Anda di halaman 1dari 13

JUDUL TUJUAN

: Isolasi Senyawa Etil Para Metoksi Sinamat (EPMS) dari Rimpang Kencur :

Dapat membuat langkah kerja proses isolasi senyawa EPMS yang terkandung dalam rimoang jahe Dapat memurnikan senyawa EPMS hasil isolasi rimpang kencur melalui proses kristalisasi Dapat menentukan titik leleh senyawa EPMS sebelum dan setelah dimurnikan Dapat menghitung rendemen dan prosentase hasil senyawa EPMS dari hasil isolasi KAJIAN TEORI: Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di zona khatulistiwa (tropik) dan terkenal mempunyai kekayaan alam dengan beranekaragam jenis tumbuhan, tetapi potensi ini belum seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan industri khususnya tumbuhan berkasiat obat. Masyarakat Indonesia secara turun-temurun telah memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan untuk bahan obat tradisional baik sebagai tindakan pencegahan maupun pengobatan terhadap berbagai jenis penyakit. Salah satu tanaman yang dijadikan sebagai obat tradisional adalah Kencur (Kaemeria galangal L.). Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional akan terus berlangsung terutama sebagai obat alternatif, hal ini terlihat pada masyarakat daerah yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan modern. Dalam masa krisis ekonomi seperti saat ini, penggunaan obat tradisional lebih menguntungkan karena relatif lebih mudah didapat, lebih murah dan dapat diramu sendiri, selain itu bahan bakunya dapat ditanam di halaman rumah sebagai penghias taman ataupun peneduh halaman rumah. Saat ini kimia bahan alam tertuju pada pembentukan struktur dan sifat-sifat metabolit sekunder, pada hakekatnya tidak ada perbedaan yang tajam antara metabolit Biokimia primer dan metabolit sekunder. Gula-gula lazim seperti glukosa, fruktosa, dam manosa dimana fungsi dan kekimiaannya telah dipelajari secara mendalam oleh para biokimiawan, dimasukkan dalam kelompok pertama (metabolit primer), sedangkan senyawa gula yang jarang yang kaitannya masih dekat seperti khaltosa, streptosa, mikaminosa, yang diketahui sebagai konstituen antibiotikdan detemikan oleh pakar kimia organik dikategorikan sebagai metabolit sekunder. Asam amino pokok dipandang sebagai metabolit primer tetapi asam pipekolat cicin lingkar-6 yang analog dengan prolin diklasifikasikan senagai metabolit sekunder atau dikenal sebagai alkaloid. Karakteristik utama fungsi metabolit sekunder pada

dasarnya tidak diketahui. Metebolit sekunder didefinisikan tidak hanya sebagai hasil yang tidak berguna (waste product) tetapi juga sangat sedikit diketahui sifat-sifat metabolit sekunder. Metabolit sekunder adalah senyawa hasil biogenesis dari metabolit primer. Umumnya dihasilkan oleh tumbuhan tingkat tinggi, yang bukan merupakan senyawa penentu kelangsungan hidup secara langsung, tetapi lebih sebagai hasil mekanisme pertahanan diri organisma. Aktivitas biologi tanaman dipengaruhi oleh jenis metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Aktivitas biologi ditentukan pula oleh struktur kimia dari senyawa. Unit struktur atau gugus molekul mempengaruhi aktivitas biologi karena berkaitan dengan mekanisme kerja senyawa terhadap reseptor di dalam tubuh. Etilparametoksisinamat (EPMS) merupakan salah satu senyawa hasil isolasi rimpang kencur (kampfria galangal) yang merupakan bahan dasar senyawa tabir suryayaitu pelindung kulit dari sengatan sinar matahari. EPMS termasuk dalam golongan senyawa ester yang mengandung cincin benzena dan gugus metoksi yang bersifat non-polar sehingga dalam ekstraksinya dapat menggunakan pelarut pelarut yang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, metanol, air dan heksana. Tanaman kencur (Kaemfria galanga L) dikenal cukup luas dalam masyarakat kita, karena manfaatnya yang sangat banyak. Kencur (Kaempfria galanga L) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2 sampai 3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 12 buah, bibir bunga berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka. Di samping digunakan untuk penyedap makanan, kencur banyak digunakan dalam ramuan obat tradisional yang khasiatnya dapat mengobati berbagai macam penyakit misalnya : masuk angin, radang lambung, batuk, nyeri perut, muntah muntah, panas dalam dan lain lain. Salah satu senyawa etil ester yang terdapat dalam kencur adalah etilparametoksi sinamat yang

