Anda di halaman 1dari 8

Konsep Pendidikan dalam al-Qur`an

Jun 18, '09 4:13 AM untuk

Al-Qur'an merupakan firman Allah yang selanjutnya dijadikan pedoman hidup (way of life) kaum muslim yang tidak ada lagi keraguan di dalamnya. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran pokok (prinsip dasar) menyangkut segala aspek kehidupan manusia yang selanjutnya dapat dikembangkan sesuai dengan nalar masing-masing bangsa dan kapanpun masanya dan hadir secara fungsional memecahkan problem kemanusiaan. Salah satu permasalah yang tidak sepi dari perbincangan umat adalah masalah pendidikan. Dalam al-Qur'an sendiri telah memberi isyarat bahwa permasalahan pendidikan sangat penting, jika al-Qur'an dikaji lebih mendalam maka kita akan menemukan beberapa prinsip dasar pendidikan, yang selanjutnya bisa kita jadikan inspirasi untuk dikembangkan dalam rangka membangun pendidikan yang bermutu. Ada beberapa indikasi yang terdapat dalam al-Qur'an yang berkaitan dengan pendidikan antara lain; Menghormati akal manusia, bimbingan ilmiah, fitrah manusia, penggunaan cerita (kisah). Analisis pengantar tulisan pada bab empat ini mengupas tentang pengertian pendidikan, istilah-istilah pendidikan dalam al-Qur'an, hakikat dan prinsip dasar, serta analisis problem di dunia pendidikan Islam terutama di Indonesia, bagaimana konsep ideal pendidikan Islam? dan bagaimana realitas pendidikan Islam di Indonesia? serta bagaimana mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu?

Pengertian

Konsep

Pendidikan

dalam

Al-quran

Istilah pendidikan bisa ditemukan dalam al-Qur'an dengan istilah at-Tarbiyah, at-Talim, dan at-Tadhib, tetapi lebih banyak kita temukan dengan ungkapan kata rabbi, kata at-Tarbiyah adalah bentuk masdar dari fiil madhi rabba , yang mempunyai pengertian yang sama dengan kata rabb yang berarti nama Allah. Dalam al-Qur'an tidak ditemukan kata at-Tarbiyah, tetapi ada istilah yang senada dengan itu yaitu; ar-rabb, rabbayani, murabbi, rabbiyun, rabbani. Sebaiknya dalam hadis digunakan istilah rabbani. Semua fonem tersebut mempunyai konotasi makna yang berbeda-beda.[1] Beberapa ahli tafsir berbeda pendapat dalam mengartikan kat-kata di atas. Sebagaimana dikutip dari Ahmad Tafsir[2] bahwa pendidikan merupakan arti dari kata Tarbiyah kata tersebut berasal dari tiga kata yaitu; rabba-yarbu yang bertambah, tumbuh, dan rabbiya- yarbaa berarti menjadi besar, serta rabbayarubbu yang berarti memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, menjaga, memelihara. Konferensi pendidikan Islam yang pertama tahun 1977[3] ternyata tidak berhasil menyusun definisi pendidikan yang dapat disepakati, hal ini dikarenakan; 1) banyaknya jenis kegiatan yang dapat disebut sebagai kegiatan pendidikan, 2) luasnya aspek yang dikaji oleh pendidikan. Para ahli memberikan definisi at-Tarbiyah, bila diidentikan dengan arrab sebagai berikut; Pertama, Menurut al-Qurtubi, bahwa; arti ar-rabb adalah pemilik, tuan, maha memperbaiki, yang maha pengatur, yang maha mengubah, dan yang maha menunaikan.[4] Kedua, Menurut Louis al-Maluf, ar-rabb berarti tuan, pemilik,

memperbaiki, perawatan, tambah dan mengumpulkan.[5]

