Anda di halaman 1dari 23

PENILAIAN BERBASIS KELAS

1. Pengantar Beberapa pertanyaan yang muncul terkait dengan istilah penilaian berbasis kelas (PBK) adalah (1) apakah PBK itu, (2) bagaimanakah melaksanakan PBK, dan mengapa harus melaksanakan PBK? Paparan berikut ini akan memberikan informasi terhadap jawaban pertanyaan-pertanyaan itu. Penilaian dalam Kurikulum 2004 atau 2006 menganut prinsip penilaian berkelanjutan dan komprehensif guna mendukung upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri. Penilaian dilaksanakan dalam kerangka penilaian berbasis kelas (PBK), artinya kegiatan penilaian dilaksanakan secara terpadu dalam kegiatan pembelajaran. PBK adalah suatu kegiatan pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut akan mengukur apa yang hendak diukur dari siswa. Beberapa prinsip dari PBK adalah tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar, menggunakan acuan patokan, menggunakan pelbagai cara penilaian (tes dan nontes), mencerminkan kompetensi siswa secara komprehensif, berorientasi pada kompetensi, valid, adil, terbuka, berkesinambungan, bermakna, dan mendidik. 2. Ciri Penilaian Berbasis Kelas Apakah ciri atau karakteristik PBK itu? PBK memiliki sejumlah ciri berikut yang membedakannya dengan penilaian jenis lainnya. Proses penilaian merupakan bagian yang integral dari proses pembelajaran. Strategi penilaian yang dipergunakan mencerminkan kemampuan anak secara autentik. Penilaiannya menggunakan acuan patokan atau kriteria dalam rangka mengetahui ketercapaian kompetensi siswa. Memanfaatkan pelbagai jenis informasi. Menggunakan berbagai-bagai cara dan alat penilaian.Menggunakan sistem pencatatan yang bervariasi. Keputusan tingkat pencapaian hasil belajar berdasarkan Bersifat holistik, yakni pelbagai informasi. dilakukan dengan

Mempertimbangkan kebutuhan khusus siswa. penilaian menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. 3. Kriteria Penilaian Berbasis Kelas Apakah kriteria PBK itu? Penilaian berbasis kelas yang akan berikut. Validitas, yang berarti bahwa hasil penilaian dapat
Penilaian Berbasis Kelas

dilaksanakan harus memperhatikan sejumlah kriteria

ditafsirkan Reliabilitas, konsisten, Fokus dengan

sebagai apa yang akan atau apa yang yang berarti bahwa hasil penilaiannya kemampuan bahwa terkait yang

seharusnya dinilai. dan menggambarkan yang

sesungguhnya. Kompetensi, kurikulum, berarti penilaian langsung yang dilakukan untuk pencapaian kompetensi yang sesuai dan materinya dengan indikator pencapaian kompetensi. Komprehensif, yang berarti bahwa informasi diperoleh cukup untuk membuat keputusan tentang siswa. Kata cukup mengandung pengertian bahwa informasi penilaian. Objektif, yang berarti bahwa penilaian dilakukan secara adil, terencana, dan berkesinambungan. Mendidik, yang berarti bahwa penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas belajar. 4. Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Penilaian Kelas Apakah PBK itu? yang harus diperhatikan dalam melakukan Sembilan perintah berikut harus dilaksanakan guru tersebut berasal dari pelbagai sumber

sebelum melakukan penilaian kelas adalah sebagai berikut. a. Identifikasilah kompetensi yang akan dicapai dalam kurikulum! b. Pilihlah alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai! c. Pertimbangkan kondisi anak ketika penilaian hendak melakukan penilaian! d. Lakukan penilaian secara terpadu dengan kegiatan belajar mengajar! e. Lakukan penilaian dalam suasana formal maupun informal! f. Buatlah petunjuk pelaksanaan harus jelas, gunakan bahasa yang mudah dipahami! g. Gunakan penyekoran harus jelas untuk

menghindari

keberagaman tafsiran!

