P. 1
banjir

banjir

|Views: 49|Likes:
Dipublikasikan oleh Rahma Taufik

More info:

Published by: Rahma Taufik on Jan 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

KELOMPOK BANJIR KELAS XI IPA 3

RAHMATIAH YUSBAYANI ROSMAWATI REZKI BURHAN ST. ROSMAWATI MUHRIM YAMBAS SUARDI

SMA NEGERI 2 MAJENE TAHUN PELAJARAN 2010/201I

DISKRIPSI BANJIR
Banjir merupakan suatu becana alam yang sering terjadi pada waktu musim hujan tiba. Banjir biasanya terjadi pada daerah dataran rendah, misalnya pantai dan sungai. Penduduk yang tinggal di daerah pantai ataupun sungai harus waspada terhadap bencana banjir karena banjir dapat terjadi secara tiba-tiba. Bencana banjir disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri, misalnya daerah hulu sungai yang berhutan untuk menampung air sudah diubah menjadi padang rumput pakan ternak atau menjadi lahan pertanian, sehingga lembah penampung itu menjadi jauh berkurang dayanya untuk menahan air yang datang, , tanah yang kini tak lagi terikat oleh akar-akar pepohonan jadi mudah

longsor,menambah risiko bencana ganda dan tebing-tebing sungai yang dahulu dipenuhi tumbuhan sebagai µbenteng¶ pengaman daerah sekitarnya telah gundul, lalu runtuh, menyebabkan air sungai lebih mudah mengalir ke arah yang tingginya sama atau lebih rendah dari sungai. Bila hal tersebut terjadi maka bencana banjirpun menjadi semakin sering terjadi dan semakin parah dampaknya. Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai. Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Banjir semacam ini disebut banjir bandang.

PENYEBAB TERJADINYA BANJIR
Banjir terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi yaitu diantaranya : 1. Faktor Manusia 
Ilegal Loging (Penebangan hutan liar) tanpa disertai reboisasi. Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir

sungai. 
Pendangkalan sungai.  Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat.  Pembuatan tanggul yang kurang baik.  Tidak adanya lagi tanah resapan untuk digunakan air sebagai tempat baginya

beristirahat dikala hujan turun. tidak ada lagi lahan hijau sebagai tempat resapan air tanah. akibatnya, ketika hujan tiba, tanah menjadi tergerus oleh air dan kemudian air terus meluncur tanpa adanya penghalang alami yang kemudian menyebabkan banjir. 
Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.

2. Faktor Alam 
Badai

juga dapat

menyebabkan banjir

melalui beberapa cara, di mencapai 8 meter. dikaitkan dengan sangat pada mata

antaranya melalui ombak besar yang tingginya bisa Selain itu badai juga adanya presipitasi yang

peristiwa badai. Mata badai rendah, jadi ketinggian laut dapat naik

mempunyai tekanan yang beberapa terjadi meter

guntur. Banjir pesisir seperti ini sering

di Bangladesh. 

Gempa bumi dasar laut maupun letusan pulau gunung berapi yang

membentuk

kawah

(seperti

Thera yang

atau

Krakatau) tsunami

dapat yang

memicu terjadinya gelombang besar menyebabkan banjir pada daerah pesisir pantai. 
Curah hujan tinggi.

disebut 

Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.  Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan

pengaliran air keiuar sempit.

PEMBAHASAN
Di Indonesia kerap sekali terjadi bencana alam. Salah satunya adalah bencana banjir yang sering terjadi. Lihat saja banjir bandang yang banyak terjadi karena sungai tiba-tiba meluap atau contohlah di jakarta yang kebanyakan banjir terjadi karena ulah manusia sendiri. Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia. Berdasarkan nilai kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir terlihat adanya peningkatan yang cukup berarti. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan yang diatas normal dan adanya pasang naik air laut. Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai, di daerah resapan, penggundulan hutan, dan sebagainya), pembuangan sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir dan sebagainya. Banjir adalah bencana alam yang terjadi secara alami maupun oleh ulah manusia. Sekarang ini banjir sering terjadi disebabkan ulah manusia yang mulai tidak menghiraukan keseimbangan alam. Banjir merupakan peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat. Banjir juga dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat curah hujan yang tinggi, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai. Bencana banjir memiliki ciri-ciri dan akibat sebagai berikut. 
Banjir biasanya terjadi saat hujan deras yang turun terus menerus sepanjang

hari. 

