Anda di halaman 1dari 4

VARIABEL DAN SKALA PENGUKURAN Oleh: Ibnu Rusdi, SKp.,M.

Kes PENGERTIAN VARIABEL Sering diartikan sebagai: konsep yang mempunyai variabilitas. Konsep diberi pengertian sebagai: penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Contoh: konsep tentang: gizi, sehat, sakit, kesuburan, dll JENIS VARIABEL Secara garis besar, hanya ada dua jenis variabel: yaitu variabel yang mempengaruhi dan variabel yang dipengaruhi (Pratiknya, 2003). VARIABEL BEBAS: (disebut juga variabel pengaruh, variabel perlakuan, penyebab, treatment, dan sebagainya), adalah variabel yang bila dalam suatu saat berada bersama variabel lain, variabel yang terakhir ini berubah (atau diduga berubah) dalam variasinya. VARIABEL TERGANTUNG: variabel yang berubah karena variabel bebas (disebut juga variabel terpengaruh, variabel tak bebas/ terikat, efek, dan sebagainya

Sebagai bentuk lain dari variabel bebas, dikenal pula istilah variabel perantara, variabel pendahulu, dan variabel prakondisi. Variabel perantara: disebut juga sebagai variabel penghubung, ialah variabel yang menjembatani pengaruh suatu variabel bebas dengan variabel tergantung. Contoh: penyakit cacing (variabel bebas) akan mempengaruhi terjadinya anemi (variabel tergantung) dengan melalui mekanisme perdarahan kronis saluran cerna (variebel perantara). Variabel pendahulu: ialah variabel bebas yang berpengaruh pada pada variabel tergantung, tetapi sekaligus juga berpengaruh pula pada variabel lain yang juga berperan sebagai variabel bebas terhadap variabel tergantung tersebut. Contoh: tingkat pendidikan (variabel pendahulu) mempengaruhi penerimaan terhadap cara pengobatan modern (variabel bebas). Penerimaan terhadap cara pengobatan moderen mempengaruhi kepercayaan terhadap cara pengobatan tradisional (variabel terikat). Variabel prakondisi: ialah variabel yang keberadaannya merupakan prasyarat bagi bekerjanya suatu variabel bebas terhadap variabel tergantung. Contoh: mikobakterium tuberkulosis (variabel bebas) dapat menyebabkan tbc paru (variabel tergantung) bila individu berada dalam kondisi fisik yang lemah (variabel prakondisi)

KORELASI ANTAR VARIABEL Korelasi Simetris: antar dua variabel ada hubungan, tetapi tidak mekanisme pengaruh-mempengaruhi, masing-masing bersifat mandiri. Korelasi simetris terjadi karena:

Kebetulan Sama-sama merupakan akibat dari faktor (variabel bebas) yang sama (misal: hubungan antara tinggi dan berat badan, merupakan variabel tergantung dari variabel bebas pertumbuhan. Merupakan indikator konsep yang sama (misal: hubungan antara kekuatan kontraksi otot dan ketahanan kontraksi otot yang merupakan indikator kemampuan kontraksi otot. Korelasi Asimetris: korelasi antar dua variabel, dengan satu variabel bebas bersifat mempengaruhi variabel tergantung. Contoh: tingginya kadar lipoprotein berat jenis rendah (Low density lipoprotein) dalam darah akan mengakibatkan aterosklerosis. Korelasi Timbal balik (reciprocal): korelasi antara dua variabel, yang antar keduanya saling pengaruh mempengaruhinya. Contoh: korelasi antara malnutrisi dengan malabsorbsi. Malabsorbsi akan mengakibatkan malnutrisi, sementara malnutrisi mengakibatkan atropi selaput lendir usus yang mengakibatkan malabsorbsi

SKALA PENGUKURAN VARIABEL Berdasarkan tingkat pengukuran (level of measurement), secara umum dikenal ada dua macam variabel penelitian, yaitu variabel diskrit dan variabel kontinum: (Pratiknya, 2003) 1. Variabel diskrit (Variabel Nominal) / Skala Nominal Variabel yang variasinya tidak menunjukkan perurutan atau kesinambungan. Tiap variasi berdiri sendiri atau terpisah. Contoh: Golongan darah Jenis penyakit Jenis kelamin Agama Suku 2. Variabel kontinum Variabel yang variasi nilainya merupakan perurutan atau kontinuitas satu dengan yang lain. Berdasarkan kontinuitas ini variasi ini, variabel kontinuum dibagi menjadi 3 macam: Ordinal, Interval, dan Rasio. Variabel Ordinal/ Skala Ordinal Variabel yang batas satu variasi nilai ke variasi nilai yang lain tidak jelas, sehingga yang dapat dibandingkan hanyalah nilai tersebut lebih tinggi, sama, atau lebih rendah daripada nilai yang lain. Sementara jarak atau interval antara nilai tersebut tidak dapat dibandingkan. Contoh: Tingkat pendidikan atau kekayaan Tingkat keparahan penyakit Tingkat kesembuhan Derajat keganasan kanker Variabel Interval/ Skala Interval

Variabel yang batas variasi nilai satu dengan yang lain jelas, sehingga jarak atau intervalnya dapat dibandingkan. Nilai variasi dapat dibandingkan seperti pada variabel ordinal (sama, lebih besar, atau lebih kecil), tetapi nilai mutlaknya tidak dapat dibandingkan secara matematik, oleh karena batas-batas variasi nilai pada interval adalah arbitrer (angka nolnya tidak absolut). Contoh Skala Interval: Suhu Tingkat kecerdasan (IQ) Beberapa indeks pengukuran tertentu Variabel Rasio/ Skala Rasio Variabel yang disamping interval jelas batasnya, juga variasi nilainya mempunyai batas yang tegas dan mutlak (titik nolnya absolut). Contoh: Panjang, berat badan, usia Kadar zat dan jumlah sel tertentu Dosis obat, dll Skala pengukuran variabel penting untuk penentuan uji statistik yang sesuai: skala nominal dan ordinal hanya bisa menggunakan uji statistik non parametrik, sedangkan skala interval dan rasio bisa menggunakan statistik parametrik.

DEFINISI OPERASIONAL Konsep-konsep yang sudah diterjemahkan menjadi satuan yang lebih operasional, yakni, variabel dan konstruk, biasanya belum sepenuhnya siap untuk diukur. Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Definisi operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti lain yang ingin mengukur variabel yang sama Contoh: Variabel = pendidikan. Definisi operasional: Adalah pendidikan formal keperawatan tertinggi yang pernah ditamatkan oleh perawat pada saat mengisi kuesioner penelitian ini. Cara dan alat ukur : wawancara dengan kuesioner Hasil ukur : 1 = lulus SPK, 2 = lulus Akper Skala ukur : Ordinal

Like this:
Like Be the first to like this post.

Filed under Metode Penelitian