Anda di halaman 1dari 18

Makalah Anatomi Fisologi Dosen : Ns. Fredy Akbar K. S.

Kep

SISTEM PERKEMIHAN

Oleh : MENTARI MASNA R. MASNAH MARISSA AYUANDINI MISNA

AKADEMI KEPERAWATAN YPPP WONOMULYO POLEWALI MANDAR 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia, seperti mahluk hidup lainnya berusaha untuk

mempertahankan homeostasis, yang berarti keseimbangan. Otak dan organ tubuh lainnya bekerjasama untuk mengatut suhu tubuh, keasaman darah, kesediaan oksigen dan variabel lainnya. Mengingat bahwa organisme hidup harus mengambil nutrisi dan air, satu fungsi homeostatis penting adalah eliminasi, atau kemampuan untuk

mengeluarkan bahan kimia dan cairan, sehingga dapat menjaga keseimbangan internal. Sistem kemih memainkan ekskretoris dan homeostatik penting. Kelangsungan hidup dan berfungsinya sel secara normal bergantung pada pemeliharaan konsentrasi garam, asam, dan elektrolit lain di lingkungan cairan internal. Kelangsungan hidup sel juga bergantung pada pengeluaran secara terus-menerus zat-zat sisa metabolisme toksik dan dihasilkan oleh sel pada saat melakukan berbagai reaksi demi kelangsungan hidupnya. Traktus urinarius merupakan sistem yang terdiri dari organ-organ dan struktur-struktur yang menyalurkan urin dari ginjal ke luar tubuh. Ginjal mengatur konsentrasi banyak konstituen plasma, terutama elektrolit dan air dan dengan mengeliminasi semua zat sisa metabolisme. Sistem urine adalah bagian penting dari tubuh manusia yang terutama bertanggung jawab untuk menyeimbangkan air dan elektrolit tertentu seperti kalium dan natrium, membantu mengatur tekanan darah dan melepaskan produk limbah yang disebut urea dari darah. Sistem kemih terdiri terutama pada ginjal yang menyaring darah, sedangkan ureter yang menggerakkan urin dari ginjal ke kandung kemih, kandung kemih yang menyimpang urin, dan saluran kencing, urin keluar melalui

tubuh. Peran dari sistem urine dengan yang biasa bagi kebanyakan orang adalah ekskresi; melalui air seni, manusia membebaskan diri dari air tambahan dan bahan kimia dari aliran darah. Aspek penting lain dari sistem urine adalah kemampuannya untuk membedakan antara senyawa dalam darah yang bermanfaat untuk tubuh dan harus dijaga, seperti gula dan senyawa dalam darah yang beracun dan harus dihilangkan. Berdasarkan uraian tersebut maka kami membuat makalah dengan judul sistem perkemihan pada manusia.

B. Tujuan Makalah Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui sistem

perkemihan pada manusia, susunan kemih manusia, Urine (kemih). C. Manfaat Makalah Manfaat dari makalah ini adalah sebagai bahan perbandingan dan pembelajaran mahasiswa tentang sistem perkemihan pada manusia dan menjadi bahan diskusi pada mata kuliah Anatomi Fisiologi.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Sistem Perkemihan Sistem perkemihan atau sistem urinaria adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air kemih).

Sistem perkemihan atau biasa juga disebut Urinary System adalah suatu sistem kerjasama tubuh yang memiliki tujuan utama mempertahankan keseimbangan internal atau homeostatis. Fungsi lainnya adalah untuk membuang produk-produk yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dan banyak fungsi lainnya yang akan dijelaskan kemudian.

B. Susunan Sistem Perkemihan

Keterangan Gambar : 1. Sistem Kemih Manusia 2. Ginjal 3. Pelvis Ginjal 4. Ureter 5. Kandung kemih 6. Ureter 7. Kelenjar Adrenal 8. Renal artery and Vein 9. Inferior Vena cava 10. Abdominal aorta 11. Renal arteri dan vena 12. Hati 13. Usus Besar 14. Pelvis

1. GINJAL Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat langsung pada dinding abdomen. Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis), jumlahnya ada 2 buah kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan. Pada orang dewasa berat ginjal 200 gram. Dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Tiap tiap neftor terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluh pembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari tubuli. Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman, serta tubulus tubulus, yaitu tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul dan lengkung Henle yang terdapat pada medula. Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis viseral (langsung membungkus kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan banyak juluran mirip jari disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk kapiler secara teratur sehingga celah celah antara pedikel itu sangat teratur. Kapsula Bowman bersama glomerolus disebut korpuskel renal, bagian tubulus yang keluar dari korpuskel renal disebut dengan tubulus kontortus proksimal karena jalannya yang berbelok belok, kemudian menjadi saluran yang lurus yang semula tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa henle atau loop of henle, karena membuat lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal, kemudian berlanjut sebagai tubulus kontortus distal.

