Anda di halaman 1dari 2

RESENSI

Riwayat Hidup dan Perjuangan K.H. Akhmad Dahlan Judul Pengarang Penerbit Tebal Buku Tahun ISBN : K.H. Ahmad Dahlan : Drs. Mardanas Safwan Sutrisno Kutoyo : PT. Mutiara Sumber Widya : 82 Halaman : 2001 : 979-9331-30-1

Buku ini berisikan riwayat hidup dan perjuangan KH Ahmad Dahlan. Di berbagai kota di Indonesia terdapat lembaga pendidikan Muhammadiyah, mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah sampai Akademi dan Universitas. Disemua lembaga itu dapat dijumpai foto KH Ahmad Dahlan sebagai penghormatan pendiri perserikatan Muhammadiyah. Nama Beliau juga dikenal masyarakat luas karena Beliau adalah Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Buku ini juga menceritakan perkembangan agama islam di Indonesia. Para wali juga berperan penting dalam penyebaran agama islam di Indonesia. Wali songo adalah tokoh yang bijaksana. Dalam menyebarkan agama islam, mereka menggunakan cara menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penyebaran agama islam di Indonesia juga melalui para pelayar dan pedagang yang mempunyai pengetahuan agama yang tinggi. Cerita dalam buku ini sangat lengkap. Bahkan, masyarakat Indonesia pada masa KH Ahmad Dahlan diceritakan didalamnya. Pada masa itu bangsa Indonesia masih hidup dalam zaman penjajahan Belanda. Akibatnya bangsa Indonesia menderita dan perkembangan agama islam di Indonesia menjadi tersendat. Masyarakat seperti redup dan terlena dalam suasana lingkungan penjajahan yang menekan itu. KH Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta. Yogyakarta merupakan daerah yang tua dalam sejarah Indonesia. Didekat kraton berdiri Masjid Agung dan di sebelah selatannya terdapat kampung Kauman, yaitu kampung halaman KH Ahmad Dahlan. Penghuni kapung Kauman memiliki kepribadian tersendiri. Mereka taat pada syariat agama islam dan tata tertib bangsa. Keluarga dan kepribadian KH Ahmad Dahlan tercantum dalam buku ini. KH Ahmad Dahlan dilahirkan di kampung Kauman, Yogyakarta pada tahun 1285 Hijriah atau 1868 Masehi, tanggal dan bulan kelahiran tidak diketahui. Ketika masih kanakkanak, KH Ahmad Dahlan bernama Muhammad Darwisy. Sesudah pulang menunaikan ibadah haji, namanya diubah menjadi KH Ahmad Dahlan. Ayah Beliau bernama KH Abu Bakar bin KH Sulaiman. Silsilah keturunan KH Ahmad Dahlan dapat ditelusuri sampai Maulana Malik Ibrahim atau Syeh Maghribi. KH Ahmad Dahlan adalah anak ke empat dari tujuh bersaudara. Ketika masih kanak-kanak, Beliau hidup riang gembira. Ia bermain dengan kawan-kawannya. Mereka senang

bergaul dengan Beliau karena ia anak yang baik, tidak suka berkelahi, dan tidak suka mengganggu. Bahkan kalau teman-temannya berselisih, Muhammad Darwisy suka melerai. Ia memang suka perdamaian. Tetapi, kalau ia dinakali dan dihina tentu ia akan melawan. KH Ahmad Dahlan mendirikan perserikatan Muhammadiyah secara bertahap dan berencana. Pada tanggal 18 November 1912 berdirilah Muhammadiyah. Nama Muhammadiyah ditentukan oleh KH Ahmad Dahlan setelah beliau melakukan sholat istikharah berkali-kali. Muhamadiyah berarti umat Muhammad, pengikut utusan Allah yang terakhir. Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Gubernur Jendral ( Penguasa Tertinggi Pemerintah Penjajahan Hindia Belanda ) untuk mengesahkan perserikatan Muhammadiyah. Barulah pada tanggal 22 Agustus 1914 pemerintah Hindia Belanda mengakui dan mengizinkan berdirinya Muhammadiyah. Perserikatan Muhammadiyah terus berkembang. Sejak tahun 1912 cabang Muhammadiyah tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga tumbuh di daerah-daerah lain seperti di Sumatra dan Sulawesi. Muhammadiyah dapat berkembang karena mengikuti pola kerja KH Ahmad Dahlan, yaitu sabar dan hati-hati, tetapi ulet dan tidak kenal putus asa. Muhammadiyah bergerak dibidang pendidikan, kewanitaan, kepanduan, perekonomian, penerbitan, perpustakaan, kewatawanan, dan lain-lain. KH Ahmad Dahlan adalah seorang pemimpin yang mengutamakan amalan nyata. Beliau dalam pergembaraannya, baik fisik maupun intelektualnya telah banyak belajar dari berbagai tokoh besar. Berbagai bidang dan kegiatan sudah dilakukan oleh Beliau, mulai dari pelayanan masyarakat dan penyantunan kemiskinan, pendidikan, pemuda, wanita, media massa, ekonomi, sampai perjuangan kemerdekaan dan pembangunan. Dalam buku ini, penulis seakan mengajak kita untuk meneladani sikap KH Ahmad Dahlan. Sebab, hampir disetiap bab pengarang menulis sifat-sifat KH Ahmad Dahlan. Contohnya sabar, dan hati-hati, tetapi ulet dan tidak kenal putus asa. Tidak hanya itu, penulis juga ingin agar kita bisa melakukan apa yang telah dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan. Kelebihan buku ini adalah ceritanya lengkap, bahasa yang digunakan pun mudah dimengerti, buku ini juga enak dibaca dari bagian mana saja, karena setiap babnya menceritakan alur yang berbeda-beda. Dan cerita dalam setiap babnya pun sangat urut dan runtun. Dibandingkan dengan buku KH Ahmad Dahlan yang lain, mungkin buku inilah yang sangat simple, karena buku ini hanya menceritakan pokokpokok tentang KH Ahmad Dahlan. Sedangkan buku KH Ahmad Dahlan yang lain seperti Sang Pencerah lebih terperinci dan mendalam.