Anda di halaman 1dari 5

Mata Kuliah

EKONOMI REGIONAL

Dosen : Dr. RUSLAN

ANALISA INPUT OUTPUT


REGIONAL DAN INTERREGIONAL

14 NOPEMBER 2008

KELOMPOK 5

ACHMAD MARZUKI 08.D.030


CUT MEURAH MEUTIA 08.D.031
IWAN APRIADI 08.D.034
IFRAN KRISTIAN 08.D.035
Dra. SRIE SAADAH SOEPONO 08.D.036
RITA WARDIYANTI SIAHAAN, SE 08.D.037
SUMAWAN, S Sos 08.D.038
MOCHAMAD SURATMAN ARIFIANTO, S.Kom 08.D.039
NYOMAN RUDANA 08.D.040

Magister Administrasi Publik


Manajemen Pembangunan Daerah
STIA LAN Jakarta
GIONAL

08.D.030
08.D.031
08.D.034
08.D.035
08.D.036
08.D.037
08.D.038
08.D.039
08.D.040
ANALISA INPUT – OUTPUT REGIONAL DAN INTERREGIONAL

KETERANGAN SINGLE REGION 2 wilayah atau lebih :IRIO system MULTIREGIONAL INPUT OUTPUT ( MRIO ) SYSTEM
( Inter Regional Input Output )

A Kerangka statistik : Aktivitas ekonomi suatu daerah dapat diasosiasikan dg Merupakan perluasan dari single region, dg memasukkan unsur Kerangka statistik :
input - output accounts
angka (n ) dari sektor - sektor produksinya..> industri : impor ekspor. input - output accounts
* resource based activities : pertanian, kehutanan, Interregional spillover effect : contoh
pertambangan. ada permintaan airline asing utk perush Boeing di Washington
* manufaktur : mobil, alat RT, komputer, besi baja --> output Boeing meningkat --> supply ( input ) komponen
* jasa : keuangan,a suransi, real estate, kesehatan, sekolah, elektronik dari drh lain ( mis California ) ---> = final demand
akomodasi, entertainment. komponen di Calif naik --> output komponen ( 'ekspor')
di Calif naik -->menggerakkan sektor-ekonomi lain di Calif.
Asumsi : tiap sektor dalam wilayah memproduksi produk 1 jenis
Tujuan input - output accounts : Interregional feedback effect : contoh
menangkap keterkaitan kegiatan ekonomi dg mencatat Mis peningkatan produksi di Calif meningkatkan output yg
transaksi ekonomi yang terjadi pd kurun waktu tertentu ,mis menggunakan input brg 'impor' dari Washington mis aluminium.
1 thn. Jadi peningkatan industri penerbangan di Washington
meningkatkan output komp. Elektronik di Calif, yg juga mening-
katkan produksi / output aluminium di Washington.
Kelemahan metode 1. tidak ada economies of scale dalam produksi Kelemahan metode
dalam semua sektor. sales ( output ) di tiap sektor i di wilayah L :
2. Impor dari supplier & expor dari pembeli dianggap sbg
faktor eksogen, ditempatkan ke dlm elemen baris nilai x L = z LL + z LL + … + z LL + z LM + z LM + … z LM + f L
tambah dan kolom final demand ). i i1 i2 in i1 i2 in i

intraregional interindustry interregional Interindustry


B Akunting utk transaksi.
sales suatu produk dpt digunakan sbg input dari proses Akunting utk transaksi.
produksi ( sbg internediate goods ) atau dikonsumsi sbg
final goods. x L= z LL + z LL + …+ z LL + z ML + z ML + …z ML
Ada bahan habis pakai ( mis telur utk pabrik roti ) j 1j 2j nj 1j 2j nj
sbg intermediate goods & sebagai final goods ( telur utk
dikonsumsi sendiri ). + v a L+mL
--> transaksi current account.

Ada bahan tdk habis pakai, misalnya oven utk bikin kue z LL : transaksi intraregional
di toko kue sbg intermediate goods, & oven sbg z LM : interregional flow dari L ke M
--> transaksi capital account. z ML : nilai transaksi dari sektor I di M ke sektor j di L
ij

x j = z 1j + z 2j+ …+ zn j + v aj + m j m L : impor ke L kecuali utk interindustry input (intermediate


j goods ) yg dibeli oleh sektor-2 di L dari sektor-2 di M
j = 1, 2, 3…..n
z i j = nilai uang dari sales yg berasal dari sektor i ke sektor j x L = Z LL i + Z LM i + f L
pd kurun waktu tertentu, mis :thn berjalan --> base year data X M = Z ML i + Z MM i + f M
f i = final demand ( nilai sales dari barang sektor i ke konsumen
akhir. Misal barang-2 RT, ekspor, investasi, semua level x = xL Z = Z LL Z LM dan f = f L
pemerintah. --- --- --- ---
xi = nilai total dari barang yang diproduksi sektor i dalam xM Z ML Z MM fM
suatu wilayah selama thn ybs = gross output sektor i.
v aj = pembayaran sektor j utk item nilai tambah x = Zi+ f
mis : gaji, sewa tanah, bunga bank ( interest charges ), pajak
( langsung & tdk langsung ).
m j = total impor sektor j ( dari semua produk ).

g i = sg i + fg i.

c i = pengeluaran konsumsi pribadi


i i = pembelian barang i sebagai investasi
g i = belanja pemerintah
e i = ekspor --> ke wilayah lain dlm 1 negara ( er i ) & ekspor
LN ( ef i ) ---> e i = er i+ ef i

Sektor j membeli imput dari sektor nilai tambah :


l j = pembayaran jasa buruh ( gaji )
ov j = pembayaran item nilai tambah lain.
m j = pembayaran input yg berasal dari barang impor.
m j = m r j + mf j.
m r j = barang impor dari luar daerah, m f j = barang impor
dari LN.
n n
C Hubungan dengan ∑ xi = ∑xj
makro ekonomi i=1 j=1
= nilai total gross output dari sektor sejumlah n
C + I + G + ( E - M ) = L + OV = VA
PDB = Pendapatan Nasional
PDRB = Pendapatan Daerah
C = konsumsi, I = investasi, G = pemerintah, E = Ekspor,
M = Impor, L = jasa buruh, OV = item nilai tambah lain,
VA = nilai tambah ( value added ).

D Koefisien teknikal dan Intraregional Direct Input Coeff ( koefisien teknikal Intraregional Direct Input Coeff di regio L dan M
input output model produksi ) : aij ( Trade Coefficient )
a i j = zi j / x j --> z i j = a i j x j a LL = z LL
/ x L dan a MM
= z MM / x M

ij ij j ij i j j
= nilai input yang digunakan i utk memproduksi
output j senilai $ 1. a LL = juml input dari sektor I yang berlokasi di L yg digunakan
= jumlah yang dibelanjakan sektor j thd input dari semua ij
utk menghasilkan output dis ektor j senilai $ 1
sektor regional utk menghasilkan output $ 1

Bila a ij dibuat matrix n x n :


a 11 a 12 …..a 1n
A= : : :
a n1
a n2 ….a nn

Asumsi : koefisien produksi tetap & independen x=Ax+f


pd level output dari tiap sektor. (I-A)x=f
xi = ai1 x1 + a i2x 2 + …a in x n + f i
x = Zi + f dan x = Ax +f, maka
I x - A x =f --> (I - A)x =f

--> A = Z ( x ) - 1

E Analisa Input - Output: utk menilai dampak ekonomi dari beberapa eksternal fL* xL*
faktor thd ekonomi. f* = ---- = final demand x * = ---- = sektoral
f M* xM* output
1 Dampak ekonomi : Demand side input output model.
Tanda * = ada informasi baru / ada perubahan.
( I - A ) x* = f* = x * ( I - A ) f * x* = ( I - A ) -1 f*

A = matriks kebutuhan langsung Leontief Inverse :

x1* = a 11 x1* + a12 x 2* + a13 x3* + f1*

Leontief Inverse :
x* = ( I - A ) - 1 f*
karena [ I - A ] - 1 = I + A + A2 + A 3 + …. A k, maka
x* = ( I + A + A 2 + A3 + …. A k ) f*
x* = f* + A f* + A 2 f* + A 3 f* + …+ A k f*
rx = ( I - A ) - 1 r f

rf = ( - ) s/d ( + ). Bisa = nol bila tidak ada perubahan


yg diproyeksikan thd 1 sektor atau lebih.

2 Household Household dimasukkan sbg item dari sektor produksi dg a. Membuat kolom Household Consumption Coefficient
Consumption menambahkan sektor (n+1 ) di matriks baris ( Z ) dan (menambah juml kolom ke A LL )
Coefficient matriks kolom ) Memecah konsumsi household di regio L dari elemen dlm f L
a i , n +1 = z i , n+ 1 / x n+ 1
b. Membuat baris Labor Input Coefficient
Leontief inverse : matriks kebutuhan total : Menambahkan kolom ( n+1 ) ke AML dan baris ( n+1 ) ke A LM
_ _
B = [ I - A ] -1
c. Membuat kolom Consumption Coefficient for Households
di L utk sektor -2 di M ( dg menambah kolom ke A ML )
Memecah household consumption di regio L dari elemen f M
( sebagian F M adalah sales dari sektor i di regio M utk diekspor,
sebag dari sales ekspor tsb mungkin langsung dibeli konsumen
di regio L )

d. Membuat baris Cross Boundary Labor Input Coefficient


dg menambah juml baris ke A LM
--> jasa tenaga kerja dari household di L digunakan sbg input
utk produksi di M ( commuters ) --> pembayaran gajinya
ditambahkan di baris impor utk regio M

3 Efek Multiplier : Multiplier dalam input output model adalah rasio efek total
( T ) thd efek awal ( N ) dari perubahan eksogen, mis perubahan
final demand utk sektor i, rf i
.= jumlah efek awal yg dilipatgandakan menjadi efek total
Total efek dpt dijumpai pd :
model terbuka ( efek langsung & tdk langsung )
model tertutup ( efek langsung, tdk langsung, induced )
a. Output Multiplier 3 Intraregional output multipliers :
( Oj ) ∑ b ij f j* = b 1j f j * + b2j f j* + b 3j f j* B MM = b MM --> direct & indirect effect dari output dari sektor
ij
merupakan model i =1
i di regio M utk final demand senilai $1 dari
terbuka, krn tdk sektor j di regio M
ada unsur induced j = 1,2,3 ….n B ML = b ML
i j
( household / labor)
Leontife inverse --> matriks sector spesific output multiplier : Interregional Output Multipliers : B LM & B ML
B = ( I - A ) -1

N = Initial output effect, T = Total effect


n
T / N = ∑ b ij / r x j. Karena r x j = 1 , maka
i=1
n
Oj = ∑ b ij
i=1
Kelemahan output multiplier : memasukkan output dari
semua sektor dlm ekonomi, memperlakukan nilai $1 output
dari tiap sektor sama pentingnya.

b Income Multiplier Memasukkan unsur ketenagakerjaan/ employment ( gaji ) Intraregional Labor Input Coefficient ( di regio L ) :
( Hj ) ( ditambahkan baris di ALL )
H j = ∑ a n+1, i b ij ( H j = household ) zL L / xL = a L L
n +1,j j n+ 1, j
= Income multiplier utk sektor j dalam n sektor model
--> memberikan pembobotan di tiap kolom di BLL
Labor input coefficient : l j = a n+1, j
--> = initial effect
Interregional Labor Input Coefficient ( di regio L & M) :
Type 1 Income Multiplier : ( ditambahkan baris di AML )
open model dg memasukkan unsur household. zM L
/ xL = a ML
Krn H j = T / r l j dan r l j = $ 1, maka n+1,j j n+1, j
H j = ( ∑ a n+1, i b ij ) / a n+1, j = H j / a n+1, j --> memberikan pembobotan utk elemen di B ML
= pendapatan pekerja di sektor i per $ 1 gaji di sektor j.

Hasil bisa negatif bila mis ada penutupan pabrik di sektor j


--> shg jumlah gaji yg dibayar turun ( krn jumlah labor turun )

c Employment Menambahkan pembobotan dg elemen pengukuran fisik ( mis


Multiplier employment to output ratio ) di setiap sektor.
( Ej ) n
Ε j = ∑ ei b ij = e 1 b 12 + e 2 b 22 + e 3 b 32
i =1
= jumlah pekerja yang diperlukan utk menghasilkan final demand
di sektor 2 senilai $ 1

Type 1 Employment Multiplier :


Krn r w j = e j ; r x j =n $ 1 ..> r w j = e j, maka :
n
Ε j = ( ∑ e i b ij ) e j = E j / e j
i =1

d. Multiplier dalam Output, Income dan Employment multipliers dapat ditemukan


model tertutup menggunakan model dg memasukkan unsur household.
_ _
( Type 2 ) B [ = ( I - A ) -1 ]
_
Output multiplier : dihitung dg menjumlahkan kolom B namun
tidak termasuk baris ke ( n +1 ) yg baru

4 Perluasan ke dampak energi dan lingkungan

a. Dampak energi Energy -use coefficient :


i ki = K i / x i
= kilowatt hour yang diperlukan untuk menghasilkan per $ 1
output di sektor i.

Energy multiplier matrix :


????

b Dampak Lingkungan Pollution- generation coefficient :


p i = Pi / x i

Pollution multiplier matrix :


??

