Anda di halaman 1dari 15

PENGUKURAN TEKNIK

Literatur J.P. Holman


Judul: Metode Pengukuran Teknik
DEFINISI :
Kepekaan (sensitivity):
Perbandingan antara gerakan linear jarum penunjuk pada
instrument dengan perubahan variable yang diukur yang
menyebabkan gerakan itu.
Contoh:
Suatu recorder 1 mV yang mempunyai skala yang
panjangnya 25 cm. Kepekaannya adalah 25 cm/mV
Ketelitian (accuracy):
Deviasi atau penyimpangan terhadap masukan yang
diketahui. Biasanya dinyatakan dalam persentase skala penuh.
Contoh:
Suatu alat ukur tekanan yang dapat mengukur maksimal
sampai 100 kPa mempunyai ketelitan 1 %. Jika pada suatu
pengukuran terukur 60 kPa artinya ukuran dapat berkisar antara:
59-61 kPa.
Soal :
Jika diketahui pada suatu pengukuran nilai yang terjadi berubah-
ubah berkisar antara 25 -29 V. Menggunakan alat yang sudah
diketahui akurat hasil ukuran tersebut adalah 27 V. Pengukuran
maksimal dengan alat tersebut dapat mencapai 220 V. Maka
berapakah ketelitiannya?
Jawab:
% 909 . 0 % 100
220
2

Ketepatan (presisi):
Kemampuan instrument untuk menghasilkan kembali bacaan
tertentu dengan ketelitian yang diketahui (misal dari instrument
lain yang akurat atau dari hasil perhitungan).
Contoh:
Kita ingin mengetahui ketepatan pengukuran dari suatu instrument
pengukur tegangan listrik. Dari peralatan lain yang keakuratannya
diketahui hasilnya 100 V. Sementara pada alat ini hasilnya berkisar
103,104,105 V.
ketepatan instrument ini +\- 1 % karena harga tengah 104 V
ketelitiannya 5%. Karena nilai sebenarnya harusnya 100 V
sementara dengan alat ini dapat menyimpang sampai 5V dari harga
aslinya.
Soal:
Diketahui hasil pengukuran berat menggunakan suatu alat adalah
sebagai berikut: 65, 66, 67, 68, 69 Kg. Menggunakan alat yang
ukurat pengukurannnya adalah 60 kg. Berapakah ketepatan dan
ketilitan alat tersebut?
Jawab:
Ketepatan : penyimpangan dari nilai tengah adalah 2 kg.

% 33 . 3 % 100
60
2

Ketelitian: penyimpangan dari nilai akurat adalah 9 kg


% 15 % 100
60
9


Kalibrasi:
Membandingkan suatu instrument dengan instrument lain
dengan kategori sbb:
1. Standar primer: (fasilitas pengukuran standar
international)
2. Standar sekunder (instrument lain yang dianggap lebih
akurat)
3. Hasil perhitungan.
Misal nilai speedometer menunjukan harga 0.28
km/jam dibandingkan dengan hasil pengukuran
kecepatan untuk jarak 100 m dengan waktu 20 menit.
Standardisasi:
Pengertian umum
Pengertian dalam pengukuran
DIMENSI dan SATUAN
Panjang l m
Masa m kg
Waktu t s
Arus
listrik
I A
Suhu T K
Intensitas
cahaya
k cd
Luas A m2
Volume V m3
Frekuensi f Hz
Kecepatan
linear
v m/s
Kecepatan
sudut
omega rad/s
Percepatan
linear
a m/s2
Percepatan
sudut
alpha ras/s2
Laju aliran
volumetrik
Q /V
titik
m3/s
Gaya F N
Tegangan sigma
Tekanan p
ANALISA data experiment
Sebab-sebab kesalahan dalam pengukuran(experiment):
Kesalahan dalam pemasangan (nyata)
Kesalahan tetap
Kesalahan rambang
Metode:
1. Analisa kesalahan atas pertimbangan akal
Contoh:
Untuk menghitung Daya listrik dilakukan pengukuran tegangan
dan pengukuran kuat arus.
Dari hasil pengukuran didapat :
V = 100 V +\- 2 V
I = 10 A +\- 1 A
Maka Pmax: 102 x 11 watt
dan P min adalah: 98 x 9 watt.
Soal:
Suatu mobil bergerak dengan kecepatan v = 100 km/jam +\- 3
km/jam dalam lintasan yang berupa lingkaran dengan jari-jari r =
20 m +\- 1 m. Massa mobil m = 1500 kg +\- 100kg. Hitunglah
gaya sentrifugal mobil tersebut.
2. Teori Kline dan Mc Clintock
2 / 1 2 2
2
2
2
1
1
....
1
]
1

,
_

+ +

,
_

,
_

n
n
R
w
x
R
w
x
R
w
x
R
w
Contoh:
Suatu tahanan kawat tembaga dapat dihitung dengan rumus sbb:
R=Ro (1+(T-20) )
Diketahui dari pengukuran Ro, dan T. Hitunglah tahanan kawat
dan ketakpastiannya.
Ro=15 +/- 2% Ohm
= 0.05 +/- 0.1 % /C
T = 30 +/- 2 % C
Jawab
5 . 1 ) 20 30 ( 05 . 0 1 ) 20 ( 1
)) 20 ( 1 (
+ +

T
Ro
T Ro
Ro
R

150 10 15 ) 20 (

x T Ro
R

75 . 0 05 . 0 15

x Ro
T
R

w
Ro
= 0.02 x 15 ohm = 0.3 Ohm
w

= 0.001 x 0.05 /C = 0.00005 /C


w
T
= 0.02 x 30 C = 0.6 C
w
R
= 0.03 Ohm
Contoh :
Sebuah resistor mempunyai nilai nominal 15 +/- 1 %. Resistor
itu diberi tegangan dan perhitungan daya dilakukan dengan dua
cara:
a. P = V
2
/R
b. P = V I
Untuk perhitungan pertama dari daya P kita hanya mengukur
tegangan, sedang untuk perhitungan ke dua daya P kita mengukur
arus maupun tegangan. Hitunglah ketakpastian (dalam persen)
dalam penentuan gaya pada kedua cara diatas, bila nilai-nilai E dan
I menurut pengukuran ialah:
V = 150 V t1 %
I = 15 A t1 %
Jawab:
ketakpastian =
P
W
p
PENGGUNAAN DATA EXPERIMEN UNTUK STATISTIK
Apa itu ?
Nilai rata-rata (pukul rata purata) mean?
Median?
Modul?
Test: 1 2 2 3 4 5 5 5 6 7 8
Nilai rata-rata: 48/11 = 4.36
Median : 5
Modul: 5
METODE TANGAN BEBAS (FREE HAND GRAPHIC)
METODE SEMI RATA-RATA (SEMI AVERAGE)
Pada sebuah experiment pada mesin pengepak kopi, didapatlah
data-data berikut:
Hari ke Jumlah yang rusak Hari ke Jumlah
1
2 11 14
2 3 12 15
3 3 13 17
4 6 14 ?
5 6 15 ? 23,5 kah?
6 5 16 ?
7 7 17 ?
8 9 18 ?
9 11
10 12
Hitunglah prakiraan jumlah yang rusak pada hari ke 15?
Nilai rata2 = 8.46
Y = a + b X
a = 2
b = 0.92
Y = 2 + 0.92 X
Untuk X = 15 maka Y =
Y
15
= 15.8
Pada Metode semi rata-rata untuk mencari persamaan garis y = a+
b x maka nila b didapat dengan
b = (y2 y1)/ (x2 x1)
nilai a didapat dengan memasukkan salah satu titik ke persamaan
tadi.