tergolong fenilpropanoid. Biosintesis senyawa ini mengikuti jalur sinamat dan digunakan sebagai antifungi, analgesik dan antipiretik. Isolasi EPMS dapat dilakukan dengan beragai pelarutan karena struktur senyawa EPMS sendiri dari gugus polar dan nonpolar, untuk lebih efektifnya maka perlu dilakukan pemilihan pelarut untuk mengekstraksinya. Dalam penelitian pemilihan pelarut yang digunakan adalah n-heksan. Selain pelarut suhu juga berpengaruh terhadap proses pelarutan karenanya dilakukan optimalisasi suhu pada proses isolasi dengan pelarut yang telah dipilih. Metode yang digunakan adalah maserasi, yang diikuti dengan perkolasi. Maserasi merupakan proses perendaman sample menggunakan plarut organic pada temperature ruangan. Proses ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sample tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membrane sel akibat perbedaan tekanan antara di luar dan di dalam sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dalamk pelarut organic dan ekstraksi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Pemilihan pelarut untuk proses maserasi akan memberi efektitas yang tinggi dngan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam karena pelarut tersebut. Secara umum pelarut methanol merupakan pelarut yang banyak digunakan dalam proses isolasi senyawa bahan alam karena melarutkan seluruh golongan metabolit sekunder. Di dalam rimpang kencur terdapat beberapa senyawa yaitu (1) etil sinamat, (2) etil pmetoksisinamat, (3) p-metoksitiren, (4) karen, (5) borneol, (6) parafin.

Asam sinamat diperoleh dari fenilalanin berdasarkan eliminasi ammonia secara enzimatik dilanjutkan dengan hidroksilasi aromatic dan metilasi. Waktu yang tepat terjadinya hidroksilasi aromatic sangat bervariasi biasanya tergantung tanamannya. Hidroksilasi lebih efektif pada tingkat C6C3 daripada C3C1 pada tanaman tinggi.asam sinamat kebanyakan sebagai ester glikosida karbohidrat, flavonoid, dan asam hidrooksi karboksilat. ALAT DAN BAHAN Alat Maserator Gelas ukur Corong Bunchner Erlenmeyer Gelas kimia Pipet Cawan porselin Gelas kimia Bahan Rimpang kencur n-heksana Kertas Saring

ALUR
Rimpang kencur

-dicuci smapai bersih -dipotong tipis-tipis lalu dikeringkan di bawah sinar matahari secara tidak langsung

Serbuk kencur

-digiling atau dihaluskan di dalam blender -ditimbang 200 gram serbuk kencur -di masukkan ke dalam wadah -direndam serbuk kencur dengan n-heksana sampai terendam 1 cm di atas serbuk kencur yang ada di dalam wadah -didiamkan selama 3 hari -dimaserasi dengan suhu 60C -disaring menggunakan vakum

Larutan ekstrak kencur

Larutan ekstrak kencur -dimasukkan ke dalam erlenmeyer -disimpan dalam lemari es hingga terbentuk kristal Kristal

-disaring dan dikeringkan -ditimbang kristal yang terbentuk -di uji titik leleh kristal yang terbentuk

Kristal murni

DATA PENGAMATAN PERLAKUAN HASIL PENGAMATAN Serbuk kencur : berwarna coklat kekuningan Filtrat serbuk kencur : coklat kekuningan jernih Kristal setelah dimurnikan : berbentuk jarum, putih Titik leleh sebelum diuji : 49C Titik leleh setelah diuji : 45C Berat kotor kristal : 3 gram Berat murni kristal : 2,7 gram Rendemen: 3/2,7 = 1,1 DUGAAN/REAKSI KESIMPULAN

Rimpang kencur
-dicuci sampai bersih -dipotong tipis-tipis dan dikeringkan -digiling halus dengan menggunakan blender

-di dalam rimpang kencur terdapat senyawa-senyawa etil p-metoksisinamat, p-metoksitiren, karen, borneol, parafin.

-Etil para metoksi sinamat berhasil diisolasi dan didapatkan kristalnya. -etil para metoksi sinamat merupakan komponen utama turunan dari senyawa sinamat yang memiliki aktifitas sebagai tabir surya. Senyawa tersebut dapat melindungi kulit terhadap euterma dan pigmentasi.