h. Gunakan pelbagai bentuk dan alat untuk menilai beragam kompetensi! i. Lakukan rangkaian aktivitas penilaian melalui pemberian tugas, pekerjaan rumah (PR), pekerjaan sekolah (PS), ulangan, dan pengamatan. 5. Bentuk dan Teknik Penilaian Berbasis Kelas Bagaimanakah kita melakukan PBK itu? Ada berbagai-bagai bentuk dan teknik yang dapat dilakukan dalam penilaian kelas, yakni (1) penilaian kinerja (performance), kerja (product), tes (3) penilaian (paper penilaian 5.1 tertulis and (2) pen), penilaian (5) hasil (4) penugasan (project),

penilaian

portofolio (portfolio), dan (6) penilaian sikap. Penilaian Kinerja atau Unjuk Kerja Penilaian kinerja atau unjuk kerja (performance assesment) adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. siswa diminta untuk di mendemonstrasikan yang berbagai Penilaian ini berupa pemahaman dan serta penilaian dengan pelbagai macam tugas dan situasi di mana pengaplikasian pengetahuan keterampilan dalam dengan kiteria yang diinginkan. Penilaian kinerja digunakan untuk menilai kemampuan siswa antara lain dalam bidang-bidang berikut. Berpidato Menggunakan peralatan Pembacaan puisi laboratorium Mengoperasikan suatu alat mendalam,

macam konteks sesuai

Penilaian Berbasis Kelas

Pemecahan masalah diskusi Menari Berdiskusi

Partisipasi siswa dalam Memainkan alat musik Membacakan Membacakan

pengumuman Bembacakan berita Membacakan teks pembukaan UUD Bembacakan cerita pendek teks doa Berwawancara dengan tokoh dalam diskusi Langkah-langkah Penilaian Kinerja 1. Melakukan identifikasi terhadap langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir (output) yang terbaik. 2. Menuliskan perilaku kemampuan spesifik yang penting dan diperlukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil akhir yang terbaik. 3. Membuat kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur jangan terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasi selama siswa melakukan tugas. 4. Mendefinisikan kriteria kemampuan-kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat 5. 6. diobservasi atau karakeristik kemampuan produk yang yang akan dihasilkan. Urutkan Periksa kriteria-kriteria kembali dan diukur berdasarkan urutan yang akan diamati. bandingkan dengan kriteriakriteria kemampuan yang dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan. Penilaian kinerja dapat menggunakan dua kemungkinan instrumen, yakni Daftar cek (ya tidak) Skala rentang (sangat kompeten kompeten agak kompeten tidak kompeten) Contoh Penilaian Kinerja Bidang IPA Berikut dikemukakan contoh penilaian kinerja bidang Ilmu Pengetahuan Partisipasi siswa

Alam (IPA). Nama Siswa: ............................ ............... Kelas: ......... Tanggal:

Kompetensi Dasar: Mengelompokkan hewan sesuai jenis makanannya No


1 2 3

Aspek yang Dinilai


Pengelompokan dilakukan dengan menggunakan semua indra. Uraian yang dijabarkan secara rinci. Uraian disertai dengan diagram. Jumlah

Tingkat Kemampuan 1 2 3

Kriteria Penskoran 4. Baik sekali 3. Baik 2. Cukup baik 1. Kurang baik Penjelasan: A

Kriteria Penilaian 1012 79 46 13 A B C D

: Pengelompokan yang dilakukan siswa sangat baik; uraian yang dijabarkan rinci; diperoleh dengan menggunakan seluruh indra disertai dengan gambar atau diagram. : Pengelompokan yang dilakukan siswa baik; uraian yang dijabarkan kurang rinci; diperoleh dengan menggunakan sebagian besar indra disertai dengan gambar atau diagram. : Pengelompokan yang dilakukan siswa cukup baik; uraian yang dijabarkan tidak rinci; diperoleh dengan menggunakan sebagian kecil indra disertai dengan gambar atau diagram. : Pengelompokan yang dilakukan siswa kurang baik; uraian yang dijabarkan kurang rinci; diperoleh dengan menggunakan sebagian besar indra dengan gambar atau diagram.