METODE KWADRAT TERKECIL
1. Buatlah table berikut
Nilai
sebenarnya
X Y XY X
2
Nilai X pertengahan dijadikan nilai dasar = 0
2. Buat persamaan Yc = a + bX
Dimana :
n
Y
a

2
) (
X
XY
b

3. Hitung 3 nilai y (awal, tengah,akhir)
Buat garis dari dua titik tersebut. Titik yang satunya lagi
sebagai control.
X Hari ke Jumlah yang rusak
( Y)
XY X
2
-6
1
2 -12 36
-5 2 3 -15 .
-4 3 3 . .
-3 4 6 . .
-2 5 6 . .
-1 6 5 . .
0 7 7 . .
1 8 9 . .
2 9 11 . .
3 10 12 . .
4 11 14 . .
5 12 15 . .
6 13 17 102 36
0 110 226 182
n
Y
a

= 8,46

2
) (
X
XY
b
b = 1,24
Y=8,46 + 1,24 X
X = -6 Y = 1,02
X = 0 Y = 8,46
X = 6 Y = 15,9
Untuk hari ke 15 maka X = 8 Y = 18,38
X
Y
1
2
2 3
3 3
4 6
5 6
6 5
7 7
8 8
9 9
Prakiraan nilai y untuk x = 13?
nilai rata-rata y untuk kelompok 1 = 4
nilai rata-rata y untuk kelompok 2 = 7
Buat garis lurus melewati 2 koordinat titik (3,4) dan (7,7)
nilai b = (y2-y1)/(x2-x1)
= (7-4)/(7-3)
= 0.75
nilai a didapat dengan cara memasukkan salah satu titik missal
(3,4) ke persamaan tadi
y = a + 0.75 x
4 = a + 0.75 3 maka a = 1.75
Persamaan garis y = 1.75 + 0.75 x
maka untuk x = 13 nilai y adalah = 11.5
KOEFISIEN KORELASI
r =
2 / 1
2
2
,
1
1
1
]
1

y
x y

Deviasi Standar untuk nilai y tertentu


( )
2 / 1
1
2
1
1
1
1
1
]
1

n
y y
n
i
m i
y

( )
2 / 1
1
2
,
2
1
1
1
1
]
1

n
y y
n
i
ic i
x y

Dari metode kwadrat terkecil pada soal yang lalu didapat


persamaan garis:
y = 8.26 + 1.24 x
ym = 8.4
Hari ke X Yi Yic (Yi-Yic)
2
(Yi-Ym)
2
1
-6 2 1.02 0.96 41.73
2 -5 3 2.26 0.55 29.81
3 -4 3 3.5 0.25 29.81
4 -3 6 4.74 1.59 6.05
5 -2 6 5.98 0.0004 6.05
6 -1 5 7.22 4.93 11.97
7 0 7 8.46 2.13 2.13
8 1 9 9.7 0.49 0.29
9 2 11 10.94 0.003 6.45
10 3 12 12.18 0.03 12.53
11 4 14 13.42 0.34 30.69
12 5 15 14.66 0.12 42.77
13 6 17 15.9 1.21 72.93
0 110 12.6 293.3
x y,

= 1.07
y

= 4.94
Jawaban : Nilai Koefisien Relasi (r) = 0.953
DEVIASI STANDAR DARI PURATA ( m

)
yi = nilai sebenarnya dari y
yic= nilai yang dihitung dari persamaan
korelasi untuk nilai x yang sama
ym= nilai rata-rata dari seluruh yi
n
m


( )
2 / 1
1
2
1
1
1
]
1

n
i
m i
y y
n

Dimana

= deviasi standar dari perangkat pengukuran


n = jumlah pengukuran dalam perangkat tersebut
Nilai purata dengan ketidakpastian (
'
m
Y
)
'
m
Y
= Nilai purata t m

contoh soal:
Bacaan berikut adalah hasil pengukuran berat suatu benda.
Hitunglah :
nilai purata,
deviasi standar
nilai purata dengan ketidakpastian
Pengukuran
ke
Berat
(kg)
1 5.3
2 5.73
3 6.77
4 5.26
5 4.33
6 5.45
7 6.09
8 5.64
9 5.81
10 7.75
Jawab:
Nilai purata Ym = 5.813
pengukuran
ke
Yi (Yi-Ym) (Yi-Ym)
2
1
5.3 . 0.26
2 5.73 . 0.0068
3 . . 0.91
4 . . 0.3
5 . . 2.19
6 . . 0.13
7 . 0.07
8 . 0.02
9 . 0
10 . 3.75
5.316

= 0.769
m

= 0.243
Nilai purata dengan ketidakpastian (
'
m
Y
) = 5.813 t 0.243
kg
o
.
.
..
.
.