P. 1
MANAJEMEN RESIKO-10

MANAJEMEN RESIKO-10

|Views: 1,841|Likes:
Dipublikasikan oleh Daniel Edwin Pramono

More info:

Published by: Daniel Edwin Pramono on Jan 31, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN RESIKO CHAPTER 10

:

PERAN ASURANSI SBG PENGALIH RISIKO

Tujuan Instruksional : 
 

Memahami Pengertian Asuransi Memahami peran dan fungsi asuransi dlm konteks manajemen risiko Memahami dan mampu menyelesaikan serta memberikan solusi atas study kasus

Definisi Asuransi
Definisi : ³ lembaga yg didirikan atas dasar untuk menstabilkan kondisi bisnis dari berbagai risiko yg mungkin terjadi, dg harapan pada saat risiko dialihkan ke pihak asuransi maka perusahaan menjadi lebih fokus dalam menjalankan usaha ³ Dimana jaminan yg diberikan pihak asuransi adalah pembayaran klaim kepada nasabah. 

Manfaat Asuransi :
Sbg penetralisir risiko 2. Sbg pihak pengganti kerugiaan 3.Mengurangi sikasaan mental / fisik bagi pihak tertanggung yg disebabkan rasa takut dan kekhawatiran 4.Menghasilkan tingkat produksi, tingkat harga dan struktur harga yg optimum 5.Memperbaiki posisi persaingan perusahaan kecil
1.

Cara penanggulangan Risiko scr Finansial
Risk Retention, yaitu perusahaan menanggung sendiri resiko yang dihadapi dengan memutuskan secara sadar untuk tidak memindahkan kerugian potensial tersebut ke pihak lain, tetapi diperhitungkan sebagai biaya tak terduga.  Risk Financing Transfer, yaitu memindahkan resiko dengan pembiayaan atau pengeluaran sejumlah uang tertentu untuk membayar apa yang disebut dengan premi ke pihak lain, yaitu perusahaan asuransi sebagai penerima pengalihan resiko tersebut. Dari kedua cara di atas, cara yang banyak dilakukan oleh perusahaan karena efisiensi dan efektifitasnya adalah dengan cara kedua yaitu dengan berasuransi. 

Syarat2 suatu Risiko dpt diAsuransikan :
Kerugian potensial cukup besar tapi probabilitasnya tdk tinggi, shnggamembuat perush asuansi dpt bekerja seekonomis mungkin. 2. Probabilitas kerugian dapat diperhitungkan 3. Jumlah obyek pertangungan harus memenuhi syarat baik kuantitas maupun kualitasnya, agar diperhitungkan besarnya kemungkinan kerugian yg seimbang. 4. Kerugiannya terjadi harus secara kebetulan dan bersifat tdk disengaja. 5. Kerugiaannya bila terjadi harus dapat ditentukan dan diukur. 6.Kerugiaan tdk berkenan dg hal-hal yg keadaanya sangat membahayakan.
1.

Kategori Perus Asuransi  

 

Perusahaan asuransi terdiri dari 3 kepemilikan, yaitu : Perusahaan Lokal. Perusahaan Joint Venture (antara Perusahaan Asing dengan Perusahaan Lokal). Perusahaan Asing / PMA.

Kategori Jaminan Asuransi
Secara garis besar, asuransi terdiri dari 3 kategori, yaitu :  General Insurance / Asuransi Kerugian : Menjamin kerugian, kerusakan, kehilangan terhadap harta benda, kepentingan keuangan, tanggung-jawab hukum yang disebabkan oleh karena suatu peristiwa yang dijamin, secara finansial. Kategori Produk Asuransi Kerugian : 1. Standard 2. Paket Umum 3. Paket Khusus  Life Insurance / Asuransi Jiwa : Menjamin kerugian terhadap nilai ekonomis seseorang yang disebabkan oleh karena kematian dini, sakit, cacat, pensiun, usia lanjut / tua. Kategori Produk Asuransi Jiwa : 1. Term (Berjangka) 2. Whole Life (Seumur Hidup) 3. Endowment (Dwi Guna) Perkembangan dinamika asuransi, melahirkan kategori baru yaitu : 4. Unit Link (Asuransi sekaligus Investasi) Masing-masing dapat ditambah dengan (Rider) : Kesehatan, Penyakit Kritis, Kecelakaan dlsb.

Kategori Jaminan Asuransi
Secara garis besar, asuransi terdiri dari 3 kategori, yaitu :  Health Insurance / Asuransi Kesehatan : Menjamin kerugian finansial terhadap seseorang yang disebabkan oleh karena sakit. Kategori Produk Asuransi Kesehatan : 1. Hospital Cash Plan 2. Hospital Benefit (In-patient, Outpatient) 3. Critical Illness

Perbedaan Manajemen Risiko & Asuransi
Manajemen Risiko
1.

Asuransi
1.

2.

3.

4.

Bidang ilmu yg membahas ttg bagaimana suatu organisassi organisasi menerapkan ukuran dlm memetakan berbagai permasalahan ilmu yg diajarkan & dikaji, dianalisis dan diajarkan diberbagai sekolah Lebih menekannkan pada menemukan dan menganalisa risiko murni Tugasnya memberikan penilaian thd semua tehnik penangulangan risiko

2.

3.

4.

5.

Sebuah lembaga yg didirikan u/ menstabilkan kondisi bisnis dr berbagai risiko yg mungkin terjadi. Sebuah perusahaan yg didiirikan dg kepemilikan dan struktur organisasi, dg orientasi utama profit maksimal dan continuetas. Salah satu cara menangulangi risiko murni tertentu Tugasnya menangani proses pengalihan risiko Melibatkan jumlah orang dan kegiatan-kegiatan kecil

Perbedaan Manajemen Risiko & Asuransi
Manajemen Risiko
5.

Asuransi
6.

Pelaksanaan programnya menghendaki adanya kerjasama dg sejumlah individu dn bagian2 dr perusahaan Keputusan manajemen risiko mempunyai pengaruh yg lebih luas terhadap operasi perusahaan

Keputusan dibidang asuransi mempunyai pengaruh yg lebih luas

6.

Kondisi yg memungkinkan berkembangnya Usaha Asuransi
1.

2.

3.

Sistim ekonomi masyarakatnya berbentuk sistim perekonomian bebas Masyarakatnya sudah sangat maju dan merupakan masyarakat industri Peraturan perundang-undangan sudah terorganisasi dg baik, diterapkan secara fair dan sudah diketahui oleh masyarakat secara luas.

DISCUSS
1. Mengapa asuransi tidak begitu tertarik untuk masuk kedalam risiko spekulatif? 2. Mengapa lembaga asuransi dierlukan khususnya oleh para pebisnis? 3. Satu bentuk risiko yg tidak dijamin oleh lembaga asuransi adalah pemain saham. Benarkah pendapat tersebut? Berikan penjelasannya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->