Anda di halaman 1dari 41

1

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Studi kelayakan proyek atau bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan tidak dijalankan. Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundangundangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain sebagainya. Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Budidaya sayuran organik kini menjadi usaha yang menguntungkan. Permintaan terhadap sayuran organik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, membuat banyak orang beralih ke makanan yang alami. Sehingga sayuran organik kini banyak digemari. 1

Salah satu jenis sayuran yang patut untuk di cermati adalah tanaman tomat. Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman dari keluarga Solanaceae, yang termasuk keluarga dekat dari kentang. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru lebih tepatnya di daerah sekitar Peru, Ekuador. Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. Buah tomat juga adalah komoditas yang multiguna berfungsi sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, minuman, bahan pewarna makanan, sampai kepada bahan kosmetik dan obat-obatan. Tomat yang ditanam secara organik tampak lebih segar dan lebih tahan lama. Bahkan bisa dikonsumsi langsung tanpa efek samping. Harga tomat organik ini pun jauh lebih mahal dibandingkan sayuran biasa. Meskipun harga buah tomat sering mengalami fluktuasi di pasaran, tetapi hal ini tidak menyurutkan niat para petani untuk membudidayakan tanaman ini dikarenakan nilai ekonomi buah tomat yang cukup bagus. B. Tujuan dan Kegunaan Studi Kelayakan Tujuan dan kegunaan dari pelaksanaan studi kelayakan investasi agribisnis ini antara lain sebagai
1. Untuk mengidentifikasi peluang-peluang investasi agribisnis yang layak untuk

diusahakan.
2. Untuk menganalisis aspek-aspek studi kelayakan sehingga dapat menentukan

atau memberikan rasionalisasi tentang kelayakan dari masing-masing aspek tersebut.


3. Agar dapat merancang dan mendesain sebuah studi kelayakan investasi

agribisnis dengan kaidah-kaidah ilmiah.

C. Uraian singkat Rencana Usaha Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaannya sangat dibutuhkan mulai dari kalangan rumah tangga sampai industri baik untuk sekedar bumbu masak hingga sebgai salah satu bahan baku industri. Rencana usaha yang dinginkan adalah mengusahakan budidaya tomat ini dengan sistem pertanian organik yang bebas dari bahan kimia. Selain itu, usaha ini mengalokasikan seluruh sumberdaya pertanian yang ada sehingga limbah yang dihasilkan sangatlah kecil. Pengelolaan hama dan penyakit pun dilaksanakan secara terpadu baik dengan cara fisika, mekanis maupun biologis. adapun perstisida kimia digunakan sebagai pilihan terakhir. D. Lokasi Usaha Lokasi usaha yang dipilih adalah Desa Karangpandan Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Alasan pemilihan lokasi ini antara lain adalah (1) secara agroklimat lokasi ini sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman tomat karena terletak di dataran tinggi, kondisi tanahnya pun cukup subur. (2) Dekat dengan bahan baku, karena berjarak tidak jauh dengan salah satu perusahaan produsen benih PT. MGA Karanganyar dan terdapat banyak tokotoko saprodi pertanian di daerah tersebut. (3) Dekat dengan pasar, yakni berjarak 500 meter dari pasar Karangpandan yang merupakan salah satu sentra penjualan hasil tanaman hortikultura di Kabupaten Karanganyar. (4) Stategis, yaitu berada di daerah jalur utama Solo Tawangmangu. (5) Nilai sewa tanah yang masih tergolong murah sehingga dapat mengurangi beban biaya produksi.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Studi Kelayakan Investasi Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan (Gittinger, 2008). Studi kelayakan digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis (Ibrahim, 2003). Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundangundangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja (Halim, 2003). Studi kelayakan diperlukan untuk menghindari kegagalan setelah proyek dilakukan. Salah satu tujuan dilakukannya studi kelayakan bisnis adalah mencari jalan keluar agar dapat meminimalkan hambatan dan resiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang karena keadaan yang akan datang penuh dengan ketidakpastian (Gittinger, 2008). B. Aspek Pasar Pemasaran Analisis aspek pasar merupakan rangkaian dari analisis aspek lainnya dan memegang peranan penting di dalam suatu kegiatan usaha. Memahami 4

pengertian pasar, pemasaran dan konsep pemasaran merupakan landasan yang utama. Model-model persaingan pasar terdiri atas pasar bersaing sempurna serta pasar bersaing tidak sempurna. Pasar tidak bersaing sempurna terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, persaingan monopolis dan monopsoni. Atas dasar sasarannya pasar terdiri atas pasar konsumen, pasar industri, pasar penjual kembali, dan pasar pemerintah. Alat-alat analisis pasar terdiri atas pengukuran permintaan produk dengan menggunakan data impor, permintaan efektif, dan metode rasio rantai. Ramalan permintaan produk baru dapat menggunakan metode trend linier dan tren kuadratik. Peramalan pangsa pasar dapat menggunakan rumus pangsa pasar, diagram pohon, dan ukuran potensi pasar relatif. Strategi pemasaran terdiri atas segmentasi, targetting, dan positioning, sedangkan untuk taktik pemasaran terdiri atas taktik produk, taktik harga, taktik tempat/distribusi, dan taktik promosi (Achmad, 2004). Pemasaran adalah suatu sistem ekonomi suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978). Peranan pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga tangan konsumen tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menghasilkan laba. Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik, mendistribusikan produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang prisip kepuasan pelanggan.

Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya: Potensi pasar Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli. Perkembangan/pertumbuhan penduduk Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakuptentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll. Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share (Anonimb,2011) Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya. Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap yaitu: segmentasi pasar (segmenting), penetapan pasar sasaran (targeting) dan penetapan posisi pasar (positioning) (Kotler, 1997). Segmentasi pasar didefinisikan sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompokkelompok pasar yang terdiri dari orangorang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa (Pride dan Ferrel, 1995). Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).

C. Aspek Teknis dan Teknologis Aspek teknis merupakan aspek yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/bisnis tersebut selesai dibangun/didirikan (Anonima, 2009). Analisis aspek teknis lebih cocok untuk kegiatan usaha yang bersifat menghasilkan produk (barang/goods) atau mengolah hasil yang memerlukan proses produksi secara teknis. Yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis adalah penentuan kapasitas produksi, penentuan lokasi, teknologi, alat produksi, proses produksi, pengadaan bahan baku, dan bahan pembantu, sarana dan prasarana produksi, dan skala produksi (Achmad, 2004). Beberapa faktor dari aspek teknis ialah 1. Teknologi Keberhasilan setiap usaha selalu tergantung kepada kemampuan teknologi yang dimiliki. Hal ini berarti bahwa suatu gagasan usaha akan mengalami kegagalan apabila kemampuan teknologi tidak dimiliki. Banyak orang berpendapat bahwa teknologi identik dengan skill (ketampilan), padahal antara skill (ketrampilan), padahal antara skill dan teknologi sebenarnya tidak sama. Dengan sedikit bakat dan latihan yang intensif seseorang akan dapat memiliki suatu skill. Hal ini berarti ketrampilan seseorang kemungkinan dapat digantikan oleh mesin atau computer, sedangkan teknologi merupakan kemajuan dalam penerapan pengetahuan dan seni dalam bidang industry, manajemen, dan sebagainya. Kemampuan ini sulit atau bahkan mungkin tidak dapat digantikan oleh mesin ataupun komputer. 2. Tenaga teknis Tenaga teknis untuk melaksanakan suatu pekerjaan secara rutin sebagai penerapan suatu teknologi yang sudah baku. Antara teknologi dan

teknis bila dilihat dalam konteks yang dinamis keadaannya tetap tidak sama. Pedoman-pedoman yang daoat dinilai kelayakan suatu gagasab usaha ditinjau dari faktor tenaga teknis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut: a. Kuantitas tenaga teknis b. Kualitas tenaga teknis
c. Bahan baku (Raw Materials)

Analisa secara teknis akan dapat mengidentifikasi perbedaanperbedaan yang terdapat dalam informasi yang harus dipenuhi baik sebelum perencanaan proyek atau pada tahap awal pelaksanaan (jika dana yang ada adalah dimaksudkan agar proyek dimodifikasikan sehingga lebih banyak informasi dapat tersedia) (Gittinger, 2008). Tujuan studi aspek ini adalah untuk meyakini apakah secara teknis dan pilihan teknologi, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak, baik pada saat pembangunan proyek atau operasional secara rutin. Aspek teknis teknologi mencakup beberapa hal, antara lain: a. Penentuan strategi produksi , dan perencanaan produk b. Proses pemilihan teknologi untuk produksi c. Penentuan kapasitas produksi yang optimal d. Letak pabrik dan layoutnya, dan tata letak usaha dan layoutnya. e. Rencana operasianal dalam hal jumlah produksi. f. Rencana pengendalian persediaan bahan baku dan barang jadi. g. Pengawasan kualitas produk, baik dalam bentuk barang ataupun jasa. (Kamaludin, 2004).

D. Aspek Keuangan Keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan untuk membuat keputusan-keputusan investasi, pendanaan, dan dividen. Keputusan pendanaan difokuskan untuk mendapatkan usaha optimal dalam rangka mendapatkan dana/dana tambahan untuk mendukung kebijakan investasi. Masalah utama dalam mengoptimalkan keputusan pendanaan adalah menetapkan struktur modal (utang dan ekuitas) yang optimal sebagai asumsi dasar dalam memutuskan berapa jumlah dana dan bagaimana komposisi jumlah dana pinjaman dan dana sendiri yang ditambahkan untuk mendukung kebijakan investasi sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh. Suatu aktivitas bisnis tidak akan dapat berjalan dengan baik bila tidak didukung oleh ketersediaan (Anonime,2010). Aspek keuangan berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan (Anonimd,2011). Ruang lingkup aspek finansial terdiri atas tujuan analisis (likuiditas dan pencapaian laba). Taksiran dana (biaya investasi dan modal kerja), dan sumber pendanaan. Kebutuhan modal tetap terdiri atas dana untuk pembelian tanah, bangunan, mesin dan peralatan, dan biaya pendahuluan, kuantitatif, konsep kualitatif, dan konsep fungsional). Modal kerja dapat mengacu kepada salah satu dari 3 konsep (konsep kuantitatif, konsep kualitatif dan konsep fungsional) Modal kerja juga dapat dilihat dari 2 pendekatan (pendekatan neraca, dan pendekatan biaya/pengeluaran). Beberapa perhitungan yang perlu dilakukan terdiri atas komposisi pembiayaan, proyeksi penjualan/penerimaan (revenue), pengeluaran biaya, arus kas, dan laba rugi (Achmad, 2004). Lebih lanjut Achmad (2004) menjelaskan dalam analisis finansial terdapat dua metode yang dapat digunakan untuk perhitungannya, yaitu perhitungan yang tidak memperhatikan nilai uang karena faktor waktu yang

10

terdiri atas Revenue-Cost ratio (R/C), Periode pengembalian investasi (Payback period), dan Break Event Point (BEP). Sedangkan untuk analisis yang memperhatikan nilai uang karena faktor waktu digunakan terdiri atas : Net Present Value (NPV), Benefit Cost ratio (B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Untuk melengkapi analisis agar lebih realistis dan rasional diperlukan adanya analisis kepekaan (Sensitivity analysis), dan analisis hubungan antarproyek dengan mengacu kepada hubungan baik yang bersifat kontigensi, maupun yang saling meniadakan (Achmad, 2004).

BAB III. ASPEK PASAR PEMASARAN

11

Pasar swalayan

Petani

Industri

Pengump ul Lokal

Pengump ul Besar

Pedagan g besar dan Pasar Induk

Pedagang Grosir

Pedagang eceran

Konsumen

Pemasaran tomat dimulai dari 1800-an di Eropa. Tekanan untuk lahan perumahan pada 1930-an hingga 1960-an melihat industri Inggris bergerak ke arah 11 Barat menuju Littlehampton dan ke pasar tanaman di selatan Chichester. Selama

12

beberapa tahun terakhir ini, industri tomat Inggris mengalami penurunan karena makin banyak produk impor yang lebih kompetitif dari Spanyol dan Belanda yang telah mencapai supermarket-supermarket yang ada. Hingga akhir 1800-an tomat diklasifikasikan sebagai buah guna menghindari pajak, namun hal ini berubah setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa tomat termasuk kategori sayuran dan wajib dikenai pajak. Tomat telah menjadi barang utama di dapur hampir di seluruh dunia. Setiap daerah di dunia memiliki sejarah tomatnya masing-masing dan bagaimana penggunaannya dalam penyajiannya sehari-hari. Nampaknya tomat telah memberikan dampak besar pada kebiasaan cara makan di Amerika. Tomat menjadi sayuran paling populer di Amerika. Orang Amerika mengonsumsi lebih dari 12 juta ton tomat setiap tahunnya. Pada umumnya petani memasarkan hasilnya melalui pedagang perantara, lokal maupun pedagang perantara antar daerah atau antar pulau. Namun, pada saat harga rendah petani langsung menjual buah tomatnya ke pasar lokal, sebagian petani tetap melalui pedagang perantara. Budidaya Tomat ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan budidaya lainya karena dibudidayakan dengan sistem organik. Disamping hal tersebut, budidaya tomat mudah untuk diterapkan. Melihat segmen pasar yang dituju, tidak hanya pada pasar lokal saja, namun juga meliputi pasar swalayan dan setiap orang yang membutuhkan untuk pemenuhan konsumsinya.

BAB IV. ASPEK TEKNIS TEKNOLOGIS A. Deskripsi Tanaman Tomat

13

Tanaman tomat ini memiliki berasal dari daratan Amerika Latin, lebih tepatnya disekitar Ekuador. Mula dari daerah sinilah tanaman tomat menyebar ke daratan tropis Amerika. Masyarakat Mexico adalah masyarakat yang pertama kali membudidayakan tanaman ini. Penyebaran ke Eropa mulai pada awal abad ke 16, sedangkan mulai dibudidayakan di Asia yakni dimulai di Filipina melalui jalur amerika selatan. Tahun 1650 baru tanaman ini mulai ada di Malaysia. Pengembangan tanaman tomat mulai di Indonesia mendapat prioritas sejak tahun 1951. terbukti pada tahun 1961-1965 sudah dibudidayakan dengan luas lahan 41.000/ha/tahun. Periode tahun 1973-1977 sudah mengalami peningkatan menjadi 59.000/ha/tahun. Areal seluas ini masih berada di pulau Jawa terutama di dataran tinggi di atas 1000 dpl. Tomat biasa dimanfaatkan sebagai bumbu masak, namun sebenarnya masih banyak kegunaanna di antaranya adalah diawetkan di dalam kaleng, bahan baku industri, menjadi hidangan pencuci mulut setelah menyantap makan siang, malam dan sebagainya. Warna jingga pada tomat disebabkan oleh adanya kandungan karotin yang berperan sebagai provitamin A, sedangkan warna merah menunjukkan kandungan Lycopen yang juga sangat baik untuk mencegah kekurangan vitamin A (Xaropthalmia). Buah tomat memiliki rasa agak asam dikarenaka mengandung asam sitrat yang berfungsi sebagai penggumpal. 1. Taksonomi Tanaman Tomat Tanaman tomat adalah tanaman yang termasuk pada keluarga Solanaceae. Spesies lain dari kerabat tomat dekat cukup banyak, di antaranya adalah tomat cherry (Lycopersicum cerasiforme), tomat ranti atau ranggeum (L. pimpinellifolium) dan berbagai tomat liar. Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut: Kingdom Divisio Sub Divisio : Plantae : Spermatophyta 13 : Angiospermae

14

Klas Ordo Famili Genus Spesies

: Dicotyledoneae : Tubiflorea : Solanaceae : Lycopersicum : Lycopersicum esculelum Mill. Plasma nutfah tanaman tomat liar perlu dijaga untuk kepentingan

(Cahyono, 2008) pemuliaan tanaman, karena memiliki ketahanan dalam hal ketahanan terhadap penyakit tertentu diantaranya seperti tomat ranti dan tomat cherry. Tomat ranti dapat tahan terhadap penyakit layu cendawan Fusarium oxisporum, F. licopersiti, layu bakteri Pseudomonas solanancearum E.F Smith, dan Virus TMV. Tomat cherry tahan terhadap penyakit busuk daun oleh Phytophtora Infestans dan bercak daun (Alternaria solani). L. peruvianum, diteliti dapat tahan terhadap penyakit virus TMV sedangkan L. hirsunum tahan penyakit bercak daun (Alternaria solani). 2. Morfologi tanaman tomat Tanaman tomat saat masih muda memiliki batang yang berbentu bulat, tetapi setelah tua batang tomat berubah menjadi bersudut, berstruktur dan berkayu. tinggi tanaman tomat dapat mencapai 2 - 3 meter. Sedangkan ciri batang tomat yaitu adanya bulu-bulu halus yang menghiasi di permukaannya. Akar tanaman tomat berbentuk serabut yang menyebar ke segala arah tetapi akar tanaman ini terbatas dalam kemampuan menembus lapisan tanah kurang lebih 30 70 cm dari atas permukaan bedengan. Daun tanaman tomat pada umumnya lebar dengan tulang daun yangmenyirip dan permukaan daunnyaberbulu. Panjangnya antara 20 30 cm, lebar sekitar 15 20 cm dan biasanya tumbuh di dekat ujung dahan (cabang). Tangkai daun bulat panjang sekitar 7 10 cm dan tebalnya antara 0,3 0,5 cm. tanaman ini mengeluarkan bunga dengan jumlah kuntum beragam tergantung

15

varietas tomat itu sendiri. Kuntum bunga tanaman terdiri atas 5 daun kelopak dan 5 helai mahkota, memiliki bakal buah, kepala putik, tangkai putih serta benang sari. serbuk sari terdapat pada kantong sari dan letaknya seakan-akan menjadi satu sehingga membentuk bumbung yang mengelilingi tangkai kepala putik (stylus). Sebagian besar bunga tomat menyerbuk sendiri atau dengan bantuan serangga, tetapi dapat juga dilakukan persilangan. buah tomat berbentuk bulat, bulat pipih atau seperti bola lampu, buahnya berdaging, banyak mengandung air dan tersusun dalam tandan. 3. Varietas-varietas Tomat Populer Varietas tomat populer adalah tomat yang paling disukai oleh pasar dan diminati oleh para petani untuk dibudidayakan. Periode 1990 1994, tomat hibrida Precious 375 asal Know You Seed Taiwan paling banyak ditanam oleh para petani di pulau Jawa terutama dataran tinggi. Sedangkan di dataran rendah populer dengan tomat varietas Intan, Ratna, Berlian, Mutiara, AV-15, AV-22, AV-33, VC 11-1, VC 48-1 dan hibrida Kingkong 372. Untuk tomat loka seperti Gondol Putih, Gondol Hijau dan Money Marker juga masih ditanam oelh bebrapa petani di sentra produsen tomat dataran tinggi. Berdasarkan pertumbuhan barangnya, tanaman tomat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu: a. Tipe determinate. Tanaman tomat yang pertumbuhannya diakhiri dengan tumbuhnya rangkaian bunga atau buah. Umur panennya relatif pendek tetapi pertumbuhan batangnya cepat.

b.

Tipe indeterminate

16

Tanaman tomat yang pertumbuhannya tidak diakhiri dengan tumbuhnya bunga atau buah. Umur panennya relatif lamdan pertumbuhan batangnya relatif lambat. c. Tipe semi indeterminate. Tanaman ini memiliki ciri-ciri antara tomat tipe determinate dan tipe pertumbuhan intedeterminate. (Wiryanta, 2008) B. Teknik Budidaya Tanaman Tomat Budidaya tomat meliputi tahap pra-tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit panen dan pasca panen. 1. Pra Tanam a. Syarat tumbuh Tomat dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tanah pertanaman sebaiknya gembur, porous dan subur bertekstur liat dengan sedikit mengandung pasir. Curah hujan 750 1250 mm/th, kelembapan relatif tinggi sekitar 25 % dimaksudkan adar dapat merangsang pertumbuhan tanaman tomat yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak yang berbahaya bagi tanaman tomat itu sendiri. Tomat dapat tumbuh baik pada temperatur 20 27 oC, pembentukan buah terhambat pada temperatur di atas 30 oC atau kurang dari 10 oC. Tanaman baik ditanam pad tanah yang berdrainase baik dengan pH 6 7 tanaman juga dapat ditanam sebagai rotasi pada lahan sawah. b. Pola tanam Rotasi tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi sorgum kubis dan kacang-kacangan. Rotasi tanaman ini dianjurkan juga dengan pola tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan kaedaan yang kurang baik atau kurang disukai oleh organisme pengganggu tanaman.

17

Jarak tanam yang dianjurkan yaitu 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan dengan kedalaman 15 cm. Adapun diameter lubang tanam selebar 7 8 cm. c. Persiapan lahan Lahan yang dipilih adalah tanah yang gembur da subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang. Tanah perlu genangi dengan air selama 2 pekan dimaksudkan untuk menghilangkan atau mengurangi nematoda-nematoda tanah. Bila pH rendah, dilakukan pemberian dolomite atau pengapuran 150 kg/ha pada 2 3 pekan sebelum tanam. Apabila kondisi lahan masih terdapat banyak air atau bekas ditanami padi maka perlu dibuat parit atau saluran drainase. Pembuatan saluran drainase ini dimaksudkan agar air yang masih menggenang dapat mengalir ke luar lahan yang akan diolah. Cara yang biasa dilakukan adalah dengan mencangkuli bagian tepi-tepi lahan mengikuti pola atau kontur dari lahan tersebut. Kegiatan yang perlu dilakukan dalam persiapan lahan yang tidak kalah penting adalah penggemburan tanah dan pembuatan bedengan. Hal pertama yang harus dilakukan dalam pembuatan bedengan yaitu menarik garis lurus mengikuti bentuk lahan dengan menggunakan tali rafia. Bedengan dapat dibuat selebar 120 160 cm, untuk barisan ganda dan 40 50 cm untuk barisan tunggal. Tinggi bedengan 20 cm pada musim kemarau dan 35 cm pada musim penghujan. Arah bedengan menghadap ke timur. Posisi bedeng membujur dari utara ke selatan. Hal ini dilakukan agar cahaya matahai dapat masuk dan menyebar secara merata ke seluruh tanaman. Parit dibuat selebar 20 30 di antara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air. Kemudian dilakukan pencangkulan calon parit (jarak antar bedengan), tetapi jangan terlalu

