Anda di halaman 1dari 78

BAB I DESKRIPSI PERUSAHAAN

A. Sejarah Berdiri PT MONEX INVESTINDO FUTURES (MONEX) adalah salah satu kelompok usaha dari Ravindo Group yang bergerak pada bidang jasa pialang berjangka terpercaya di Indonesia. Monex berdiri sejak tahun 2000 yang merupakan perusahaan Broker terbesar di Indonesia. Monex menyediakan layanan trading 24 jam dan merupakan spesialisasi di bidang transaksi valuta asing (foreign exchange Forex), indeks saham (stock index), dan komoditi (commodities). Pembentukan perusahaan Monex bertujan untuk memfasilitasi investor dalam melakukan investasi futures. Monex sebagai perusahaan pialang berjangka terpercaya di Indonesia berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme, edukasi dan pelayanan terbaik bagi nasabah. Sesuai dengan komitmen tersebut monex yang akan menjadi Your No.1 Financial Partner bagi nasabah dan masyarakat. Monex Investindo Futures secara resmi mebuka cabang di Solo pada Juli 2000. Acara peresmian dilaksanakan di Diamond Convention Center. Pembukaan cabang Monex di Solo disebabkan oleh prospek perkembangan

ekonomi Solo yang semakin membaik. Sementara direktur utama Monex, Samuel Semarun menyatakan pembukaan cabang Monex di Solo bertujuan supaya semakin dikenal masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan investasi. Lokasi perusahaan di kota Solo tepatnya berada di Jalan Slamet Riyadi no. 312 utara Stadion R. Maladi Sriwedari. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan wilayah strategis untuk area bisnis yang juga merupakan jantung kota Solo.

B. Legalitas 1. Monex memiliki legalitas dan integritas tinggi dibawah : a. BAPPEBTI dengan Nomor izin 178/BAPPEBTI/SI/I/2003 b. BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) No. SPAB/004/Bj/03/02 c. KBI (Kliring Berjangka Indonesia) No. 14/AK-KBI/III/2003 d. ICDX (Indonesia Commodity & Derivatives Exchange)

No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010 e. ISI Clearing (PT. Indentrust Security International) No.

003/SPKK/ISI-MIF/V/2010. 2. Struktur Perdagangan Berjangka

a. Pengawas

: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka

Komoditi (BAPPEBTI). Website : www bappebti.go.id

b. Penyelenggara

a. Bursa Berjangka Jakarta ( BBJ ). Website : www.bbj-

jfx.com. Tempat pelaporan melakukan transaksi jual beli


b. Kliring

Berjangka

Indonesia

KBI

Website

www.kjbki.co.id. Penjamin Transaksi dari tindakan WANPRESTASI masing - masing Pihak


c.

Pelaku : Anggota Bursa Berjangka Jakarta yang Berjangka dan Pedagang Berjangka

terdiri dari Pialang

GAMBAR I.1 ALUR PERDAGANGAN BERJANGKA

Sumber: http://www.bbj-jfx.com dan http://www.bappebti.go.id

Pada gambar I.1 dapat dilihat, ini merupakan alur perdagangan berjangka yang ada di Indonesia dengan bercermin pada kesepakatan bursa dunia internasional. BAPPEBTI sebagai pengawas perdagangan berjangka komoditi memiliki peran yang cukup kompleks karena mengawasi keseluruhan proses perdagangan berjangka yang dilakukan oleh bank penyimpan (bank segregasi), perusahaan pialang, BBJ serta KBI. Beberapa proses yang dinaungi BAPPEBTI antara lain nasabah yang berinvestasi memasukkan margin ke bank penyimpanan, kemudian bank mengeluarkan laporan kepada perusahaan pialang yang bekerja sama. Pialang akan menindaklanjuti secara langsung kepada nasabah yang sudah investasi dan di antara kedua belah pihak melaksanakan agrrement atas dana nasabah yang didepositokan di bank melalui perusahaan pialang. Nasabah dalam hal ini berhak atas informasi yang ada dan up date terkait dengan pergerakan harga dan informasi lain mengenai perdagangan berjangka dari BBJ yang pasti sama akan didapatkan semua nasabah di mana pun berada. Selain itu, perusahaan pialang sebagai pelaku perdagangan berhak atas pengelolaan margin order yang bermula dari nasabah yang diteruskan BBJ karena harga produk berjangka tergantung harga pasar dunia. Kemudian

setelah itu BBJ merekomendasikan transaksi terhadap KBI selaku penjamin transaksi dan akan melaporkan hasil kliring per hari nya kepada bank segregasi yang ditunjuk oleh pialang dan diteruskan ke nasabah karena telah menginvestasikan dananya melalui perusahaan pialang.

GAMBAR I.2 ALUR LEGALITAS PERDAGANGAN BERJANGKA

Sumber : http://www.bbj-jfx.com dan http://www.bappebti.go.id

Gambar I.2 menunjukkan alur legalitas proses transaksi berjangka seorang nasabah. Di atas terlihat perbedaan dari transaksi yang legal dan ilegal.

Transaksi yang legal seharusnya proses berawal dari nasabah yang menyetorkan dananya ke bank segregasi kemudian bank akan melaporkan ke perusahaan pialang. Jadi nasabah setelah itu bisa langsung bertransaksi di perusahaan pialang tersebut dan transaksi itu melalui lembaga yang berwenang, yaitu BBJ, KBI dan BAPPEBTI. Sementara transaksi yang ilegal tidak menggunakan bank segregasi dan lembaga perdagangan yang terkait. Jadi, dana dari nasabah langsung masuk di perusahaan pialang dan itu tanpa kontrak kerjasama yang jelas, sehingga investor di sini menjadi korban atas kehilangan dananya yang bermuara di pialang ilegal.

C. Pengakuan dan Penghargaan

Penghargaan dan Pengakuan data peringkat menurut Kliring berjangka Indonesia, Monex Investindo Futures selalu menjadi yang terbaik bagi nasabah kami. Ini terlihat karena dari beberapa tahun terakhir ini, Monex selalu bisa diandalkan untuk melayani nasabah dan terbukti mampu meraih predikat terbaik sebagai partner keuangan yang profesional mengedepankan mutu dan kepercayaan kepada nasabah. Oleh karen itu, KBI selaku lembaga kliring penjamin transaksi memilih Monex untuk diberikan penghargaan yang bergengsi di bidang perdagangan berjangka dengan raihan total nasabah mencapai 67. 628 orang pada tahun 2009 dan dapat dilihat grafik nya di bawah ini:

GRAFIK I.1 PERBANDINGAN JUMLAH NASABAH TAHUN 2009

Sumber: PT Kliring Berjangka Indonesia http://kjbk.co.id

D. Visi dan Misi

Visi Menjadi pemimpin global dalam jasa pelayanan keuangan

Misi 1. Memberikan solusi pelayanan terbaik kepada nasabah

2. Meningkatkan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi 3. Aktif berperan serta dalam mewujudkan kondisi pasar berjangka Indonesia yang teratur, wajar, efisien dan efektif sesuai dengan motto kami untuk menjadi Your No.1 Financial Partner.

E. Keuntungan Transaksi dengan Monex 1. Menjadi Perusahaan Pialang Berjangka Terpercaya

Sesuai dengan motto Monex investindo Futures untuk menjadi Your No.1 Financial Partner, dengan profesionalisme dan perusahaan yang terjamin legalitasnya, keunggulan kami akan menjadi partner utama anda dalam setiap transaksi yang anda lakukan bersama kami. 2. Bertransaksi di Pasar yang Aktif Selama 24 Jam

Transaksi, jasa pelayanan dan fasilitas trading dapat diakses selama 24 jam baik melalui telepon untuk sistem trading yang konvensional (Kuotasi Dealing) maupun melalui trading online lewat Monex Trader. Keunggulan Platform trading kami juga dapat diakses lewat PDA. 3. Likuiditas Tinggi dan Transparan

Monex investindo Futures menjalankan bisnis secara transparan, terutama dalam memberikan laporan transaksi keuangan nasabah, keunggulan yang kami kirimkan secara periodik melalui fax atau kurir dan melalui e-mail (untuk rekening trading online). 4. Harga dan Spread yang Kompetitif

Keunggulan PT Monex Investindo Futures memiliki hubungan langsung ke pusat-pusat keuangan dunia yang memberi keuntungan bagi kami dalam menyediakan harga inter-bank yang real-time dan lebih kompetitif.
5.

Platform Trading yang Berkualitas

Keunggulan Platform trading di Monex investindo Futures menggunakan sistem Meta Trader ver 4.00 build 211 dari Metaquotes Software Corp., sebuah platform trading yang user-friendly yang memberikan keunggulan dalam kemudahan akses dan eksekusi yang cepat. 6. Riset dan keunggulan Analisa 24 Jam

Dengan dukungan divisi Riset dan Analisis 24 jam, Monex Investindo Futures menyediakan informasi pasar terbaru bagi nasabah lewat SMS, telepon, dan e-mail.

10

7.

Training dan Edukasi Produk Gratis

Secara berkelanjutan Monex Investindo Futures menyediakan fasilitas training gratis di semua cabang kami untuk meningkatkan keunggulan kemampuan bertransaksi nasabah dan memberikan pengetahuan yang komprehensif mengenai pasar berjangka. 8. Teknologi Informasi (IT) yang Handal

Dukungan dari IT lewat telepon atau lewat Live Chat web interface (yang dapat diakses di www.mifx.com) memberikan keunggulan untuk membantu nasabah yang mengalami kesulitan dalam mengakses atau menggunakan platform trading di Monex. 9. Rekening Terpisah

Dana nasabah akan ditempatkan dalam rekening Monex Investindo Futures yang terpisah dan aman di bank-bank yang telah ditunjuk oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Rekening tersedia dalam Dollar AS dan Rupiah.

