Anda di halaman 1dari 59

M e n u r u t A n o n i m a ( 2 0 1 0 ) , t u l a n g t u l a n g k e r a n g k a d i k l a s i f i k a s i

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM IKHTIOLOGI

Disusun Oleh : MUHAMMAD IQBAL K2D008055

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran. Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas, orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu daerah tertentu pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita, baik secara aktif maupun secara pasif. Ikhtiologi terbagi atas 2 yaitu ikhtiologi sistematika dan ikhtiologi fungsional, dimana ikhtiologi sistematika berbicara tentang morfologi ikan, sedangkan ikhtiologi fungsional lebih mengarah pada fungsi oragan pada ikan. Secara garis besar ikan yang terdapat di alam tebagi atas dua group yaitu Agnatha (Ikan yang tidak memiliki rahang) dan Gnathostomata (Ikan yang memiliki rahang). Kedua group ikan tersebuat dikelompokkan ke dalam tiga kelas yaitu Kelas Cephalaspidomophi, Condrichthyes, dan Osteichthyes.

1.2 Tujuan Praktikum 1. Mempelajari dan mengetahui struktur morfologi bentuk luar tubuh ikan dari ikan elasmobranchi (chondrochthyes) dan teleostei (osteichthyes).

2. Membuat dan mengetahui suatu deskripsi luar atau morfologi serta melakukan pengukuran terhadap bagian-bagian tubuh ikan dan membandingkannya dengan kunci identifikasi, antara lain: Susunan, jenis dan rumus sirip Jenis sisik dan penghitungan sisik Tipe ekor Bentuk mulut Perbandingan antar bagian tubuh ikan Bentuk dan jumlah filamen insang Tanda-tanda khusus seperti sungut, fin let, lateral keel, adipose dll Dengan mengetahui aspek-aspek seperti yang tersebut diatas dapat dilakukan identifikasi dan klasifikasi berdasarkan buku Identifikasi ikan, misalnya Saanin (1986) & FAO. 3. Mempelajari dan berlatih melakukan identifikasi dan mengklasifikasikan ikan. 4. Mempelajari dan mengetahui struktur rangka ikan dari ikan teleostei (osteichthyes). 5. Membuat dan mengetahui suatu deskripsi rangka Axial. 6. Membuat dan mengetahui suatu deskripsi rangka Apendicular. 7. Mempelajari dan berlatih melakukan identifikasi otot atau urat daging pada ikan. 8. Mempelajari dan mengetahui sistem integumen pada ikan elasmobranchi ( chondrochthyes) dan teleostei (osteichthyes). 9. Menggambarkan bagian-bagian integumen ikan dan membandingkan antara jenis-jenis ikan, antara lain : Kulit Lendir Sisik Kelenjar Racun 10. Mempelajari dan mengetahui sistem respirasi dan organ respirasi dari ikan elasmobranchi ( chondrochthyes) dan teleostei (osteichthyes). 11. Menyebutkan bagian-bagian insang pada ikan elasmobranchi (chondrochthyes) dan teleostei (osteichthyes).

12. Menyebutkan alat bantu pernafasan pada ikan elasmobranchi (chondrochthyes) dan teleostei (osteichthyes). 13. Mempelajari dan mengetahui sistem dan organ reproduksi ikan elasmobranchi ( chondrochthyes) dan teleostei (osteichthyes). 14. Membedakan organ reproduksi ikan dan mengetahui posisi gonad. 15. Mempelajari dan berlatih melakukan identifikasi kematangan gonad ikan. 16. Mempelajari dan berlatih menghitung fekunditas pada ikan. 17. Mempelajari dan mengetahui sistem pencernaan makanan ikan elasmobranchi (chondrochthyes) dan teleostei (osteichthyes). 18. Mengetahui organ pencernaan makanan ikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi Ikan

Menurut Saanin (1968), bentuk tubuh ikan beradaptasi dengan cara, tingkah laku, dan kebiasaan hidup di dalam suatu habitat hidup ikan. Dengan kata lain, habitat atau lingkungan dimana ikan itu hidup akan berpengaruh terhadap bentuk tubuh; sedangkan cara bergerak maupun tingkah lakunya akan berbeda dari satu habitat ke habitat lainnya. Ikan akan menyesuaikan diri terhadap faktorfaktor fisika, kimia, biologi dari habitat ikan yang bersangkutan, misalnya kedalaman air, suhu air, arus air, pH, salinitas, dan makhluk-makhluk lainnya seperti plankton, jasad-jasad renik, benthos, dan sebagainya (Saanin H,1968). Tubuh ikan pada umumnya mempunyai atau terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian kepala, badan, dan ekor. Ikan umumnya berbentuk simetris bilateral namun ada juga yang berbentuk tidak simetris bilateral yaitu ikan ilat-ilat (Cyonoglossus monopus) dan yang lainnya (Rahardjo, 1985). Ikan yang hidup di dalam lumpur diantara bebatuan, tumbuhan air, misalnya ikan belut dan ikan sidat akan memiliki bentuk tubuh memanjang seperti ular. Sedangkan pada ikan perenang cepat seperti tengiri, tongkol dan tuna mempunyai bentuk stream line (Djuanda, 1981).

2.1.1 Bentuk dan Rumus Sirip

Sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan, yaitu : 1. Pinna dorsalis (dorsal fin) Adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan ketika berenang. Bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar. 2. Pinna pectoralis (pectoral fin) Adalah sirip yang terletak di posterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju, ke samping dan diam (mengerem). 3. Pinna ventralis (ventral fin) Adalah sirip yang berada pada bagian perut. ikan dan berfungsi dalam membantu menstabilkan ikan saat berenang. Selain itu,juga pada suatu berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan kedalaman.

4. Pinna analis (anal fin) Adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di daerah posterior anal. Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. 5. Pinna caudalis (caudal fin) Adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh dan disebut sebagai ekor. Pada sebagian besar ikan, sirip ini berfungsi biasanya sebagai

pendorong utama ketika berenang (maju) dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. 6. Adipose fin Adalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan.Letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh, sedikit di depan pinna caudalis. (http://entahsiapa15.wordpress.com)

Sirip ikan terdiri dari tiga jenis jari-jari sirip yang hanya sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh spesies ikan, yaitu : 1. Jari-jari sirip keras Merupakan jari jari sirip yang tidak berbuku-buku dan keras. 2. Jari jari sirip lemah Merupakan jari jari sirip yang dapat ditekuk, lemah dan berbuku-buku. 3. Jari jari sirip lemah mengeras Merupakan jari jari sirip yang keras tetapi berbuku-buku. (http://entahsiapa15.wordpress.com) Rumus sirip Ikan yaitu sebagai berikut: D1 (sirip jari-jari keras), D2 (sirip jari-jari lemah), P (sirip dada), V (sirip perut), A (sirip dubur), C (sirip ekor). Untuk sirip keras dengan romawi, sedangkan lunak dengan angka. Seperti, P IV 3 ( pada sirip dada, terdapat sirip keras nya 4 dan sirip lunaknya 3) (http://id.wikipedia.org/wiki/Gurami). Penggolongan ikan juga dapat dilakukan berdasarkan tipe pinnacaudalis yang dimiliki suatu jenis ikan. Tipe pinna caudalis ikan secara umum terbagi atas : 1. Protocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang tumpul dan simetris dimana columna vertebralis terakhir mencapai ujung ekor.

2. Diphycercal

Merupakann sirip. 3. Heterocercal

bentuk

pinna caudalis

yang

membulat atau

meruncing, simetris dengan ruas vertebrae terakhir tidak mencapai ujung

Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventral lebih pendek. 4. Homocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jari-jari sirip ekor. (http://entahsiapa15.wordpress.com)

(http://zonaikan.wordpress.com) 2.1.2 Bentuk Sisik Menurut Rahardjo (1985), berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung didalamnya, sisik ikan dibedakan menjadi : 1. Ganoid Terdiri dari garam-garam saponim, bentuknya seperti belah ketupat.

Type sisik ganoid 2. Placoid Sisik dari tonjolan kulit bentuknya seperti duri halms dan terletak rebah ke belakang di bawah kulit.

Type placoid pada ikan hiu 3. Cycloid Disebut juga sisik lingkaran, mempunyai bentuk bulat, tipis transparan dan mempunyai lingkaran pada belakang bergirigi.

Type sisik Cycloid 4. Ctenoid Disebut juga sisik sisir, mempunyai bentuk agak persegi.

Type sisik Ctenoid 5. Cosmoid Sisik ini berlapis-lapis, di mana lapisan terdalam terbangun dari tulang yang memipih.

