P. 1
Kebugaran Fisik

Kebugaran Fisik

|Views: 513|Likes:
Dipublikasikan oleh Estu Mahendra

More info:

Published by: Estu Mahendra on Jan 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2013

pdf

text

original

KEBUGARAN FISIK / JASMANI

 Kebugaran Fisik /Jasmani: kemampuan fungsional / kesanggupan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga cadangan untuk melaksanakan aktivitas yang bersifat mendadak  Kebugaran jasmani masyarakat merupakan salah satu parameter bagi upaya untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.  Tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik dapat dicapai melalui ³ Pelatihan fisik olahraga´ 

Komponen Kebugaran Jasmani €Kebugaran jasmani terdiri dari beberapa komponen 1.Daya tahan kardiovaskular (Cardiovascular Endurance) 2. Daya tahan otot (Muscular Endurance) 3. Kekuatan otot (Muscle Strength) 4. Kelentukan (Flexibility) 5. Komposisi tubuh (Body Composition) 6. Kecepatan gerakan (Speed of Movement) 7. Kelincahan (Agility) 8. Keseimbangan (Balance) 9. Waktu Reaksi (Reaction Time) 10. Koordinasi (Coordination) 

Komponen Kebugaran Jasmani ... 
Daya Tahan Kardiovaskular : kesanggupan sistem kardiovaskular berfungsi secara optimal dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama (lebih dari 10 mnt) saat istrahat dan melakukan aktivitas fisik  Daya Tahan Otot : kemampuan atau kapasitas sekelompok otot untuk melakukan kontraksi yang beruntun atau berulang ulang terhadap suatu beban dalam jangka waktu tertentu 

Komponen Kebugaran Jasmani... Kekuatan Otot: tenaga atau tegangan yang dapat dihasilkan otot atau sekelompok otot pada suatu kontraksi maksimal Kelentukan: keleluasan gerak tubuh pada persendian yang sangat dipengaruhi oleh elastisitas otot, tendon, dan ligamen sekitar sendi dan sendi itu sendiri 

Komponen Kebugaran Jasmani.... 
Komposisi Tubuh: dinyatakan sebagai Berat Badan (BB) tanpa berat lemak. Berat badan tanpa berat lemak terdiri atas massa otot (40 50%), Tulang (16 18%) dan organ-organ tubuh (29 30%). Berat lemak dinyatakan dalam persentase terhadap BB total  Kecepatan Gerak: kemampuan untuk melaksanakan gerak gerak yang sama atau tidak sama secepat mungkin  Kelincahan: kemampuan mengubah secara cepat arah tubuh / bagian tubuh tanpa gangguan pada keseimbangan 

Komponen Kebugaran Jasmani... 
Keseimbangan: kemampuan mempertahankan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan  Waktu Reaksi: waktu yang dibutuhkan untuk memberi jawaban kinetis setelah menerima rangsangan.  Koordinasi: hubungan harmonis berbagai faktor yang terjadi pada suatu gerakan.

Faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani
A. Faktor internal yang bersifat menetap 1. Genetik 2. Umur 3. Jenis kelamin B. Faktor eksternal 1. Kegiatan fisik 2. Kebiasaan: merokok 3. Lingkungan tempat tinggi dan rendah, kelembaban relatif, suhu tubuh

PEMERIKSAAN DAN PENGUKURAN KEBUGARAN FISIK ‡ Komponen kebugaran fisik yang erat kaitannya dengan status kesehatan dan diperlukan dalam menunjang aktivitas sehari-hari adalah 1. Komponen Kardiorespirasi / Daya Tahan Respirasio-Kardio vaskular: VO2 maksimal, volume dan kapasitas pernafasan, denyut nadi, tekanan darah, curah jantung (cardiac output /cop) 2. Komponen Otot Daya tahan otot, kekuatan otot , daya ledak

Pemeriksaan dan Pengukuran.....
3. Komponen Motorik : kelincahan, keseimbangan, koordinasi, kecepatan gerak 4. Komponen Morfologi: IMT, komposisi tubuh (ukuran tubuh, bentuk tubuh somatotipe, skin fold), Kelentukan 5. Komponen Metabolik: glukosa tolerance, sensivitas insulin, efek pelatihan terhadap metabolisme, metabolisme lipid dan protein 

Komponen

Respirasio-Kardiovaskular

‡ Macam Tes 1. Lari aerobik 2,4 km 2. Lari 12 menit 3. Multi stage fitness test 4. Harvard step up test (HST) 5. Tes anaerobik 6. Pemeriksaan Fungsi Paru (VO2 maksimal, volume dan kapasitas paru)

Teknik Pengukuran Daya Tahan RespirasioKardiovaskular
A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Persiapan Pengukuran Kebugaran Jasmani Peserta dalam kondisi sehat Cukup tidur malam hari ( 7 jam ) Tidak melakukan aktivitas fisik sebelum pengukuran Makan terakhir 2 jam sebelum pengukuran Tidak minum obat satu hari sebelum pengukuran Mengenakan pakaian dan sepatu olahraga Pelaksanaan pengukuran sebaiknya pagi hari Tidak sedang hamil : perlu pengukuran khusus

B. Pengukuran Daya Tahan Kardio-Vaskular 
Tes lari 2,4 km 1) Sarana / alat yang diperlukan a. Lintasan / jalan datar sepanjang 2,4 km (start dan finish pada tempat yg sama b. Stop watch c. Formulir pencatatan waktu tempuh d. Nomor dada e. Bendera start dan finish 2) Petugas bendera start dan finis, pencatat waktu tempuh dan peserta yang tiba di finish, petugas pengawas 3) Cara peserta tes a. Peserta lari secepat mungkin sepanjang lintasan, apabila tidak kuat lari terus menerus dapat diselingi dengan jalan kaki kemudian lari lagi sampai finish b. Peserta tidak boleh berhenti/ istirahat makan, minum selama pengukuran berlangsung , bila berhenti dianggap gagal 4) Hasil : waktu tempuh dari start sampai finis 5) Penilaian yang dicapai dilihat pada tabel, sesuaikan umur dan jenis kelamin

C. Norma Penilaian Tes Lari 2,4 Km (menurut Kenneth H.Cooper)
Umur Jenis Kelamin Kategori Kebugaran 13-19 th. Menit. Detik 20-29 th. Menit. detik 30-39 th. Menit. detik 40-49 th. Menit. detik 50-59 th. Menit. detik 60 tahun Keatas Menit. detik

Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita

Kurang Sekali Skore : 1 Kurang Skore : 2 Sedang Skore : 3 Baik Skore : 4 Baik Sekali Skore : 5 Baik Sekali dan Terlatih Skore : 6 

15 30 18 31
12 11 -15 30 16 55 -18 30 10 49 -12 10 14 31 -16 54 09 41 -10 48 12 30 -14 30 08 37 -09 40 11 30 -12 29 < 06 37 < 11 50 

16 01 19 01
14 01 -16 00 18 31 -19 00 12 01 -14 00 15 55 -18 00 10 45 -12 00 13 31 -15 54 09 45 -10 45 12 30 -13 30 < 09 45: <12 30 

16 31 19 31
14 44 -16 30 19 01 -19 30 12 31 -14 45 16 31 -19 00 11 01 -12 30 14 31 -16 30 10 00 -11 00 13 00 -14 30 < 10 00 < 13 00 

17 31 20 01
15 36 -17 30 19 31 -20 00 13 01 -15 35 17 31-19 30 11 31 -13 00 15 56 -17 30 10 30 -11 30 13 45 -15 55 <10 30 <13 45 

19 01  20 31
17 01 -19 00 20 01 -20 30 14 31 -17 00 19 01 -20 00 12 31 -14 30 16 31 -19 00 11 00 -12 30 14 30 -16 30 < 11 00 <14 30 

20 01 21 01
19 01 -20 00 20 31 -21 00 16 16 -19 00 19 31-20 30 14 00 -16 15 17 31 -19 30 11 15 -13 15 16 30 -17 30 <11 15 <16 30 

Tes Naik Turun Bangku Harvard
a. Sarana dan alat yang diperlukan: 1. Bangku Harvard (tinggi bangku 47,5 cm untuk laki-laki dan 40 cm untuk perempuan) 2. Stop watch 3. Metronom di setel pada angka 120 b. Petugas pencatatan hasil dan pengawasan pelaksanaan c. Cara pelaksanaan 1. Orang coba melakukan gerak naik turun bangku mulai dengan cara kaki kiri atau kanan naik bangku kemudian kaki kanan/kiri mengikuti dengan badan di tegakkan, kaki kiri turun diikuti kaki kanan dan demikian seterusnya dengan irama 120 X/ menit yang diatur dengan metronom selama 5 menit, gerak naik turun bangku di hentikan kemudian orang coba disuruh duduk (bila tidak sanggup segera dihentikan dan catat lama waktu gerak yang dilakukan) 2. Setelah 1 menit istirahat segera hitung DN pada menit pertama, kedua dan ketiga masing-masing selama 30 detik ( 1 1 30 , 2 2 30 , 3 -3 30 ) 3. Hasil: - Cara lambat - Cara cepat - Tabel 

Penilaian 1. Cara Lambat Rumus: Waktu dalam detik x 100 ------------------------------------------------2 x (nadi ke 1 + nadi ke 2 + nadi ke 3
Kriteria Amat kurang Kurang Cukup Baik Amat baik Score 1 2 3 4 5 Nilai < 50 50 64 65 79 80 89 > 90 

2. Cara Cepat Rumus: Waktu dalam detik x 100 --------------------------------------------------5,5 x jumlah nadi selama 1 - 1 30
Kriteria Kurang Sedang Amat baik Score 1 3 5 Nilai < 50 50 80 > 80

Pemulihan Nadi dari 1 Lama Percobaan 5 0 29 0 30 0 59 1 0 1 29 1 30 1 59 2 0 2 29 2 30 2 59 3 0 3 29 3 30 3 59 4 0 4 29 4 30 4 59 50

1 30

40-44

45-49

50-54

55-59

60-64

65-69

70-74

75-79

80-84

8589

90

5 20 30 45 60 70 85 100 110 125 130

5 15 30 40 50 65 75 85 100 110 115

5 15 25 40 45 60 70 80 90 100 105

5 15 25 35 45 55 60 70 80 90 95

5 15 20 30 40 50 55 65 75 85 90

5 10 20 30 35 45 55 60 70 75 80

5 10 20 25 35 40 50 55 65 70 75

5 10 20 25 30 40 45 55 60 65 70

5 10 15 25 30 35 45 50 55 60 65

5 10 15 20 30 35 40 45 55 60 65

5 10 15 20 35 35 40 45 50 55 60

PENGUKURAN DENYUT NADI
a. Palpasi Denyut Nadi frekuensi DN / menit, irama DN, amplitudo DN 1. Denyut Nadi Istirahat (DNI) Palpasi denyut nadi 2. Denyut Nadi Kerja/ Denyut Nadi Pelatihan Fisik (DNK) Palpasi dengan metode 10 denyut (ten puls method) segera saat kerja dihentikan 3. Denyut nadi Pemulihan(DNP) Palpasi dg metode 10 denyut saat pemulihan yaitu 1 30 (DNP 1), 2 30 (DNP 2) dst sampai DNP 5 b. Pulsmeter c. EKG (RR interval pada elektrocardiogram)

PENGUKURAN DAN PENAKSIRAN BEBAN KERJA (MEASUREMENT WORK LOAD AND ASSESMENT)
‡ ISTIRAHAT (REST) NORMAL / ABNORMAL KAPASITAS FUNGSIONAL SISTEM KARDIOVASKULAR (FUNCTIONAL CAPACITY OF CVS) ‡ STRESS TEST INTENSITAS (INTENSITY) KAPASITAS FUNGSIONAL SISTEM KARDIOVASKULAR (FUNCTION CAPACITY OF CVS)

HR AS A MEASURE OF WORK LOAD
‡ ‡  1. HR MERUPAKAN CARA PRAKTIS UNTUK MENILAI BEBAN KERJA (HEART RATE IS A GREATEST PRACTICAL VALUE IN ASSESING WORK LOAD.) Metode pengukuran HR /denyut jantung (METHOD OF RECORDING HEART RATE) Metode sederhana (SIMPLE METHOD) PALPATION ARTERIAL (RADIAL ARTERY) PULSE - Rate and rhytm of pulse/beat - contour of the pulse - amplitudo of the pulse PULSMETER ECG, BHL, TELEMETRY EXERCISE STRESS TEST: THE TESTS USUALLY GIVEN ON MOTORIZED TREADMILLS OR BICYCLE ERGOMETERS

2. 3.  

Komponen Otot
‡ Macam Tes 1. Daya ledak ( tes Margaria Kalamen, tes lompat tegak,melempar bola medicine) 2. Kekuatan otot (dinamometer, abdominal strength test, 1 RM /one- repetition maximum test ) 3. Daya tahan otot ( push up, sit up) 

Komponen Motorik
‡ Macam tes 1. Kelincahan: tes lari bolak balik 4 x 10 meter, The Illinois Agility Run Test. 2. Kecepatan gerak: tes lari cepat 50 meter 3. Keseimbangan: tes keseimbangan statis ( Blind stork balance test, Balancing on a beam test), tes keseimbangan dinamis (Kirkendal Dynamic balance test) 

Komponen Morfologi
‡ Macam pemeriksaan 1. Ukuran tubuh: TB, BB, IMT 2. Bentuk tubuh: Somatotipe 3. Skin Fold ( Lipatan kulit) 

Komponen Metabolik ‡ Macam pemeriksaan 1. Glucose Tolerance test 2. Tes Sensivitas Insuline 3. Profil lipid: kolesterol total, HDL, Rasio kolesterol total dengan HDL, LDL, Trigelicerida

TERIMAKASIH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->