Anda di halaman 1dari 59

Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda

Oleh Bpk. Triwidodo Djokorahardjo triwidodo.wordpress.com

Kasih Adalah Hukum Kehidupan Renungan Pertama Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan 15 pandangan hidup dari Swami Vivekananda. Mereka mulai membicarakan tentang pandangan hidup pertama. Sebagai referensi mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna. Mereka yakin spiritualitas itu bersifat universal adanya. Sang Istri: Pandangan hidup pertama, Kasih adalah Hukum Kehidupan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kasih mengembang, segala sesuatu yang berkaitan dengan keegoisan diri menyempit. Sehingga hanya kasih yang menjadi hukum kehidupan. Dia yang mengasihi hidup, dia yang egois sedang mengalami kematian. Sehingga, kasih hanyalah untuk kasih semata, love for loves sake, karena itu adalah hukum kehidupan, seperti halnya kita bernapas untuk hidup...* Vivekananda. Sang Suami: Pandangan hidup pertama membicarakan tentang ego dan kasih dalam kehidupan. Kita masih bersifat egoistis dan dengan cara demikian kita menghadapi banyak permasalahan.. Dalam buku be The Change disampaikan bahwa kita masih hidup dengan ego kita, keangkuhan dan arogansi kita, kebencian dan amarah kita, kelemahan dan kekerasan hati kita. Dengan jiwa yang masih kotor itu, bila kita memperoleh kekuasaan, kedudukan, dan harta, maka jelaslah kita menghalalkan segala macam cara Dengan menghalalkan segala macam cara yang egoistis, kita semakin menghadapi banyak permasalahan akibat hukum sebab-akibat yang menjerat. Sang Istri: Benar suamiku, dimana tiada kebenaran dan cinta, pasti ada pertengkaran dan ketidakharmonisan. Kepalsuan tidak mengenal kedamaian, egoisme tidak mengenal harmoni. Nilai-nilai palsu dan motif-motif egoistik berada di belakang kerakusan manusia dan segala konflik. Kita tidak mau berbagi dan tidak mampu saling merawat, karena jauh di dalam diri kita merasa lemah. Kita tidak memiliki kekuatan untuk melayani sesama karena kita kelelahan mengurusi problem-problem sepele kita. Kita tidak ada waktu berpikir untuk yang lain karena pikiran itu penuh dengan segala pikiran yang mengganggu dan tidak penting. Demikian disampaikan dalam buku The Gospel of MJ.. Dengan bersikap egois kita tidak mengembang, tetapi menyempit. Sang Suami: Dalam buku Kehidupan disampaikan bahwa ego manusia tetap sama, tetap ada. Ada yang mengatakan bahwa dia mempunyai banyak hal dan kita menyebutnya materialism. Ada yang telah melepaskan keduniawian dan secara tidak langsung memamerkan pelepasannya dan kita sebut spiritualism. Materi dan Spirit (Roh), dalam hal ini penyandaran kita terhadapnya membuktikan ego kita, kata aku masih ada di sana. Dan di mana ada ego, Tuhan tidak ada. Penerimaan dan Pelepasan keduanya mengikat diri kita, selama ego masih hidup.. Apabila ego masih ada bisa saja kita berdoa kepada Keberadaan, tetapi Dia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan ego kita saja. Mungkin saja kita nampak

mengasihi, tetapi agar kita dipuji, agar masuk koran dan masuk tivi, bukan love for loves sake. Sang Istri: Aku ingat SMS Wisdom, Sekarang pun engkau memiliki kasih. Hanya saja pembagiannya tidak rata. Kau masih pilih kasih. Sebarkan kasihmu tanpa memandang bulu Sang Suami: Benar istriku, berada pada tingkat kasih, kita sudah tidak bisa menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain. kita tidak bisa merugikan orang lain demi keuntungan pribadi. Kasih kita terhadap istri, terhadap kekasih, terhadap anak-anak kita, belum tentu kasih. Kita mengasihi kekasih kita, istri kita, sepanjang mereka patuh terhadap kita. Ego kita puas, kita memiliki mereka. Rasa kepemilikan bukan Kasih. Kita memiliki perabot di rumah kita, begitu pula kita memiliki pasangan kita. Sekarang kebebasan mereka terbatas. Kasih selalu bebas dari syarat. Kasih kita bersyarat. Terhadap anak-anak pun demikian. Kita yang menentukan kepercayaan mereka, sewaktu mereka masih kecil kita sudah mengkondisi mereka. Kita tidak memberikan kebebasan kepada mereka. Demikian uraian dalam buku Bhagavad Gita.. Kasih mengembang dan ego menyempit. Sang Istri: Dalam buku Otak Pemimpin Kita disampaikan bahwa manusia yang sudah berkembang kemanusiaannya, yang sudah tidak terkendali oleh insting-insting hewaninya, sudah pasti memikirkan kepentingan luas, bukan lagi kepentingan diri dan kelompok. Inilah kodrat manusia. Sekarang ini kita baru menjalani kodrat hewan. Para pemimpin, pejabat, bahkan yang menganggap diri rohaniwan, tapi masih memikirkan dirinya saja atau memikirkan kepentingan kelompoknya saja, sesungguhnya masih terkendali oleh insting hewani. Bila aku memaksa orang lain untuk menerima pendapatku atau melihat kebenaran dari sudut pandangku, maka aku pun masih terkendali oleh insting hewani. Kasih mengembangkan kemanusiaan, ego mematikan kemanusiaan menghidupkan insting hewan. Sang Suami: Aku mencatat beberapa SMS Wisdom tentang kasih.. Isilah harimu dengan kasih, maka kau tak akan pernah salah. Kekuatan kasih itu, cahaya cinta itu akan menerangi pikiranmu dan mengarahkan setiap langkahmu. Awali harimu dengan cinta kasih, isilah harimu dengan cinta kasih, akhirilah harimu dengan cinta kasih, itulah jalan menuju Tuhan. Kasih tidak mengharapkan imbalan. Kasih itu sendiri adalah imbalan. Kebahagiaan yang kau peroleh saat mengasihi itulah imbalan kasih. Kasih adalah hukum kehidupan, seperti halnya kita bernapas untuk hidup. Sang Istri: Terima kasih suamiku, dalam buku Narada Bhakti Sutra disampaikan. Mari kita melakukan introspeksi diri: Apa saja yang kita lakukan selama ini, mengembangkan rasa kasih tidak? Pendidikan agama di sekolah dasar mengembangkan rasa kasih atau justru menciptakan jurang pemisah berdasarkan agama? Mengikuti talk-show dan perdebatan antara A dan B di televisi berkembang rasa kasih atau justru rasa tegang, rasa benci? Profesi atau pekerjaan saya menunjang pengembangan rasa kasih atau tidak? Bila dengan melihat kayu salib, atau kaligrafi Allah dan Muhammad, atau patung Buddha dan Laotze dan Kuan Yin timbul rasa kasih di dalam diri seseorang, maka kritikan kita terhadapnya sungguh tidak