Serbuk kencur
-diambil 200 gram -dimasukkan dalam toples -direndam dengan nheksana sampai 1 cm di atas serbuk kencur -didiamkan selama 72 jam -dimaserasi pada suhu 60C selama 1 jam -disaring menggunakan pompa vakum

Larutan/filtrat -disimpan dalam lemari es sampai terbentuk kristal

Kristal

Kristal -diuji titik lelehnya -dimurnikan dengan etanol teknis dan air dengan perbandingan 1 :3 -diuji kembali titik lelehnya

Kristal murni

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada percobaan ini pertama kali yang dilakukan adalah dengan mencucui bersih rimpang kencur, hal ini dilakukan agar rimpang kencur bersih dari kotoran-kotoran yang ada. Kemudian rimpang kencur dikupas kulitnya dan dipotong tipis-tipis. Rimpang kencur dipotong tipis-tipis agar kencur cepat kering dan bebas dari air ketika diangin-anginkan di bawah sinar matahari secara tidak langsung. Sinar matahari harus dihindari sebab senyawa etilparametoksi sinamat mudah mengalami dekomposisi terutama oleh sinar matahari dan pengeringan dilakukan untuk menguapkan pelarutnya yaitu air. Selanjutnya kencur dihaluskan atau digiling menggunakan blender. Kencur yang sudah diangin-anginkan kemudian di blender bertujuan untuk memperkecil ukuran partikel sehingga luas bidang sentuh semakin banyak supaya saat pelarutan dengan n-heksan, ekstrak yang diperoleh lebih banyak. Kemudian kencur yang sudah berupa serbuk, direndam ke dalam n-heksan dan proses ini disebut dengan proses maserasi. Kencur direndam dalam n-heksan sebanyak 96 ml dan direndam selama 3 hari. Pada saat proses maserasi berlangsung terjadi pemecahan dinding dan membran sel pada kencur akibat perbedaan tekanan antara di luar dan di dalam sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dalam pelarut polar. Pada proses perendaman digunakan n-heksan dikarenakan n-heksan memiliki

kepolaran yang sama dengan senyawa yang diisolasi yaitu EPMS (etil para metoksi sianamat) yaitu bersifat polar sehingga dapat saling melarutkan. Setelah direndam 3 hari, serbuk kencur yang direndam dalam n-heksan diasaring menggunakan pompa vakum dan didapatkan larutan ekstrak kencur. Penyaringan yang dilakukan menggunakan pompa vakum bertujuan untuk memperoleh larutan ekstrak serta untuk memisahkan ampas kencur yang banyak mengandung karbohidrat. Kemudian didapatkan larutan ekstrak kencur yang berwarna kuning kecoklatan. Selanjutnya ekstrak kencur dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan dimasukkan ke dalam almari es, keesokan harinya didapatkan kristal yang terbentuk dari ekstrak kencur tersebut. Kristal yang terbentuk kemudian disaring menggunakan kertas saring dan corong. Kemudian ekstrak kencur dituutp lagi dengan isolasi dan dimasukkan ke dalam almari es kembali maka keesokan harinya terbentuk lagi kristal dari ekstrak kencur. Setelah disim pan dalam almari es beberapa hari dan dilakukan penyaringan kristal sebanyak 4 kali serta didapatkan kristal dengan berat 3 gram, berat ini merupakan berat kristal yang didapatkan sebelum pencucian. Selanjutnya kristal yang didapat, diuji titik lelehnya dan didapatkan titik leleh sebesar 49C dan dilakukan uji titik leleh kembali tetapi sebelum diuji titik lelehnya kristal dicuci dulu dengan etanol dan akuades dengan perbandingan 1: 3. 1 ml untuk etanol dan 3 ml untuk akuades. Pencucian kristal dilakukan agar kristal menjadi murni dan bertujuan untuk menghilangkan pengotorpengotor yang ada pada kristal EPMS. Titik leleh yang didapatkan setelah kristal dicuci adalah sebesar 45C. Pengukuran titik leleh sdh mendekati secara teori yaitu 48C-49C. Kemudian semua kristal yang didapatkan dicuci dengan etanol dan air dengan perbandingan 1:3 dengan 1 ml untuk etanol dan 3 ml untuk air (akuades). Setelah proses pencucian, didapatkan berat kristal murni sebesar 2,7 gram. Kemudian dari percobaan yang dilakukan didapatkan rendemen sebesar 1,35 %. Berikut ini merupakan proses sintesis etil para metoksi sinamat

KESIMPULAN Senyawa etil para metoksi sinamat dapat diisolasi dari rimpang kencur Dari praktikum yang dilakukan didapatkan kristal epms sebesar 2,7 gram Dan didapatkan hasil rendemen sebesar: (2,7: 200) x 100 = 1,35 % Prinsip isolasi senyawa organic bahan alam fenilpropanoid yaitu dengan maserasi, ekstraksi, dan kristalisasi. Teknik isolasi dalam bahan alam dengan cara perendaman, penguapan, pelarutan, penyaringan, san pemurnian.

DAFTAR PUSTAKA Fessenden. Fessenden. 1982. Kimia organic jilid 2. Jakarta: Erlangga. Harborne. 1989. Metode Fitokimia. Bandung: ITB Bandung Hidajati,Nurul.dkk. 2011.Penuntun Praktikum Kimia Organik 2. Surabaya:Laboratorium Kimia Organik Universitas Negeri Surabaya. Sastrohamidjojo, Hadono. 1995. Sintesis Bahan Alam. Yogyakarta: Gadja Mada University Press. Taufikurohmah. 2008. Pemilihan Pelarut Dan Optimalisasi Suhu Pada Isolasi Senywa Etil Para Metoksi Sinamat (Epms) Dari Rimpang Kencur Sebagai Bahan Tabir Surya Pada Industri Kosmetik (http://titiktaufikurohmah. Blogspot.com/2008/05/ artikel.penelitian.html) Wikipedia. 2010. Maserasi. (http://id.wikipedia.org/wiki/maserasi). Yuliastuti, I., Jumina, 2009. Pemodelan dan Sintesis Senyawa Penyerap Sinar UV 3,4Dimetoksi Heksil Sinamat Berdasarkan Pendekatan Kimia Komputasi, Laboratorium Kimia Organik, Jurusan Kimia FMIPA UGM, Jogjakarta.

JAWABAN PERTANYAAN 1. Proses isolasi etil para metoksi sinamat Rimpang kencur
-dicuci sampai bersih -dipotong tipis-tipis dan dikeringkan -digiling halus dengan menggunakan blender

Serbuk kencur

Serbuk kencur

-diambil 200 gram -dimasukkan dalam toples -direndam dengan n-heksana sampai 1 cm di atas serbuk kencur -didiamkan selama 72 jam -dimaserasi pada suhu 60C selama 1 jam -disaring menggunakan pompa vakum

Larutan/ filtrat
-disimpan dalam lemari es sampai terbentuk kristal

Kristal

-diuji titik lelehnya -dimurnikan dengan etanol teknis dan air dengan perbandingan 1 : 3 -diuji kembali titik lelehnya

Kristal murni

2. Tahap rekristalisasi (pemilihan pelarut, pelarutan padatan/kristal, penghilangan warna,


penyaringan panas, kristalisasi, penyaringan vakum, penghilangan pelarut), penentuan titik lebur (titik lebur sebagai tetapan fisik, titik lebur senyawa murni, pengaruh pengotor terhadap titik lebur, campuran eutektik). Pada percobaan isolasi senyawa etil para metoksi sinamat ini, dilakukan tahap rekristalisasi seperti yang disebutkan di atas.

3. Cara menentukan titim leleh yaitu dengan mengambil sedikit kristal yang dihasilkan
kemudian dimasukkan ke dalam pipa kapiler. Kemudian pipa kapiler yang berisi kristal dimasukkan dan dipanaskan dalam melting blok. Selanjutnya dilihat dan diamati pada suhu berapa kristal mencair. Dan dilakukan pengukuran kedua kalinya dengan mengambil kristal, terlebih dahulu dicuci oleh etanol dan akuades kjemudian kristal dimasukkan dalam pipa kapiler. Selanjutnya dimasukkan dan dipanaskan dalam melting blok serta diamati pada suhu berapa kristal akan meleleh. Hingga didapatkan titik leleh sebelum dan sesudah dimurnikan

4. Menghitung rendemen:     

Senyawa EPMS dari hasil isolasi rimpang kencur: didapatkan senyawa epms seberat 2,7 gram.

LAMPIRAN