Penilaian Berbasis Kelas

Contoh Penilaian Kinerja Bidang Bahasa Indonesia Berikut kerja siswa dikemukakan penilaian kinerja atau unjuk dalam membacakan teks berita dalam bidang

Bahasa Indonesia. RUBRIK PENILAIAN MEMBACAKAN TEKS BERITA Nama : No


1

Aspek
Jeda

Indikator
Apakah pembacaan dilakukan setiap satuan makna bukan setiap kata? Apakah pengaturan jeda menjadikan berita yang dibacakan itu mudah dipahami pendengar? Apakah setiap kata dilafalkan dengan

Ya

Tida k

2 3

Lafal Intonasi

jelas? Apakah tinggi rendahnya nada, keras lunaknya suara, dan cepat lambatnya pembacaan, sudah diatur sesuai dengan isi kalimat dalam teks berita? Apakah ekspresi wajah wajar dan sesuai dengan isi dan ragam berita yang dibacakan? Apakah pembaca dapat mengatur nafasnya dengan baik dan tidak kelihatan terengah- engah?

4 5

Mimik Pernafa s -an

Seorang penilai hanya akan memberikan tanda centang ( ) atas dasar hasil pengamatannya yang cermat. Bagaimana kita memberikan memberikan membacakan penilaian berikut. Kriteria Penilaian No
1 2 3 4

skor

kepada

siswa kepada

yang

diamati? tertentu

Untuk yang kriteria

penilaian berita,

siswa

Saudara

dapat

menggunakan

Tingkatan
Sangat bagus Bagus Cukup Kurang

Indikator
Jika seluruh indikator terpenuhi (ada 6 jawaban ya) Jika 45 indikator terpenuhi (ada 45 jawaban ya) Jika 23 indikator terpenuhi (ada 23 jawaban ya) Jika 1 indikator atau tidak ada indikator terpenuhi (ada 1 atau

Untuk

menambah

pengetahuan

Anda

tentang

rubrik

penilaian, berikut ini juga dipaparkan rubrik penilaian membaca nyaring atau membaca bersuara dalam bidang studi Bahasa Indonesia. RUBRIK PENILAIAN MEMBACA NYARING Nama pembaca: No. Aspek Indikator 1
1 Kejelasan isi Apakah jeda (pemenggalan) pembacaan dapat memperjelas isi laporan yang dibacakan? Apakah setiap kata dilafalkan dengan jelas dan tepat? Apakah tinggi rendahnya nada, keras lemahnya suara, dan cepat lambatnya pembacaan diatur sesuai dengan isi laporan? Apakah ada keserasian antara ekspresi wajah, gerak, postur, dan ucapan? Apakah pernafasan sudah diatur dengan rapi, tidak kelihatan terengah- engah?

Skor 2 3 4

2 3

Pelafalan Intonasi

4 5

Gerak dan mimik Pernafasan

Deskriptor penilaian: 1 (kurang), 2 (cukup), 3 (baik), 4 (sangat baik) Untuk menghitung skor yang diperoleh oleh seorang siswa kita dapat menghitung- nya dengan rumus berikut. Skor = Skor yang diperoleh X 100% 20 5.2 Penilaian Hasil Kerja Penilaian kepada hasil siswa kerja (product) bahan adalah untuk penilaian dan dalam mengontrol proses

memanfaatkan/menggunakan dihasilkan oleh siswa. Dengan

menghasilkan terdapat dua

sesuatu, kerja praktik, atau kualitas estetik dari sesuatu yang demikian, tahapan penilaian. Pertama, penilaian tentang
Penilaian Berbasis Kelas

pemilihan dan cara menggunakan alat serta prosedur kerja siswa. Kedua, penilaian tentang kualitas teknis maupun estetis hasil karya siswa. Dalam bidang studi bahasa Indonesia, misalnya, penilaian hasil kerja siswa digunakan untuk memberikan penilaian kepada karya-karya siswa berikut. Teks puisi Teks pantun Naskah berita Sinopsis Naskah berita penelitian Dalam siswa, bidang matematika kubus, Naskah cerita pendek Naskah pidato Naskah pengumuman Naskah drama Naskah laporan

