P. 1
Sistem Informasi Produksi Kakao (Theobroma cacao L.) di Kecamatan Lima Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman

Sistem Informasi Produksi Kakao (Theobroma cacao L.) di Kecamatan Lima Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman

4.62

|Views: 4,177|Likes:
Dipublikasikan oleh mazterijo
Please visit http://santosa764.blogspot.com
Please visit http://santosa764.blogspot.com

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: mazterijo on Nov 15, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2015

pdf

text

original

Kegiatan panen dan pascapanen kakao yang dilakukan petani kakao di
Kecamatan Lima Koto Kampung Dalam dilakukan secara mandiri oleh masing-
masing pemilik kebun. Pemanenan biasanya terjadi pada umur kakao 2 - 4 tahun
yang puncaknya terjadi dua kali setahun. Alat yang biasanya digunakan untuk
memanen buah kakao adalah pisau, parang, sabit dan dengan menggunakan
tangan. Warna kakao yang telah bagus untuk dipanen adalah kekuning-kuningan
dan merah tua.

Setelah buah dipanen perlu dilakukan sortasi untuk mengelompokkan buah
kakao yang bagus. Kegiatan sortasi dilakukan oleh 65,31 % responden petani
kakao di Kecamatan Lima koto Kampung. Buah yang masak dibuka petani
dengan cara membelahnya dengan pisau/parang dan dengan cara memukulnya
dengan balok. Untuk mengumpulkan buah kakao yang sudah dipanen petani
biasanya menggunakan karung, ember dan gerobak panen. Sedangkan kulit buah
kakao yang sudah diambil bijinya, pada umumnya dibuang dengan cara
menimbun dekat kebun atau dibuang dari lahan kakao.

53

Setelah pemecahan buah, maka 1-24 jam kemudian dilakukan fermentasi
terhadap biji kakao. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh responden dengan
perlakuan yang berbeda-beda dengan menggunakan karung atau kotak kayu (peti).
Banyak responden yang telah memiliki peti fermentasi adalah sebanyak 40,81 %
dari total responden. Lama fermentasi yang dilakukan petani kakao di Kecamatan
Lima Koto Kampung Dalam bervariasi dari 3 – 5 hari. Selama proses fermentasi
perlu dilakukan pengadukan. Pengadukan dilakukan oleh 65,31 % dari total
responden. Namun perendaman dan pencucian terhadap kakao yang telah
difermentasi tidak dilakukan oleh petani.
Pengeringan merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam kegiatan
panen dan pascapanen kakao. Petani di Kecamatan Lima Koto Kampung Dalam
melakukan pengeringan dengan cara menjemur langsung di bawah sinar matahari.
Ketebalan, pembalikkan dan alas sangat diperhatikan petani dalam penjemuran
kakao. Pembalikkan terhadap pengeringan kakao dilakukan petani 1 - 3 kali
sehari. Pengeringan kakao berlangsung 5 - 7 hari tergantung cuaca. Setelah
didapatkan biji kakao kering, maka dilakukan kegiatan sortasi. Kegiatan ini
dilakukan oleh 63,27 % dari total responden dengan cara manual.
Penyimpanan merupakan tahap akhir dari kegiatan pascapanen kakao. Dari
49 orang responden, gudang khusus penyimpanan hanya dimiliki sebanyak 26,53
persen responden. Penyimpanan biji kakao kering biasa disimpan di dalam karung
goni yang ukurannya 40-80 kg. Setelah di kemas dengan karung, petani biasanya
menjual langsung biji kakao mereka kepada pedagang pengumpul/koperasi
pertanian.

54

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->