Ketiga, Menurut Fahrur Razi, ar-rabb merupakan fonem yang seakar dengan al-Tarbiyah, yang mempunyai arti at-Tanwiyah yang berarti (pertumbuhan dan perkembangan).[6] Keempat, al-Jauhari yang dikutip oleh al-Abrasy memberi arti kata atTarbiyah dengan rabban dan rabba dengan memberi makan, memelihara dan mengasuh.[7] Dari pandangan beberapa pakar tafsir ini maka kata dasar ar-rabb, yang mempunyai arti yang luas antara lain; memilki, menguasai, mengatur, memelihara, memberi makan, menumbuhkan, mengembangkan dan berarti pula mendidik. Apabila pendidikan Islam diidentikkan dengan at-talim, para ahli memberikan pengertian sebagai berikut; Pertama, Abdul Fattah Jalal, mendefinisikan at-talim sebagai proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, dan penanaman amanah, sehingga penyucian atau pembersihan manusia dari segala kotoran dan menjadikan diri manusia berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari apa yang bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya . At-talim menyangkut aspek pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidup serta pedoman prilaku yang baik. At-talim merupakan proses yang terus menerus diusahakan semenjak dilahirkan, sebab menusia dilahirkan tidak mengetahui apa-apa, tetapi dia dibekali dengan berbagai potensi yang mempersiapkannya untuk meraih dan memahami ilmu pengetahuan serta memanfaatkanya dalam kehidupan.[8] Kedua, Munurut Rasyid Ridho, at-talim adalah proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu . Definisi ini berpijak pada firman Allah al-Baqarah: 31

Artinya : Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (bendabenda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

Rasyid Ridho memahami kata allama Allah kepada Nabi Adam as, sebagai proses tranmisi yang dilakukan secara bertahap sebagaimana Adam menyaksikan dan menganalisis asma-asma yang diajarkan Allah kepadanya. Dari penjelasan ini disimpulkan bahwa pengertian at-talim lebih luas atau lebih umum sifatnya daripada istilah at-tarbiyah yang khusus berlaku pada anakanak. Hal ini karena at-talim mencakup fase bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa, sedangkan at-tarbiyah, khusus pendidikan dan pengajaran fase bayi dan anak-anak.[9] Ketiga, Sayed Muhammad an Naquid al-Atas, mengartikan at-talim disinonimkan dengan pengajaran tanpa adanya pengenalan secara mendasar, namun bila at-talim disinonimkan dengan at-tarbiyah, at-talim mempunyai arti pengenalan tempat segala sesuatu dalam sebuah sistem.[10] Menurutnya ada hal yang membedakan antara at-tarbiyah dengan attalim, yaitu ruang lingkup at-talim lebih umum daripada at-tarbiyah, karena attarbiyah tidak mencakup segi pengetahuan dan hanya mengacu pada kondisi eksistensial dan juga at-tarbiyah merupakan terjemahan dari bahasa latin education, yang keduanya mengacu kepada segala sesuatu yang bersifat fisikmental, tetapi sumbernya bukan dari wahyu. Keempat, Pengunaan at-tadib, menurut Naquib al-Attas lebih cocok untuk digunakan dalam pendidikan Islam, konsep inilah yang diajarkan oleh Rasul. At-tadib berarti pengenalan, pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala

sesuatu dalam tatanan penciptaan sedimikian rupa, sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud dan keberadaanya . Kata addaba yang juga berarti mendidik dan kata tadib yang berarti pendidikan adalah diambil dari hadits Nabi Tuhanku telah mendidikku dan dengan demikian menjadikan pendidikanku yang terbaik.[11] Kelima, Menurut Muhammad Athiyah al-Abrasy, pengertian at-talim berbeda dengan pendapat diatas, beliau mengatakan bahwa; at-talim lebih khusus dibandingkan dengan at-tarbiyah, karena at-talim hanya merupakan upaya menyiapkan individu dengan mengacu pada aspek-aspek tertentu saja, sedangkan at-tarbiyah mencakuip keseluruhan aspek-aspek pendidikan.[12]

[1] Al-Attas An Naquib, . Konsep Pendidikan Dalam Islam. (Bandung, Mizan, 1988) p. 12. [2] Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. (Bandung, Rosda Karya., 1992), p. 5 [3] Marimba, Ahmad D. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. (Bandung, Al-Maarif.1989) p. 23 [4] al-Qurtubi, Ibnu Abdillah Muahammad bin Ahmad al-Ansari, Tafsir al-Qurtubi. (Cairo, Durusy. Tt) p. 15.

