Anda di halaman 1dari 4

wihans.info | wihans.web.id | wihans.

com Polip Hidung adalah tonjolan pada jaringan permukaan (mukosa) rongga hidung bagian dalam (cavum nasi). Bentuknya bertangkai dan memanjang (mirip dengan buah anggur bening lonjong bertangkai). Itu sebabnya penderita polip hidung merasa terganggu akibat tonjolan di dalam hidungnya sehingga tidak leluasa bernafas (buntu) dan pilek berkepanjangan. Mohon diingat bahwa jika seseorang mengalami pilek dan hidung berasa mampet, tidak lantas serta merta merasa dirinya menderita polip. Namun, tak ada salahnya periksa ke dokter untuk memastikannya. Jenis Polip Hidung Polip Hidung terbagi menjadi 2 jenis, yakni: 1. Polip hidung Tunggal. Jumlah polip hanya sebuah. Berasal dari sel-sel permukaan dinding sinus tulang pipi (maxilla). 2. Polip Hidung Multiple. Jumlah polip lebih dari satu. Dapat timbul di kedua sisi rongga hidung. Pada umumnya berasal dari permukaan dinding rongga tulang hidung bagian atas (etmoid). Angka Kejadian Berdasarkan usia penderita, Polip Hidung lebih sering dijumpai pada usia di atas 20 tahun. Sangat jarang terjadi pada anak. Perbandingan antara pria dan wanita pada usia dewasa berkisar 2-4 : 1. Penyebab Hingga kini penyebab Polip Hidung belum diketahui secara pasti. Pelbagai teori dikemukakan para ahli berkenaan dengan proses terjadinya Polip Hidung. Namun kepastiannya belum diketahui. Adapun faktor penyebab yang dianggap berhubungan dengan Polip Hidung adalah reaksi alergi dan peradangan menahun yang berulang. Beberapa penyakit dan kondisi yang ditengarai berhubungan dengan Polip Hidung, diantaranya: Asma (20-50%), Rhinitis Alergika, Sinusitis Kronis, Intoleransi Aspirin, Intoleransi Alkohol, dan lain-lain Gejala Polip Hidung
y

Hidung mampet. Berat ringannya hidung buntu bergantung pada letak dan ukuran Polip Hidung. Suara bindeng. Penciuman menurun. Pilek berkepanjangan. Hidung meler, encer hingga kental.

y y

Keluhan-keluhan makin menjadi jika penderita mengalami alergi yang dipicu oleh berbagai faktor. Untuk memastikan diagnosa Polip Hidung, mau tidak mau periksa ke Dokter THT, melalui: pemeriksaan fisik jeroan rongga hidung, Rinoskopi, Endoskopi Nasal. Pengobatan Prinsip pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya. Sayangnya, hingga kini penyebab pasti Polip Hidung belum diketahui. Sehingga pengobatan Polip Hidung ditujukan untuk meredakan keluhan akibat Polip dan menghilangkan Polip Hidung melalui tindakan medis operasi. Pengobatan Non Operatif Cara ini dipilih untuk pengobatan Polip Hidung yang masih kecil, untuk meredakan keluhan dan agar polip tidak membesar secara progresif. Obat yang lazim digunakan, antara lain:
y

Anti inflamasi steroid oral. Diberikan pada awal pengobatan untuk mencegah hidung buntu, sekaligus untuk menilai respon pengobatan. Apabila memberikan respon yang bagus, pengoabatan dengan cara ini aman diberikan secara periodik 3-4 kali setahun.

Steroid intranasal. Efektif untuk mengurangi pertumbuhan Polip Hidung dan pasca operasi.

Injeksi Steroid intra Polip. Pengobatan cara ini sangat selektif dan dipilih atas pertimbangan khusus oleh dokter THT. Leukotriene inhibitors. Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan ini bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan Polip Hidung dan meredakan keluhan, terutama pada Polip Hidung yang dipicu oleh Rhinitis Alergika.

Antibiotika. Hanya digunakan jika dijumpai infeksi sekunder oleh kuman berdasarkan pemeriksaan dokter.

