10. Askep DIC I. Pengkajian 1.

adanya faktor-faktor predisposisi  septikemia (penyebab paling umum)  komplikasi obstetric  SDPD (sindrom disstress pernapasan dewasa)  Luka bakar berat dan luas  Neoplasia  Gigitan ular  Penyakit hepar  Bedah kardio-pulmonal  trauma 2. pemeriksaan fisik berdasarkan survey umum dapat menunjukkan:  perdarahan abnormal pada semua sistem dan pada sisi prosedur invasif a. Kulit dan mukosa membrane o Perembesan difusi darah atau plasma o Petekie o Purpura yang teraba: pada awalnya di dada dan abdomen o Bula hemoragi o Hemoragi subkutan o Hematoma o Luka bakar karena plester o Sianosis akral (ekstrimitas berwarna agak kebiruan, abuabu, atau ungu gelap) b. Sistem GI o Mual, muntah o ji guaiak positif pada emesis/aspirasi

o nasogastrk dan feses o Nyeri hebat pada abdomen o Peningkatan lingkar abdomen

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011

17

dll. Pola tidur dan istirahat Pola nutrisi dan metabolisme 18 Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 . j. h. kateter arterial dan selang nasogastrik atau dada. IV. IV.c. kateter arterial dan selang nasogastrik atau dada. dll. System saraf perifer o Perubahan tingkat kesadaran o Gelisah o Ketidaksadaran vasomotor g. System Kardiovaskuler o Hipotensi meningkat o Hipotensi postural o Frekuensi jantung meningkat o Nadi perifer tak teraba f. sendi. System Ginjal o Hematuria o Oliguria d. i. System Muskuloskeletal o Nyeri: otot. Sistem pernapasan o Dispnea o Takipnea o Sputum mengandung darah e. punggung o Perdarahan sampai hemoragi Insisi operasi o terus postpartum o Fundus mata: perubahan visual o Pada sisi prosedur invasif: suntikan. Perdarahan sampai hemoragi o Insisi operasi o terus postpartum o Fundus mata: perubahan visual o Pada sisi prosedur invasif: suntikan.

PT dan PTT memanjang c. Produk degradasi fibrinogen meningkat / FDP meningkat d. gelisah. Kadar fibrinogen plasma rendah. jumlah trombosit rendah b. l. paru: dispnea. serebral: perubahan pada sensorium. orthopnea d. Analisa data Etiologi Aktivasi Pembekuan Masalah Kekurangan volume cairan Koagulasi protein dan platelet Pendarahan Kekurangan volume cairan Aktivasi Pembekuan Penurunan cardiac output Koagulasi protein dan platelet Pendarahan Penurunan tekanan darah+kekurangan vol cairan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 19 . kulit: akrosianosia (ketidakteraturan bentuk bercak sianosis pada lengan perifer atau kaki)  pemeriksaan diagnostik a. kacau mental. sakit kepala b. II. ginjal: penurunan pengeluaran urine c. m. Pola eliminasi Pola aktivitas Pola sensori dan kognitif  kerusakan perfusi jaringan a.k.

cardiac output Aktivasi Pembekuan Intoleransi aktifitas Koagulasi protein dan platelet Pendarahan Penurunan tekanan darah Kelemahan Intoleransi aktifitas Aktivasi Pembekuan Resiko tinggi cidera Koagulasi protein dan platelet Pendarahan Penurunan tekanan darah Kelemahan Resiko tinggi cidera Aktivasi Pembekuan Resiko tinggi kerusakan integritas kulit Koagulasi protein dan platelet Pendarahan Penurunan tekanan darah Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 20 .

Kelemahan Tirah baring yang lama Resiko kerusakan integritas kulit Aktivasi pembekuan Nyeri Trombus Mikrovaskuler Gangguan aliran darah Kerusakan transport O2 ke alveola dan membrane kapiler Iskemia Kerusakan Organ Nyeri Aktivasi pembekuan Ketidakefektifan perfusi jaringan Trombus Mikrovaskuler Gangguan aliran darah Kerusakan transport O2 ke alveola dan membrane kapiler Iskemia Kerusakan Organ Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 21 .

Intoleransi aktifitas b/d kelemahan sekunder terhadap adanya perdarahan 6. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit b/d tirah baring Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 22 . Kekurangan volume cairan b/d perdarahan sekunder terhadap koagulasi protein dan platelet 3. Ketidakefektifan perfusi jaringan b/d kerusakan transport oksigen ke alveola dan atau membrane kapiler 2. Nyeri b/d adanya perdarahan jaringan 4. Diagnosa Keperawatan 1. Resiko tinggi cidera b/d kelemahan 8. Penurunan cardiac out put b/d kekurangan volume cairan dan hipotensi 5.Ketidakefektifan perfusi jaringan Aktivasi Pembekuan Cemas Plasmin FDP Gangguan polimerasi fibrin monomer dan fungsi trombosit Gangguan pembekuan darah Pendarahan Kurang pengetahuan Cemas III. Cemas b/d kurang pengetahuan terhadap penyakit 7.