[5] Maluf, Louis. 1960. Al-Munjid fi Lughah.(Beirut, Dar al-Masyriq. 1960)

p. 6

[6] Razi. Fathur. tt Tafsir Fathur Razi. (Teheran, Dar al-Kutub al-Ilmiyah. tt), p. 12 [7] Zuhairini. 1950. Metodik pendidikan Islam. (Malang, IAIN Tarbiyah Sunan Ampel Press. 1950), p.17. [8] Jalal, Abdul Fattah. .Min al-Usuli al-Tarbawiyah fi al-Islam. (Mesir, Darul Kutub Misriyah. 1977), p.32

[9] Ridho, Rasyid. Tafsir al-Manar. (Mesir, Dar al-Manar, 1373 H) p. 42

[10] al-Attas, An Naquib, 1988. Konsep Pendidikan Dalam Islam. (Bandung, Mizan. 1988), p.17..
[11] Ibid, p. 19

[12] al-Abrasy M. Athiyah. At-Tarbiyah al-Islamiyah (terj; Bustami A.Goni, dan Djohar Bakry) (Jakarta, Bulan
Bintang. 1968) p. 32

PENGERTIAN KONSEP PENDIDIKAN DALAM AL-QUR'AN


Istilah pendidikan bisa ditemukan dalam al-Qur'an dengan istilah at-Tarbiyah, at-Talim, dan at-Tadhib, tetapi lebih banyak kita temukan dengan ungkapan kata rabba , kata at-Tarbiyah adalah bentuk masdar dari fiil madhi rabba , yang mempunyai pengertian yang sama dengan kata rabb yang berarti nama Allah. Dalam al-Qur'an tidak ditemukan kata at-Tarbiyah, tetapi ada istilah yang senada dengan itu yaitu; ar-rabb, rabbayani, murabbi, rabbiyun, rabbani. Sebaiknya dalam hadis digunakan istilah rabbani. Semua fonem tersebut mempunyai konotasi makna yang berbeda-beda. Beberapa ahli tafsir berbeda pendapat dalam mengartikan kat-kata diatas. Sebagaimana dikutip dari Ahmad Tafsir bahwa pendidikan merupakan arti dari kata Tarbiyah kata tersebut berasal dari tiga kata yaitu; rabba-yarbu yang bertambah, tumbuh, dan rabbiya- yarbaa berarti menjadi besar, serta rabba-yarubbu yang berarti memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, menjaga, memelihara. Konferensi pendidikan Islam yang pertama tahun 1977 ternyata tidak berhasil menyusun definisi pendidikan yang dapat disepakati, hal ini dikarenakan; 1) banyaknya jenis kegiatan yang dapat disebut sebagai kegiatan pendidikan, 2) luasnya aspek yang dikaji oleh pendidikan. Para ahli memberikan definisi at-Tarbiyah, bila diidentikan dengan arrab sebagai berikut; Menurut al-Qurtubi, bahwa; arti ar-rabb adalah pemilik, tua, Maha memperbaiki, Yang Maha pengatur, Yang Maha mengubah, dan Yang Maha menunaikan Menurut louis al-Maluf, ar-rabb berarti tuan, pemilik, memperbaiki, perawatan, tambah dan mengumpulkan. Menurut Fahrur Razi, ar-rabb merupakan fonem yang seakar dengan al-Tarbiyah, yang mempunyai arti at-Tanwiyah (pertumbuhan dan perkembangan). Al-Jauhari memberi arti at-Tarbiyah, rabban dan rabba dengan memberi makan, memelihara dan mengasuh. Kata dasar ar-rabb , yang mempunyai arti yang luas antara lain; memilki, menguasai, mengatur, memelihara, memberi makan, menumbuhkan, mengembangkan dan berarti pula mendidik. Apabila pendidikan Islam di identikan dengan at-talim, para ahli memberikan pengertian sebagai berikut; Abdul Fattah Jalal, mendefinisikan at-talim sebagai proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, dan penanaman amanah, sehingga penyucian atau