Pengobatan Operatif Tindakan operasi dilakukan untuk mengambil Polip Hidung berdasarkan indikasi sesuai hasil pemeriksaan Dokter THT. Pasca operasi dilanjutkan dengan pengobatan untuk meredakan keluhan yang mungkin masih timbul, dengan menggunakan Steroid semprot intranasal.

Bagi Penderita Polip Hidung yang sedang menjalani pengobatan Non-Operasi, hendaknya menyampaikan kepada Dokter THT, obat-obat yang paling nyaman dan memberikan respon terbaik. Dengan begitu dokter akan memilihkan obat yang paling tepat, nyaman dan aman atau obat dengan efek samping paling minimal untuk penggunaan jangka panjang. Yang lain tentang Sinusitis & Polip Hidung : Polip hidung adalah benjolan patologis pd rongga hidung, lunak dan licin, berwarna bening atau pucat, kadang kekuningan, abu2 atau kemerahan. Polip hidung merupakan tumor jinak. Namun bila dibiarkan bisa saja berubah jadi ganas (kanker). Gejala subjektif polip hidung antara lain: buntu hidung progresif, pilek kental, suara bindeng, pusing, fungsi penciuman terganggu. Penyebab polip hidung antara lain: alergi, infeksi, dan gabungan antara alergi dan infeksi. Faktor lain yg meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung adalah sinusitis (radang sinus) yang menahun, iritasi, dan sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi hidung. Sinusitis adalah infeksi atau peradangan pada rongga udara dalam tulang hidung (sinus) dan tulang-tulang disekitarnya. Ada beberapa macam sinus paranasal, antara lain: 1. Sinus Maksilaris (sinus pipi) 2. Sinus Ethmoidalis (sinus antara 2 mata) 3. Sinus Frontalis (sinus dahi) 4. Sinus Sphenoidalis (sinus belakang bola mata) Masing2 sinus berjumlah 2.
y y

Gejala sistematik dari sinusitis adalah tubuh demam dan lesu. Gejala lokal adalah pada hidung, sinus paranasal, dan tempat lainnya sebagai nyeri alih. Gejala subjektifnya adalah sakit kepala, wajah pucat, muka terasa berat, ingus kental kekuningan sampai hijau, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk.

Penyebab sinusitis adalah sumbatan hidung yang berkepanjangan.

Karena sirkulasi udara keluar dan masuk rongga sinus terganggu menyebabkan penumpukan lendir pada rongga sinus. Jika penumpukan lendir ini terinfeksi kuman, maka menyebabkan sinusitis. Selain itu sinusitis jg bs disebabkan akar gigi atas yg membusuk, alergi, serta gangguan bentuk anatomi rongga hidung yg ribet sehingga gampang infeksi. Baik sinusitis maupun polip hidung kebanyakan disebabkan karena alergi. Terutama alergi karena pengaruh lingkungan, misalnya: udara dingin, udara panas, asap polusi, asap rokok, bau-bauan, dan debu. Sangat penting bagi penderita utk mengetahui penyebab alergi dan kemudian menghindarinya. Dan untuk menghindari kambuhnya polip hidung maupun sinusitis membutuhkan kepatuhan penderita utk menghindari penyebab / pencetus alergi tersebut. Dari penjelasan di atas qt jd tau kalau memang ternyata gejala maupun penyebab polip hidung dan sinusitis hampir sama. Jd untuk mengetahui scr pasti qt mengidap polip hidung atau sinusitis diperlukan pemeriksaan lanjut, seperti pemeriksaan rontgen atau CT Scan. Sinusitis yg ak derita mungkin belum separah kebanyakan orang. Banyak orang yg sudah menderita sinusitis selama berbulan-bulan bahkan tahunan. Dan ada yg sudah dioperasi berkali-kali tp tetep belum sembuh jg. Yg terpenting buat penderita polip hidung atau sinusitis adalah menghindari pencetus alergi, bila tidak maka penyakit tersebut bakal kambuh dan kambuh lagi. Kelihatannya penyakit ini mmg bukan penyakit berat, tapi sebenarnya penyakit ini cukup membuat penderita tidak nyaman dan konsentrasi kerja pun menjadi terganggu. Jadi buat yang sudah merasakan gejalanya tapi belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, saranku, segeralah memeriksakan diri ke dokter sebelum semuanya jadi semakin mengganggu