P. 1
Audit2-05-piutang-Arens

Audit2-05-piutang-Arens

5.0

|Views: 2,933|Likes:
Dipublikasikan oleh sector31

More info:

Published by: sector31 on Nov 15, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Pengujian Substantif Piutang Usaha

( Pertemuan ke-5) Antariksa Budileksmana
antariksa_b@yahoo.com www.antariksa.info
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-1

Tujuan Kuliah 1

Menggambarkan metodologi desain pengujian saldo rinci dengan menggunakan model risiko audit.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-2

Tujuan Audit Saldo-Terkait Piutang Usaha
Kaitan rinci Keberadaan Kelengkapan

Keakuratan Nilai yg Dapat Direalisasi
©2008 Antariksa Budileksmana

Klasifikasi

Pisah batas Penyajian dan disclosure
1-3

Hak
Prodi Akuntansi UMY

Metodologi Desain Pengujian Saldo Rinci Piutang Usaha
Tahap I Identifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang usaha. Menentukan salah saji yang dapat ditoleransi dan menentukan risiko bawaan piutang usaha. Menentukan risiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan.
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-4

Metodologi Desain Pengujian Saldo Rinci Piutang Usaha
Tahap II Mendesain dan melakukan pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi pada siklus penjualan dan penagihan.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-5

Metodologi Desain Pengujian Saldo Rinci Piutang Usaha
Tahap III
Mendesain dan melakukan prosedur analitis saldo piutang usaha. Mendesain pengujian saldo rinci piutang usaha untuk memenuhi tujuan audit terkait dengan saldo. Prosedur audit Ukuran sampel Item yang dipilih
Prodi Akuntansi UMY

Waktu
1-6

©2008 Antariksa Budileksmana

Hubungan Antara Penjualan dengan Piutang Usaha
Tujuan audit saldo-terkait piutang usaha Nilai dapat direalisasi Penyajian dan disclosure
1-7

Kelengkapan

Keberadaan

Keakuratan

Kaitan rinci

Tujuan audit transaksi-terkait Penjualan Keberadaan Kelengkapan Keakuratan Klasifikasi

Pisah batas

Klasifikasi

×

×

×

Timing Posting/Ikhtisar

×

×
Prodi Akuntansi UMY

×

©2008 Antariksa Budileksmana

Hak

Hubungan Antara Penjualan dengan Piutang Usaha
Tujuan audit saldo-terkait piutang usaha Nilai Dapat direalisasi Penyajian dan disclosure
1-8

Kelangkapan

Keberadaan

Keakuratan

Kaitan rinci

Tujuan audit transaksi-terkait Penerimaan kas Keberadaan Kelengkapan Keakuratan Klasifikasi

Pisah batas

Klasifikasi

×

× × ×

Timing Posting/Ikhtisar

×
Prodi Akuntansi UMY

×

©2008 Antariksa Budileksmana

Hak

Tujuan Kuliah 2
Mendesain dan melakukan prosedur analitis atas akun-akun dalam siklus penjualan dan penagihan.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-9

Prosedur Analitis atas Siklus Penjualan dan Penagihan
Dibandingkan dalam product line
Persentase laba kotor dengan tahun2 sebelumnya Penjualan tiap bulan Persentase retur penjualan terhadap penjualan kotor dgn tahun2 sebelumnya
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-10

Prosedur Analitis atas Siklus Penjualan dan Penagihan
Dibandingkan dengan tahun2 sebelumnya
Saldo pelanggan individual terhadap jumlah tersaji Persentase kerugian PTT thd penjualan kotor Jumlah hari piutang dagang s/d dapat ditagih

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-11

Prosedur Analitis atas Siklus Penjualan dan Penagihan
Dibandingkan dengan tahun2 sebelumnya
Persentase kategori umur thd piutang Persentase cadangan kerugian piutang tidak tertagih terhadap piutang usaha Persentase kerugian piutang tidak tertagih terhadap piutang usaha total
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-12

Informasi Komparatif
Perubhn Perubhn %tase %tase 12/31/04 2003- 12/31/03 2002- 12/31/02 ($000) ($000) 2003 ($000) 2004 Penjualan 144,328 Laba kotor 39,845 Piutang usaha 20,197 Kerugian piutang tidak tertagih 3,323 Total aktiva lancar 51,027 Total aktiva 61,367 Laba bersih 5,681 Jumlah akun piutang 258 Jumlah akun piutang dengan saldo di atas $100,000 37
©2008 Antariksa Budileksmana

9.0 9.6 7.3 (2.1) 14.0 (7.0) 21.9 16.7 15.6

132,421 36,350 18,827 3,394 44,779 66,021 4,659 221 32

7.0 7.0 14.1 7.3 6.6 8.0 39.0 5.7 6.7

123,737 33,961 16,505 3,162 41,989 61,147 3,351 209 30
1-13

Prodi Akuntansi UMY

Prosedur Analitis: Siklus Penjualan dan Penagihan
12/31/04 12/31/03 12/31/02 Laba kotor/ penjualan bersih Retur dan potongan penjualan/ penjualan kotor Kerugian PTT/ penjualan bersih Cadangan kerugian piutang/ piutang usaha Jumlah hari piutang usaha s/d dapat ditagih (outstanding) Piutang usaha bersih/ aktiva lancar 27.85% 0.90% 2.30% 6.10% 48.09 37.20% 27.70% 0.90% 2.60% 7.50% 47.96 32.50% 27.68% 0.90% 2.60% 6.40% 49.32 32.30%