18

dalam terlebih dahulu. Tanah yang ada di calon parit dinaikkan dan diberikan di bedengan sebelah kiri dan kanannya. Selanjutnya, tanah yang berada di atas bedengan diratakan dan diberikan pupuk dasar. Pupuk dasar diberikan sebanyak 4 kg Urea/ZA, ditambah 7,5 kg TSP dan 4 kg KCl per hektar di atas bedengan kemudian pupuk diaduk dan diratakan dengan tanah. Apabila memakai pupuk majemuk NPK 20 kg/ha dicampur merata. Sedangkan untuk pertanian organik, pupuk dasar yang diberikan adalah pupuk kandang yang sudah jadi atau yang telah difermentasi 10 - 20 ton/ha, pupuk organik granol 134 kg/ha, dolomite 100 kg/ha dan kalium 100 kg/ha dicampur dengan tanah secara merata. Mulsa plastik atau jerami dapat dipergunakan untuk menutupi permukaan bedengan. Bila temperatur di atas 28 oC mulsa plastik perlu ditutupi dengan jerami. Apabila menggunakan mulsa plastik bedengan perlu didiamkan kurang lebih 3 7 hari sebelum dilakukan penanaman bibit. Kemudian dibuat lubang dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan dengan diameter 7 8 cm sedalam 15 cm. d. Pemilihan Benih dan Bibit Benih dipilih dari varietas tahan terhadap penyakit dan jenis hibrida (F1 hybrid) atau sudah mendapat sertifikasi dari Balai Benih Hortikultura. Pemilihan benih harus disesuaikan dengan ketinggian tempat di mana tanaman itu akan ditanam. Adapun kriteria-kriteria teknis untuk menyeleksi biji/benih tanaman tomat menurut Anggi (2010) adalah: 1) Biji utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya sulit tumbuh. 2) Biji sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama atau penyakit. 3) Benih atau biji bersih dari kotoran. 4) benih atau biji tidak keriput.

19

Bibit yang sehat dapat diperoleh ika tanah yang dipergunakan untuk persemaian bebas dari hama dan penyakit. Oleh karena itu tanah sebaiknya disterilkan. Caranya dengan dilakukan pemanasan dengan kompor (pengukusan) atau dicampur bahan kimia misalnya Besamid 3 G dengan dosis 70 gr untuk setiap 1 m2 media persemaian. 2. Persemaian Benih atau biji-biji tomat yang telah terpilih sebelum disemaikan didesinfektan. Caranya, dengan merendam benih kedalan larutan fungisida agar mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit mati. Ada beberapa cara menyemai pada bedeng persemaian. Cara pertama, benih tomat ditaburkan merata pada permukaan bedeng, kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Bedeng dibuat guritan sedalam 1 cm dengan jarak antar guritan 5 cm, lalu biji ditaburkan kedalan guritan secara merata dan tidak saling tumpuk, kemudian ditutup kembali dengan tanah tipis-tipis. Cara kedua, dengan menanamkan benih pada lubang-lubang tanam yang dibuat dengan jarak 5 cm dan kedalaman lubang tanam sekitar 1 cm. Dalam satu lubang tanam dapat diisikan 1 atau 2 benih, kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Cara ketiga, penyemaian dapat langsung dilakukan pada kantong-kantong polybag yang telah diisi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang seberat 25 30 kg dengan perbandingan 1:1. Setiap kantong polybag diisi satu benih saja dan tanamkan benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah biji ditanam, media semai sebaiknya dibasahi dengan air. Selama awal pertumbuhan, pemeliharaan bibit tanaman di persemaian harus dilakukan secara intensif dengan pengawasan kontinyu. Pemeliharaan bibit meliputi kegiatan-kegiatan:

a.

Penyiraman

20

Penyiraman dilakukan sejak benih ditaburkan ke bedeng pesemaian sampai tanaman siap dipindah ke kebun. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alat/gembor yang memiliki lubang halus, agar tidak merusak bibit tanaman yang sudah atau baru tumbuh. b. Penyiangan Penyiangan dapat dilakukan dengan cara langsung mencabuti tanaman pengganggu tanpa peralatan. Penyiangan sebaiknya dilakukan seperlunya saja dengan melihat keadaan tanaman. c. Pemupukan Pada media persemaian selain diberikan pupuk kandang, sebaiknya juga diberikan pupuk kimia NPK secukupnya sebagai pupuk tambahan yang diberikan setelah benih tumbuh menjadi bibit. d. Pencegahan dan pemberantasan hama penyakit Hama yang umumnya menyerang benih atau bibit di pesemaian berasal dari golongan serangga, seperti semut dan golongan nematoda, seperti cacing tanah. Penyakit yang sering menyerang dari golongan cendawan. Untuk mencegah berkembangnya hama dan penyakit dapat dilakukan sterilisasi tanah. Untuk memberantas hama dan penyakit yang menyerang dapat disemprotkan obat-obatan. Insektisida untuk memberantas hama dari golongan serangga dan fungisida untuk memberantas penyakit yang disebabkan oleh golongan jamur. Namanama formulasi yang dapat digunakan antara lain Furadan 3 g, Dithane Hostathion dan Antracol. 3. Pemindahan Bibit dan Penanaman Bibit tomat dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 30-45 hari di persemaian. Pada saat dilakukan penanaman ke kebun, sebaiknya dilakukan seleksi lagi terhadap bibit-bibit yang telah berumur 30-45 hari agar diperoleh

21

tanaman yang baik pertumbuhannya dan memiliki daya produktivitas tinggi dalam menghasilkan buah. Untuk itu, bibit yang dipilih sebaiknya yang berpenampilan menarik dan baik, yaitu penampakannya segar dan daundaunnya tidak rusak. Bibit yang dipilih harus kuat, yaitu tegak pertumbuhannya dan sehat, artinya bibit tidak terserang hama dan penyakit. Waktu yang baik untuk menanam bibit tomat di kebun adalah pagi atau sore hari. Pada saat itu keadaan cuaca belum panas sehingga mencegah kelayuan pada tanaman. Ketika memindah bibit di kebun, hendaknya memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman, sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati. Ada beberapa cara pemindahan bibit dari persemaian yaitu : a. Sistem cabut, yakni bibit yang telah tumbuh di persemaian dan cukup umur dicabut dengan hati-hati. Namun, sebelum dilakukan pencabutan bedeng persemaian harus dibasahi dengan air untuk memudahkan pencabutan dan tidak merusak akar. b. Sistem putaran, yaitu bibit diambil beserta tanahnya. Namun, sebelum bibit diambil tanah dibasahi dengan air telebih dahulu. Kedua cara tersebut terutama ditujukan untuk pembibitan yang secara langsung dilakukan pada bedeng tanah persemaian sedangkan untuk bibit yang disemaikan dalam bumbung atau polybag cara pemindahannya adalah basahi bumbung terlebih dahulu, kemudian keluarkan bibit dari bumbung beserta tanahnya dengan menyobek kantong polybag.

4. Pemeliharaan Tanaman

22

a.

Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati, rusak atau yang

pertumbuhannya tidak normal, misalnya tumbuh kerdil. Penyulaman sebaiknya dilakukan seminggu setelah tanam. Namun jika satu minggu sudah terlihat adanya tanaman yang mati, layu, rusak atau pertumbuhannya tidak normal, penyulaman sebaiknya segera dilakukan. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam penyulaman adalah bibit yang digunakan. Bibit yang digunakan untuk menyulam diambil dari bibit cadangan yang telah dipersiapkan sebelumnya bersamaan dengan bibit lain yang bukan bibit cadangan. Cara penyulamannya adalah apabila tanaman yang telah mati, rusak, layu, atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru ditempat tanaman terdahulu, dibersihkan dan diberi Furadan 0,5 gram bila dipandang perlu. Setelah itu, bibit yang baru ditanam pada tempat tanaman terdahulu dengan cara penanaman bibit terdahulu. b. Penyiangan Gulma yang tumbuh di areal penanaman tomat harus disiangi agar tidak menjadi pesaing dalam mengisap unsur hara. Gulma yang terlalu banyak akan mengurangi unsur hara sehingga tanaman tomat menjadi kerdil. Gulma juga dapat menjadi sarang hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman tomat. Pemberian mulsa plastik atau daun-daunan akan mengurangi gulma. Waktu penyiangan dapat dilakukan 3-4 kali tergantung kondisi kebun. c. Pembubunan Tujuan pembubunan adalah memperbaiki peredaran udara dalam tanah dan mengurangi gas-gas atau zat-zat beracun yang ada di dalam tanah sehingga perakaran tanaman akan menjadi lebih sehat dan tanaman akan menjadi cepat besar. Tanah yang padat harus segera digemburkan.

23

Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. d. Perempalan / Pemangkasan Pemangkasan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah tunas dan batang sehinga perkembangan buah dapa maksimal. Umumnya buah yang dihasilkan tanaman tomat yang terlalu rimbun akan kecil-kecil dan proses pematangan buah lama karena banyak hara yang dibutuhkan daun. Selain itu pemangkasn berguna untuk mengurangi hama dan penyakit (Tim Penulis Penebar Swadaya, 2007) Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kegitan perempelan: 1) Tunas yang tumbuh di ketiak daun harus segera dirempel/dipangkas agar tidak menjadi cabang. Perempalan paling lambat dilakukan 1 minggu sekali. Pada tanaman tomat yang tingginya terbatas, perempalannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel supaya tanaman tidak terlalu pendek. 2) Perempalan yang baik dilakukan pada pagi hari agar luka bekas rempalan cepat kering dengan cara: ujung tunas dipegang dengan tangan yang bersih, lalu digerakkan ke kanan kiri sampai tunas tersebut lepas. Apabila terlambat merempel, tunas akan cabang yang besar dan sukar putus. 3) Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting tajam yang bersih. 4) Ketinggian tanaman tomat dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah sudah mencapai 5-7 buah.

e.

Pemupukan

24

Pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan tanaman. Tata cara pemupukan adalah: 1) Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah ditanam, harus segera diberi pupuk buatan. Dosis pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman antara 1-2 gram. Pemupukan dilakukan di sekeliling tanaman pada jarak 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air. Pupuk Urea dan KCl tidak boleh mengenai tanaman karena dapat melukai tanaman. 2) Pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl sebanyak 5 gr. Pemupukan dilakukan di sekeliling batang tanaman sejauh 5 cm dan dalamnya 1 cm kemudian pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air. 3) Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk lagi dengan Urea dan KCl sebanyak 7 gram. Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh yaitu 7 cm. f. Penyiraman dan Pengairan Kebutuhan air pada budidaya tanaman tomat tidak terlalu banyak, namun tidak boleh kekurangan air. Pemberian air yang berlebihan pada areal tanaman tomat dapat menyebabkan tanaman tomat tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit. Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan patogen sehingga tanaman tomat dapat mati keracunan karena kandungan oksigen dalam tanah berkurang. Pori-pori yang terisi oleh air mendesak oksigen keluar dari dalam tanah sehingga tanah menjadi anaerob yang menyebabkan proses oksidasi berubah menjadi proses reduksi. Keadaan tanah yang demikian menyebabkan kerontokan bunga

25

dan menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebihan sehingga mengurangi pertumbuhan dan perkembangan generatif (buah). Kekurangan air yang berkepanjangan pada pertanaman tomat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pada stadia awal, mengakibatkan pecah-pecah pada buah apabila kekurangan air terjadi pada stadia pembentukan hasil dan dapat menyebabkan kerontokan bunga apabila kekurangan air terjadi selama periode pembungaan. g. Pemasangan Ajir Pemasangan ajir dimaksudkan untuk mencegah tanaman tomat roboh. Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang antara 100175 cm, tergantung dari varietasnya. Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin, ketika tanaman masih kecil akar masih pendek, sehingga akar tidak putus tertusuk ajir. Akar yang luka akan memudahkan tanaman terserang penyakit yang masuk lewat luka. Jarak ajir dengan batang tomat 10-20 cm. Cara memasang ajir bermacam-macam, misalnya ajir dibuat tegak lurus atau ujung kedua ajir diikat sehingga membentuk segitiga. Agar tidak dimakan rayap, ajir diolesi dengan ter atau minyak tanah. Tanaman tomat yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir. Pengikatan jangan terlalu erat yang penting tanaman tomat dapat berdiri. Pengikatan dilakukan dengan model angka 8 sehingga tidak terjadi gesekan antara batang tomat dengan ajir yang dapat menimbulkan luka. Tali pengikat, misalnya tali plastik harus dalam keadaan bersih. Setiap bertambah tinggi 20 cm, harus dilakukan pengikatan lagi agar batang tomat selalu berdiri tegak. 5. Pengendalian hama dan penyakit Tanaman tomat dalam masa-masa petumbuhan harus sesering mungkin diamati untuk mengantisipasi munculnya hama dan penyakit. pemeriksaan terhadap hama dan penyakit di lapangan perlu dilakukan sebelum diambil

26

tindakan pengendalian. Berdasarkan hasil pantauan BPTP Sulawesi Tenggara (2008), penyakit yang biasa menyerang tanaman tomat antara lain busuk daun (Phytphtora infestans), Xantomonas campestris pv. vesicatoria, Alternaria solani, Stemphyllium solani, Ralstonia solanacearum, Sclerotium rolfii, Fusarium oxyforum, F. lycopersici dan Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV). Sedangkan hama yang biasa menyerang tomat antara lain: ulat buah (Helicoverpa armigera) dan Nematoda bengkak akar (Meloidogyne incoqnita, M. javanica, M. arenaria). Pengendalian hama dan penyakit tanaman tomat juga dapat dilakukan dengan rotasi tanaman, menanam varietas yang resisten, penggunaan springkler (bemissia), drainase, pH tanah di atas 5.5, dengan penyiraman yang teratur, pemupukan dengan larutan pupuk ZA 0,5 % (0,5 g/l), 0,25 % ure atau 0,1 % larutan NPK. Penyemprotan fungisida seperti Captan atau Thiram, bertujuan untuk mengurangi dumping off. Hama seperti: Bemissia, Thrips dan Aphids dapat menularkan virus. Cara pencegahannya persemaian ditutup dengan kain jala go mesh.Bila semaian sudah mempunyai 4 5 daun, perlu ditambahkan penyinaran 6 hari sebelum dipindahkan sebelum dipindahkan ke lapangan (BPTP Sulawesi Tenggara, 2008). Penggunaan pestisida untuk pertanaman dalam areal luas dapat ditolelir, selam sesuai dan tepat untuk target sasaran. serta menyesuaikan sengan anjuran keselamatan manusia dan lingkungan. 6. Panen a. Ciri dan Umur Panen Pemetikan buah tomat dapat dilakukan pada tanaman yang telah berumur 60-100 hari setelah tanam tergantung pada varietasnya. Varietas tomat yang tergolong indeterminatre memiliki umur panen lebih panjang, yaitu berkisar antara 70-100 hari setelah tanam baru bisa dipetik buahnya. Penentuan waktu panen hanya berdasarkan umur panen tanaman sering

27

kali kurang tepat karena banyak faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti: keadaan iklim setempat dan tanah. Kriteria masak petik yang optimal dapat dilihat dari warna kulit buah, ukuran buah, keadaan daun tanaman dan batang tanaman, yakni sebagai berikut : 1) 2) 3) kulit buah berubah, dari warna hijau menjadi kekuningbagian tepi daun tua telah mengering. batang tanaman menguning/mengering. kekuningan.

Waktu pemetikan (pagi, siang, sore) juga berpengaruh pada kualitas yang dipanen. Saat pemetikan buah tomat yang baik adalah pada pagi atau sore hari dan keadaan cuaca cerah. Pemetikan yang dilakukan pada siang hari dari segi teknis kurang menguntungkan karena pada siang hari proses fotosintesis masih berlangsung sehingga mengurangi zat-zat gizi yang terkandung. Disamping itu, keadaan cuaca yang panas di siang hari dapat meningkatkan temperatur dalam buah tomat sehingga dapat mempercepat proses transpirasi (penguapan air) dalam buah. Keadaan ini dapat dapat menyebabkan daya simpan buah tomat menjadi lebih pendek. b. Cara Panen Cara memetik buah tomat cukup dilakukan dengan memuntir buah secara hati-hati hingga tangkai buah terputus. Pemutiran buah harus dilakukan satu per satu dan dipilih buah yang sudah matang. Selanjutnya, buah tomat yang sudah terpetik dapat langsung dimasukkan ke dalam keranjang untuk dikumpulkan di tempat penampungan. Tempat penampungan hasil panen tomat hendaknya dipersiapkan di tempat yang teduh atau dapat dibuatkan tenda di dalam kebun. c. Periode Panen Pemetikan buah tomat tidak dapat dilakukan sampai 10 kali pemetikan karena masaknya buah tomat tidak bersamaan waktunya. Pemetikan buah

28

tomat dapat dilakukan setiap selang 2-3 hari sekali sampai seluruh tomat habis terpetik. 7. Pascapanen a. Pengumpulan Buah tomat yang sudah dipetik dan terkumpul harus segera dibersihkan dari segala kotoran yang menempel dari permukaan kulitnya, baik berupa debu, percikan tanah, maupun sisa-sisa pestisida dan pupuk daun yang disemprotkan pada saat pemeliharaan tanaman. Buah tomat dapat dicuci dengan zat kimia pembersih kotoran dan residu pestisida, yaitu zat neutral cleaner brogdex dan britex wax. Dengan pencucian buah menjadi bersih dari segala kotoran dan terlindung dari kuman-kuman penyakit, serta dapat menurunkan temperatur dalam buah sehingga proses respirasi dalam buah dapat terhambat. b. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah tomat dibersihkan dari kotoran, maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah penyortiran dan penggolongan. Penyortiran dilakukan dengan cara memisah-misahkan buah tomat yang berukuran besar dan sehat dari buah-buah tomat yang berukuran kecil dan sehat, buah-buah tomat yang berukuran besar atau kecil tetapi terdapt cacat atau tidak sehat. c. Penyimpanan Teknik penyimpanan untuk mempertahankan kesegaran buah tomat dalam waktu yang lama pada prinsipnya adalah menekan sekecil mungkin terjadinya respirasi (pernafasan) dan transpirasi (penguapan) sehingga menghambat terjadi enzymatis/biokimia yang terjadi dalam buah. Dengan demikian, kematangan buah dapat tertunda sampai beberapa hari. Cara atau teknik penyimpanan buah tomat yaitu :

29

1) Penyimpanan dalam ruangan bertemperatur rendah (48-50 derajat F) dengan mengatur suhu ruangan (85-90%). 2) Penyimpanan dalam ruangan berventilasi tanpa pengatur suhu. 3) Penyimpanan dalam ruangan vakum (tanpa udara). 4) Penyimpanan dengan meredam kedalam air yang mengalir atau tidak mengalir. 5) Penyimpanan dengan timbunan es. d. Pengemasan dan Pengangkutan Pengemasan dan pengangkutan merupakan dua kegiatan yang berkaitan erat dalam usaha melindungi buah tomat dari kerusakan mekanis (gesekan atau benturan selama pengangkutan). Oleh karena itu, proses pengemasan dan pengangkutan harus dilakukan dengan baik dan hati-hati agar buah tomat yang telah dipertahankan mutunya pada tahapan pembersihan, penyortiran dan penggolongan, dan penyimpanan, masih tetap dapat dipertahankan pada tahapan pengemasan dan pengangkutan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengemasan adalah: 1) Alat pengemas harus bersih. 2) Alat pengemas sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat tetapi ringan. 3) Pengemasan buah tomat tidak boleh melebihi daya tampung alat kemas. 4) Hindarkan paku yang menonjol keluar atau papan yang tidak rata didalam alat pengemas. 5) Berilah pelindung pada dasar dan tepi alat pengemas dengan bahan pelindung dari bahan jerami yang kering atau guntingan-guntingan kertas. 6) Alat kemas harus memiliki lubang-lubang ventilasi pada dindingnya. 7) Susunlah buah tomat serapi mungkin didalam alat pengemas sesuai dengan daya tampungnya.

30

8) Tutuplah peti pengemas dengan diikat atau dipaku agar kuat.


C. Jadwal Pelaksanaan Proyek

Seluruh waktu yang diperlukan untuk membangun proyek ini adalah sebagai berikut: Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Proyek Budidaya Tanaman Tomat
No
Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 Pra Tanam Persemaian Pindah Bibit dan Penanaman Pemeliharaan Tanaman Pengendalian Hama dan Penyakit Panen Pasca panen Minggu ke 9 10 11 12 13 14 15

16

1 2 3 4 5 6 7

Investasi budidaya tanaman tomat dimulai dari bulan Juli hingga November 2011 . Awal bulan Juli minggu I hingga Agustus minggu I merupakan masa pra tanam dan mulai Agustus minggu II sudah memasuki masa tanam hingga proyek berakhir.

31

BAB V. ASPEK FINANSIAL Keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan untuk membuat keputusan keputusan investasi dan pendanaan. Aspek finansial merupakan aspek yang sangat diperhatikan dalam analisis studi kelayakan. Layak atau tidak layaknya suatu perencanaan usaha dapat dilihat dari aspek finansialnya. Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan (a) kebijakan pengalokasian sumber dana secara optimal, (b) kebijakan modal kerja, (c) kebijakan investasi yang berdampak pada strategi perusahaan yang lebih luas (merger dan akuisisi) (Damodaran, 1997). Keputusan pendanaan difokuskan untuk medapatkan usaha optimal dalam rangka mendapatkan dana atau dana tambahan untuk mendukung kebijakan investasi. Aspek finansial yang diamati dari perencanaan usahatani budidaya tomat di ini antara lain meliputi: Tabel 2. Perincian Biaya Investasi Modal Tetap
No 1. 2. 3. 4. Uraian Tanah Bangunan Peralatan Transportasi Total Satuan m2 m2 unit unit Jumlah Harga/Satuan Total (Rp)

1.000 50 5 1

20.000 250.000 20.000 10.000.000

20.000.000 12.500.000 100.000 10.000.000 42.600.000

Tabel 3. Perincian Biaya Investasi Produksi 31

32

No Uraian A Biaya Variabel 1. Benih 2. Pupuk Kandang 3. Mulsa 4. Ajiran 5. Polybag 6. Pupuk Granol 7. Mol 8. Dolomite 9. Kompos 11. SNN(pupuk cair) 12. Urin Kelinci 13. Horned Total

Satuan bungkus karung m batang buah kg liter kg karung cc liter cc

Jumlah 2 44 1.000 1.500 1.100 134 10 100 14 500 14 500

Harga/Satuan 25.000 2.500 500 500 100 1.000 10.000 600 10.000 50.000 1.000 30.000

Total (Rp) 50.000 110.000 500.000 750.000 110.000 134.000 100.000 60.000 140.000 50.000 14.000 30.000 2.048.000

Tabel 4. Perencanaan Biaya Total Investasi Modal


No 1. 2. Uraian Total (Rp)

Investasi Modal Tetap Investasi Biaya Produksi Total

42.600.000 2.048.000 44.648.000

Tabel 5. Perincian Biaya Penyusutan


No Uraian Umur (Tahun) Nilai Awal Nilai Akhir Penyusutan per Tahun

1. 2. 3. 4.

Tanah Bangunan Peralatan Transportasi Total

15 15 15 15

20.000.000 17.600.000 12.500.000 11.000.000 100.000 88.000 10.000.000 8.800.000 37.488.000

160.000 100.000 800 80.000 340.800

Tabel 6. Perincian Biaya Pemeliharaan


No Fasilitas Nilai Investasi Perawatan Biaya Pertahun

33

1 Bangunan 2 Peralatan 3 Transportasi Total

12.500.000 100.000 10.000.000

5% 5% 5%

625.000 5.000 500.000 1.130.000

Tabel 7. Jumlah dan Biaya Tenaga Kerja No Uraian 1. Tenaga Kerja Tetap 2. Tenaga Kerja Lepas Total Jumlah Orang 5 20 Biaya/Orang 1.000.000 35.000 Jumlah Biaya 5.000.000 700.000 5.700.000

Tabel 8. Ringkasan Biaya Operasional


No a. Uraian Biaya Tetap 1. Biaya Tenaga Kerja 2. Penyusutan 3. Pemeliharaan Sub total Biaya Variabel Total

Jumlah Biaya/ Musim Tanam 5.700.000 340.800 1.130.000 7.170.800 3.670.000 12.870.800

Jumlah Biaya/th 17.100.000 1.022.400 3.390.000 21.512.400 11.010.000 38.612.400

b.

Tabel 9. Jadwal Pengembalian Pinjaman Investasi


Periode 0 1 2 3 4 Angsuran Pokok Bunga 20% Total Angsuran Sisa Pinjaman

7.143.680 7.143.680 7.143.680 7.143.680

7.143.680 4.286.208 2.857.472 1.428.736

14.287.360 11.429.888 10.001.152 8.572.416

35.718.400 21.431.040 14.287.360 7.143.680 0

Tabel 10. Jadwal Pengembalian Pinjaman Modal Kerja


Periode Angsuran Pokok Bunga 20% Total Angsuran Sisa Pinjaman

0 1

1.544.496

1.544.496,00

3.088.992,00

7.722.480 6.177.984

34

2 3 4 5

1.544.496 1.544.496 1.544.496 1.544.496

1.235.596,80 926.697,60 617.798,40 308.899,20

2.780.092,80 2.471.193,60 2.162.294,40 1.853.395,20

4.633.488 3.088.992 1.544.496 0

Tabel 11. Proyeksi Rugi Laba


No Uraian Tahun Ke 1 Tahun Ke 2 Tahun Ke 3 Tahun Ke 4 Tahun Ke 5

1.

Pendapatan Hasil (kg) Harga per kg Pendapatan (Rp) 15.000 4.000 60.000.000 38.612.400 21.387.600 15.000 4.000 60.000.000 38.612.400 21.387.600 15.000 4.000 60.000.000 38.612.400 21.387.600 15.000 4.000 60000.000 38.612.400 21.387.600 15.000 4.000 60.000.000 38.612.400 21.387.600

2. 3. 4.

Biaya Operasi Laba Operasi Bunga 1. Investasi 2. Modal Kerja Total Bunga

7.143.680 1.544.496 1.544.496 1.235.596,8 8.379.276,8 29.766.876, 8 23.813.501, 4 3.432.213,3

4.286.208 926.697,6 5.212.905,6 26.600.505, 6 21.280.404, 5 3.432.213,3

2.857.472 617.798,4 3.475.270,4

1.428.736 308.899,2 1.737.635,2

5. 6. 7.

Laba Sebelum Pajak Laba Bersih (pajak 20%) Break Even Point

22.932.096 18.345.676, 8 3432.213,3

24.862.870,4 19.890.296,3 3.432.213,3

23.125.235,2 18.500.188,2 3.432.213,3

Tabel 12. Perhitungan NPV


Tahu n 1 Benefit 60.000.00 0 Biaya 38.612.40 0 Benefit bersih 21.387.600 DF (20%) 0,83333333333333 NPV 17.823.000,00

35

2 3 4 5

60.000.00 0 60.000.00 0 60.000.00 0 60.000.00 0

38.612.40 0 38.612.40 0 38.612.40 0 38.612.40 0

21.387.600 21.387.600 21.387.600 21.387.600

0,69444444444444 0,57870370370370 0,48225308641975 0,40187757201646

14.852.500,00 12.377.083,33 10.314.236,11 8.595.196,76

Aspek finansial yang dinilai dalam budidaya tomat ini mencakup perincian biaya investasi modal tetap, perincian biaya penyusutan, perincian biaya bahan baku dan bahan pengemas, perincian biaya pemeliharaan dan perbaikan, ringkasan biaya operasional, proyeksi rugi laba dan proyeksi arus kas. Perincian biaya investasi modal tetap untuk budidaya tomat ini mencakup lahan seluas 1000 m2 dengan harga satuan Rp 20.000,-/m2 sehingga total biaya modal lahan sebesar Rp. 20.000.000,-. Bangunan seluas 50 m2 dengan harga satuan Rp 250.000,- /m2.sehingga total biaya modal bangunan sebesar Rp. 12.500.000,-. Peralatan penunjang yang digunakan dalam usaha ini memiliki nilai keseluruhan mencapai Rp 100.000,-. Biaya pembelian alat transportasi sebesar Rp 10.000.000,-. Total untuk biaya investasi modal tetap budidaya tomat ini sebesar Rp 42.600.000,-. Selain itu, juga terdapat rincian biaya investasi produksi yang berupa komponen input produksi sebesar Rp 2.048.000,-. Adapun biaya penyusutan untuk modal tetap sebesar Rp 1.022.400,- per tahun. Setiap tahun budidaya tomat ini diproyeksikan menghasilkan jumlah produksi yang sama yakni 15.000 kg dan dijual dengan harga Rp 4.000,- per kg sehingga pendapatan yang diterima setiap tahunnya sebesar Rp 60.000.000,-. Biaya operasional yang dikeluarkan setiap tahunnya Rp 38.612.400,-. Dengan demikin diperoleh laba operasi setiap tahun sebesar Rp 21.387.600,-. Pada tabel proyeksi rugi laba dapat diketahui bahwa laba sebelum pajak yang diperoleh pada tahun pertama adalah sebesar Rp 22.932.096,- , pada tahun kedua adalah sebesar Rp 29.766.876,80 , tahun ketiga adalah sebesar Rp 26.600.505,60. Tahun keempat laba sebelum pajak sebesar Rp 24.862.870,40 dan pada tahun kelima sebesar Rp 23.125.235,20. Laba yang didapat kemudian akan dipotong pajak

36

sebesar 20% sehingga akan didapat laba bersih yang setiap tahunnya yaitu pada tahun pertama sebesar Rp. 18.345.676,80 tahun kedua sebesar Rp 23.813.501,40 dan tahun ketiga sebesar Rp 21.280.404,50. Pada tahun ke empat dan kelima laba bersih yang diperoleh masing masing sebesar Rp 19.890.296,30. Dalam aspek finansial ini tidak terlalu diperhitungkan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Net B/C Ratio karena pendanaan dan aliran kas tidak mengalami kekurangan atau tidak mengalami kerugian sehingga usaha budidaya tanaman tomat ini masih layak untuk dijalankan.

BAB VI. ASPEK LINGKUNGAN

37

Aspek lingkungan ini untuk mengetahui bagaimana dampak usaha agribisnis terhadap lingkungan dan seberapa besar kontribusinya terhadap keselamatan kerja. Lingkungan merupakan aspek yang penting dalam suatu usaha yang akan didirikan. Usaha budidaya tomat ini didirikan di tempat yang memenuhi untuk sebagian besar persyaratan tumbuh. Dari usaha ini diharapakan dampak yang baik bagi lingkungan sekitar tempat budidaya usaha ini. Lokasi yang dipilih haruslah tanah yang subur, porus dan gembur. Usaha ini juga harus mempunyai tempat yang nyaman sehinngga akan berpengaruh terhadap tempat usaha budidaya ini. Lingkungan yang terdapat di sini adalah lingkungan yang cukup kondusif serta dekat dengan pasar. Dari usaha ini ternyata memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan karena menerapkan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan dimana tidak menggunakan input berbahan kimia. Limbah yang dihasilkan pun cukup minimum karena sebagian besar merupakan limbah organik yang dapat digunakan kembali atau diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik. Limbah yang dihasilkan tidak dibuang begitu saja di sekitar warga tetapi limbahnya dibuang di tempat yang sudah disediakan tanpa harus merugikan masyarakat sekitar. Dengan kata lain, usaha ini memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap upaya keselamatan lingkungan.

BAB VII. ASPEK EKSTERNAL INDUSTRI 37

38

Aspek ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan luar perusahaan yang paling dekat akan mempengaruhi agribisnis yang akan dijalankan. Adanya persaingan sesama perusahaan didalam usaha ini mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi pelaksanaan usaha ini tetapi dapat di antisipasi oleh orang-orang dalam perusahaan untuk tetap meningkatkan nilai usahanya agar tetap berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Disamping itu ancaman pendatang baru yang ingin bersaing dengan perusahaan ini sering mempunyai akibat yang tidak begitu besar tetapi perusahaan ini dapat mengantisipasi hal-hal yang mempunyai pengaruh luar perusahaan yang kadang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

BAB VIII. ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK 38

39

Pertanian tomat memberikan pengaruh pada kondisi ekonomi, sosial budaya masyarakat sekitar, serta politik. Di bidang ekonomi, usaha ini secara tidak langsung memberikan kontribusi perekonomian nasional dengan meningkatnya angka disribusi nilai tambah, nilai investasi tenaga kerja, dan keuntungan ekonomi nasional. Serta adapun dukungan dari pemerintah untuk terus meningkatkan usaha di sekor pertanian guna mengatasi krisis pangan yang berdampak pada kelaparan. Di bidang sosial, kami melakukan kerjasama dalam bentuk kemitraan. Kemitraan tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok: a.Mitra Tani Tetap, yaitu sekumpulan petani yang tergabung secararesmi pada kelompok tani yang berjumlah 20 orang, yang menjadi pemasok tetap dan terikat. b.Mitra Tani Lepas, yaitu sekumpulan petani diluar anggota kelompok tani yang secara regular memasok sayurannya, tanpa diberikan bantuan dan fasilitas dalam hal budidayanya. Sedangkan di bidang politik, dengan adanya kerjasama kemitraan yang dilakukan dengan masyarakat, pertanian tomat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat , yaitu dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.

39

40

BAB IX. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagi berikut:
1. Ditinjau dari berbagai aspek studi kelayakan, usaha budidaya

tanaman tomat layak untuk diusahakan dan dikembangkan


2. Peluang untuk investasi di dalam budidaya tomat masih cukup

terbuka karena permintaan terhadap tomat organik dari tahun ke tahun terus meningkat. Segmentasi pasar tidak hanya konsumen rumah tangga tetapi juga pasar swalayan maupun industri.
3. Usaha budidaya tomat secara tidak langsung memberikan kontribusi

perekonomian nasional dengan meningkatnya angka disribusi nilai tambah, nilai investasi tenaga kerja, dan keuntungan ekonomi nasional.
4. Usaha

budidaya

tomat

memberikan yaitu

dampak dengan

positif

terhadap

perekonomian

masyarakat,

meningkatnya

pendapatan masyarakat.
5. Usaha budidaya tomat cukup menguntungkan karena laba bersih

yang diperoleh dari usaha ini rata-rata Rp 20.832.469,75,B. Saran

Sebaiknya pemerintah, lembaga keuangan dan investor baik lokal maupun asing lebih menaruh perhatiannya terhadap investasiinvestasi di bidang pertanian.

DAFTAR PUSTAKA 40

41

Achmad. 2004. Studi Kelayakan Bisnis, Edisi 3. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Anonima. 2009. Aspek-aspek Diperhatikan Dalam Studi Kelayakan Bisnis. http://www.bisnis.go.id. Diakses pada tanggal 8 Juni 2010, 13.00 WIB. _______b, 2011. Studi Kelayakan Bisnis. .www.wikipedia.com.Diakses tanggal 11 juni 2011 pukul 21.00 WIB _______c, 2011. Studi Kelayakan Bisnis. .www.wikipedia.com.Diakses tanggal 11 juni 2011 pukul 21.00 WIB _______d, 2011. Studi Kelayakan Bisnis. .www.wikipedia.com.Diakses tanggal 11 juni 2011 pukul 21.00 WIB _______e, 2010. Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis. .www.wordpress.com. Diakses tanggal 11 Juni 2011 pukul 21.00 WIB Cahyono, B. 2008. Tomat: Usaha Tani dan Penanganan Pascapanen. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Gitingger, D. 2008. Perencanaan dan Analisa Proyek. Edisi ke- 2. Universitas Indonesia. Jakarta. Halim, Abdul. 2003. Analisis Investasi. Salemba Empat. Jakarta. Ibrahim, Y. 2003. Studi Kelayakan Bisnis Edisi Revisi. Rineka Cipta. Jakarta. Kamaludin. 2004. Studi Kelayakan Bisnis. Malang: Dioma. Kotler, P. 1997, Manajemen Pemasaran (Terjemahan) Jilid I, PT. Prehallindo, Jakarta Porter. 1991. Hal-hal yang diperhatikan dalam Melakukan Segmentasi Pasar. Jurnalsdm.blogspot.com. Diakses Pada tanggal 21 November 2010 Pride & Ferrel. 1995. Hal-hal yang diperhatikan dalam Melakukan Segmentasi Pasar. jurnal-sdm.blogspot.com. Diakses Pada tanggal 21 November 2010 Rizky, 2011. Studi Kelayakan Bisnis. .www.wikipedia.com.Diakses tanggal 11 Juni 2011 pukul 21.00 WIB Stanton, W.J. 1978. Fundamentals of Marketing, 5th Ed. McGraw-Hill Book Company. Tokyo: Kogakusha. Wiryanta, B. T. W. 2008. Budidaya Tomat cet. ke-8. Agomedia Pustaka. Jakarta Tim Penulis Penebar Swadaya. 2007. Budidaya Tomat Secara Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.