Anda di halaman 1dari 12

ISSN 0215 - 8250

59

PENERAPAN METODE GAUSS SEIDEL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN JARINGAN DISTRIBUSI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER (MATLAB) DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO oleh I Putu Suka Arsa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, IKIP Negeri Singaraja ABSTRAK Dalam perkembangannya dunia ketenagalistrikan di negara berkembang, penambahan beban atau pelanggan merupakan hal yang tidak terelakkan. Ini berarti tambahan beban bagi pembangkit yang berarti juga harus menambah kapasitas pembangkit, atau penambahan gardu induk dan jaringan distribusi. Dengan hal seperti tersebut, apabila dilakukan perhitungan dan analisis secara manual akan mengalami kesulitan, keterlambatan, dan membutuhkan waktu yang lama. Untuk itu perlu alat bantu, seperti komputer dalam mengatasi permasalahan tersebut karena dengan komputer berserta softwarenya permasalahan akan menjadi sederhana, mudah, dan hemat waktu serta keakurasianya dan konvergensinya. Dalam hal ini, untuk menghitung dan menganalisis perkembangan jaringan ketenagalistrikan perlu adanya analisis aliran beban karena dengan analisis analisis beban dapat diketahui aliran tegangan arus, dan tegangan dalam suatu jaringan. Untuk itu dalam bahasan ini digunakan program MATLAB karena membantu penyelesaian di bidang teknik, khususnya teknik elektro, di samping itu juga dapat digunakan untuk operasi matematika, sistem pengaturan, analisis numerik, curve fitting dan interpolasi, grafik, transformasi dan lain-lain yang bisa dioperasikan for windows, sehingga sangat mendukung sekali dalam bidang keteknikan. Dengan Program MATLAB ini, sangat cocok untuk menyelesaikan permasalahan analisis aliran beban dengan metode Gauss Seidel dengan cepat dan akurat sehingga dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan dan merupakan alat bantu ajar yang memudahkan proses belajar mengajar. Kata kunci : analisis aliran beban, Metode Gauss Seidel, penambahan beban, jaringan distribusi.
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

60

ABSTRACT In its development, the world of electricity power in a developing country, increasing load or customers are matters that can not be avoided. It means that the additional load for generator, in which it also means the addition of capacity of generators or the addition of the main relay station and the distributional lines as well. With those matters if a calculation and an analysis are held manually, it will cause shortage, delay, and take a long time. For those reasons it is thought necessary that the availability of a medium such as computer along with its software make the problem will at the same time it can save the time, be more accurate and convergent. In this case, to calculate and analysis the development of electricity power lines the availability of a load flow analysis is needed, because with its existence the voltage flow, current, and voltage in the lines can be recognized. For that purpose, MATLAB program will assist this discussion. MATLAB is a sofware which is mosthy used in technical field especially in electrical technique. MATLAB can be used for mathematic operation, control system, numerical analysis, curve fitting, and interpolation, graph, transformation and so forth which can be operated for windows, so that it is really supporting in technical field. MATLAB program is very suitable to solve the problem of load flow analysis through Gauss Seidel Method quickly and accurately, so it can increase working efectivity. Key words : load flow analysis, Gauss Seidel Method, increasing load, distribution lines 1. Pendahuluan Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia berkembang dengan pesat dan merupakan kebutuhan yang sangat vital sehingga hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam masyarakat modern. Pada awal Repelita I tahun 1969, daya terpasang seluruh pusat tenaga listrik Perusahaan Umum Listrik Negara berjumlah sekitar 530 MW. Pada akhir Repelita IV saja, daya yang terpasang itu mencapai 8500 MW dan pada tahun 2002 peak demand (beban puncak) mencapai 14,174 MW. Hal itu merupakan suatu pelipatgandaan 16 kali dalam 20 tahun, dan mempunyai
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