Type sisik Cosmoid 2.1.3 Bentuk Tubuh Menurut Rahardjo (1985), Bentuk tubuh ikan akan beradaptasi dengan cara tingkah laku dan kebiasaan hidup di dalam habitat ikan tersebut. Ikan yang hidup di daerah dasar perairan mempunyai bentuk perut datar dan punggung mengelembung. Sedangkan untuk ikan-ikan pelagis mempunyai bentuk bagian tubuh yang mengelembung pada bagian perut maupun punggung. Bentuk tubuh ikan terdiri dari: 1. Bentuk Torpedo Bentuk tubuh ramping dengan potongan melintang, badannya berbentuk elips dan bentuk ekor sempit tepat di depan sirip ekor. Bentuk tubuh ini dimiliki oleh ikan tuna, selar dan kembung betina 2. Bentuk seperti ular Bentuk tubuh memanjang dengan penampang melintang bundar. Terdapat pada belut dan sidat. 3. Bentuk Pipih a. Pipih secara lateral Ikan bentuk ini dalam keadaan biasa berenang dengan lambat dan bila ada bahaya mampu berenang dengan cepat. Misalnya ikan mas. b. Pipih secara dorsoventral Bentuk tubuh ini cocok dengan ikan yang hidup di dasar perairan misalnya genus Rajidae mobulidae.

4. Bentuk Tubuh Benang Terdapat pada famili Nemichtydae. 5. Bentuk Membulat Bentuk tubuh ikan ini bulat akan semakin tampak apabila dalam keadaan bahaya karena ikan akan mengembangkan tubuhnya semakin maksimal. Terdapat pada famili Tetraodentidae dan Diodontidae. 6. Bentuk Tubuh Pita Terdapat pada famili Trachypterydae dan Trichiuridae. 7. Bentuk Kombinasi Famili Claridae dan Pangasidae mempunyai kepala yang picak, badan bundar dan ekor yang pipih. 2.1.4 Tipe Mulut Menurut Rahardjo (1985), pada umumnya ikan memiliki tipe mulut yang berbeda tergantung dari lingkungan, cara makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Tipe mulut ikan yang dimaksud antara lain: 1. Tipe Terminal Yaitu letak mulut ikan terletak diujung depan kepala. 2. Tipe Subterminal Yaitu letak mulut ikan terletak didekat ujung depan kepala. 3. Tipe Superior Yaitu letak mulut ikan terletak diujung bagian atas. 4. Tipe Inferior Yaitu letak mulut ikan terletak dibawah kepala. ` 2.1.5 Warna Menurut Rahardjo (1985), Warna tubuh ikan disebabkan konfigurasi sisik (schemochroma) dan pigmen pembawa warna (biochrome), yaitu : 1. Carrotenoid : kuning, merah 2. Chromolipoid : kuning sampai cokelat 3. Indigoid : biru, merah dan hijau 4. Melanin : hitam cokelat 5. Porphyrin : merah, hijau, kuning, biru dan cokelat

6. Flanin : kuning kehijau-hijauan 7. Purin : putih keperak-perakan 8. Pterin : putih, kuning, merah dan jingga Sel khusus yang memberikan warna pada ikan ada dua yaitu iridocyte dan cromatophore. Iridocyte disebut juga sel cermin karena mengandung bahan yang memantulkan cahaya warna yakni guanin kristal. Sel chromatophore terdapat dalam dermis, mempunyai butir-butir pigmen yang mengandung pigmen sungguhan. Chromatophore dasar ada tiga macam yaitu erythophore, xanthophore, dan melanophore (Rahardjo, 1985). 2.1.6 Bentuk dan Jumlah linea lateralis Linea lateralis merupakan salah satu bagian tubuh ikan yang dapat dilihat secara langsung sebagai garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum sampai pangkal ekor (peduncle). Pada linea lateralis terdapat lubang-lubang yang berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem canal yang menampung sel-sel sensori dan pembuluh syaraf. Linea lateralis sangat penting keberadaannya sebagai organ sensoriikan yang dapatSaluran pencernaan ikan dimulai dari mulut, faring, oesophagus, lambung kemudian usus sampai ke anus. mendeteksi perubahan gelombang air dan listrik. Selain itu, linea lateralis juga juga berfungsi sebagai echo-location yang membantu ikan untuk mengidentifikasi lingkungan sekitamya. Pada beberapa jenis ikan, termasuk golongan Characin, linea lateralis merupakan satu garis panjang yang tidak terputus. Sedangkan pada kelompok ikan Cichlidae, linea lateralis yang dimiliki merupakan garis panjang yang terputus menjadi dua dengan potongan kedua berada di bagian bawah potongan pertama (http://entahsiapa15.wordpress.com). Manda et al (2005), Linnea Lateralis pada ikan adalah garis yang dibentuk oleh pori, jadi linnea lateralis ini terdapat pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. Bentuk linnea lateralis umumnya bervariasi demikian juga jumlah sisik yang membentuk linnea lateralis. Data pengukuran bagian-

bagian dari tubuh suatu spesies ikan penting artinya untuk keperluan determinasi hubungan morphometrik dan analisa pertumbuhan. Sistem pencernaan, sistem rangka, sistem ekskresi, sistem pernapasan dan sistem reproduksi, diantara ke sepuluh sistem ini saling berkaitan satu dengan yang l ainnya. Linea lateralis merupakan garis yang terdapat pada badan ikan yang terbentuk oleh adanya pori, dimana linea lateralis ini dapat ditemukan pada ikan yang bersisik atupun tidak bersisik. Bentuk linea lateralis pada ikan pada umumnya bervariasi, demikian juga dengan sisik yang membentuk linea lateralis (Manda et al, 2006). 2.2 Anatomi Ikan 2.2.1 Sistem Digestoria Sistem digestoria meliputi 2 bagian yaitu: 1. Pencernaan Saluran pencernaan ikan dimulai dari mulut, faring, oesophagus, lambung kemudian usus sampai ke anus. Organ saluran pencernaan ikan meliputi : a. Rongga mulut (rima oris) Terdiri dari bibir, dasar mulut, langit-langit dan gigi. b. Oesophagus Oesophagus pada ikan pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung, berbentuk kerucut dan terletak di belakang insang. c. Lambung (ventriculus) Lambung menunjukkan beberapa adaptasi diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya. Pada ikan pemakan ikan, lambung semata-mata berbentuk memanjang seperti ikan bowfin (amira). Sebagian besar ikan mempunyai lambung. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine diantara getah pencernaan. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga dinamakan lambung palsu, misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio). d. Usus (intestinum)

Usus mempunyai banyak variasi pula. Pada ikan carnivora ususnya pendek karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih mudah. Sebaliknya usus ikan herbivora panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. 2. Kelenjar pencernaan Kelenjar pencernaan terdiri dari : a. Hati (hepar) Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan misalnya pada ikan pari. Pada hati terdapat kantung empedu yang menyalurkan cairan empedu. Disamping itu hati berperan sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. b. Pankreas (pancreas) Pankreas mensekresikan beberapa enzim yang berfungsi dalam pencernaan makanan. Pada ikan bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati, bahkan pada ikan berjari-jari sirip keras, pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. Pada ikan cucut dan ikan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak (http://masteranoflaporan.blogspot.com/). 2.2.1 Sistem Muscularia Sistem muscularis atau sistem otot pada ikan adalah sama dengan sistem otot pada vertebrata lain. Otot sangat penting bagi kehidupan ikan terutama dalam pergerakan tubuh, peredaran darah dan aktivitas tubuh. Berdasarkan strukturnya, otot terbagi atas otot lurik, otot jantung dan otot polos. Selain itu, berdasarkan pergerakannya otot terbagi atas otot sadar atau voluntary [otot lurik] dan otot tak sadar atau involuntary [otot polos dan otot jantung]. Pembagian otot yang lain adalah berdasarkan letaknya atau perlekatannya yaitu otot rangka atau skeletal muscle [otot lurik] dan bukan otot rangka atau nonskeletal muscle [otot polos dan otot jantung] (http://seabass86.wordpress.com/). Otot dibagi menjadi 3, yaitu : A. Otot Polos Serabut otot polos memiliki bentuk yang sederhana dan lebih kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. Serabut otot ini berasal dari mesoderm pada masa embryonal dengan disertai sel-sel jaringan ikat yang

kemudian berkembang menjadi otot polos. Otot polos adalah otot yang bekerja di luar kehendak atau bersifat involuntary. Kontraksi otot ini lambat tetapi dapat bekerja dalam waktu yang lama. Otot polos bekerja dengan dirangsang oleh serabut syaraf tetapi kadang kala juga dirangsang oleh kontraksi otot tetangganya, misalnya pada saluran pencernaan makanan. Otot polos merupakan lapisan utama pada sebagian besar organ tubuh, yaitu saluran pencernaan makanan, gelembung renang, saluran reproduksi dan ekskresi. B. Otot Jantung Jantung merupakan organ tubuh yang memiliki jenis otot paling spesifik dan tidak dimiliki oleh organ tubuh yang lain. Secara embryologi, otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos dimana sel-selnya menjadi satu. Jaringan otot ini memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya dimana serabut-serabut otot tersebut tidak terpisah tapi masing-masing serabut berhubungan satu sama lainnya. Garis melintang pada serabut-serabut otot tersebut terletak pada jarak tertentu yang dinamakan sebagai cakram interkalar. Otot jantung berkontraksi di luar kehendak (involuntary) dengan kuat serta bekerja secara terus menerus sampai suatu individu mati. Jantung tersusun atas otot yang berwarna merah gelap dan jaringanjaringan pengikat. Otot jantung (myocardium) tersusun atas dua otot polos yaitu epicardium dan endocardium dan kemudian dibungkus oleh suatu selaput yang merupakan membrane skeletal di bagian luarnya yang disebut pericardium. Ventrikel jantung memiliki otot yang lebih tebal dibandingkan dengan bagian atrium. C. Otot Lurik Otot lurik dinamakan demikian karena pada serabut ototnya memperlihatkan adanya garis-garis melintang dengan banyak inti yang tersebar pada bagian pinggir serabut. Serabut otot lurik tersusun dalam ikatan sebanyak 20 sampai 30 buah serabut dan dinamakan fasciculum. Di dalam fasciculum, setiap serabut otot terbungkus oleh jaringan ikat tipis (endomysium), sedangkan fasciculum dibungkus oleh selaput perimysium. Otototot yang berupa kumpulan fasciculum akan dibungkus oleh epimysium yang juga sebagai pemisah otot yang satu dengan lainnya.

