Anda di halaman 1dari 154

SEJARAH TURUNNYA DAN TUJUAN AL-QUR'AN DITURUNKAN.

Agama Islam, agama yang kita anuti dan dianut oleh ratusan juta kaum Muslim di seluruh dunia, merupakan penyuluh kehidupan yang menjamin kebahagiaan hidup pemeluknya di dunia dan di akhirat kelak. Ia mempunyai satu sendi utama yang asas: berfungsi memberi petunjuk ke jalan yang sebaik-baiknya. Allah berfirman, Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk menuju jalan yang sebaik-baiknya

ini memberi petunjuk menuju jalan yang sebaik-baiknya Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang

Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang amat betul (ugama Islam), dan memberikan berita yang mengembirakan orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka beroleh pahala yang besar.

(QS, Surah Al-Isra‟ ayat 9).

Al-Quran memberikan petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariah, dan akhlak, dengan jalan meletakkan dasar-dasar prinsip mengenai persoalan-persoalan tersebut; dan Allah SWT menugaskan Rasul saw, untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar-dasar itu: Kami telah turunkan kepadamu Al-Dzikr (Al- Quran) untuk kamu terangkan kepada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir

apa-apa yang diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir (Kami utuskan Rasul-rasul itu) membawa keterangan-keterangan

(Kami utuskan Rasul-rasul itu) membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata (yang membuktikan kebenaran mereka) dan Kitab-kitab Suci (yang menjadi panduan); dan kami pula turunkan kepadamu (wahai Muhammad) Al-Quran yang memberi peringatan, supaya engkau menerangkan kepada umat manusia akan apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka memikirkannya.

(QS Surah An-Nahl ayat 44).

Disamping keterangan yang diberikan oleh Rasulullah saw., Allah memerintahkan pula kepada umat manusia seluruhnya agar memperhatikan dan mempelajari Al- Quran: Tidaklah mereka memperhatikan isi Al-Quran, bahkan ataukah hati mereka tertutup

(Setelah diterangkan yang demikian) maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Quran?

(Setelah diterangkan yang demikian) maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Quran? Atau telah ada di atas hati mereka kunci penutup (yang menghalangnya daripada menerima ajaran Al-Quran)?

(QS Surah Muhammad ayat 24).

Mempelajari Al-Quran adalah kewajiban. Berikut ini beberapa prinsip dasar untuk memahaminya, khusus dari segi hubungan Al-Quran dengan ilmu pengetahuan. Atau, dengan kata lain, mengenai "memahami Al-Quran dalam Hubungannya dengan Ilmu Pengetahuan."( Persoalan ini sangat penting, terutama pada masa- masa sekarang ini, dimana perkembangan ilmu pengetahuan demikian pesat dan meliputi seluruh aspek kehidupan.

Kekaburan mengenai hal ini dapat menimbulkan ekses-ekses yang mempengaruhi perkembangan pemikiran kita dewasa ini dan generasi-generasi yang akan datang. Dalam bukunya, Science and the Modern World, A.N. Whitehead menulis: "Bila kita menyedari betapa pentingnya agama bagi manusia dan betapa pentingnya ilmu pengetahuan, maka tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa sejarah kita yang akan datang bergantung pada putusan generasi sekarang mengenai hubungan antara

keduanya."6

Tulisan Whithead ini berdasarkan apa yang terjadi di Eropah pada abad ke-18, yang ketika itu, gereja/pendeta dan para ilmuwan, tidak dapat mencapai kata sepakat tentang hubungan antara Kitab Suci dan ilmu pengetahuan; tetapi agama yang dimaksudkannya dapat mencakup segenap keyakinan yang dianuti oleh manusia.

Demikian pula halnya bagi umat Islam, pengertian kita terhadap hubungan antara Al- Quran dan ilmu pengetahuan sebenarnya memberi pengaruh yang besar terhadap perkembangan agama dan sejarah perkembangan manusia pada generasi-generasi yang akan datang.

Period Turunnya Al-Quran

Al-Quran Al-Karim yang terdiri dari 114 surah dan susunannya ditentukan oleh Allah SWT. dengan cara tawqifi, tidak menggunakan metode sebagaimana metode- metode penyusunan buku-buku ilmiah. Buku-buku ilmiah yang membahas satu masalah, selalu menggunakan satu metode tertentu dan dibagi dalam bab-bab dan pasal-pasal. Metode ini tidak terdapat di dalam Al-Quran Al-Karim, yang di dalamnya banyak persoalan induk silih-berganti diterangkan.

Persoalan akidah terkadang bergandingan dengan persoalan hukum dan kritik; sejarah umat-umat yang lalu disatukan dengan nasihat, ultimatum, dorongan atau

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

3

|

tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta. Terkadang pula, ada suatu persoalan atau hukum yang sedang diterangkan tiba-tiba timbul persoalan lain yang pada pandangan pertama tidak ada hubungan antara satu dengan yang lainnya. Misalnya, apa yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 216-221,

yang lainnya. Misalnya, apa yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 216-221, T A L I B
216. Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci;

216. Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.

217. Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) berperang dalam bulan yang dihormati; katakanlah: "Peperangan dalam bulan itu adalah berdosa besar, tetapi perbuatan menghalangi (orang-orang Islam) dari jalan Allah dan perbuatan kufur kepadaNya, dan juga perbuatan menyekat (orang-orang Islam)

ke Masjid Al-Haraam (di Makkah), serta mengusir penduduknya dari situ, (semuanya itu) adalah lebih besar lagi dosanya di sisi Allah. Dan (ingatlah), angkara fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan (semasa perang dalam bulan yang dihormati). Dan mereka (orang-orang kafir itu) sentiasa memerangi kamu hingga mereka (mahu) memalingkan kamu dari ugama kamu kalau mereka sanggup (melakukan yang demikian); dan sesiapa di antara kamu yang murtad (berpaling tadah) dari ugamanya (ugama Islam), lalu ia mati sedang ia tetap kafir, maka orang- orang yang demikian, rosak binasalah amal usahanya (yang baik) di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah ahli neraka, kekal mereka di dalamnya (selama-lamanya).

218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah serta berjuang pada jalan Allah (untuk menegakkan ugama Islam), mereka itulah orang- orang yang mengharapkan rahmat Allah. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

219. Mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) mengenai arak dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya ada dosa besar dan ada pula beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya dan mereka bertanya pula kepadamu: Apakah yang mereka akan belanjakan (dermakan)? Katakanlah: "Dermakanlah - apa-apa) yang berlebih dari keperluan (kamu). Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (keterangan- keterangan hukumNya) supaya kamu berfikir:

220. Mengenai (urusan-urusan kamu) di dunia dan di akhirat dan mereka bertanya lagi kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (masalah) anak-anak yatim. Katakanlah:

"Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amatlah baiknya", dan jika kamu bercampur gaul dengan mereka (maka tidak ada salahnya) kerana mereka itu ialah saudara-saudara kamu (yang seugama); dan Allah mengetahui akan orang yang merosakkan (harta benda mereka) daripada orang yang hendak memperbaikinya. Dan jika Allah menghendaki tentulah Ia memberatkan kamu (dengan mengharamkan bercampur gaul dengan mereka). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

221. Dan janganlah kamu berkahwin dengan perempuan-perempuan kafir musyrik sebelum mereka beriman (memeluk ugama Islam); dan sesungguhnya seorang hamba perempuan yang beriman itu lebih baik daripada perempuan kafir musyrik sekalipun keadaannya menarik hati kamu. Dan janganlah kamu (kahwinkan perempuan-perempuan Islam) dengan lelaki-lelaki kafir musyrik sebelum mereka beriman (memeluk ugama Islam) dan sesungguhnya seorang hamba lelaki yang beriman lebih baik daripada seorang lelaki musyrik, sekalipun keadaannya menarik hati kamu. (Yang demikian ialah kerana orang-orang kafir itu mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke Syurga dan memberi keampunan dengan izinNya. Dan Allah menjelaskan ayat-ayatNya (keterangan-keterangan hukumNya) kepada umat manusia, supaya mereka dapat mengambil pelajaran (daripadanya).

(QS : Surah Al-Baqarah ayat 216-221)

yang mengatur hukum perang dalam asyhur al-hurum berurutan dengan hukum minuman keras, perjudian, persoalan anak yatim, dan perkawinan dengan orang- orang musyrik.

Yang demikian itu dimaksudkan agar memberikan kesan bahwa ajaran-ajaran Al- Quran dan hukum-hukum yang tercakup didalamnya merupakan satu kesatuan yang harus ditaati oleh penganut-penganutnya secara keseluruhan tanpa ada pemisahan antara satu dengan yang lainnya. Dalam menerangkan masalah-masalah filsafat dan metafisika, Al-Quran tidak menggunakan istilah filsafat dan logika. Juga dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Yang demikian ini membuktikan bahwa Al-Quran tidak dapat dipersamakan dengan kitab-kitab yang dikenal manusia.

Tujuan Al-Quran juga berbeza dengan tujuan kitab-kitab ilmiah. Untuk memahaminya, terlebih dahulu harus diketahui periode turunnya Al-Quran. Dengan mengetahui periode-periode tersebut, tujuan-tujuan Al-Quran akan lebih jelas.

Para ulama 'Ulum Al-Quran membahagi sejarah turunnya Al-Quran dalam dua periode: (1) Periode sebelum hijrah; dan (2) Periode sesudah hijrah. Ayat-ayat yang turun pada periode pertama dinamai ayat-ayat Makkiyyah, dan ayat-ayat yang turun pada periode kedua dinamai ayat-ayat Madaniyyah. Tetapi, di sini, akan dibahagi sejarah turunnya Al-Quran dalam tiga periode, meskipun pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembahagian tersebut adalah kumpulan dari ayat-ayat Makkiyah, dan periode ketiga adalah ayat-ayat Madaniyyah. Pembagian demikian untuk lebih menjelaskan tujuan-tujuan pokok Al-Quran.

Period Pertama

Diketahui bahwa Muhammad saw., pada awal turunnya wahyu pertama (iqra'), belum dilantik menjadi Rasul. Dengan wahyu pertama itu, beliau baru merupakan seorang nabi yang tidak ditugaskan untuk menyampaikan apa yang diterima. Baru setelah turun wahyu kedualah beliau ditugaskan untuk menyampaikan wahyu-wahyu yang diterimanya, dengan adanya firman Allah: "Wahai yang berselimut, bangkit dan berilah peringatan" (QS 74:1-2).

berselimut, bangkit dan berilah peringatan" (QS 74:1-2). 1. Wahai orang yang berselimut! 2. Bangunlah serta berilah

1. Wahai orang yang berselimut!

2. Bangunlah serta berilah peringatan dan amaran (kepada umat manusia).

(QS:Surat Al-Muddaththir ayat 1-2)

Kemudian, setelah itu, kandungan wahyu Ilahi berkisar dalam tiga hal. Pertama, pendidikan bagi Rasulullah saw., dalam membentuk kepribadiannya. Perhatikan

firman-Nya: Wahai orang yang berselimut, bangunlah dan sampaikanlah. Dan Tuhanmu agungkanlah. Bersihkanlah pakaianmu. Tinggalkanlah kotoran (syirik). Janganlah memberikan sesuatu dengan mengharap menerima lebih banyak darinya, dan sabarlah engkau melaksanakan perintah-perintah Tuhanmu (QS 74:1-7).

engkau melaksanakan perintah-perintah Tuhanmu (QS 74:1-7). 1. Wahai orang yang berselimut! 2. Bangunlah serta berilah

1. Wahai orang yang berselimut!

2. Bangunlah serta berilah peringatan dan amaran (kepada umat manusia).

3. Dan Tuhanmu, maka ucaplah dan ingatlah kebesaranNya!

4. Dan pakaianmu, maka hendaklah engkau bersihkan.

5. Dan segala kejahatan, maka hendaklah engkau jauhi.

6. Dan janganlah engkau memberi (sesuatu, dengan tujuan hendak) mendapat lebih banyak daripadanya.

7. Dan bagi (menjalankan perintah) Tuhanmu, maka hendaklah engkau bersabar (terhadap tentangan musuh)!

Dalam wahyu ketiga terdapat pula bimbingan untuknya: Wahai orang yang berselimut, bangkitlah, shalatlah di malam hari kecuali sedikit darinya, yaitu separuh malam, kuranq sedikit dari itu atau lebih, dan bacalah Al-Quran dengan tartil (QS

73:1-4).

sedikit dari itu atau lebih, dan bacalah Al-Quran dengan tartil (QS 73:1-4). T A L I
sedikit dari itu atau lebih, dan bacalah Al-Quran dengan tartil (QS 73:1-4). T A L I
sedikit dari itu atau lebih, dan bacalah Al-Quran dengan tartil (QS 73:1-4). T A L I
1. Wahai orang yang berselimut!. 2. Bangunlah sembahyang Tahajjud pada waktu malam, selain dari sedikit

1. Wahai orang yang berselimut!.

2. Bangunlah sembahyang Tahajjud pada waktu malam, selain dari sedikit masa (yang tak dapat tidak untuk berehat),

3. Iaitu separuh dari waktu malam, atau kurangkan sedikit dari separuh itu,

4. Ataupun lebihkan (sedikit) daripadanya; dan bacalah Al-Quran dengan "Tartil(perlahan).

(QS: Surah Al-Muzammil ayat 1-4)

Perintah ini disebabkan kerana Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu wahyu yang sangat berat (QS 73:5).

akan menurunkan kepadamu wahyu yang sangat berat (QS 73:5). (Sayugialah engkau dan pengikut-pengikutmu membiasakan diri

(Sayugialah engkau dan pengikut-pengikutmu membiasakan diri masing-masing dengan ibadat yang berat kepada hawa nafsu, kerana) sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu wahyu (Al-Quran yang mengandungi perintah-perintah) yang berat (kepada orang-orang yang tidak bersedia menyempurnakannya).

Ada lagi ayat-ayat lain, umpamanya: Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat. Rendahkanlah dirimu, janganlah bersifat sombong kepada orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Apabila mereka (keluargamu) enggan mengikutimu, katakanlah: aku berlepas dari apa yang kalian kerjakan (QS 26:214-

216).

aku berlepas dari apa yang kalian kerjakan (QS 26:214- 216). 214. Dan berilah peringatan serta amaran
aku berlepas dari apa yang kalian kerjakan (QS 26:214- 216). 214. Dan berilah peringatan serta amaran
aku berlepas dari apa yang kalian kerjakan (QS 26:214- 216). 214. Dan berilah peringatan serta amaran

214. Dan berilah peringatan serta amaran kepada kaum kerabatmu yang dekat.

215. Dan hendaklah engkau merendah diri kepada pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman.

216. Kemudian jika mereka berlaku ingkar kepadamu, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu lakukan!"

Demikian ayat-ayat yang merupakan bimbingan bagi beliau demi kejayaan dakwah.

Kedua, pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai sifat dan af'al Allah, misalnya surah Al-A'la (surah ketujuh yang diturunkan) atau surah Al-Ikhlash, yang menurut hadis Rasulullah "sebanding dengan sepertiga Al-Quran", karena yang mengetahuinya dengan sebenarnya akan mengetahui pula persoalan-persoalan tauhid dan tanzih (penyucian) Allah SWT.

Ketiga, keterangan mengenai dasar-dasar akhlak Islamiah, serta bantahan-bantahan secara umum mengenai pandangan hidup masyarakat jahiliah ketika itu. Ini dapat dibaca, misalnya, dalam surah Al-Takatsur, satu surah yang mengecam mereka yang berlumba-lumba mengumpulkan harta; dan surah Al-Ma'un yang menerangkan kewajiban terhadap fakir miskin dan anak yatim serta pandangan agama mengenai hidup bergotong-royong.

Period ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi di kalangan masyarakat Arab ketika itu. Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal pokok:

Segolongan kecil dari mereka menerima dengan baik ajaran-ajaran Al-Quran.

Sebagian besar dari masyarakat tersebut menolak ajaran Al-Quran, karena kebodohan mereka (QS 21:24),

menolak ajaran Al-Quran, karena kebodohan mereka (QS 21:24), Patutkah mereka menyembah tuhan-tuhan yang lain dari Allah?

Patutkah mereka menyembah tuhan-tuhan yang lain dari Allah? Katakanlah (wahai Muhammad): "Bawalah keterangan dan bukti kamu; kandungan Al-Quran ini menjadi peringatan dan bukti tauhid umatku, juga peringatan dan bukti tauhid umat-umat yang dahulu daripadaku". (Kaum musyrik tidak mempunyai sebarang keterangan) bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, dengan sebab itulah maka mereka berpaling ingkar.

keteguhan mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang (QS

43:22),

mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang (QS 43:22), T A L I B R

(Tidak ada sebarang bukti bagi mereka) bahkan mereka (hanyalah) berkata:

Sesungguhnya kami telah mendapati datuk nenek kami menurut satu jalan ugama, dan sesungguhnya kami beroleh petunjuk menurut jejak mereka sahaja".

dan atau kerana adanya maksud-maksud tertentu dari satu golongan seperti yang digambarkan oleh Abu Sufyan: "Kalau sekiranya Bani Hasyim memperoleh kemuliaan nubuwwah, kemuliaan apa lagi yang tinggal untuk kami."

Dakwah Al-Quran mulai melebar melampaui perbatasan Makkah menuju daerah- daerah sekitarnya.

Period Kedua

Periode kedua dari sejarah turunnya Al-Quran berlangsung selama 8-9 tahun, dimana terjadi pertarungan hebat antara gerakan Islam dan jahiliah. Gerakan oposisi terhadap Islam menggunakan segala cara dan sistem untuk menghalangi kemajuan dakwah Islamiah.

Dimulai dari fitnah, intimidasi dan penganiayaan, yang mengakibatkan para penganut ajaran Al-Quran ketika itu terpaksa berhijrah ke Habsyah dan para sahabat akhirnya mereka semua --termasuk Rasulullah saw.-- berhijrah ke Madinah.

Pada masa tersebut, ayat-ayat Al-Quran, di satu pihak, silih berganti turun menerangkan kewajiban-kewajiban prinsip penganutnya sesuai dengan keadaan dakwah ketika itu, seperti: Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu (agama) dengan hikmah dan tuntunan yang baik, serta bantahlah mereka dengan cara yang sebaik- baiknya (QS 16:125).

mereka dengan cara yang sebaik- baiknya (QS 16:125). (Mereka dibiarkan menuduh dengan yang demikian) supaya

(Mereka dibiarkan menuduh dengan yang demikian) supaya mereka memikul dosa- dosa mereka dengan sepenuhnya pada hari kiamat, dan juga memikul sebahagian dari dosa orang-orang yang mereka sesatkan dengan tidak berdasarkan pengetahuan yang benar; sesungguhnya amatlah buruknya dosa-dosa yang mereka lakukan itu.

(QS : Surah An-Nahl ayat

16)

Dan, di lain pihak, ayat-ayat kecaman dan ancaman yang pedas terus mengalir kepada kaum musyrik yang berpaling dari kebenaran, seperti: Bila mereka berpaling maka katakanlah wahai Muhammad: "Aku pertakuti kamu sekalian dengan siksaan, seperti siksaan yang menimpa kaum 'Ad dan Tsamud" (QS 41:13).

Oleh itu, kalau mereka (yang musyrik) berpaling (daripada mengesakan Allah dan menurut jalan yang lurus),

Oleh itu, kalau mereka (yang musyrik) berpaling (daripada mengesakan Allah dan menurut jalan yang lurus), maka katakanlah (wahai Muhammad): "Aku memberi amaran kepada kamu dengan (azab yang dahsyat, iaitu) petir, seperti petir yang telah menyambar kaum Aad dan kaum Thamud!"

(QS : Surah Fussilat ayat 13)

Selain itu, turun juga ayat-ayat yang mengandungi argumentasi-argumentasi mengenai keesaan Tuhan dan kepastian hari kiamat berdasarkan tanda-tanda yang dapat mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti: Manusia memberikan perumpamaan bagi kami dan lupa akan kejadiannya, mereka berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-tulang yang telah lapuk dan hancur?" Katakanlah, wahai Muhammad: "Yang menghidupkannya ialah Tuhan yang menjadikan ia pada mulanya, dan yang Maha Mengetahui semua kejadian. Dia yang menjadikan untukmu, wahai manusia, api dari kayu yang hijau (basah) lalu dengannya kamu sekalian membakar." Tidaklah yang menciptakan langit dan bumi sanggup untuk menciptakan yang serupa itu? Sesungguhnya Ia Maha Pencipta dan Maha Mengetahui. Sesungguhnya bila Allah menghendaki sesuatu Ia hanya memerintahkan: "Jadilah!"Maka jadilah ia (QS 36:78-82).

Ia hanya memerintahkan: "Jadilah!"Maka jadilah ia (QS 36:78-82). T A L I B R A M
Ia hanya memerintahkan: "Jadilah!"Maka jadilah ia (QS 36:78-82). T A L I B R A M
Ia hanya memerintahkan: "Jadilah!"Maka jadilah ia (QS 36:78-82). T A L I B R A M
Ia hanya memerintahkan: "Jadilah!"Maka jadilah ia (QS 36:78-82). T A L I B R A M
78. Serta ia mengemukakan satu misal perbandingan kepada Kami (tentang kekuasaan itu), dan ia pula

78. Serta ia mengemukakan satu misal perbandingan kepada Kami (tentang kekuasaan itu), dan ia pula lupakan keadaan Kami menciptakannya sambil ia bertanya:

"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur seperti debu?"

79. Katakanlah: "Tulang-tulang yang hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang telah menciptakannya pada awal mula wujudnya; dan Ia Maha Mengetahui akan segala keadaan makhluk-makhluk (yang diciptakanNya);

80. "Tuhan yang telah menjadikan api (boleh didapati) dari pohon-pohon yang hijau basah untuk kegunaan kamu, maka kamu pun selalu menyalakan api dari pohon- pohon itu".

81. Tidakkah diakui dan tidakkah dipercayai bahawa Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi (yang demikian besarnya) - berkuasa menciptakan semula manusia sebagaimana Ia menciptakan mereka dahulu? Ya! Diakui dan dipercayai berkuasa! Dan Dia lah Pencipta yang tidak ada bandinganNya, lagi Yang Maha Mengetahui.

82. Sesungguhnya keadaan kekuasaanNya apabila Ia menghendaki adanya sesuatu, hanyalah Ia berfirman kepada (hakikat) benda itu: " Jadilah engkau! ". Maka ia terus menjadi.

(QS : Surah Yassin ayat 78-82)

Ayat ini merupakan salah satu argumentasi terkuat dalam membuktikan kepastian hari kiamat. Dalam hal ini, Al-Kindi berkata: "Siapakah di antara manusia dan filsafat yang sanggup mengumpulkan dalam satu susunan kata-kata sebanyak huruf ayat- ayat tersebut, sebagaimana yang telah disimpulkan Tuhan kepada Rasul-Nya saw., dimana diterangkan bahawa tulang-tulang dapat hidup setelah menjadi lapuk dan hancur; bahwa qudrah-Nya menciptakan seperti langit dan bumi; dan bahawa sesuatu dapat mewujud dari sesuatu yang berlawanan dengannya." 7

Disini terbukti bahawa ayat-ayat Al-Quran telah menghalang fahaman jahiliah dari segala segi sehingga mereka tidak lagi mempunyai erti dan kedudukan dalam rasio dan alam fikiran sihat.

Period Ketiga

Selama masa period ketiga ini, dakwah Al-Quran telah dapat mewujudkan suatu prestasi besar kerana penganut-penganutnya telah dapat hidup bebas melaksanakan ajaran-ajaran agama di Yatsrib (yang kemudian diberi nama Al- Madinah Al-Munawwarah). Period ini berlangsung selama sepuluh tahun, di mana timbul bermacam-macam peristiwa, masalah dan persoalan, seperti: Prinsip-prinsip apakah yang diterapkan dalam masyarakat demi mencapai kebahagiaan? Bagaimanakah sikap terhadap orang-orang munafik, Ahl Al-Kitab, orang-orang kafir

dan lain-lain, yang semua itu diterangkan Al-Quran dengan cara yang berbeza- beza?

Dengan satu susunan kata-kata yang membangkitkan semangat seperti berikut ini, Al-Quran menyarankan: Tidakkah sepatutnya kamu sekalian memerangi golongan yang mengingkari janjinya dan hendak mengusir Rasul, sedangkan merekalah yang memulai peperangan. Apakah kamu takut kepada mereka? Sesungguhnya Allah lebih berhak untuk ditakuti jika kamu sekalian benar-benar orang yang beriman. Perangilah! Allah akan menyeksa mereka dengan perantaraan kamu sekalian serta menghina-rendahkan mereka; dan Allah akan menerangkan kamu semua serta memuaskan hati segolongan orang-orang beriman (QS 9:13-14).

memuaskan hati segolongan orang-orang beriman (QS 9:13-14). 13. Mengapa kamu tidak memerangi suatu kaum yang telah
memuaskan hati segolongan orang-orang beriman (QS 9:13-14). 13. Mengapa kamu tidak memerangi suatu kaum yang telah

13. Mengapa kamu tidak memerangi suatu kaum yang telah mencabuli sumpah janjinya, dan mereka pula telah berazam hendak mengusir Rasulullah, dan merekalah juga yang mula-mula memerangi kamu? Tidak patut kamu takut kepada mereka (sehingga kamu tidak mahu memeranginya) kerana Allah jualah yang berhak kamu takuti (melanggar perintahNya), jika betul kamu orang-orang yang beriman?

14. Perangilah mereka, nescaya Allah akan menyeksa mereka dengan (perantaraan) tangan kamu,dan Allah akan menghinakan mereka serta menolong kamu menewaskan mereka, dan Ia akan memuaskan hati orang-orang yang beriman.

(QS : Surah At-Tawbah ayat 13-14)

Adakalanya pula merupakan perintah-perintah yang tegas disertai dengan konsiderannya, seperti: Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya minuman keras, perjudian, berhala-berhala, bertenung nasib adalah perbuatan keji dari perbuatan syaitan. Oleh karena itu hindarilah semua itu agar kamu sekalian mendapat kemenangan. Sesungguhnya syaitan tiada lain yang diinginkan kecuali

menanamkan permusuhan dan kebencian diantara kamu disebabkan oleh minuman keras dan perjudian tersebut, serta memalingkan kamu dari dzikrullah dan sembahyang, maka kerananya hentikanlah pekerjaan-pekerjaan tersebut (QS 5:90-

91).

hentikanlah pekerjaan-pekerjaan tersebut (QS 5:90- 91). 90. Wahai orang-orang yang beriman! Bahawa sesungguhnya

90. Wahai orang-orang yang beriman! Bahawa sesungguhnya arak, dan judi, dan pemujaan berhala, dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah, adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya.

91. Sesungguhnya Syaitan itu hanyalah bermaksud mahu menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan sebab arak dan judi, dan mahu memalingkan kamu daripada mengingati Allah dan daripada mengerjakan sembahyang. Oleh itu, mahukah kamu berhenti (daripada melakukan perkara-perkara yang keji dan kotor itu atau kamu masih berdegil)?

(QS : Surah Al-Maidah ayat 90-91)

Disamping itu, secara silih-berganti, terdapat juga ayat yang menerangkan akhlak dan suluk yang harus diikuti oleh setiap Muslim dalam kehidupannya sehari-hari, seperti: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki satu rumah selain rumahmu kecuali setelah minta izin dan mengucapkan salam kepada penghuninya. Demikian ini lebih baik bagimu. Semoga kamu sekalian mendapat peringatan (QS 24:27).

ini lebih baik bagimu. Semoga kamu sekalian mendapat peringatan (QS 24:27). T A L I B

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masuk ke dalam mana-mana rumah yang bukan rumah kamu, sehingga kamu lebih dahulu meminta izin serta memberi salam kepada penduduknya; yang demikian adalah lebih baik bagi kamu, supaya kamu beringat (mematuhi cara dan peraturan yang sopan itu).

(QS : Surah An-Nur ayat 27)

Semua ayat ini memberikan bimbingan kepada kaum Muslimin menuju jalan yang diredhai Allah disamping mendorong mereka untuk berjihad di jalan Allah, sambil memberikan didikan akhlak dan suluk yang sesuai dengan keadaan mereka dalam bermacam-macam situasi (kalah, menang, bahagia, sengsara, aman dan takut). Dalam perang Uhud misalnya, di mana kaum Muslim menderita tujuh puluh orang hafazan dibunuh, turunlah ayat-ayat penenang yang berbunyi: Janganlah kamu sekalian merasa lemah atau berduka cita. Kamu adalah orang-orang yang tinggi (menang) selama kamu sekalian beriman. Jika kamu mendapat luka, maka golongan mereka juga mendapat luka serupa. Demikianlah hari-hari kemenangan Kami perganti-gantikan di antara manusia, supaya Allah membuktikan orang-orang beriman dan agar Allah mengangkat dari mereka syuhada, sesungguhnya Allah tiada mengasihi orang-orang yang menganiaya (QS 3:139-140).

tiada mengasihi orang-orang yang menganiaya (QS 3:139-140). 139. Dan janganlah kamu merasa lemah (dalam perjuangan

139. Dan janganlah kamu merasa lemah (dalam perjuangan mempertahan dan menegakkan Islam), dan janganlah kamu berdukacita (terhadap apa yang akan menimpa kamu), padahal kamulah orang-orang yang tertinggi (mengatasi musuh dengan mencapai kemenangan) jika kamu orang-orang yang (sungguh-sungguh) beriman. 140. Jika kamu (dalam peperangan Uhud) mendapat luka (tercedera), maka sesungguhnya kaum (musyrik yang mencerobohi kamu) itu telah (tercedera juga dan) mendaapat luka yang sama (dalam peperangan Badar). Dan demikian itulah keadaan hari-hari (dunia ini dengan peristiwa-peristiwa kemenangan atau kekalahan), kami gilirkan dia antara sesama manusia, (supaya menjadi pengajaran) dan supaya nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang tetap beriman (dan yang sebaliknya), dan juga supaya Allah menjadikan sebahagian di antara kamu orang-orang yang mati Syahid. Dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada orang- orang yang zalim.

( QS : Surah Al-Imran ayat 139-140)

Selain ayat-ayat yang turun mengajak berdialog dengan orang-orang Mukmin, banyak juga ayat yang ditujukan kepada orang-orang munafik, Ahli Kitab dan orang- orang musyrik. Ayat-ayat tersebut mengajak mereka ke jalan yang benar, sesuai

dengan sikap mereka terhadap dakwah. Salah satu ayat yang ditujukan kepada ahli Kitab ialah: Katakanlah (Muhammad): "Wahai ahli kitab (golongan Yahudi dan Nasrani), marilah kita menuju ke satu kata sepakat diantara kita yaitu kita tidak menyembah kecuali Allah; tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, tidak pula mengangkat sebahagian dari kita tuhan yang bukan Allah." Maka bila mereka berpaling katakanlah: "Saksikanlah bahawa kami adalah orang-orang Muslim" (QS 3:64).

Dakwah menurut Al-Quran

Dan ringkasan sejarah turunnya Al-Quran, tampak bahawa ayat-ayat Al-Quran sejajar dengan pertimbangan dakwah: turun sedikit demi sedikit bergantung pada keperluan dan hajat, hingga mana kala dakwah telah menyeluruh, orang-orang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Ketika itu berakhirlah turunnya ayat- ayat Al-Quran dan datang pulalah penegasan dari Allah SWT: Hari ini telah Kusempurnakan agamamu dan telah Kucukupkan nikmat untukmu serta telah Kuredhai Islam sebagai agamamu (QS 5:3).

untukmu serta telah Kuredhai Islam sebagai agamamu (QS 5:3). Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai (binatang yang

Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai (binatang yang tidak disembelih), dan darah (yang keluar mengalir), dan daging babi (termasuk semuanya), dan binatang-binatang yang disembelih kerana yang lain dari Allah, dan yang mati tercekik, dan yang mati dipukul, dan yang mati jatuh dari tempat yang tinggi, dan yang mati ditanduk, dan yang mati dimakan binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih (sebelum habis nyawanya), dan yang disembelih atas nama berhala;

dan (diharamkan juga) kamu merenung nasib dengan undi batang-batang anak panah. Yang demikian itu adalah perbuatan fasik. Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (daripada memesongkan kamu) dari ugama kamu (setelah mereka melihat perkembangan Islam dan umatnya). Sebab itu janganlah kamu takut dan gentar kepada mereka, sebaliknya hendaklah kamu takut dan gentar kepadaKu. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu ugama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu. Maka sesiapa yang terpaksa kerana kelaparan (memakan benda-benda yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana sesungguhnya Allah maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Huraian di atas menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Quran disesuaikan dengan keadaan masyarakat saat itu. Sejarah yang diungkapkan adalah sejarah bangsa- bangsa yang hidup di sekitar Jazirah Arab. Peristiwa-peristiwa yang dibawakan adalah peristiwa-peristiwa mereka. Adat-istiadat dan ciri-ciri masyarakat yang dikecam adalah yang timbul dan yang terdapat dalam masyarakat tersebut.

Tetapi ini bukan bererti bahawa ajaran-ajaran Al-Quran hanya dapat diterapkan dalam masyarakat yang ditemuinya atau pada waktu itu saja. Kerana yang demikian itu hanya untuk dijadikan argumentasi dakwah. Sejarah umat-umat diungkapkan sebagai pelajaran/peringatan bagaimana perlakuan Tuhan terhadap orang-orang yang mengikuti jejak-jejak mereka.

Sebagai suatu perbandingan, Al-Quran dapat diumpamakan dengan seseorang yang dalam menanamkan ideanya tidak dapat melepaskan diri dari keadaan, situasi atau keadaan masyarakat yang merupakan objek dakwah. Tentu saja metode yang digunakannya harus sesuai dengan keadaan, perkembangan dan tingkat kecerdasan objek tersebut. Demikian pula dalam menanamkan ideanya, cita-cita itu tidak hanya sampai pada batas suatu masyarakat dan masa tertentu; tetapi masih mengharapkan agar ideanya berkembang pada semua tempat sepanjang masa.

Untuk menerapkan ideanya itu, seorang da'i tidak boleh bosan dan putus asa. Dan dalam merealisasikan cita-citanya, ia harus mampu menyatakan dan mengulangi usahanya walaupun dengan cara yang berbeza-beza. Demikian pula ayat-ayat Al- Quran yang mengulangi beberapa kali satu persoalan. Tetapi untuk menghindari terjadinya perasaan bosan, susunan kata-katanya --oleh Allah SWT-- diubah dan dihiasi sehingga menarik pendengarannya. Bukankah argumentasi-argumentasi Al- Quran mengenai soal-soal yang dipaparkan dapat dipergunakan di mana, bila dan bagi sesiapa saja, serta dalam situasi dan keadaan apa pun?

Argumen kosmologis (cosmological argument) -- oleh Immanuel Kant dikatakan sebagai suatu argumen yang sangat dikagumi dan merupakan salah satu dalil terkuat mengenai wujud Pencipta (Prime Cause)-- merupakan salah satu argumentasi Al-Quran untuk maksud tersebut. Bukankah juga penolakan Al-Quran

terhadap syirik (politeisme) meliputi segala macam dan bentuk politeisme yang telah timbul, termasuk yang dianuti oleh orang-orang Arab ketika turunnya Al-Quran?

Dapat diperhatikan pula, bahawa tiada satu filsafat pun yang memaparkan perincian- perinciannya dari A sampai Z dalam bentuk abstrak tanpa memberikan contoh- contoh hidup dalam masyarakat tempat ia muncul atau berkembang. Cara yang demikian ini tidak mungkin akan wujud; kalau ada, maka ia hanya sekadar merupakan teori-teori belaka yang tidak dapat diterapkan dalam suatu masyarakat.

Tidakkah menjadi keharusan satu gerakan yang bersifat universal untuk memulai penyebarannya di forum internasional. Tapi, cara paling tepat adalah menyebarkan ajaran-ajarannya dalam masyarakat tempat timbulnya gerakan itu, dimana penyebar-penyebarnya mengetahui bahasa, tradisi dan adat-istiadat masyarakat tadi. Kemudian, bila telah berhasil menerapkan ajaran-ajarannya dalam suatu masyarakat tertentu, maka masyarakat tersebut dapat dijadikan "pilot project" bagi masyarakat lainnya. Hal ini dapat kita lihat pada Fasisme, Zionisme, Komunisme, Nazisme, dan lain-lain. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk mengatakan bahawa ajaran-ajaran Al-Quran itu khusus untuk masyarakat pada masa diturunkannya saja.

Tujuan Asas Al-Quran diturunkan

Dari sejarah diturunkannya Al-Quran, dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Quran mempunyai tiga tujuan asas:

Petunjuk akidah dan kepercayaan yang harus dianuti oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.

Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.

Petunjuk mengenal syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya. Atau dengan kata lain yang lebih singkat, "Al-Quran adalah petunjuk bagi seluruh manusia ke jalan yang harus ditempuh demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat."

Nota Kaki 6 Whitehead, Science and the Modern World, hal. 180.

7 Lihat 'Abdul Halim Mahmud, Al-Tafsir Al-Falsafiy fi Al-Islam, Dar Al-Kitab Al-Lubnaniy, Beirut, 1982, h. 73-74.

Sejarah Al-Quran

Tidak ada umat yang lebih bertuah daripada umat Nabi Muhammad SAW, nabi dan rasul akhir zaman. Ini kerana mereka sentiasa diberi petunjuk dan rujukan mutlak dengan diberi jaminan tidak akan sesat selagi petunjuk dan rujukan mutlak itu tidak diingkari.

Induk bagi segala induk rujukan itu adalah al-Quran manakala penjelasan lanjutnya pula terkandung dalam al-Hadis. Bila kedua-duanya diimani, maka akan bebas dan terselamatlah dari sebarang kesesatan.

Apakah itu al-Quran?

Ia membawa maksud „bacaan‟, berasal dari perkataan qara‟a.

Kata al-Quran berbentuk masdar dengan erti isim maf‟ul yakni maqru‟ (dibaca).

Tujuan utama al-Quran diturunkan adalah untuk dibaca, dihafal, dihayati, diimani dan diamalkan.

Firman Allah SWT bermaksud:

dihayati, diimani dan diamalkan. Firman Allah SWT bermaksud: 17. Sesungguhnya Kamilah yang berkuasa mengumpulkan Al-Quran
dihayati, diimani dan diamalkan. Firman Allah SWT bermaksud: 17. Sesungguhnya Kamilah yang berkuasa mengumpulkan Al-Quran

17. Sesungguhnya Kamilah yang berkuasa mengumpulkan Al-Quran itu (dalam dadamu), dan menetapkan bacaannya (pada lidahmu);

18. Oleh itu, apabila Kami telah menyempurnakan bacaannya (kepadamu, dengan perantaraan Jibril), maka bacalah menurut bacaannya itu;

(al-Qiyaamah: 17-18).

Al-Quran kini didefinisikan sebagai himpunan khusus Kalamullah yang merupakan mukjizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis, dimushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah yang sangat dituntut.

Terdapat juga Kalamullah yang diturunkan kepada nabi selain Rasulullah SAW dan tidak dinamakan al-Quran. Contohnya, Kalamullah yang terhimpun dalam Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s.,, Taurat kepada Nabi Musa a.s. dan Injil kepada Nabi Isa a.s.

Ada jua Kalamullah yang diturunkan kepada Rasulullah SAW yang tidak dinamakan al-Quran dan membacanya dianggap sebagai ibadat dinamakan Hadis Qudsi.

Penurunan dan Penerimaan Wahyu Tidak Mudah oleh kerana nilai al-Quran itu sangat tinggi dan tidak ada barang benda yang boleh disamakan dengannya, maka penurunan dan penerimaan al-Quran melalui wahyu bukanlah satu kerja atau proses yang mudah.

Ia diturun dan diterima oleh Rasulullah dengan pelbagai cara. Antaranya:

Malaikat (Jibril) memasukkan wahyu ke dalam hati Rasulullah. Dalam hal ini Rasulullah tidak melihat sesuatu apa pun. Baginda merasa wahyu itu sudah berada dalam kalbu baginda. Mengenainya baginda menyatakan: “Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbulku”. Hal ini boleh dirujuk melalui ayat 51, surah Asy- Syura.

Hal ini boleh dirujuk melalui ayat 51, surah Asy - Syura. Dan tidaklah layak bagi seseorang

Dan tidaklah layak bagi seseorang manusia bahawa Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan jalan wahyu (dengan diberi ilham atau mimpi), atau dari sebalik dinding (dengan mendengar suara sahaja), atau dengan mengutuskan utusan (malaikat) lalu utusan itu menyampaikan wahyu kepadanya dengan izin Allah akan apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi keadaanNya, lagi Maha Bijaksana.

Malaikat (Jibril) menampakkan dirinya kepada Nabi dalam bentuk rupa lelaki yang mengajarkan kepada baginda membaca sesuatu wahyu sehingga baginda mengetahui dan benar-benar hafal.

Wahyu datang kepada baginda seperti gemerincing loceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh baginda. Kadang-kadang pada kening baginda terpercik peluh walaupun wahyu turun pada musim dingin. Kadang-kadang unta baginda terpaksa berhenti dari berjalan dan terduduk kerana merasa amat berat sekiranya ketika wahyu diturunkan, baginda sedang menunggang unta.

Sebagai penulis wahyu, Zaid bin Sabit diriwayatkan berkata: “Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Aku lihat ketika turunnya wahyu, Rasulullah yang menerimanya seakan-akan diserang demam yang teruk dan peluh baginda bercucuran seperti permata. Setelah selesai turunnya wahyu, barulah baginda kembali seperti biasa”.

Malaikat (Jibril) menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang lelaki tetapi dalam bentuk rupanya yang asal. Hal ini terkandung dalam ayat 13-14, Surah An-Najm

yang asal. Hal ini terkandung dalam ayat 13-14, Surah An-Najm yang bermaksud: T A L I
yang asal. Hal ini terkandung dalam ayat 13-14, Surah An-Najm yang bermaksud: T A L I

yang bermaksud:

13.

Dan demi sesungguhnya! (Nabi Muhammad) telah melihat (malaikat Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi,

14. Di sisi "Sidratul-Muntaha";

Penurunan al-Quran

Al-Quran diturunkan secara beransur-ansur dalam tempoh 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun yakni 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah.

Hikmah al-Quran diturunkan secara beransur-ansur adalah:

Lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan penyebaran dan penghafalannya. Orang akan enggan melaksanakan suruhan dan larangan sekiranya suruhan dan larangan

itu

dibuat dalam keadaan banyak sekali gus selain dari ia akan membebankan.

Di

antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh, sesuai dengan

kemaslahatan. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya al-Quran diturunkan sekali gus.

Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih meresap ke dalam sanubari.

Memudahkan penghafalan.

Di antara ayat-ayat itu ada yang merupakan jawapan daripada pertanyaan atau

penolakan sesuatu pendapat atau perbuatan.

Ayat Makiyyah Dan Madaniyyah

Al-Quran terbahagi kepada dua bahagian ayat iaitu ayat Makiyyah dan ayat Madaniyyah.

Ayat Makiyyah adalah ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ayat-ayat Madaniyyah pula diturunkan di Madinah.

Beza antara keduanya adalah:

Ayat-ayat Makiyyah pada umumnya pendek-pendek manakala ayat-ayat Madaniyyah pula panjang-panjang. Ayat Madaniyyah yang merupakan 11/30 juzuk kandungan al-Quran berjumlah 1,456 ayat, sedangkan ayat-ayat Makiyyah yang merupakan 19/30 juzuk daripada isi kandungan al-Quran berjumlah 4,780 ayat. Keseluruhan ayat al-Quran sebanyak 6,236 ayat dengan kira-kira 1.2 juta huruf.

Dalam bentuk surahnya sebanyak 114 surah dan juzuknya sebanyak 30 juzuk. Membaca al-Quran diberi 10 ganjaran untuk setiap satu huruf.

Dalam ayat-ayat Madaniyyah terdapat ayat ya ayyuhalladzina aamanu (Wahai orang yang beriman) dan amat sedikit terdapat ayat ya ayyuhanass (Wahai manusia), manakala dalam ayat-ayat Makiyyah pula adalah sebaliknya.

Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandungi hal-hal yang berhubung dengan keimanan, ancaman dan pahala, kisah-kisah umat terdahulu yang mengandungi pengajaran dan budi pekerti.

Ayat-ayat

berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi seperti hukum kemasyarakatan, hukum ketatanegaraan, hukum perang, hukum antara bangsa, hukum antara agama dan sebagainya.

yang

Madaniyyah

pula

mengandungi

hukum-hukum

sama

ada

INFO PENURUNAN SURAH-SURAH ALQURAN

 

NAMA

TERTIB

 

JUMLAH

 

TEMPAT

NOMBO

R SURAH

SURAH

PENURUN

AN

JUMLAH

AYAT

PERKATA

AN

JUMLAH

HURUF

DITURUNK

AN

1

Al-Fatihah

5

7

29

139

Makkah

2

Al-Baqarah

87

286

6144

25613

Madinah

3

Ali Imran

89

200

3503

14605

Madinah

4

An-Nisa'

92

176

3712

15937

Madinah

5

Al-Maidah

112

120

2837

11892

Madinah

6

Al-An'am

55

165

3055

12418

Makkah

7

Al-A'raf

39

206

3344

14071

Makkah

8

Al-Anfal

88

75

1243

5299

Madinah

9

At-Taubah

113

129

2506

10873

Madinah

10

Yunus

51

109

1841

7425

Makkah

11

Hud

52

123

1947

7633

Makkah

12

Yusuf

53

111

1795

7125

Makkah

13

Al-Ra'd

96

43

854

3450

Madinah

14

Ibrahim

72

52

831

3461

Makkah

15

Al-Hijr

54

99

658

2797

Makkah

16

Al-Nahl

70

128

1845

7642

Makkah

17

Al-Isra'

50

111

1559

6480

Makkah

18

Al-Kahfi

69

110

1583

6425

Makkah

19

Maryam

44

98

972

3835

Makkah

20

Thoha

45

135

1354

5288

Makkah

21

Al-Anbiya'

73

112

1174

4925

Makkah

22

Al-Hajj

103

78

1279

5196

Madinah

23

Al-Mu'minun

74

118

1051

4354

Makkah

24

An-Nuur

102

64

1317

5596

Madinah

25

Al-Furqan

42

77

896

3786

Makkah

26

Asy-Syu'ara'

47

227

1322

5517

Makkah

27

Al-Naml

48

93

1165

4679

Makkah

28

Al-Qashash

49

88

1441

5791

Makkah

29

Al-'Ankabut

85

69

982

4200

Makkah

30

Ar-Ruum

84

60

818

3388

Makkah

31

Luqman

57

34

550

2121

Makkah

32

As-Sajadah

75

30

374

1523

Makkah

33

Al-Ahzab

90

73

1303

5618

Madinah

34

Saba'

58

54

884

3510

Makkah

35

Fathir

43

45

780

3159

Makkah

36

Yaasin

41

83

733

2988

Makkah

37

As-Shaffat

56

182

865

3790

Makkah

38

Shad

38

88

735

2991

Makkah

39

Az-Zumar

59

75

1177

4741

Makkah

40

Ghafir

60

85

1228

4984

Makkah

41

Fushilat

61

54

796

3282

Makkah

42

Asy-Syura

62

53

860

3431

Makkah

43

Az-Zukhruf

63

89

837

3508

Makkah

44

Ad-Dhuhan

64

59

346

1439

Makkah

45

Al-Jaathiah

65

37

488

2014

Makkah

46

Al-Ahqaf

66

35

646

2602

Makkah

47

Muhammad

95

38

542

2360

Madinah

48

Al-Fathu

111

29

560

2456

Madinah

49

Al-Hujarat

106

18

353

1493

Madinah

50

Qaf

34

45

373

1473

Makkah

51

Az-Zariyat

67

60

360

1510

Makkah

52

At-Thur

76

49

312

1293

Makkah

53

An-Najm

23

62

359

1405

Makkah

54

Al-Qamar

37

55

342

1438

Makkah

55

Ar-Rahman

97

78

352

1585

Madinah

56

Al-Waqiah

46

96

379

1692

Makkah

57

Al-Hadid

94

29

575

2475

Madinah

58

Al-Mujadalah

105

22

475

1991

Madinah

59

al-Hasyr

101

24

447

1913

Madinah

60

Al-Mumtahinah

91

13

352

1519

Madinah

61

As-Shaf

109

14

226

936

Madinah

62

Al-Jumuah

110

11

177

749

Madinah

63

Al-Munafiqun

104

11

180

780

Madinah

64

At-Thaghabun

108

18

242

1066

Madinah

65

At-Thalaq

99

12

279

1170

Madinah

66

At-Tahrim

107

12

254

1067

Madinah

67

Al-Mulk

77

30

337

1316

Makkah

68

Al-Qalam

2

52

301

1258

Makkah

69

Al-Haqqah

78

52

261

1107

Makkah

70

Al-Ma'arij

79

44

217

947

Makkah

71

Nuh

71

28

227

947

Makkah

72

Al-Jin

40

28

286

1089

Makkah

73

Al-Muzammil

3

20

200

840

Makkah

74

Al-Mudathir

4

56

256

1015

Makkah

75

Al-Qiamah

31

40

164

664

Makkah

76

Al-Insan

98

31

243

1065

Madinah

77

Al-Mursalat

33

50

181

815

Makkah

78

An-Naba'

80

40

174

766

Makkah

79

An-Naaziat

81

46

179

762

Makkah

80

'Abasa

24

42

133

538

Makkah

81

At-Takwir

7

29

104

425

Makkah

82

Al-Infithar

82

19

81

326

Makkah

83

Al-Mutaffifin

86

36

169

740

Makkah

84

Al-Insyiqaq

83

25

108

436

Makkah

85

Al-Buruj

27

22

109

459

Makkah

86

At-Tariq

36

17

61

249

Makkah

87

Al-A'la

8

19

72

293

Makkah

88

Al-Ghasyiah

68

26

92

378

Makkah

89

Al-Fajr

10

30

139

573

Makkah

90

Al-Balad

35

20

82

335

Makkah

91

Asy-Syams

26

15

54

249

Makkah

92

Al-Lail

9

21

71

312

Makkah

93

Ad-Dhuha

11

11

40

164

Makkah

94

Asy-Syarh

12

8

27

102

Makkah

95

At-Tin

28

8

34

156

Makkah

96

Al-'Alaq

1

19

72

281

Makkah

97

Al-Qadr

25

5

30

112

Makkah

98

Al-Baiyinah

100

8

94

394

Madinah

99

Al-Zalzalah

93

8

36

156

Madinah

100

Al-'Adiyat

14

11

40

164

Makkah

101

Al-Qaari'ah

30

11

36

158

Makkah

102

At-Takastur

16

8

28

122

Makkah

103

Al-'Asr

13

3

14

70

Makkah

104

Al-Humazah

32

9

33

133

Makkah

105

Al-Fil

19

5

23

96

Makkah

106

Quraisy

29

4

17

73

Makkah

107

Al-Ma'un

17

7

25

112

Makkah

108

Al-Kauthar

15

3

10

42

Makkah

 

109 Al-Kafirun

18

6

27

95

Makkah

 

110 An-Nasr

114

3

19

79

Madinah

 

111 Al-Masad

6

5

29

81

Makkah

 

112 Al-Ikhlas

22

4

15

47

Makkah

 

113 Al-Falaq

20

5

23

71

Makkah

 

114 An-Nas

21

6

20

80

Makkah

6555

 

6555

6236

77845

322604

 

Biodata Ringkas Al-Quran

Tarikh Diturunkan

Tempoh Penurunan : 23 tahun

: 17 Ramadhan (Lailatul Qadar)

12 tahun 5 bulan 13 hari di Makkah

9 tahun 9 bulan 9 hari di Madinah

Ayat Terawal

: Surah Al-'Alaq ayat 1-5 di Gua Hira'

Ayat Terakhir

: Khilaf dikalangan ulama' ada yang mengatakan ayat 3 surah al-

Maidah dan ada pula yang mendakwa ayat 281 surah Al-Baqarah

Walau bagaimanapun, para ulama' tafsir telah menyatakan bahawa ayat 281 surah adalah yang terakhir diturunkan sebagaimnana pendapat Imam Sayuti berpandukan daripada kenyataan Abdullah bin Abbas yang dibawa oleh An-Nasaie bahawa 'Akramah Bin Abbas telah berkata : "Ayat yang terakhir ialah ayat 281 Surah Al-

Baqarah

yang diturunkan pada malam ke 9 sebelum wafatnya Rasulullah".

Untuk mengukuhkan dakwaan para Mufassiruun, Al-Sayuti menambah bahawa ayat 3 Surah Al-Maidah yang didakwa oleh majoriti umat Islam sebagai ayat yang terakhir diturunkan 18 hari sebelum kewafatan baginda.

Beliau berhujjah lagi, ayat 3 surah al-Maidah menjelaskan bahawa segala ajaran Islam telah sempurna dengan segala hukum-hakam dan kewajipan sebagai seorang muslim, tetapi ia tidak menafikan turunnya ayat lain selepasnya yang hanya memberi peringatan dari azab Allah spt ayat 281 surah Al-Baqarah di atas. Maka ini jelas menunjukkan bahawa ayat surah adalah ayat yang terakhir diturunkan.

Bahasa Pengantar : Bahasa Arab

Jumlah Ayat

: 6236 ayat,

(bukannya 6666 spt yang didakwa oleh majoriti

umat)

Bilangan Juzuk

: 30

Jumlah Surah

: 114

Ayat Makkiah

: 86

Ayat Madaniah

: 28

Hukum-Hakam Al-Quran

a) Hukum yang berkaitan dengan Aqidah sepert iberiman kepada Allah, Rasul dan

Hari Qiamat

b) Hukum yang berkaitan dengan keperibadian dan kemuliaan manusia iaitu

persoalan Akhlak dan Tasawwuf

c) Hukum yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf iaitu :

Pertama : Hukum yang berkaitan dengan hubungan makhluk dengan pencipta iaitu Ibadah seperti solat dan puasa

Kedua : Hukum yang berkaitan dengan hubungan di antara seorang dengan individu lain atau seorang dengan masyarakat atau masayarakat dengan mesyarakat lain (negara lain). Ia dikenali sebagai Muamalat dan terbahagi kepada ;

a) Hukum yang berkaitan dengan hubungan seseorang kerana harta spt jualbeli,

gadai dan sebagainya yang dikenali sebagai Kanun Madani (lebih kurang 70 ayat)

b) Hukum yang berkaitan dengan kesaksian, pengakuan dan penghakiman yang

dikenali sebagai Kanun Al-Murafaat (lebih kurang 13 ayat)

c) Hukum yang berkaitan dengan jenayah dan kesalahan yang dikenali sebagai

Kanun Al-Jinaie al-Islami (lebih kurang 30 ayat)

d) Hukum yang berkaitan dengan kekeluargaan yang menerangkan tentang hak-hak

dan kewajipan individu dalam Islam, persoalan nikahcerai dan sebagainya yang dikenali sebagai Fiqh Akhwal Syahsiyyah atau Fiqh Usrah (lebih kurang 70 ayat)

e) Hukum yang berkaitan dengan Sistem Pemerintahan seperti hubungan dan

kewajipan pemerintah dan rakyat yang dikenali sebagai Kanun Al-Dusturi

(lebih kurang 10 ayat)

f) Hukum yang berkaitan dengan Ekonomi yang dikenali sebagai Kanun Al- Iqtishadiyah (lebih kurang 10 ayat)

Ciri-Ciri Ayat Makkiah

1. Setiap surah yang ada ayat Sajadah

2. Setiap surah yang ada perkataan Kalla . Terdapat 33 tempat dalam 15 surah.

3. Setiap surah yang terdapat perkataan "Wahai sekelian manusia" kecuali surah Al-

Hajj

4.Setiap surah yang menceritakan kisah para nabi dan umat terdahulu kecuali Surah al-Baqarah

5. Setiap surah yang menceritakan kisah Adam dan Iblis kecuali Surah Al-Baqarah

6. Setiap surah yang dimulakan dengan huruf hijaiah spt Alif Lam Ra, Ha Mim

dsbnya kecuali Surah al-Baqarah dan Ali imran

7.

Setiap surah yang mendakwahkan manusia kepada tauhid dan mengabdikan diri

kepada Allah serta menceritakan tentang alam semester

8. Setiap surah yang membicarakan tentang perkara asas hukum syara' dan akhlak

serta jenayah

Ciri-Ciri Ayat Madaniah

1. Setiap surah yang terdapat perkara fardhu dan hudud

2. Setiap surah yang terdapat kisah orang munafiq kecuali Al-Ankabut

3. Setiap surah yang menceritakan tentang ahli kitab

4. Setiap surah yang menerangkan tentang ibadah, muamalat, hudud, kekeluargaan,

mawarith, hubungan kemasyarakatan, jihad, sistem perundangan dan hubungan

antarabangsa serta persoalan perang dan perdamaian.

5. Setiap surah yang menceritakan kisah orang Yahudi dan Nasrani yang

mengingkari para Rasul dan mendustakan Rasulullah SAW dan kisah mereka ketika

didakwahkan kepada Islam

6. Setiap surah yang mendedahkan perangai orang munafiq, tipu daya dan bahaya

mereka kepada umat Islam

HADITH KELEBIHAN AL QURAN

1. Daripada Abu Umamah r.a berkata : Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda:

“Bacalah Al Quran sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat sebagai syafa‟at kepada pembacanya”.( Hadith Riwayat Muslim )

2. Daripada Nawwas Bin Sam‟an r.a. telah berkata : Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda :

“Di hari akhirat kelak akan didatangkan Al Quran dan orang yang membaca dan mengamalkan isi kandungannya, didahului dengan Surah Al Baqarah dan Surah A-li „Imraan, kedua-dua surah ini menghujah ( mempertahankan ) orang yang membaca dan mengamalkannya”.( Hadith Riwayat Muslim )

3. Daripada Osman Bin „Affan r.a. telah berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda :

“Sebaik manusia di antara kamu orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarnya kepada orang lain”.( Hadith Riwayat Bukhari )

4. Daripada Aisyah r.a. telah berkata: Bersabda Rasulullah S.A.W. :

“Orang yang membaca Al Quran dan susah untuk menyebut ayatnya ia mendapat dua pahala”.( Hadith Riwayat Bukhari & Muslim )

5. Daripada Abu Musa Al Asy‟ari r.a. telah berkata : Rasulullah S.A.W. bersabda :

“Umpama orang mukmin yang membaca Al Quran seperti buah Utrujjah ( seperti limau besar ) baunya wangi dan rasanya sedap. Umpama orang mukmin yang tidak membaca Al Quran seperti buah tamar tidak ada bau dan rasanya manis, dan umpama orang munafik yang membaca Al Quran seperti Raihanah (sejenis pokok) baunya wangi dan rasanya pahit dan umpama orang munafik yang tidak membaca Al Quran seperti buah labu yang tiada bau dan rasanya pahit”.( Hadith Riwayat Bukhari & Muslim )

6. Daripada Omar Bin Al Khattab r.a. Bahawa Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :

“Sesungguhnya Allah mengangkat martabat beberapa golongan dan merendahkan martabat yang lain dengan sebab Al Quran”( Hadith Riwayat Muslim )

7. Daripada Ibnu Omar r.a. daripada Nabi Muhammad S.A.W. telah bersabda:

“Tidak boleh berhasad dengki kecuali di dalam dua perkara : Lelaki yang dianugerahkan kefahaman yang sahih tentang Al Quran, ia menunaikan ibadat siang dan malam , lelaki yang dianugerahkan kemewahan harta lalu dinafkahkannya siang dan malam”.( Hadith Riwayat Bukhari & Muslim )

8. Daripada Barra‟ dan daripada „Azib r.a. telah berkata :

“Seorang lelaki membaca Surah Al Kahfi dan di sisinya seekor kuda yang diikat dengan dua tali, maka awan di langit mula melindunginya dan semakin hampir, dan kudanya mula menjauhinya. Apabila menjelang pagi beliau pergi berjumpa Nabi Muhammad S.A.W. dan menceritakan peristiwa tersebut maka baginda bersabda :

Itulah ( sakinah ) ketenangan yang turun disebabkan bacaan Al Quran”.( Hadith Riwayat Bukhari & Muslim )

9. Daripada Ibnu „Abbas r.a. beliau berkata : Rasulullah S.A.W. bersabda :

“Sesungguhnya orang yang tidak ada di dalam ingatannya sesuatu pun daripada ayat Al Quran seperti rumah yang roboh”.(Hadith Riwayat Tarmizi dan beliau berkata: Hadis ini hasan sahih )

10. Daripada Abdullah Bin „Umru Bin Al „As r.a. Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :

“Satu masa nanti akan dikatakan kepada orang yang membaca Al Quran: Bacalah, perbaikkilah dan perelokkanlah bacaan Al Quran sepertimana engkau memperelokkan urusan di dunia, sesungguhnya tempat engkau akan ditentukan di akhir ayat yang engkau bacakan”.( Hadith Riwayat Abu Daud dan Tarmizi dan beliau berkata : Hadis ini hasan sahih )

11. Daripada „Uqbah Bin „Amir r.a. menceritakan : Rasulullah S.A.W keluar dan kami berada di tempat duduk masjid yang beratap. Maka beliau bersabda:

“Siapakah di antara kamu yang suka keluar di pagi hari pada setiap hari menuju ke Buthan atau „Atiq, dan dia mengambil darinya dua ekor unta yang gemuk dalam keadaan dia tidak melakukan dosa dan tidak putus hubungan silaturrahim”. Kami menjawab : “Kami suka demikian itu. Sabda Rasulullah S.A.W : “Kenapakah kamu tidak pergi ke masjid belajar atau membaca dua ayat Al Quran lebih baik dari dua ekor unta, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor, empat ayat lebih baik dari empat ekor unta demikianlah seterusnya mengikut bilangan ayatnya”.( HadithRiwayat Muslim )

12. Daripada Ibnu Mas‟ud r.a bahawa Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

“Orang yang paling layak mengimami kaum di dalam sembahyang ialah mereka yang terfasih membaca Al Quran”. (Hadith Riwayat Muslim )

13. Daripada Jabir Bin Abdullah r.a. bahawa Nabi Muhammad S.A.W. menghimpun

antara dua lelaki yang terbunuh di peperangan Uhud kemudian beliau bersabda:

“Yang mana satukah antara keduanya yang paling kuat berpegang teguh dengan Al Quran maka apabila aku tunjukkan kepada salah seorang daripada keduanya maka dialah orang yang pertama masuk ke liang lahad”.( Hadith Riwayat Bukhari, Tarmizi, Nasa‟ie & Ibnu Majah )

14. Daripada „Imran Bin Husain Bahawa beliau lalu di hadapan qari yang sedang membaca Al Quran kemudian dia berdoa kepada Allah kemudian ia kembali membaca kemudian ia berkata aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda:

“Barangsiapa yang membaca Al Quran maka berdoalah kepada Allah dengan Al Quran maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca Al Quran dan mereka berdoa dengannya”.( Hadith Riwayat Tarmizi, beliau berkata : Hadis ini hasan )

15. Daripada Ibnu Mas‟ud r.a. ia berkata:

“Barangsiapa yang membaca satu huruf daripada Al Quran maka baginya satu kebaikan, satu kebaikan menyamai dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud:

Alif, Lam, Mim ialah satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”. (Hadith Riwayat Ad Darimi Tarmizi, beliau berkata hadis ini hasan sahih)

DOA ITU SENJATA ORANG MUKMIN

Panduan tatacara berdoa

Angkat tangan ke paras dada

Rapatkan kedua-dua belah tapak tangan.

“Apabila urat tangan bertemu ia akan akan seperti huruf ba ab kitiT .ب terletak dihati kita. Kedudukannya rendah daripada tangan yang kita tadahi. Setiap huruf hijaiah didalam al-quran ada malaikat yang menjaganya. Huruf ba dijaga oleh malaikat bernama bernama HAR HAYAAIL. Malaikat ini akan mengangkat doa kita terus menghadap Allah Taala tanpa sebarang perantara. Oleh itu berdoa bersungguh- sungguh dengan penuh pengharapan.

Duduklah dalam keadaan sopan seperti duduk iftirasy dan duduk tahiyar akhir. Jika berdiri tegakkan badan betul-betul dan jangan bersandar.

Banyakkan memuji kebesaran Allah dan menyebut nama Allah yang bersesuaian dengan keperluan doa. Disusuli dengan selawat keatas junjungan besar Nabi Muhammad SAW.

Berdoalah dengan bersungguh-sungguh dari hati. Gunakan bahasa yang dapat difahami kerana Allah Maha Pengasih dan Maha Memahami serta Maha Mendengar segala tutur bicara yang tulus khlas daripada hamba-hambaNya.

Maka ajarkanlah adab berdoa kepada seluruh keluarga sejak dari kecil ia akan membentuk keperibadian yang mulia sepanjang hidup.

Adab membaca al-Quran

WAJIB bagi kita menghalalkan apa yang dihalalkan al-Quran dan mengharamkan apa yang diharamkannya. Diwajibkan pula beradab dengannya dan berakhlak terhadapnya.

Ketika membaca al-Quran, seorang Muslim perlu memperhatikan adab berikut untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membacanya.

Membacanya dalam keadaan sempurna, suci daripada najis dan dengan duduk yang sopan dan tenang. Dianjurkan agar pembaca berada dalam keadaan suci.

Imam Haromain berkata: "Orang yang membaca al-Quran dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh akan tetapi dia meninggalkan sesuatu utama".

Membacanya dengan perlahan (tartil) dan tidak cepat agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Siapa saja yang membaca al-Quran (khatam) kurang dari tiga hari, bererti dia tidak memahami.” (Hadis Riwayat: Ahmad dan penyusun Kitab Sunan)

Sebahagian kelompok daripada generasi pertama membenci pengkhataman al- Quran sehari semalam berdasarkan hadis di atas. Rasulullah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatamkan al-Quran setiap satu minggu (tujuh hari) (Muttafaq Alaih). Ini dilakukan Abdullah bin Mas‟ud, Uthman bin Affan, Zaid bin Tsabit. Mereka mengkhatamkan al-Quran sekali dalam seminggu.

Membaca al-Quran secara khusyuk dengan menangis kerana sentuhan pengaruh ayat yang dibaca yang menyentuh jiwa dan perasaan.

Dalam hal ini, Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Bacalah al-Quran dan menangislah, apabila kamu tidak menangis maka usahakan menangis kerana ayat yang engkau baca.” (Hadis Riwayat: Al-Bazzar)

Allah s.w.t juga menjelaskan sebahagian daripada sifat hamba-Nya yang soleh dengan firman-Nya yang bermaksud: “Dan mereka segera tunduk sujud itu sambil menangis, sedang Al-Quran menambahkan mereka khusyuk.” (Surah Al-Isra‟: Ayat

109)

Membaguskan suara membacanya, sebagaimana sabda Rasulullah yang bermaksud: “Hiasilah al-Quran dengan suaramu.” (Hadis Riwayat: Ahmad, Ibnu Majah & Al-Hakim). Dalam hadis lain dijelaskan: “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan al-Quran.” (Hadis Riwayat: Al-Bukhari dan Muslim)

Maksud hadis di atas ialah membaca al-Quran dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar daripada ketentuan kaedah Tajwid.

Membaca al-Quran dimulai dengan isti‟adzah. Allah berfirman yang bermaksud:

“Dan bila kamu akan membaca al-Quran, maka mintalah perlindungan kepada Allah daripada (godaan-godaan) syaitan yang terkutuk.” (Surah An-Nahl: Ayat 98)

Apabila ayat yang dibaca dimulai dari awal surah, selepas isti‟adzah terus membaca Basmalah dan apabila tidak di awal surah cukup membaca isti‟adzah. Khusus untuk surat At-Taubah, walaupun dibaca mulai awal surat tidak perlu membaca Basmalah. Cukup dengan membaca isti‟adzah saja.

Membaca al-Quran dengan berusaha mengetahui ertinya dan memahami inti daripada ayat yang dibaca dengan beberapa kandungan ilmu yang ada di dalamnya. Firman Allah bermaksud: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran, ataukah hati mereka terkunci?” (Surah Muhammad: Ayat 24)

Membaca al-Quran dengan tidak mengganggu orang sedang solat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara atau dalam hati secara khusyuk. Rasulullah bersabda bermaksud: “Orang yang terang-terangan (di tempat orang banyak) membaca al-

Quran, sama dengan orang yang terang-terangan dalam sedekah.” (Hadis Riwayat Tirmidzi, Nasa‟i, dan Ahmad)

Dalam hadis lain dijelaskan: “Ingatlah bahawa setiap hari dari kamu munajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu daripada kamu mengganggu yang lain, dan salah satu daripada kamu tidak boleh mengangkat suara atas yang lain di dalam membaca (al-Qur'an).” (Hadis Riwayat: Abu Dawud, Nasa'i, Baihaqi dan Hakim)

Jangan jadikan ibadah yang kita lakukan sia-sia kerana kita tidak mengendahkan sunnah Rasulullah dalam melaksanakan ibadah membaca al-Quran.

Misalnya, membaca dengan suara keras pada larut malam, yang akhirnya mengganggu orang yang istirahat dan solat malam.

Dengarlah bacaan al-Quran. Jika ada yang membaca al-Quran, maka dengarlah bacaannya itu dengan tenang. Allah berfirman yang bermaksud: “Dan tatkala dibacakan al-Quran, maka dengarlah dan diamlah, semoga kamu diberi rahmat.” (Surah Al-A‟raaf: Ayat 204)

Membaca dengan saling bergantian. Membaca al-Quran, boleh dilakukan secara bergantian dan yang mendengarnya haruslah dengan khusyuk dan tenang. Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam rumah Allah, mereka membaca al-Quran dan saling mempelajarinya kecuali akan turun atas mereka ketenangan dan mereka diliputi oleh rahmat (Allah), malaikat menyertai mereka, dan Allah membanggakan mereka di kalangan (malaikat) yang ada di sisi-Nya.” (Hadis Riwayat: Abu Dawud)

Melakukan sujud Tilawah (sujud Sajdah) pada saat selesai membaca ayat Sajdah, pada bila-bila masa saja, baik siang ataupun malam, jika pembacanya belum batal daripada wuduk. Tatacara pelaksanaannya dimulai daripada takbir, lalu sujud, kemudian membaca “Subhaana Rabbiyal A‟laa”' (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi), lalu dilanjutkan dengan doa sujud Tilawah. Selepas itu bangkit daripada sujud tanpa takbir dan salam, kerana tidak ada riwayat daripada Nabi s.a.w mengenai hal itu, kecuali jika sujud Tilawah itu dilakukan di tengah-tengah pelaksanaan solat, maka ia bertakbir ketika sujud dan bangkit daripada sujud.

Berdoa selepas membaca al-Quran. Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahawa sahabat apabila khatam membaca al-Quran, mereka berkumpul untuk berdoa dan mengucapkan: “Semoga rahmat turun atas selesainya membaca al-Quran.”

Sebuah hadis yang diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a dijelaskan bahawa apabila dia sudah khatam membaca Al-Quran, dia mengumpulkan keluarganya dan berdoa. (Hadis Riwayat: Abu Dawud)

Setiap orang Islam wajib mengatur hidupnya sesuai dengan tuntutan al-Quran. Ia harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya, serta dipelajari dan difahami ayat- ayatnya.

Pelaksanaan ini adalah sebagai tanda kita beriman kepada al-Quran.

Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji
Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji

Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji tertentu
Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji tertentu
Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji tertentu
Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji tertentu
Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji tertentu
Surah Al-Fatihah 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. 2. Segala puji tertentu

1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

2. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

3. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

4. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat).

5. Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus.

7. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

34 |

Sabda Rasulullah s.a.w: “Surah yang paling afdhal dalam Al -Quran ialah Surah Al- Fatihah: Sabda

Sabda Rasulullah s.a.w: “Surah yang paling afdhal dalam Al-Quran ialah Surah Al-Fatihah: Sabda Rasulullah s.a.w: “Barangsiapa membaca Surah Al-Fatihah, nescaya dikurniakan baginya pahala seperti pahala orang yang membaca tujuh kali kitab Taurat, Injil, Quran, Suhuf Nabi Idris dan Nabi Ibrahim. Tiap-tiap satu huruf yang dibacanya itu dikurniakan kepadanya satu darjat di dalam syurga. Luas setiap darjat tersebut adalah jarak antara langit dan bumi”

Apabila

dibaca

sebanyak

21

kali

sebelum

tidur,

aman

dari

gangguan syaitan, kecurian, kebakaran dan mati secara mengejut.

Apabila dibaca sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, Allah s.w.t akan hinakan orang tersebut dan diselamatkan dari kejahatannya.

apabila dibaca sebanyak 100 kali di atas tempat yang sakit selama 3 hari. InsyaAllah hilang kesakitan tersebut.

Apabila dibaca sebanyak 786 kali pada sebekas air yang suci, lalu diminum ketika terbit matahari selama seminggu (7 hari). InsyaAllah ia akan dikurniakan kecerdikan yang luar biasa dan dapat menghafal sesuatu ilmu dengan mudah.

Apabila ditulis sebanyak 61 kali di atas sekeping kertas lalu dipakai oleh wanita yang selalu mengalami keguguran. InsyaAllah, Allah akan menjaga kandungannya itu. Mujarab.

Apabila ditulis sebanyak 101 kali dan ditanam (dalam botol dsb) di dalam tempat pertanian. InsyaAllah tanaman akan subur, berkat dan dilindungi daripada serangga-serangga perosak.

Apabila ditulis di atas kepingan timah dan diletakkan pada jala. InsyaAllah ikan akan berhimpun menuju ke arah jala tersebut.

Apabila ditulis sebanyak 35 kali pada sekeping kertas, kemudian digantung di dalam rumah, kedai, pejabat dan sebagainya. InsyaAllah tempat tersebut akan diberkati, terhindar dari gangguan jin dan syaitan, aman dari perbuatan sihir dan menjadi pelaris jualan.

Bacalah ayat ini sebelum tidur atau ketika melangkah untuk bermusafir. InsyaAllah aman dan selamat dari bala bencana.

Apabila dibaca ketika terbit matahari dalam keadaan menghadap matahari; 300 kali

dibaca ketika terbit matahari dalam keadaan menghadap matahari; 300 kali T A L I B R

Bismillah dan selawat Nabi sebanyak 300 kali, diamalkan setiap hari. InsyaAllah dimurahkan rezeki dan dikurniakan kekayaan zahir dan

batin.Al-

Fatihah: Khasiat ayat kedua

kekayaan zahir dan batin.Al- Fatihah: Khasiat ayat kedua Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara

Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam. Jika ditulis pada sekeping kertas; lalu direndam ke

Jika ditulis pada sekeping kertas; lalu direndam ke dalam minyak yang baru (yang belum digunakan). Kemudian disapukan pada gigi yang sakit. InsyaAllah afiat. Ayat jika ditulis pada mangkuk atau pinggan putih lalu dihapuskan dengan minyak wangi. Minyak wangi tersebut disapu pada muka sebagai pengasih dan seri muka.

Al-Fatihah: Khasiat ayat ketiga

pengasih dan seri muka. Al-Fatihah: Khasiat ayat ketiga Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Apabila ditulis

Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

ayat ketiga Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Apabila ditulis dua kalimah ini sebanyak 5o kali

Apabila ditulis dua kalimah ini sebanyak 5o kali pada sekeping kertas, kemudian membaca

ini sebanyak 5o kali pada sekeping kertas, kemudian membaca ke atas kertas tersebut sebanyak 150 kali.

ke atas kertas tersebut sebanyak 150 kali. Bawalah ia ke mana- mana saja, khususnya ketika hendak menghadap orang yang zalim. InsyaAllah aman dari kejahatan mereka.

orang yang zalim. InsyaAllah aman dari kejahatan mereka. Bacalah sebanyak 40 kali di telinga orang yang

Bacalah sebanyak 40 kali di telinga orang yang kerasukan iblis dan jin. InsyaAllah pulih.

orang yang kerasukan iblis dan jin. InsyaAllah pulih. Kalimah jika dibaca sebanyak 1000 kali sehari, selama

Kalimah jika dibaca sebanyak 1000 kali sehari, selama tiga hari berturut-turut ke atas orang yang sakit berpunca dari angin seperti angin ahmar. InsyaAllah afiat. Jika ditulis sebanyak 19 kali pada sekeping kertas, lalu dijadikan azimat oleh wanita yang mandul atau diletakkan pada pokok yang tidak berbuah. InsyaAllah dengan berkat nama Allah ini, ia akan dikurniakan zuriat yang soleh dan buah-buahan yang baik.

Jika ditulis pada mangkuk atau pinggan putih lalu dihapuskan dengan air mawar, air ini kemudiannya dicampurkan dengan air biasa. Siramlah tanaman dengan menggunakan air ini, InsyaAllah terpelihara tanaman dari serangga dan segala jenis musuh tanaman.

tanaman dari serangga dan segala jenis musuh tanaman. Tulislah kalimah yang mulia ini pada sekeping timah,

Tulislah kalimah yang mulia ini pada sekeping timah, kemudian humbankan ke dalam sungai yang didiami buaya atau ditanam pada tempat lalu atau tempat persinggahan binatang-binatang buas. InsyaAllah aman.

tempat persinggahan binatang-binatang buas. InsyaAllah aman. Mereka-mereka yang mempunyai sifat panas baran, disyorkan

Mereka-mereka yang mempunyai sifat panas baran, disyorkan agar mengamalkan sentiasa membaca dua nama yang mulia ini. InsyaAllah ia akan dikurniakan sifat sabar dan lembut hati.

Al-Fatihah: Khasiat ayat keempat

sabar dan lembut hati. Al-Fatihah: Khasiat ayat keempat Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat).

Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat).

Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat). Tulislah ayat ini pada sekeping perak atau emas, kemudian

Tulislah ayat ini pada sekeping perak atau emas, kemudian pahatkanlah pada empat penjuru tiang rumah yang baru didirikan atau pada haluan kapal dan perahu. InsyaAllah terpelihara dari bala, wabak, kebakaran, karam serta dilimpahkan rezeki yang tidak terhingga.

Al-Fatihah: Khasiat ayat kelima

rezeki yang tidak terhingga. Al-Fatihah: Khasiat ayat kelima Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan

Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.

dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tulislah ayat pada sekeping kertas, lalu dimasukkan ke dalam

Tulislah ayat pada sekeping kertas, lalu dimasukkan ke dalam buluh atau botol. Kemudian ditutup supaya tidak dimasuki air. Setelah itu tanamlah di tengah-tengah bendang atau kebun. InsyaAllah subur dan terpelihara. Bacalah ayat sebanyak tiga kali senafas ketika bertemu binatang liar atau orang yang jahat. InsyaAllah lemah hatinya dan terpelihara dari kejahatan tersebut.

Al-Fatihah: Khasiat ayat keenam

Al-Fatihah: Khasiat ayat keenam Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jika ada orang yang hendak berbuat zalim,

Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Khasiat ayat keenam Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jika ada orang yang hendak berbuat zalim, bacakan

Jika ada orang yang hendak berbuat zalim, bacakan ayat ini sebanyak 3 kali senafas dengan tekad yakin lalu dihembuskan ke mukanya. InsyaAllah berubah. Jika lupa apa yang telah dihafal, bacalah ayat ini sebanyak mungkin sambil berselawat ke atas Baginda Rasulullah s.a.w. InsyaAllah, Allah akan mengembalikan ingatannya itu.

Al-Fatihah: Khasiat ayat ketujuh

ingatannya itu. Al-Fatihah: Khasiat ayat ketujuh Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat

Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat. Apabila sesat, bacalah ayat sebanyak 3 kali

Apabila sesat, bacalah ayat sebanyak 3 kali dalam satu nafas, kemudian tutup mata pada kadar satu saat. InsyaAllah ditunjuki jalan yang betul. Apabila kehabisan air atau makanan ambillah daun kayu yang boleh dimamah dan bacalah sebanyak 7 kali, kemudian daun itu dikunyah sehingga lumat, diperah airnya dan disapukan pada leher. InsyaAllah terpelihara dari lapar dan dahaga. Apabila dikepung oleh musuh, ambillah segenggam tanah dan bacalah kemudian hembur tanah itu di hadapan musuh-musuh tersebut. InsyaAllah selamat. Jika ada orang yang sangat marah, bacakanlah sebanyak 7 kali kemudian hembuskan ke hadapannya. InsyaAllah hilanglah kemarahannya dan jadi jinak.

Surah Al- ’Asr 1. Demi Masa! 2. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian 3. Kecuali orang-orang

Surah Al-’Asr

Surah Al- ’Asr 1. Demi Masa! 2. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian 3. Kecuali orang-orang yang

1. Demi Masa!

2. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan- pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar.

pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar. Sebagai ubat demam panas, bacakanlah surah ini lalu

Sebagai ubat demam panas, bacakanlah surah ini lalu ditiupkan pada orang yang demam tersebut. Dilakukan sehingga sembuh. Jika dibacakan surah ini pada benda yang disimpan di dalam bumi, InsyaAllah terpelihara dari kecurian dan kerosakan.

Surah Al-Humazah

Surah Al-Humazah
di dalam bumi, InsyaAllah terpelihara dari kecurian dan kerosakan. Surah Al-Humazah T A L I B

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

39 |

1. Kecelakaan besar bagi tiap-tiap pencaci, pengeji, 2. Yang mengumpulkan harta dan berulang-ulang menghitung kekayaannya;

1. Kecelakaan besar bagi tiap-tiap pencaci, pengeji,

2. Yang mengumpulkan harta dan berulang-ulang menghitung kekayaannya;

3. Ia menyangka bahawa hartanya itu dapat mengekalkannya (dalam dunia ini)!

4. Tidak! Sesungguhnya dia akan dicampakkan ke dalam "Al-Hutamah".

5. Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui, apa dia "Al-Hutamah" itu?

6. (Al-Hutamah) ialah api Allah yang dinyalakan (dengan perintahNya), -

7. Yang naik menjulang ke hati;

8. Sesungguhnnya api neraka itu ditutup rapat atas mereka.

9. (Mereka terikat di situ) pada batang-batang palang yang melintang panjang.

di situ) pada batang-batang palang yang melintang panjang. Jika dibacakan pada orang terkena sihir atau buatan

Jika dibacakan pada orang terkena sihir atau buatan orang, InsyaAllah sembuh. Jika diamalkan membacanya setiap selepas solat sunat, InsyaAllah dilimpahkan baginya rezeki dan harta.

sunat, InsyaAllah dilimpahkan baginya rezeki dan harta. Surah Al-Fil 1. Tidakkah engkau mengetahui bagaimana Tuhanmu

Surah Al-Fil

dilimpahkan baginya rezeki dan harta. Surah Al-Fil 1. Tidakkah engkau mengetahui bagaimana Tuhanmu telah

1. Tidakkah engkau mengetahui bagaimana Tuhanmu telah melakukan kepada angkatan tentera (yang dipimpin oleh pembawa) Gajah, (yang hendak meruntuhkan Kaabah)? Bukankah Tuhanmu telah menjadikan rancangan jahat mereka dalam keadaan yang rugi dan memusnahkan mereka? Dan Ia telah menghantarkan kepada mereka (rombongan) burung berpasuk-pasukan, -

2. Yang melontar mereka dengan batu-batu dari sejenis tanah yang dibakar keras,

3. Lalu Ia menjadikan mereka hancur berkecai seperti daun-daun kayu yang dimakan ulat.

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

40 |

Surah ini boleh digunakan untuk menakutkan atau melumpuhkan musuh. Bacalah di dalam peperangan sedang berlaku,

Surah ini boleh digunakan untuk menakutkan atau melumpuhkan musuh. Bacalah di dalam peperangan sedang berlaku, ketika bertempur dengan musuh atau ketikan dalam ketakutan. InsyaAllah terpelihara dari kejahatan mereka. Tuliskan surah ini kemudian digantungkan pada senjata untuk menghadapi peperangan. InsyaAllah mendapat kemenangan yang besar. Imam Al-Ghazali r.a dan para wali berkata: Sesiapa yang membaca Surah Al-Insyirah selepas Fatihah dalam rakaat pertama solat sunat subuh dan Surah Al-Fiil dalam rakaat ke dua, InsyaAllah tidak akan dimudharatkan oleh musuh-musuhnya dan tiada jalan bagi musuhnya untuk mengkhianatinya.

Surah Quraisy

Surah Quraisy
jalan bagi musuhnya untuk mengkhianatinya. Surah Quraisy 1. Kerana kebiasaan aman tenteram kaum Quraisy (penduduk

1. Kerana kebiasaan aman tenteram kaum Quraisy (penduduk Makkah)

2. (laitu) kebiasaan aman tenteram perjalanan mereka (menjalankan perniagaan) pada musim sejuk (ke negeri Yaman), dan pada musim panas (ke negeri Syam),

3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan yang menguasai rumah (Kaabah) ini,

4. Tuhan yang memberi mereka penghidupan: menyelamatkan mereka dari kelaparan, dan mengamankan mereka dari ketakutan.

dari kelaparan, dan mengamankan mereka dari ketakutan. Jika dibaca surah ini pada makanan, terpelihara ia dari

Jika dibaca surah ini pada makanan, terpelihara ia dari racun dan sebarang buatan orang. Sebagai penawar dukacita dan penyakit was-was, amalkan selalu membaca surah ini. Sebagai ubat penyakit buah pinggang. Baca surah ini pada air atau ditulis dan dipadamkan dengan air lalu diminum. InsyaAllah segera sembuh. Jika dibaca selalu dalam solat (dijadikan ayat bacaan dalam sembahyang), InsyaAllah ia akan menjadi seorang yang hebat dan mahsyur pada zamannya.

InsyaAllah ia akan menjadi seorang yang hebat dan mahsyur pada zamannya. H A L A M

H A L A M A N

41 |

T A L I B R A M L I

Surah Al-Ma’un

Surah Al- Ma’un
Surah Al- Ma’un 1. Tahukah engkau akan orang yang mendustakan ugama (meliputi hari pembalasan)? 2. Orang

1. Tahukah engkau akan orang yang mendustakan ugama (meliputi hari pembalasan)?

2. Orang itu ialah yang menindas serta berlaku zalim kepada anak yatim,

3. Dan ia tidak menggalakkan untuk memberi makanan yang berhak diterima oleh orang miskin.

4. (Kalau orang yang demikian dikira dari bilangan orang-orang yang mendustakan ugama), maka kecelakaan besar bagi orang-orang Ahli Sembahyang

5. (laitu) mereka yang berkeadaan lalai daripada menyempurnakan sembahyangnya;

6. (Juga bagi) orang-orang yang berkeadaan riak (bangga diri dalam ibadat dan bawaannya),

7. Dan orang-orang yang tidak memberi sedikit pertolongan (kepada orang yang berhak mendapatnya).

sedikit pertolongan (kepada orang yang berhak mendapatnya). Surah ini jika dibaca sebanyak 100 kali selepas solat

Surah ini jika dibaca sebanyak 100 kali selepas solat subuh, InsyaAllah akan aman dari segala keburukan dan bala sehinggalah keesokkan hari. Barangsiap sentiasa membacanya sebelum memulakan percakapan, InsyaAllah manusia akan mendengar kata- katanya dan diperkenankan hajatnya.

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

42 |

Surah Al-Kautsar

Surah Al-Kautsar
Surah Al-Kautsar 1. Sesungguhnya Kami telah mengurniakan kepadamu (wahai Muhammad) kebaikan yang banyak (di dunia dan

1. Sesungguhnya Kami telah mengurniakan kepadamu (wahai Muhammad) kebaikan yang banyak (di dunia dan di akhirat).

2. Oleh itu, kerjakanlah sembahyang kerana Tuhanmu semata-mata, dan sembelihlah korban (sebagai bersyukur).

3. Sesungguhnya orang yang bencikan engkau, Dia lah yang terputus (dari mendapat sebarang perkara yang diingininya).

terputus (dari mendapat sebarang perkara yang diingininya). Sesiapa membaca surah ini, di akhirat kelak ia dapat

Sesiapa membaca surah ini, di akhirat kelak ia dapat minum air sungai yang mengalir dalam syurga dengan kurniaan Allah s.w.t Jika diamalkan surah ini bersungguh-sungguh, nescaya lembut hatinya dan sentiasa taat dan khusyu‟ kepada Allah ta‟ala. Jika dibaca surah ini sebanyak 100 kali pada mata air yang kurang airnya, nescaya menjadi banyak airnya itu. Jika dibacakan surah ini pada air mawar dan disapukan airnya ke mata setiap hari, nescaya bertambah terang penglihatannya dan terpelihara dari kesakitan. Jika dibaca surah ini berkali-kali pada rumah yang kena sihir serta tidak diketahui di mana benda yang dijadikan sihir itu disembunyikan, nescaya tidak menjadi mudharat kepadanya dan ditunjukkan oleh Allah kepadanya tempat sembunyinya barangan sihir tersebut. Jika surah ini ditulis dengan manisan madu pada satu bekas yang bersih, kemudian dicampurkan dalam makanan orang yang tidak mahu membuat kebajikan seperti tidak suka berpuasa, bersedekah dan menolong orang, diberi minum kepadanya. Nescaya dibuka oleh Allah akan hatinya untuk membuat kebajikan dan terbuang daripadanya sifat-sifat keji. Untuk mengelakkan dari kena penjara, sekalipun setelah dijatuhi hukuman, bacalah surah ini selama 71 kali. Baca surah ini sebanyak 300 kali di tempat yang sunyi untuk melepaskan orang dari penjara atau untuk mendapatkan kemenangan keatas musuhnya. InsyaAllah berhasil. Supaya ditunaikan segala hajat, bacalah surah ini sebanyak 1000 kali. Untuk berjumpa dengan Rasulullah s.a.w di dalam mimpinya, solat dua rakaat pada malam jumaat selepas waktu isya‟ atau pada

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

43 |

tengah malam. Kemudian bacalah surah ini sebanyak 1000 kali diikuti dengan selawat keatas Nabi s.a.w. sebanyak 1000 kali. Kemudian tidurlah dalam keadaan suci dan bersih, InsyaAllah dapat bermimpi melihat Junjungan Nabi s.a.w.

Jika dibaca sehingga ayat „wan har‟ (ayat ke 2) pada bisul, kudis dan sebagainya, InsyaAllah segera sembuh.

Surah Al-Kafirun

Surah Al-Kafirun
dan sebagainya, InsyaAllah segera sembuh. Surah Al-Kafirun 1. Katakanlah (wahai Muhammad): "Hai orang-orang kafir!

1. Katakanlah (wahai Muhammad): "Hai orang-orang kafir!

2. "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

3. "Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) yang aku sembah.

4. "Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat.

5. "Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat.

6. "Bagi kamu ugama kamu, dan bagiku ugamaku".

6. "Bagi kamu ugama kamu, dan bagiku ugamaku". Surah ini menyamai 1/4 Al-Quran. Jika dibaca ketika

Surah ini menyamai 1/4 Al-Quran. Jika dibaca ketika naik matahari dan terbenam matahari, nescaya terpelihara dari syirik. Jika dibaca sebanyak 10 kali ketika naik matahari, kemudian berdoa apa-apa hajat yang dikehendaki. InsyaAllah dikabulkan walau apa hajat sekalipun. Jika diamalkan selalu surah ini, nescaya semua makhluk suka dan kasih kepadanya

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

44 |

Surah An-Nasr

Surah An-Nasr 1. Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan (semasa engkau wahai Muhammad berjaya menguasai negeri

1. Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan (semasa engkau wahai Muhammad berjaya menguasai negeri Makkah), -

2. Dan engkau melihat manusia masuk dalam ugama Allah beramai-ramai,

3. Maka ucapkanlah tasbih dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampun kepadaNya, sesungguhnya Dia amat menerima taubat.

ampun kepadaNya, sesungguhnya Dia amat menerima taubat. Jika dibaca surah ini sebanyak 10 kali setiap malam.

Jika dibaca surah ini sebanyak 10 kali setiap malam. Allah ta‟ala akan jadikan ia seorang yang menjaga solatnya tepat pada waktunya. Mujarab dan ini telahpun dipraktikkan. Jika diukir pada timah jala, kemudian digunakan untuk menangkap ikan, InsyaAllah sebilangan besar ikan akan menuju ke jala tersebut. Tulislah surah ini pada senjata perang. InsyaAllah kemenangan berpihak kepadanya. Boleh juga dibaca sebanyak 10 kali pada alat tulis untuk menghadapi peperiksaan. InsyaAllah diberi kemudahan dan jalan penyelesaian kepada masalah tersebut.

Surah Al-Masad

Surah Al-Masad
diberi kemudahan dan jalan penyelesaian kepada masalah tersebut. Surah Al-Masad T A L I B R

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

45 |

1. Binasalah kedua-dua tangan Abu lahab, dan binasalah ia bersama!

2. Hartanya dan segala yang diusahakannya, tidak dapat menolongnya.

3. Ia akan menderita bakaran api neraka yang marak menjulang.

4. Dan juga isterinya, seorang perempuan pemunggah kayu api.

5. Di lehernya sejenis tali, dari tali-tali yang dipintal.

5. Di lehernya sejenis tali, dari tali-tali yang dipintal. Boleh digunakan untuk membinasakan orang-orang yang zalim.

Boleh digunakan untuk membinasakan orang-orang yang zalim. Jika dibaca atau ditulis surah ini pada tempat sakit, InsyaAllah berkurangan kesakitan tersebut. Jika dibaca pada tempat tidur sebelum tidur, InsyaAllah aman dari segala bala dan malapetaka sehinggalah pagi.

Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Ikhlas
segala bala dan malapetaka sehinggalah pagi. Surah Al-Ikhlas 1. Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah

1. Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa;

2. "Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat;

3. "Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan;

4. "Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya".

4. "Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya". Sabda Rasulullah s.a.w: “Sesiapa membaca surah Al -Ikhlas

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sekali, dikurniakan kepadanya pahala seperti pahala orang yang membaca 1/3 Al-Quran.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali nescaya mendapat pahala seperti pahala orang yang membaca Quran sekali khatam.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

46 |

“Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 11 kali, nescaya Allah akan sediakan baginya satu mahligai dalam syurga.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas pada perkuburan sebanyak 11 kali, kemudian dihadiahkan pahalanya kepada ahli kubur, nescaya diberikan kepada si pembacanya pahala sebanyak bilangan ahli kubur di situ.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 51 kali setiap hari, nescaya dibangunkan dari kuburnya terus ke syurga.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali dan dia tidak menzalimi manusia, tidak mencuri, tidak berzina dan tidak minum minuman yang memabukkan, nescaya Allah ampunkan kesalahan yang dilakukan olehnya dalam tempoh 50 tahun.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 200 kali setiap hari serta ia tidak mempunyai hutang dengan manusia, nescaya dituliskan baginya 1500 kebajikan dan dihapuskan dosanya yang telah dilakukan dalam masa 50 tahun.”

Sesiapa membaca surah ini sebanyak 21 kali sebelum tidur, kemudian mengiring ke sebelah kanan, nescaya diseru pada hari Kiamat: “Wahai hamba Ku, pergilah engkau ke pihak kanan dan masuklah ke dalam syurga.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Sesiapa yang membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 100,000 kali, nescaya dikurniakan baginya pahala seperti orang yang telah menebus dirinya dari neraka.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali, nescaya dikurniakan kepadanya kesukaan dan ditempatkan di dalam syurga.”

Sabda Rasulullah s.a.w:

”Orang-orang yang membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali lebih dikasihi oleh Allah daripada orang yang membelanjakan 200 ekor kudanya untuk perang sabilillah.”

Sesiapa membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali ketika masuk ke dalam rumahnya, terpelihara dari kepapaan dan dikasihi oleh jiran- jirannya.

Diriwayatkan daripada Saidina Saad As-Saidi r.a., bahawa beliau mengadu kepada Baginda Rasulullah s.a.w tentang kefakiran dan kesempitan hidup yang dialaminya. Maka sabda Baginda s.a.w:

“Apabila engkau hendak masuk ke rumahmu, bagilah salam kepada orang yang ada di dalam rumah, sekiranya tiada sesiapa, berilah salam kepadaku dan bacalah surah Al-Ikhlas sekali.” Setelah itu, diamalkan oleh beliau. Tidak lama kemudian melimpah ruah rezekinya sehingga jiran-jiran disekitar rumahnya.

Sabda Rasulullah s.a.w: “Sesiapa yang tidak membaca „Bismillah‟ pada permulaan makannya (kerana terlupa), bacalah surah Al-Ikhlas ketika selesai dari makan.”

Supaya ditunaikan segala hajat, meluaskan segala hutang piutang dan bala, mendapat rezeki yang banyak, mendapatkan zuriat dan sebagainya. Solat hajat sebanyak empat rakaat dan satu salam di tempat yang sunyi dari manusia.

Pada rakaat pertama ini 10 kali

Pada rakaat kedua ini 20 kali

Pada rakaat ketiga ini 30 kali

Pada rakaat keempat ini 40 kali

: Bacalah surah Al-Fatihah sekali dan surah

: Bacalah surah Al-Fatihah sekali dan surah

: Bacalah surah Al-Fatihah sekali dan surah

: Bacalah surah Al-Fatihah sekali dan surah

Setelah memberi salam, bacalah surah Al-Ikhlas sebanyak 50 kali, selawat ke atas Nabi 50 kali, Istighfar 50 kali dan baca „Laa hawlaa walaa quwwata illa billahhil „aliyyil „azim‟ sebanyak 50 kali. Kemudian dipohon apa-apa hajat, InsyaAllah berhasil.

Untuk mengubati penyakit, tulis surah ini pada bekas kayu sebanyak 7 kali. Kemudian dipadamkan dengan air dan diberi minum kepada orang yang sakit. InsyaAllah segera sembuh.

Diriwayatkan bahawa sesiapa membaca surah ini ketika sakit yang membawa kematian, nescaya dapat kelepasan dari fitnah dan himpitan kubur. Apabila hari Kiamat, ia akan diangkatkan oleh malaikat dengan sayapnya hingga selamat melalui shirat (titian shirat Al-Mustaqim) dan masuk ke dalam syurga.

Rasulullah s.a.w sebelum beradu (tidur), Baginda membaca surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq dan surah An-Naas pada dua belah tangannya lalu disapukan ke muka dan seluruh tubuhnya. Dilakukan sebanyak 3 kali oleh Baginda s.a.w.

Jika dibaca 3 surah ini (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas) pagi dan petang, nescaya tidak mengalami apa-apa kesusahan.

Sesiapa membaca surah Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap satu 7 kali selepas solat Jumaat, nescaya terpelihara dari perkara keji dan segala bala sehinggalah ke Jumaat yang berikutnya.

Kata Syeikh Abu Hassan As-Syazuli: “Apabila engkau hendakkan keikhlasan, maka bantulah dirimu dengan membaca surah Al- ikhlas.”

Surah Al-Falaq

Surah Al-Falaq
dirimu dengan membaca surah Al- ikhlas.” Surah Al-Falaq 1. Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku berlindung kepada

1. Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku berlindung kepada (Allah) Tuhan yang menciptakan sekalian makhluk,

2. "Dari bencana makhluk-makhluk yang Ia ciptakan;

3. "Dan dari bahaya gelap apabila ia masuk;

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

49 |

4. "Dan dari kejahatan makhluk-makhluk yang menghembus-hembus pada simpulan- simpulan (dan ikatan-ikatan);

5. "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan dengkinya".

Surah An-Nas

Surah An-Nas
dengki apabila ia melakukan dengkinya". Surah An-Nas 1. Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada

1. Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara sekalian manusia.

2. "Yang Menguasai sekalian manusia,

3. "Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia,

4. "Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, -

5. "Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, -

6. "(Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia".

pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia". Sebagai penawar sengatan binatang berbisa, bacalah dua surah

Sebagai penawar sengatan binatang berbisa, bacalah dua surah (Surah Al-Falaq & Surah An-Nas) yang mulia ini pada air garam, lalu disapukan pada anggota yang disengat itu. InsyaAllah sembuh.

Sebagai penawar sihir, bacalah dua surah ini (Surah Al-Falaq & Surah An-Nas) sebanyak 41 kali (atau dibaca oleh orang lain). Amalkan selama tiga, lima atau tujuh hari berturut-turut. InsyaAllah „afiat.

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

50 |

Untuk menghindari kekejaman pemerintah yang zalim, kejahatan jin dan manusia dan membangkitkan keberanian; amalkan membaca surah ini sebanyak 1000 kali. InsyaAllah selamat.

Untuk memohon petunjuk jalan ketika sesat; bacakan dua surah ini (Surah Al-Falaq & Surah An-Nas) sebanyak mungkin. Sebaik- baiknya didahulukan dengan azan, InsyaAllah pasti ditunjukkan jalan yang betul.

Surah An-Nas, jika dibaca sebanyak 1000 kali, boleh menjadi pengasih dan daya penarik.

sebanyak 1000 kali, boleh menjadi pengasih dan daya penarik. Surah Saidina Yusuf a.s Selalu membacanya akan

Surah Saidina Yusuf a.s

Selalu membacanya akan dilimpahkan rezeki kepada si pembacanya. Barangsiapa menulis surah ini, kemudian dihapuskan dengan air lalu diminum, InsyaAllah dikurniakan rezeki yang luas dan pangkat yang tinggi di sisi raja-raja. Jika ditulis surah ini, lalu dijadikan azimat, InsyaAllah isterinya akan bersangatan kasih kepadanya.

Surah Yusuf: Khasiat ayat 101

bersangatan kasih kepadanya. Surah Yusuf: Khasiat ayat 101 "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan

"Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan daku sebahagian dari kekuasaan (pemerintahan) dan mengajarku sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi. Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi Engkau Penguasa dan Pelindungku di dunia dan di akhirat; sempurnakanlah ajalku (ketika mati) dalam keadaan Islam, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh".

dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh". Sesiapa selalu mengamalkan ayat ini, nescaya Allah s.w.t

Sesiapa selalu mengamalkan ayat ini, nescaya Allah s.w.t akan mengurniakan kesolehan kepada anak-anaknya.

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

51 |

Surah Yusuf: Khasiat ayat 99 100

Surah Yusuf: Khasiat ayat 99 – 100 1. Maka ketika mereka (Nabi Yaakub dan keluarganya) masuk

1. Maka ketika mereka (Nabi Yaakub dan keluarganya) masuk (ke Mesir) menemui Yusuf, Yusuf segera menyambut serta memeluk kedua ibu bapanya, sambil berkata:

"Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah kamu berada di dalam aman.

2. Dan ia dudukkan kedua ibu bapanya (bersama-samanya) di atas kerusi kebesaran. Dan setelah itu mereka semuanya tunduk memberi hormat kepada Yusuf. Dan (pada saat itu) berkatalah Yusuf: "Wahai ayahku! Inilah dia tafsiran mimpiku dahulu. Sesungguhnya Allah telah menjadikan mimpiku itu benar. Dan sesungguhnya Ia telah melimpahkan kebaikan kepadaku ketika Ia mengeluarkan daku dari penjara; dan Ia membawa kamu ke mari dari dosa sesudah Syaitan (dengan hasutannya) merosakkan perhubungan antaraku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku lemah-lembut tadbirNya bagi apa yang dikehendakiNya; sesungguhnya Dia lah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.

Dia lah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. Barangsiapa dipenjarakan atau dizalimi, tulislah ayat ini

Barangsiapa dipenjarakan atau dizalimi, tulislah ayat ini kemudian diikat pada lengan kanan. Amalkanlah membacanya sebanyak mungkin. InsyaAllah dilepaskan oleh Allah dari segala kesusahan dan bala yang dihadapi itu.

Surah Yusuf: Khasiat ayat 68

Surah Yusuf: Khasiat ayat 68 Dan ketika mereka masuk menurut arah yang diperintahkan oleh bapa mereka,

Dan ketika mereka masuk menurut arah yang diperintahkan oleh bapa mereka, tidaklah perintahnya itu dapat menyelamatkan mereka dari apa yang telah ditakdirkan oleh Allah sedikitpun, tetapi yang demikian itu hanyalah melahirkan hajat yang terpendam dalam hati Nabi Yaakub. Dan sesungguhnya ia orang yang berilmu, kerana kami telah mengajarnya (dengan perantaraan wahyu); tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (akan rahsia takdir Tuhan).

manusia tidak mengetahui (akan rahsia takdir Tuhan). Barangsiapa melazimi ayat ini ketika menuntut atau memohon

Barangsiapa melazimi ayat ini ketika menuntut atau memohon apa- apa hajat dari seseorang, InsyaAllah ditunaikan. Bacalah ayat ini sebelum menghadiri temuduga, membuat sebarang permohonan, ketika hendak meminang dan sebagainya.

Surah Yusuf: Khasiat ayat 64

hendak meminang dan sebagainya. Surah Yusuf: Khasiat ayat 64 Bapa mereka berkata: "(Jika aku lepaskan dia

Bapa mereka berkata: "(Jika aku lepaskan dia pergi bersama-sama kamu), aku tidak menaruh kepercayaan kepada kamu menjaganya melainkan seperti kepercayaanku kepada kamu menjaga saudaranya dahulu (yang telah kamu hampakan. Oleh itu aku hanya menaruh kepercayaan kepada Allah), kerana Allah jualah Penjaga yang sebaik-baiknya, dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani dari sesiapa sahaja yang menaruh belas kasihan".

dari sesiapa sahaja yang menaruh belas kasihan". Bacalah beberapa kali ayat ini kemudian baca isim „Ya

Bacalah beberapa kali ayat ini kemudian baca isim „Ya Hafiz‟ sebanyak yang mungkin. Niatkan supaya menjadi pendinding. InsyaAllah terpelihara rumahnya dari dimasuki pencuri. Bacalah ayat ini beberapa kali, kemudian dihembuskan kepada bayi yang baru lahir atau kanak-kanak. InsyaAllah terpelihara dari gangguan jin dan

binatang-binatang buas. Sesiapa selalu mengamalkan ayat ini, ia akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup.

Surah Yusuf: Khasiat ayat 54 56

dan kesukaran hidup. Surah Yusuf: Khasiat ayat 54 – 56 1. Dan (setelah mendengar pengakuan perempuan-perempuan

1. Dan (setelah mendengar pengakuan perempuan-perempuan itu), raja berkata:

"Bawalah Yusuf kepadaku, aku hendak menjadikan dia orang yang khas untuk aku bermesyuarat dengannya. Setelah (Yusuf dibawa mengadap, dan raja) berkata-kata dengannya (serta mengetahui kebijaksanaannya) berkatalah raja kepadanya:

"Sesungguhnya engkau pada hari ini (wahai Yusuf), seorang yang berpangkat tinggi, lagi dipercayai di kalangan kami ".

2. Yusuf berkata: "Jadikanlah daku pengurus perbendaharaan hasil bumi (Mesir); sesungguhnya aku sedia menjaganya dengan sebaik-baiknya, lagi mengetahui cara mentadbirkannya".

3. Dan demikianlah caranya, Kami tetapkan kedudukan Yusuf memegang kuasa di bumi Mesir; ia bebas tinggal di negeri itu di mana sahaja yang disukainya. Kami limpahkan rahmat Kami kepada sesiapa sahaja yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menghilangkan balasan baik orang-orang yang berbuat kebaikan.

balasan baik orang-orang yang berbuat kebaikan. Dibaca ayat ini sebanyak mungkin bagi orang yang menganggur

Dibaca ayat ini sebanyak mungkin bagi orang yang menganggur atau tidak tetap di dalam kerjanya. Sebaik-baiknya hendaklah berpuasa pada hari khamis dan jumaat. Pada malam jumaat sebelum tidur bacalah ayat ini sebanyak mungkin, 100 kali atau 1000 kali. Kemudian berselawat ke atas Nabi s.a.w sebanyak 1000 kali. InsyaAllah dikurniakan baginya pekerjaan yang baik dan sesuai dengan dirinya.

Surah Ar-Ra’d

Surah Ar- Ra’d

Barangsiapa menulis surah ini dalam keadaan suasana gelap pada waktu malam, selepas solat Isya‟, setelah selesai segera diletakkan di atas pintu pemerintah yang zalim. InsyaAllah hilang segala pangkat dan pengaruhnya. jika ditulis surah ini pada bekas yang suci, kemudian dihapuskan dengan air. Air ini jika direnjiskan pada tempat-tempat maksiat, nescaya orang yang suka berbuat maksiat di situ tidak akan datang lagi pada tempat tersebut.

Surah Saidina Ibrahim a.s

Surah Saidina Ibrahim a.s

Sabda Rasulullah s.a.w: “Barangsiapa membaca Surah Ibrahim, diberikan kepadanya pahala seperti bilangan orang-orang yang menyembah berhala.” Barangsiapa menulis surah ini pada kain putih dalam keadaan berwudhu‟, kemudian digantung atau diikat pada mana-mana anggota kanak-kanak. InsyaAllah terpelihara dari selalu menangis, terkejut, perbuatan sihir dan dipermudahkan untuk melepaskan susu ibu.

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 32 34

melepaskan susu ibu. Surah Ibrahim: Khasiat ayat 32 – 34 1. Allah jualah yang menciptakan langit
melepaskan susu ibu. Surah Ibrahim: Khasiat ayat 32 – 34 1. Allah jualah yang menciptakan langit
melepaskan susu ibu. Surah Ibrahim: Khasiat ayat 32 – 34 1. Allah jualah yang menciptakan langit

1. Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi, dan menurunkan hujan dari langit lalu mengeluarkan dengan air hujan itu buah-buahan untuk menjadi makanan bagi kamu; dan Ia yang memberi kemudahan kepada kamu menggunakan kapal-kapal

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

55 |

untuk belayar di laut dengan perintahNya, juga yang memudahkan sungai-sungai untuk kamu (mengambil manfaat darinya).

2. Dan Ia juga yang menjadikan matahari dan bulan sentiasa beredar, untuk kepentingan kemudahan kamu, dan yang menjadikan malam dan siang bagi faedah hidup kamu.

3. Dan Ia telah memberi kepada kamu sebahagian dari tiap-tiap apa jua yang kamu hajati. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah nescaya lemahlah kamu menentukan bilangannya. Sesungguhnya manusia (yang ingkar) sangat suka menempatkan sesuatu pada bukan tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhannya.

tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhannya. Sesiapa sentiasa mengamalkan ayat-ayat ini pada waktu pagi

Sesiapa sentiasa mengamalkan ayat-ayat ini pada waktu pagi dan petang, juga sebelum tidur, InsyaAllah diri dan keluarganya akan dilindungi oleh Allah s.w.t dari segala malapetaka dan dilimpahkan baginya rezeki yang tidak terhingga. Sesiapa selalu mengamalkan ayat-ayat ini, anak-anaknya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan syirik dan bid‟ah.

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 27

syirik dan bid‟ah. Surah Ibrahim: Khasiat ayat 27 Allah menetapkan (pendirian) orang-orang yang beriman dengan

Allah menetapkan (pendirian) orang-orang yang beriman dengan kalimah yang tetap teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang- orang yang berlaku zalim (kepada diri mereka sendiri); dan Allah berkuasa melakukan apa yang dikehendakiNya.

dan Allah berkuasa melakukan apa yang dikehendakiNya. Ayat ini sangat baik jika diamalkan oleh para pelajar,

Ayat ini sangat baik jika diamalkan oleh para pelajar, lebih-lebih lagi bagi mereka yang sedang bermujahadah dalam melawan nafsu atau sedang bersuluk menuju Allah s.w.t. InsyaAllah akan dikurniakan sifat sabar dan istiqamah dalam beramal. Juga sangat baik diamalkan bagi orang yang mudah tergoda dengan fitnah wanita.

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 24

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 24 Tidakkah engkau melihat (wahai Muhammad) bagaimana Allah mengemukakan satu perbandingan,

Tidakkah engkau melihat (wahai Muhammad) bagaimana Allah mengemukakan satu perbandingan, iaitu: kalimah yang baik adalah sebagai sebatang pohon yang baik, yang pangkalnya (akar tunjangnya) tetap teguh, dan cabang pucuknya menjulang ke langit.

tetap teguh, dan cabang pucuknya menjulang ke langit. Bacalah ayat ini pada air hujan sebanyak 21

Bacalah ayat ini pada air hujan sebanyak 21 kali, kemudian disiramkan pada bahagian akar pokok dan tanaman. InsyaAllah diberkahi dan akan mengeluarkan hasil yang memuaskan.

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 19 20

yang memuaskan. Surah Ibrahim: Khasiat ayat 19 – 20 19. Tidakkah engkau telah nampak dan mengetahui
yang memuaskan. Surah Ibrahim: Khasiat ayat 19 – 20 19. Tidakkah engkau telah nampak dan mengetahui

19. Tidakkah engkau telah nampak dan mengetahui bahawa Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat? Jika Ia kehendaki nescaya dibinasakanNya kamu (dengan sebab kekufuran kamu) dan didatangkan pula dengan makhluk-makhluk yang baharu.

20. Dan yang demikian itu tidaklah sukar bagi Allah melakukannya.

yang demikian itu tidaklah sukar bagi Allah melakukannya. Bacalah ayat ini sebanyak mungkin bagi orang yang

Bacalah ayat ini sebanyak mungkin bagi orang yang mengalami penyakit was-was khususnya was-was dalam ibadat. InsyaAllah „afiat.

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 17

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 17 Ia meminumnya dengan terpaksa dan hampir-hampir tidak dapat diterima oleh tekaknya

Ia meminumnya dengan terpaksa dan hampir-hampir tidak dapat diterima oleh tekaknya (kerana busuknya), dan ia didatangi (penderitaan) maut dari segala arah, sedang ia tidak pula mati (supaya terlepas dari azab seksa itu); dan selain dari itu, ada lagi azab seksa yang lebih berat.

dan selain dari itu, ada lagi azab seksa yang lebih berat. Bacalah di sisi perempuan yang

Bacalah di sisi perempuan yang susah untuk bersalin. InsyaAllah akan segera melahirkan bayi.

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 12

akan segera melahirkan bayi. Surah Ibrahim: Khasiat ayat 12 "Dan mengapa pula kami tidak berserah diri

"Dan mengapa pula kami tidak berserah diri kepada Allah padahal Ia telah menunjukkan jalan untuk tiap-tiap seorang dari kami menjalaninya? Dan demi sesungguhnya, kami akan bersabar terhadap segala perbuatan kamu menyakiti kami. Dan dengan yang demikian, maka kepada Allah jualah hendaknya berserah diri orang-orang yang mahu berserah".

hendaknya berserah diri orang-orang yang mahu berserah". Jika ditulis ayat ini, kemudian digantungkan pada anggota

Jika ditulis ayat ini, kemudian digantungkan pada anggota yang sakit. InsyaAllah „afiat. Untuk mengubati orang-orang yang terkena sihir. Bacalah ayat ini pada sebekas air perigi yang telah lama tidak digunakan. kemudian bawalah pesakit itu ke mana-mana jalan yang bercabang empat pada malam hari. Mandikannya di situ dengan air tersebut. InsyaAllah sembuh.

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 1 4

Surah Ibrahim: Khasiat ayat 1 – 4 1. Alif, Laam, Raa'. Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami
Surah Ibrahim: Khasiat ayat 1 – 4 1. Alif, Laam, Raa'. Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami
Surah Ibrahim: Khasiat ayat 1 – 4 1. Alif, Laam, Raa'. Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami
Surah Ibrahim: Khasiat ayat 1 – 4 1. Alif, Laam, Raa'. Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami

1. Alif, Laam, Raa'. Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami turunkan dia kepadamu (wahai Muhammad), supaya engkau mengeluarkan umat manusia seluruhnya dari gelap- gelita kufur kepada cahaya iman - dengan izin Tuhan mereka - ke jalan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.

2. Allah jua yang memiliki segala yang ada di langit serta yang ada di bumi; dan kecelakaan besar bagi orang-orang yang kufur ingkar (terhadap Al-Quran) dari azab yang amat berat (yang akan menimpa mereka kelak).

3. Orang-orang yang mengutamakan dunia lebih daripada akhirat, dan menghalangi manusia dari jalan ugama Allah, serta menghendaki jalan itu menjadi bengkok terpesong, mereka itulah orang-orang yang terjerumus ke dalam kesesatan yang jauh terpesongnya.

4. Dan Kami tidak mengutuskan seseorang Rasul melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia menjelaskan (hukum-hukum Allah) kepada mereka. Maka Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya), juga memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya); dan Dia lah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Bacalah ayat-ayat ini pada air atau makanan sebanyak 40 kali. Kemudian diberi kepada pelajar, kanak-kanak

Bacalah ayat-ayat ini pada air atau makanan sebanyak 40 kali. Kemudian diberi kepada pelajar, kanak-kanak atau orang yang masih menuntut ilmu. InsyaAllah dikurniakan kepadanya kecerdikan dan kefasihan yang luar biasa. Sebaik-baiknya diamalkan selama tujuh hari berturut-turut.

Surah Al-Hijr

Surah Al-Hijr

Barangsiapa yang menulis surah ini dengan Za‟faran, kemudian dihapuskan dengan air lalu diberi minum kepada perempuan yang menyusu anak. InsyaAllah akan menjadi banyak susunya dan diberkati. Barangsiapa yang menulis surah ini, kemudian diletakkan di dalam poket bajunya. InsyaAllah, semua manusia suka berurusan dengannya dan boleh menjadi pelaris dalam perniagaan.

Surah An-Nahl

Surah An-Nahl

Surah ini jika ditulis, kemudian digantungkan pada sawah, kebun dan sebagainya, InsyaAllah terpelihara dari segala kerosakan dan musuh tanaman. Jika ditulis, kemudian diletakkan di dalam rumah orang-orang yang zalim (diluar pengetahuannya). InsyaAllah binasa ia pada tahun itu.

Surah Al-Isra’

Surah Al- Isra’

Jika dibaca surah ini pada air, kemudian diberi minum kepada orang yang gagap. InsyaAllah akan hilang gagapnya itu. Surah ini jika ditulis pada kertas, kemudian dibungkus dengan kain lalu dijahit. Dibawa dan dipakai apabila ingin memanah atau menembak. InsyaAllah sasarannya itu tepat. Tulislah surah ini pada bekas yang suci dengan Za‟faran. Kemudian dihapuskan dengan air diberi minum kepada kanak- kanak yang susah untuk bercakap. InsyaAllah ia akan bercakap dengan fasih dan lancar.

Surah Al-Isra’: Khasiat ayat 111 (Akhir surah al-Isra’)

Al- Isra’: Khasiat ayat 111 (Akhir su rah al- Isra’) Dan katakanlah: "Segala puji tertentu bagi

Dan katakanlah: "Segala puji tertentu bagi Allah yang tiada mempunyai anak, dan tiada bagiNya sekutu dalam urusan kerajaanNya, dan tiada bagiNya penolong disebabkan sesuatu kelemahanNya; dan hendaklah engkau membesarkan serta memuliakanNya dengan bersungguh-sungguh!"

T A L I B R A M L I

H A L A M A N

60 |

Barangsiapa ditimpa bala, dukacita dan sebagainya, perbanyakkanlah membaca ayat ini. InsyaAllah dilimpahkan baginya

Barangsiapa ditimpa bala, dukacita dan sebagainya, perbanyakkanlah membaca ayat ini. InsyaAllah dilimpahkan baginya kegembiraan dan keamanan, serta diberikan kepadanya apa yang terbaik baginya.

Surah Al-Isra’: Khasiat ayat 110

yang terbaik baginya. Surah Al- Isra’: Khasiat ayat 11 0 Katakanlah (wahai Muhammad): "Serulah nama “Allah

Katakanlah (wahai Muhammad): "Serulah nama “Allah" atau nama "Ar-Rahman", yang mana sahaja kamu serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka); kerana Allah mempunyai banyak nama-nama yang baik serta mulia". Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.

Surah Al-Isra’: Khasiat ayat 105 – 106

antara itu. Surah Al- Isra’: Khasiat ayat 105 – 106 105. Dan dengan cara yang sungguh

105. Dan dengan cara yang sungguh layak serta berhikmat Kami turunkan Al-Quran, dan dengan meliputi segala kebenaran ia diturunkan; dan tiadalah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan sebagai pembawa berita gembira (bagi orang-orang yang beriman) dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar).

106. Dan Al-Quran itu Kami bahagi-bahagikan supaya engkau membacakannya kepada manusia dengan lambat tenang; dan Kami menurunkannya beransur-ansur.