Kekurangan volume cairan b/d perdarahan sekunder terhadap koagulasi protein dan platelet Tujuan : Volume cairan normal Kriteria Hasil : Mempertahankan urin output sesuai denga usia BB.IV. 3. nadi. karena ansietas bertanya serta berikan informasi merusak belajar dan persepsi. membrane mukosa tidak ada rasa haus yang berlebihan Rasional Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 23 . .BJ Urine normal. Ketidakefektifan perfusi jaringan b/d kerusakan transport oksigen ke alveola dan atau membrane kapiler Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan perfusi jaringan dapat adekuat.Pantau Hasil pemeriksaan 1.Lakukan pendekatan secara 4. yang dibutuhkan dengan bahasa Penjelasan yang jelas dan sederhana yang jelas paling baik untuk dipahami. suhu tubuh dalam batas normal Tidak ada tanda-tanda dehidrasi. 2. Waspadai Jelaskan kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan. elastisitas turgor kulit baik. Intervensi 1. hematrokit normal Intervensi Tekanan darah. Rasional Untuk mengidentifikasi indikasi koagulasi. Istilah medis dan keperawatan klien dapat dan membingungkan meningkatkan ansietas. Pemecahan masalah sulit untuk tenang dan beri dorongan untuk orang yang cemas. Rencana Keperawatan 1. tanda-tanda vital dan perdarahan baru. pengetahuan tentang membantu apa yang tindakan yang diprogramkan dan 3. untuk meminimalkan potensial tentang semua perdarahan lanjut. 2. pemeriksaan dilakukan yang akan diharapkan ansietas mengurangi 4. perdarahan 2.

Monitor status hydrasi (kelembaban membrane. Berikan cairan 6. mampu menggunakan teknik non farmakologi. Berikan cairan IV 9. Atur kemungkinan transfuse pemberian cairan/ 3. tekenan darah ortostatik) jika diperlukan 3. Nyeri b/d adanya perdarahan jaringan Kriteria hasil :  Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri. mencari bantuan)  Melaporkan nyeri berkurang dengan menggunakan menejemen nyeri  Mampu mengenal nyeri (Skala. Pertahankan catatan intake dan output yang akurat 2. Kaji tingkat nyeri pasien. Dorong masukan oral 8. intensitas. Monitor masukan dan makanan/ cairan dan hitung intake kalori harian 5. untuk mengurangi nyeri. 1. Monitor TTV 4. Tawarkan snack (jus buah. frekuensi dan tanda nyeri)  Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang  Tanda vital dalam rentang normal Intervensi Rasional 1.1. Tingkat nyeri dapat mempengaruhi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 24 . Kolaborasi makanan 7. buah segar) 10.

Catat adanya tanda dan gejala tubuh penurunan cardiac output 2. akut pengobatan yang 2. Monitor status pernafasan yang menyebabkan menandakan gagal jantung 4. Monitor balance cairan 6. Stress yang tinggi dapat 3. takipnue. dan ortopnue 8. Meningkatkan relaksasi terhadap seluruh organ yang bersangkutan. Intoleransi aktifitas b/d kelemahan sekunder terhadap adanya perdarahan Intervensi Rasional pilihan 1. fatigue. Penurunan cardiac out put b/d kekurangan volume cairan dan hipotensi Intervensi 1. Mencegah tekanan komplikasi vaskuler dalam hubungannya dengan sakit kepala 4. Evaluasi adanya nyeri Rasional dada 1. Kurangi aktifitas berlebihan 4. Mempertahankan selama fase tirah tingkah laku pasien dan proses baring 3. lokasi dan durasi) banyaknya hilangnya cairan pada 2. Monitor adanya perubahan tekanan darah 7. Untuk mengidentifikasi (intensitas. Aktifitas yang berlebihan dapat sesuai kebutuhan meningkatkan 4. Bantu pasien dalam aktifitas 3. Monitor abdomen sebagai indicator penurunan perfusi 5.2. Anjurkan untuk menurunkan stress 9. Moitor Vital Sign hipertensi memperparah 5. Kaji kemampuan pasien untuk 1. Monitor adanya dyspnue.Mempengaruhi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 25 .