61

pertumbuhan rata-rata 15 persen setahun dan 11.5% dalam tahun 2001 (Widiono, 2002). Suatu angka yang sungguh tinggi, dan mencerminkan perkembangan industri serta perekonomian di negara Indonesia. Selain meningkatnya daya terpasang pusat tenaga listrik secara absolut, terjadi pula suatu perkembangan lain pada sistem kelistrikan PLN. Bilamana tadinya terdapat jaringan listrik yang terpisah, kini jaringan tenaga listrik PLN di pulau Jawa dan Bali dalam satu jaringan besar yang terinterkoneksi. Perkembangan demikian, membawa berbagai keuntungan seperti pengoperasian sistem dengan cadangan suatu margin yang relatif lebih kecil sehingga dapat meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Akan tetapi, pihaklain. terinterkoneksinya suatu sistem yang besar juga membawa masalah, antara lain stabilitas sistem dan koordinasi antara berbagai pusat tenaga listrik serta berbagai pusat beban. Dalam hal ini termasuk juga dalam proses analisis aliran beban karena semakin besar jaringan akan semakin terasa sulit untuk menganalisisnya, apabila hal itu dilakukan secara manual. Studi aliran beban (load flow) digunakan untuk menentukan tegangan, arus, daya aktif atau daya reaktif pada berbagai macam titik/bus pada jaringan listrik pada kondisi operasi normal (Stevenson, 1993). Selain dipergunakan untuk perencanaan pengembangan sistem listrik pada masa mendatang, juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi sistem kelistrikan yang sudah ada (existing), Hal itu digunakan karena kelayakan operasi suatu sistem bergantung pada akibat yang ditimbulkan oleh hubungan interkoneksi dengan sistem daya lain, penambahan beban baru, stasiun pembangkit baru, dan hubungan jaringan transmisi baru sebelum semua itu dipasang/terhubung dengan sistem yang sudah ada. Dalam studi aliran beban, dikatakan bahwa jaringan itu direpresentasikan setepat mungkin sehingga sangat sedikit yang diabaikan, dan perhitungan sangat susah apabila dilakukan dengan tangan (manual). Oleh karena itu, sesudah AC atau DC Network Analyzer diperoleh pada tahun 1920-an perhitungan beban dapat dilakukan, terutama dengan adanya komputer digital perhitungan sangat cepat dan
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

62

teliti sekitar tahun 1950-an (Hutauruk T.S, 1983). Dengan adanya suatu program MATLAB diharapkan pekerjaan/ perhitungan dalam menganalisis suatu aliran beban akan menjadi mudah, cepat, akurat, ekonomis dan menghemat waktu. Tujuan dari program ini adalah untuk memeriksa tegangan-tegangan setiap bus yang ada dalam sistem jaringan listrik, memeriksa kapasitas masing-masing bus apakah cukup besar untuk menyalurkan daya yang diinginkan (Hutauruk T.S, 1983), Di samping itu pula, untuk membantu bagaimana caranya untuk menganalisis suatu aliran beban dengan cepat dan mudah sehingga dapat menghemat waktu yang berarti ini juga meningkatkan effisiensi kerja. Dalam hal ini, dengan membuat program simulasi untuk analisis aliran beban. Hasil studi ini diharapkan dapat dijadikan alternatif kebijaksanaan dalam memenuhi tuntutan zaman dalam era komputerisasi, yaitu dengan pembuatan program komputer untuk analisis aliran beban sehingga diperoleh kemudahankemudahan dan hemat waktu. 2. Pembahasan Pentingnya studi aliran daya dalam merencanakan perluasan sistem tenaga dan dalam menentukan operasi terbaik untuk sistem jaringan listrik yang ada, karena dapat diperoleh keterangan utama, yaitu besar tegangan dan sudut phasa, tegangan pada setiap bus dan daya nyata serta daya reaktif yang mengalir pada setiap saluran/jaringan (Stevenson, 1993:182). Daya listrik selalu mengalir menuju beban. Oleh karena itu, aliran daya juga merupakan aliran beban. Pada dasarnya beban dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu beban statis dan beban dinamis. Beban ini dapat direpresentasikan sebagai impedansi tetap (Z), daya tetap (S), tegangan (V) atau arus (I) yang tetap, tetapi yang lazim pembebanan yang dipilih dengan mengunakan tegangan yang konstan (Sulasno, 1993: 69). Penyelesaian digital untuk masalah aliran beban yang dibahas mengikuti suatu proses perulangan (iterative process). Oleh karena itu sangat sulit dan perlu
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

