Anda di halaman 1dari 4

III. FARMAKOLOGI III.1.

Sifat Fisiko-Kimia Simvastatin Simvastatin merupakan senyawa antilipemik, inhibitor HMG-CoA

(hydroxymethylglutary-CoA) reduktase. Berbentuk serbuk kristal yang berwarna putih. Non higroskopis. Praktis tidak larut dalam air. Larut dalam kloroform, methanol, etanol dan dichlorometana. Larut sebagian dalam propilenglikol.(6,7) Simvastatin mempunyai rumus kimia C25 H38 O5 dengan massa molekul 418,566 g/mol.(8) Penamaan Simvastatin dengan system IUPAC adalah (1 S, 3 R, 7 S, 8 S, 8 aR)-8-(2-[(2 R, 4 R)4-hydroxy-6-oxooxan-2-il]etil)-3, 7-dimetil-1, 2, 3, 7, 8, 8 a-hexahydronaphthalen-1-il 2, 2dimethylbutanoate.(8) Simvastatin memiliki rumus bangun seperti Gambar.1(8)

Gambar.1 Rumus Bangun Simvastatin

III.2 Farmasi umum III.2.1 Preparat obat(9,10) NAMA OBAT Simvastatin Detrovel Nofet Rechol Sincor Simvaschol Valemia Vaster Zocor Zovast PRODUSEN Generik Fahrenheit Pratapa Nirmala Bintang Toedjoe Pharos Medikon Prima Galenium Pharmacia Lab Sanbe Farma Nicholas Lab Indonesia Konimex Darya Varia Laboratoria SEDIAAN 10 mg 5, 10, 20, 40 mg 5, 10 mg 5, 10, 20, 40 mg 5, 10 mg 10 mg 5, 10 mg 5, 10 mg 5, 10, 20, 40 mg 10 mg BSO Tablet salut selaput Tablet salut selaput Kaptab salut selaput Tablet salut selaput Tablet salut selaput Kaptab salut selaput Tablet salut selaput Tablet salut selaput Tablet salut selaput Kaptab salut selaput

III.2.2 Dosis dan Cara pemberian : Pengobatan dengan simvastatin pada umumnya diberikan secara peroral. Pemberian obat antikolesterol simvastatin bersamaan dengan minum susu atau makanan akan meningkatkan absorpsi obat. Maka lebih baik diminum dengan susu atau sesudah makan (kurang dari 2 jam sesudah makan). Simvastatin sebaiknya tidak diberikan bersama dengan jus karena meningkatkan kadar statin dalam tubuh.(11) Berikut ini akan dijabarkan tata cara pemberian simvastatin ( Tabel II ) dan dosis pemberian simvastatin bersamaan dengan obat lain ( Tabel III ), pada tabel di bawah ini.

Tabel II. Cara Pemberian Simvastatin Penyakit Dosis Dewasa Dosis Anak Cara Pemberian

Hiperkolesterolemia primer Hiperlipidemia kombinasi Hiperkolesterolemia familial homozygous

10-20 mg/hari

Interval disesuaikan paling sedikit 4 minggu. Dosis yang lazim 10-80 mg sekali sehari pada malam hari. Interval disesuaikan paling sedikit 4 minggu. Dosis yang lazim 10-80 mg sekali sehari pada malam hari. Dewasa : 40 mg/hari pada malam hari atau 80 mg/hari terbagi dalam 3 dosis, yaitu 20 mg-20 mg- 40 mg. Anak : dosis awal 10 mg/hari dengan peningkatan dosis disesuaikan dengan respon tubuh penderita. Dengan dosis maximal 40 mg/hari(6,7). Dosis awal 20-40 mg/hari pada malam hari. Interval disesuaikan paling sedikit 4 minggu. Dosis maksimal 80 mg sekali sehari pada malam hari.

10-20 mg/hari

40 mg/hari atau 80 mg/hari terbagi dalam 3 dosis

Awal : I0 mg/hari Maksimal : 40 mg/hari

Pencegahan kardiovaskuler

pada

Awal : 20-40 mg/hari Maksimal : 80 mg/hari

Tabel III. Dosis Penggunaan Simvastatin dengan Obat lain Penggunaan Simvastatin dengan Obat Ciclosporin, fibrat atau penurun lipid nicotinic acid Amiodaron atau verapamil Diltiazem Dosis Maksimal 10 mg/hari 20 mg/hari 40 mg/hari

III.2.3 Indikasi Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol LDL, Apolipoprotein B dan Trigliserida. Selain itu digunakan untuk meningkatkan kolesterol HDL untuk terapi hiperlipidemia termasuk hiperkolesterolemia, hiperlipidemia campuran (tipe IIa dan IIb), hipertrigliserida (tipe IV), disbetalipoprotein primer (tipe III). Selain itu, Simvastatin digunakan

untuk menurunkan resiko penyakit cardiovaskuler pada penderita dengan aterosklerosis atau dibetes mellitus. Simvastatin juga diberikan kepada penderita yang tidak cukup memberikan respon terhadap diet dan tindakan-tindakan lain yang sesuai.

III.2.4 Kontraindikasi: Simvastatin tidak boleh diberikan pada penderita yang hipersensitif terhadap simvastatin, pecandu alkohol, wanita hamil dan menyusui. Simvastatin juga tidak boleh diberikan pada pasien dengan porphyria (gangguan pada metabolism porfirin) transaminase yang abnormal.
(6,7)

, mengalami gagal fungsi hati atau

pernah mengalami gagal fungsi hati, dan pada pasien yang mengalami peningkatan jumlah serum