Otot lurik merupakan otot sadar (voluntary) dan biasa diberi nama untuk memudahkan di dalam pengenalannya sesuai dengan letak, fungsi, asal clan lain sebagainya. Dinamakan sebagai otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit dan berfungsi dalam pergerakan rangka dan pergerakan bagian-bagian rangka serta melindungi rangka, mempermudah gerakan antar tulang dan pergerakan seluruh tubuh. Sistem kerja otot sadar kebanyakan berfungsi sebagai synergist dan ada pula yang antagonis. Otot synergist adalah otot yang bekerja saling menyokong dengan otot yang lain. Otot antagonis adalah otot yang bekerja saling berlawanan dimana apabila satu otot melakukan kontraksi maka otot yang lain akan mengendur. (http://seabass86.wordpress.com/) 2.2.3 Sistem Skeleton Menurut Rahardjo (1985), rangka ikan dapat dibedakan menjadi 3 bagian : 1. Rangka axial Terdiri dari tulang tengkorak, tulang punggung dan tulang rusuk. 2. Rangka visceral Terdiri dari semua bagian tulang lengkung insang dan derivatnya. 3. Rangka appendicular Terdiri dari sisik dan perekat-perekatnya. Sedangkan pada tulang punggung pada ikan, berkembang dari scelerotome yang terdapat di sekeliling notochorda dan batang saraf. Setiap pasang dari scelerotome berkembang menjadi empat pasang arcualia. Pada beberapa ikan, pembentukan pusat tulang punggung (centrum) bukan semata-mata dari arcualia, melainkan oleh sel mesenchyme yang merapat dan berkumpul di sekitar notochorda, yang kemudian bersama-sama arcularia membentuk centrum. Menurut Anonim (2010), tulang-tulang kerangka diklasifikasikan menurut bentuknya dan formasinya yaitu: 1. Tulang panjang atau tulang pipa Terutama dijumpai pada anggota gerak. Tulang panjang terdiri atas bagian batang dan bagian ujung, tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkannya bergerak.

2. Tulang pendek Tulang-tulang ini diselubungi dengan jaringan padat tipis. Karena kuatnya muka tulang pendek mampu mendukung seperti tampak pada pergelangan tangan. 3. Tulang pipih Terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan tulang lapisan seperti spons. Dijumpai pada tulang tengkorak, tulang punggung, iga-iga dan scapula. 4. Tulang tak beraturan Tulang yang tidak dapat dimasukkan dari salah satu dari ke-3 kelas tadi, conrohnya vertebrata dan tulang wajah. 5. Tulang sesanoid Berkembang di dalam otot-otot dan dijumpai didekat sendi. 2.2.4 Sistem Respiratoria Organ utama untuk pernafasan dari dalam media air pada ikan adalah insang. Udara pernafasan diambil melalui mulut dan keluar melalui dubur. Insang terdapat di dalam rongga insang yang berasal dari kantong insang. Pada waktu embrio, kantong merupakan sepasang penonjolan ke arah luar dari lapisan endodermal di daerah anterior saluran pencernaan embrio. 1. Insang pada ikan elasmobranchia Pada ikan ini belum terdapat tutup insang, sehingga celah insang langsung berhubungan dengan lingkungan. Celah insang berjumlah 5 pasang, pada jenis-jenis tertentu sering dijumpai 6-7 pasang celah insang. Pada keadaan biasa air masuk dari mulut melalui insang di dalam rongga insang kemudian dikeluarkan melalui celah insang. Pertukaran oksigen dan karbondioksida, terjadi di dalam lamela insang. Setiap lengkung insang pada elasmobranchia disokong oleh rangka yang melengkung, terdiri dari : a. Tapis insang, terdapat pada dasar lengkung insang mengarah ke dalam rongga pharing. Berfungsi untuk menapis bahan makanan yang terbawa bersama air pernafasan, yang kemudian diteruskan ke dalam oesophagus. b. Jari-jari insang, melekat pada bagian luar dari lengkung insang mengarah ke permukaan tubuh sebagai penguat struktur insang.

c. Lamela insang, berupa rambut yang halus terbungkus oleh epithelium tipis dengan satu ujungnya melekat pada jari-jari insang penuh dengan kapiler darah. Di sini terjadi proses pernafasan di dalam insang. 2. Insang pada ikan osteichthyes Pada ikan ini operculum yang tersusun atas 4 potong tulang dermal, yaitu operculum, properculum, interculum, dan sub operculum. Selaput tipis bekerja sebagai klep pada celah insang. Bagian depan dari selaput melekat pada operculum, sedangkan pada bagian belakangnya terlepas bebas. Selaput kulit tipis ini disebut membran branchiostegii yang disokong oleh beberapa potong yang terletak pada dinding ventral pharing disebut radii branchiostegii. Septum insang hanya satu saja dan tidak menonjol keluar dari lamela insang, serta kadang-kadang insang tidak ada. Jari-jari insang selalu ada sepasang untuk setiap lengkung insang berjumlah 5, tetapi lengkung insang 1 dan 5 berupa hemibranchia, hanya lengkung kedua, tiga dan empat saja yang berupa holobranchia. Lamela insang pada lengkung pertama hanya ada pada bagian belakang lengkung insang dan pada lengkung insang kelima pada bagian depan saja. (http://masteranoflaporan.blogspot.com/)

2.2.5 Sistem Reproduksi Sistem reproduksi adalah sistem untuk mempertahankan atau melestarikan spesies dengan menghasilkan keturunan yang fertil. Embriologi adalah urutan proses perkembangan dari zygot (hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma) sampai menjadi anak ikan dan seterusnya (http://smartsains.blogspot.com/). Ada 3 tipe reproduksi : 1. Biseksual (individu betina terpisah dari individu jantan) 2. Hermafrodit (sel kelamin jantan dan betina terdapat pada satu individu) 3. Partenogenesis (perkembangan larva tanpa melalui fertilisasi) (http://smartsains.blogspot.com/) Berdasarkan proses pembuahan sel telur oleh spermatozoa :

1. Eksternal (ovivar) : pembuahan di luar tubuh betina, perkembangan embrio diluar tubuh betina, jumlah telur ratusan sampai dengan ribuan. 2. Internal a. vivipar : pembuahan di dalam tubuh betina, embrio mendapatkan sari makanan dari induk sampai menetas b. ovovivipar : embrio mendapat sari makanan dari kuning telur (http://smartsains.blogspot.com/) Ciri kelamin : 1. Primer (gonad dan saluran yang terlibat langsung dalam proses reproduksi) - Jantan : organnya testes dengan salurannya vas deferens - Betina : organnya ovarium dengan salurannya oviduct 2. Sekunder (terlihat dari luar, tidak terlibat langsung dalam reproduksi) - Bentuk/ukuran (dimorfisme) Badan, kepala, ukuran sirip, adanya genital papila, ovopositor - warna (dikromatisme) Jantan : cerah, warna-warni Betina : sederhana, hanya satu warna - Tingkah laku Jantan : agresif, lincah, membuat sarang Betina : tenang, menunggu sarang selesai (http://smartsains.blogspot.com/) 2.3 Taksonomi 2.3.1 Identifikasi Taksonomi mencakup klasifikasi, tata nama dan identifikasi. A. Untuk mengidentifikasi, harus: 1. Bertanya kepada pakar 2. Menggunakan atlas taksonomi 3. Menggunakan kunci determinasi B. Ciri-ciri ikan yang penting untuk di identifikasi: 1. Rumus sirip 2. Morfometri