penilaian

hasil

kerja

siswa

digunakan untuk memberikan seperti media

penilaian

kepada

karya-karya

media dekak-dekak, lidi untuk

media menghitung, dan sebagainya. Saudara peserta TEQIP yang berbahagia, apa saja fase dalam menghasilkan produk itu? Ada tiga fase atau tahapan dalam menghasilkan produk. 1. Persiapan: siswa dapat dinilai dalam kemampuannya untuk produk. 2. Produksi: siswa dapat dinilai kemampuannya memilih dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. 3. Refleksi: siswa dapat dinilai dalam hal estetika, kesempurnaan produk, fungsional, keaslian. Berikut dikemukakan contoh rubrik penilaian hasil kerja siswa yang berupa naskah berita.
RUBRIK PENILAIAN MENULIS BERITA Nama:

membuat

perencanaan, gagasan, dan

bereksplorasi, membuat desain

mengembangkan

NO 1

ASPEK Pemilihan Judul

DESKRIPTOR Sesuai, menggambarkan isi, menarik Sesuai, kurang menggambarkan isi, kurang

SKO R 3

Penilaian Berbasis Kelas

Kelengkapan Isi Kesesuaian Isi

Sistematika

menarik Tidak sesuai, tidak menggambarkan isi, tidak menarik Isi berita lengkap (6 unsur) Isi berita mendekati lengkap (4-5 unsur) Isi berita tidak lengkap (kurang dari 4 unsur) data sesuai dengan tulisan Semua Sebagian kecil data tidak sesuai dengan tulisan Sebagian besar data tidak sesuai dengan tulisan Semua data tidak sesuai dengan tulisan Urut-urutan sesuai Urut-urutan kurang sesuai Urut-urutan tidak sesuai Tidak ada kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca Terdapat kesalahan (13) penggunaan ejaan dan tanda baca Terdapat kesalahan (46) penggunaan ejaan dan tanda baca Terdapat kesalahan lebih dari 6 dalam penggunaan ejaan dan tanda baca

2 1 3 2 1 4 3 2 1 3 2 1 4 3 2 1

Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca

Untuk menghitung skor yang diperoleh oleh seorang siswa kita dapat menghitung dengan rumus berikut. Skor = Skor yang diperoleh X 100% 17

Berikut ini juga dikemukakan rubrik penilaian karya ilmiah siswa. Nama : No Aspek
1 Pemilihan Judul

Deskriptor
Judul sesuai dengan tema, unik, dan orisinal Judul kurang sesuai dengan tema, mencontoh judul yang pernah ada dengan beberapa perubahan Judul tidak sesuai dengan tema, mencontoh judul yang pernah ada dengan sedikit Sesuai dengan tema, penjelasan rinci, dan akurat. Sesuai dengan tema, akurat, namun penjelasan kurang rinci. Ide sulit diikuti, kurang relevan, kurang akurat, dan kurang rinci. Informasi disajikan secara logis, ide dikelompokkan secara logis, paragraf padu. Informasi disajikan secara logis, ide dikelompokkan secara logis, tetapi paragraf kurang padu.

Sko r 3
2 1 3 2 1 3 2 1

Pengembang an Isi

Organisasi karangan

Penyajian

Informasi disajikan secara acak, paragraf kurang padu. Pengungkapan disertai bukti-bukti, rujukan lengkap, isi konsisten dalam keseluruhan tulisan, runtut. Bukti yang diungkapkan kurang, tetapi memiliki konsistensi isi dari awal hingga akhir, mudah diikuti.

3 2 1 3 2 1

Penggunaan bahasa

Bukti yang diungkapkan kurang, sulit diikuti, Bebas dari kesalahan penggunaan kata dan struktur kalimat. Sedikit kesalahan penggunaan kata dan struktur kalimat. Banyak kesalahan penggunaan kata dan struktur kalimat.

Untuk menghitung skor yang diperoleh oleh seorang siswa kita dapat menghitung dengan rumus berikut. Skor = Skor yang diperoleh X 100% 15
Penilaian Berbasis Kelas

5.3

Penilaian Proyek Proyek (project) adalah tugas yang harus diselesaikan dalam

periode tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian sampai dengan penyajian data. Penilaian penugasan atau penilaian proyek adalah penilaian untuk mendapatkan gambaran kemampuan menyeluruh/umum secara kontekstual, mengenai kemampuan siswa dalam menerapkan konsep, dan pemahaman mata pelajaran tertentu. Penilaian pengetahuan penugasan dalam bermanfaat tertentu, untuk (3) menilai (1) keterampilan menyelidiki secara umum, (2) pemahaman atau bidang kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam suatu penyelidikan, dan (4) kemampuan menginformasikan subjek secara jelas. Contoh proyek dalam bahasa dan sastra Indonesia yang dapat dinilai dengan penilaian proyek antara lain penampilan teater sederhana dan penulisan karya ilmiah sederhana. Dalam bidang matematika, penilaian proyek dapat digunakan dalam investigasi matematika. Dalam bidang IPA, penilaian proyek juga dapat digunakan dalam investigasi fisika, membuat pesewat sederhana, atau praktik menanam kecambah.

Berikut dikemukakan format penskoran tugas proyek. Nama : Kriteria dan Skor No.
1

Aspek
Persiapan

3
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap. Jika pembahasan data sesuai dengan tujuan penelitian. Jika sistematika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

2
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar perta- nyaan dapat dilaksanakan semua dan data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. Jika pembahasan data kurang menggambarkan Jika sistematika penulisan benar, memuat saran, bahasa kurang komunikatif.

1
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap. Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

Pengumpula n data

Pengolahan data

Pelaporan tertulis

Jika sekadar mela- porkan hasil penelitian tanpa membahas data. Jika penulisan kurang sistematis, kurang memuat saran, bahasa

Ada dua tipe penilaian proyek. Pertama, penilaian proyek yang menekankan pada proses. Contohnya adalah bekerja dalam tim. Kedua, penilaian proyek yang menekankan pada produk. Contohnya adalah menganalisis dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasilnya. 5.4 Penilaian Tes Tertulis Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan tes dengan menggunakan soal tertulis, kemudian siswa diminta memberikan jawaban secara tertulis pula. Dalam menjawab soal tersebut peserta tes tidak selalu merespons dalam bentuk menulis jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk lainnya, seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan sebagainya.
Penilaian Berbasis Kelas

Ada dua bentuk soal tes tertulis: (a) soal dengan memilih jawaban, dan (b) soal dengan mensuplai jawaban. Soal yang pertama dapat berbentuk (1) pilihan ganda, (2) dua pilihan (benar-salah; kedua esai. Tes memilih jawaban benar-salah, dan hanya menilai menjodohkan merupakan kemampuan isian alat singkat, yang dapat ya-tidak), berbentuk dan (1) (3) menjodohkan. atau Soal yang (2) isian melengkapi,

jawaban singkat atau jawaban pendek, dan (3) soal uraian atau

berpikir rendah, yakni kemampuan mengingat dan

kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai memahami. Hanya saja kelehaman tes ini adalah siswa tidak mengembangkan sendiri jawabannya, tetapi hanya memilih jawaban yang benar. Jika siswa tidak tahu jawabannya, ia akan cenderung menerka. Akibatnya, siswa akan cenderung menghafalkan soal dan jawabannya. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, atau memahami, dan mengorganisasikan gagasannya bentuk misalnya hal-hal yang sudah dipelajari dengan cara dengan menggunakan berpikir kata-katanya logis, dan

mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam uraian tertulis sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kemampuan, mengemukakan pendapat, menyimpulkan. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut. Materi, yakni kesesuaian soal dengan indikator pada kurikulum; Konstruksi, yakni rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas; Bahasa, rumusan soal tidak menggunakan yang menimbulkan penafsiran ganda. yakni kata/kalimat

5.5

Penilaian Portofolio Portofolio adalah kumpulan hasil kerja siswa. Portofolio

adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa yang menggambarkan taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa. Koleksi dalam portofolio ini merupakan hasil kerja yang dinamis (tumbuh dan berkembang).