bermakna. Daripada berpolitik dan menyebarkan kebencian, lebih baik duduk diam menghadapi kaligrafi atau patung. Setidaknya bisa menimbulkan rasa kasih di dalam diri kita. Orang menganggap Anda gila, ya biarlah. Itu anggapan mereka. Hormatilah anggapan mereka. Tidak perlu membela diri. Lha mereka belum bisa melihat sisi lain kebenaran, mau dipaksa bagaimana? But again, silahkan berpolitik dan berusaha dan ber-apa saja bila semua itu menunjang pengembangan rasa kasih di dalam diri. Kembangkan sifat kasih, kikis sifat egois. Sang Suami: Benar istriku Kita membutuhkan banyak orang yang tercerahkan dalam Kesadaran Kasih. Banyak orang yang sadar akan Kemahadayaan Kasih, Kekuatan Cinta. Bila seorang penulis atau penyair tercerahkan, maka biarlah ia berbagi pengalaman lewat tulisannya, lewat syair-syairnya. Bila seorang pengusaha tercerahkan, janganlah memaksanya untuk menulis kisah roman atau bersyair. Biarlah ia menerjemahkan kasih dalam keseharian usahanya. Seperti itu pula dengan para birokrat, wakil rakyat, profesional dan lain sebagainya. Seorang pengusaha yang mengasihi tidak akan merugikan konsumennya hanya untuk memperkaya diri. Seorang birokrasi yang mengasihi akan melayani saudara-saudaranya setanah air. Seorang wakil rakyat yang telah tersentuh jiwanya oleh kasih tidak akan menerima uang saku tambahan untuk melakukan tugas-tugas yang sudah menjadi kewajibannya. Bukankah ia sudah mendapat gaji dan tunjangan-tunjangan hidup lainnya? Begitu pula dengan para industrialis, para profesional di segala bidang, para guru dan mahasiswa. Kuncinya, Bung adalah Kasih. Bila kau berpikir dengan Kasih, mind-mu menjadi jernih. Dan, kau menemukan Kebenaran. Bila kau merasakan dengan Kasih, hatimu menjadi tenang. Dan, kau mencapai Kedamaian. Bila kau bertindak dengan kasih, kau tak akan berbuat salah. Kebajikan-lah hasilnya. Demikian kudapatkan dari buku Indonesia Under Attack Kembangkan sifat kasih. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

Sikap Mental Renungan Kedua Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya melanjutkan pembicaraan tentang 15 pandangan hidup dari Swami Vivekananda. Mereka membicarakan tentang pandangan hidup kedua. Sebagai referensi mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna. Sang Istri: Pandangan hidup kedua. Pandangan kitalah yang menentukan: Adalah sikap mental kita sendiri yang membuat dunia seperti apa bagi kita. Pikiran kita membuat sesuatu menjadi indah dan pikiran kita juga membuat sesuatu menjadi buruk. Seluruh dunia ada dalam pikiran kita. Belajarlah untuk melihat segala sesuatu sebagaimana mestinya. *Vivekananda. Sang Suami: Kali ini Swami Vivekananda menyoroti tentang pikiran.. Setiap pikiran dan setiap perasaan ibarat makhluk-makhluk kecil yang membentuk kepribadian kita. Kepribadian kita terbentuk oleh gugusan pikiran, perasaan, angan-angan, impian, ingatan dan materi-materi lain sebagainya. Selama pikiran dan perasaan itu hidup berdamai di dalam tubuh, kita sehat. Ketika terjadi konflik di antara mereka, tubuh jadi sakit. Karena itu, terjadinya konflik-konflik ini yang mesti dicegah. Demikian disampaikan dalam buku Fear Management Pikiran kita membuat sesuatu menjadi indah atau pikiran kita membuat sesuatu menjadi buruk, dan hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan kita. Sang Istri: Dalam buku Panca Aksara disampaikan bahwa. Jika dilihat dari belakang, dirumuskan dari yang paling bawah maka Pikiran itulah yang menimbulkan Keinginan. Kemudian, Keinginan mendorong adanya Perbuatan atau Tindakan. Dan, Perbuatan atau Tindakan itulah yang mementukan Pengalaman-Pengalaman Hidup. Kehidupan = Pengalaman + Pengalaman + Pengalaman. Pengalaman = Perbuatan + Perbuatan + Perbuatan. Perbuatan = Keinginan + Keinginan + Keinginan. Keinginan = Pikiran + Pikiran + Pikiran. Komponen Terkecil dalam Bangunan Hidup kita adalah Pikiran, Thoughts. Sesungguhnya, hidup kita adalah cerminan pikiran kita. Pikirkan sesuatu yang baik, maka kau akan menginginkan hal-hal yang baik. Kau akan berbuat baik. Alhasil, pengalaman-pengalaman hidupmu baik pula. Dan, hidupmu menjadi baik Dengan mengelola pikiran, kita mengelola kehidupan sebaik-baiknya. Sang Suami: Karena komponen terkecil bangunan hidup adalah pikiran, maka kita perlu mengawasi pikiran Apabila kita selalu mengawasi pikiran kita, maka tidak akan terjadi penyelewengan pada tingkat itu. Demikian, tindakan tercela pun dapat dihindari. Jadi bukan tindakan yang harus diawasi, tetapi pikiran. Apabila kita selalu mengawasi tindakan saja, kita tidak dapat menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Kenapa? Karena, pikiran kita sudah terlanjur tercemar. Bisa saja, pada suatu kesempatan, kita dapat mengendalikan tindakan kita. Tetapi; tidak untuk selamanya. Karena itu, pikiran yang harus diolah. Ujung-ujungnya kita kembali ke kata kunci kita: Kesadaran. Ia yang sadar, pikirannya pun tidak akan macam-macam.

