Anda di halaman 1dari 7

Analisis Spasial 1.

Pengertian analisis spasial Analisa spasial merupakan sekumpulan metoda untuk menemukan dan menggambarkan tingkatan/ pola dari sebuah fenomena spasial, sehingga dapat dimengerti dengan lebih baik. Dengan melakukan analisis spasial, diharapkan muncul infomasi baru yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang yang dikaji. Metoda yang digunakan sangat bervariasi, mulai observasi visual sampai ke pemanfaatan matematika/statistik terapan (Sadahiro.2006). Ada banyak metoda dalam melakukan Analisis Spasial. Berdasarkan Tujuannya, secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 macam: 1. Analisis Spasial Exploratory, digunakan untuk mendeteksi adanya pola khusus pada sebuah fenomena spasial serta untuk menyusun sebuah hipotesa penelitian. Metoda ini sangat berguna ketika hal yang diteliti merupakan sesuatu hal yang baru, dimana peneliti tidak/ belum memiliki banyak pengetahuan tentang fenomena spasial yang sedang diamati. 2. Analisis Spasial Confirmatory, Dilakukan untuk mengonfirmasi hipotesa penelitian. Metoda ini sangat berguna ketika peneliti sudah memiliki cukup banyak informasi tentang fenomena spasial yang sedang diamati, sehingga hipotesa yang sudah ada dapat diuji keabsahannya. pengertian ringkas menyatakan bahwa analisis spasial merupakan: a) Sekumpulan teknik untuk menganalisis dara spasial b) Sekumpulan teknik yang hasil-hasilnya sangat bergantung pada lokasi objek yang bersangkutan (yang sedang dianalisis) c) Sekumpulan teknik yang memerlukan akses baik terhadap lokasi objek maupun atribut-atributnya. Secara umum untuk menganalisa spasial, biasanya harus melalui tiga tahapan analisa spasial, yaitu: 1. Analisis Visual, Merupakan tahapan yang sangat berguna untuk menemukan dan memperjelas pola/ keterkaitan antara beberapa objek dan fenomena yang terjadi di permukaan bumi. Dengan melakukan visualisasi yang tepat, maka pola sebuah fenomena yang rumit dapat dideteksi dengan lebih mudah. Analisis ini dibagi atas: Visualisasi Atribut Objek Titik (attribute data of point objects), Visualisasi Distribusi Objek Titik (distributions of point objects), dan Visualisasi Pengelompokan Spasial (Spatial Tesselation). 2. Operasi Spasial,

Pengolahan data dengan mempergunakan algoritma perhitungan geometris terhadap objek spasial yang ada untuk membantu memahami sebuah fenomena spasial. Ada banyak sekali jenis dan variasinya yang

selanjutnya akan dibahas pada Fungsi Spasial. Dengan memaksimalkan kombinasi dari berbagai operasi spasial, dapat dihasilkan informasi baru yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Operasi spasial berbasis algoritma perhitungan geometris yg dikenal saat ini diperkenalkan oleh Ian Shamos pada tahun 1986 melalui penelitiannya dibidang ilmu Komputer, tepatnya sub-field Computational Geometry. Adapun beberapa dari operasi spasial ini meliputi: Overlay Spasial (Spatial Overlay), Pencarian Spasial (Spatial Search), Operasi Buffer (Buffer Operation), Operasi Raster (Raster Operation) , Operasi Jaringan (Network Operation). Fungsi Analisis Spasial Secara detail, tipe, implementasi, atau jenis aktual fungsi analisis spasial dapat dijumpai pada banyak pustaka (teori) dan perangkat lunak SIG, pengolahan citra dijital (remote sensing), fotogrametri, model permukaan dijital, dan CAD. Lebih jelas lagi dalam buku Eddy Prahasta tentang Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis (Perspektif Geodesi dan Geomatika) di jelaskan, ada beberapa fungsi analisis spasial seperti: a. Query Basis Data, yaitu SIG yang menggunakan query terhadap basis data bersama dengan fungsi analisis spasial tu sendiri dalam usaha menjawab berbagai pertanyaan spasial dan non-spasial yang digunakan untuk memanggil kembali data atau tabel atribut tanpa mengubah atau meng-edit/ update data yang bersangkutan. b. Pengukuran, yaitu fungsi analisis spasial yang melibatkan fungsi matematis sederhana di seputar bentuk unsur spasial dengan geometri yang juga sederhana. Seperti, menghitung atau menganalisa jarak antara dua titik spasial, menghitung luas area, menghitung keliling area, menghitung titik koordinat atau yang disebut dengan centroid dan lain sebagainya. c. Kedekatan unsur/ proximity, fungsi yang mampu menghitung dan menganalisa kedekatan tiap-tiap unsur spasial. Fungsi ini biasanya akan berfungsi jika file layer yang ada berbentuk raster atau pecahan dari beberapa atau bahkan banyak grid dimana tiap sel grid memiliki nilai tersendiri yang disebut pixel. Contohnya adalah find distance, cost and pathway, poligon convex-Hull, dan calculate density. d. Model permukaan digital. Model ini meliputi: gridding, spatial filtering, contouring, gradien/ slopping, aspect, hilshading, steepest path, profile, viewshed, dan watershed yang seluruhnya merupakan model-model pengolahan analisis spasial. Yang diolah adalah bentuk dari permukaan bumi dalam peta, sehingga terlihat perbedaan ketinggian masing-masing wilayah. Biasanya diolah setelah data dikonfersikan atau memang sudah berupa data raster. e. Klasifikasi, merupakan pemetaan suatu besaran yang memiliki interval-interval tertentu ke dalam interval-interval yang lain berdasarkan batas-batas atau kategori yang ditentukan. Adapun yang termasuk ke dalam fungsi klasifikasi ini adalah reclassify yang berfungsi untuk melakukan pengklasifikasian suatu data raster (yang pada umumnya berdominan bilangan real) ke dalam data raster lainnya (yang berdominan bilangan bulat sederhana) berdasarkan batas-batas kelas yang ditentukan secara interaktif oleh pengguna. Kemudian ada pula reclassify yang melakukan klasifisikasi unsur-unsur spasial tipe polygone (vektor) berdasarkan nilai-nilai milik salah satu field (terutama yang bertipe numerik) yang terdapat di dalam tabel atribut.

f. Fungsi pengolahan citra dijital, yaitu salah satu analisis spasial yang terkenal di bidang SIG dan juga pengolahan citra digital (pengindraan jarak jauh) adalah klasifikasi; istilah yang merujuk pada proses interpretasi citra-citra dijital (dengan bantuan sistem komputer) hasil pengindraan jauh. Analisis ini merupakan suatu proses penyusunan, pengurutan, atau pengelompokkan setiap pixel citra dijital multiband ke dalam beberapa kelas berdasarkan kriteria atau kategori objek hingga dapat menghasilkan sebuah peta dalam bentuk raster. Fungsi ini memiliki tujuan untuk mengekstrak pola-pola respon spektral yang terdapat di dalam citra itu sendiri seperti kelas-kelas penutup lahan (landcover). Yang termasuk ke dalam kategori dari fungsi ini adalah clustering, yakni proses klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan pixel-pixel citra berdasarkan aspek-aspek statistik (matematis) semata. Kemudian classification, yaitu proses klasifikasi yang sama dengan clustering, tetapi dengan tambahan pendefinisian beberapa sampel kelas atau tambahan oleh pengguna untuk mengakomodasikan aspek-aspek variabilitas anggota-anggota kelasnya. g. Fungsi editing unsur-unsur spasial, yang difungsikan sebagai layanan dalam proses editing data spasial terutama yang bertipe poligon. Union, Merge, atau Combine merupakan fungsi analisis yang digunakan untuk menggabungkan (agregasi) beberapa unsur spasial yang dipilih hingga menjadi sebuah unsur saja. Kemudian Delete, Erase, atau Cut merupakan fungsi analisis spasial ini akan menghapus unsur spasial yang terpilih. Split atau Clip merupakan fungsi analisis untuk memisahkan sebuah unsur menjadi lebih dari satu unsur spasial, Substract untuk menghapus area yang ber-overlap diantara dua unsur spasial yang bertipe poligon, serta Intersect untuk menghasilkan unsur spasial baru yang merupakan irisan dari unsur-unsur spasial masukannya. h. Fungsi analisis terhadap layer tematik, yang terdiri dari Dissolve (aggregate), Merge, Clip, dan Spatial Join. i. Geocoding, adalah proses yang dilakukan untuk mendapatkan suuatu lokasi unsur berdasarkan layer referensi dan masukan string. j. Overlay, yaitu analisis sapasial esensial yang mengombinasikan dua layer tematik yang menjadi masukannya. Beberapa contoh operasi Overlay Spasial dalam ArcGIS : Intersect dan Union Kedua jenis overlay ini memiliki kaitan yang erat dengan operasi logika AND dan OR yang bersifat simetris.