F. Segregated Account Rekening terpisah adalah rekening yang kegunaanya hanya untuk keperluan transaksi nasabah dan bukan rekening yang digunakan untuk urusan

11

operasional perusahaannya. Rekening terpisah ini diawasi penggunaanya oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) selaku otoritas perdagangan berjangka, berikut ini adalah situs resminya http://bappebti.go.id. Berikut ini adalah rekening terpisah resmi yang dimiliki oleh Monex Investindo Futures: 1. Rekening Terpisah dalam bentuk Rupiah

IDR Account Bank : BCA Sudirman Center Behalf : PT MONEX INVESTINDO FUTURES Account Number : 035.3115.569 Bank : Bank Niaga Behalf : PT MONEX INVESTINDO FUTURES Account Number : 008.01.63364.000 Bank : SINARMAS cabang FACHRUDDIN Behalf : PT MONEX INVESTINDO FUTURES Account Number : 000.2838.001 2. Rekening Terpisah dalam bentuk Dollar US USD Account Bank Behalf Account Number Bank Behalf Account Number Bank Behalf Account Number

: BCA Sudirman Center : PT MONEX INVESTINDO FUTURES : 035.3119.262 : Bank Niaga : PT MONEX INVESTINDO FUTURES : 022.02.12591.007 : SINARMAS cabang FACHRUDDIN : PT MONEX INVESTINDO FUTURES : 000.2838.068

G. Kantor Pusat dan Cabang

12

PT. Monex memiliki kantor pusat yang berada di Jakarta yang berlokasi di Menara Ravindo Group sebanyak 2 kantor di lantai 8 dan 12, sedangkan satu lagi berada di kawasan Wisma Kyoei Prince lantai 9 dan 20. Selain itu Monex juga memiliki kantor cabang di beberapa kota besar di Indonesia antara lain : 1. Bandung 2. Bogor 3. Yogyakarta 4. Surabaya 5. Cirebon 6. Medan 7. Purwokerto 8. Tegal 9. Solo 10. Semarang 11. Denpasar 12. Batam

H. Edukasi Terpadu dan Berkelanjutan Edukasi produk dan trading diberikan berkelanjutan melalui

pelatihan/training, seminar yang diberikan free kepada nasabah. Melalui konsep edukasi terpadu ini, maka nasabah termotivasi untuk aktif bertransaksi online secara mandiri.

13

I.

Struktur Organisasi Karyawan Struktur organisasi adalah sarana bagi kita untuk menampakkan keadaan formal dari organisasi, agar semua orang dapat mengetahui posisi atau kedudukan masing-masing. Kalau kita melihat struktur organisasi dapat diketahui antara lain : 1. Besar kecilnya suatu organisasi 2. Besar kecilnya aktivitas dari organisasi 3. Jenis kegiatan yang ada dalam organisasi 4. Satuan pemerintahan dan laporan dari puncak Pimpinan sampai tingkat bawahan. Struktur Organisasi di PT MONEX INVESTINDO berikut:
1. Branch Manager 2. Division Manager:

adalah sebagai

: Roy Peterson

a. Promotion Manager b. Accounting Manager c. Marketing Manager d. Research and Education

: Vera : Risang : Nita : Arie Nurhadi

14

3. Assistant Manager

: Edi Teguh Beny Nuning Intan Fery Jaya Stenley Destiana Hasan Emy Yessy Miftah Joko Endah Taufik

15

4. Customer Service Online 5. Front Officer

: Yono : Nana Lia

6. Office Boy

: Lilik Sugiharto Wuryanto

7. Security

: Eko Tono Arif

8. Driver

: Surya Yuli Petrus

Tugas dan Wewenang dari Tiap Bagian Karyawan PT MONEX INVESTINDO Job Description tiap masing-masing jabatan :

16

1.

Branch

Manager:

Pemimpin

perusahaan,

Menyusun

Program Kerja, Menetapkan dan mengkoordinasi jalannya perusahaan secara keseluruhan.


2. Division Manager:

a.

Promotion Manager: Bertanggungjawab dalam merancang strategi-strategi

promosi perusahaan dan tugas yang lain adalah sebagai hubungan masyarakat (Humas)
b. Accounting Manager:

Mengkoordinasi

dan

mengatur

penyelenggaraan

pembukuan semua transaksi keuangan


c.

HR Manager: Bertanggungjawab melakukan proses rekruitmen dan seleksi karyawan yang akan masuk pada PT MONEX.

3. Marketing Manager:

a.

Memberikan teladan, membantu, membuat strategi atau program kerja kepada Asistant Manager.

b.

Menaati tata tertib yang dibuat oleh manajemen.

17

c.

Dilarang melakukan perbuatan yang dapat merugikan manajemen perusahaan baik langsung atau tidak langsung

d.

Berkewajiban memiliki target new client 150.000.000 selama 3 bulan berturut-turut.


4. Research and Education:

dengan margin awal Rp.

a.

Bertanggung jawab dalam memberikan pengarahan dan pelatihan atau training kepada karyawan baru

b. c.

Memberikan tes atau ujian kelayakan pada calon Financial Consultant Memberikan pengawasan dan laporan dari hasil training yang diberikan kepada karyawan.

d.

Berhubungan dengan manajer fungsional sehingga departemen lain dapat mengerti semua aspek yang diperlukan dan dibutuhkan untuk pelatihan staf dan pengembangan, dan untuk memastikan bahwa manajer fungsional sepenuhnya mengerti tentang tujuan pelatihan staf dan pengembangan, serta tujuan dan prestasi yang diharapkan oleh perusahaan.
5. Assistant Manager:

a. b. c.

Memberi teladan Membantu dan mengawasi marketing Dilarang melakukan perbuatan yang dapat merugikan

manajemen perusahaan baik langsung atau tidak langsung d. Menaati tata tertib yang dibuat oleh manajemen

18

e.

Dilarang

melakukan

perbuatan

yang

dapat

merugikan

manajemen perusahaan baik langsung atau tidak langsung


6. Customer Service Online:

Bertanggung jawab menyiapkan semua kebutuhan klien yang berkaitan dengan penandatanganan kontrak dan administrasi.
7. Front Office:

Bertanggung jawab sebagai petugas pelayanan kepada tamu yang datang dan memberikan penjelasan kepada tamu perusahaan. 8. Office Boy Bertanggungjawab sebagai pelaksana kegiatan operasional rumah tangga perusahaan

9. Security:

Bertanggungjawab ketertiban pada

dalam

menjaga

keamanan

dan

lingkungan

kantor

sehingga

menciptakan

lingkungan kantor yang kondusif.

19

10. Driver:

Mengoperasikan kendaraan

milik perusahaan untuk

berbagai kepentingan yang menunjang kebutuhan kantor.

J. Corporate Social Responsibility Program PT Monex Investindo Futures meluncurkan program Trade & Give dimana dalam setiap lot yang ditransaksikan, Rp. 1000,- akan dialokasikan untuk pengembangan pendidikan terutama untuk anak-anak di Indonesia dan masyarakat secara umum. Program pengumpulan dana ini telah dimulai sejak Januari 2008 dan telah dikelola dan diberdayakan sejak Juli 2008 melalui Departemen Monex CSR. Anda juga bisa melihat keseluruhan aktivitas program ini di

www.monexmad.org Pandangan dan saran anda sangat kami harapkan dan hargai. Anda bisa menjadi bagian dari program pengembangan pendidikan ini melalui Trade & Give, ini merupakan salah satu cara kami untuk mengapresiasi anda sebagai klien kami di Monex. K. Produk PT. Monex Investindo Futures 1. Valuta Asing (Foreign Exchange)

20

Forex adalah pasar terbesar dan paling likuid di dunia saat ini. Perputaran nilai forex perdagangannya setara dengan $1,9 triliun, lebih besar tiga kali lipat dari jumlah rata-rata gabungan pasar saham dan obligasi. Pasar forex ini beroperasi selama 24 jam penuh dan ditransaksikan melalui jaringan global bank, mulai dari Asia, Eropa dan Amerika dan tidak memiliki bursa terpusat sehingga disebut sebagai produk OTC (over the counter). Transaksi forex ini dilakukan dengan membeli atau menjual mata uang dengan memanfaatkan fluktuasi harga. Dengan volume perdagangan per hari yang mencapai angka US$3.2 triliun, transaksi forex jauh lebih besar dibandingkan akumulasi seluruh volume ekuiti dan futures yang ada di Amerika Serikat. GRAFIK I.2 VOLUME HARIAN NYSE VS VOLUME HARIAN FX

Sumber : www.mifx.com

GRAFIK I.3 MATA UANG YANG PALING UMUM DIPERDAGANGKAN

21

Sumber: www.mifx.com

Produk forex yang kami tawarkan adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Euro / dollar AS (EUR/USD) Poundsterling / dollar AS (GBP/USD) Dollar AS / yen (USD/JPY) Dollar AS / Swiss franc (USD/CHF) Dollar Australia / dollar AS (AUD/USD) Euro / poundsterling (EUR/GBP) Euro / yen (EUR/JPY) Poundsterling / yen (GBP/JPY)

22

9.

Swiss franc / yen (CHF/JPY)

10. Dollar Australia / yen (AUD/JPY) Keuntungan bertransaksi forex : 1. Peserta terbesar dan volume transaksi tertinggi

2. Likuiditas tinggi dan eksekusi cepat 3. Pasar 24 jam TABEL I.1 JAM PEMBUKAAN PASAR DUNIA

Sumber: www.mifx.com

4.

Tidak ada batasan waktu untuk memiliki posisi terbuka

Keunggulan transaksi forex dengan kami :

23

a. b. c.

Fasilitas trading forex dengan online melalui MetaTrader Real time Price sesuai dengan harga interbank Didukung divisi Riset dan Analis forex yang siap memberikan

analisa pasar d. Tim Edukasi siap memberikan bantuan untuk membuat Nasabah

semakin percaya diri e. Keamanan dana dan kerahasiaan data pribadi terjamin

2. Stock Index Indeks saham merupakan gabungan dari saham-saham unggulan dari berbagai sektor. Indeks saham ini merupakan patokan terhadap kinerja dari pasar modal di suatu negara. Contoh di Indonesia adalah indeks saham IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Indeks saham yang diperdagangkan ini adalah berupa kontrak (futures). Tabel di bawah ini perbedaan jam perdagangan pada setiap indeks saham. menunjukkan

TABEL I.2 JAM PERDAGANGAN INDEKS ASIA

24

Sumber: www.mifx.com

Indeks saham yang diperdagangkan : a. b. c. Indeks saham Jepang - Nikkei 225 Indeks saham Hong Kong - Hang Seng Indeks saham Korea KOSPI

Keuntungan transaksi indeks saham : a. b. c. Peluang dua arah yaitu beli atau jual Tidak ada biaya overnight (bunga) Modal yang diperlukan relatif lebih kecil dibandingkan nilai transaksi yang sebenarnya. d. Likuiditas tinggi

Keunggulan transaksi dengan kami : a. b. c. Fasilitas trading dengan online melalui MetaTrader Real time Price sesuai dengan harga interbank Didukung divisi Riset dan Analis yang siap memberikan analisa pasar

25

d.

Tim Edukasi siap memberikan bantuan untuk membuat Nasabah semakin percaya diri

e.

Keamanan dana dan kerahasiaan data pribadi terjamin

3. Commodities (Gold) Kontrak berjangka Emas yang diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dengan kontrak Berjangka (GOL), yang setiap kontrak berjangka mengandung 1 kg emas kualitas murni (99,99%) dengan jangka waktu 3 bulan. Tabel di bawah ini memberikan contoh lebih detil mengenai komoditi.

TABEL I.3 JAM PERDAGANGAN KOMODITI

Sumber: www.mifx.com

Keunggulan Kontrak Berjangka Emas (GOL):

26

a. b. c. d.

Harga transparan Kontrak standar Dapat serah terima dalam bentuk cash dan fisik Biaya relatif lebih kecil

Keunggulan transaksi kontrak berjangka dengan kami: a. b. c. d. Fasilitas Online Trading Real time Price Didukung divisi Riset dan Analis yang siap memberikan analisa pasar Tim Edukasi siap memberikan bantuan untuk membuat Nasabah semakin percaya diri e. Keamanan dana dan kerahasiaan data pribadi terjamin.

L. Partnership Monex menawarkan program kemitraan yang prospektif. Untuk mencapai manfaat terbaik, Monex menyarankan kepada seluruh mitranya agar memiliki pengetahuan cukup tentang perdagangan berjangka.
1. Introducing Brokern (IB)

Peran IB adalah menjelaskan kepada calon nasabah tentang produk, cara dan manfaat online trading berjangka di Monex. Keistimewaan lainnya,

27

Monex memberikan support free seminar dan training khusus untuk IB secara berkelanjutan. 2. Referral Program dimana seseorang sebagai nasabah dapat mereferensikan kerabat atau relasi bisnis untuk bergabung di Monex.

M. Langkah-langkah Memulai Investasi Sebelum melakukan transaksi, calon nasabah harus melakukan beberapa syarat, antara lain : 1. Mengerti dan memahami perdagangan berjangka 2. Memenuhi syarat 3. Memahami trading rules dan resikonya 4. Konfirmasi 5. Transfer dana
6. Dana masuk ke rekening segregated

N. Cara Membuka Live Account Kirimkan formulir aplikasi yang telah diisi ke kantor cabang PT Monex Investindo Futures terdekat melalui faksimili.

1.

28

2.

Tunggu konfirmasi dari pihak PT Monex Investindo Futures mengenai persetujuan dana investasi

3.

Melakukan transfer dana ke rekening terpisah PT Monex Investindo Futures

4.

Memberikan notifikasi/tanda bukti transfer kepada pihak PT Monex Investindo Futures

5.

PT Monex Investindo Futures akan mengirimkan detail log in Anda melalui email

29

BAB II A. LAPORAN KEGIATAN MAGANG (10 28 Januari 2011)


A.1

Education Training (10 14 Januari 2011) Agenda pertama magang kelompok 37, kelompok kami

berdasarkan urutan yang terdaftar di papan pengumuman Fakultas Ekonomi UNS Surakarta ketika pertama kali di PT MONEX, yaitu menjalani prosesi training edukasi dimana training ini berjalan 5 hari dari pukul 09.00 16.00 WIB menggunakan ruang training. Training yang terkait dengan segala sesuatu tentang bisnis perdagangan futures/berjangka ini sangat penting bagi kami karena sebagai dasar untuk berkecimpung di dunia trading/transaksi futures. Dengan dibimbing oleh Bp. Arie Nurhadi selaku trainer dari divisi Research and Education, kami dengan mudah mengikuti materi yang diajarkan walaupun ada sedikit yang masih menjadi pertanyaan. Untuk materi hariannya adalah sebagai berikut: TABEL II.1 KEGIATAN MAGANG (TRAINING) Hari Senin Materi Company profile PT. Monex Visi Misi dan keunggulan Lingkup bisnis

30

Legalitas Fasilitas perusahaan Rencana bisnis Selasa Produk yang ditawarkan Layanan Monex Trader (Meta) Langkah penggunaannya Rabu Program kemitraan Syarat program Langkah berinvestasi Pelatihan trading demo account & platform Kamis Presentasi prospektif Penghitungan Profit Loss Analisis teknikal Analisis fundamental Jumat Manajemen trading Manajemen Resiko

A.2

Pembentukan dan Pelaksanaan Tim (17 21 Januari 2011) Setelah pelaksanaan training, minggu berikutnya kami mulai

menggunakan floor room (ruang lantai bursa) dimana di sini kami dihadapkan pada situasi kerja nyata yang sesuai kebijakan perusahaan, tempat atau pusatnya karyawan perusahaan melaksanakan tugas pekerjaan. Di dalam pembentukan tim, kami berada di bawah naungan Assistant

31

Manager (AM) yaitu Bp. Fery Yulianto dimana beliau juga merangkap sebagai Wakil Pialang Monex. Penempatan dan pembagian tugas untuk kami tidak dibedakan (jadi satu) karena kami beraktivitas di dalam marketing, dengan ini selepas masa training kami langsung disematkan jabatan sebagai Financial Consultant (FC). Tim ini terdiri dari 7 orang diantaranya 1 AM (Assistant Manager), 1 RE (Research & Education), 1 analis, 1 IT (Information Technology), 3 FC (Financial Consultant). Dari sini kami berbagi dan diskusi antara lain tentang motivasi, teknik trading, pembagian hasil, pembuatan website tim dan lain-lain. Dalam pelaksanaan tim, khusus pembuatan website ini diharapkan nantinya dapat menjaring para investor secara online melalui forum, live chat dan market news update. Selain itu, kami menyepakati adanya evaluasi progress report di hari senin, rabu dan jumat secara mandiri tanpa didampingi AM. Di sini kami mengevaluasi aktivitas selama 2 hari sebelumnya tentang pekerjaan yang sudah dilaksanakan dan perkembangannya. Oleh karena kami sebagai tim, segala sesuatu yang ada dalam tim hendaknya dilaporkan secara terbuka apabila nanti terjadi permasalahan-permasalahan bisa dicarikan solusinya. A.3 Proses Kerja Nyata (24 28 Januari 2011) Proses magang terakhir adalah kerja nyata dimana kami kerja seperti karyawan lainnya. Di sini kami ditugaskan untuk menjaring calon

32

investor sebanyak-banyaknya melalui 3 tahapan, yaitu contacting, follow up, dan power closing. Tahapan pertama yaitu contacting, kami diminta untuk mencari daftar-daftar calon nasabah sebanyak mungkin, setelah itu dihubungi via telephone. Kami menawarkan kerjasama bisnis yang berpeluang prospektif di bidang trading online. Pada awalnya bukan untuk berbisnis dahulu, namun kami menawarkan untuk program edukasi karena bisnis seperti ini ternyata respon dari masyarakat khusunya warga Solo masih sangat minim. Agar ini menjadi pengetahuan masyarakat, diadakanlah training edukasi, small seminar dan lain-lain di kantor Monex. Tidak menutup kemungkinan untuk lebih menjalin kepercayaan seringkali mengadakan prospek ke luar kantor untuk appointment dengan calon investor dalam rangka mempresentasikan tawaran kami. Setelah contacting, tahapan selanjutnya adalah follow up. Di mana follow up ini melakukan pengontrolan dan bimbingan bagi calon investor yang sudah diprospek. Cara-caranya bisa dengan update info mengenai pergerakan pasar, peluang profit, konsultasi, pengiriman demo account, pemberian tips dan trik dalam trading dan sebagainya. Tahapan terakhir yaitu power closing, inilah saat-saat yang dinantikan para broker karena menentukan berinvestasi atau tidaknya calon investor yang selama itu kita bina. Di sini lebih mengutamakan untuk meyakinkan calon investor agar bergabung dengan kita dengan

33

motivasi dan peluang yang ada. Apabila tercapai closing, berarti investor tersebut telah mendepositokan dananya ke bank segregasi melalui PT. Monex dan broker berhak atas haknya sebesar 1% dari dana yang disetorkan oleh investor. Setelah itu investor sudah bisa mulai melakukan transaksi dengan real account. Selain itu setiap pagi hari, kami selalu melaksanakan meeting untuk membahas market preview. Di mana di bawah pimpinan Bp. Gunawan selaku Divission Manager (DM) kami diminta untuk presentasi mengenai kondisi dan peluang dari produk-produk berjangka yang digunakan PT. Monex. Bahan materi yang diutarakan seperti berita, tingkat resistance dan support, trading range, trend, pengaruh fundamental dan sebagainya. Kegiatan ini dimaksudkan agar nanti seandainya kita berhadapan dengan investor, dapat memberikan layanan dan info-info terbaru tentang hal-hal yang sedang beliau trading-kan setiap pagi dan lebih up date.

B.

IDENTIFIKASI MASALAH B.1 Aspek Pemasaran Futures Trading atau Pialang Berjangka merupakan bisnis yang dalam perdagangannya tidak melibatkan barang dalam bentuk fisik sama sekali, tapi yang ditransaksikan dalam jenis bisnis ini adalah kontrak

34

berdasarkan nilai dari suatu aset/barang/komoditi yang ada di pasar fisik. Dalam perkembangannya di Indonesia, bisnis ini masih terdengar awam di masyarakat dan mempunyai image serta persepsi yang kurang baik. Hal ini dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang bisnis ini yang masih kurang dan juga beranggapan bisnis ini sama dengan berjudi. Monex merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini. Walaupun Monex menjadi perusahaan terbesar dalam bidang pialang berjangka yang telah mendapatkan pengakuan dari lembaga-lembaga seperti BAPPEBTI, namun Monex tetap mengalami kendala dalam mendapatkan nasabah. Image dan persepsi yang kurang baik yang telah berkembang di masyarakat perlu di ubah oleh para pelaku usaha ini, khususnya Monex. Beberapa faktor serta anggapan yang keliru tentang bisnis ini yang menjadikan image serta persepsi yang kurang baik dalam masyarakat antara lain :
1.

Bisnis trading sama dengan berjudi Masyarakat beranggapan bahwa trading itu sama dengan judi (gambling) karena unsur ketidakpastian dalam keuntungannya. Ada banyak perbedaan antara bisnis ini dengan gambling, salah satunya adalah cara melakukan analisis dan cara mengatur tingkat resikonya.

2.

Penipuan yang berkedok bisnis trading atau investasi Maraknya penipuan yang berkedok bisnis ini dengan menawarkan keuntungan yang berlipat ganda menjadikan image

35

bisnis ini kurang baik. Ada banyak perusahaan yang bergerak di bidang ini, tetapi hanya sedikit yang sudah mengantongi legalitas dari badan hukum, hal ini yang memicu kesempatan penipuan terhadap masyarakat yang masih awam. 3. Memerlukan modal yang besar Anggapan masyarakat bahwa untuk dapat menjalankan bisnis valas memerlukan modal yang besar dan hanya orang-orang kaya yang bisa bertahan dalam bisnis ini. Padahal dalam praktiknya hanya memerlukan modal 1 % dari nilai kontrak dan pada perusahaan pialang berjangka tertentu mempunyai pembagian segmen menurut kemampuan modal/investasi. Dari uraian di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: Kurangnya pengetahuan (knowledge) masyarakat terhadap bisnis trading yang menyebabkan image serta persepsi yang berkembang di masyarakat menjadi kurang baik sehingga sulit

menarik/mendapatkan konsumen (nasabah).

B.2

Aspek Sumber Daya Manusia

Peran penting keberadaan sumber daya manusia dalam organisasi menempatkan perekrutan sebagai salah satu prioritas. Organisasi dapat

36

berjalan apabila ada sumber daya manusia yang bekerja di dalamnya. Namun, perekrutan ini bukan hal yang mudah, mengingat obyek perekrutan bukan sesuatu yang berrsifat kebendaan, tetapi hidup dan dinamis. Oleh karena itu merekrut karyawan membutuhkan keahlian tersendiri. Tidak hanya melihat dari sisi intelektual sang calon karyawan, tetapi juga harus melihat kemampuan interpersonal dan komunikasi calon karyawan. Pada PT. Monex Investindo Futures yang bergerak di bidang Pasar Modal yang menyediakan jasa Perdagangan Mata Uang Asing atau disebut Foreign Exchanges, Perdagangan Saham (Stock Index) dan Perdagangan Komoditi (Commodities), tentunya memiliki kualitas sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Namun, pada kenyataannya pada PT. Monex cabang Surakarta tidak semua karyawan memiliki kualitas yang baik, hal tersebut dapat diukur dari komitmen dan kinerja dari karyawannya yang cenderung menurun. Hal tersebut menyebabkan turnover pada PT, Monex sangat tinggi. Sedikitnya karyawan yang berkualitas dan berkomitmen tinggi disebabkan oleh proses perekrutan yang tidak tepat. Standarisasi dan kualifikasi perekrutan yang terlihat asal-asalan menyebabkan sumber daya manusia yang masuk kurang berkualitas dalam segi komitmen. Perekrutan karyawan pada PT. Monex terutama pada posisi Financial Consultant (FC) selama ini dilakukan dengan metode yang

37

subyektif. Selama ini perekrutan tidak dilakukan melalui manajemen Sumber Daya Manusia, tetapi dengan cara observasi calon FC yang mengikuti pelatihan awal untuk pemula yang berminat untuk bekerja di PT. Monex. Trainer yang memberikan pelatihan trading selama 5 hari mencatat orang-orang yang potensial dalam satu kelas tersebut, kemudian orang-orang yang direkomendasikan diterima dan dimasukkan ke dalam tim-tim yang dipimpin Assistant Manager untuk kemudian melakukan pekerjaan yang dikonsep bersama-sama di dalam tim tersebut. Akan tetapi, perekrutan seperti ini memliliki kelemahan yaitu pihak PT. Monex tidak memahami sisi psikologis karyawan dengan budaya kerja yang diterapkan disana. Dan hal itulah yang menyebabkan banyak karyawan yang hanya bekerja beberapa bulan kemudian mengundurkan diri. Artinya, mudah sekali untuk masuk dan bekerja pada PT. Monex tetapi mudah pula untuk keluar dari perusahaan tersebut. Beberapa hal yang menyebabkan pola rekrutmen PT. Monex Investindo Futures tidak memiliki standarisasi yang tepat:
1.

Tidak adanya Departemen Human Resource Management pada PT. Monex Investindo Futures. Manajemen Sumber Daya Manusia mutlak diperlukan untuk perusahaan manapun dalam memperoleh karyawan yang berkualitas dan berkomitmen tinggi, hal ini yang belum diperhatikan oleh PT. Monex sehingga permasalahan ini muncul.

38

2.

PT. Monex Investindo Futures lebih fokus pada aspek pemasaran. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya Human Resource Management pada PT. Monex, di sisi lain PT. Monex lebih banyak memfasilitasi Bidang Pemasaran dalam menjalankan tugastugasnya. Dari uraian di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

Belum adanya sistem perekrutan yang jelas dalam menentukan kualifikasi calon karyawan pada proses perekrutan karyawan sehingga menyebabkan turnover yang tinggi pada PT. Monex Investindo Futures.

B.3

Aspek Keuangan Perusahaan dalam menjalankan operasinya tidak terlepas dari

adanya masalah yang menjadi penghambat kinerja. PT. Monex Investindo Futures Solo juga demikian dalam menjalankan bisnis, terkait dengan bidang keuangan yang sering menjadi inti permasalahan nasabah/client yang berinvestasi di perusahaan ini. Penulis mengangkat suatu permasalahan yang lebih tepatnya dalam pengelolaan dana nasabah bukan dari segi perusahaan secara umum karena perusahaan dalam hal ini bersifat tertutup untuk khalayak umum. Masalah ini terfokus pada manajemen resiko nasabah untuk berinvestasi di perusahaan ini karena

39

masalah yang sering muncul adalah kurangnya anjuran dan saran trading (transaksi perdagangan futures) dari sebagian besar fund manager kepada investor mengenai tips dan cara-cara trading yang lebih akurat ketika investor mulai melakukan transaksi online. Proses penyampaian informasi mengenai cara bertransaksi yang benar dan berpeluang menadapatkan profit yang tinggi oleh broker kepada investor selama ini adalah hanya melakukan follow up baik secara langsung maupun via telephone terkait dengan transaksi yang sedang dilakukan investor untuk memberitahukan informasi posisi buka dan tutup transaksi serta pergerakan harganya, namun tidak menyangkut masalah aman atau tidaknya posisi yang sedang diambil dengan mempertimbangkan daya ketahanan harga (resistance dan support). Adapun beberapa masalah yang muncul, antara lain :
1.

Perdagangan Kontrak Berjangka belum tentu layak bagi semua investor. Investor dapat menderita kerugian dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu singkat. Jumlah kerugian uang

dimungkinkan dapat melebihi jumlah uang yang pertama kali Investor setor (Margin awal) ke Pialang Berjangka Investor. Hal ini disebabkan perdagangan berjangka sangat dipengaruhi oleh mekanisme leverage, dimana dengan jumlah investasi dalam bentuk yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan aset yang bernilai jauh lebih tinggi. 2. Pada saat pasar dalam keadaan tertentu, Investor mungkin akan sulit atau tidak mungkin melikuidasi posisi. Apabila

40

Investor tidak dapat melikuidasi posisi Kontrak Berjangka, Investor tidak dapat merealisasikan keuntungan pada nilai posisi tersebut atau mencegah kerugian yang lebih tinggi. 3. Investor dapat menderita kerugian yang disebabkan kegagalan sistem informasi. Sebagaimana yang terjadi pada setiap transaksi keuangan, Investor dapat menderita kerugian jika amanat untuk melaksanakan transaksi Kontrak Berjangka tidak dapat dilakukan karena kegagalan sistem informasi di Bursa Berjangka, penyelenggara maupun sistem informasi di Pialang Berjangka yang mengelola posisi Investor. Kerugian Investor akan semakin besar jika Pialang Berjangka yang mengelola posisi Investor tidak memiliki sistem informasi cadangan atau prosedur yang layak.
4.

Strategi perdagangan harian dalam Kontrak Berjangka dan produk lainnya memiliki risiko khusus. Seperti pada produk keuangan lainnya, pihak yang ingin membeli atau menjual Kontrak

Berjangka yang sama dalam satu hari untuk mendapat keuntungan dari perubahan harga pada hari tersebut (day traders) akan memiliki beberapa risiko tertentu antara lain jumlah komisi yang besar, risiko terkena efek pengungkit (exposure to leverage), dan persaingan dengan pedagang profesional. Dari uraian di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

41

Belum optimalnya penyampaian informasi oleh broker kepada investor mengenai cara-cara trading yang benar dan pengambilan keputusan investasi terkait dengan kurang diperhatikannya

manajemen resiko. BAB III LANDASAN TEORI

A. Aspek Pemasaran

1. Persepsi Persepsi adalah suatu proses pengenalan atau identifikasi sesuatu dengan menggunakan panca indera (Drever dalam Sasanti, 2003). Kesan yang diterima individu sangat tergantung pada seluruh pengalaman yang telah diperoleh melalui proses berpikir dan belajar, serta dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri individu. Sabri (1993) mendefinisikan persepsi sebagai aktivitas yang memungkinkan manusia mengendalikan rangsanganrangsangan yang sampai kepadanya melalui alat inderanya, menjadikannya kemampuan itulah dimungkinkan individu mengenali milleu (lingkungan pergaulan) hidupnya.

42

Rahmat (dalam Aryanti, 1995) mengemukakan bahwa persepsi juga ditentukan juga oleh faktor fungsional dan struktural. Beberapa faktor fungsional atau faktor yang bersifat personal antara kebutuhan individu, pengalaman, usia, masa lalu, kepribadian, jenis kelamin, dan lain-lain yang bersifat subyektif. Faktor struktural atau faktor dari luar individu antara lain: lingkungan keluarga, hukum-hukum yang berlaku, dan nilai-nilai dalam masyarakat. Jadi, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terdiri dari faktor personal dan struktural. Faktor-faktor personal antara lain pengalaman, proses belajar, kebutuhan, motif dan pengetahuan terhadap obyek psikologis. Faktor-faktor struktural meliputi lingkungan keadaan sosial, hukum yang berlaku, nilai-nilai dalam masyarakat. Brems & Kassin (dalam Lestari, 1999) mengatakan bahwa persepsi sosial memiliki beberapa elemen, yaitu:
a.

Person, yaitu orang yang menilai orang lain. Situasional, urutan kejadian yang terbentuk berdasarkan pengalaman orang untuk menilai sesuatu.

b.

c.

Behavior, yaitu sesuatu yang di lakukan oleh orang lain.

Ada dua pandangan mengenai proses persepsi, yaitu: a. Persepsi sosial, berlangsung cepat dan otomatis tanpa banyak pertimbangan orang membuat kesimpulan tentang orang lain dengan cepat berdasarkan penampilan fisik dan perhatian sekilas.

43

b.

Persepsi sosial, adalah sebuah proses yang kompleks, orang mengamati perilaku orang lain dengan teliti hingga di peroleh analisis secara lengkap terhadap person, situasional, dan behaviour.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi suatu proses aktif timbulnya kesadaran dengan segera terhadap suatu obyek yang merupakan faktor internal serta eksternal individu meliputi keberadaan objek, kejadian dan orang lain melalui pemberian nilai terhadap objek tersebut. Sejumlah informasi dari luar mungkin tidak disadari, dihilangkan atau disalahartikan. Mekanisme penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi (Bartol & Bartol, 1994).

2. Brand Awareness Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu. Menurut East (1997), brand awareness adalah pengakuan dan pengingatan dari sebuah merek dan pembedaan dari merek yang lain yang ada di lapangan. Jadi brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat suatu brand dan yang menjadikannya berbeda bila dibandingkan dengan brand lainnya. Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:
a.

Unaware of brand (tidak menyadari merek)

44

Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek
b. Brand recognition (pengenalan merek)

Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.
c.

Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek) Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk. Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari tugas pengenalan, responden tidak perlu dibantu untuk

memunculkan merek tersebut.


d. Top of mind (puncak pikiran)

Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

45

Ada 4 indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh konsumen aware terhadap sebuah brand antara lain:
a.

Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.

b. Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali

merek tersebut termasuk dalam kategori tertentu.


c.

Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.

d. Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat

suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.

3. Komunikasi Pemasaran Menurut Shimp (2005), Pengertian komunikasi pemasaran adalah gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek, yang

memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya. Bentuk-bentuk utama dari komunikasi pemasaran, yaitu:
a.

Penjualan perorangan (Personal Selling)

46

Adalah bentuk komunikasi antar individu dimana tenaga penjual/wiranaga menginformasikan, mendidik, dan

melakukan persuasi kepada calon pembeli untuk membeli produk atau jasa perusahaan.
b.

Iklan (Advertising) Adalah komunikasi impersonal. Terdapat beberapa tujuan periklanan yaitu sebagai berikut:
1. Iklan yang bersifat memberikan informasi (Informative

Advertising) Adalah iklan yang secara panjang lebar

menerangkan produk jasa dalam tahap perkenalan untuk menciptakan permintaan atas produk tersebut.
2. Iklan membujuk (Persuasive Advertising)

Adalah

iklan

yang

digunakan

dalam

situasi

persaingan untuk menciptakan permintaan produknya melawan merek yang lain.


3. Iklan pengingat (Reminder Advertising)

Adalah

iklan

yang

diluncurkan

saat

produk

mencapai tahap kedewasaan tujuannya agar konsumen selalu ingat akan produk tersebut.
4. Iklan pemantapan (Reinforcement Advertising)

47

Adalah iklan yang berusaha meyakinkan pembeli bahwa mereka telah mengambil pilihan yang tepat.
c.

Promosi Penjualan (Sales Promotion) Adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk

meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai pada penjualan akhirnya. Point of sales promotion terdiri dari brosur, information sheets, dan lain-lain. Sales promotion dapat diberikan kepada:
1. Pelanggan (Customer), berupa free offers, samples,

demonstrations, coupons, cash refunds, prized, contest (lomba), dan warranties (garansi).
2. Penyalur (Intermediaries), berupa free goods, discount,

advertising

allowances,

cooperative

advertising,

distribution contests, awards.


3. Salesman (Sales force), berupa bonus, penghargaan,

contest dan hadiah buat tenaga penjual terbaik (prized for best performer).
d.

Pemasaran Sponsorship (Sponsorship Marketing) Adalah aplikasi dalam mempromosikan perusahaan dan merek mereka dengan mengasosiasikan perusahaan atau salah satu dari merek dengan kegiatan tertentu.

e.

Publisitas (Publicity)

48

Seperti komunikasi

halnya massa;

iklan, tetapi

publisitas tidak seperi

menggambarkan iklan, dimana

perusahaan sponsor tidak mengeluarkan biaya untuk waktu dan ruang beriklan. Publisitas biasanya dilakukan dalam bentuk berita atau komentar editorial mengenai produk atau jasa dari perusahaan. Bentuk-bentuk seperti ini dimuat dalam media cetak ataupun media elektronik secara gratis karena perwakilan media menganggap informasi tersebut penting dan layak disampaikan kepada khalayak ramai. 4. Personal Branding Personal branding merupakan proses dimana seseorang dipandang sebagai sebuah brand (merek) oleh target market nya (Lair, Sullivan, dan Cheney, 2005). Istilah tersebut pertama kali digunakan dan didiskusikan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Tom Peter pada tahun 1997. Selain itu, Montoya (2009) menjelaskan bahwa personal branding adalah seni menarik lebih banyak klien dengan secara aktif membentuk persepsi publik. Personal brand sendiri menurut Montoya (2009) adalah image yang kuat dan jelas yang ada di benak klien anda mengenai diri anda sendiri. Tiga aspek penting dari personal brand tersebut adalah personal (individu), janji (promose) dan hubungan (relationship). Pertama,

personal brand adalah personal yang dapat ditingkatkan dan diekspresikan

49

dengan menggunakan metode komunikasi yang dirancang dengan baik. Kedua, personal brand adalah sebuah janji (promise). Personal brand mengatakan kepada target marketnya apa yang mereka dapat harapkan ketika berhubungan. Terakhir, personal brand adalah sebuah hubungan (relationship) yang mempunyai pengaruh atas klien/konsumen. Atribut brand akan menentukan berapa banyak pengaruh yang dimiliki. Sementara Her Suharyanto, kolumnis ekonomi bisnis,

mendefinisikan personal branding sebagai daya upaya seseorang untuk membangun persepsi publik mengenai jaminan apa yang bisa dia berikan kepada masyarakat umumnya atau pasar khususnya. Seseorang yang

memiliki personal brand kuat pasti dikenal, dipercaya, diidentikan dengan sesuatu hal atau bidang, dipersepsi memiliki kemampuan di atas rata-rata, sehingga namanya sudah menjadi sebuah jaminan dalam bidang yang ditekuninya. Personal Brand ini dapat dijadikan sebagai alat pemasaran yang efektif karena telah dikenal dan diterima oleh segmen pasarnya. Dengan mempunyai personal brand yang kuat maka seseorang dapat dengan mudah memasarkan produk-produk atau layanan yang dimilikinya. Selain itu akan bisa memiliki jumlah pelanggan yang banyak dan setia kepadanya dan berpotensi untuk terus mendapatkan referensi atau rekomendasi dari para pelanggannya yang merasa puas. Berbekal hal-hal tersebut, mempunyai potensi besar untuk memperluas pasarnya dengan

memasukkan berbagai produk hasil inovasi terbaru.

50

B. Aspek Sumber Daya Manusia

1. Rekruitmen a. Definisi Rekrutmen Menurut Simamora (1997:212) Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Menurut Schermerhorn, 1997 Rekrutmen (Recruitment) adalah proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan. Menurut Gomes (1995:105) Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah. Pelamarpelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah

51

rasanya bekerja di dalam organisasi bersangkutan. Organisasiorganisasi sangat menginginkan informasi yang akurat tentang seperti apakah pelamar-pelamar tersebut jika kelak mereka diangkat sebagai pegawai.

b. Tujuan Rekrutmen Menurut Simamora (1997:214) proses rekrutmen memiliki beberapa tujuan, antara lain: a. Untuk memikat sekumpulan besar pelamar kerja sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pemilihan terhadap calon-calon pekerja yang dianggap memenuhi standar kualifikasi organisasi.
b. Tujuan

pasca pengangkatan (post-hiring goals) adalah

penghasilan karyawan-karyawan yang merupakan pelaksanapelaksana yang baik dan akan tetap bersama dengan perusahaan sampai jangka waktu yang masuk akal.
c.

Upaya-upaya perekrutan hendaknya mempunyai efek luberan (spillover effects) yakni citra umum organisasi haruslah menanjak, dan bahkan pelamar-pelamar yang gagal haruslah mempunyai kesan-kesan positif terhadap perusahaan.

52

c. Proses Rekrutmen Proses rekrutmen meliputi beberapa poin penting, menurut Simamora (1997:221): a. Penyusunan strategi untuk merekrut Di dalam penyusunan strategi ini, departemen sumber daya manusia bertanggung jawab didalam menentukan kualifikasikualifikasi pekerjaan, bagaimana karyawan akan direkrut, di mana, dan kapan. b. Pencarian pelamar-pelamar kerja Setelah rencana dan strategi perekrutan disusun, aktivitas perekrutan sesungguhnya bisa berlangsung, melalui sumbersumber perekrutan yang ada. Banyak atau sedikitnya pelamar dipengaruhi oleh usaha dari pihak perekrut di dalam menginformasikan lowongan, salah satunya adanya ikatan kerjasama yang baik antara perusahaan dengan sumber-sumber perekrutan external seperti sekolah, universitas. c. Penyisihan pelamar-pelamar yang tidak cocok / penyaringan Setelah lamaran-lamaran diterima, haruslah disaring guna menyisihkan individu yang tidak memenuhi syarat berdasarkan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan. Di dalam proses ini

memerlukan perhatian besar khususnya untuk membendung

53

diskualifikasi karena alasan yang tidak tepat, sehingga di dalam proses ini dibutuhkan kecermatan dari pihak penyaring. d. Pembuatan kumpulan pelamar Kelompok pelamar (applicant pool) terdiri atas individuindividu yang telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perekrut dan merupakan kandidat yang layak untuk posisi yang dibutuhkan

d. Sistem Rekrutmen Menurut Simamora (1997:246) untuk menciptakan suatu sistem rekrutmen yang efektif para manajer dan manajer sumber daya manusia, seyogyanya menerapkan beberapa hal, antara lain: a. Mendiagnosis seefektif mungkin (berdasarkan kendala waktu, sumber daya finansial, dan ketersediaan staff pelaksana yang ada) faktor-faktor lingkungan dan organisasional yang mempengaruhi posisi yang perlu diisi dan aktivitas rekrutmen. b. c. Membuat deskripsi, spesifikasi, dan standart kinerja yang rinci. Menentukan tipe individu-individu yang sering dikaryakan oleh organisasi dalam posisi yang sama.

54

d. e. f.

Menentukan kriteria-kriteria rekrutmen. Mengevaluasi berbagai saluran dan sumber rekrutmen Menyeleksi sumber rekrutmen yang kemungkinan

menghasilkan kelompok kandidat yang paling besar dan paling sesuai pada biaya yang serendah mungkin. g. Mengidentifikasikan saluran-saluran rekrutmen untuk

membuka sumber-sumber tersebut, termasuk penulisan iklan, menjadwalkan program rekrutmen. h. i. Menyeleksi saluran rekrutmen yang paling efektif biaya. Menyusun rencana rekrutmen yang mencakup daftar aktivitas dan daftar untuk menerapkannya.

2.

Turnover Jackofsky dan Peter (1983) memberi batasan turnover sebagai

perpindahan karyawan dari pekerjaannya yang sekarang. Cascio (1987) mendefinisikan turnover sebagai berhentinya hubungan kerja secara permanen antara perusahaan dengan karyawannya. Maier (1971) menyebutkan turnover sebagai perpisahan antara perusahaan dan pekerja, sedangkan Scott (1977) mendefinisikan gejala turnover sebagai

perpindahan tenaga kerja dari dan ke sebuah perusahaan. Beach (1980)

55

menggunakan kata termination, turnover dijelaskan sebagai berpisah atau berhentinya karyawan dari perusahaan yang mengupahnya dengan berbagai alasan. Mobley (1986) seorang pakar dalam masalah pergantian karyawan memberikan batasan turnover sebagai berhentinya individu dari anggota suatu organisasi dengan disertai pemberian imbalan keuangan oleh organisasi yang bersangkutan. Pemberhentian menurut Robbins (1996) dibedakan menjadi dua tipe yaitu turnover yang terpaksa atau yang diprakarsai oleh organisasi, ditambah dengan kematian dan pengunduran diri atas desakan. Mengacu pada beberapa definisi yang dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa turnover adalah keluarnya atau berpindahnya karyawan dari perusahaan baik secara sukarela maupun terpaksa dan disertai pemberian imbalan.

C. Aspek Keuangan

1.

Pengertian Manajemen Resiko Manajemen risiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur risiko, serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Strategi yang dapat digunakan antara lain mentransfer risiko

56

pada pihak lain, mengindari risiko, mengurangi efek buruk dari risiko dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari risiko tertentu. Resiko adalah ketidakpastian yang bakal terjadi dari setiap situasi dan keputusan yang kita ambil. Hanya saja konsekuensi dari manajemen resiko tersebut adalah berkurang atau hilangnya sebagian dana kita. Manajemen resiko membantu Investor untuk mengenali resiko apa saja yang mungkin dihadapi dan apa saja cara yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya.

Identifikasi Resiko Proses ini meliputi identifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha. Identifikasi risiko secara akurat dan komplet sangatlah vital dalam manajemen risiko. Salah satu aspek penting dalam identifikasi risiko adalah mendaftar risiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam

identifikasi risiko antara lain: a. Brainstorming Brainstorming adalah teknik untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini

57

mendorong munculnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang nyleneh, liar, dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif. Brainstorming sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah bersama. Brainstorming juga dapat digunakan secara individual. b. Survei Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. c. Wawancara Informasi historis d. Kelompok kerja, dll.

3.

Implementasi Manajemen Resiko dalam Transaksi Futures Dalam trading, manajemen resiko sangat dibutuhkan, karena banyak jenis resiko yang ada di alam ini yang senantiasa mengintai Investor dalam melakukan aktifitas trading. Dua risiko penting adalah: a. Manajemen Resiko trading/bertransaksi Manajemen resiko trading adalah resiko yang investor ambil ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi yang

58

dilibatkan dalam setiap keputusan. Resiko jenis ini sepenuhnya dibawah kontrol investor. Beberapa macam cara yang dapat dilakukan, antara lain :
1.

Resiko total equity Manajemen resiko Profesional biasanya menganjurkan resiko total dibatasi maksimum hanya sampai 20-30%, jika Investor cukup confident, maka Investor bisa menyesuaikannya.

2. Resiko per kali masuk posisi Setelah Investor menentukan batasan resiko equity, barulah manajemen resiko stoploss dapat ditentukan. Metode untuk menentukan stoploss beraneka ragam. Tapi sebaiknya manajemen resiko Investor harus melihatnya dari total equity. Tabel di bawah memberikan gambaran manajemen resiko, bahwa semakin banyak resiko yang Investor ambil, semakin sedikit transaksi yang dapat dieksekusi. Jika Investor ingin menggunakan 1% dari total equity dalam setiap transaksi, maka Investor memiliki 100 kali kesempatan transaksi. Jika Investor memilih 5% dari total ekuiti, Investor akan memiliki 20 kesempatan. Hal ini perlu di pertimbangkan

59

manajemen resikonya agar Investor dapat menemukan rasio risk reward yang sesuai. TABEL III.1 PERBANDINGAN RESIKO PER TRANSAKSI DAN KESEMPATAN

Sumber : www.mifx.com

Dalam tabel tersebut, dapat dilihat bahwa semakin besar presentase resiko, maka semakin mengecil jumlah kesempatan yang kita miliki. Banyak pihak, menyarankan manajemen resiko tidak boleh lebih besar dari 2% total ekuiti per transaksi, sehingga walaupun 25 kali kesalahan terjadi berurutan, Investor masih memiliki 50% ekuiti untuk dapat memulihkan kinerja trading.

b. Market Risk Manajemen resiko ini adalah resiko yang sudah dimiliki oleh pasar dengan sendirinya, baik sebelum Investor terlibat didalam maupun sesudah itu. Investor sama sekali tidak dapat melakukan apaapa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal menganalisa dan mencari cara mengatasinya. Setiap instrumen trading memiliki

60

keunikan tersendiri, 3 manajemen resiko terpenting yang harus Investor pertimbangkan adalah: 1. Perubahan Harga dan Volatilitas Yang pertama dan yang paling dasar adalah perubahan harga pasar. Perubahan ini tentunya akan menciptakan manajemen resiko tersendiri bagi aktifitas trading Investor. Saham yang berkapital besar biasanya bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index juga sama, beberapa index dan mata uang bergerak lebih stabil dibanding yang lain. Volatilitas yang tinggi, terutama jika dibarengi dengan range pergerakan yang besar, dapat memaksa Investor untuk melonggarkan batasan resiko yang sudah Investor tentukan, misalnya manajemen resiko dengan cara menempatkan stop loss yang lebih jauh. 2. Liquidity Risk Untuk melikuidasi posisi saham, biasanya data Investor akan di input dalam daftar antrian. Jika pasar dalam keadaan turun, dan pembeli sulit ditemukan, Investor mungkin tidak dapat melikuidasi posisi hingga kerugian besar menimpa Investor. Resiko seperti ini juga harus dipertimbangkan dalam manajemen resiko, dan mencari cara untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul tersebut, Investor bisa saja, misalnya, melakukan shot sell (jika memungkinkan) atau melakukan hedging di pasar future atau

61

pasar CFD. Manajemen resiko likuiditas seperti ini bagi instrumen futures atau derivative lain sangat minim, terutama setelah adanya aktifitas online trading, yang memungkinkan pelaksanaan transaksi secara elektronik.
3.

Risiko Leverage dan Margin Resiko leverage dapat diartikan sebagai manajemen resiko yang muncul akibat penggunaan skala modal yang lebih besar dibanding modal yang disetorkan. Misalnya Investor dapat membeli atau menjual suatu instrumen seharga $ 100,000,- dengan hanya menyetorkan jaminan dana sebesar $1,000. Jaminan tersebut bukanlah jumlah maksimum kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Investor, namun sebagian dari modal total yang Investor setorkan juga turut menanggung resiko tersebut. Hal ini terjadi karena leverage mengandung dana pinjaman dan kita harus membayarnya kepada broker jika transaksi berjalan buruk.

4.

Overnight Risk Untuk manajemen resiko instrumen berjangka, Investor menyimpan posisi overnight. Berita tertentu dapat menyebabkan market untuk bergerak di arah yang diinginkan atau sebaliknya. Terkadang, Investor tidak dapat menyimpan order likuidasi ketika

62

market tutup. Sehingga nenyimpan posisi overnight perlu dipertimbangkan.

BAB IV REKOMENDASI

A. Aspek Pemasaran Dari identifikasi masalah yang telah ditemukan maka ada beberapa rekomendasi penyelesaian untuk perusahaan Monex, yaitu:

63

1. Menciptakan Awareness, Persepsi, dan Product Knowledge yang baik

melalui Komunikasi Pemasaran Dalam menciptakan awareness dapat digunakan komunikasi pemasaran melalui promosi-promosi kepada masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan memasang iklan di media cetak maupun melalui media internet. Selain itu perusahaan juga dapat melakukan edukasi kepada masyarakat melalui seminar-seminar terbuka atau penerbitan majalah. Diharapkan dengan edukasi ini maka product knowledge akan terbangun dan persepsi negatif terhadap bisnis ini serta perusahaan akan berubah. Program kuliah terbuka yang bekerjasama dengan universitas-universitas khususnya fakultas ekonomi juga dapat dilakukan untuk menciptakan awareness serta edukasi bagi para mahasiswa. Para nasabah (konsumen) dari PT. Monex itu sendiri juga perlu untuk selalu diberikan edukasi secara terkontinyu tentang pengetahuan maupun analisis bisnis trading. Hal ini dimaksudkan agar tetap menjaga hubungan yang baik antara nasabah dengan perusahaan dan juga sebagai tanggung jawab perusahaan kepada nasabah. Konkretnya perusahaan dapat menyelenggarakan small seminar maupun gathering yang dikhususkan kepada nasabah.
2. Membangun Personal Branding lewat karyawan-karyawannya

Personal Branding merupakan alat pemasaran yang efektif, dengan karyawan-karyawan perusahaan Monex memiliki personal brand yang kuat maka akan memudahkan perusahaan dalam melakukan pemasaran.

64

Dalam proses membangun personal branding ini memang memerlukan waktu dan proses yang cukup lama. Kemampuan dari tiap individu karyawan dalam membentuk personal branding ini berbeda-beda. Selain itu karyawan juga harus memenuhi tiga aspek penting dari personal brand yaitu personal (individu), janji (promose) dan hubungan (relationship). Pembentukan personal brand ini dapat diintegrasikan dengan komunikasi pemasaran melalui media internet dengan membuat blog dan forum-forum yang berkaitan dengan pemasaran maupun pengetahuan yang dalam hal ini tentang trading. B. Aspek Sumber Daya Manusia Berdasarkan Identifikasi Masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa alternatif pemecahan masalah pada kasus perekrutan PT. Monex Investindo Futures. Dalam menerapkan Rekruitmen yang efektif perlu diperhatikan proses dan sistemnya. Sebelum melaksanakan proses tersebut dan agar proses tersebut berjalan dengan baik, PT. Monex Investindo Futures harus mendirikan Departemen Sumber Daya Manusia untuk melaksanakan proses tersebtu. Dalam sistem rekruitmen menurut

Simamora (1997:221) ada 9 cara efektif untuk menerapkannya namun dalam kasus PT. Monex Investindo Futures ini yang perlu diperhatikan ada 5 cara yaitu: 1. Membuat deskripsi, spesifikasi, dan standart kinerja yang rinci.

65

Hal ini untuk menganalisa tipe pekerja apa yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan. Sehingga diharapkan akan memperoleh pekerja yang tepat untuk posisi pekerjaan yang dimaksud. 2. Menentukan tipe individu-individu yang sering dikaryakan oleh organisasi dalam posisi yang sama. Hal ini untuk mempermudah dalam proses penyeleksian, karena mungkin dalam individu di dalam organisasi tersebut ada yang tepat untuk mengisi pekerjaan. Hal ini tentu didasarkan pada pertimbangan kemampuan dan pengalamannya dalam pekerjaan tsb. 3. Menentukan kriteria-kriteria rekrutmen. Cara ini dapat mempermudah perusahaan untuk menyeleksi sedemikian calon yang pekerja yang ada. Dengan menetapkan kriteria maka pekerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan akan mudah didapat. 4. Mengevaluasi berbagai saluran dan sumber rekrutmen Metode ini untuk menilai saluran dan sumber rekruitmen yang ada apakah memenuhi kualifikasi seperti dalam hal calon pekerjanya (apa memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan) , biayanya (biayanya rendah dan tidak terlalu tinggi dan membebani perusahaan).

66

5.

Mengidentifikasikan saluran-saluran rekrutmen untuk membuka sumber-sumber tersebut, termasuk penulisan iklan, menjadwalkan program rekrutmen. Cara ini dapat mengefektifkan proses perekrutan karena jelas sudah ditetapkan sumber-sumber pekerja yang memenuhi syarat, persyaratan pekerja yang tertera dalam iklan, dan waktu rekruitmen yang jelas sehingga surat lamaran masuk jelas jangka waktu hari dan tanggal sampai batas akhirnya jelas sehingga dapat intens dan maksimal

dalam pelaksanaan rekruitmen.

C. Aspek Keuangan Terkait dengan permasalahan-permasalahan di atas, penulis mencoba memberikan solusi alternative untuk memecahkan masalah tersebut yang mengacu pada landasan teori. Solusi ini menekankan pada cara atau saransaran yang diberikan oleh manajemen perusahaan (fund manager) yang ditunjuk dalam membantu dan mengelola dana yang nasabah butuhkan agar dalam melakukan investasi sesuai dengan harapan. Tujuannya adalah meminimalisir resiko dan memasimalkan profit. Rekomendasi ini terdiri dari Trading plan (rencana trading) dan manajemen resiko itu sendiri.

67

1.

Trading Plan Salah satu kunci untuk memperoleh keuntungan dalam trading selain menguasai pengetahuan trading adalah memiliki trading plan nasabah sendiri dan sikap disiplin terhadapnya. Sama dengan sebuah bisnis, rencana adalah pembeda antara pebisnis yang sukses. Kita kemudian dituntut untuk konsisten terhadap rencana tersebut demi tujuan akhir kita. Kita bisa menyusun Trading plan sesuai kebutuhan kita, namun sekali lagi, kepatuhan kita adalah kunci keberhasilan kita. Beberapa isi penting dalam trading plan antara lain: a. Trading System Inilah kunci trading plan kita. Sebuah Trading system haruslah telah teruji keberhasilannya, kita dapat melakukan uji coba terhadap sistem trading kita melalui demo account. Trading system dapat berupa jam berapa kita memasuki pasar, bagaimana kita melakukan entry dan exit, berapa besar resiko yang berani kita tanggung, pasar apa yang kita masuki, dan berapa banyak margin yang akan kita gunakan.
b. Jadwal Trading

Jadwal akan menentukan kapan kita akan menganalisa pasar, kapan kita akan melihat chart untuk menentukan entry dan exit point, serta kapan kita akan mengevaluasi hasil yang kita peroleh. c. Mindset

68

Hal yang paling sulit dalam trading adalah bagaimana kita mengkontrol emosi. Kita dapat mengatasinya dengan membuat peraturan yang kiranya sesuai dengan diri kita, misalnya:
1. Saya hanya mengikuti apa yang tertera pada chart, bukan apa yang

ingin saya lihat pada chart. 2.


3.

Saya tidak akan balas dendam ketika saya rugi Saya tidak akan menyalahkan diri saya ketika salah posisi dan rugi. dsb. d. Kelemahan Kita Kita tidak akan menjadi besar tanpa mengakui kelemahan kita. Kelemahan tersebut bukanlah sebuah penghalang apabila kita memperbaikinya. Dalam trading dapat berupa; kecenderungan

membuka posisi secara berlebihan, terlalu cepat melakukan entry dan exit, melanggar aturan yang telah kita buat, dsb. e. Target Menghasilkan keuntungan yang besar bukanlah target utama kita. Target kita akan lebih berupa peningkatan kemampuan dan pengetahuan kita, tingkat kedisiplinan kita serta tingkat kepercayaan diri kita.
f. Jurnal Trading

69

Sebuah jurnal trading akan membantu kita untuk memonitor tahap perkembangan kita. Dengan cara ini kita dapat memperbaiki kekurangan kita, dan ketika kita membacanya tentulah semangat kita akan bertambah untuk menjadi trader yang lebih professional. 2. Manajemen Resiko Agar investor dalam penggunaan dananya tidak langsung mengalami kerugian yang besar dari beberapa hal, maka alangkah baiknya jika fund manager menyarankan dan menganjurkan investor untuk melakukan manajemen resiko yang kiranya dapat meminimalisir kerugian dalam bertransaksi dan apa yang terjadi sesuai dengan harapan yang sudah direncanakan sebelumnya dengan beberapa saran, misalnya : a. Tentukan berapa dana yang akan kita resikokan. Resiko terbesar kita adalah margin call, artinya semua dana kita habis karena total loss. Jadi hal pertama yang kita tentukan adalah seberapa besar uang yang rela kita gunakan tanpa berdampak besar pada kondisi financial kita.

b. Tentukan berapa modal yang kita gunakan per transaksi.

70

Untuk trader professional kita boleh gunakan 30% dari total modal. Tetapi umumnya yang bisa kita gunakan adalah 10% dari total modal. Misalnya untuk account forex yang nilai 1 lotnya adalah $1000, maka dana yang harus ada di account kita adalah $10000 tiap 1 lotnya.

c. Tentukan berapa modal yang kita resikokan per transaksi. Ketika kita menggunakan 1 lot dalam satu transaksi, atau sebesar $1000, berapakah dari jumlah ini yang mau kita korbankan. Persentase ini menentukan nilai stop loss kita. Misalkan kita resikokan 30% dari nilai tersebut, atau sebesar 3% total modal senilai $10000, maka nilai stop loss kita adalah 30 pips.

d. Tentukan berapa posisi yang kita ambil. Semakin banyak posisi kita ambil semakin besar keuntungan yang bisa kita peroleh, namun resiko kita akan meningkat. Misal kita ambil 2 posisi dengan cara di atas, maka resiko modal kita akan naik menjadi 6%.

e. Tentukan risk:reward ratio.

71

Nilai reward yang kita ambil harus lebih besar dari resiko yang kita tanggung, namun tidak boleh terlalu berbeda jauh, semakin besar perbedaannya semakin sulit kita capai reward tersebut. Misal kita inginkan reward kita adalah 2 kali resiko, maka titik take profit kita akan berada pada 60 pips. Apabila nilai tersebut terkesan sulit untuk kita peroleh, kita bias kurangi menjadi 50 atau 40 pips, asal lebih besar dari resiko.

f.

Tentukan berapa persen kekalahan yang dapat Investor terima. Misal 10% modal kita berani resikokan di hari itu, maka berhentilah ketika kita kalah hingga 10%. Ini untuk mengurangi keinginan balas dendam terhadap pasar.

g. Sesuaikan parameter resiko. Ketika dana kita berkembang, kita bisa menyesuaikan nilai resiko kita. Begitu pula ketika dana kita berkurang.

h. Tempatkan resiko dengan aman

72

Investor sebaiknya tidak menaruh risiko terhadap dana yang Investor tidak siap untuk menderita rugi, seperti tabungan pensiun, dana kesehatan atau dana untuk keadaan darurat, dana yang disediakan untuk pendidikan atau kepemilikan rumah, dana yang diperoleh dari pinjaman pendidikan atau gadai, atau dana yang

digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

73

BAB V PENUTUP

A. Aspek Pemasaran Beberapa alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan perusahaan Monex, antara lain:
1.

Menciptakan Awareness, Persepsi, dan Product Knowledge yang baik melalui Komunikasi Pemasaran Seperti yang dijelaskan pada rekomendasi diatas, perusahaan melalui komunikasi pemasaran diharapkan dapat menciptakan awareness terhadap masyarakat. Setelah awareness tercipta maka perusahaan dapat melakukan edukasi kepada masyarakat untuk membangun product knowledge yang dapat mengubah persepsi negatif masyarakat terhadap bisnis ini maupun perusahaannya. Dan juga perusahaan tidak melupakan tanggung jawab terhadap para nasabah untuk melakukan edukasi secara terkontinyu untuk menjaga hubungan baik antara nasabah dengan perusahaan.

2.

Membangun Personal Branding lewat karyawan-karyawannya

74

Personal Branding tidak dapat diciptakan secara instan melainkan membutuhkan proses yang cukup lama. Tetapi dengan adanya personal branding pada tiap-tiap karyawan perusahaan maka dalam pemasarannya akan efektif serta memudahkan dalam mendapatkan konsumen (nasabah). Hal ini karena konsumen telah percaya terhadap kapasitas

karyawan/perusahaan. Dalam pembentukannya dapat pula diintegrasikan dengan komunikasi pemasaran misalnya melalui media internet.

B. Aspek Sumber Daya Manusia

Sebaiknya PT. Monex Investindo Futures mendirikan Departemen Sumber Daya Manusia, sehingga job analysis serta job description akan lebih tertata lagi. Disamping itu, standarisasi karyawan yang akan dipekerjakan harus jelas dan tepat, sehingga menghindari terjadinya turnover yang tinggi yang disebabkan komitmen yang rendah dan kualitas yang kurang baik.

C. Aspek Keuangan

75

Bertransaksi forex, indeks saham dan komoditi memiliki resiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai dengan semua investor. Banyak faktor bagi seorang investor yang seharusnya dipertimbangkan sebelum bertransaksi, seperti tujuan, tingkat pengalaman dan keinginan berinvestasi dengan resiko untuk setiap investor. Setiap investasi memiliki resiko yang dapat berlaku sama untuk semua jenis pasar. Ada kemungkinan bahwa investor dapat berakhir dengan kehilangan sebagian atau seluruh investasi awalnya. Investor harus waspada atas resiko-resiko yang berkaitan dengan perdagangan forex, indeks saham dan komoditi dan mencari petunjuk ataupun nasehat dari penasehat keuangan yang memiliki kualifikasi yang sesuai apabila nasabah memiliki keraguan. Ketika trading, hal-hal penting yang perlu diperhatikan adalah resiko pergerakan harga, volatilitas, resiko margin dan juga resiko untuk posisi overnight.

76

DAFTAR PUSTAKA

Brigham. 2000. Fundamental Financial Management. Jakarta http://evinovi.wordpress.com/2009/10/07/persepsi/ http://jurnal-sdmku.blogspot.com/2010/12/rekrutmen-recruitmentkaryawan-definisi.html http://mifx.com http://www.psikomedia.com/article/view/PsikologiSosial/2077/PENGERTIAN-PERSEPSI/ http://rryricardo_blogspot.com http://rumahtrader.com Miller, Modigliani. 2001. Manajemen Keuangan. Jakarta Novliadi, F. 2008. Intensi Turnover Karyawan Ditinjau Dari Budaya Perusahaan dan Kepuasan Kerja, Universitas Sumatera Utara

77

Shimp, E. Terence. 2005. Periklanan dan Promosi Edisi 5. Jakarta : Penerbit Erlangga

78