pembersihan manusia dari segala kotoran dan menjadikan diri manusia berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari apa yang bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya. At-atalim menyangkut aspek pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidup serta pedoman prilaku yang baik. At-talim merupakan proses yang terus menerus diusahakan semenjak dilahirkan, sebab menusia dilahirkan tidak mengetahui apa-apa, tetapi dia dibekali dengan berbagai potensi yang mempersiapkannya untuk meraih dan memahami ilmu pengetahuan serta memanfaatkanya dalam kehidupan. Munurut Rasyid Ridho, at-talim adalah proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu. Definisi ini berpijak pada firman Allah alBaqoroh ayat 31 tentang allama Allah kepada Nabi Adam as, sedangkan proses tranmisi dilakukan secara bertahap sebagaimana Adam menyaksikan dan menganalisis asma-asma yang diajarkan Allah kepadanya. Dari penjelasan ini disimpulkan bahwa pengertian at-talim lebih luas/lebih umum sifatnya daripada istilah at-tarbiyah yang khusus berlaku pada anak-anak. Hal ini karena at-talim mencakup fase bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa, sedangkan attarbiyah, khusus pendidikan dan pengajaran fase bayi dan anak-anak. Sayed Muhammad an Naquid al-Atas, mengartikan at-talim disinonimkan dengan pengajaran tanpa adanya pengenalan secara mendasar, namun bila at-talim disinonimkan dengan attarbiyah, at-talim mempunyai arti pengenalan tempat segala sesuatu dalam sebuah system. Menurutnya ada hal yang membedakan antara at-tarbiyah dengan at-talim, yaitu raung lingkup at-talim lebih umum daripada at-tarbiyah, karena at-tarbiyah tidak mencakup segi pengetahuan dan hanya mengacu pada kondisi eksistensial dan juga at-tarbiyah merupakan terjemahan dari bahasa latin education, yang keduanya mengacu kepada segala sesuatu yang bersifat fisikmental, tetapi sumbernya bukan dari wahyu. Pengunaan at-tadib, menurut Naquib al-Attas lebih cocok untuk digunakan dalam pendidikan Islam, konsep inilah yang diajarkan oleh Rasul. At-tadib berarti pengenalan, pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan sedimikian rupa, sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud dan keberadaanya. Kata addaba yang juga berarti mendidik dan kata tadib yang berarti pendidikan adalah diambil dari hadits Nabi Tuhanku telah mendidikku dan dengan demikian menjadikan pendidikanku yang terbaik. Menurut Muhammad Athiyah al-Abrasy, pengertian at-talim berbeda dengan pendapat diatas, beliau mengatakan bahwa; at-talim lebih khusus dibandingkan dengan at-tarbiyah, karena attalim hanya merupakan upaya menyiapkan individu dengan mengacu pada aspek-aspek tertentu saja, sedangkan at-tarbiyah mencakuip keseluruhan aspek-aspek pendidikan. Masih lagi pengertian pendidikan Islam dari berbagai tokoh pemikir Islam, tetapi cukuplah pendapat diatas untuk mewakili pemahaman kita tentang konsep pendidikan Islam (al-Qur'an ). Konsep filosofis pendidikan Islam adalah bersumber dari hablum min Allah (hubungan dengan Allah) dan hablum min al-nas (hubungan dengan sesama manusia) dan hablum min al-alam (hubungan dengan manusia dengan alam sekitas) yang selanjutnya berkembang ke berbagai teori yang ada seperti sekarang ini. Inprirasi dasar yaitu berasal dari al-Qur'an.

DEFINISI PENDIDIKAN
A.Definisi awam
Definisi awam : Suatu cara untuk mengembangkan ketrampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik. Tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah kognisi, afeksi dan konasi seseorang.

B. Menurut Kamus dan ensiklopedi


1.Kamus Besar Bahasa Indonesia : "pendidikann proses pengubahan

sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, pembuatan mendidik;"
2.Ensiklopedi Wikipedia: Education is a social science that encompasses

teaching and learning specific knowledge, beliefs, and skills. The word education is derived from the Latin educare meaning "to raise", "to bring up", "to train", "to rear", via "educatio/nis", bringing up, raising.

C. Menurut Undang-Undang
1.UU

SISDIKNAS No. 2 tahun 1989 : "Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/latihan bagi peranannya di masa yang akan datang"; 2.UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat