Anda di halaman 1dari 19

MALARIA

Taufiqurrohman 0620080

Definisi
Penyakit infeksi akut atau kronis Disebabkan oleh Plasmodium malariae Ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles Ditandai dengan:
Demam paroksismal Anemia Splenomegali

Etiologi
Plasmodium:
Falciparum Vivax Malariae Ovale

Malaria transmission cycle from mosquito to human

White NJ, Breman JG. Malaria and babesiosis: Diseases caused by red blood cell parasites. In Harrisons Principles of Internal Medicine. 16th ed. NY: MacGraw-Hill Co. 2005: 1220

Patogenesis
Patogenesis malaria falcifarum dipengaruhi oleh faktor parasit dan faktor penjamu (host) Yang termasuk dalam faktor parasit adalah intensitas trnsmisi, densitas parasit dan virulensi parasit Yang termasuk dakam faktor host adalah tingkat endemisitas daerah tempat tinggal, genetik,usia, status nutrisi dan status imunologi

Patologi malaria hanya dapat dilakukan pada malaria falcifarum karena kematian biasanya disebabkan oleh p. falcifarum Beberapa organ yang terlibat antara lain otak, jantung-paru, hati-limpa, ginjal,usus, dan sumsum tulang

Gejala Klinis
Demam intermitten Berkeringat setelah panas turun Penurunan kesadaran Hepatomegali Gangguan fungsi ginjal Pucat

ANAMNESIS:

Riwayat demam intermiten atau terus-menerus Riwayat dari atau pergi ke daerah endemik malaria Trias malaria: menggigil, demam, banyak keringat
Di daerah endemik malaria, trias malaria mungkin tidak dijumpai diare dapat merupakan gejala utama

Pmx Penunjang
Apus darah tepi Tebal : ada tidaknya Plasmodium Tipis : identifikasi spesies Plasmodium/tingkat parasitemia Pemeriksan kepadatan parasit ditentukan secara Semi-kuantitatif : jumlah parasit per 100 LPB Kuantitatif dengan menghitung jumlah parasit per 200 lekosit (pada tetes tebal) atau per 1000 eritrosit pada sediaan tipis. Pemeriksaan dilakukan tiap 6 jam sampai 3 hari berturut-turut. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah HRP-2 (histidine rich protein 2) atau enzim parasite lactate dehydorgenase (p-LDH).

DD
Viral infection Toxic typhoid fever Fulminant hepatitis Leptospirosis Encephalitis

Komplikasi penyakit malaria


Malaria serebral Gagal ginjal akut Kelainan hati Hipoglikemia Kecenderungan pendarahan Edema paru Hipontremia

Terapi
A. Untuk semua spesies Plasmodium, kecuali P.falciparum yang resisten terhadap klorokuin Klorokuin sulfat oral, 25 mg/kg bb terbagi dalam 3 hari yaitu 10 mg/kg bb pada hari ke-1 dan 2, serta 5 mg/kg bb pada hari ke-3.

Kina dihidroklorid intravena 1mg garam/kg bb/dosis dalam 10 cc/kg bb larutan dekstrosa 5% atau larutan NaCl 0,9%, diberikan per infus dalam 4 jam, diulangi tiap 8 jam dengan dosis yang sama sampai terapi oral dapat dimulai. Keseluruhan pemberian obat adalah 7 hari dengan dosis total 21 kali.

Lini pertama untuk P. falciparum adalah tablet artesunat (4 mg/kgBB dosis tunggal/hari/oral, hari 1, 2, 3) + tablet amodiakuin (10 mg basa/kgBB/hari, hari 1, 2, 3) + tablet primakuin (dosis 0.75 mg basa/kgBB/oral dosis tunggal pada hari 1). Lini kedua digunakan tablet kina (30mg/kgBB/hari, dibagi 3 dosis) + tetrasiklin (50 mg/kgBB, 4 dosis)/doksisiklin (2 mg/kgBB/hari, 2 dosis) + primakuin (dosis tunggal

B. Plasmodium falciparum yang resisten terhadap klorokuin Kuinin sulfat oral 10 mg/kg bb/dosis, 3 kali sehari, selama 7 hari. Dosis untuk bayi adalah 10 mg/umur dalam bulan dibagi 3 bagian selama 7 hari. Ditambah Tetrasiklin oral 5 mg/kg bb/kali, 4 kali sehari selama 7 hari (maksimum 4 x 250 mg/hari)

C. Regimen alternatif Kuinin sulfat oral Kuinin dihidroklorid intravena ditambah Pirimetamin sulfadoksin (fansidar) oral
Tabel Dosis Pirimetamin sulfadoksin (fansidar) menurut umur
Umur (tahun)
<1 1-3 4-8 9-14 > 14

Pirimetamin sulfadoksin (tablet)


1/4 1/2 1 2 3

Pencegahan relaps Primakuin fosfat oral Malaria falciparum : 0,5-0,75 mg basa/kg bb, dosis tunggal, pada hari pertama pengobatan Malaria vivax, malariae, dan ovale : 0,25 mg/kg bb, dosis tunggal selama 5-14 hari. D.

PROFILAKSIS

Obat antimalaria Perorangan: baju panjang, insektisida, repelen, kasa/kelambu Vaksin malaria:
Antisporozoit (pra-eri) Stadium aseksual / eritrositik Stadium seksual / transmisi (-)

PENATALAKSANAAN PENATALAKSANAAN PROFILAKSIS MALARIA


Obat
Mefloquine (Lariam)

Dosis dewasa
250 mg garam (288 mg basa), 1x/mg

Dosis anak-anak
15 19 kg: tab/mgg 20 30 kg: tab/mgg 31 45 kg: tab/mmg > 45 kg: 1 tab/mmg Usia di atas 8 th: 2 mg/kg 1x/hari, maksimum sama dengan dosis dewasa 5 mg/kg basa (8.3 mg/kg garam), 1x/mgg, maksimum sama dengan dosis dewasa 0.3 mg/kg basa, (0.5 mg/kg garam), 1x/hari selama 14 hari (maksimum 15 mg basa) 5 mg/kg basa (6.5 mg/kg garam), 1x/mgg.maksimum sama dengan dosis dewasa (310 mg basa) < 2 tahun: 50 mg/hari 2 6 tahun: 100 mg/hari 7 10 tahun: 150 mg/hari > 10 tahun: 200 mg/hari

Doxycycline Chloroquine phosphate (Aralen) Primaquine Hydroxychloroquine sulfate (Plaquine) Proguanil (Paludrine)

100 mg 1x / hari 500 mg garam (300 mg basa), 1x/mmg 15 mg basa (26.3 mg garam), 1x/hari selama 14 hari 400 mg garam (310 mg basa), 1x/mgg 200 mg, 1x/hari, dikombinasikan dengan Chloroquine per mmg