Air menggenangi tempat-tempat tertentu dengan ketinggian tertentu.  Banjir dapat mengakibatkan hanyutnya rumah-rumah, tanaman, hewan,

dan manusia. 
Banjir mengikis permukaan tanah sehingga terjadi endapan tanah di tempat-

tempat yang rendah. 
Banjir dapat mendangkalkan sungai, kolam, atau danau.  Sesudah banjir, lingkungan menjadi kotor oleh endapan tanah dan sampah.  Banjir dapat menyebabkan korban jiwa, luka berat, luka ringan, atau hilangnya

orang. 
Banjir dapat menyebabkan kerugian yang besar baik secara moril maupun

materil.

Penyebab banjir sendiri bisa terjadi karena berbagai hal baik alam maupun manusia. Dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan banjir di seluruh dunia yaitu: 
Peristiwa alam seperti curah hujan dalam jangka waktu yang lama.  Terjadinya erosi tanah hingga hanya menyisakan batuan, dan tidak ada resapan

air. bahkan bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor. 
Buruknya penanganan sampah, hingga kemudian sumber saluran air tersumbat.  Bendungan dan saluran air rusak. Seperti yang terjadi pada bencana di situ

gintung.

Secara umum, penyebab terjadinya banjir adalah sebagai berikut. 
Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,  Pendangkalan sungai,  Pembuangan

sampah

yang

sembarangan,

baik

ke

aliran

sungai

mapupun gotong royong, 
Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,  Pembuatan tanggul yang kurang baik,  Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.

Dampak Dari Banjir 
Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa.  Rusaknya areal pemukiman penduduk.  Sulitnya mendapatkan air bersih.  Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.  Rusaknya areal pertanian.  Timbulnya penyakit-penyakit.  Menghambat transportasi darat.

Dampak ± dampak komulatif bencana banjir yang diukur dalam jangka waktu yang cukup panjang akan menentukan corak pembangunan apa dan kegiatan pertanian apa yang boleh berlangsung di daerah-daerah yang rawan banjir.

Peramalan banjir yang berasal dari luapan air sungai melibatkan perkiraan± perkiraan tentang tingginya permukaan air sungai, debit air sungai, waktu kejadian, lamanya kejadian, debit air tertinggi di titik±titik tertentu sepanjang jalur sungai (induk maupun anak sungai). Bencana banjir akan mengakibatkan bangunan±bangunan menjadi rusak atau hancur akibat daya terjang air banjir, terseret arus, daya kikis genangan air. Banjir akan menghantam apa saja yang dilaluinya. Di wilayah pantai, kerusakan besar terjadi akibat badai yang mengangkat gelombang±gelombang air laut, kerusakan akan terjadi ketika gelombang itu datang dan pergi atau kembali ke laut. Lumpur, minyak dan bahan-bahan lain yang dapat mencemarkan tanah, udara dan air bersih akan terbawa oleh banjir dan diendapkan di lahan yang sudah rusak atau di dalam bangunan. Bagi para petani, banjir dapat memberi manfaat sekaligus masalah. Bila terjadi pengikisan lapisan bunga tanah (humus), atau lahan dilanda air garam, maka selama bertahun-tahun petani tidak bisa lagi mengolah tanah itu untuk budidaya pertanian. Tetapi pengendapan lumpur banjir juga dapat meningkatkan kesuburan tanah yang dapat digunakan untuk budidaya pertanian. Di sisi lain, banjir bisa menguntungkan karena :

1. Banjir bisa menghilangkan bahan ± bahan pencemar air yang mengendap/ menyumbat pada saluran air. 2. Banjir bisa menjaga kelembaban tanah dan mengembalikan kelembaban tanah tandus / kering. 3. Banjir bisa menambah cadangan air tanah.

4. Banjir bisa menjaga lingkungan hayati (ekosistem) sungai dengan cara menyediakan tempat bersarang dan berkembang biak bagi ikan, liar.

burung dan binatang-binatang

Beberapa akibat yang mungkin terjadi setelah banjir melanda pemukiman warga: 1. Pencemaran Air Air yang telah tercemar akibat banjir, tentu saja tidak dapat dipakai untuk keperluan rumah tangga ataupun mandi. Karena air yang meluap sudah bercampur dengan kotoran manusia, kotoran hewan, limbah rumah tangga atau bahkan limbah pabrik. 2. Munculnya Beberapa Penyakit Penyakit yang biasa diderita warga yaitu demam berdarah, diare, batuk, pilek, sesak napas dan penyakit kulit lainnya. Hal tersebut dapat terjadi karena warga secara terpaksa harus melewati genangan air tersebut sehingga kuman, bakteri dan virus akan mudah masuk dalam tubuh para warga. Terutama anak kecil yang sangat senang jika melihat air menggenang dan mereka pun tak ragu-ragu untuk bermain air atau bahkan berenang. Mereka tidak perduli dengan adanya kuman, dan virus penyakit yang akan diderita. 3. Bekerja Ekstra Dan Mengeluarkan Uang Ekstra Para warga harus bekerja ektra untuk membersihkan rumah masing-masing. Tentunya tidak hanya tenaga yang harus dikeluarkan tetapi juga uang. Uang tersebut biasanya akan terpaksa keluar dari dompet warga untuk memperbaiki peralatan rumah tangga yang rusak seperti TV, kulkas, mesin cuci

dan lain-lain. Selain peralatan rumah tangga, mesin pada motor ataupun mobil juga akan mengalami turun mesin akibat terendam air selama berjam-jam. Jika warga memiliki rumah bertingkat, tentunya tidak perlu merasa khawatir karena semua barang penting dapat dipindahkan ke lantai dua. Sebenarnya pemerintah dapat melakukan pencegahan terjadinya banjir sejak awal. Seharusnya para petugas pemerintah melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Memperbaiki Jalanan Yang Rusak Para petugas pemerintah secara rutin mengawasi keadaan jalan setiap bulan. Jika terjadi kerusakan, mereka langsung memperbaikinya sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. biasanya kerusakan kecil dianggap remeh dan membiarkannya sampai kerusakan tersebut menjadi sangat parah dan dapat membahayakan para pengendara motor khususnya. Kecelakaan besar pun bisa terjadi hanya karena jalanan yang rusak.

2. Memperbaikan Aliran Air Agar Lancar Kegiatan perbaikan saluran air dapat dilakukan oleh warga sekitar dengan cara bergotong royong setiap dua minggu sekali. Kenapa dua minggu sekali? Karena warga sering memakai air untuk keperluan sehari terutama para ibu rumah tangga dan tidak menutup kemungkinan jika limbah rumah tangga juga ikut terbuang pada selokan tiap rumah. Limbah rumah tangga dapat menyumbat saluran air sehingga aliran air tersebut tidak lancar dan dapat menyebabkan menggenang di sekitar rumah warga. air

3. Menyediakan Tempat Penyerapan Air Pembangunan gedung-gedung besar di ibukota Jakarta, sebaiknya dimbangi dengan sarana penyerapan air yang efektif seperti menanam pohon, menyediakan waduk atau sungai kecil.

4. Menyediakan Tempat Pembuangan Sampah Tempat pembuangan sampah sangat penting. Tempat sampah biasanya terbagi dua yaitu organik dan non organik. Pemungutan sampah sebaiknya dilakukan sacara rutin yaitu setiap hari. Tidak hanya di daerah perumahan elit saja tetapi juga di daerah perkampungan. Banyak warga yang memandang sebelah mata pada rumah-rumah di daerah perkampungan. Padahal mereka juga layak mendapatkan perhatian pemerintah. Jika kegiatan tersebut dilakukan dengan tertib, warga pun tidak perlu khawatir akan terjadinya banjir.

5. Penertiban Rumah Tinggal Yang Berada Di atas Sungai Secara Bijaksana Sebelum mengusir mereka dari tempat tinggalnya, sebaiknya pemerintah memberikan rumah susun yang layak bagi warga sehingga tidak akan terjadi keributan pada saat dilaksanakan penertiban.

Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia. Berdasarkan nilai kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir terlihat adanya peningkatan yang cukup berarti. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan yang diatas normal dan adanya pasang naik air laut. Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai, di daerah resapan, penggundulan hutan, dan sebagainya), pembuangan sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir dan sebagainya.

Analisa terhadap bencana banjir dapat dilakukan dengan cara mengukur kedalaman air, pondasi bangunan memiliki derajat toleransi terhadap penggenangan air yang berlainan dengan derajat toleransi akar tumbuh-tumbuhan, lamanya penggenangan air. Arus air yang sangat deras dapat mengakibatkan pengikisan yang sangat besar serta peningkatan tekanan dinamika air yang dapat mengakibatkan pondasi bangunan dan infrastruktur melemah. Hal ini bisa terjadi di daerah bantaran sungai, pantai yang rendah dan daerah jalur induk sungai. Perkiraan tentang tingkat kenaikan permukaan air sungai sangat penting sebagai dasar peringatan bahaya banjir, rencana pengungsian dan pengaturan tata ruang daerah.

SOLUSI BANJIR
Ada beberapa solusi untuk mengatasi terjadinya banjir yang sering terjadi, yaitu: 1. Meningkatkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya sejak dini. 2. Tidak terus menyalahkan pemerintah atas musibah ini tetapi ikut campur tagan dan bekerja sama dalam menjaga kebersihan. 3. Integrasi Tata Ruang dan Tata Air sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak banjir setempat 4. Tidak menebang hutan secara liar dan melakukan tebang pilih tanam 5. Menerapkan tanam 1000 pohon agar banyak system serapan yang baik 6. Menjaga lingkungan dari sampah.

Tindakan Untuk Mengurangi Dampak Banjir

y y

Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan. Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.

y

Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.

y

Tidak membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.

y y

Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut. Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

KESIMPULAN
Banjir merupakan peristiwa tergenangnya daratan karena volume air yang meningkat. Banjir terjadi karena disebabkan oleh dua faktor, yaitu: 1. Faktor manusia, maksudnya: banjir terjadi karena ulah atau perbuatan manusia. Misalnya pembuangan sampah tidak pada tempatnya. 2. Faktor alam, maksudnya: banjir terjadi karena disebabkan oleh peristiwa alam, seperti gempa bumi, badai, curah hujan tinggi, dan lain-lain. Bencana banjir sangat merugikan bagi manusia. Akibat yang ditumbulkan oleh banjir seperti: timbulnya berbagai macam penyakit, sulitnya mendapatkan air bersih, dan lain-lain. Di sisi lain, banjir bisa menguntungkan karena : 1. Banjir bisa menghilangkan bahan ± bahan pencemar air yang mengendap/ menyumbat pada saluran air. 2. Banjir bisa menjaga kelembaban tanah dan mengembalikan kelembaban tanah tandus / kering.

SARAN
Yang Harus Dilakukan Sebelum Banjir, yaitu: Di Tingkat Warga
y

Bersama aparat terkait dan pengurus RT/RW terdekat bersihkan lingkungan sekitar Anda, terutama pada saluran air atau selokan dari timbunan sampah.

y

Tentukan lokasi Posko Banjir yang tepat untuk mengungsi lengkap dengan fasilitas dapur umum dan MCK, berikut pasokan air bersih melalui koordinasi dengan aparat terkait, bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda.

y

Bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda, segera bentuk tim penanggulangan banjir di tingkat warga, seperti pengangkatan Penanggung Jawab Posko Banjir.

y

Koordinasikan melalui RT/RW, Dewan Kelurahan setempat, dan LSM untuk pengadaan tali, tambang, perahu karet dan pelampung guna evakuasi.

y

Pastikan pula peralatan komunikasi telah siap pakai, guna memudahkan mencari informasi, meminta bantuan atau melakukan konfirmasi.

Di Tingkat Keluarga
y

Simak informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan Tim Warga tentang curah hujan dan posisi air pada pintu air.

y

Lengkapi dengan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter, korek gas dan lilin, selimut, tikar, jas hujan, ban karet bila ada.

y

Siapkan bahan makanan mudah saji seperti mi instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih.

y y

Siapkan obat-obatan darurat seperti: oralit, anti diare, anti influenza. Amankan dokumen penting seperti: akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat dan benda-benda berharga dari jangkauan air dan tangan jahil.

Yang Harus Dilakukan Saat Banjir
y

Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana,

y

Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.

y

Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.

y

Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.

Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
y

Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.

y

Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir.

y

Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan, atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk.

y

Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.kapanlagi.com/ http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:KPG_Tian_banjir.jpg&filetimesta mp=20080625084646 http://www.detiknews.com http://rapi-nusantara.net/info-penting/artikel-banjir.html

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->