3. Bentuk Linea lateralis dan jumlah sisik pada Linea lateralis tsb. 4. Jumlah sisik di sebelah atas dan bawah Linea Lateralis 5. Bentuk, susunan, dan tempat melekat sisik 6. Letak dan bentuk serta gigi C. Rumus Sirip Notasi yang digunakan untuk penulisan rumus sirip adalah : 1. Pinna Dorsalis (sirip punggung) = D 2. Pinna Dorsalis bagian anterior = D1 3. Pinna Dorsalis bagian posterior = D2 4. Pinna Caudalis (sirip ekor) = C 5. Pinna Analis (sirip dubur) = A 6. Pinnae Ventrales (sirip perut) = V 7. Pinnae Pectorales (sirip dada) = P (http://zonaikan.wordpress.com/)

2.3.2 Klasifikasi Ikan adalah kelompok parafiletik: ini berarti, setiap kelas yang memuat semua ikan akan mencakup pula tetrapoda yang bukan ikan. Atas dasar ini, pengelompokan seperti Kelas Pisces, seperti pada masa lalu, tidak layak digunakan lagi. Berikut adalah unit-unit yang mencakup semua vertebrata yang biasa disebut sebagai ikan: ### Subkelas Pteraspidomorphi (ikan tak berahang primitif) # Kelas Thelodonti # Kelas Anaspida # (tidak berstatus) Cephalaspidomophi (ikan tak berahang primitif) # (tidak berstatus) Hyperoartia # Petromyzontidae (lamprey) # Kelas Galeaspida # Kelas Pituriaspida # Kelas Osteostraci # Infrafilum Gnathostomata (vertebrata berahang)

# Kelas Placodermi (ikan berperisai, punah) # Kelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan: hiu, pari) # Kelas Acanthodii (hiu berduri, punah) # Superkelas Osteichthyes (ikan bertulang sejati: mencakup hampir semua ikan penting masa kini) # Kelas Actinopterygii (ikan bersirip kipas) # Kelas Sarcopterygii (ikan sirip berdaging/ikan bersirip cuping) # Subkelas Coelacanthimorpha (coelacanth) # Subkelas Dipnoi (ikan paru) (http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan) 2.3.3 Taksonomi Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik (http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi). Dalam biologi, taksonomi merupakan cabang ilmu tersendiri yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua sebutan, yang dikenal sebagai tata nama binomial atau binomial nomenclature, yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaerus), seorang naturalis berkebangsaan Swedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi). Ia memperkenalkan enam hierarki (tingkatan) untuk

mengelompokkan makhluk hidup. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah : Phylum/Filum untuk hewan, atau Divisio/Divisi untuk tumbuhan Classis/Kelas, Ordo/Bangsa, Familia/Keluarga/Suku, Genus/Marga, dan

Spesies (Jenis). (http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi) Dalam tatanama binomial, penamaan suatu jenis cukup hanya menyebutkan nama marga (selalu diawali dengan huruf besar) dan nama jenis (selalu diawali dengan huruf kecil) yang dicetak miring (dicetak tegak jika naskah utama dicetak miring) atau ditulis dengan garis bawah. Aturan ini seharusnya tidak akan membingungkan karena nama marga tidak boleh sama untuk tingkatan takson lain yang lebih tinggi (http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi). Perkembangan pengetahuan lebih lanjut memaksa dibuatnya takson baru di antara keenam takson yang sudah ada (memakai awalan 'super-' dan 'sub-'). Dibuat pula satu takson di atas Phylum, yaitu Regnum (secara harafiah berarti Kingdom atau Kerajaan) untuk membedakan Prokariota (terdiri dari Regnum Archaea dan Bacteria) dan Eukariota (terdiri dari Regnum Fungi atau Jamur,Plantae atau Tumbuhan, dan Animalia atau Hewan) (http://id.wikipe dia.org/wiki/Taksonomi).

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum A. Praktikum I Hari Tanggal Waktu Tempat B. Praktikum II Hari Tanggal Waktu Tempat C. Praktikum III Hari Tanggal Waktu Tempat : Minggu : 16 Oktober 2011 : 11.00 13.00 : Lab. Biologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK. : Sabtu : 15 Oktober 2011 : 09.00 11.00 : Lab. Biologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK. : Jumat : 14 Oktober 2011 : 15.00 17.00 : Lab. Biologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK.

3.2 Materi 3.2.1 Alat dan Bahan 3.2.1.1 Alat - Nampan bedah - Dissection kit atau 1 set alat bedah - Loop - Light mikroskop, Deckglass dan coverglass - Jarum pentul - Tissue pembersih - Pensil gambar - Kertas gambar dan alasnya 3.2.1.2 Bahan - Ikan Bandeng - Ikan Belanak - Ikan Sembilang - Ikan Hiu 3.3 Metode A. Praktikum Morfologi Ikan Gambar ikan yang tersedia di depan meja. Amati morfologi luar ikan. Tunjukan bagian-bagian dari ikan tersebut. Amati gambar dan sebutkan jenis dan bentuk sirip ikan yang saudara amati, hitung jari-jari sirip dan tentukan rumus sirip. Amati gambar dan sebutkan jenis dan bentuk sirip ekor ikan yang saudara amati. Amati gambar dan sebutkan bentuk sisik ikan yang saudara amati. Amati bentuk linea lateralis ikan yang saudara amati dan hitung sisik yang berada diatas, dibawah dan pada linea lateralis ikan yang saudara amati. Amati gambar dan sebut bentuk mulut ikan yang saudara amati. Amati, gambar dan sebut tanda-tanda khusus pada ikan tersebut. Ukur panjang total, panjang standar, dan tinggi badan ikan yang saudara amati.

B. Praktikum Identifikasi dan Taksonomi Ikan. Siapkan buku identifikasi yang akan saudara pergunakan untuk mengidentifikasi ikan yang telah saudara amati. Buatlah deskripsi morfologi serta amati hasil pengukuran bagianbagian tubuh ikan dan bandingkannya dengan kunci identifikasi, antara lain : # Susunan, jenis dan rumus sirip # Jenis sisik dan penghitungan sisik # Tipe ekor # Bentuk mulut # Perbandingan antar bagian tubuh ikan # Bentuk dan jumlah filamen inang # Tanda-tanda khusus seperti sungut, fin let, lateral keel, adipose dll C. Praktikum Integumen Gambar ikan yang tersedia di depan meja saudara. Amati morfologi luar ikan. Perhatikan kulit ikan, raba dan amati ketebalannya. Perhatikan keberadaan lendir pada ikan yang saudara amati, raba dan amati ketebalannya. Perhatikan warna kulit pada ikan yang saudara amati, raba dan sebutkan warnanya. Perhatikan keberadaan kelenjar racun pada ikan yang saudara amati, raba dan sebutkan fungsinya. D. Praktikum Otot Ikan. Potong ikan melintang pada bagian abdomen (perut) dan pada sepertiga bagian tubuh posterior. Buatlah deskripsi morfologi otot (urat daging) dari potongan melintang tubuh ikan. Gambar dan sebutkan bagian-bagian otot (urat daging) yang saudara amati. E. Praktikum Rangka Gambar rangka axial ikan yang tersedia di depan meja saudara. Amati morfologi luarnya ikan. Tunjukan bagian-bagian dari ikan tersebut. Amati tulang penyusun operculum dan sebut bagian-bagiannya.

Gambar rangka apendicular ikan yang tersedia di depan meja saudara. Amati tulang pelekat pada masing-masing sirip dan gambar. Sebutkan fungsi rangka apendicular pada ikan. Gambar rangka viceral ikan yang tersedia di depan meja saudara. Amati tulang pada bagian abdomen ikan, pada masing-masing sirip dan gambar, sebutkan fungsi rangka apendicular pada ikan. F. Praktikum Respirasi Gambar ikan yang tersedia didepan meja saudara. Amati morfologi insang ikan. Tunjukan bagian-bagian dari insang ikan tersebut. Perhatikan penutup insang atau operculumnya. Amati gambar dan sebutkan jenis alat bantu pernafasan pada ikan yang saudara amati. Sebutkan fungsi dari alat bantu pernafasan tersebut. Amati, gambar dan sebutkan fungsi dari gelembung renang ikan yang saudara amati. G. Praktikum Pencernaan Makanan Bedah ikan pada bagian abdomen, amati organ pencernaannya. Tunjukan bagian-bagian organ tersebut dari ikan tersebut. H. Praktikum Sistem dan Organ Reproduksi Ikan Gambar ikan yang tersedia di meja saudara. Amati morfologi luar ikan . Tunjukan bagian-bagian tubuh ikan yang berfungsi dalam sistem reproduksi dari ikan tersebut. Bedah abdomen ikan yang saudara amati, perhatikan adanya gonad pada ikan tersebut. Gambar dan sebutkan posisi gonad ikan yang saudara amati. I. Praktikum Kinerja Reproduksi Ikan Bedah ikan yang saudara amati, amati gonadnya. Timbang tubuh ikan dan gonadnya. Timbang tubuh ikan dan gonad. Pada ikan yang segar, tingkat kematangan gonad dapat dilihat dengan mengamati warna gonad. Dengan membandingkan kriteria kematangan gonad menurut Effendi (1990) tentukan TKG ikan tersebut. Dengan menggunakan prosedur (1990) hitung fekunditas ikan tersebut.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL 4.1 Ikan Hiu 4.1.1 Morfologi

G a m b a r

4.2 Ikan Bandeng 4.2.1 Morfologi A. Morfologi Luar G a m b a r

a. Bentuk dan Rumus Sirip Gambar Keterangan D1. IV, D2.8, P.14, V.I.5, A.I.9

b. Bentuk Sisik Gambar Keterangan

c. Bentuk Tubuh Gambar Keterangan

Bentuk tubuh luar ikan bandeng.