Penilaian Berbasis Kelas

Apa saja karya yang dapat dikumpulkan dalam penilaian portofolio? Beberapa karya yang dapat dikumpulkan dalam pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

Bagaimana menyusun portofolio itu? Untuk menyusun poftofolio ada enam langkah yang harus ditempuh. 1. 2. 3. Mengidentifikasi tujuan portofolio Menentukan jenis portofolio Menentukan kompetensi dan tahapan pencapaiannya

4. Menentukan bukti belajar yang akan dimasukkan ke dalam portofolio 5. 6. Menentukan kriteria karya yang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai siswa Menentukan isi tiap-tiap bagian porofolio.

Berikut disajikan contoh portofolio yang ditujukan untuk mengamati perkembangan kemampuan menulis puisi.
Tujuan : Mengamati perkembangan kemampuan menulis puisi Jenis : Portofolio refleksi Kelas : Waktu : Satu bulan Nama siswa : Isi portofolio 1. Tugas dan bukti yang harus dikumpulkan TUGAS Membaca beragam contoh puisi Membuat buram (draft) puisi Menyunting puisi yang telah ditulis BUKTI Judul puisi yang dibaca, tanggal membaca, dan komentar atau tanggapan tentang puisi yang dibaca Buram (daft) puisi yang ditulis Bukti hasil penyuntingan

2. Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis Puisi 3. Simpulan Hasil Penilaian Simpulan siswa tentang nilai yang diperoleh disertai alasannya Simpulan guru tentang nilai, komentar tentang proses dan produk puisi yang telah dihasilkan siswa.

5.6

Penilaian Sikap Penilaian sikap adalah penilaian terhadap perilaku dan suatu objek, fenomena, atau

keyakinan siswa terhadap

masalah. Sikap pada awalnya berasal dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang merespon suatu objek. Sikap dapat diarahkan dan dibentuk sehingga memunculkan tindakan perilaku yang diinginkan. Teknik penilaian yang dapat dilakukan untuk melakukan proses penilaian sikap adalah sebagai berikut. 1. 2. observasi perilaku pertanyaan langsung

Penilaian Berbasis Kelas

3.

laporan pribadi

LEMBAR OBSERVASI PERUBAHAN TINGKAH LAKU SISWA Nama:


No 1 2 3 Gambaran perilaku

_
Perubahan Perilaku Pertemuan Pertemuan Pertemuan I II III Ketercapaian SR R T ST

Sikap yang diamati:

Aspek afektif yang biasa dinilai adalah aspek sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Penilaian afektif dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen afektif. Untuk selanjutnya, bagaimanakah kita mengembangkan instrumen afektif? Berikut beberapa contoh instrumen untuk menilai aspek afektif itu. Instrumen Sikap Sikap adalah kecenderungan merespon secara konsisten, baik menyukai atau tidak menyukai suatu objek. Secara operasional, sikap adalah perasaan positif atau negatif terhadap suatu objek. Objek itu dapat berwujud mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, No. Pertanyaan
1 2 3 4 5 Saya suka belajar matematika. Saya senang membaca buku matematika. Saya jarang bertanya kepada guru tentang pelajaran matematika. Saya senang terhadap tugas yang diberikan guru matematika. Saya berusaha mengerjakan soal-soal yang diberikan guru matematika dengan sebaik-baiknya.

dan

lain-lain.

Berikut

ditampilkan

contoh Jawaban Ya Tidak

instrumen sikap terhadap mata pelajaran tertentu.

Matematika sangat penting untuk semua siswa.

