Anda di halaman 1dari 5

FILTER TESTING UNIT

1. TUJUAN PERCOBAAN y Mengetahui prinsip kerja alat Filter Testing Unit y Melakukan proses filtrasi pada tekanan tetap dengan variasi tekanan tetap y Menghitung koefisien tahanan cake dan tahanan medium filter

2. ALAT DAN BAHAN y 5 liter larutan suspense dengan konsentrasi CaCO3 100 gr y kertas saring y seperangkat alat filter testing unit y pompa vakum y penggaris y stopwatch y ember plastic

3. DASAR TEORI
Filtrasi adalah salah satu metoda untuk memisahkan padatan dari larutan suspensi. Dalam hal ini larutan suspensi dialirkan melalui medium filter (medium berpori) sehingga padatan akan tertahan pada permukaan filter sementara filtratnya akan mengalir melalui pori medium filter. Tentu saja kualitas filtrat hasil filtrasi sangat bergantung dari pori medium filter yang dipakai. Proses filtrasi akan mulai bekerja dengan efisien setelah adanya partikel-partikel yang terkumpul pada medium penyaringnya. Dalam skala kecil, misal di laboratorium, suspensi hanya dituangkan ke kertas saring di atas corong dan gelas beaker. Disini hanya gaya gravitasi bumi yang dipakai. Untuk mempercepat proses biasanya digunakan corong buchner yang menggunakan aliran air untuk menghasilkan vakum.

Dalam skala industri, bentuk-bentuk operasi yang lebih rumit akan dipakai untuk mengatasi jumlah suspensi yang besar dan beraneka ragam. Selama operasi berlangsung, lapisan partikel padat akan terbentuk semakin tebal dan karenanya perlu beda tekanan yang lebih besar serta bentuk modifikasi lainnya untuk mendapatkan laju fitrasi yang tinggi.

Proses filtrasi dipakai mulai dari industri pertambangan sampai industri kimia yang siap pakai.

Pada banyak industri, partikel padatannya yang diperlukan, sedangkan untuk pengolahan limbah industri, filtratnya yang harus diambil untuk selanjutnya diolah lagi. Pada awalnya suspensi mengalir melalui medium filter, filtrat yang dihasilkan mempunyai laju alir besar tetapi kualitas filtrat tidak begitu jernih. Seiring dengan terbentuknya cake (padatan tertahan) maka laju filtrat makin menurun tetapi kualitas filtrat semakin jernih, hal itu disebabkan cake yang terbentuk berfungsi juga sebagai penyaring. Lapisan cake yang terbentuk akan semakin tebal mengakibatkan laju filtrat makin kecil, oleh karena itu pada ketebalan tertentu harus dilakukan proses pengambilan cake. Agar suspensi bisa mengalir melalui medium filter maka dibutuhkan perbedaan tekanan yang signifikan. Ada dua cara yang dapat dilakukan : pertama suspensi dipompa (tekanan fluida sebelum medium filter lebih tinggi) atau cara kedua ruang filtratnya divakumkan sehingga suspensi tertarik menuju ruang filtrat melalui medium filter. Alat Filter Testing Unit adalah peralatan filtrasi yang menggunakan metode kedua. Metode ini mirip penyaringan dengan corong buchner yang dihubungkan dengan waterjet untuk pemvakuman.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih jenis peralatan dan kondisi operasi adalah : (1) Sifat fluida terutama viskositas, densitas dan sifat korosinya (2) Keadaan dari partikel padat, ukuran dan bentuk, distribusi ukuran partikel dan karakteristik (3) konsentrasi partikel padat di suspensi (4) Jumlah dari seluruh bahan yang akan diproses dan nilainya (5) Bagian yang akan digunakan (padat, cair, keduanya) (6) Perlu tidaknya mencuci padatan yang telah tersaring (7) Kontaminasi yang berpengaruh besar pada produk jika terjadi kontak antara bahan dan peralatan (8) Ada tidaknya perlakuan lain sebelum proses filtrasi yang akan membantu proses filtrasi tersebut

4. PROSEDUR PERCOBAAN y y Memasangkan dua lembar kertas saring diatas alat filter testing unit Merapatkan sekrup dengan pemutaran manual, memeriksa sambungan gasket tangki pengaduk, pompa peristaltik dan unit penampung, pastikan tak ada kebocoran Mensetting tekanan vakum Menghidupkan pompa peristsltik Mencatat waktu untuk tiap 1 liter filtrate dan kelipatannya Menghentikan proses filtrasi setelah jumlah fitrat 4 liter Membuka filter, lalu membersihkan cake Mengambil filter dengan hati-hati, mengukur luas cake

y y y y y y

5. DATA PENGAMATAN TEKANAN(bar) -0.090 -0.091 -0.092 -0.093 -0.095 A= x D2 4 VOLUME(m3) 500 1000 2000 3000 4000 WAKTU(s) 173 421 785 1145 1545 T/V (s/m3) 0.346 0.421 0.393 0.382 0.386

=3.14 x (0.23)2 4 = 0.0415 cm2 = 0.1 x 10 -3 = 0.00001 Cs =500/4 = 1.25 gr/L

X 500 1000 2000 3000 4000 X : 10500 Slope= n xy ( x)( y) n x2 ( x)2

Y 0.346 0.421 0.393 0.382 0.386 Y : 1.928

X2 250000 1000000 4000000 5000000 16000000 X2 : 30250000

XY 173 421 786 1146 1544 XY : 4020

=5(4070) (10500)(1,928) 5(30250000)-(10500)2 = 2,5 X 10-6 Intercept = (( y) slope ( x)) N = 0,3804

6. PERHITUGAN Kp= 2 x slope = 2 x (2.5 x 10-6) = 5 X 10 -6 = Kp x A2 (-P) Cs = 1.576 x 10-3 m/kg

Rm = B x A x (-P)

= -149,97 m-1

7. ANALISA PERCOBAAN Dari percobaan Filter Testing Unit ini dapat dianalisa bahwa alat ini menggunakan prinsip perbedaan tekanan yakni antara tekanan vakum dan tekanan atmosfir, tekanan atmosfir yang lebih tinggi akan membawa larutan yang akan disaring ke filter karena tekanan vakum akan menyedot larutan tersuspensi yang memiliki tekanan lebih tinggi(tekanan atmosfir) Larutan tersuspensi yang mengandung kapur dilewatakn ke medium filter yang berupa 2 lembar kertas saring. Kapur tersuspensi akan tertahan dalam kertas saring sedangkan airnya akan terlewat, hal ini disebapkan partikel kapur tak mampu melewati kertas saring sabagai medium filter. Setiap 1 liter filtrate yang didapat diukur waktunya, menunjukan bahwa semakin lam laju alir dari filtrate mengecil, hal ini dapta dianalisa bahwa cake yang terbentukakan berperan juga sebagai filter , sehingga laju alir juga semakin mengecil, sedangkan semakin lama filtrate yang didapat semakin bening dan jernih. Tebal cake yang terbentuk juga diukur sehingga didapat tahanan cake yang dapat didefinisikan sebagai nilai hambatan yang ditimbulakn akibat cake yang terbentuk yang berfungsi juga sebagai medium filter. Tahanan medium filter adalah nilai tahanan yang ditimbulkan oleh filter dalam hal ini adalah kertas saring yang dirangkap.