Anda di halaman 1dari 19

SISTEM INFORMASI DI INSTALASI LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIBABAT CIMAHI

TUGAS Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Ahli Madya Analis Kesehatan

OLEH: ANNISA NURUL CHAERANI CAHYANI IRMA HERMAWATI SUPENDI NARYATI NPM. 411109059 NPM. 4111090__ NPM. 4111090__ NPM. 4111090__

PROGRAM STUDI ANALIS KESEHATAN (D III) SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JENDERAL AHMAD YANI CIMAHI 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pelayanan Laboratorium merupakan salah satu pelayanan

penunjang di lingkungan rumah sakit dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Divisi Laboratorium bertanggung jawab terhadap pemberian jasa pelayanan yang berhubungan dengan pemeriksaaan penunjang medis laboratorium baik pemeriksaan medis patologi dan mikrobiologi bagi seorang pasien. Selanjutnya saat ini Divisi Laboratorium juga diberikan tanggung jawab sebagai pengelola Bank Darah. Pada masa yang akan datang beberapa konsep baru telah disepakati untuk digunakan dilingkungan Divisi Laboratorium. Hal pertama yang diperkenalkan dan akan dilaksanakan adalah order manajemen yaitu pemanfaatan pelayanan permintaan dan penyampaian hasil pemeriksaan dengan memanfaatkan fasilitas komputer secara online. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh semua unit pengguna. Status atau proses permintaan layanan termasuk hasil pemeriksaan dapat dipantau atau dilihat langsung melalui fasilitas komputer

B. Tujuan Untuk mengetahui sistem informasi di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Sistem Informasi Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suarti informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lai nfleksibel, efektif dan efisien. Secara garis besar komponen yang terkait dengan suatu sistem informasi dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut.

Gambar 2.1 Komponen Sistem Informasi

B. Laboratorium Patologi Klinik RSUD Cibabat Cimahi Laboratorium klinik RSUD Cibabat Cimahi terletak di gedung C lantai 1 sebagai labratorium yang melakukan kegiatan pemeriksaan sampel selama 24 jam. Laboratorium klinik Cibabat terbagi menjadi 5 ruangan. Ruang pengambilan sampel yang berasal dari pasien rawat jalan berada di bagian depan laboratorium yang berdampingan dengan ruang

pendaftaran. Di bagian tengah laboratorium terdapat ruang Kepala instansi dan Staf Patologi Klinik yang bersebelahan dengan ruang Koordinator Teknis Pelayanan Laboratarium dan ruang administrasi. Di bagian belakang terdapat ruang pemeriksaan sampel dan terdapat ruang pencucian alat. Ruang pemeriksaan sampel terbagu atas 5 sub bagian pemeriksaan yaitu : 1. Pemeriksaan Rutin 2. Pemeriksaan Hematologi 3. Pemeriksaan Kimia Klinik 4. Pemeriksaan Mikrobiologi 5. Pemeriksaan Imuno Serologi

C. Struktur Organisasi Laboratorium Patologi Klinik RSUD Cimahi Cibabat Laboratorium Patologi Klinik RSUD Cibabat Cimahi mempunyai struktur organisasi sebagai berikut: Gambar 2.1 Struktur Organisasi Instalasi Laboratorium RSUD CibabatCimahi
DIREKTUR Dr. Endang Kesuma Wardani

WADIR UMUM DAN KEUANGAN Drs. Tatang Rahm at. MM

WAKIL DIREKTUR PELAYANAN Drg. Yunus Hanna

Kepala Instalasi Laboratorium Dr. Sussylawati, Sp.PK

Koordinator Laboratorium Dr. Tri Sumartina, Sp.PK

Penanggung Jawab Pelayanan


Penanggung Jawab Administrasi & Logistik

Asep Rukmana, S.Scm,S.ST Anggota Merryanti, AMd.AK Tuhu Asih, AMd.AK Eva Q, AMd.AK Kuraesin, AMd.AK Dindin Salman

Etty Haryati, AMd.AK,S.ST Anggota Harlina Sugianti, AMd.AK Tanti Siti Sadiah, AMd.AK Iis Kurniasih

Hematologi

Kimia Klinik

Mikrobiologi

Cairan Tubuh

Imunologi &

D. Ketenagaan Laboratorium Patologi Klinik RSUD Cimahi Cibabat Jumlah tenaga yang ada pada Laboraroium patologi klinik RSUD Cibabat sebanyak 25 orang dengan jumlah dan kualifikasi sebagai berikut: Tabel 3.1 Gambaran ketenagaan Di Instalasi Laboratarium Patologi Klinik RSUD Cibabat Cimahi No. 1 2 3 Tenaga Laboratorium dr.Sussylawati, Sp.PK dr.Tri Sumartina, Sp.PK Asep Rukmana, S.Sos Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik Dokter Spesialis Patologi Klinik D-IV Analis Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan Bidang Kerja Kepala instalasi Patologi Klinik Staf Patologi Klinik Koordinator Teknis Pelayanan Laboratorium Koordinator Administrasi Penaggungjawab Reagen dan alat habis pakai Penanggungjawab Alat kesehatan Penanggungjawab SDM Administrasi Penanggungjawab Pelayanan Rawat Jalan Penanggungjawab Pelayanan Rawat Inap Koordinator Pelayanan 24 jam Staf Analis Staf Analis Staf Analis Staf Analis

4 5

Etty Haryati, AMAK Harlina Sugianti, AMAK

6 7 8 9

Tanti Siti Sadiah, AMAK Kuraesin, AMAK Iis Kurniasih Meryanti Br Singarimbun, AMAK Tuhu Asih, AMAK

10

11 12 13 14 15

Eva Qurotul Aini, Am.d, AK Meliar Yulianti Adnan, A.Md, AK Widya Zaki Astria, A.Md, AK Yuli Maryani, A.Md, AK Lia Yulianti, A.Md, AK

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Puji Nugroho, A.Md, AK Ira Yuliana, A.Md, AK Wine Yulia. K, A.Md, AK M. Zaelani Hasan A. N, A.Md, AK Yayang Setiawan Nana Mulyana Gono Susilo Ujang Mulyana Didin Salman Aep

DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan DIII Analais Kesehatan SMA SMA SMA SMA SMA SMA

Staf Analis Staf Analis Staf Analis Staf Analis Run Boy Run Boy Run Boy Run Boy Run Boy Run Boy

BAB III SISTEM INFORMASI DI INSTALASI LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RSUD CIBABAT CIMAHI

A. VANSLab

Sistem informasi Laboratorium menggunakan software khusus yaitu VANSLab. VANSLab adalah perangkat lunak Sistem Informasi laboratorium yang dapat dengan mudah dikonfigurasi sesuai kebutuhan laboratorium modern. Didesain untuk membantu pekerjaan rutin di laboratorium, meningkatkan quality control, mengoptimalkan penggunaan instrument dan menyediakan data statistik yang cepat. Berbasis teknologi Windows menjadikan program aplikasi mudah dan intuitif. Disamping itu, dapat menyimpan data yang besar dengan menggunakan database engine Firebird.

B. Pengguna Sistem Informasi Laboratorium

Pengguna dari sistem informasi labortorium terdiri dari 4 jenis, yaitu:

1. Administrator 2. Dokter 3. Staf Laboratorium 4. User

C. Tampilan antarmuka Sistem 1. User login Yang dapat membatasi aktifitas pengguna dan mencatat aktfitas yang dilakukan.

Gambar 3.1 Tampilan user login

2. Order Entry
a. Layar order entry yang User friendly. b. Fungsi Quick mode yang memungkinkan pengguna memasukan

permintaan test terlebih dahulu dan memasukan data pasien kemudian.


c.

Menyediakan teks bebas untuk catatan pasien.

Gambar 3.2 Tampilan order entry

3. Result Entry a. Memasukan hasil-hasil yang tidak terkoneksi dengan alat. b. Membuat worklist. c. Bentuk format hasil berupa numerik, nilai teks dan teks bebas. d. Kumulatif data pasien. e. Catatan untuk setiap test.

Gambar 3.3 Tampilan result entry

4. Quality Control

Data quality control dari instrument yang terkoneksi secara automatis dapat ditampilkan berikut dengan grafik levey jenning di setiap client secara online.

Gambar 3.4Tampilan quality control

Gambar 3.5 Tampilan quality control dilengkapai dengan grafik

5. Data Elektronik

Semua data hasil pemeriksaan dan sejarah klinis pasien disimpan kedalam VANSLab database. Kebutuhan untuk mencari hasil pasien satu persatu atau kumulatif dapat dilakukan kapan saja dengan mudah dan secara elektronik.

a. Mempercepat kegiatan dan proses analisa dalam laboratorium. b. Mencegah kesalahan dalam menyalin hasil dari Instrument c. Barcode sistem, mempercepat dan mengurangi kesalahan memasukan nomor laboratorium ke instrument. d. Mempercepat pencarian hasil dan laporan statistik.

Gambar 3.6 Tampilan hasil pemeriksaan dan sejarah klinis pasien

6. Laporan hasil pemeriksaan laboratorium

Gambar 3.7 Tampilan hasil pemeriksaaan (Output)

D. Prosedur Operasional 1. User Friendly dan desain berorientasi object Dengan desain berorientasi objek yang mudah dipelajari dan digunakan menjadikan VANSLab menambah efektifitas dan efesiensi. 2. Mengakomodasi kebutuhan Laboratorium VANSLab memahami keunikan setiap organisasi laboratorium, sistem menyediakan kode yang dapat didefinisikan oleh pengguna sesuai kebutuhan laboratorium. 3. Test & profile a. Test dan profile yang dapat didefinisikan pengguna. b. Format hasil yang dapat dengan mudah dikonfigurasi. c. Nilai normal pasien yang mendukung perbedaan jenis kelamin dan usia.

E. Rancang Bangun Sistem 1. Standar teknologi Menggunakan standar teknologi terbaru seperti Microsoft Windows 98/XP/2000, Firebird Relational Database, Borland Delphi dan lainlain. Adalah fakta bahwa dengan standarisasi dapat menyediakan kebebasan dan kemungkinan berhubungan dengan sistem lain dan perluasan dimasa depan. 2. Scalability Dibuat dengan basis teknologi Client-Server. Sistem dapat diatur untuk pengguna standalone atau multi user. Dalam penggunaan multi user, koneksi antara client dan server dilakukan melalui jaringan standar TCP/IP. 3. Interoperability Menyediakan modul interface, yang memudahkan untuk

berkomunikasi dengan sistem informasi lain. Dengan file transfer sistem pertukaran data dapat dilakukan dengan mudah.

Gambar 3.8 Rancang bangun sistem

4. Database server Tempat menyimpan dan mengatur semua data di laboratorium. Ini semacam jantung dari sistem LIS, tidak hanya menyimpan data tapi juga mendukung komponen lain dalam jaringan. 5. Client Digunakan untuk keperluan rutin di laboratorium seperti memasukan permintaan pemeriksaan, memvalidasi hasil dari alat, memasukan hasil pencetakan laporan dan pencarian hasil. 6. Interface server Mengontrol komunikasi antara alat dengan sistem LIS, sehingga hasil dapat diterima dan dilihat di LIS.

F. Kelemahan Sistem Informasi Laboratorium RSUD Cibabat Cimahi 1. Aplikasi VANSLab tidak terhubung dengan bilink rumah sakit, sehingga menginput data identitas pasien/sampel dilakukan

berulang-ulang. 2. Proses pencatatan/pengumpulan, pengolahan data dan pembuatan laporan yang masih dilakukan secara manual memungkinkan terjadinya kesalahan perhitungan.

BAB IV KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dapat simpulkan bahwa Di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUD Cibabat Cimahi sudah

menggunakan LIS (Laboratory Information Sistem) yaitu VANSLab, Namun disamping itu masih terdapat kelemahan meliputi :

1. Aplikasi VANSLab tidak terhubung dengan Billing rumah sakit, sehingga untuk menginput data pasien dilakukan secara berulang. 2. Sebagaimana disebutkan pada no 1, untuk menginput data selain menggunakan VANSLab, juga dilakukan penginputan data secara manual. 3. Untuk laporan keuangan, QC, Logistik dan lain-lain masih dilakukan secara manual.

Anda mungkin juga menyukai