a. Bagian Bagian Ginjal Bila sebuah ginjal kita iris memanjang, maka akan tampak bahwa ginjal terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kulit (korteks), sumsun ginjal (medula), dan bagian rongga ginjal (pelvis renalis). 1) Kulit Ginjal (Korteks) Pada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang disebut nefron. Pada tempat penyaringan darah ini banyak mengandung kapiler tersusun bergumpal kepiler darah yang

gumpal disebut glomerolus. Tiap glomerolus

dikelilingi oleh simpai bowman, dan gabungan antara glomerolus dengan simpai bowman disebut badan malphigi. Penyaringan darah terjadi pada badan malphigi, yaitu diantara glomerolus dan simpai bownman. Zat zat yang terlarut dalam darah akan masuk zat yang terlarut dalam darah zat

ke dalam simpai bownman. Zat

akan masuk ke dalam simpai bownman. Dari sini maka zat simpai bownman yang terdapat di dalam sumsum ginjal. 2) Sumsum Ginjal (Medula)

tersebut akan menuju ke pembuluh yang merupakan lanjutan dari

Sumsum ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid renal. Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis, mengarah ke bagian dalam ginjal. Satu piramid dengan jaringan korteks didalamnya disebut lobus ginjal. Piramid antara 8 hingga 18 buah tampak bergaris garis karena terdiri atas berkas saluran pyaralel (tubuli dan duktus koligentes). Diantara pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. Pada bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai bownman. Di dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang

merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malphigi, setelah hasil mengalami berbagai proses. 3) Rongga Ginjal (Pelvis Renalis) Pelvis renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal, berbentuk corong lebar. Sebelum berbatasan dengan jaringan ginjal, pelvis renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks mayor, yang masing masing bercabang membentuk beberapa kaliks

minor yang berlangsung menutupi papila renis dari piramid. Kliks minor yang langsung menutupi papila renis dari piramid. Kliks minor ini menampung urine yang terus keluar dari papila. Dari kaliks minor, urine masuk ke kaliks mayor, ke pelvis renis ke ureter, hingga ditampung dalam kandung kemih (vesikula urinaria). b. Fungsi Ginjal : 1) Mengekskresikan zat zat sisa metabolisme yang

mengandung nitrogen, misalnya amonia. 2) Mengekskresikan zat zat yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan vitamin) dan berbahaya (misalnya; obat obatan, bakteri, dan zat warna). 3) Mengatur keseimbangan air dan garam dengan cara osmoregulasi. 4) Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa. c. Tes Fungsi Ginjal Terdiri dari: 1) Tes untuk protein albumin Bila kerusakan pada glomerolus atau tubulus, maka protein dapat bocor masuk ke dalam urine. 2) Mengukur konsentrasi urenum darah

Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan urenem maka urenem datar naik di atas kadar normal (20 3) Tes konsentrasi Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk melihat sampai seberapa tinggi berat jenisnya naik. d. Peredaran Darah dan persyaratan Ginjal 1) Peredaran Darah Ginjal mendapat darah dari aorta abdomalis yang mempunyai percabangan arteria renalis, yang berpasangan kiri dan kanan dan bercabang menjadi arteria interlobaris kemudian menjadi arteri akuata, arteria interlobaris yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk gumpalan yang disebut dengan glomerolus dan dikelilingi oleh alat yang disebut dengan simpai bownman, didalamnya terjadi penyadangan pertama dan kapiler darah yang meninggalkan simpai 40) mg%.

bownman kemudian menjadi vena kava inferior. 2) Persyaratan Ginjal Ginjal mendapat persyaratan dari fleksus renalis

(vasomotor) saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. Anak ginjal (kelenjar suprarenal) terdapat di atas ginjal merupakan sebuah kelenjar buntu yang menghasilkan 2 macam hormon yaitu hormon adrenalin dan hormon kortison.

10

2. URETER Terdiri dari 2 saluran pipa masing masing bersambung dari 25 30 cm

ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya dengan penampang

0,5 cm. Ureter sebagian terletak dalam

rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis. Lapisan dinding ureter terdiri dari: 1) Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) 2) Lapisan tengah otot polos 3) Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan

peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendrong air kemih masuk ke dalam kan dung kemih (vesika urinaria). Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang diekskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih. Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi oleh pedtodinium. Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik. 3. VESIKULA URINARIA (Kandung kemih) Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan liga mentum vesika umbikalis medius. Bagian vesika urinaria, terdiri dari : a. Fundus, yaitu bagian yang menghadap ke arah belakang dan bawah, bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium

rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent, vesika seminalis dan prostate.

