Anda di halaman 1dari 2

Selama ini aq selalu bertanya-tanya kepada diri ini. Kenapa ini semua harus terjadi padaku???

Sampai-sampai aq berkata kalau Tuhan itu tidak adil terhadap diri ini yang selalu serbah salah dalam menghadapi hidup. Aq bingung harus berbuat seperti apa lagi dalam menjalani hidup dan menghadapi semua ujian sang pencipta ini. keluarga besarku, trutama kedua orangtuaku sangat mengaharapkanku menjadi seorang POLISI akan tetapi diriku sendiri sangatlah enggan untuk menjadi POLISI tersebut. Karenah aq sangatlah ingin untuk menjadi seorang tentara (TNI) tetapi mereka tidak setuju dengan kemauanku. Orangtuaku sangatlah berharap kepadaku untuk menjadi seorang POLISI. Aq melihat harapan mereka yang sangatlah besar kepadaku dan membuat diriku seperti mendapatkan tekanan batin yang sangatlah besar dari mereka. Akhirya aq memutuskan untuk pergi jauh dari kampung halamanku agar kedua orangtuaku tidak bisa memaksaku lagi untuk menjadi seorang polisi. Otakku telah terkontaminasi dengan hal-hal yang sangat negatip terhadap kedua orangtuaku tersebut. Aq prustasi dalam mengahadapi hidup ini, akupun bingung kemanaka aq harus melangkahkan kaki ini. Dengan kebimbangan dan ketidak tentuan akhirnya aq memutuskan untuk ikut sepupu ibuku pergi ke negri jiran (malaisia) tapi di H-2 aq diberitau dengan ibuku kalau paman ternyata seorang buron yang tidak pernah jelas dalam mengurus surat menyurat untuk pulang pergi ke negri orang tersebut (ilegal) sukurnya di hari yang bersamaan adik kandung dari ibuku pulang dari pulau jawa dan aq disuruh ibu untuk ikut adik kandungnya saja. Sesampai di pulau jawa aq merasa sedikit tenang karenah kedua orangtuaku tidak bisa untuk memaksa aq lagi untuk menjadi POLISI disebabkan jarak tempuh yang sangat jauh dan sangatlah tidak munkin untuk berbicarah lagi denganku secara langsung. Teryata aq salah besar beranggapan seperti itu karenah orangtuaku telah berpesan kepada paman untuk membujuku supaya mau menjadi POLISI. Tidak ada henti-hentinya pamanku untuk membujuku supaya mau menjadi POLISI, paman bilang kalau aq adalah harapan satusatunya dari keluarga besar kita untuk menjadi seorang ankatan dan belum ada sebelumnya dari keluarga kita yang sukses menjadi angkatan tersebut. Pikiranku semakin galau dan aq bingung harus seperti apa dan jalan manaka yang harus kupilih? Apaka aq harus mengikuti apa yang diinginkan keluargaku tapi bertentangan dengan hati nurani, atauka aq harus mengikuti hati nurani ini? Akhirnya aku putus asa dan

Aq pernah mencoba berdagang keliling dari satu pasar ke pasar lainya dan sempat-sempat aq mengikuti pasar malam, aq merasa sangatlah cocok dalam dunia yang kugeluti itu, akan tetapi kedua orang tuaku sangatlah menentang pekerjaanku tersebut. Mereka berkata kalau pekerjaan itu tidaklah cocok sedikitpun untuku karenah pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang

sangatlah tedak jelas. Parah tetanggah dan kerabat dekat orangtuaku rata-rata mencemooh pekerjaan yang kugeluti tersebut, apalagi setelah aku mengajak saudarah sepupuku untuk membantuku dalam berdagang dan teryata kami menjadi bangkrut, sepupuku akhirnya pulang dengan tangan hampa dan membuat paman dan bibiku menjadi salah paham. Dari kepulangan sepupuku tersebut tersebarlah isu kalau aq adalah orang yang paling bersalah terhadap dirinya. Karenah semuah orang dikampung halamanku menganggap kalau aq tidak memberi iya apa-apa dan tidaklah peduli dengan kehidupanya selama iya ikut denganku dirantau orang.