Yang ditanyakan indikator Instrumen siswa sikap

pada dapat

instrumen

di atas diambil pelajaran secara

dari

menyukai mata

matematika. lebih halus

dikembangkan

dengan menggunakan skala Likert, skala Thurstone, dan skala beda semantik. Instrumen Minat Minat adalah watak yang tersusun melalui pengalaman yang mendorong individu mencari objek, aktivitas, pengertian, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau penguasaan. Secara operasional, minat adalah keingintahuan seserorang terhadap sebuah objek. Berikut dikemukakan contoh instrumen minat terhadap mata pelajaran matematika. No
1 2 3 4 5

Pertanyaan
Catatan pelajaran matematika saya lengkap. Saya selalu menyiapkan pertanyaan sebelum pelajaran matematika dimulai. Saya berusaha memahami pelajaran matematika. Saya selalu berusaha hadir dalam belajar matematika. Saya selalu ke perpustakaan membaca tokoh-tokoh matematika.

Jawaban Ya Tidak

Instrumen Konsep Diri Konsep dirinya pernyataan menyangkut No


1 2

diri sendiri

adalah Secara

persepsi operasional,

seseorang konsep diri

terhadap dan yang diri adalah

yang menyang-kut kemampuan

keunggulan sendiri

kekurangannya.

tentang

mata pelajaran tertentu. Berikut dikemukakan Jawaban Ya Tidak

contoh instrumen untuk menilai konsep diri. Pertanyaan


Saya sulit belajar IPA. Saya mudah memahami bahasa Indonesia. Penilaian Berbasis Kelas

3 4

Saya mudah menghafal. Saya kesulitan belajar rumus dan menghitung.

5 6

Saya mampu membuat karangan yang baik. Saya memerlukan waktu yang lama untuk belajar matematika.

Instrumen Nilai Nilai nilai adalah keyakinan yang dalam terhadap suatu pendapat, aktivitas, atau objek adalah keyakinan nilai tertentu. Secara operasional,

seseorang

tentang keadaan suatu siswabaik positif

objek atau kegiatan. Instrumen yang dibuat bertujuan untuk mengungkap maupun keyakinan seorang negatif terhadap informasi yang diperoleh. Berikut

dikemukakan contoh instrumen untuk menilai nilai yang diyakini siswa. No.
1 2 3 4

Pertanyaan
Saya berkeyakinan bahwa kinerja guru sudah maksimal. Saya berkeyakinan bahwa prestasi belajar siswa sulit ditingkatkan. Saya berkeyakinan bahwa prestasi yang diperoleh siswa adalah atas hasil usahanya. Saya berkeyakinan bahwa sekolah turut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jawaban Ya Tidak

Instrumen tersebut dapat dikembangkan dengan model skala Likert, skala Thurstone, dan skala beda semantik. Instrumen Moral Moral dapat diartikan sebagai sikap atau tindakan yang dianggap baik atau tidak baik. Indikator moral siswa antara lain (1) adanya kepedulian terhadap tugas- tugas yang diberikan guru, (2) menepati janji, (3) peduli terhadap orang lain, dan (4) jujur. Berikut dikemukakan contoh instrumen untuk menilai moral. No Pertanyaan Jawaban Ya Tidak

Penilaian Berbasis Kelas

1 2

Jika berjanji kepada orang yang lebih tua, saya selalu berusaha menepatinya. Jika berjanji kepada orang yang lebih muda, saya tidak mesti menepatinya.

3 4 5

Saya meminta bantuan orang lain apabila saya tidak sanggup menyelesaikan masalah. Saya yang akan memberi bantuan kepada sedang mengalami kesulitan. orang

Kesulitan orang lain bukan tanggung jawab saya.

6. Penutup Untuk menilai siswa kita dapat menggunakan teknik tes dan teknik nontes. Keduanya dilaksanakan sesuai dengan kompetensi yang dituntut dalam kurikulum. adalah Keduanya apakah akan saling yang melengkapi. Yang penting penilaian

dilakukan itu benar-benar menilai apa yang seharusnya dinilai. Selamat berlatih! Daftar Rujukan Genesee, Fred & Upshur John A. 1996. Classroom-Based Evaluation in Second Language Education. Cambridge: Cambridge University Press. Haryati, Mimin. 2007. Model & Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press. Muslich, Masnur. 2007. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dasar Pemahaman dan Pengembangan. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara. Muslich, Masnur. 2007. KTSP: Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara. Sudjana, Nana. 2008. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Cetakan kesebelas. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

Penilaian Berbasis Kelas