Anda di halaman 1dari 17

Definisi

Jejas gigitan pada kulit adalah suatu pola dari cedera pada kulit yang dihasilkan oleh gigi. Keperluan dalam pemeriksaan jejas gigitan ini pada bidang forensik biasanya terjadi pada suatu kejahatan misalkan pada kasus pembunuhan, kekerasan seksual, penyiksaan anak, kekerasan dalam rumah tangga, dan penganiayaan. Jejas gigitan juga bisa diakibatkan binatang terutama anjing dan kucing.

Sejarah
Kasus pertama identifikasi jejas gigitan yang di laporkan terjadi pada tahun 1692. Pada abad ke 20 catatan sejarah menyebutkan kasus Doyle vs State di Texas sebagai kasus jejas gigitan pertama yang diijinkan masuk ke pengadilan pada tahun 1954. Kasus ini melibatkan jejas gigitan pada keju yang ditinggalkan di lokasi perampokan

Anatomi gigi
Gigi manusia dewasa terdiri dari 32 buah gigi terdiri dari 2 susunan. Susunan pertama pada rahang atas atau maksilaris dan satu susun lagi pada rahang bawah atau mandibularis. Karena kedua susunan adalah simetris, maka tiap kuadran terdiri dari jumlah dan tipe gigi yang sama yaitu : 2 insisor, 1 cuspid/taring, 2 premolar, dan 3 molar.

Urutan pemeriksaan jejas gigitan


Identifikasi Dokumentasi Pengumpulan barang bukti dan penyimpanan barang bukti Penyidikan dental dari bukti yang masih diragukan Penyidikan dental dari bukti yang sudah diketahui Perbandingan fisik antara nomor 4 dan 5 yang dapat berhubungan atau pun tidak Pengenalan DNA dari usapan saliva pada jejas gigitan Komunikasi atau penyampaian hasil investigasi

IDENTIFIKASI JEJAS GIGITAN


A. Langkah dasar dalam menganalisa bekas gigitan adalah menentukan gigi mana yang membuat bekas gigitan yang spesifik. B. Langkah selanjutnya dalam menganalisa bekas gigitan adalah menentukan bekas mana yang dibuat oleh gigi atas atau oleh gigi bawah. Karakteristik kelas gigi Gigi depan lebih terlihat pada bekas gigitan Rahang atas lebih lebar dari rahang bawah. Sebuah bekas gigitan menunjukkan gigi atas depan dan gigi bawah depan, seingga menunjukkan 12 bekas gigi pada kulit.

Karakteristik kelas bekas gigitan Empat gigi depan atas akan membuat bekas berbentuk persegi panjang Gigi taring atas akan membuat bekas berbentuk bulat atau ovoid Empat gigi depan bawah akan membuat bekas berbentuk persegi panjang Gigi taring bawah akan membuat bekas berbentuk bulat atau ovoid Celah yang terlihat jelas antara bekas gigitan menandakan 4 kemungkinan : - Kemungkinan tidak punya gigi - Gigi terlalu pendek atau ada kerusakan gigi sebelumnya - Ada sebuah objek yang menghalangi gigi saat berkontak dengan kulit -Hipotesa yang mengatakan tentang pergerakan jaringan

Area diantara gigitan gigi yang menunjukkan tanda signifikan seperti memar yang samar sesuai dengan bagian gigi yang tidak bersentuhan dengan kulit sesuai dengan beberapa gambaran giginya saat itu.Perbedaan garis bentuk jaringan akan lebih jelas terlihat pada photograph bekas gigitan

B. Variasi dari jejas gigitan Mengacu pada American Board of Forensic Odontology (ABFO), variasi dari jejas gigitan termasuk penambahan,pengurangan dan penyimpangan. Penambahan dan pengurangan berarti keadaan dimana beberapa gigi tidak meninggalkan jejas gigitan atau gigi yang sama menggigit berulang kali pada tempat gigitan gigi yang sebenarnya. Penyimpangan dari kulit diindikasikan pada situasi dimana seseorang menggigit orang lain.

Alasan untuk gigi hilang pada luka gigitan dapat disebabkan oleh : Penggigit tidak memiliki gigi yang dimaksud. Kulit dengan suatu cara memutar / memelintir untuk menghindari kontak dengan gigi.

Ciri-ciri tambahan yang terlihat pada kulit yang luka di sekitar jejas gigitan : yEkimosis sentral (luka memar sentral) Abrasi, kontusio linear Gigitan ganda Bekas gigitan sebagian Bekas gigitan buram/kabur Penyatuan lengkungan Jejas gigitan penuh Lengkungan tertutup Tersembunyi yGigitan berulang (Superimposed bites) yGigitan avulsif

C. Tanda yang mengidikasikan Jejas Gigitan pada kulit Pola ovoid/eliptikal. Suatu seri dari memar yang berbentuk huruf C yang menghadap satu sama lain membentuk pola ovoid pada garis luarnya. Tanda abrasi pada kulit Bentuk ovoid tadi dapat memiliki jejas gigi individual yang mengindikasikan gigi lebih spesifik Memar yang tidak terputus Misdiagnosis terhadap jejas gigitan pada kulit dapat juga terjadi seperti pada individu yang telah meninggal,dekomposisi kulit, dan gigitan binatang

Lokasi Jejas Gigitan pada Manusia Penyerangan seksual Kaum wanita memilki jejas gigitan pada payudara, puting susu, abdomen, paha, dan daerah pubis. Kaum pria jejas gigitan bisa dijumpai pada punggung, bahu, dan alat kelamin. Luka perlawanan Individu yang diserang dapat menerima jejas gigitan dari lawannya pada tangan dan lengan bawahnya Jejas gigitan binatang. Lokasi dapat di daerah tubuh mana saja, terutama tungkai Serangan hewan liar pada manusia mulanya terfokus pada kaki

D. Perbedaan bekas gigitan hewan dan manusia Tanda gigitan hewan karnivora berukuran besar karena mempunyai gigi taring yang sangat panjang dan gigi seri yang seimbang dengan dua taring dan berjumlah delapan secara keseluruhan. Tanda gigitan luka pada manusia banyak memiliki berbagai macam ciri-ciri dan memperlihatkan berbagai macam variasi yang tergantung dari berbagai faktor. Bila ada bekas gigitan, maka perlu tindakan: - Dibuat foto close up, hitam putih dan dilengkapi dengan mistar ukur - Dibuat usapan disekitar luka bekas gigitan dengan kapas yang dibasahi saline solution sebagai bahan pemeriksaan saliva. - Dibuat cetakan ( Impression ) dari garis cetak atau alginate.

Identifikasi bekas gigitan Informasi yang mungkin dapat diperoleh dari bekas gigitan antara lain : Pola/susunan gigi pelaku. Air liur golongan darah. Analisa DNA pelaku.

Penentuan golongan darah pada pemeriksaan air liur yang diambil dari bekas gigitan: Dalam bidang kedokteran forensik, pemeriksaan saliva penting untuk kasus-kasus dengan jejas gigitan untuk menentukan golongan darah penggigitnya. Golongan darah penggigit yang termasuk dalam golongan sekretor dapat ditentukan dengan cara absorbsi inhibisi. Analisa DNA pada pemeriksaan air liur yang diambil dari bekas gigitan: Saliva ini dapat menjadi sumber untuk pencarian DNA yang berguna untuk proses identifikasi