5 Pengukuran linkage :
a. Backward linkage Direct Backward Linkage : Within Region Direct Backward Linkage :
n
DBL j = ∑ a i j penjumlahan kolom ALL dan AMM
i =1 n
DBL > : makin besar ketergantungan sektor j thd input dari DBL LL = ∑ a L L
sektor lain. j i =1 ij
a ij = Direct input coefficient DBL > : makin besar ketergantungan dari sektor j di regio L thd
direct input dari semua sektor di L
Total Backward linkage : Direct + Indirect effect
n
TBL j = O j = ∑ b ij Between Regions Direct Backwards Linkage :
i =1 n
TBL > : makin besar ketergantungan sektor j thd input dari DBL ML
= ∑ aML
sektor lain baik langsung maupun tdk --> ekonomi makin i =1 i j
bergairah, dgmeningkatnya final demand utk sektor j
yg akhirnya meningkatkan output sektor j. DBL > : makin besar ketergantungan dari sektor j di regio L thd
direct input dari semua sektor di regio M

Total Backwards Linkage : within regions + between regions


Utk regio L : Penjumlahan kolom BLL & BML
Utk regio M : Penjumlahan kolom B MM dan B LM
n
( 1 / n ) ∑ DBL M L
j=1 j
= berapa rata - rata suatus ektor di L tergantung utk per $ 1
outputnya, terhadap berbagai input dari semua sektor di regio M

b. Forward linkage Direct Forward Linkage :


n
DFL j = ∑ a ij
j =1

a ij = z ij / x i = Direct Output Coefficient

Total Forward Linkage :


n
TFL j = ∑ b i j
j =1

Klasifikasi Backward dan Forward Linkage


KETERANGAN MULTIREGIONAL INPUT OUTPUT ( MRIO ) SYSTEM

A Kerangka statistik :Ditujukan untuk analisa pada banyak wilayah, dengan menyederhanakan rumus IRIO yang ada.
Multiregional
input - output accounts
Wilayah Tujuan
L M

Wilayah Asal L z LL z LM
1 1

Jumlah kolom ( s L dan s M = jumlah barang / sektor 1 di tiap wilayah dg mengabaikan jumlah barang di luar sistem ke 2
1 1 wilayah tsb )

t LL = z LL / s L dan t ML = z ML / s L
1 1 1 1 1 1
= proporsi dari barang 1 di wilayah tujuan ( kolom ) yang berasal dari daerah tertentu.

MRIO model mengasumsikan bahwa penjualan dari output sektor 1 wilayah L ke sektor di wilayah M ditampung dalam
suatu 'pool' dari barang 1, bersama dg semua output sektor 1 dari wilayah M.
Data yang diperlukan : data pengiriman barang antar wilayah, tanpa spesifikasi pembeli di wilayah tujuan.
Data pengiriman tdk hanya utk penggunaan interindustry namun juga utk memuaskan final demand ( mis household
consumption ) di wilayah tujuan.

B Koefisien teknikal
& input output
model

Technical Coefficient Matrix :

Trade Coefficient :

Dg lebih dari 2 wilayah, pool utk tioap barang akan mengandung kontribusi daris etiap wilayah. --> bila ada 3 wilayah,
L,M,N, ada 3 x 3 matriks.

maka x = TAx + Tf

f L = Final demand, yang dipuaskan oleh suplai barang dari pool, yang sebagian dibeli dari suplier di regio L ( TLL f L ), &
sebagian berasal dari supplier di wilayah M ( T ML f L ).

3 Analisa Input Output dengan MRIO model

a. Dampak ekonomi Dengan adanya prediksi bahwa adal satu atau lebih tambahan final demand di dlm satu atau kedua wilayah, f L * dan f M *,
xL *
dg x* = ------- dan x = TA x + Tf --> ( I - TA )x = Tf
xM*
maka x* = ( I - TA ) - 1 Tf*

b. Multipliers Output Multipliers :

= Jumlah kolom dari ( I - TA ) - 1 dan ( I - TA ) -1 T

Income, employment dan value added multipliers dapat diturunkan dari persamaan matrix di atas dengan memberikan
pembobotan terhadap elemen ybs.
xL= z LL + z LL + … + z LL + z LM + z LM + … z LM +fL
i i1 i2 in i1 i2 in i

intraregional interindustry interregional Interindustry

xL= z LL+ z LL + …+ z LL + z ML + z ML + …z ML + v a L+mL


j 1j 2j nj 1j 2j nj

Anda mungkin juga menyukai