E. Tipe mulut Gambar Keterangan

F. Bentuk dan jumlah linea lateralis Gambar Keterangan

4.2.2 Anatomi Ikan a. Sistem Pencernaan Gambar Keterangan

b. Sistem Otot Gambar Keterangan

c. Sistem Rangka Gambar Keterangan

d. Sistem Respirasi Gambar Keterangan

4.2.3 Taksonomi Jenis Ikan Keterangan

4.3 Ikan Belanak 4.3.1 Morfologi A. Morfologi Luar

G a m b a r

K e t e r a n g a n

a. Bentuk dan Rumus Sirip Gambar D1 D2 C A V P : : : : : : Keterangan D.XVI.11 D.VI C.XVI A.I. 9 V.I.5 P.I.12

b. Bentuk Sisik Gambar Keterangan

c. Bentuk Tubuh Gambar Keterangan

e. Tipe mulut Gambar Keterangan

f. Bentuk dan jumlah linea lateralis Gambar Keterangan

Panjang baku : 25 Panjang total : 31 Panjang mocong : 5,7 Tinggi tubuh : 6,8 Panjang sebelum sirip dorsal :12 Panjang sebelum sirip ventral : 9,5 Tinggi ekor : 2,9 Lebar Mulut : 1,2 Fork length : 28

4.3.2 Anatomi Ikan a. Sistem Otot Gambar Keterangan

c. Sistem Rangka Gambar Keterangan

d. Sistem Respirasi Gambar Keterangan

4.3.3 Taksonomi Jenis Ikan Keterangan

4.2 Pembahasan 4.2.1 Pertanyaan dan Jawaban A. Morfologi Ikan 1. Apakah fungsi dari tanda-tanda alat khusus yang terdapat pada ikan yang sudara amati? Jawab: Ikan mempunyai tanda-tanda alat khusus yaitu sirip dan insang agar dapat hidup di air (www.dostoc.com). Sirip berfungsi sebagai alat gerak, alat untuk melindungi diri dari musuh. Sedangkan insang berfungsi sebagai alat pernafasan, alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, osmoregulator (www.scrib.com). Pada hasil praktikum sirip ekor belanak yaitu cycloid dan sirip ekor bandeng yaitu ctenoid. Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. 2. Apa fungsi jari-jari lemah pada sirip ikan chondrichthyes? Jari-jari lemah pada sirip ikan merupakan jari-jari sirip yang dapat ditekuk, lemah dan berbuku-buku. Berfungsi dalam stabilitas ikan ketika berenang. Bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar (http://aquaculture09.blogspot.com). 3. Apakah fungsi dari linea lartealis?

Linea lateralis merupakan salah satu bagian tubuh ikan yang dapat dilihat secara langsung sebagai garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum sampai pangkal ekor (peduncle). Pada linea lateralis terdapat lubang-lubang yang berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem canal yang menampung sel-sel sensori dan pembuluh syaraf (http://zoelkifli.blogspot.com). Linea lateralis sangat penting keberadaannya sebagai organ sensori ikan yang dapat mendeteksi perubahan gelombang air dan listrik. Selain itu, linea lateralis juga juga berfungsi sebagai echolocation yang membantu ikan untuk mengidentifikasi lingkungan sekitamya (http://zoelkifli.blogspot.com). 4. Berdasarkan morfologinya, sebutkan perbedaan ikan elasmobranchi dan teleostei. Ikan elasmobranchi mempunyai s i s i k p l a c o i d y a n g disebut disebut dermal denticle. Merupakan ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan, lubang hidung berpasangan, sisik, jantung beruang dua, dan rangka yang terdiri atas tulang rawan bukan tulang sejati (http://id.wikipedia.org/wiki/Chondricthyes). Ikan teleostei mempunyai tubuh yang ramping dan ditutupi oleh sisik dengan jari-jari yang lunak. Sirip ekor yang panjang dan bercagak.Mulut sedang dan non protractile dengan posisi mulut satu garis dengan sisi bawah bolamata dan tidak memiliki sungut (Djuhanda, 1981). Pada praktikum ikan teleostei ( bandeng dan belanak) mempunyai sisik ctenoid dan cycloid. Sirip ekor ikan bandeng yaitu forked dan sirip ekor belanak yaitu emarginate. B. Identifikasi dan Taksonomi Ikan 1. Termasuk dalam kelompok apakah Ikan yang saudara amati? Jelaskan Ikan yang saya amati termasuk ikan teleostei ( osteichthyes ) karena memiliki sebagian tulang keras, mulut dan lubang hidungnya ventral, celah-celah pharyngeal tertutup (tidak terlihat dari luar)

dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh sebuah katup, mempunyai kloaka, tetapi tidak jelas adanya pankreas. Terdapat gelembung renang. Mempunyai gurat sisi, indra mata, telinga dalam dengan tiga saluran semisirkulerdan memiliki otolit untuk keseimbangan. Bernapas dengan insang yang memiliki tutup insang (operkulum) (http://id.wikipedia.org/wiki/Osteichthyes).

2. Sebutkan ordo, famili dan genus dari jenis ikan yang saudara amati, jelaskan. Ikan yang saya amati yaitu ikan belanak, ikan bandeng dan ikan sembilang. Ikan Bandeng termasuk kedalam ordo Gonorynchiformes, famili Chanidae, dan genus Chanos (http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_bandeng). Ikan Belanak termasuk kedalam ordo Perchesoces , famili Mugillidae, dan genus Mugil (Saanin,1984). Ikan Sembilang termasuk kedalam ordo Siluriformes, famili Plotosidae, dan genus Paraplotosus (Nelson,2006). 3. Tuliskan klasifikasi dari ikan yang saudara amati. # Ikan Bandeng Kingdom : Animalia Kelas : Actinopterygii Ordo : Gonorynchiformes Famili : Chanidae Genus : chanos Spesies : C. Chanos (http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_bandeng) # Ikan Belanak Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Kelas : Pisces Subkelas : Teleostei

Ordo : Percesoces Famili : Mugillidae Genus : Mugil Spesies : Mugil dussumieri (Saanin,1984) # Ikan Sembilang Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Actinopterygii Ordo : Siluriformes Superfamili : Siluroidea Famili : Plotosidae (http://id.wikipedia.org/wiki/Sembilang) 4. Berikan jawaban terhadap semua jenis ikan yang saudara amati. # Ikan Bandeng Bandeng mempunyai penampilan yang umumnya simetris dan berbadan ramping, dengan sirip ekor yang bercabang dua. Mereka tidak memiliki gigi, dan umumnya hidup dari ganggang dan invertebrata. insang terdiri dari tiga bagian tulang, yaitu operculum suboperculum dan radii branhiostegi. seluruh permukaan tubuhnya tertutup oleh sisik yang bertipe lingkaran yang berwarna keperakan, pada bagian tengah tubuh terdapat garis memanjang dari bagian penutup insang hingga ke ekor. Sirip dada dan sirip perut dilengkapi dengan sisik tambahan yang besar, sirip anus menghadap kebelakang. Selaput bening menutupi mata, mulutnya kecil dan tidak bergigi, terletak pada bagian depan kepala dan simetris. Sirip ekor homocercal (http://jeffri022.student.umm.ac.id). # Ikan Belanak Tubuh torpedo (fusiform),dimana bagian anterior agak besar kemudian makin ke posterior makin kecil, bentuk mulut sub terminal, maxillanya berada sedikit dibawah mandibula, memilki bentuk sisik ctenoid dan warna didominasi putih perak (http://lulukalghazali.blogspot.com). # Ikan Sembilang