63

waktu yang lama apabila dilakukan secara manual (Stevenson, 1993). Aliran beban di jaringan listrik, terutama di cabang-cabang jaringan dapat dihitung apabila tegangan di masing-masing bus jaringan diketahui. Bila [Ibus] diketahui, maka vektor tegangan bus dapat dihitung dengan mudah dari [Vbus] = [Ybus]-1 [Ibus]. Akan tetapi dalam jaringan tenaga listrik, khususnya dalam perhitungan aliran beban biasanya bukan injeksi arus yang diketahui, melainkan injeksi daya. Masalahnya, hanya dapat diselesaikan secara iterasi, yakni secara bertahap mencari tegangan bus yang sesuai agar bersama dengan injeksi arus yang ditimbulkan tegangan yang sedemikian itu menghasilkan daya yang sama dengan daya yang diketahui (Gibson Sianipar, 1983). Menurut Hawary, (1983), tegangan setiap bus terdiri dari dua besaran, yakni besaran V dan sudut , atau kalau dalam koordinat tegak lurus bagian nyata e dan bagian khayal f, jadi kalau ada n buah bus berarti ada 2n buah besaran (status) yang harus ditentukan. Dalam analisis aliran beban dikenal tiga tipe bus,yakni Bus P-Q atau disebut bus beban, bus P-V atau disebut bus generator/pembangkit, bus ayun (swing ) atau bus penadah (slack) Konsep bus penadah dalam analisis aliran beban diperlukan karena bus tersebut yang akan menanggung semua rugi daya yang terjadi pada jaringan, rugi daya ini khususnya daya reaktif, tidak dapat dibebankan pada bus jenis lainnya mengingat besarnya hanya dapat diketahui justru setelah selesai perhitungan. 2.1 Metode Iterasi Gauss Seidel Dalam metode ini, besaran-besaran yang tidak diketahui mula-mula dimisalkan dan harga yang diperoleh dari persamaan pertama, misalnya V1, selanjutnya digunakan untuk memperoleh V2 dari persamaan kedua, dan seterusnya. Tiap-tiap persamaan, pada gilirannya dipertimbangkan dan kemudian perangkat yang telah lengkap itu kembali diselesaikan sampai harga-harga yang diperoleh untuk besaran-besaran yang tidak diketahui berhimpun ke batas-batas yang dikehendaki (Weedy, 1988). Menurut Sulasno (1993), iterasi pada Gauss Seidel (G-S) lebih efisien karena harga yang diperoleh pada iterasi terakhir
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

64

digunakan untuk perhitungan iterasi yang bersangkutan; jadi hasil yang diperoleh x1 pada iterasi (m+1) : 1 X1( m +1 ) = ( b1 a12 x1( m ) a13 x3( m ) ...a1n xn( m ) (2.1) a11 Dipergunakan juga untuk menghitung x2 pada iterasi (m+1) pula, yaitu : 1 X 2( m +1 ) = ( b2 a21x1( m +1 ) a23 x3( m ) ...a2n xn( m ) ....(2.2) a22 Selanjutnya X3(m+1) dan X2(m+1) digunakan untuk menghitung : 1 X 3( m +1 ) = ( b3 a31x1( m +1 ) a33 x2( m ) ...a3n xn( m ) (2.3) a33 dan seterusnya. Dengan demikian, metode iterasi Gauss Seidel dapat dinyatakan oleh persamaan : 1 X n1( m +1 ) = ( bn an1x1( m +1 ) an 2 x2( m +1 ) ...an ,n 1xn 1( m +1 ) ) ann Perolehan harga-harga X1(m+1) ,X2(m+1) Xn(m+1) semuanya disubstitusikan kepersamaan 2.4 untuk mendapatkan X(m+1) dan Xn(m+1) 2.2 Penerapan Solusi Iterasi Gauss Seidel Menurut Hutauruk (1983), metode Gauss Seidel ini adalah suatu metode coba-coba yang sangat baik dalam penggunaan komputer untuk memecahkan persamaan-persamaan simultan. Teknik penggunaan metode dapat dilihat, seperti dibawah ini: I1 = YiiV1 + Vi2V2 + + YikVk =

Y
k= 1 k 1

i= 1

ik

Vk

di mana Vk adalah bus tegangan dan Y adalah matrik admitansi Bus, sedangkan Pi dan Qi adalah Pi jQi = Vi*
Y
ik

Vk

__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

65

Persamaan ini hanya berlaku untuk bus beban dan untuk menghitung bus tegangan daya reaktif yang pertama mengikuti persamaan : Qi i = 1,2, , n i slack bus Karena i=1 adalah slack bus maka perhitungan dimulai dengan m+1 sehingga persamaan menjadi :
Vi
( m+ 1)

Y = -Im(Vi* ik Vk )

n 1 Pi jQi i = 1 ( m+ 1) (m ) = - Yik Vk Yik Vk Yii Vi( m )* k = 1 k = i+ 1 k i

(2.6)

(Murty , 1984) Superskript m+1 menyatakan jumlah iterasi dimulai dari m=0, Bila :
1 1 Vi m + Vi m = i m + . V

Untuk semua harga i, maka iterasi dianggap selesai.

dinamakan indeks presesi dan biasanya diambil 0.001 (Hutauruk, 1983). Atau dengan kata lain, setiap kali selesai mengiterasi, hasil dari iterasi itu harus diperiksa. Hal ini dilakukan dengan membandingkan antara perubahan harga tegangan dengan faktor pembanding. Perubahan harga antara iterasi ke m dengan iterasi ke (m+1) adalah V1 = Vi( m +1 ) Vi K .
Kreteria untuk konvergensi bus P Q adalah Vi < (Sulasno, 1993)

3. Skenario Pembelajaran Dengan Mengunakan Matlab di Kelas Program ini diujicobakan pada sistem dengan 3 bus, 20 KV, 100 MVA, pada bus 2 tegangan dijaga konstan 1.03 pu, daya reaktif minimum 0 dan maksimum 35 MVAR. Dengan menganggap bus 1 sebagai bus referensi (slack bus) dan admitansi pengisi saluran diabaikan.

__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

66

Base Sistem : 100 MVA, 20 KV


1 2

Gambar 2 Single line diagram dengan 3 bus (Murty , 1984: 94) Tabel 1. Data Kawat Jaringan SALURAN 1-2 1-3 2-3 IMIPEDANSI SALURAN 0.08+j0.24 0.02+j0.06 0.06+j0.18 ADMITANSI SHUNT 0 0 0

Tabel 2. Data Pembangkitan dan Beban dan Tegangan Bus Permulaan BUS 1 2 3 TEGANGAN 1.05+j0.0 1.03+j0.0 DAYA PEMBANGKIT MW Mvar .. . 0.20 . 0 0 DAYA BEBAN MW Mvar 0 0 0.50 0.20 0.60 0.25

4. Langkah-langkah Pembelajaran Mahasiswa dapat membuat rangkaian dalam model rangkaian (YBUS), yaitu diagram segarisnya. Kemudian mahasiswa dapat menentukan/menggambar rangkaian dalam diagram admitansi dan dapat menuliskan persamaan umum aliran daya Gaus Seidel beserta persamaan Node/titik tegangan. Dari persamaan tersebut kemudian mahasiswa dapat menentukan elemen matrik off diagonal dari matrik
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

67

admitansi bus. Mahasiswa dapat menentukan elemen matrik diagonal dari matrik admitansi Bus. Mahasiswa dapat menuliskan kembali matrik admitansi bus yang didapat dengan memasukkan nilai-nilai dari matrik diagonal dan matrik off diagonalnya. Memasukkan harga tegangan pada kondisi awal dan menghitung nilai Q untuk generator bus, kemudian dilanjutkan menghitung tegangan V1 untuk iterasi ke 1 (ke n) dan hasil tegangan V1 untuk iterasi pertama diperoleh. Setelah mengetahui hasil tegangan iterasi pertama, maka dibandingkan dengan tegangan pada kondisi awal. Dari perbandingan tersebut diperoleh selisih V V hasil ( ). Apabila selisih hasil ( ) belum memenuhi nilai konvergensi, maka dilanjutkan menghitung tegangan V1 untuk iterasi ke- 2. Prosedur ini dilakukan berulang-ulang sampai dicapai nilai konvergensi yang diinginkan yaitu 0.001, dan
n

apabila

V2 = V2 V20 0.001 ,

atau Vm = V2 V2n 1 0.001 maka perhitungan dihentikan (stop), dan apabila sebaliknya maka perhitungan dilanjutkan perulangan sampai diperoleh nilai konvergensinya. Apabila telah dilakukan perhitungan satu kali, maka mahasiswa menuliskan persamaan tersebut dalam MATLAB sehingga apabila ada perubahan (misalkan : perubahan tegangan, beban, penambahan bus/titik simpul) tidak perlu dilakukan perhitungan dari awal. Dalam hal ini mahasiswa hanya mengganti atau menambahkan saja perubahan yang dimaksud sehingga dalam waktu singkat hasilnya sudah diperoleh. 5. Evaluasi MATLAB Setelah diuji coba, ternyata perkulihan jaringan distribusi untuk analisis aliran daya/beban dengan mengunakan program Matlab memiliki keunggulan; sebagai berikut (1) Memori yang diperlukan sedikit dan Operasi matematis sedikit, karena setelah memperoleh persamaan umum aliran daya digunakan operasi matrik sehingga menjadikan perhitungan sangat sederhana. (2) Waktu per iterasi
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

