Anda di halaman 1dari 29

Bagian tulang yang retak dapat sembuh selama proses penyambungan tulang dimulai 3 minggu, 1 1/2 bln sudah

ada tulang muda dan kekuatan 20 % menahan beban selanjutnya makin padat dan sempurna setelah 6 bulan. Pada anak2 biasanya 3 minggu/1 bulan, http://mukipartono.com/retak-tulang/ Cedera pada sel otot akan memicu terjadinya proses yang bertujuan untuk memulihkan kembali sel otot yang rusak dan semaksimal mungkin mengembalikan fungsi yang hilang akibat cedera. Normalnya proses ini akan memakan waktu sekitar empat minggu dan meliputi empat tahapan, yang terkadang saling tumpang tindih, meliputi: 1. Degenerasi sel otot yang rusak 2. Inflamasi (peradangan) 3. Regenerasi 4. Pembentukan fibrosis http://sectiocadaveris.wordpress.com/artikel-kedokteran/prosespenyembuhan-dan-perbaikan-otot-setelah-mengalami-cedera/

5. Tensi darah
tensi darah seseorang dikatakan tinggi bila mencapai 140/90 mm Hg,tekanan darah yang sangat tinggi mencapai 180/120 mm Hg. Sedangkan tekanan darah antara 120-139 sebagai prahipertensi. Nilai ambang hipertensi 140/90 mm Hg untuk orang dewasa, khususnya pada usia 18 atau 18+. Klasifikasi Tensi Darah Pada Dewasa
Kategori Normal Prahipertensi Stadium 1 Stadium 2 Tekanan Darah Sistolik < 120 mmHg 120 139 mmHg 140 149 mmHg > 160 mmHg Tekanan Darah Diastolik (dan) < 80 mmHg (atau) 80-89 mmHg (atau) 90-99 mmHg (atau) >= 100 mmHg

http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi

Frekuensi nadi pada saat aktifitas normal : Normal : 60 100 x / menit, Bradikardi : <> 100. x / menit Denyut nadi pada saat tidur yaitu : a. Bayi baru lahir 100 180 x/menit b. Usia 1 minggu 3 bulan 100 220 x/ menit c. Usia 3 bulan 2 tahun 80 150 x/menit d. usia 10 21 tahun 60 90 x/menit e. Usia lebih dari 21 tahun 69 100 x/menit
http://anam56.blogspot.com/2009/01/pemeriksaan-denyut-nadi.html

Fekuensi napas normal Frekuensi napas normal tergantung umur : Usia baru lahir sekitar 35 50 x/menit Usia < 2 tahun 25 35 x/menit usia 2-12 tahun 18 26 x/menit dewasa 16 20 x/menit. http://anam56.blogspot.com/2009/01/d.html Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5 C 37,2 C. Jadi dikatakan demam bila suhu tubuh kita di atas 37,2 C. Dikenal juga istilah : 1.Hiperpireksia, yaitu suatu kenaikan suhu tubuh sampai setinggi 41,2 C atau lebih. 2.Hipotermia, yaitu suatu keadaan suhu tubuh di bawah 35 C. http://indonesiaindonesia.com/f/1874-demam-demam/

FUNGSI KULIT (INTEGUMEN)


PELINDUNG : merupakan sawar yang melindungi organisme terhadap trauma dan pengikisan, kekeringan, invasi, mikroorganisme, sinar ultraviolet dan suhu ORGAN SENSORI : sensoris taktilnya dapat menerima rangsangan dari lingkungan seperti sentuhan dan tekanan PENGATUR SUHU : menurunkan kehilangan panas saat suhu dingim dan meningkatkan kehilangan panas saat suhu panas FUNGSI METABOLIK : menyimpan energi melalui cadangan lemak dan sintesis vitamin D EKSKRESI & ABSORPSI

PENYEMBUHAN PADA KULIT Fase inflamatorik Terjadi peristiwa inflamasi (respons selular dan vaskular). Selain itu pada fase inflamatorik juga terjadi penggumpalan darah untuk menyatukan daerah yang terpisah akibat cedera. Fase migratorik Terjadi perpindahan fibroblas untuk membentuk jaringan parut. Juga akan terbentuk keropeng di daerah cedera. Fase proliferatif Terjadi pertumbuhan sel-sel epitel di bawah keropeng, deposisi fibroblas yang semakin banyak dan pembentukan kapiler-kapiler baru. Fase maturasi Keropeng yang terbentuk akan meluruh dan digantikan dengan jaringan sehat dan kulit kembali ke ketebalannya semula

Dendrite merupakan penjuluran pnedek yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel. Badan sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya nucleus (inti sel). dan nukleolus dikelilingi oleh sitoplasma granuler. Sitoplasmanya mengandung badan nissl dan neurofibril. Badan nissl mengandung protein. Neurofibril berperan dalam pengangkutan nutrien dan penyokong sel. Lokasi badan sel di sistem saraf pusat, dan saraf tepi. Pada saraf tepi umumnya disebut ganglion Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendrit dan menghantarkannya menuju axon dengan perantaraan sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan pengisi badan sel. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian/penghantaran impuls dalam sel.

Nucleus merupakan bagian terpenting dari sel. Bentuknya akan menyesuaikan bentuk sel. Berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel dan pembelahan sel. Axon/neurit merupakan penjuluran yang panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan axon. Percabangan axon merupakan bagian dari axon yang bercabang-cabang. Berfungsi menerima impuls dari axon. Selubung neurolema/neurilema merupakan selaput tipis yang berada paling luar dari axon. Berfungsi untuk melindungi axon serta memberikan nutrisi pada axon serta regenerasi pada selubung mielin.

Selubung myelin merupakan selaput tipis yang berhubungan langsung dengan axon dan terletak setelah selubung neurilema. Berfungsi untuk melindungi axon dan memberikan nutrisi pada axon. Sel Schwann merupakan sel-sel yang terdapat di dalam selubung myelin. Berfungsi untuk memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi. Nodus Ranvier merupakan celah diantara axon yang tidak tertutup oleh selubung neurilema. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls ke neuron.

Kerangka manusia terdiri dari 2 bagian fungsional:

I.Kerangka sumbu badan (skeleton axiale)  Terdiri atas tulang2 kepala (cranium), tulang2 leher (os hyoideum & vertebrae cervicales) dan tulang batang tubuh (costae, sternum, vertebrae thoracicae, vertebrae lumbales,os sacrum & os coccygis) ii.Kerangka anggota gerak (skeleton appendiculare)  Terdiri atas tulang2 anggota gerak : extremitas superior, extremitas inferior, gelang bahu ( claviculae & scapulae), gelang panggul (os coxae)

1) TENGKORAK A. Tulang tempurung kepala (os cranium) : * Tulang dahi (os frontale) * Tulang kepala belakang (os occipitale) * Tulang ubun-ubun (os parietale) * Tulang tapis (os ethmoidale) * Tulang baji (os sphenoidale) * Tulang pelipis (os temporale)

B. Tulang muka (os splanchocranium) : * Tulang hidung (os nasale) * Tulang langit-langit (os pallatum) * Tulang air mata (os lacrimale) * Tulang rahang atas (os maxilla) * Tulang rahang bawah (os mandibula) * Tulang pipi (os zygomaticum)

2) KERANGKA DADA Dibentuk oleh: Tulang dada (Os. Sternum) : 1 buah Tulang iga (Os.costae) : 12 pasang Tulang belakang (Vertebra thoachalis) : 12 ruas

A. Tulang dada (Os. Sternum) Manubrium sterni Corpus sterni Proccessus xpoideus

B. Tulang rusuk (Os. Costae) Tulang rusuk sejati (os costae vera) Tulang rusuk palsu (os costae sporia) Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

C. Tulang belakang (Os. Vertebra) * Tulang leher (os cervical) : 7 ruas * Tulang punggung (os thoraxalis) : 12 ruas * Tulang pinggang (os lumbalis) : 5 ruas * Tulang kelangkang (os sacrum) : 5 ruas * Tulang ekor (os cocigeus) : 4 ruas

3. GELANG PANGGUL (TULANG PELVIS) Dibentuk oleh; Os. Coxae bagian depan dan samping Os. Sacrum & Coccygeus bagian belakang

4. EXTREMITAS ATAS/SUPERIOR
 Tulang belikat (Os. Scapula)  Tulang selangka (Os. Clavicula)  Tulang lengan atas (os humerus)  Tulang hasta (os ulna)  Tulang pengumpil (os radius)  Tulang pergelangan tangan (os carpal)  Tulang telapak tangan (os metacarpal)  Tulang jari tangan (os phalanges manus)

5. EXTREMITAS BAWAH / INFERIOR Tulang paha (os femur) Tulang tempurung lutut (os patella) Tulang kering (os tibia) Tulang betis (os fibula) Tulang pergelangan kaki (os tarsal) Tulang telapak kaki (os metatarsal) Tulang jari kaki (os phalanges pedis) 6. Os. Coxae Os. Ichium (tulang duduk) Os. Illium (tulang usus) Os. Pubis (tulang kemaluan)

Bagan Sistem Saraf Manusia


Sistem Saraf Pusat : 1. Otak Otak merupakan organ yang sangat penting karena sebagai pusat koordinasi. Otak terlindung oleh tulang-tulang tengkorak dan dibungkus oleh selaput otak (meninges). Meninges terdiri atas 3 lapisan, yaitu seperti berikut. a. Durameter, yaitu lapisan yang terletak di bagian paling luar yang berbatasan dengan tulang tengkorak. Durameter mempunyai sifat keras dan kaku. b. Arachnoid (selaput sarang laba-laba), yaitu lapisan yang terdapat di bagian tengah. c. Piameter, yaitu lapisan yang berbatasan langsung dengan otak, lapisan ini bersifat lunak.

Otak terdiri atas 4 bagian: a. Otak besar (cerebrum) Dibanding sumsum tulang belakang pertumbuhan otak jauh lebih naik. Makin tinggi nilai perbandingan antara otak dan sumsum tulang belakang, makin tinggi tingkat kecerdasannya. Lapisan terluar otak berwarna kelabu dan banyak mengandung badan sel saraf, sedangkan lapisan otak di bagian dalam berwarna putih dan banyak mengandung dendrit dan akson. Otak besar merupakan pusat kesadaran, kemauan, ingatan dan kegiatan fisiologis sel daraf. Otak besar merupakan bagian terbesar dari otak. Otak besar terdiri atas empat bagian: 1) Bagian belakang (lobus oksipitalis) sebagai pusat saraf penglihatan. 2) Bagian samping (lobus temporalis) sebagai pusat saraf pendengaran. 3) Bagian tengah merupakan pusat pengaturan kerja kulit dan otot terhadap rangsang panas, dingin, sentuhan, dan tekanan. 4) Diantara bagian tengah dan belakang terdapat pusat perkembangan kecerdasan, ingatan, kemauan dan sikap.

b. Otak tengah (mesencefalon) Otak tengah terdapat di atas jembatan varol. Pada bagian atas dari otak tengah merupakan lobus optikus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan refleks mata dan pusat pendengaran. Jembatan varol merupakan bagian yang bertugas menghantarkan impuls dari otot-otot bagian kanan dan bagian kiri tubuh ke serebellum. c. Otak depan (diencefalon) Terletak di depan otak tengah. Bagian ini terdiri atas talamus dan hpotalamus. Talamus merupakan pusat pengatur sensori yang berfungsi untuk menerima semua rangsangan dari sensori serebrum. Hipotalamus merupakan pusat pengatur suhu tubuh, keseimbangan cairan dalam tubuh, mengatur selera makan, dan menumbuhkan sikap agresif. d. Otak kecil (serebellum) Terletak di sebelah bawah belakang otak besar, dan dibelakang jembatan varol. Otak ini berfungsi sebagai pusat keseimbangan. Kerusakan otak ini akan menyebabkan gerakan otot tidak terkendali lagi.

2. Sumsum Sumsum merupakan pusat saraf yang terletak di sebelah posterior otak. Seperti halnya otak, sumsum juga dilindungi oleh selaput meninges. Sumsum dibedakan menjadi dua. a. Sumsum lanjutan (medulla ablongata) Medulla oblongata terletak di sebelah posterior otak dan di anterior sumsum tulang belakang. Medulla oblongata banyak mengandung ganglion otak dan merupakan pusat pengatur gerak refleks fisiologis denyut jantung, pernapasan, dan pengaturan vasodilatasi. Bagian medulla oblongata yang menghubungkan sumsum tulang belakang dan otot disebut pons, pada bagian ini terdapat pusat pengaturan pernapasan. b. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) Sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang (vertebrae) karena sumsum ini terdapat dalam rongga vertebrae. Berbeda dengan otak, lapisan terluar dari sumsum tulang belakang berwarna putih dan mengandung dendrit dan akson, sedangkan lapisan bagian dalam berwarna kelabu dan banyak mengandung badan sel saraf. Pada bagian dalam ini terdapat bagian yang berbentuk kupu-kupu yang disebut akar dorsal dan akar ventral.

1) Akar dorsal mengandung neuron sensorik, dendritnya berhubungan dengan reseptor sedangkan aksonnya berhubungan dengan dendrit neuron konektor. 2) Akar ventral mengandung badan neuron motorik, aksonnya menuju ke efektor. Sumsum tulang belakang berfungsi untuk : 1) penghubung antara impuls dari dan menuju otak, 2) memungkinkan jalan terpendek pada gerak refleks.

3. Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri atas berikut ini. a. 12 pasang serabut saraf otak, yang keluar dari beberapa bagian otak menuju alat-alat indera, otot dan kelenjar. Serabut saraf otak dapat dibagi menjadi tiga kelompok. 1) Serabut saraf yang hanya terdiri dari saraf sensorik, yaitu saraf ke 1, 2, dan 8. 2) Serabut saraf yang hanya terdiri dari saraf motorik, yaitu saraf ke 3, 4, 6, 11, dan 12. 3) Serabut saraf yang mengandung saraf sensorik dan motorik, yaitu saraf ke 5, 7, 9, dan 10. b. 31 pasang serabut saraf sumsum tulang belakang. Serabut saraf ini merupakan gabungan dari saraf sensorik yang masuk ke akar dorsal dan saraf motorik yang keluar melalui akar ventral.

4. Sistem Saraf Otonom (Sistem Saraf Tak Sadar) Sistem saraf otonom adalah sistem saraf tepi yang mengontrol kegiatan organ-organ dalam dan berbagai macam kelenjar yang kerjanya tanpa kita sadari. Sistem saraf ototnom terdiri dari saraf simpatik dan parasimpatik. Setiap saraf otonom hanya terdiri dari neuron efektor yang berhubungan dengan saraf pusat dan efektor. a. Saraf simpatik Saraf simpatik terdiri atas simpul-simpul saraf di sepanjang tulang belakang bagian depan mulai dari ruas tulang leher sampai ruas tulang ekor, sehingga sering disebut saraf torakolumbal. Saraf ini berfungsi mengaktifkan kerja otot-otot tak sadar seperti pada otot jantung, lambung, usus dan alat pernapasan.

b. Saraf parasimpatik Saraf parasimpatik berpangkal pada medulla oblongata dan di sakrum. Kerja saraf parasimpatik berlawanan dengan saraf simpatik, sehingga efek kerja sama yang ditimbulkan oleh kedua saraf otonom tersebut berupa keserasian kerja berbagai macam alat-alat tubuh. Kerja saraf otonom tidak sepenuhnya otonom dan tidak diatur oleh yang lain. Aktivitas saraf otonom dipengaruhi oleh hipotalamus. Rangsangan terhadap bagian lateral dan posterior hipotalamus akan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan kecepatan respirasi, menurunkan kerja saluran pencernaan, serta melebarnya pupil.

SSP & SST

Nyeri Berdasarkan Jangka Waktunya


 Nyeri Cepat
Rasa nyeri timbul dalam waktu 0,01 detik Biasa disebut nyeri akut Menimbulkan sensasi jelas, tajam, dan lokasinya jelas Tidak terjadi pada organ dalam Sinyal nyeri melalui saraf perifer medulla spinalis oleh serabut saraf tipe A-delta (bermielin) pada kecepatan penjalaran 6-30 m/s Contoh : kulit tertusuk jarum atau pisau

 Nyeri Lambat
Rasa nyeri timbul setelah 1 detik atau lebih dan perlahan bertambah Nyeri terbakar, pegal, mual Menimbulkan sensasi tumpul, kuat, tidak menyenangkan Kerusakan jaringan dalam kulit Sinyal nyeri dijalarkan serabut saraf tipe C (tidak bermielin) dengan kecepatan penjalaran antara 0.5-2 m/s Contoh : nyeri viseral (organ dalam), pegal, luka bakar