Menyatunya sirip punggung kedua (sirip lemak), sirip ekor, dan sirip anus sehingga bagian belakangnya tampak seperti sidat (http://id.wikipedia.org/wiki/Sembilang). C. Integumen 1. Apakah fungsi dari Integumentum yang terdapat pada ikan yang saudara amati ? Pada ikan bandeng sisiknya yaitu ctenoid, mempunyai lendir, kulit pada bagian dorsal berwarna kehitaman sedangkan warna kulit bagian ventral yaitu perak. Pada ikan belanak sisiknya yaitu cycloid, tidak mempunyai lendir, kulit pada bagian dorsal berwarna kehitaman sedangkan warna kulit bagian ventral yaitu perak. Sistem integumen yang berhubungan langsung dengan lingkungan tempat hidup memiliki berbagai fungsi yang sangat vital pada kehidupan ikan, yaitu : a. Pertahanan fisik Merupakan fungsi utama dari integument yaitu sebagai pertahanan pertama dari infeksi, paparan sinar ultra violet (UV) dan gesekan tubuh dengan air atau benda keras lainnya. Hal ini disebabkan karena kulit memiliki kelenjar mukosa sebagai pelindung kulit dari parasit, bakteri dan mikroorganisme merugikan lainnya serta memperkecil gesekan dengan adanya sifat mucus yang licin. b. Keseimbangan cairan (air) Keseimbangan cairan dilakukan oleh integumen kelompok amphibian dan ikan memiliki sistem tersendiri dalam proses keseimbangan cairan yaitu dengan menggunakan insangnya. c. Thermoregulasi Thermoregulasi darah pada d. Warna Warna yang ada pada integurnen ikan digunakan sebagai alat komunikasi, tingkah laku seksual, peringatan dan penyamaran untuk kulit. dilakukan oleh vertebrata dengan jalan memasukkan dan mengeluarkan panas secara bergantian melalui aliran

mengelabui predator. Warna yang dihasilkan akan berbeda-beda yang disebabkan karena perbedaan tempat hidup dari ikan tersebut. Pada openwater fishes, warna tubuh ikan terbagi atas warna keperakan dibagian ventral dan warna iridescent biru atau hijau di bagian dorsal (countershading). Ada tiga macam warna dominan ikan yang hidup dilautan, yaitu keperakan bagi ikan yang hidup di permukaan laut, kemerahan pada ikan yang hidup di daerah tengah perairan dan violet atau gelap pada ikan yang hidup di dasar perairan. e. Pergerakan Pergerakan ikan dipengaruhi pula oleh keberadaan sisik yang membantu dalam meningkatkan kemampuan berenang ikan yang menghadapi halangan kuat. f. Respirasi Respirasi ikan tidak menggunakan kulit sebagai sarananya tetapi dilakukan oleh golongan Amphibian. Hal ini dilakukan karena kulit merupakan lapisan yang relatif tipis, selalu basah dan terdapat banyak pembuluh darah sehingga pertukaranoksigen dan karbondioksida dapat berlangsung. g. Kelenjar kulit Pada kulit terdapat kelenjar yang memungkinkan ikan dapat mengeluarkan pheromone untuk menarik pasangannya dan sebagai alat untuk menetapkan daerah teritorial. Selain itu, kelenjar kulit juga dapat menghasilkan zat-zat racun yang berguna untuk mencari mangsa ataupun untuk pertahanan diri dari predator. h. Keseimbangan garam (homeostatis) Dilakukan pada kulit dan insang yaitu dengan pengaturan kadar garam cairan tubuh ikan (osmoregulasi) sehingga cairan dalam tubuh akan tetap stabil sesuai dengan lingkungan dimana ikan berada. Pada ikan yang hidup di laut, kulit akan menjaga pengeluaran cairan dalam tubuh yang berlebihan sedangkan pada ikan yang hidup di perairan tawar, kulit akan mengatur agar cairan dari luar tubuh tidak terlalu banyak yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kulit berperan dalam proses ekskresi hasil metabolisme yang dilakukan oleh tubuh. I. Organ indera Kulit

Memiliki sel-sel yang berfungsi sebagai reseptor dari stimulus lingkungan, misalnya panas, sakit dan sentuhan. Derivat integumen seperti barbels dan flaps memiliki sel-sel syaraf sebagai indera. Barbels berfungsi sebagai alat bantu makan dan mengandung organ-organ sensory serta sebagai alat untuk kamuflase pada ikan demikian juga flaps. Barbels ini ada yang berbentuk seperti alga. Letak dari barbels ada pada hidung, bibir, dagu, sudut mulut dengan bentuk rambut, pecut, sembulan, bulu dan lain-lain (http://ekahariani.blogspot.com/). 2. Apakah semua ikan mempunyai sistem integumen yang sama? Mengapa? Tidak, karena Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan, maka fungsinya pun bermacam-macam pula, antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis, fisis, organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya, termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya; kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu (Ikhtiologi_A.Iqbal.B.doc). 3. Berdasarkan sistem integumennya, sebutkan perbedaan integumen pada ikan elasmobranchia dan teleostei. # Ikan elasmobranchia Mempunyai Sisik Placoid, yaitu sisik yang biasa dimiliki oleh kelompok Elasmobranchii dan disebut dermal denticle (http://zoelkifli.blogspot.com). # Ikan teleostei Mempunyai sisik Cycloid dan Ctenoid, yaitu sisik yang tidak mengandung dentine. Didapati pada ikan-ikan bertulang keras (http://zoelkifli.blogspot.com) D. Rangka 1. Apakah fungsi rangka pada ikan yang saudara amati?

Fungsi rangka pada ikan yaitu sebagai penegak tubuh, tempat melekatnya otot, pelindung organ-organ dalam dan membentuk eritrosit (http://id.answers.yahoo.com) Pada ikan bandeng tulang tengkorak terdiri dari premaxilla (rahang atas), operculum, palatine (ujung rangka), dentary (rahang bawah) dan maxilla. Pada skeleton terdapat centrum. Tutup insang (operculum) terdiri dari beberapa bagian yaitu operculum, sub operculum (bawah), interculum (di antara), Preoperculum (didepan). 2. Apa perbedaan tulang pelekat pada masing-masing sirip? Rangka appendicular adalah tulang-tulang penyokong sirip dan pelekatnya. Pada ikan terdapat lima macam sirip yaitu sirip tunggal (punggung, ekor dan dubur) dan sirip berpasangan (sirip perut dan dada). # Sirip punggung, disokong oleh keping keping tulang rawan yang dinamakan rawan basal, yang terletak dibagian bawah dan radial yang terletak dirawan basal menunjang jari-jari. # Sirip dada, disokong oleh tulang gelang bahu yang kuat dan dinamakan coracoscapula. Gelang bahunya terdiri dari tulang rawan dan tulang dermal. # Sirip perut, disokong oleh tulang rawan pelvic yaitu tulang rawan tempat menempelnya tulang basipterygium. (www.scrib.com) E. Respirasi 1. Apakah alat bantu pernafasan membantu fungsi insang yang terdapat pada ikan yang saudara amati? Iya, seperti gelembung renang. Seperti pada ikan bandeng dan ikan belanak juga mempunyai gelembung renang. Pada dasarnya gelembung renang merupakan organ alat bantu yang tersusun dari repirasi, menghasilkan dan menerima suara, penyimpan lemak (misalnya pada ikan gonostomatid) dan organ hidrostatik glandula-glandula gas yang dikelilingi (http://detriavner.blogspot.com). pembuluh-pembuluh darah

2. Apakah perbedaan tutup insang pada ikan elasmobranchia dan teleostei. # Ikan elasmobranchi Pada ikan ini belum terdapat tutup insang, sehingga celah insang langsung berhubungan dengan lingkungan. Celah insang berjumlah 5 pasang, pada jenis-jenis tertentu sering dijumpai 6-7 pasang celah insang. Pada keadaan biasa air masuk dari mulut melalui insang di dalam rongga insang kemudian dikeluarkan melalui celah insang. Pertukaran oksigen dan karbondioksida, terjadi di dalam lamela insang
(http://masteranoflaporan.blogspot.com).

# Ikan teleostei Pada ikan ini operculum yang tersusun atas 4 potong tulang dermal, yaitu operculum, properculum, interculum, dan sub operculum. Selaput tipis bekerja sebagai klep pada celah insang. Bagian depan dari selaput melekat pada operculum, sedangkan pada bagian belakangnya terlepas bebas. Selaput kulit tipis ini disebut membran branchiostegii yang disokong oleh beberapa potong yang terletak pada dinding ventral pharing disebut radii branchiostegii. Septum insang hanya satu saja dan tidak menonjol keluar dari lamela insang, serta kadang-kadang insang tidak ada. Jari-jari insang selalu ada sepasang untuk setiap lengkung insang berjumlah 5, tetapi lengkung insang 1 dan 5 berupa hemibranchia, hanya lengkung kedua, tiga dan empat saja yang berupa holobranchia. Lamela insang pada lengkung pertama hanya ada pada bagian belakang lengkung insang dan pada lengkung insang kelima pada bagian depan saja (http://masteranoflaporan.blogspot.com). Pada ikan bandeng dan ikan belanak gill filament ada 7 yaitu 4 berada diatas dan 3 berada dibawahnya. 3. Apakah semua ikan mempunyai gelembung renang? Mengapa demikian. Tidak, misalnya pada sejumlah teleoestei, gelembung renang sama sekali tidak ada, misalnya padaEcheneiformes, Symbranchiformes, Sacchopharyngiformes dan Gobeisocioformes. Jika gelembung renang ada, maka bentuknya oval, fusiform dan berbentuk seperti jantung, tapal kuda atau lonceng (http://detriavner.blogspot.com).

Tetapi pada ikan bandeng dan ikan belanak mempunyai gelembung renang. Gelembung renang tersebut digunakan untuk alat bantu pernafasan. F. Pencernaan Makanan 1. Apakah terdapat organ pencernaan yang berbeda pada ikan yang saudara amati? Tidak ada, Saluran pencernaan ikan dimulai dari mulut, faring, oesophagus, lambung kemudian usus sampai ke anus (http://masteranoflaporan.blogspot.com). Ikan bandeng dan ikan belanak pencernaannya juga sama. Yaitu dari mulut, rongga mulut, pharynx, esophagus, lambung, phylorus, usus dan anus. 2. Berapa panjang usus ikan yang saudara amati? Apakah ada perbedaan usus ikan chondrochthyes dan teleostei ? Panjang usus ikan bandeng (teleostei) yang diamati pada saat praktikum yaitu 158 cm. Pada umumnya usus ikan carnivora lebih pendek daripada ikan herbivora ini di sebabkan ikan carnivora makan daging sehingga dalam mencerna makanan harus cepat (http://rahayuseptia.blogspot.com). 3. Bagaimanakah bentuk gigi ikan yang saudara amati dan dimana letaknya. Pada pisces distribusi gigi lebih luas yaitu menyebar dari rongga mulut sampai farink. Gigi melekat pada tulang rahang, tulang palatinum dan lengkung ingsang (http://naskleng.blogspot.com). Pada ikan bandeng bentuk giginya halus tipis, karena merupakan herbivora. 4. Dari bentuk insangnya adakah hubungannya dengan makanan ikan tersebut? Iya. Seperti bentuk insang dari ikan bandeng yang ada hubungannya dengan makanan.

Bentuk insang ada hubungannya dengan makanan karena adanya perbedaan struktur-struktur anatomis alat pencernaan yaitu struktur tapis insang, struktur gigi pada rongga mulut, keberadaan dan bentuk lambung, dan panjang usus (www.damandiri.or.id/file/erlanggaipbbab2.pdf). G. Sistem dan Organ Reproduksi Ikan 1. Apakah alat khusus yang berhubungan dengan reproduksi pada ikan yang saudara amati? Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya, maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual, bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. Sifat seksual primer pada ikan tandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi, yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina, dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina (http://zaldibiaksambas.wordpress.com) 2. Bagaimanakah membedakan ikan jantan dan ikan betina? Ciri kelamin : a. Primer (gonad dan saluran yang terlibat langsung dalam proses reproduksi) - Jantan : organnya testes dengan salurannya vas deferens - Betina : organnya ovarium dengan salurannya oviduct b. Sekunder (terlihat dari luar, tidak terlibat langsung dalam reproduksi) - Bentuk/ukuran (dimorfisme) Badan, kepala, ukuran sirip, adanya genital papila, ovopositor - Warna (dikromatisme) Jantan : cerah, warna-warni Betina : sederhana, hanya satu warna - Tingkah laku Jantan : agresif, lincah, membuat sarang Betina : tenang, menunggu sarang selesai (http://smartsains.blogspot.com/)

3. Apakah saudara dapat mengetahui aktivitas reproduksi ikan dari morfologinya saja? Tidak dapat, karena ikan melakukan reproduksi secara eksternal. Dalam hal ini, ikan jantan dan betina akan saling mendekat satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan telur. Selanjutnya si jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur ini bercampur di dalam air. cara reproduksi ini dikenal sebagai oviparus, yaitu telur dibuahi dan berkembang di luar tubuh ikan (http://shareaquaria.wordpress.com) H. Kinerja Reproduksi Ikan 1. Dari hasil penghitungan IKG jelaskan posisi reproduksi pada saat sampel ikan di ambil dari perairan Posisi reproduksi pada jantan ukuran testis lebih besar, sepasang organ tumbuh sempurna dan berukuran sama besar. Berada di ujung rongga tubuh dekat anus, berwama putih kecoklatan dengan permukaan licin (repository.unhas.ac.id/.../J.Tresnati%20-...). Posisi reproduksi pada betina, ovari berwana putih kekuningan dan pemukaan licin. Ukuran ovari relatif kecil dan berbentuk bulat oval dan tunggal. Butir telur belum terlihat oleh mata biasa. Ovari berada di ujung posterior di dekat anus ( repository.unhas.ac.id/.../J.Tresnati%20-...). 2. Dari hasil pengamatan TKG nya, apakah semua ikan telah matang gonad? Iya, karena terdapat faktor-faktor utama yang mampu mempengaruhi kematangan gonad ikan , antara lain suhu dan makanan , tetapi secara relatif perubahannya tidak besar dan di daerah tropik gonad dapat masak lebih cepat. Kualitas pakan yang diberikan harus mempunyai komposisi khusus yang merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pematangan gonad dan pemijahan. Indeks Kematangan Gonad atau Gonado somatic Index (GSI) akan semakin meningkat nilainya dan akan mencapai batas maksimum pada saat terjadi pemijahan (http://pobersonaibaho.wordpress.com)

3. Jelaskan hubungan antara fekunditas dan IKG Fekunditas ikan merupakan aspek yang berhubungan dengan dinamika populasi, sifat-sifat rasial, produksi dan persoalan stok rekruitmen. Fekunditas merupakan kemampuan reproduksi ikan yang ditunjukkan dengan jumlah telur yang ada dalam ovarium ikan betina. Secara tidak langsung melalui fekunditas ini kita dapat menaksir jumlah anak ikan yang akan dihasilkan dan akan menentukan pula jumlah ikan dalam kelas umur yang bersangkutan (Bagenal, 1978 dalam effendi 1997). Indeks Kematangan Gonad (IKG), yaitu nilai dalam persen sebagai perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan (Widodo, 1998).

A. Ikan Hiu Ikan Hiu mempunyai tubuh streamline.Memiliki sirip dorsal, sirip pelvik, sirip anal, sirip kaudal, dan sirip pektoral, untuk berenang.Memiliki gigi yang tajam, untuk merobek-robek mangsanya. Tubuh bagian atas berwarna gelap/sesuai dengan warna air laut dan tubuh bagian bawah berwarna cerah/putih, untuk berkamuflase. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadangkadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air.Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan.

B. Ikan Bandeng Ikan bandeng memiliki karakteristik tubuh langsing seperti peluru dengan sirip ekor bercabang sebagai petunjuk bahwa bandeng memiliki kemampuan untuk berenang dengan cepat. Insang terdiri dari tiga bagian tulang, yaitu operculum suboperculum dan radii branhiostegi. seluruh permukaan tubuhnya tertutup oleh sisik yang bertipe lingkaran yang berwarna keperakan, pada bagian tengah tubuh terdapat garis memanjang dari bagian penutup insang hingga ke ekor. Sirip dada dan sirip perut

dilengkapi dengan sisik tambahan yang besar, sirip anus menghadap kebelakang. Selaput bening menutupi mata, mulutnya kecil dan tidak bergigi, terletak pada bagian depan kepala dan simetris. Sirip ekor homocercal. Ikan bandeng memiliki dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina, bandeng jantan dapat diiketahui dari lubang ansunya yang hanya dua buah dan ukuran badan agak kecil sedangkan bandeng betina memiliki lubang anus tiga buah dan ukuran badan lebih besar dari ikan bandeng jantan. Pada ikan bandeng sisiknya yaitu ctenoid, mempunyai lendir, kulit pada bagian dorsal berwarna kehitaman sedangkan warna kulit bagian ventral yaitu perak.Sistem pencernaannya yaitu dari mulut, rongga mulut, pharynx, esophagus, lambung, phylorus, usus dan anus. Bentuk gigi halus tipis karena merupakan herbivora. C. Ikan Belanak Sirip ekor belanak yaitu cycloid tidak mempunyai lendir, kulit pada bagian dorsal berwarna kehitaman sedangkan warna kulit bagian ventral yaitu perak. Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Sistem pencernaannya yaitu dari mulut, rongga mulut, pharynx, esophagus, lambung, phylorus, usus dan anus. D. Ikan sembilang Ikan Sembilang atau Eel tailed catfish adalah jenis ikan laut yang bentuk tubuhnya menyerupai ikan Lele. Bentuk badannya panjang tanpa sisik, sirip punggung pertama berduri tajam dekat dengan kepala, sirip punggung kedua bersambung dengan sirip ekor dan sirip dubur. Ikan ini dapat mencapai panjang 134 cm. Ciri khas yang membedakannya dari kelompok lainnya adalah menyatunya sirip punggung kedua (sirip lemak), sirip ekor, dan sirip anus sehingga bagian belakangnya tampak seperti sidat.

