HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN TINDAKAN PEMASANGAN INFUS SESUAI DENGAN STANDAR

OPERASIONAL PROSEDUR Oleh DYAH RATNAWATI NIM G2B308013

ABSTRAK Dyah Ratnawati ”Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Patient Safety Dengan Tindakan Pemasangan Infus Sesuai Dengan Standar Operasional Prosedur” xi + 60 halaman + 9 tabel + 5 lampiran Latar Belakang: untuk meningkatkan kualitas pelayanan pihak manajemen Rumah Sakit Mardi Rahayu mengelola suatu sistem yang mengutamakan keselamatan pasien/patient safety. Salah satu tindakan dalam keperawatan adalah pemasangan infus sesuai SOP. SOP pemasangan infus ini sudah ada di rumah sakit, tetapi masih banyak perawat yang melakukan pemasangan infus tidak sesuai dengan SOP yang ada. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dengan tindakan pemasangan infus sesuai standar operasional prosedur. Metode Penelitian: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan pendekatan diskriptif korelasional. Tempat penelitian ini adalah di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Jl R. Agil Kusumadya 110 Kudus. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus sebanyak 103 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner tentang patient safety dan lembar observasional tindakan pemaangan infus. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: hasil penelitian dengan uji chi square diperoleh bahwa p value adalah 0.406, dengan tingkat kesalahan 0,05 (5%). Karena p value > α maka Ho diterima. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signfikan antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dengan tindakan pemasangan infus sesuai dengan standar operasional prosedur. Kata kunci : tingkat pengetahuan, tindakan pemasangan infus. ABSTRACT Dyah Ratnawati “The Correlation between Nurses’ Knowledge Level about Patient Safety in Performing Infusion Installation in Accordance with Standard Operational Procedure” xi + 60 pages+ 9 tables + 6 appendixes

1

Ruang Betani 86 %. Banyak rumah sakit berlomba-lomba bagaimana memenangkan persaingan dengan cara memberikan rasa kepuasan pada pelanggan ( pasien ). The research site is in Mardi Rahayu Hospital situated on Jl. As the p value > α then the Ho was accepted. sehingga pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semakian bertambah. termasuk juga informasi tentang hal kesehatan. Bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang perawatan kesehatan menuntut pemberi pelayanan kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan memuaskan. Ruang Eva 90 %. dan Ruang ICU 83 %. Ini membuktikan bahwa tingkat kepuasan pasien perlu ditingkatkan hingga mencapai 100% . The data were analyzed using chi square test.406. The data were collected using questionnaires of patient safety and the observational sheet of infusion installation. Conclusion: There no significant correlation between nurses’ knowledge level about patient safety and the installation of infusion in accordance with standard operational procedure. but there are still many nurses who do not drip installation in accordance with the existing SOP. Pada tahun 2004 Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia ( PRSSI ) mencanangkan program patient safety secara nasional (2).05 error rate (5%). Result of Research: The result of research with the chi-square test found that the p value was 0. Ruang Bethesda 90 %. Berbagai seminar tentang patient safety diselenggarakan di rumah sakit secara bertahap untuk 2 . lantai 2 dan 3 Ruang Maranatha 100 %. Objective of Research: To know the correlation between nurses’ knowledge level about patient safety and the infusion installation in accordance with standard operational procedure Methods of Research: This study is a non-experimental quantitative research with descriptive correlative approach. with a 0. Keywords: knowledge level. Demikian juga dengan Rumah Sakit Mardi Rahayu. R. Agil Kusumadya 110 Kudus. SOP infusion installation already exists in the hospital. The samples were nurses of Mardi Rahayu Hospital Kudus of 103 respondents who met the inclusion criteria. menunjukkan bahwa data tingkat kepuasan pasien di Ruang Imanuel 100 %. Hasil angket tentang pelayanan kepuasan pasien Rumah Sakit Mardi Rahayu selama tiga bulan.Background: To improve its service quality management. One of the examples in nursing is the installation of appropriate SOP infusion. Ruang Stroke 100 %. Ruang Maranatha lantai 1 92 %. program ini ditindaklanjuti mulai tanggal 17 Agustus 2008. infusion installation PENDAHULUAN Latar Belakang Meningkatnya perkembangan teknologi informatika memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi. dari bulan April sampai dengan Juni 2009. Mardi Rahayu Hospital Kudus manages a system that prioritizes the safety of patient/ patient safety.