11

b. Korpus, bagian antara verteks dan fundus c. Verteks, bagian yang maju ke arah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbikalis. Dinding kandung kemih terdiri dari beberapa lapisan yaitu; perotonium (lapisan sebelah luar), tunika muskularis, tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). Proses Miksi (Rangsangan Berkemih). Distensi kandung kemih oleh air kemih akan

menrangsang stress reseptor yang terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih (proses miksi). Akibatnya akan terjadi refleks kontraksi dinding kandung kemih, dan pada saat yang sama terjadi relaksasi spinser internus diikuti oleh relaksasi spinter eksternus, dan akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih. Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter internus dihantarkan melalui serabut-serabut pada simpatis. Kontraksi sfinger eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi. Kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh. Bila terjadi kerusakan pada saraf saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan). Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria diatur oleh torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna.

12

Peritorium melapis kandung kemih sampai kira

kira

perbatasan ureter masuk kandung kemih. Peritoneum dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung kemih terisi penuh. Pembuluh darah arteri vesikalis superior berpangkal dari umbilikalis bagian distal, vena membentuk anyaman di bawah kandung kemih. Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfalis sepanjang arteri

umbilikalis. 4. URETRA Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar. Pada laki laki uretra berjalan berbelok belok melalui tengah tengah

prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis ke bagian penis panjangnya Uretra pada laki laki terdiri dari ; 20 cm.

a. Uretra prostaria b. Uretra membranosa c. Uretra kavernosa Lapisan uretra laki laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan

paling dalam), dan lapisan submukosa. Uretra pada wanita terletak di belakang simfisis pubis berjalan miring sedikit ke arah atas, panjangnya 3 4 cm. Lapisan uretra pada wanita terdiri dari;

Tunika muskularis (sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah

dalam). Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran ekskresi.

13

C. Urine (Air kemih) 1. Sifat sifat air kemih 1.500 cc tergantung dari

a. Jumlah ekskresi dalam 24 jam

masuknya (intake) cairan serta faktor lainnya. b. Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh c. Warna kuning tergantung dari kepekatan, diet obat dan sebagainya. d. Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak. e. Berat jenis 1.015 1.020. obatan

f. Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis, tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam). 2. Komposisi air kemih a. Air kemih terdiri dari kira kira 95% air b. Zat zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam

urea, amoniak, dan kreatinin. c. Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat. d. Pigmen (bilirubin, urobilin) e. Toksin f. Hormon 3. Mekanisme Pembentukan Urine Dari sekitar 1200 ml darah melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 125 ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). Setiap harinya dapat terbentuk 150 180 L filtrat. Namun

dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1,5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih dan sebagian diserap kembali.

14

4. Tahap

tahap Pembentukan Urine

a. Prose filtrasi Terjadi di glomerolus, proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah, sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein, cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bownman yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat, dan lain seluruh ginjal. b. Proses reabsorpsi Terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida, fosfat dan beberapa ion karbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan oblogator reabsorbsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat , bila diperlukan kembali ke dalam tubulus bagian bawah, penyerapannya terjadi secara aktif dikenal dengan reabsorbsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis. c. Augmentasi (pengumpulan) Proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus pengumpul. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl-, dan Urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya. Dari tubulus pengumpul, urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu dibawa ke ureter. Dari ureter, urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat penyimpanan urine sementara. Ketika kandung kemih sudah penuh, urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra. lain, diteruskan ke

15

5. Mikturisi Peristiwa penggabungan urien yang mengalir melalui ureter ke dalam kandung kemih, keinginan untuk buang air kecil disebabkan penambahan tekanan di dalam kandung kemih dimana sebelumnya telah ada 170 23 ml urine. Mikturisi

merupakan gerak reflek yang dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh pusat pusat persarafan yang lebih tinggi dari kontraksi otot abdominal yang

manusia, gerakannya oleh

menekan kandung kemih membantu mengosongkannya. 6. Ciri ciri Urine Normal Rata rata dalam satu hari 1 2 liter, tapi berbeda beda

sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Warnanya bening orange pucat tanpa endapan, baunya tajam, reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata rata 6.

16

BAB III KESIMPULAN

1. Sistem perkemihan adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat zat yang tidak

dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. 2. Sistem perkemihan terdiri dari : a) dua ginjal (ren) yang mengahsilkan urine, b) dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih), c) satu 3. Tahap vesika urinaria (VU), tempat urin

dikumpulkan, dan d) satu uretra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria. tahap pembentukan urine adalah a. Proses filtrasi b. Proses reabsorbsi c. Augmentasi (pengumpulan) d. Mikturisi.

17

Daftar Pustaka Nuradik, 2010. Anatomi Sistem Perkemihan (Urinaria) http://nurad1k.blogspot.com/2010/02/anatomi-fisiologi-sistemperkemihan.html Chandra adi adsha,dkk. 2010. Sistem Perkemihan. Program studi ilmu keperawatanStik bina husadaPalembang Totonrofiunsri, 2009. Anatomi dan Fisiologi Sistem Perkemihan, http://totonrofiunsri.wordpress.com/2009/01/28/anatomi-danfisiologi-sistem-perkemihan/ http://www.scribd.com/doc/25462390/SISTEM-PERKEMIHAN

18