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Kesimpulan Ikan Hiu mempunyai tubuh streamline.Memiliki sirip dorsal, sirip pelvik, sirip anal, sirip kaudal, dan sirip pektoral, untuk berenang. Memiliki gigi yang tajam, untuk merobek-robek mangsanya. Tubuh bagian atas berwarna gelap/sesuai dengan warna air laut dan tubuh bagian bawah berwarna cerah/putih, untuk berkamuflase. Ikan bandeng memiliki karakteristik tubuh langsing dengan sirip ekor bercabang sebagai petunjuk bahwa bandeng memiliki kemampuan untuk berenang dengan cepat. Insang terdiri dari tiga bagian tulang, yaitu operculum, suboperculum dan radii branhiostegi. Ikan bandeng memiliki dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari lemah. Ikan Sembilang bentuk badannya panjang tanpa sisik, sirip punggung pertama berduri tajam dekat dengan kepala, sirip punggung kedua bersambung dengan sirip ekor dan sirip dubur. jari-jari keras dan sembilan

5.2 Saran a. Dalam melakukan identifikasi harus teliti. b. Kebersihan alat dan laboratorium harus selalu dijaga. c. Menggunakan peralatan dengan baik dan benar.

4.2.2 Pembahasan Hasil Praktikum 1. Morfologi Ikan A. Ikan Hiu Ikan hiu mempunyai tubuh streamline.Memiliki sirip dorsal, sirip pelvik, sirip anal, sirip kaudal, dan sirip pektoral, untuk berenang.Memiliki gigi yang tajam, untuk merobek-robek mangsanya. Tubuh bagian atas berwarna gelap/sesuai dengan warna air laut dan tubuh bagian bawah berwarna cerah/putih, untuk berkamuflase. B. Ikan Bandeng Ikan bandeng mempunyai sirip ikan D1. IV, D2.8, P.14, V.I.5, A.I.9 artinya bahwa ikan bandeng mempunyai sirip punggungjari-jari keras berjumlah 4, sirip punggung jari-jari lemah berjumlah 8, sirip dada berjumlah 14, sirip perut dengan tulang kerasnya 1 dan lunak nya berjumlah 15 dan sirip dubur dengan tulang keras 1 dan tulang lunaknya 9. Mempunyai sirip ekor forked yaitu sirip ekor yang bercabang kuat. Bentuk sisik dari ikan bandeng yaitu ctenoid, mempunyai bentuk agak persegi. Linea lateralis pada ikan bandeng yaitu lateral 73 sisik, atas linea lateralis 10 sisik, dan bawah linea lateralis 12 sisik. Bentuk mulut ikan bandeng yaitu terminal, mulut yang terletak di ujung hidung. Ikan bandeng mempunyai panjang total 23 cm, fork lenght 29 cm, panjang standar 24 cm dan tinggi 8 cm. C. Ikan Belanak Ikan belanak mempunyai sirip ikan D.III.10, A.II.5, P.I.13, V.II.7 artinya bahwa ikan bandeng mempunyai sirip punggung dengan tulang keras berjumlah 4 dan lunaknya 10, Sirip dubur tulang keras berjumlah 2 dan lunak berjumlah 1, sirip dada dengan tulang kerasnya 1 dan lunak

nya berjumlah 13 dan sirip perut dengan tulang keras berjumlah 2 dan tulang berjumlah 7. Mempunyai sirip ekor emarginate yaitu sirip ekor tegak. Bentuk sisik dari ikan belanak yaitu cycloid, mempunyai bentuk bulat, tipis transparan dan mempunyai lingkaran pada belakang bergirigi. Linea lateralis pada ikan bandeng yaitu lateral 31 sisik, atas linea lateralis 6 sisik, dan bawah linea lateralis 5 sisik. Bentuk mulut ikan belanak yaitu terminal, mulut yang terletak diujung hidung. Ikan belanak mempunyai panjang total 21 cm, fork lenght 20 cm, panjang standar 18 cm dan tinggi 6 cm. 2. Identifikasi dan taksonomi ikan No Bagian-bagian tubuh Belanak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sirip punggung, letak, rumus Sirip perut, letak, rumus Sirip dada, letak, rumus Sisik Ekor Perbandingan antar bagian tubuh Letak mata Bentuk mulut Operculum D1.IV D1.8 V.I.5 P.14 Cycloid Emarginate Terminal Penjelasan Bandeng D.III.10 V.II.7 P.I.13 Ctenoid Forkad Terminal -

10 Tanda-tanda lain 3. Integumen a. Ikan Bandeng

Pada ikan bandeng sisiknya yaitu sisik ctenoid. Ikan ini mempunyai lendir. Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat, mencegah infeksi dan menutup luka, berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan

semi- permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit. Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat yaitu perak. b. Ikan Belanak Pada ikan belanak sisiknya yaitu cycloid. Ikan ini tidak mempunyai lendir . Warna kulit pada ikan belanak pada bagian dorsal yaitu kehitaman , sedangkan pada bagian ventral yaitu perak. 4. Rangka Rangka ikan dapat dibedakan menjadi 3 bagian : a. Rangka axial Terdiri dari tulang tengkorak, tulang punggung dan tulang rusuk. b. Rangka visceral Terdiri dari semua bagian tulang lengkung insang dan derivatnya. c. Rangka appendicular Terdiri dari sisik dan perekat-perekatnya. Fungsi rangka yaitu : Penegak tubuh Pelindung dalam organ ikan Penyokong organ dalam Pembentuk sel darah merah Pada tulang tengkorak terdiri dari premaxilla (rahang atas), operculum, palatine (ujung rangka), dentary (rahang bawah) dan maxilla. Pada skeleton terdapat centrum. Tutup insang (operculum) terdiri dari beberapa bagian yaitu operculum, sub operculum (bawah), interculum (di antara), Preoperculum (didepan). Sirip terdiri dari 5 macam yaitu sirip perut, sirip ekor, sirip punggung, sirip dada, dan sirip anus. perlindungan pada saat terjadi kekeringan. Warna kulit pada bagian dorsal yaitu kehitaman sedangkan pada bagian ventral

# Sirip punggung, disokong

oleh keping keping tulang rawan yang

dinamakan rawan basal, yang terletak dibagian bawah dan radial yang terletak dirawan basal menunjang jari-jari. # Sirip dada, disokong oleh tulang gelang bahu yang kuat dan dinamakan coracoscapula. Gelang bahunya terdiri dari tulang rawan dan tulang dermal. # Sirip perut, disokong oleh tulang rawan pelvic yaitu tulang rawan tempat menempelnya tulang basipterygium. Bentuk ekor ikan ada 4 : - Protocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang tumpul dan simetris dimana columna vertebralis terakhir mencapai ujung ekor. - Diphycercal Merupakann bentuk pinna caudalis yang membulat atau meruncing, simetris dengan ruas vertebrae terakhir tidak mencapai ujung sirip. - Heterocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventral lebih pendek. - Homocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jari-jari sirip ekor. Rangka visceral merupakan rangka yang meliputi tulang lengkung insang. Lengkung insang ada 7 yaitu 2 melekat ditengkorak, dan 5 penyokong insang. 5. Respirasi 6. Pencernaan Makanan

DAFTAR PUSTAKA

Affuwa. 2007.Jaringan pada Hewan.http://affuwa.wordpress.com. Diakses pada tanggal Oktoberl 2011. Alawi, H., A. Muchtar, C. P. Pulungan dan Rusliadi, 1990. Beberapa aspek biologi ikan baung (Mystus nemurus) yang tertangkap disekitar perairan Teratak BuluhSungai Kampar pusat penelitian Universitas Riau. Pekanbaru. 36 hal (tidak diterbitkan). Allabaster, J. S. and Lloyd, R. (1982).Water quality criteria for freshwater fish, 2nd ed.Butterwotrhs, London. ALLEN,G.R. and COATES,D. 1990. An Ichthyological survei of the Sepik River, Papua New GuineaAndreas dan Soeharmoko. 1997. Inventarisasi Jenis Ikan Yang Tertangkap Dengan JaringDi Kabupaten Bengkalis. Riau. ARSYAD, H dan R. E. HARDINI, 1987. Penuntun Praktis Budidaya Perikanan. P. D.Mahkota. Jakarta. 14 halaman.Bavelander G, dkk. 1998. Dasar-Dasar Histologi. Erlangga. Jakarta.Bleeker et al. 1965. Morfologi dan anatomi pada ikan. Bagian I. Surabaya. http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1927433-pengantar-ikhtiologi/ http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090421211249AA2nQ6X http://www.scribd.com/doc/38216077/tugas-ikhtiologi http://detriavner.blogspot.com/2009/06/pernapasan-pada-ikan.html http://masteranoflaporan.blogspot.com/2011/04/ii.html http://rahayuseptia.blogspot.com/2011/07/laporan-ikhtiologi-bab-1-3.html http://naskleng.blogspot.com/2008/04/pencernaan.html http://shareaquaria.wordpress.com/2008/09/21/reproduksi-ikan/ http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/05/11/analisis-tkg-tingkatkematangan-gonad-ikan-dan-gonad-somatik-indeks-gsi-ikan/ http://zonaikan.wordpress.com/page/26/?archives-list&archives-type=tags