Anda di halaman 1dari 8

 Definisi dan konsep pengendalian kualitas Pengendalian kualitas adalah suatu proses pendelegasian tanggung jawab dan wewenang

untuk suatu aktivitas manajemen,dalam menopang usaha-usaha atau sarana dalam rangka menjamin hasil-hasil yang memuaskan. Pada perusahaan pabrikasi ada dua macam struktur organisasi yang berkaitan dengan pengendalian mutu: 1. Departemen kualitas berdiri sendiri dan mempunyai jalur laporan langsung ke GM. Fungsi kualitas harus terpisah dari kegiatan pabrikasi dan langsung memberikan laporan ke GM, tujuannya untuk mendapatkan kerjasama dalam rangka memenuhi penjadwalan dan biaya. 2. Departemen kualitas adalah bagian dari pabrikasi dan memberikan laporan ke manajer pabrik. Fungsi kualitas di bawah fungsi pabrikasi karena mutu membutuhkan koordinasi yang dekat dengan proses produksi. Sesungguhnya manajer pabrikasi telah mengemban tugas sebagai koordinator kualitas.  Definisi Kualitas Crosby (H.Daniel, 1993:83), definisi dari kualitas adalah....Quality is conformance to requirement not goodness... . Sehingga suatu produk atau jasa dikatakan berkualitas apabila produk atau jasa tersebut dapat memenuhi kepuasan konsumen sesuai dengan dimensi sbb : Kinerja Estetika Pelayanan Wujud barang ( kualitas Desain) Reliabel Tahan Lama Kesesuaian produk dengan spesifikasi Kesesuaian produk dengan apa yang diiklankan Variabel Kualitas : karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan besaran yang dapat diukur (besaran kontinue). Seperti : panjang, berat, temperatur, dll.

 Peta Kendali (Control Chart) Peta kendali merupakan Grafik yang menyajikan keadaan produksi secara kronologi (jam per jam atau hari per hari). Tiga macam control chart : a. Control Chart Stewart Peta ini disebut peta untuk variabel atau peta untuk x dan R (mean dan range) dan peta untuk x dan b. (mean dan deviasi standard). produk yang

Peta kontrol untuk proporsi atau perbandingan antara banyaknya cacat dengan seluruh produksi, disebut peta-p (p-chart).

c.

Peta kontrol untuk jumlah cacat per unit, disebut peta-c (c-chart).

Fungsi peta Kendali Dengan Peta kendali : - Dapat dibuat batas-batas dimana hasil produksi menyimpang dari ketentuan. - Dapat diawasi dengan mudah apakah proses dalam kondisi stabil atau tidak. - Bila terjadi banyak variasi atau penyimpangan suatu produk dapat segera menentukan keputusan apa yang harus diambil. Jenis Peta Kendali :  Peta Kendali Variabel (Shewart) Peta kendali untuk data variabel : Peta X dan R, Peta X dan S, dll. Peta X dan R Peta kendali X : - Memantau perubahan suatu sebaran atau distribusi suatu variabel asal dalam hal lokasinya (pemusatannya). - Apakah proses masih berada dalam batas-batas pengendalian atau tidak. - Apakah rata-rata produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Peta kendali R : - Memantau perubahan dalam hal spread-nya (penyebarannya).

Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang diukur dengan mencari range dari sampel yang diambil.  Peta Kendali Attribut Peta kendali untuk data atribut : Peta-P, Peta-C dan peta-U, dll. Peta kendali p Perbandingan antara banyaknya cacat dengan semua pengamatan, yaitu setiap produk yang diklasifikasikan sebagai diterima atau ditolak (yang diperhatikan banyaknya produk cacat). Peta Kendali c Suatu produk dikatakan cacat (defective) jika produk tersebut tidak memenuhi suatu syarat atau lebih. Setiap kekurangan disebut defec. Setiap produk yang cacat bias saja terdapat lebih dari satu defec. (yang diperhatikan banyaknya defec). Peta Kendali - u Peta kendali u relatif sama dengan peta kendali c. Perbedaanya hanya terdapat pada peta kendali u spesifikasi tempat dan waktu yang dipergunakan idak harus selalu sama, yang membedakan dengan peta kendai c adalah besarnya unit inspeksi perlu diidentifikasikan.

 Perencanaan Pengambilan Sampel Dan Inspeksi Penerimaan Sampling plan adalah rancangan prosedur penarikan sampel dan kriteria pengambilan keputusan. Faktor yang mempengaruhi sampling plan: 1. Tujuan pemeriksaan y Menerima atau menolak atribut y Mengevaluasi mutu rata-rata peubah y Menentukan keseragaman peubah 2. Sifat bahan yang diuji y Homogenitas y Ukuran unit sampel y Sejarah bahan pemeriksaan normal, ketat, atau longgar y Biaya bahan

3. Sifat metode pengujian y Pentingnya pengujian kritis, mayor, atau minor y Destruktif dan non destruktif y Waktu dan peralatan 4. Sifat dan bentuk lot y Ukuran lot y Sub-lot bahan dikemas y Cara pembongkaran muatan pengacakan sampel Kelebihan dan kelemahan sampling Kelebihan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ekonomis Kerusakan akibat penanganan berkurang Petugas pemeriksa sedikit Mengurangi kebosanan pemeriksa sehingga mengurangi kesalahan Mengatasi uji destruktif Memotivasi pemilik dalam peningkatan mutu

Kelemahan 1. 2. 3. Resiko menerima lot yang buruk dan menolak lot yang baik Perlu perencanaan dan dokumentasi Informasi dari sampel lebih sedikit dibanding pemeriksaan 100%