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-14

Mendisain dan Melakukan Pengujian Saldo Rinci Piutang Usaha (Tahap III)
Risiko deteksi yang direncanakan adalah merupakan keputusan auditor Menggabungkan faktor2 yg menentukan risiko deteksi yang direncanakan adalah kompleks

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-15

Prosedur Analitis tentang Laba Kotor
Persentase laba kotor
2005 2004 2003 Great Great Great Western Industri Western Industri Western Industri

Hardwood Softwood Plywood

36.3 23.9 40.3

32.4 22.0 50.1

36.4 20.3 44.2

32.5 22.1 54.3

36.0 20.5 45.4

32.3 22.3 55.6

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-16

Tujuan Kuliah 3
Mendisain dan melakukan pengujian saldo rinci mengenai piutang usaha untuk tiap-tiap tujuan audit saldo-terkait.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-17

Mendisain Pengujian Saldo Rinci
Piutang usaha telah dijumlahkan dengan benar, dan sesuai dengan Master File dan buku besar (aged trial balance). Mencatat piutang usaha yang ada. Piutang usaha yang ada telah dicatat semua.
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-18

Mendisain Pengujian Saldo Rinci

Piutang usaha adalah akurat. Piutang usaha diklasifikasikan secara tepat. Pisah batas piutang usaha adalah benar.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-19

Mendisain Pengujian Saldo Rinci
Piutang usaha disajikan sebesar nilai yang dapat direalisasi. Klien mempunyai hak atas piutang usaha. Penyajian dan disclosure piutang usaha adalah tepat.
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-20

Tujuan Kuliah 4
Mendapatkan dan mengevaluasi konfirmasi piutang usaha.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-21

Syarat AICPA
1. Piutang usaha adalah tidak material. 2. Auditor mempertimbangkan konfirmasi sebagai bukti yang tidak efektif sebab tingkat respon kemungkinan besar tidak memadai atau tidak reliabel. 3. Tingkat kombinasi risiko bawaan dan risiko pengendalian adalah rendah dan bukti substantif lain dapat diakumulasikan untuk menjadikan bukti yang cukup.
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY

1-22

Tipe Konfirmasi
Konfirmasi positif Form konfirmasi kosong Konfirmasi faktur Konfirmasi negatif
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-23

Timing (Waktu)

Bukti yang paling reliabel dari konfirmasi didapat apabila dikirimkan sedekat mungkin dengan tanggal neraca, sebagai lawan untuk mengkonfirmasi akun beberapa bulan sebelum akhir tahun.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-24

Ukuran Sampel
Salah saji yang dapat ditoleransi Risiko bawaan Risiko pengendalian Risiko deteksi yang dicapai dari pengujian substantif lain Tipe konfirmasi
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-25

Pemilihan Item yang Akan Diuji
Ketika memilih sampel piutang usaha yang akan dikonfirmasi, auditor harus hati-hati untuk menghindari keterlibatan/ campur tangan klien.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-26

Pemilihan Item yang Akan Diuji

Apabila klien berusaha menekan auditor untuk mengirim konfirmasi pada pelanggan tertentu, auditor harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa klien berusaha untuk menyembunyikan sesuatu yang fiktif atau salah saji piutang usaha yang telah diketahui.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-27

Menjaga Kontrol

Setelah semua item yang akan dikonfirmasi telah ditentukan, auditor harus tetap menjaga kontrol terhadap konfirmasi sampai jawaban diterima dari pelanggan.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-28

Tindak Lanjut Apabila Tidak Ada Respon
Ketika konfirmasi positif digunakan, SAS 67 mengatur prosedur tindak lanjut untuk konfirmasi yang tidak dikembalikan oleh pelanggan.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-29

Penerimaan Kas Kemudian

Membuktikan penerimaan kas kemudian (cash subsequent) setelah tanggal konfirmasi, termasuk menguji bukti penerimaannya (remittance advice) dan pencatatannya pada jurnal penerimaan kas, atau mungkin bahkan terdapat pengkreditan kemudian (subsequent credit) pada master file piutang usaha.
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-30

Duplikasi Faktur Penjualan

Memeriksa penerbitan faktur penjualan yang sesunguhnya & tanggal transaksi sesungguhnya.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-31

Dokumen Pengiriman Barang
Menentukan apakah pengiriman barang adalah benar2 dilakukan, dan merupakan pengujian pisah batas.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-32

Korespondensi dengan Klien
Biasanya, auditor tidak memerlukan review korespondensi sebagai bagian dari prosedur alternatif, tetapi korespondensi dapat digunakan untuk mengungkapkan perselisihan piutang yang dikonfirmasikan yang tidak terungkap.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-33

Analisis Selisih
Pembayaran yang telah dilakukan Barang-barang yang belum diterima Barang-barang yang dikembalikan Kesalahan klerikal dan akun yang diperselisihkan
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-34

Membuat Kesimpulan

Evaluasi ulang pengendalian intern Evaluasi sifat kualitatif dari salah saji. Menentukan apakah bukti yang cukup telah didapat.
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-35

Tujuan Kuliah 5
Mendisain prosedur audit untuk mengaudit piutang usaha, dengan menggunakan worksheet perencanaan bukti sebagai panduan.

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-36

Sumber pada Worksheet Perencanaan Bukti
Salah saji yang dapat ditoleransi Risiko audit yang dapat diterima Risiko bawaan Risiko pengendalian Pengujian substantif untuk hasil transaksi Prosedur analitis Risiko deteksi yang direncanakan dan bukti audit yag direncanakan
©2008 Antariksa Budileksmana Prodi Akuntansi UMY 1-37

SEKIAN

©2008 Antariksa Budileksmana

Prodi Akuntansi UMY

1-38

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->