68

singkat, karena harga yang diperoleh pada iterasi terakhir digunakan untuk perhitungan iterasi yang bersangkutan yaitu hasil yang diperoleh X1 pada iterasi (m+1) dipergunakan juga untuk menghitung X2 pada iterasi (m+1) begitu pula seterusnya. (3) Jumlah iterasi sedikit, khususnya untuk jumlah bus yang kecil. (4) Sangat cocok untuk sistem kecil sehingga sangat cocok untuk pembelajaran dikelas. (5) Pemrograman mudah sehingga cocok untuk pembelajaran sebagai pemula. (6) Konvergensi cepat terutama untuk sistem yang kecil. (7) Cocok untuk sistem jaringan distribusi tipe loop (ring). Begitu pula setelah diuji coba ternyata perkulihan jaringan distribusi untuk analisis aliran daya/beban dengan mengunakan program MATLAB memiliki kelemahan sebagai berikut; (1) Makin banyak titik pencabangan bus (titik simpul), maka iterasinya lebih banyak. (2) Untuk sistem jaringan distribusi tipe Radial sulit (lambat) mencapai konvergensi. (3) Tidak sesuai untuk sistem jaringan yang banyak mempunyai titik simpul (bus). 6. Penutup Perkulihan jaringan distribusi melalui pembelajaran berbasis Komputer (Matlab) ini setelah diuji coba dan ternyata memberikan keunggulan sebagai berikut: Pertama, program analisis aliran daya/beban yang dibuat dengan bahasa pemrograman matlab, dapat digunakan pada sistem-sistem yang menghadapi masalah-masalah konvergensi dalam perhitungan aliran beban, untuk jaringan dengan sedikit titik simpul. Kedua, dengan mengunakan Matlab perhitungan dapat dilakukan dengan cepat, bahkan untuk sistem-sistem yang tidak mengalami masalah konvergensi dapat diselesaikan dengan waktu sangat singkat. Ketiga, dengan mengunakan Matlab untuk analisis aliran beban dijaringan mempunyai beberapa keuntungan yaitu untuk memeriksa tegangan-tegangan setiap bus yang ada dalam sistem jaringan listrik, memeriksa kapasitas masing-masing bus apakah cukup besar untuk menyalurkan daya yang diinginkan. Keempat, dapat juga digunakan menentukan cara dalam menganalisis suatu aliran beban dengan cepat dan mudah sehingga dapat menghemat waktu yang berarti ini juga meningkatkan
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

69

effisiensi kerja. Kelima, hasil studi ini diharapkan dapat dijadikan alternatif kebijaksanaan dalam memenuhi tuntutan zaman dalam era komputerisasi yaitu dengan pembuatan program komputer untuk analisis aliran beban sehingga diperoleh kemudahan-kemudahan. Akan tetapi program ini masih perlu dikembangkan dan dilanjutkan untuk jumlah bus yang lebih besar begitu pula untuk sistem jaringan distribusi radial yang sering sulit mencapai titik konvergensi. DAFTAR PUSTAKA Duane Hanselman and Bruce Littlefield, 1995. The Student edition of MATLAB Ver. 4.0, Englewood Cliffs, New Jersey. Gibson Sianipar, 1983. Perhitungan Aliran Beban, Tim Pelaksana Penyelenggaraan, Pendidikan dan Penataran Sarjana Teknik PLN Kerjasama PLN-ITB, Bandung.

Gross Charles. A, 1986. Power system analysis, second edition, John Willy & Sons, New York, Hawary, E L., M.E. 1983. Electrical Power System, Design and Analysis, A Prentice Hall Company, Reston Virginia Hutauruk T.S., 1983. Analisa Sistem Tenaga Listrik, Jurusan Teknik Elektoteknik, Fakultas Teknologi Industri, ITB, Bandung. Murty, PSR, 1984. Power System Operation and Control, McGraw-Hill, New Delhi Pabla A S, 1991. Electric Power Distribution Systems, McGraw-Hill, Punjab. Stevenson, Wiliam. D, 1993. Element of Power System Analysis McGraw-Hill, Inc, Emeritus North Carolina, State Universitas. Sulasno, 1993. Analis asistem Tenaga listrik, Satya Wacana, Semarang. Weedy, B.M. 1988, Electrical Power System, McGraw-Hill Inc. New York.
__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

ISSN 0215 - 8250

70

Widiono, eddie, 2002. Kesiapan Infrastruktur Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Rangka Otonomi Daerah, Seminar masional QIR ke 5, Universitas Indonesia Depok.

__________________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVII Juli 2004

Beri Nilai