klien akan merasa di hargai jika fisik terhadap kecemasan 3. 4. upaya jantung dan paru utnuk tenang. prognosis dan tindakan menurunkan ketegangan 2. membawa jumlah O2 adekuat ke bila jaringan. Cemas b/d kurang pengetahuan terhadap penyakit Kriteria Hasil :  Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas  Mengidentifikasi mengungkapkan dan menunjukan teknik untuk mengontrol cemas  Vital sign batas normal  Postur tubuh. Berikan informasi tentang diagnose. dan tingkat aktivitas menunjukan berkurangnya kecemasan Intervensi Rasional Aktifitas relaksasi dapat 1.melakukan tugas 2. Rencanakan kemajuan aktivitas menurunkan dengan pasien. 3. Berikan Pertahankan diindikasikan. 4. bahasa tubuh. Sediakan aktivitas untuk menurunkan ketegangan 5. Meningkatkan istirahat untuk kebutuhan oksigen selama 3. Gunakan pendekatan yang di dengarkan keluh kesahnya menyenangkan 4. 1. Kaji tingkat kecemasan dan reaksi 2. sesudah lingkungan tirah baring intervensi/bantuan pernafasan. ekspresi wajah. Intruksikan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi 6. Meningkatkan secara bertahap aktivitas sampai normal. Awasi TD. 6. dan nadi. Jelaskan semua prosedur dan apa yang Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 26 . tubuh. Manifestasi kardiopulmonal dari aktivitas. 2.

Bantu pasien untuk mengidentifikasi strategi positif untuk mengatasi keterbatasan dan mengelola gaya hidup atau perubahan peran 16. Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan. Hargai dan diskusikan alternative respon terhadap situasi 13.dirasakan selama prosedur 7. Resiko tinggi cidera b/d kelemahan Kriteria Hasil :  Klien terbebas dari cidera  Klien mampu menjelaskan cara/ metode untuk mencegah injury/ cidera  Klien mampu menjelaskan factor resiko dari lingkungan/ perilaku personal Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 27 . Peningkatan Koping 11. Gunakan pendekatan yang tenang dan memberikan jaminan 14. Tentukan kemampuan klien untuk mengambil keputusan 15. untuk menyakinkan pasien tidak sendiri dan mengajukan pertanyaan 9. Hargai pemahamana pasien tentang proses penyakit 12. Bantu klien untuk mengidentifikasi situasi yang menciptakan cemas 8. ketakutan. Gunakan pendekatan dan sentuhan. Kolaborasi pemberian obat untuk mengurangi kecemasan 7. presepsi 10.

 Mampu mengidentifikasi gaya hidup untuk mencegah injury  Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada  Mampu mengenali perubahan status kesehatan Intervensi Rasional yang banyak 1. penerangan yang cukup agar lingkungan yang berbahaya (missal klien mudah melakukan aktivitas memindahkan perabotan) 3.Pengunjung pasien 2. Memberikan penerangan yang cukup 8. Sediakan lingkungan yang aman untuk 1. pigmenasi)  Tidak ada luka/ lesi pada kulit  Perfusi jaringan baik  Menunjukan perbaikan kulit dan encegah terjadinya cidera berulang Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 28 . hidrasi. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit b/d tirah baring Kriteria Hasil :  Integritas kulit yang baik bias dipertahankan (sensasi. Memindahkan barang-barang yang keluarga menemani dapat membahayakan 8. Memasang side rail tempat tidur 4. Menganjurkan klien 7. Identifikasi kebutuhan menyebabkan resiko tinggi klien keamanan cedera terlalu banyak aktivitas pasien sesuai dengan koordinasi fisik 2. Menyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih 5. Membatasi Pengunjung 6. temperature. dan fungsi kognitif pasien dan riwayat beresiko cidera penyakit terlebih dahulu menghindari 3.

Anjurkan pasien untk Rasional menggunakan 1. Monitor kulit akan adanya kemerahan 6. Monitor status nutrisi pasien 9. Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kulit dan perawatan alami Intervensi 1. Hindari kerutan pada tempat tidur menghindarkan dari kerutan 2. Oleskan lotion atau minyak/ baby oil pada daerah yang tertekan 7. Nutrisi pasien yang cukup 4. Monitor aktivitas dan mobilitas pasien 8. Baby oil memberikan 3. Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih kelenturan pada kulit dan kering 3. Mobilisasi pasien (ubah posisi pasien) akan mengembalikan integritas setiap dua jam 5. Memandikan pasien dengan sabun dan air hangat kulit Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 29 .Pakaian longgar pakaian yang longgar 2.

A. 2000. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya 2011 30 . Jakarta : Prima Media Smeltzer. 1998. Philadelphia : Mosby Engram. Nursing Intervention Classification (NIC). 1992.DAFTAR PUSTAKA Closky.S. Jakarta : EGC Wintrobe. Danielle. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2. Panduan Diagnosa Keperawatan nanda 2005-2006. 1998. Medical Surgical Nursing : Assesment and Management Of Clinical Problems. Barbara.2005. Philadelphia : Mosby Price. 1999.Patofisiologi Konsep klinis Proses-proses Penyakit Edisi 6.2001.2001. Wintrobe¶s Clinical Hematology-10th ed. Jakarta : EGC Santoso. Jakarta :Media Aesculapius:FKUI Moorhead. 2000. 3rd ed.2005. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 1. Maxwel. Jakarta : EGC Gale. Jakarta : EGC Lewis. Sharon. S. USA : Lippincott Williams & Wilkins. USA : Mosby Year Book Mansjoer. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi.Vol 2. Nursing Outcome Classification (NOC). B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful