Anda di halaman 1dari 1

Adab Menjaga Perut Adapun perut, jagalah dia dari makan makanan haram dan syubhat.

Maka berusahalah sekuat tenaga untuk mencari yang halal. Apabila anda mendapatkannya (makanan yang halal), bersungguh-sungguhlah untuk membatasi diri dengannya dengan sekadar mencukupi (tidak sampai kenyang). Tingkatan makan ada tujuh: y y y y y Pertama, makanan sekadar untuk hidup, Kedua, makan dengan melebihkan ukurannya sekadar agar memiliki kekuatan untuk menunaikan shalat lima waktu atau menguatkan puasa wajib. Ketiga, menyantap makan makanan yang menimbulkan kekuatan untuk melakukan ibadah sunah. Ini hukumnya sunnah. Keempat, makan untuk menguatkan tubuh untuk mencari nafkah dan bekerja. Ini kenyang yang sesuai dengan syariat. Kelima, memenuhi sepertiga perut. Kenyang ini tidak makruh jika ia makan dari makanan miliknya sendiri. Adapun jika makan milik orang lain yakni yang disediakan untuknya Al Qarafi berkata, Sesungguhnya itu, yakni makan lebih dari memenuhi sepertiga perut dengan makanan orang lain, adalah haram. Keenam, makan makanan lebih dari sepertiga perut dan itu adalah makruh, karena menyebabkan seseorang menjadi malas dan ingin tidur. Inilah yang dilakukan kebanyakan orang. Ketujuh, makan lebih dari itu hingga membahayakan. Ini adalah haram.

y y

Sesungguhnya kenyang itu boleh mengeraskan hati, merosak pikiran, menghilangkan kewaspadaan, memberatkan anggota tubuh daripada ibadah dan menuntut ilmu, menguatkan nafsu (keinginan terhadap sesuatu), dan membantu tentera syaitan. Tentara syaitan itu ada sepuluh: kezaliman, khianat, kufur, tidak memelihara amanah, adu domba, sifat munafik, penipuan, keraguan terhadap Allah Yang Maha Esa, melanggar perintah Allah SWT, dan melalaikan sunnah Nabi SAW. Luqman berkata kepada putranya, Apabila perut telah penuh, pikiran akan tidur, hikmah akan menjadi bisu, dan anggota badan menjadi malas beribadah. Seorang bijak berkata, Barang siapa banyak makannya, banyak pula minumnya, barang siapa banyak minumnya, banyak pula tidurnya, barang siapa banyak tidurnya, akan menjadi gemuk, barang siapa menjadi gemuk, hatinya menjadi keras, dan barang siapa yang hatinya keras, ia pun hanyut dalam dosa. Beribadah dan menuntut ilmu tetapi makan makanan haram seperti bangunan di atas kotoran. Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya): Tidaklah anak Adam mengisi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia tidak bisa menghindarinya, maka sepertiga perut itu untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.