Rata. Kejadian ini salah salah satunya adalah kurangnya tingkat pengetahuan perawat dalam menerapkan patient safety. dan trauma akibat pemasangan infus yang berulang. dan pengetahuan yang mengutamakan keselamatan pasien dalam kinerja. sehingga pasien akan banyak dirugikan akibatnya rentang waktu rawat inap pasien akan bertambah panjang. Seminar ini diadakan dengan tujuan mensosialisasikan program patient safety ini agar tercipta karyawan yang mempunyai sikap. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dalam tindakan pemasangan infus sesuai dengan standar operasional prosedur di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.ulang adalah akibat tindakan pemasangan infus yang tidak mengutamakan patient safety. bengkak. Program patient safety ini bukan hanya tanggungjawab jajaran direksi rumah sakit saja tetapi tanggungjawab semua karyawan yang terlibat. Metode Jenis penelitian kuantitatif non experimental dengan pendekatan deskriptif korelasional hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dalam pemasangan infus sesuai dengan di 3 .seluruh pasien. Perumusan Masalah Dalam penelitian ini akan dideskripsikan analisis tentang hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dalam tindakan pemasangan infus sesuai dengan pelaksanaan standar operasional prosedur di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Terjadinya kejadian plebitis. Manfat Penelitian Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam penelitian mengenai standar operasional prosedur di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. ketrampilan. Salah satu tindakan patient safety dalam intervensi keperawatan adalah tindakan pemasangan infus yang dilakukan perawat harus berdasarkan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP ) yang sudah ditetapkan.rata kejadian plebitis karena pemasangan infus tiap bulan pada tiap ruangan di Rumah Sakit Mardi Rahayu berdasarkan data rekapitulasi dari tim inos (infeksi nosokomial) selama bulan Januari sampai dengan Juni 2009 adalah 1-2 %.hal diatas maka peneliti akan mengetahui “ Adakah hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dengan tindakan pemasangan infus sesuai dengan standar operasional prosedur Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus”.Melihat hal. termasuk perawat.

dan 43 orang responden ( 43%) sebagai pelaksana . Tidak dalam masa cuti.Jabatan. dan 2 orang 5.Subjek Penelitian adalah memenuhi kriteria inklusi. Alat penelitian dan cara pengumpulan data : menggunakan angket/ kuesioner. 100 orang responden responden berpendidikan S1 (2 %).1%).9%).9%). Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. semua perawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus yang 1. Sebanyak 33 orang responden (33%) menjabat sebagai kepala jaga. dan > 10 tahun ada 33 orang responden (31. dan yang berusia >40 tahun ada 5 orang responden (4.9%). 4 .2%). 2. 4.Pendidikan Sebanyak 1 orang responden berpendidikan SPK berpendidikan D3 (97. 27 orang responden (26%) sebagai kepala tim. Masa kerja > 1 tahun. Umur Responden yang berusia 20-30 tahun ada 70 orang responden (67. 3.5 %) berjenis kelamin perempuan. 2. 3. Jenis Kelamin Sebanyak 84 orang responden (81. 31-40 tahun ada 28 orang responden (27.2%).7%).5%) berjenis kelamin laki-laki dan 19 orang responden (18. (0. Bersedia sebagai responden. HASIL PENELITIAN Karateristik Responden 1. 5-10 tahun ada 27 orang responden (26. Masa Kerja Responden yang mempunyai masa kerja 1-5 tahun ada 43 orang responden (41.1%).

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah tingkat pendidikan.6%) melakukan tindakan pemasangan infus tidak sesuai dengan standar operasional prosedur.4 %) dan 47 orang responden (45. PEMBAHASAN. 24 responden yang mempunyai tingkat pengetahuan tentang patient safety baik melakukan tindakan pemasangan infus sesuai prosedur. Hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian yang dilihat dari tingkat pendidikan terhadap 103 orang responden. 24 responden tidak sesuai prosedur.4% perawat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik. Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Patient Safety Dengan Tindakan Pemasangan Infus Sesuai Standar Operasional Prosedur Dari 103 responden yang menjadi sampel penelitian. 1 orang responden berpendidikan SPK memiliki pengetahuan baik.6%) memiliki pengetahuan baik dan 55 orang responden (54.6 % perawat memiliki tingkat pengetahuan baik dan 53. 2 orang responden berpendidikan S1. KESIMPULAN DAN SARAN Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Patient Safety Hasil penelitian untuk tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dari 103 responden diperoleh sebanyak 46.4%) memiliki pengetahuan kurang baik.Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Patient Safety Sebanyak 48 orang responden (46. Tindakan Pemasangan Infus Responden yang melakukan tindakan pemasangan infus sesuai standar operasional prosedur ada 56 orang responden ( 54. Sedangkan 32 responden yang mempunyai tingkat pengetahuan tentang patient safety kurang baik melakukan tindakan pemasangan infus sesuai prosedur dan 23 responden melakukan tindakan pemasangan infus tidak sesuai dengan standar operasional prosedur. Notoatmodjo mengemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya dan semakin mudah seseorang untuk memahami pengetahuan. 1 orang memiliki tingkat pengetahuan baik dan 1 5 .