Gambar 3. Intersect Dan Union Overlay Identity Overlay jenis ini bersifat unsimetris berbeda dengan jenis overlay intersect dan union yang bersifat overlay. Pada dasarnya memiliki dua layer masukan dimana layer pertama akan dijadikan layer dasar sementara layer kedua menjadi layer yang akan meng-overlay layer pertama. Berikut adalah gambar yang menunjukkan perbedaan hasil overlay akibat dari berbedanya layer yang menjadi layer dasar dan layer yang meg-overley layer dasar.

Gambar 4. Identity Overlay

Clip dan Erase Clip dan Erase merupakan overlay yang mengekstraksi objek-objek spasial dari sebuah layer peta dengan menggunakan layer lain (clip). Clip bekerja seperti sebuah alat pemotong yang mengekstrasi objek-objek spasial dengan menspesifikasikan layer yang menjadi layer masukan dari masing-masing objek-objek spasial yang terekstrasi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 5. Clip dan Erase Overlay

Update (keepborder, dropborder) Secara harfiah, update overlay ini berfungsi untuk meng-update sebagain atau seluruh layer dengan layer lainnya. Berikut adalah ilustrasi dari overlay jenis ini yang akan ditunjukkan pada gambar 6.

Gambar 6. Update Overlay a b c d

k. Pencarian Spasial (Spatial search), yaitu sejenis fasilitas search yang terdapat pada DBMS standar. Yang membedakannya adalah penggunaan object spasial dan syarat geometris tertentu sebagai kunci pencarian.

Gambar 7. Pencarian Spasial l. Buffering, yaitu fungsi analisis yang akan menghasilkan unsur-unsur spasial (di dalam layer lain) yang bertipe poligon atau akan menghasilkan data spasial baru pada zone dengan jarak atau radius tertentu dari data spasial yang menjadi masukannya.

Gambar 8. Buffering

Data spasial titik akan memperoleh data spasial baru berupa lingkaran-lingkaran yang mengelilingi titiktitik pusatnya. Untuk data spasial garis akan menghasilkan data spasial baru berupa poligon-poligon yang menlingkupi garis-garis. Demikian pula untuk data spasial poligon akan mendapat data spasial yang baru berupa poligon-poligon yang lebih besar dan konsentris. m. Network, yaitu analisis spasial mengenai pergerakan atau perpindahan suatu sumber daya (resource) dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya melalui unsur-unsur buatan manusia yang membentuk jaringan yang saling terhubung satu sama yang lainnya. Operasi Jaringan merupakan kumpulan operasi spasial yang dilakukan terhadap Data Jaringan, untuk keperluan: Pencarian jarak terpendek, Pencarian maximum flow, Spatial search, dan lain sebagainya Data Jaringan pada dasarnya adalah tipe data garis yang memiliki informasi topologi sehingga dapat dilakukan penelusuran spasial. Contoh: Jaringan Jalan, Jaringan Pipa, dan sebagainya.

Gambar 9. Network