Anda di halaman 1dari 3

Clinical pathway adalah konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien

berdasarkan standar pelayanan, standar asuhan keperawatan dan standar pelayanan tenaga kesehatan lainnya, yang berbasis bukti dengan hasil yang dapat diukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit clinical pathway merupakan rencana multidisiplin yang memerlukan praktik kolaborasi dengan pendekatan team, melalui kegiatan day to day, berfokus pada pasien dengan kegiatan yang sistematik memasukkan standar outcome (Adisasmito, 2008) Istilah clinical pathways ada berbagai macam, ada yang menyebut dengan 17 macam dan 15 macam. Istilah yang paling sering digunakan adalah clinical pathway, critical pathway, integrated care pathway dan care map. (Vanhaecht K, 2006) Tujuan pelaksanaan clinical pathway adalah (Cheah, 2000): 1. 2. Memilihi praktik terbaik ketika gaya praktik harus dibedakan secara signifikan Mendefinisikan standar masa hospitalisasi yang diinginkan dan untuk penggunaan klinikal testing dan prosedur 3. Mengukur hubungan timbal balik diantara langkah dan tahapan yang berbeda pada proses keperawatan dan membangun strategi untuk menurunkan keterbatasan waktu 4. Memberikan tujuan umum kepada semua staf yang terlibat dan untuk mengetahui peran mereka pada keseluruhan proses keperawatan 5. Menyediakan kerangka kerja untuk mengumpulkan dan menganalisis data proses keperawatan sehingga provider mengerti seberapa sering dan mengapa pasien tidak mengikuti program yang diinginkan selama masa hospitalisasi 6. 7. Menurunkan beban kerja dalam pendokumentasian klinik Meningkatkan kepuasan pasien melalui peningkatan pendidikan bagi pasien dengan cara pemberi pelayanan kesehatan memberikan komunikasi yang lebih baik bagi pasien. Perkembangan clinical pathway didasarkan pada prinsip (Stephen B Archer MD, 2004): 1. 2. 3. 4. praktik yang berbasis bukti (evidence based practice) seleksi aplikasi atau jalur yang cocok variasi manejemen tanggung jawab yang legal

Manfaat clinical pathways (Ed, 2005): 1. 2. 3. 4. Menurunkan lama rawat inap di rumah sakit Mengehmat pengeluaran biaya Menjamin konsistensi perawatan Membangun tim Kerugian clinical pathways (Ed, 2005): 1. 2. 3. memakan banyak waktu membatasi pemecahan masalah kurangnya perawatan yang bersifat individu

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito, W. (2008). Kebijakan Standar Pelayanan Medik dan Diagnosis Related Group (DRG), Kelayakan Penerapannya di Indonesia. 2008: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Cheah, J. (2000). Clinical Pathways- An Evaluation of its Impact on the Quality of Care in an Acute Care General Hospital in Singapore. Singapore Medical Journal , 41 (17), 335-346. Ed, G. D. (2005). evaluation of the effectiveness of a clinical pathway for bronchiolitis. queensland: queensland university of technology. Stephen B Archer MD, R. J. (2004). Implementation of a clinical pathway decreases length of stay and hospital charges for patients undergoing total colectomy and ileal pouch/anal anastomosis. Surgery , 122 (4), 699-705. Vanhaecht K, D. R. (2006). clinical pathway audit tools: a systematic review. J Nurs Manag , 14 (7), 529-537. Walter L. Biffl, M. (2001). Evolution of a Multidisciplinary Clinical Pathway for the Management of Unstable Patients With Pelvic Fractures. Ann Surg , 233 (6), 843850.