Anda di halaman 1dari 46

-----------Jurnal Reading, by: ----------Arief Budiman 11-2009-223 ------------------------------------------------

PERTUMBUHAN BAYI USIA 0-4 BULAN YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF DAN ASI TIDAK EKSKLUSIF
Yekti Widodo, Bambang Udji Djoko Rianto, Zulaela

LATAR BELAKANG
Masalah gangguan pertumbuhan pada usia dini yang terjadi di Indonesia MP-ASI paling banyak diberikan oleh masyarakat pedesaan adalah pisang Rendahnya kualitas MP-ASI, secara teori hampir dipastikan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan gangguan kesehatan pada bayi

PERMASALAHAN
Gangguan pertumbuhan pada usia dini di Indonesia diduga kuat berhubungan dengan banayknya bayi yang sudah diberi MP-ASI sejak usia 1 bulan, bahkan sebelum usia 1 bulan

TUJUAN
Utama; mengetahui perbedaan pertumbuhan bayi usia 0-4 bulan berdasarkan berat badan, yang diberikan ASI ekslusif dengan yang diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) Khusus; mengetahui frekuensi menyusui, jenis dan porsi MP-ASI yang dikonsumsi bayi, gejala sakit yang diderita bayi, data karakteristik demografi, sosial ekonomi keluarga, serta data pendukung lain

MANFAAT
Utama; diketahuinya perbedaan pertumbuhan bayi usia 0-4 bulan berdasarkan berat badan, yang diberikan ASI ekslusif dengan yang diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) Khusus; diketahuinya frekuensi menyusui, jenis dan porsi MP-ASI yang dikonsumsi bayi, gejala sakit yang diderita bayi, data karakteristik demografi, sosial ekonomi keluarga, serta data pendukung lain

METODE
Design: Eksperimental semu (quasi eksperiment) Where: Daerah urban ?? When: ?? Sumber Data: Data primer; Fokus penelitian ini adalah pertumbuhan bayi dengan indikator antropometri pertambahan berat badan bayi

SAMPEL
Jumlah sampel adalah 245 bayi di awal penelitan Cluster sampling

KRITERIA INKLUSI
Bayi baru lahir, Sehat, Berat badan lahir minimal 2500 gram yang harus diukur dalam waktu kurang dari 48 jam setelah lahir, Lahir cukup bulan (38-42 minggu), dan kedua orang tua bayi bersedia mengikuti penelitian

KRITERIA EKSKLUSI
Ibu bayi menderita penyakit infeksi kronis dan Bayi tidak akan diberi ASI

CARA KERJA
Follow-up sampai bayi berusia 4 bulan Secara alamiah akan terdapat 2 kelompok bayi yaitu; bayi yang diberikan ASI eksklusif dan ASI tidak eksklusif Pengumpulan data dilakukan setiap 2 minggu sekali dan pengukuran outcome dilakukan sebulan sekali.

Alat ukur berat badan bayi adalah timbangan bayi merk seca dengan ketelitian 0,01 kg Panjang badan bayi diukur menggunakan stadiometer, dengan ketelitian 0,1 cm Data frekuensi menyusui, jenis dan porsi MP-ASI yang dikonsumsi bayi, gejala sakit yang diderita bayi, data karakteristik demografi, sosial ekonomi keluarga, serta data pendukung lain, dikumpulkan dengan kuesioner

Data frekuensi dan durasi menyusui, konsumsi asupan makanan bayi dikumpulkan dengan metode recall 1x24 jam Data morbiditas bayi didasarkan pada pernyataan orang tua bayi. (wawancara setiap 2 minggu sekali) Data karakteristik sosiodemografi dan sosial ekonomi keluarga (wawasan saat responden masuk sebagai sampel)

Intervensi: Penyuluhan praktik pemberian ASI eksklusif selama 4 bulan kepada keluarga sampel penelitian Semua enumurator dilatih tentang teknik penyuluhan praktik pemberian ASI eksklusif, teknik wawancara dan pengumpulan data antropometri serta dilakukan uji validitas dan reliabilitas hasil pengukuran.

DEFINISI
ASI eksklusif; semua cairan, energi dan gizi lainnya yang dikonsumsi bayi yang hanya diperoleh dari ASI saja ASI tidak eksklusif; selai diberi ASI, bayi juga diberi cairan atau makanan lainnya sebagai sumber energi dan zat gizi bagi bayi

HASIL dan PEMBAHASAN


Jumlah sampel adalah 245 bayi, terdapat 24 sampel drop out. Alasan; menolak follow-up (10), pindah tempat tinggal (8), bayi sakit (2), tidak berada di rumah (4) Jumlah sampel akhir penelitian adalah 221 sampel; terdiri dari 110 bayi diberi ASI eksklusif dan 111 bayi yang diberi ASI tidak eksklusif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pertambahan berat badan per bulan pada kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif lebih besar daripada keompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif

Pada Tabel 1; pertambahan berat badan bayi pada usia 0-1 bulan, 1-2 bulan, 2-3 bulan dan 3-4 bulan menunjukkan perbedaan yang signifikan. Rata-rata total pertambahan berat badan sejak lahir sampai usia 4 bulan pada kelompok bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih besar daripada kelompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif

Data rata-rata berat badan bayi yang diukur sejak lahir sampai usia 4 bulan menunjukkan peningkatan yang cukup optimal, yaitu 0,95 0,14 kg per bulan pada bayi yang diberi ASI eksklusif dan 0,86 0,12 kg per bulan pada bayi yang diberi MP-ASI sebelum usia 4 bulan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa rata-rata pertambahan berat badan per bulan sejak lahir sampai usia 4 bulan antara 2 kelompok terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,001)

Rata-rata berat badan bayi pada saat bayi lahir dan pada usia 1 bulan tidak ada perbedaan signifikan Pada usia 2, 3, 4 bulan rata-rata berat badan bayi pada kelompok bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih besar daripada kelompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif, dan hasil uji statistik menunjukkan hasil yang signifikan

Tabel 3; analisis data lebih lanjut untuk mengetahui pola pertumbuhan bayi usia 0-4 bulan berdasarkan berat badan dilakukan dengan uji statistik repeated measurement analysis of variance

Gambar 1; berat badan bayi pada pengukuran pertama, yaitu pada saat baru lahir tidak ada perbedaan. Pola pertumbuhan bayi sejak usia 1 bulan mulai tampak adanya penyimpangan pola pertumbuhan pada bayi yang diberikan ASI tidak eksklusif sebelum usia 4 bulan

Gambar 2; Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p>0,05) antara bayi yang diberi ASI eksklusif dan yang diberi ASI tidak eksklusif. Baik bayi yang diberikan ASI eksklusif dan yang tidak diberikan ASI tidak eksklusif mencapai pertumbuhan bayi optimal menurut WHO

Frekuensi pemberian ASI eksklusif pada sampel adalah 13 1,5 kali, sedangkan pada sampel yang diberi ASI tidak eksklusif 11 1,4 kali (p=0,001) Rata-rata durasi pemberian ASI setiap satu periode adalah 12,8 3,0 menit, total 161,7 33,7 menit (ASI eksklusif) dan 11,5 3,0 menit, total 123,9 29,9 menit (ASI tidak eksklusif)

Rata-rata asupan zat gizi terutama energi dan protein yang berasala dari MP-ASI per hari adalah 176 89 Kal/ hari (energi) dan 5,8 9,4 g/hari (protein)

Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa pertambahan berat badan bayi sejak lahir sampai usia 4 bulan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif, rerata pemeberian ASI dalam sehari, dan gangguan kesehatan (batuk pilek)

Nilai R ajusted model regresi linier berganda adalah 0,14 yang berarti model tersebut hanya dapat memprediksi pertambahan berat badan bayi sejak lahir sampai usia 4 bulan sebesar 14%, 86% lainnya ditentukan faktor di luar itu yang mempengaruhi

Segi sosial demografi keluarga sampel adalah sebanding pada kedua kelompok Distribusi sampel menurut jenis kelamin dan profil persalinan merata pada keua kelompok

Berdasarkan indeks antropometri berat badan sejak usia 2-4 bulan, berat rata-rata bayi yang diberi ASI eksklusif lebih besar dibanding dengan bayi yang diberi ASI tidak eksklusif Pertambahan berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif lebih besar dibanding ASI tidak eksklusif Hal ini menunjukkan sejak lahir sampai bayi berusia 4 bulan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh optimal

Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitan Eregie Abraham dan Heinig et al yang menunjukkan bahwa pertumbuhan bayi yang diberi ASI eksklusif dan ASI tidak eksklusif tidak berbeda Perbedaan ini disebabkan oleh; berbedanya MP-ASI yang diberikan yaitu susu formula dengan pisang (61,3%)

KETERBATASAN
Praktik pemberian ASI eksklusif didasarkan pengakuan ibu/ responden yang mendukung/ anggota keluarga lain, tetangga, kader Posyandu, dukun bayi dan bidan Data morbiditas, frekuensi dan durasi pemberian ASI diperoleh dengan cara recall selama 24 jam terakhir

Data morbiditas hanya berdasarkan pernyataan dan persepsi orang tua sampel bukan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis Pengukuran berat badan bayi tidak semuanya dapat dilakukan sesuai dengan standar pengukuran antropometri (orang tua pasien keberatan)

KESIMPULAN
Rata-rata pertambahan berat badan bayi per bulan dan total pertambahan berat badan selama 4 bulan (sejak lahir sampai usia 4 bulan) pada kelompok bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih besar daripada kelompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif

Pemberian ASI eksklusif dapat memberikan efek positif terhadap pertumbuhan bayi meskipun pada penelitian ini tampak bahwa dalam model persamaan regresi linier berganda ASI eksklusif mempunyai nilai estimasi terhadap pertumbuhan bayi rendah

SARAN
Perlu penelitian lebih lanjut untuk meneliti pertumbuhan bayi setelah usia 4 bulan. Penelitian ini penting karena terdapat kecenderungan bayi yang mendapat ASI tidak eksklusif mengalami gangguan pertumbuhan

DAFTAR PUSTAKA