Sebanyak 53. 54 orang memiliki tingkat pengetahuan baik dan 46 orang memiliki tingkat pengetahuan kurang baik.6%) melakukan tindakan pemasangan infus tidak sesuai dengan standar operasional prosedur. Kesimpulan 1.406 > 0. 2 dari 10 responden mengatakan tidak tahu standar operasional yang sudah ditetapkan. Bila p value > α. yakni sebagian responden (58%) tidak membawa pengalas dan 38% responden tidak melaksanakan tindakan sesuai yang telah ditetapkan dalam prosedur tetap. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Patient Safety Dengan Tindakan Pemasangan Infus Hasil hitung chi square untuk hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dengan tindakan pemasangan infus diperoleh nilai p value adalah 0. Ketidaktahuan perawat tentang protap pemasangan infus mungkin karena mereka lupa dan tidak mau tau. Karena 0. Dilihat dari penyebabnya sebanyak 62% disebabkan alat yang dipersiapkan kurang lengkap.05 (5%). Tindakan Pemasangan Infus Hasil penelitian terhadap 103 responden.4% responden dalam penelitian ini memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang patient safety. Alasan lain perawat tidak melakukakan tindakan pemasangan infus sesuai standar operasional prosedur dari hasil wawancara peneliti.orang memiliki tingkat pengetahuan kurang baik. sebanyak 47 orang (45.406 dengan tingkat kesalahan (α) 0.05 berarti Ho diterima artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dengan tindakan pemasangan infus. Sedangkan dari 100 orang responden yang berpendidikan D3. 6 . Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang belum tentu semakin baik pula tingkat pengetahuannya. maka Ho diterima berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat.

2003. Bagi peneliti perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor . Jakarta : PT Rineka Cipta. Sebanyak 45. Notoatmodjo S. Nikko.faktor yang mempengaruhi tindakan perawat dalam tindakan pemasangan infus sesuai standar operasional prosedur. tidak sesuai 3. Kepuasan Pasien di Rumah Sakit.Gramedia.dkk.Materi workshop Keselamatan Pasien dan Manajemen Resiko Klinis.biddokes.30 2. Pengantar Pendidikan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. 10. Jakarta : PT Rineka 7 .com/index. Yogjakarta : Andi Offset. Bagi perawat Untuk meningkatkan pengetahuan tentang patient safety dapat dilakukan secara mandiri dengan membaca buku dan mencari informasi tentang patient safety lewat internet. www.php. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Prinsip – prinsip dasar.24 Juni 2009. Notoatmodjo S. 3. 5. Bagi RS Mardi Rahayu Menjadi acuan bagi pihak manajemen rumah sakit untuk menindaklanjuti program yang sudah ada. Notoatmodjo S. Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dan tindakan pemasangan infus SARAN . 4. 1993. 2. 1.6% responden melakukan tindakan pemasangan infus dengan standar operasional prosedur. DAFTAR PUSTAKA 1. Cipanas. 3.2008.2.

Salemba Medika. Edisi 3.1994. Reabilitas dan Validitas. M Kes. 18. Yogjakarta : Pustaka 1997. Pola Prosedur Tetap ( PROTAP) di RS Kelas C dan D. Pariani Siti. Sugiyono. Bandung. KARS Depkes. 2002 .Juni 2009. dr. tanggal terbit 10/10/2002. Pelajar. 2003.2001 15. 14. 6. Dwiprahasto Iwan. 19. Notoatmojo S. Rahayu S. no dokumen 002/PK/01/02. Statistika Untuk Penelitian. com/ashrm 9. Hastono Sp. 8 .CV Alphabeta. Cetakan II. Syaifudin Azwar. Jakarta : FKM UI. Yogjakarta : Gajahmada University Press. 2003. www.com/index. Tim Departemen Kesehatan RI. Mutu Pelayanan Yang Berorientasi Pada Patient Safety. Boy S. diakses www. Febiana Utama. 11. Edisi I. Buku Panduan Keselamatan Pasien Rumah Maret 2003. 2002. 2001. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Modul Analisis Data. Jakarta : Pustaka Relajar. Moks FJ. Metode Penelitian.php. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah.PPNI. 7. November 2003. Jakarta. 2001. 1994. Prosedur Perawatan Dasar. hospitalconnect. Psikologi Perkembangan : pengantar dalam berbagai bagiannya.Cipta. Alimul A Azis. Metodologi Penelitian Kesehatan. CV Sagung Setio.23 Juni 2009 8.ditetapkan oleh direktur RS Mardi Rahayu Kudus.dkkbpp. 10. Knoers MP. 16. American Society For Healthcare Risk Management . 17. Tim KKPRS – Persi. Sakit. Azwar S. Nursalam. Jakarta : PT Rineka Cipta. Jakarta.Jakarta : Penerbit Konsorsium Rumah Sakit Islam Jateng – DIY. Jakarta. 12. 13. Dokumen Prosedur Tetap Pemasangan Infus RS Mardi Rahayu Kudus.

26 Juni 2009 23. Pengertian. Edisi 2. Soeparman. dan Takrifan Motivasi.bizland. 21. Juli 2009 ugmc. Masa Kerja Dan Gaji Terhadap Kinerja Karyawan. rac.Suhaimin Taidin. dkk. www. Balai Penerbit Universitas Diponegoro. Definisi.2002 . Ac.2001. 22.id/server/document/public. Balai Penerbit FKUI.com. Semarang. www. 26 9 . Imu Penyakit Dalam Jilid II.20. Pengaruh Tingkat Pendidikan. Jakarta . Ghozali I. uii. Aplikasi Analisis Multivariad Dengan SPSS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful