunsi 4 partai tersebut adalah : 1.Majelis syura mushimin Indonesia (masyum). 2.Partai nasional Indonesia (PNI). 3.Nahdulatul Ukma (NU). 4.Partai komonis Indonesia (PKI). Kegagalan konstitunsi dlm menyusun UUD.Konstituante gagal dalam 2 hal,yaitu: A.menyusun dan menetapkan undang-undang dasar. B.mengambil keputusan dalam menjawab anjuran prsiden untuk kembali menggunakan UUD 1945. Berdasarkan UUD RIS bentuk Negara kita adalah : federal,yg terdiri dari 7 negara bagia RIS tersebut adalah : 1.Sumatra Timur 2.Sumatra Selatan 3.Pasunda 4.Jawa Timur 5.Madura 6.Negara Indonesia Timur dan 7.Republik Indonesia (RI)

Sedangkan ke 9 daerah otonom itu adalah : 1.Riau 2.Bangka 3.Belitung 4.Kalimantan Barat 5.Dayakbesa 6.Banjar 7.Kalimantan Tengah 8.Kalimantan Timur dan 9.Jawa Tengah Akhirnya pada tgl 19 Mei 1950 diadakan koferensi antara wakil-wakil RIS yg juga mewakili NIT dan Sumater Timur dengan RI di Jakarta.Dalam koferensi ini di capai kesempatan untuk kembali ke Negara kesatuan RI.Kesempatan ini sering di sebut dengan piagam persetujuan yg isinya sebagai berikut 1.Kesediaan bersama untuk membentuknya kesatuan sebagai penjelmaan dari Negara RIS yg berdasarkan proklamasi 17 Agustus 1945. 2.Penyempurnaan konstitunsi RIS,dengan memasukan bagian-bagian penting dari UUD 1945. Pelaksanaan pemilihan umum sesuai dengan rencana yg telah di tetapkan panitia pemilihan umum pusat dilaksankan dalam 2 glombang yaitu : 1.Gelombang 1 tgl 29 September 1955 untuk memilih anggota-anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) dan 2.Gelombang 2 tggl 15 Desember 1955 untk memilih angota konstitusi (badan pembuat undang-undang dasar). Karena keadaan politik yg itdak stabil maka presiden soekarno pada tgl 21 Februari 1957 mengemukakan kosepnya yg terkenal dengan konsepsi presiden yg isinya antara lain sebagai berikut : 1.Sistem demokrasi liberal akan diganti dengan terpimpin 2.Akan di bentuk cabinet gotong royong yg mentri-mentrinya terdiri dari atas Orang-orang dari empat partai besar (PNI,monsyuri.NU.dan PKI). 3.Pembentukan dewan nasional yg berdiri atas golongan-golongan fungsional Dalam masyarakt. Dewan ini bertugas memberi nasehat kepada cabinet baik diminta maupun tidak. Untuk menumpas PRRI di Sumatra dan permesta di Indonesia bagian timur ini pemerintah mengambil sikap tegas yakni dengan ketakuta senjata.Berbagai operasi yg dilaksanakan antara lain : 1.Operasi tegas di bawah pimpinan colonel Kahauddin Nasuian untuk menguasai Daerah Riau. 2.Operasi 17 Agustus di bawah pimpinan colonel Ahmad Yoi untuk Mengamankan daerah Sumatra Barat. 3.Operasi sapta moga di bawah pimpinan brigadit jendral Djatikusumo untuk Mengamankan daerah Sumatra Utara dan 4.Operasi sada di bawah pimpinan letnan colonel DR.Itmu Sutowo untuk Mengamankan daerah Sumatra Selatan.