Pikiran hanya dapat dikendalikan oleh kesadaran. Demikian disampaikan dalam buku Sabda Pencerahan Dengan kesadaran kita perlu mengolah pikiran, perlu mengelola pikiran, ucapan dan tindakan akan terkelola dengan sendirinya. Sang Istri: Apabil pola pikiran kita sangat berpengaruh pada kehidupan, kita perlu mengubah pola lama yang kita sadari perlu perubahan? Pikiran telah membentukmu. Kesadaran dapat mengubahmu. Pikiran adalah program yang sudah ter-install dalam dirimu. Ada bagian memori, ada bagian obsesi, ada khayalan, ada keinginan, ada impian. Program ini sudah baku, seluas-luasnya programmu tetap ada batasnya. Kesadaran membebaskan kamu dari segala macam program. Pikiran memperbudak dirimu. Kesadaran membebaskan dirimu. Demikian disampaikan dalam buku Bhaja Govindam Dengan kesadaran kita bisa mengubah pola pikiran lama sehingga mempunyai pola pikiran baru yang berkesadaran. Sang Suami: Benar isteriku, pola pikiran atau program pikiran yang telah ter-install akan sangat mempengaruhi kehidupannya Otak yang penuh tidak dapat berpikir lagi. Ini yang terjadi pada kaum teroris. Otak mereka diisi dengan segala macam memori tentang masa lalu, sehingga mereka tidak dapat hidup dalam kekinian. Mereka tidak dapat berpikir sesuatu selain yang ada di kepala mereka. Barangkali hati mereka juga terbebani dengan rasa benci, amarah dan mereka tidak dapat merasakan sesuatu yang indah, karena bagi mereka segala sesuatu yang mereka anggap lain dari otak mereka tidak punya keindahan. Jiwa mereka diprogram untuk merusak, bukan untuk mencipta dan membangun. Para pencipta mereka menyadari betul hal ini. Sedemikian penuhnya mereka diisi, sehingga tidak ada lagi informasi baru yang dapat menembus diri mereka. Untuk memperoleh, atau lebih tepatnya, memasuki Alam Kesadaran Psikis, beban pikiran dan jiwa harus dikurangi. Bersihkan otakmu dari segala macam indoktrinasi. Demikian disampaikan dalam buku Neo Psyhic Awareness Pola pandangan kitalah yang menentukan kehidupan kita. Dengan kesadaran kita bisa mengubah pola pikiran lama sehingga mempunyai pola pikiran baru yang berkesadaran. Sang Isteri: Kembali ke masalah pikiran, mind. Dalam buku Otak Pemimpin Kita disampaikan bahwa. Wujud-wujud yang kita lihat sekitar kita sesungguhnya ciptaan mind kita sendiri. Dalam keadaan tidur pulas, ketika kita tidak dipengaruhi mind, segala wujud sirna. Wujud-wujud sekitar kita, barangkali ada, tetapi bagi kita tidak ada. Kemudian, kita menciptakan nama. Itulah kemampuan kita yang kedua, Nama. Ini meja, itu kursi. Ini batu, itu pohon. Ini kelinci, itu anjing. Semua nama adalah ciptaan mind. Ketiga, Nilai. Kita juga menciptakan nilai bagi setiap wujud dan nama yang telah kita ciptakan. Kita menilai emas lebih tinggi dari besi. Kita mendewakan berlian, dan menganggap rendah batu. Kita menghiasi leher dengan kalung emas berliontin berlian. Kita tidak menggunakan besi untuk membuat kalung dan tidak menghiasi leher dengan liontin batu. Keempat adalah Keinginan, hasrat, obsesi, niat. Perasaan kita bergejolak, pikiran pun gelisah bila ada keinginan yang tidak terpenuhi. Kelima, Tanggapan. Cara kita menanggapi suatu situasi. Bisa dengan senyuman, bisa dengan beraduh-aduh. Keenam, Pandangan. Kita memandang hidup sesuai dengan referensi yang sudah terekam oleh otak kita. Bila rekaman mengatakan

A jelek, maka setiap kali melihat A, kita akan menyimpulkan, Itu jelek. Padahal, barangkali A sudah berubah, sudah tidak jelek lagi. Ciptaan Mind Ketujuh, barangkali yang paling berat, adalah Harga Diri. Kita menentukan harga diri kita, juga harga diri orang lain. Umumnya kita menaruh harga sangat tinggi bagi diri sendiri, dan sangat rendah bagi orang lain. Masih banyak ciptaan mind yang lain. Tujuh ciptaan yang saya sebut hanyalah beberapa di antaranya. Kita menderita karena ulah kita sendiri, karena ciptaan mind kita sendiri. Namun, kita tidak mau menerima hal itu, selalu mencari kambing hitam, menyalahkan situasi atau bahkan orang lain.. Pikiran kita membuat sesuatu menjadi indah dan pikiran kita juga membuat sesuatu menjadi buruk. Seluruh dunia ada dalam pikiran kita. Sang Suami: Setelah sadar bahwa pikiran sangat mempengaruhi kehidupan, kita perlu mengetahui bagaimana kita mengetahui bahwa pikiran kita sudah berada dalam Kebenaran, karena mind mengartikan Kebenaran secara sepihak saja.. dalam satu SMS Wisdom disampaikan bahwa.. Untuk memahami Kebenaran, anda harus melibatkan diri dalam Kebenaran itu. Melibatkan diri dalam Kebenaran berarti hidup selaras dengan alam. Dalam buku Neo Spirituality disampaikan bahwa Bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang saya pikirkan itu harmonis, selaras, dan serasi dengan semesta? Segala macam pikiran, ide, konsep, gagasan, imajinasi dan lain sebagainya yang bersifat luas dan membebaskan adalah pikiran yang selaras dengan semesta. Karena alam semesta Maha Luas dan Maha Bebas adanya. Ia tak terkurung, tak terbingkai dan tak terbatas. Sebaliknya, pikiran-pikiran yang kerdil, sempit, membatasi, dan memenjarakan seperti dogma-dogma dan doktrin-doktrin yang membuat kita berpikiran picik sudah jelas tidak harmonis, selaras dan serasi dengan semesta. Pikiran yang picik menimbulkan berbagai macam keadaan psikologis yang tidak menunjang peningkatan kesadaran. Keadaan psikologis yang dimaksud antara lain rasa takut, khawatir, kecewa, marah, iri, benci, dendam, sedih, dan depresi. Keadaan psikologis seperti ini pada awalnya merusak organ otak itu sendiri. Kemudian, otak yang rusak meneruskan kerusakan itu ke organ-organ lain Pikiran sempit, picik tidak selaras dengan alam semesta, dan pada akhirnya akan berdampak negatif pada kesehatan kita. Sang Istri: Terima kasih suamiku, aku ingat beberapa SMS Wisdom.. Pikiran dan perasaan manusia berekspresi lewat ucapannya. Karena itu, agar ucapannya baik, pikiran dan perasaan harus baik. Pikiran merupakan fondasi dari tindakan. Pikiran yang bermanfat dan kreatif akan menghasilkan tindakan yang bermanfaat dan kreatif. Semoga pikiran kita semua selalu diliputi kesadaran. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