Tiga Aspek Penting Penentuan Sample Plan 1. Tujuan penerimaan sampel adalah untuk menjatuhkan putusan terhadap lot, bukan untuk memperkirakan mutu lot. 2. Teknik penerimaan sampel adalah sekedar menerima atau menolak lot, jadi bukan suatu bentuk langsung untuk mengontrol mutu. 3. Penggunaan teknik penerimaan sampel yg paling efektif adalah tidak untuk

memeriksa mutu produk tetapi sebagai suatu alat audit utk memastikan bahwa keluaran suatu proses sesuai dengan kebutuhan. Prosedur Sampling Plans Single Sampling Plan

y Keputusan menerima/menolak lot berdasarkan hasil pemeriksaan sampel tunggal yang dipilih dari lot y Skema operasi :

Double Sampling Plans y Sampel awal diambil, dan keputusan menerima/menolak lot berdasarkan sampel pertama tsb. jika banyaknya satuan cacat = kecil/besar. y Sampel kedua diambil jika dari hasil sampel pertama tidak bisa diambil keputusan. y Skema operasi

 Konsep dan Prinsip Pengendalian Kualitas Total Pengendalian kualitas total adalah sebuah sistem untuk mengintegrasikan pengembangan kualitas, pemeliharaan, dan upaya perbaikan dari berbagai kelompok dalam suatu organisasi sehingga menghasilkan pemasaran, rekayasa, produksi, dan pelayanan pada tingkat yang paling ekonomis untuk kepuasan pelanggan penuh. y KONSEP : Kontrol kualitas total adalah sebuah sistem untuk mengintegrasikan pengembangan kualitas, pemeliharaan, dan upaya perbaikan dari berbagai kelompok dalam suatu organisasi sehingga menghasilkan pemasaran, rekayasa, produksi, dan pelayanan pada tingkat yang paling ekonomis untuk kepuasan pelanggan penuh. y PRINSIP : PELAKSANAAN PROGRAM TQC (TOTAL QUALITY CONTROL) Dalam pelaksanaan program TQC terdapat 2 hal yang harus diperhatikan agar dapat mencapai suatu kesuksesan, yaitu dari sisi karyawan dan manajer. Dari sisi Karyawan : 1. Melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien, 2. Memanfaatkan waktu senggang untuk menciptakan ide-ide baru untuk perusahaan, 3. Bersikap terbuka dan positif, 4. Bersikap teliti dalam menjalankan tugas, 5. Melaksanakan tugas dengan ikhlas dan sukarela, dan 6. Saling memberikan informasi dan berkomunikasi dengan baik. Dari sisi Manajer : 1. Memberikan motivasi dan masukan yang baik kepada perusahaan dan karyawan, 2. Mengajukan dan menjelaskan program TQC kepada kepala pimpinan, 3. Merealisasikan program-program yang dibuat kepada pimpinan dan karyawan, 4. Melakukan pendekatan yang baik kepada karyawan agar dapat menciptakan kerjasama yang baik, 5. Menjelaskan tujuan dan hasil yang akan dicapai, dan 6. Mendapatkan dukungan dari kepala pimpinan perusahaan.

 Alat-Alat Perbaikan Kualitas Pengendalian kualitas secara statistik dengan menggunakan SPC (Statistical Process Control) dan SQC (Statistical Quality Control), mempunyai 7 (tujuh) alat statistik utama yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengendalikan kualitas sebagaimana disebutkan juga oleh Heizer dan Render dalam bukunya Manajemen Operasi (2006:263-268), antara lain yaitu; check sheet, histogram, control chart, diagram pareto, diagram sebab akibat, scatter diagram dan diagram proses. 1. Check Sheet Check Sheet atau lembar pemeriksaan merupakan alat pengumpul dan penganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel yang berisi data jumlah barang yang diproduksi dan jenis ketidaksesuaian beserta dengan jumlah yang dihasilkannya. 2. Scatter Diagram Scatter diagram atau disebut juga dengan peta korelasi adalah grafik yang menampilkan hubungan antara dua variabel apakah hubungan antara dua variabel tersebut kuat atau tidak yaitu antara faktor proses yang mempengaruhi proses dengan kualitas produk. 3. Diagram Sebab-akibat Diagram ini disebut juga diagram tulang ikan (fishbone chart) dan berguna untuk memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada kualitas dan mempunyai akibat pada masalah yang kita pelajari. faktor utama tersebut yang dapat kita lihat dari panah-panah yang berbentuk tulang ikan pada diagram fishbone tersebut. 4. Diagram Pareto Diagram pareto adalah grafik balok dan grafik baris yang menggambarkan perbandingan masing-masing jenis data terhadap keseluruhan. Dengan memakai diagram Pareto, dapat terlihat masalah mana yang dominan sehingga dapat mengetahui prioritas penyelesaian masalah. 5. Diagram Alir (Flowchart) Diagram Alir secara grafis menyajikan sebuah proses atau sistem dengan menggunakan kotak dan garis yang saling berhubungan. Diagram ini cukup sederhana, tetapi merupakan alat yang sangat baik untuk memahami sebuah proses atau menjelaskan langkah-langkah sebuah proses. 6. Histogram

Histogram adalah suatu alat yang membantu untuk menentukan variasi dalam proses. Berbentuk diagram batang yang menunjukkan tabulasi dari data yang diatur berdasarkan ukurannya. Tabulasi data ini umumnya dikenal sebagai distribusi frekuensi. 7. Peta Kendali (Control Chart) Peta kendali adalah suatu alat yang secara grafis digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi apakah suatu aktivitas/ proses berada dalam pengendalian kualitas secara statistika atau tidak sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas.