Anda di halaman 1dari 34

TEORI UMUM SEMEN DAN PENYEMENAN

Dr.-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S

PT. LOKA DATAMAS INDAH 1999

OBJECTIVE
Alasan dilakukannya penyemenan  Komposisi dan pembuatan semen  Klasifikasi semen  Proses Hidrasi Semen  Sifat-sifat semen Sifat Additive dalam suspensi semen  Perhitungan pada penyemenan


ALASAN PENYEMENAN
Primary Cementing : melindungi formasi dari kontaminasi (conductor & surface casing), mengisolasi zona abnormal (intermediate casing) dan mencegah komunikasi antar zona (intermediate & production casing)  Secondary Cementing : adanya kerusakan pada primary cementing dari CBL/VDL atau untuk plugging zona produksi gagal


ALASAN PENYEMENAN
Squeeze Cementing : mengurangi WOR, WCR atau GOR, menutup zona lost atau memperbaiki primary cementing yang gagal  Re-cementing : menyempurnakan Reprimary cementing dan memperluas perlindungan casing di atas top semen  Plug Back Cementing : abandonment suatu sumur, sebagai awal sidetracking, dll.


KOMPOSISI SEMEN


Komponen Semen (Gbr. 1) :


Tricalcium Silicate, 3CaO.SiO2 Dicalcium silicate, 2CaO.SiO2 Tricalcium Aluminate, 3CaO.Al2O3 Tricalcium Aluminoferite, 4CaO.Al2O3.Fe2O3

Material Semen :
Calcareoues : limestone dan batu semen Argillaceous : clay atau mineral clay

KOMPOSISI SEMEN


Proses Pembuatan Semen :


Proses Peleburan : Dry (Gbr. 2) and Wet (Gbr. 3) process Proses Pembakaran (Gbr. 4) Proses Pendinginan Proses Penggilingan (Gbr. 5)

KLASIFIKASI SEMEN


Klasifikasi semen menurut API (Tbl. 1)


Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D - Kelas - Kelas - Kelas - Kelas E F G H

PROSES HIDRASI SEMEN


Hidrasi : reaksi kimia antara clinker, kalsium sulfat dan air hingga suspensi semen mengeras (Gbr. 6)  Dibedakan atas hidrasi pada temperatur rendah dan temperatur tinggi


SIFAT SIFAT SEMEN


Densitas : Dbs= (Gbk+Gw+Ga)/(Vvk+Vw+Va)  Thickening Time dan Viskositas  Filtration Loss  Water Cement Ratio (WCR)  Waiting on Cement (WOC)  Permeabilitas  Compressive Strength dan Shear Strength


ADDITIVE SEMEN
Accelerator : CaCl2, NaCl, gipsum  Retarder : lignosulfonat, CMHEC  Extender : bentonite, sodium silikat, pozzolanic material, perlite, gilsonite, dll  Weighting Agents : Hematite, barite, pasir  Dispersant : senyawa sulfonate sebagai pengencer


ADDITIVE SEMEN
Fluid Loss Control Agent : polymer, CMHEC dan latex  Lost Circulation Control agent : cellophane flakes, gipsum, bentonite dan nut shell  Special additive : tracers, fibers, antifoam agents, silika, mud kill, dll.


PERHITUNGAN PENYEMENAN
Specific Gravity : SG Portland Semen adalah 3.14 gr/cc (API)  Volume Absolute : volume material sendiri, diluar volume udara di sekeliling partikel  Volume Bulk : volume total material ditambah volume udara  Konsentrasi Additive : dinyatakan dalam BWOC (By Weight of Cement)


PERHITUNGAN PENYEMENAN
Densitas Semen : dihitung dari masa komponen suspensi semen dibagi dengan total absolute volume  Yield Semen : volume satu unit semen ditambah semua additive dan air pencampur (cuft/ sak)  Semua perhitungan didasarkan atas 1 sack semen yaitu sebesar 94 lb


PERHITUNGAN PENYEMENAN


Volume Annulus : menentukan jumlah semen yang diperlukan untuk melakukan operasi penyemenan. Biasanya ditambahkan ekses volume sebesar 10 - 15 % atau tergantung situasi di lapangan