Hidup Itu Indah Renungan Ketiga Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya melanjutkan pembicaraan tentang 15 pandangan hidup dari Swami Vivekananda. Mereka membicarakan tentang pandangan hidup ketiga. Sebagai referensi mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna. Sang Istri: Pandangan ketiga. Hidup itu indah: pertama-tama, yakinlah bahwa di balik segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu ada hikmahnya. Kemudian, segala sesuatu yang terdapat dalam dunia ini adalah baik, suci dan indah adanya. Selanjutnya, jika kita melihat kejahatan, berpikirlah bahwa kita tidak memahami sebagaimana mestinya. Lepaskan beban pikiran dari atas diri kita! *Vivekananda. Sang Suami: Kita belum yakin bahwa di balik segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu ada hikmahnya. Ibarat kita masuk kelas dan setiap hari diberi banyak mata pelajaran, tetapi kita tidak menyadarinya, bahkan kita memikirkan sesuatu di luar kelas. Ya kita tidak naik kelas dan selalu diberi mata pelajaran yang hampir sama, sampai kita lulus dari mata pelajaran-mata pelajaran tersebut. Dalam buku Masnawi Buku Kelima disampaikan bahwa Setiap hari, manusia memperoleh pelajaran baru, tetapi dia tidak memahaminya dan tidak mampu mengambil hikmahnya. Dan hidup terasa tak bermakna, hambar. Kemudian dia mulai mencari makna. Dia mulai berkhayal, berandai-andai, seandainya aku memiliki harta, hidupku akan bermakna; seandainya aku memiliki keluarga, hidupku akan bermakna; seandainya begini, aku akan begitu, seandainya begitu, aku akan begini.. Manusia belum yakin akan adanya hikmah di balik segala sesuatu, belum dapat memperoleh hikmah pelajaran baru setiap harinya, sehingga manusia mencari makna menuruti pikirannya. Sang Istri: Sudah tidak sadar akan mata pelajaran yang diberikan setiap hari, kita malah memberi makna kehidupan di luar kelas sesuai pikiran kita. Dalam buku Ah Hridaya Sutra disampaikan bahwa.. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong. Pada umumnya, kita semua terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok mereka yang memberi arti dan kelompok mereka yang tidak memberi arti. Lucunya, kedua kelompok ini masih saja gelisah, masih saja cemas, masih saja khawatir. Yang memberi arti gelisah, karena arti yang ia berikan bermuatan keinginan-keinginan dan obsesi-obsesi yang belum terpenuhi. Yang tidak memberi arti juga gelisah, karena hidupnya terasa hambar tawar. Kita masih mengejar makna hidup, belum yakin di balik segala sesuatu selalu ada maknanya, ada hikmahnya. Sang Suami: Benar istriku. Ada kelompok ketiga yang sudah tidak mengejar makna kehidupan di luar kelas. Mereka paham bahwa mata pelajaran setiap hari sudah bermakna. Kerajaan Allah dijumpai dalam semua mata pelajaran setiap harinya. Dalam buku Ah Hridaya Sutra juga disampaikan bahwa.. Masih mengejar

Kerajaan Allah berarti kita belum bisa melihat Kerajaan-Nya di mana-mana, kita masih belum meyakini kehadiran-Nya di mana-mana. Jelas, kita masih berada pada lapisan lahiriah Yang sudah bisa merasakan kehadiran-Nya di mana-mana, yang sudah bisa melihat Kerajaan-Nya di mana-mana, akan berhenti mencari, akan berhenti mengejar. Bukan hanya Allah dan Kerajaan-Nya yang tidak ia kejar lagi, apa pun juga tidak dikejarnya lagi. Tidak ada yang perlu dikejar lagi, karena apa yang sedang ia cari, ternyata ada di mana-mana. Demikian, ia memasuki lapisan batiniah. Nah, mereka yang sudah berhenti mencari ini berada dalam kelompok ketigaKelompok dari mereka yang telah memahami bahwa di balik segala sesuatu di dunia ini selalu ada hikmahnya. Sang Istri: Dalam pandangan hidup ketiga, Swami Vivekananda juga menyoroti tentang segala sesuatu yang terdapat dalam dunia ini baik, suci dan indah adanya. Hanya bila pikiran kita jernih maka kita dapat memahami bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam dunia adalah baik, suci dan indah. Dimana keindahan itu? Kita tak bisa kehilangan keindahan. Ia ada di mana-mana, kita tak bisa merasakan kehadirannya karena kita terlalu memikirkan banyak hal. Demikian disampaikan dalam buku Soul Quest.. Karena diri kita kotor, kita terlihat kotoran di mana-mana. Sebaliknya, seorang sufi melihat keindahan dimana, mana, karena dirinya indah, karena ada keindahan dalam dirinya. Demikian disampaikan dalam buku Nirtan. Dalam buku Ah Hridaya Sutra disampaikan bahwa Seorang Master sedang berupaya untuk menyadarkan kita bahwa kesucian dan ketidaksucian sesuatu disebabkan oleh perasaan, pandangan, pikiran dan nilai yang kita berikan terhadap sesuatu itu. Yang suci bagi sekelompok masyarakat, belum tentu suci bagi kelompok masyarakat lain. Orang Hindu menganggap sapi sebagai binatang suci. Orang Islam dan Kristen akan menyembelihnya. Orang Hindu tidak merasa apa-apa jika melihat seekor babi, orang Islam merasa jijik dan mengharamkannya. Bagi seorang Master, semuanya itu adalah produk pikiran. Permainan pikiran dan perasaan dan pandangan dan lain sebagainya. Begitu pula dengan deskripsi-deskripsi kita tentang Tuhan Pola pikiran kita menentukan baik,suci, indah dan tidaknya sesuatu. Sang Suami: Istriku berbicara tentang Kesucian, dalam buku Sabda Pencerahan disampaikan bahwa Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Kata suci yang digunakan oleh Yesus sangat bermakna. la tidak menggunakan kata baik. la juga tidak menggunakan kata jujur atau lain sebagainya. Suci berarti melampaui segala kebaikan dan segala keburukan. Suci berarti melampaui segala macam dualitas. Kebenaran dan kesalahan, sorga dan neraka, semuanya dilampaui oleh kesucian. Suci berarti pandangan Anda menjadi begitu jernih, begitu jelas, sehingga di balik segala sesuatu Anda melihat Tangan Allah. Selama kita masih memilah antara baik dan buruk, antara sorga dan neraka, selama itu pula kita belum suci. Ia yang suci hatinya tidak akan memilah. la yang suci hatinya melihat Allah di balik segala sesuatu. Selama ini yang membuat kita tidak dapat menyadari kehadiran-Nya adalah ketidak-sucian hati kita. Hati kita bagaikan cermin yang berdebu-debu ketamakan, debu keangkuhan, debu iri hati. Bersihkan cermin hati

Anda, dan Anda akan langsung melihat Allah, menyadari Kebenaran jati-diri Anda.. Kita tidak memahami segala sesuatu sebagaimana mestinya. Hal tersebut disebabkan hati kita masih diliputi debu ketamakan, keangkuhan dan iri hati. Sang Istri: Berbicara mengenai keindahan dan kesucian, kita harus ingat bahwa kita masih mempunyai sifat kehewanian dalam diri yang masih terbawa dalam bagian otak kita yang disebut lymbic. Dalam buku Otak Pemimpin Kita disampaikan bahwa.. Bila kita mempelajari otak manusia: Selain lymbic, ada juga yang dalam bahasa sehari-hari disebut Otak Kanan dan Otak Kiri. Maksudnya Otak Bagian Kanan dan Otak Bagian Kiri. Bagian Kiri berurusan dengan logika, matematika, analisa dan lain sebagainya. Sementara, Bagian Kanan lebih berperasaan. Sense of Beauty, Keindahan, Estetika, segala macam arts atau seni, bahkan imajinasi, visi semuanya diurusi Otak Bagian Kanan. Sementara ini kedua bagian itu menjadi budak Lymbic yang masih sangat hewani. Maka segala apa yang kita lakukan masih diwarnai oleh kehewanian kita. Lymbic menyatakan keinginannya, Aku butuh ini, butuh itu. Ia memerintah Otak Kiri, Hai Otak Kiri, usahakan dengan segala cara dan upaya agar keinginanku terpenuhi. Silakan beranalisa, berlogika, ber-apa saja, asal keinginanku terpenuhi. Ini yang kita sebut akal. Pendidikan yang kita peroleh juga tidak banyak membantu, karena bertujuan untuk mengasah akal belaka. Kita menjadi sangat intelektual. Akal pun ada kalanya berubah menjadi akal-akalan. Namun demikian, kita tetap menjadi budak lymbic. Walau, cara kita barangkali menjadi lebih sopan sedikit, lebih lembut setidaknya terasa demikian. Padahal, sami mawon. Tujuan kita masih sama, yaitu memuaskan hewan di dalam diri. Dan, bukan saja Otak Kiri, Otak Kanan pun diperbudak oleh Lymbic. Otak Kanan pun diperintahnya, Hai Otak Kanan, kamu kan pandai memoles dan menciptakan keindahan, tolong dong keinginan-keinginanku dipoles supaya terlihat lebih indah, lebih halus. Dengan cara itu, Otak Kanan pun dibuatnya menjadi sibuk untuk menutupi kehewaniannya. Otak Kanan tanpa pembersihan Lymbic hanya akan menghasilkan benda-benda kebutuhan insting yang lebih indah dan mewah. Itu saja. Kita harus selalu mengingatkan din bahwa kebutuhan insting itu seratus persen adalah sifat hewani, sifat kita yang masih primitif. Demikian disampaikan dalam buku Otak Pemimpin Kita.. Sang Suami: Benar istriku Pengolahan otak dan penimbaan ilmu harus diimbangi dengan penghalusan rasa. Jangan sampai kita mengabaikan peran intuisi yang timbul dari rasa yang halus. Kemampuan untuk mengenal fakta datang dari ilmu. Kepekaan untuk melihat kebenaran berasal dari rasa. Demikian disampaikan dalam buku Neo Psyhic Awareness. Kemudian dalam buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan juga disampaikan bahwa. Untuk meniti jalan ke dalam diri, untuk menemukan Keindahan dalam diri, anda tidak harus berpengetahuan banyak atau berpendidikan tinggi. Banyaknya pengetahuan dan tingginya pendidikan malah bisa menjadi penghalang. Pengetahuan berlebihan akan mengaktifkan pikiran. Dan pikiran tidak berkepentingan dengan Keindahan dalam diri. Pikiran selalu mencarinya di luar. Dengan pikiran yang super-aktif, anda juga akan semakin jauh dari rasa, dari hati anda. Anda akan semakin jauh dari Keindahan yang ada di dalam diri anda. Setiap kali Anda melihat sesuatu yang

indah, tiba-tiba kesadaran anda beralih dari pikiran ke rasa. Sewaktu mendengar lagu atau musik yang indah, sewaktu membaca sesuatu yang indah, sewaktu mencium wewangian yang indah, tiba-tiba anda terlepaskan dari pikiran. Anda memasuki alam rasa. Begitu anda memasuki alam rasa, sesungguhnya anda juga memasuki alam spiritual. Keindahan menjadi pemicu untuk mengantar anda ke alam spiritual. Dan alam spiritual, alam keagamaan sesungguhnya tidak ada di luar diri anda.. Sang Istri: Suamiku, bila Swami Vivekananda berbicara tentang Lepaskan beban pikiran dari atas diri kita.. Itulah no mind hidup tanpa beban pikiran. Pikiran memang ada, mind memang eksis, tetapi anda bisa memilih hidup tanpa mind, tanpa beban pikiran. Itulah meditasi. Dan, meditasi tidak mengenal pengotakan. Yang mengenal pengotakan adalah mind, pikiran. Dan mind pula yang menumbuhkan dan mengembangkan perbedaan. Karena itu, tidak ada meditasi Hindu dan Meditasi Buddhis. Meditasi Islam dan meditasi Kristen. Meditasi adalah meditasi. Gunakan rasa, nurani, conscience untuk menentukan hal itu. Demikian disampaikan dalam buku Fiqr Memasuki Alam Meditasi Lewat Gerbang Sufi. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

10

Keyakinan Renungan Keempat Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya melanjutkan pembicaraan tentang 15 pandangan hidup dari Swami Vivekananda. Mereka sedang membicarakan tentang pandangan hidup keempat Sang Swami. Buku-buku Bapak Anand Krishna mereka gunakan sebagai referensi. Sang Istri: Pandangan hidup keempat. Adalah tergantung pada rasa kita: Merasa seperti Kristus dan kita akan menjadi seorang Kristus; merasa seperti Buddha dan kita akan menjadi seorang Buddha. Demikian rasa yakin, demikianlah hidup, kekuatan, semangat hidup, dan tanpa yang demikian tidak ada tindakan yang memadai untuk dapat mencapai derajat keilahian. *Vivekananda. Sang Suami: Istriku, Swami Vivekananda berbicara mengenai keyakinan diri dan aku ingat beberapa SMS Wisdom tentang Niat dan Keyakinan.. Bila niatmu kuat dan keinginanmu untuk bekerja keras pun ada, maka ketahuilah bahwa tiada sesuatu yang dapat menghalangimu untuk mewujudkan impianmu.. Jangan berandai-andai. Jangan melamun. Apa yang ada dalam khayalanmu itu bisa menjadi kenyataan. Percaya diri, keahlian dan kesiapsediaan untuk kerja keras. Trisakti itu yang kau butuhkan Bangkitkan semangatmu, tak ada yang dapat membangkitkannya untukmu. Keyakinan adalah kepercayaan terhadap apa yang tak terlihat. Hasilnya melihat apa yang engkau percayai. Sang Istri: Kata lain dari yakin adalah percaya diri. Dalam buku Neo Psychic Awareness disampaikan bahwa Gunakan segala daya dan upaya untuk menumbuhkembangkan rasa percaya diri, Yes, I can do it I will do it! ini jelas tidak sama dengan positive thinking, di mana kita hanya berpikir bahwa semuanya pasti beres. Rasa percaya diri bukanlah hasil positive thinking, tetapi hasil positive behavior, perilaku positif. Dan, perilaku menyangkut laku, bukan sekadar pikiran. Rasa percaya diri timbul dari hati yang percaya. Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat.. Demikian rasa yakin, demikianlah hidup, kekuatan, semangat hidup, dan tanpa yang demikian tidak ada tindakan yang memadai untuk dapat mencapai tujuan. Sang Suami: Benar isteriku, aku ingat buku Mederi MedisMeditasi yang menyampaikan bahwa Belakangan ini saya juga menemukan makna baru bagi kepercayaan. Hendaknya kepercayaan tidak dikaitkan dengan masa lalu. Bila saya percayai masa lalu saya, maka saya akan mempercayai penyakit leukemia yang pernah saya derita. Kepercayaan berarti percaya pada kemungkinan-kemungkinan tak terbatas yang dapat terjadi. Bila seorang ilmuwan hanya percaya pada written text, buku-buku teks dan pada penelitian serta kesimpulan yang pernah diambil, ia tak akan berkembang, tak akan memiliki gairah meneliti dan menemukan sesuatu yang baru. Kemudian, ia bukanlah seorang ilmuwan. Demikian rasa yakin, demikianlah hidup, kekuatan, semangat hidup, dan tanpa yang demikian tidak ada tindakan yang memadai untuk dapat mencapai tujuan.

11

Sang Isteri: Buku Hidup Sehat dan Seimbang Cara Sufi menjelaskan hubungan antara keyakinan dan kesehatan Anda harus bisa membedakan antara pikiran dan keyakinan. Afirmasi menuntut keyakinan. Afirmasi bekerja atas dasar keyakinan. Apabila Anda berpikir, Aku akan sehat sebenarnya secara implisit Anda sudah meyakini penyakit Anda. Dan karena Anda meyakini penyakit Anda, maka mengulangi ribuan kali setiap hari Aku akan sembuh, aku akan sembuh tidak akan membantu. Anda harus meyakini ucapan Anda. Keyakinan Anda dapat menyehatkan tubuh Anda, menenangkan pikiran Anda, menenteramkan jiwa Anda yakinilah hal ini! Meyakini diri sendiri, juga berarti meyakini Kekuasaan Allah yang tak tertandingi. Meyakini diri sendiri berarti meyakini Kemurahan Tuhan yang tak tersaingi. Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Keyakinan Anda dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Keyakinan merupakan modal utama manusia. Tanpa keyakinan, hidup kita akan selalu terombang ambing. Untuk mengembalikan keselarasan tubuh, keseimbangan diri, kejernihan pikiran dan ketenteraman jiwa sangat dibutuhkan keyakinan.. Demikian rasa yakin, demikianlah hidup, kekuatan, semangat hidup, dan tanpa yang demikian tidak ada tindakan yang memadai untuk dapat mencapai tujuan. Sang Suami: Adalah tergantung pada rasa kita: Merasa seperti Kristus dan kita akan menjadi seorang Kristus; merasa seperti Buddha dan kita akan menjadi seorang Buddha. Demikian rasa yakin, demikianlah hidup, kekuatan, semangat hidup, dan tanpa yang demikian tidak ada tindakan yang memadai untuk dapat mencapai derajat keilahian. Shirdi Sai Baba, mistik sufi yang seumur hidup tinggal di masjid, menempatkan sabar dan keyakinan diatas segalanya, saburi dan shraddha, demikian dalam bahasa Marathi, salah satu dialek di India. Hubungan kita dengan sesama manusia menuntut kesabaran, dan hubungan kita dengan Tuhan menuntut keyakinan. Dua kata sederhana ini mengatur seluruh kehidupan manusia. Interaksi dengan dunia dan hubungan dengan Tuhan adalah dua Urusan utama manusia. Sejak lahir sampai mati, inilah dua hal yang harus diurusi. Karena itu, kesabaran dan keyakinan dapat dijadikan landasan bagi dharma, bagi kewajiban dan tugas kita di dunia. Demikian disampaikan dalam buku Life Workbook.. Kemudian dalam buku Five Steps to Awareness disampaikan bahwa. Berkaryalah dengan penuh semangat, dan yakinilah kebijakan-Nya. Ia tahu persis apa yang kita butuhkan, apa yang baik bagi diri kita. Ia akan melengkapinya sendiri tanpa kita minta. Jangan ragu, jangan bimbang, janganlah sekali-kali menyangsikan hal ini Sang Istri: Dalam buku I Ching Bagi Orang Modern dikemukakan bahwa.. Senjata bisa dibeli, tetapi keberanian tidak bisa. Bintang Jasa bisa direkayasa, diatur, tetapi kepahlawanan tidak bisa. Semangat seorang pahlawan, seorang pemberani, muncul dari dalam dirinya sendiri. Mereka yang bicara tentang motivasi, sungguh tidak memiliki semangat. Anda membutuhkan sesuatu untuk memotivasi anda, untuk mendorong anda, karena anda tidak memiliki kekuatan dalam diri sendiri. Anda tidak bersemangat. Semangat merupakan energi yang mampu menegakkan kepala anda tanpa bantuan siapa pun juga. Selama anda masih membutuhkan bantuan dari luar, anda belum bersemangat. Lalu, jika anda mengerjakan sesuatu tanpa semangat,

12

anda akan selalu gagal. Semangat adalah gairah hidup. Apabila hidup anda menggairahkan, anda akan bersemangat. Apabila hidup anda tidak menggairahkan, anda tidak akan bersemangat. Dan, hidup akan menggairahkan jika anda memahami makna hidup, arti kehidupan. Lalu untuk memahami arti hidup, makna kehidupan, anda harus mengenal diri sendiri. Anda harus menemukan jati diri. Anda harus memahami potensi diri, dan menjalani hidup, melakoni hidup, sesuai dengan potensi diri tersebut. Demikian, hidup anda akan sangat menggairahkan. Anda akan bersemangat untuk menjalaninya, melakoninya. Demikian rasa yakin, demikianlah hidup, kekuatan, semangat hidup, dan tanpa yang demikian tidak ada tindakan yang memadai untuk dapat mencapai tujuan. Sang Suami: Keyakinan harus dilengkapi dengan kelembutan dan ketenangan Dalam buku Surah Terakhir disampaikan bahwa Keyakinan, kelembutan dan ketenangan pernahkah anda menyelami kata-kata kunci ini? Pernahkah anda menganggapnya sebagai kata-kata kunci? Untuk menyadari kehadiran-Nya dalam hati, anda harus berkeyakinan. Berarti pikiran anda tidak kacau lagi. Selama pikiran anda masih kacau, anda tidak bisa yakin sepenuhnya. Keyakinan anda, iman anda akan selalu mengalami pasang surut. Jadi pikiran anda harus terkendalikan. Kemudian, anda harus lembut. Dan yan dimaksudkan harus menjadi lembut adalah kepribadian anda, sifat anda. Perilaku anda harus lembut. Kata-kata yang anda ucapkan harus lembut. Cara anda mengucapkan harus lembut. Tetapi kelembutan ini harus muncul dari kesadaran. Bukan sesuatu yang dipaksakan. Bukan pula topeng yang harus anda pakai. Anda harus menjadi lembut karena sadar bahwa kekerasan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah. Yang ketiga, dan terakhir, adalah ketenangan. Ketenangan adalah rasa. Anda harus mengembangkan rasa dalam diri anda. Jangan mengembangkan otak melulu Sang Istri: Buku Neospirituality & Neuroscience menyampaikan permasalahan bangsa tentang kepercayaan. Sejak lahir, kita berhadapan dengan kepercayaan. Bukan pendidikan tetapi kepercayaan. Bukan pula pendidikan tentang kepercayaan-kepercayaan tetapi dogma dan doktrin dengan salah satu kepercayaan yang sudah baku. Sudah tidak ada tawar menawar lagi. Sejak lahir, seorang anak sudah diberi cap agama tertentu. la tidak diberi kesempatan untuk memilih dan harus menerima apa yang sudah ditentukan oleh kedua orangtuanya baginya. Hak pilih kita sudah dirampas sejak kelahiran. Generasi Robot. Sudah diset, diprogram, dan dikendalikan oleh remote control yang berada di tangan masyarakat. Robot tidak membutuhkan rasa percaya diri. Cukuplah ia berserah diri pada pemegang kendalinya. Bahkan ia tidak memiliki kesadaran bahwa dirinya bergerak hanya bila digerakkan oleh sang pengendali. Kita hidup sebagai budak dari dogma, doktrin, kepercayaan, lembaga, institusi, atau kepentingan lain dari masyarakat tertentu. Kita tidak merdeka, belum merdeka Kita tidak memahami arti kebebasan. Padahal manusia tidak diciptakan atau tercipta untuk menjadi robot. la pun tidak lahir untuk menciptakan robot-robot manusia dan tidak berhak mengubah manusia menjadi robot yang dapat diset dan diprogram. Sebagian besar Generasi Robot bahkan tidak sadar bahwa kemanusiaan dalam diri mereka sudah mati. Kemanusiaan mereka sudah dirampas

13

sejak lahir. Kita telah menjadi korban dari kepentingan-kepentingan pribadi orangtua kita yang seharusnya memfasilitasi untuk berkembang dan tidak mengerdilkan jiwa kita supaya mengikuti kehendak mereka. Celakanya, orangtua kita pun demikian. Mereka pun adalah korban dari sistem yang sama. Ujung-ujungnya bukan mereka pula yang memegang kendali tetapi sebuah sistem yaitu masyarakat bersama institusi-institusi buatannya yang memegang kendali. Dengan kondisi seperti ini, rasanya sulit membawa perubahan total, drastis, dan sekaligus bagi seluruh umat manusia Sang Suami: Benar istriku kita membutuhkan Kepercayaan dari orang Yang Sadar Dalam buku Neospirituality & Neuroscience disampaikan bahwa. Kepercayaan tanpa pemahaman adalah kepercayaan yang buta, sedangkan kepercayaan dengan pemahaman adalah kepercayaan yang sadar. Sekarang, tergantung pada diri kita sendiri: Mau memilih yang mana? Pertama, yang penting adalah Kepercayaan. Memang betul. Kedua, Kepercayaan itu Selalu Buta. Oleh karena itu anak-anak muda harus memperoleh kesadaran dulu sebelum mempercayai sesuatu. Ini juga betul. Sesungguhnya kedua pernyataan di atas tidak saling bertentangan tetapi malah saling melengkapi dan menjelaskan. Bila kita menggabungkannya, Yang Penting adalah Kepercayaan yang Sadar. Orang-orang yang percaya dan sadar hanyalah mereka yang dapat membawa perubahan yang berarti. Karena mereka sudah lebih dulu menjadi perubahan itu sendiri. Mereka telah berubah. Mereka tidak percaya secara membabi buta. Mereka percaya karena sadar.. Semoga Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

14

Bebas Dari Keterikatan Renungan Kelima Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan 15 pandangan hidup dari Swami Vivekananda. Mereka kini membicarakan tentang pandangan hidup kelima. Sebagai referensi mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna. Mereka yakin spiritualitas itu bersifat universal adanya. Sang Istri: Pandangan hidup kelima..Bebaskan diri: Saat saya menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam setiap tubuh manusia, saat saya menghormati setiap makhluk dan melihat Tuhan dalam diri mereka pada saat tersebut saya bebas dari keterikatan, segala sesuatu yang menyebabkan keterikatan lenyap dan saya bebas. Sang Suami: Swami Vivekananda menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam setiap makhluk. Tuhan meliputi segala sesuatu. Bukan saja makhluk hidup, tetapi juga bebatuan, pepohonan, lautan dan pegunungan. Segala sesuatu diliputi Dia. Kita semua berada di dalam-Nya. Bila seekor semut pun bisa berada di luar Tuhan, dia akan menjadi tandingan bagi Tuhan. Dia akan berdiri bersama Tuhan. Walau dia kerdil dan Tuhan tampak Jangkung, tetapi perbedaannya ya itu saja. Hal tersebut disampaikan dalam buku Tantra Yoga. Sang Istri: Pandangan Swami Vivekananda sama dengan pandangan leluhur kita yang menghormati alam semesta. Dalam buku Panca Aksara disampaikan bahwa.. Saatnya kita kembali kepada ajaran leluhur, kepada budaya asal Nusantara, kepada kearifan lokal, kebijakan nenek moyang. Saatnya kita menghormati dan menghargai alam, lingkungan. Hubungan dengan alam dan sesama makhluk hidup bukanlah hubungan horizontal sebagaimana dicekokkan kepada kita selama bertahun-tahun. Pun hubungan kita dengan Tuhan bukanlah vertikal. Tuhan tidak berada di atas sana. Inilah kearifan lokal kita. Pemahaman vertikal-horizontal seperti ini telah memisahkan kita dari alam. Tuhan berada dimana-mana, Ia meliputi segalanya, sekaligus bersemayam di dalam diri setiap makhluk inilah inti ajaran leluhur kita. Inilah kearifan lokal kita Saya menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam setiap tubuh manusia, saya menghormati setiap makhluk dan melihat Tuhan dalam diri mereka. Sang Suami: Pemahaman adanya hubungan vertikal dan hubungan horizontal serta bahwa hubungan vertikal lebih penting, sering membuat kita merusak lingkungan dan kemudian mohon ampun kepada Tuhan dengan dalih Tuhan Maha Pengampun. Swami Vivekananda yakin bahwa Tuhan meliputi segala sesuatu, semua makhluk hidup termasuk lingkungan. Dalam buku Narada Bhakti Sutra disampaikan bahwa.. Selama ini kita memisahkan manusia dari Tuhan. Hubungan antara manusia dan Tuhan disebut hubungan vertikal. Kemudian antar manusia disebut hubungan horizontal. Ya, tidak ketemu. Muncul anggapan yang sungguh tak masuk akal, horizontal boleh amburadul, asalkan yang vertikal lurus dan berjalan mulus. Bukankah Tuhan Maha Pengampun adanya? Dia akan mengampuni

15

kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam hubungan horizontal? Sang Master meniadakan garis vertikal dan horizontal. Dia mengajak kita untuk melihat Tuhan di mana-mana, dan melayani Tuhan yang ada di mana-mana. Lihatlah wajah-Nya di barat dan timur dan utara dan selatan. Rasakan kehadiran Tuhan di bumi dan di langit. Temukan kasih-Nya dalam diri manusia dan makhluk-makhluk lainnya dalam kehidupan sekitar Anda.. Dan tiba-tiba semua akan hidup. Jangankan pohon-pohon lebat, sungai dan gunung, tiang listrik yang berdiri tegak buatan manusia pun sedang memuliakan Nama-Nya. Semua sedang bergetar. Semua hidup. Energi dan materi bukanlah dua hal yang berbeda Saya menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam setiap tubuh manusia, saya menghormati setiap makhluk dan melihat Tuhan dalam diri mereka. Sang Istri: Dalam buku Samudra Sufi disampaikan pandangan seorang sufi Shah Abdul Latif. Walaupun, nampaknya berbeda, nampaknya lain, semua itu sesungguhnya berasal dari satu. Yang lain, yang berbeda, semuanya berasal dari Allah. Hanya Dia-lah Yang Ada, tidak ada sesuatu apa pun kecuali Allah. Jangan salah paham, aku bersumpah demi Allah, tak ada sesuatu apa pun kecuali Dia. Apa pun yang terlihat selain Dia, hanyalah bayangan-Nya, Yang berasal dari-Nya pula.. Kemudian dalam buku Telaga Pencerahan disampaikan pula bahwa Kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka ke mana saja kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas rahmat-Nya lagi Maha Mengetahui. Dalam buku Bhagavad Gita Bagi Orang Modern juga disampaikan bahwa. Tuhan atau Keberadaan, Existence melingkupi alam semesta. Segala sesuatu berada dalam Tuhan, dalam Keberadaan. Dalam buku Five Steps to Awarenessdisampaikan bahwa..Alam yang serba terbatas ini hanyalah proyeksi dari Sang Aku. Alam yang serba terbatas, walau masih tetap berada di luar jangkauan pikiranku, hanyalah proyeksi dari Sang Aku, proyeksi dari Ia Yang Meliputi Segalanya. Ia yang berada di luar dan di dalam diri kita. Persis seperti air dan ikan dalam kolam. Air berada di luar ikan dan berada pula di dalamnya.. Saya menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam setiap tubuh manusia, saya menghormati setiap makhluk dan melihat Tuhan dalam diri mereka. Sang Suami: Pandangan para leluhur tentang Bhinneka Tunggal Ika selaras dengan pandangan bahwa semuanya merupakan proyeksi dari Ia Yang Meliputi Segalanya, dan juga selaras dengan pengetahuan modern tentang energi. Dalam buku Indonesia Baru disampaikan bahwa Orang-orang bodoh yang tidak memiliki akal sehat dan latar belakang ilmu yang memadai, mempersoalkan Bhinneka Tunggal Ika, kesatuan dan persatuan. Bertanyalah kepada Einstein dan Hawking, mereka akan menertawakan perbedaan yang terlihat kasat mata itu. Bhinneka Tunggal Ika bukan sekedar semboyan negara, bukan pula sekedar Saripati Budaya Nusantara. Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah Rumusan Ilmiah, Rumusan Kesadaran yang tak dapat dipungkiri. Bhinneka Tunggal Ika, sebuah rumusan hasil eksperimen panjang para leluhur kita jauh sebelum Einstein berbicara tentang Unified Field of Energy atau Medan Energi Terpadu. Sang Istri: Benar suamiku. Kita baru mengetahui lewat Fisika Kuantum yang

16

baru-baru ini ramai dibicarakan, sebelumnya kita tidak mengetahui hal itu. Sebelumnya, kita masih memisahkan segala sesuatu dalam 2 kelompok besar, materi dan energi. Pengelompokan itu pun ilusif. Albert Einstein telah membuktikannya lewat Teori Relativitas. Betul, bahwasanya materi juga energi. Tak ada sesuatu di luar energi. Alam semesta adalah medan energi. Kita semua bagian dari medan yang sama itu. Kita pun energi. Demikian disampaikan dalam buku Otak Pemimpin Kita. Selanjutnya dalam buku Panca Aksara disampaikan bahwa Energi itulah Tuhan. Tuhan adalah Energi Agung The Supreme Energy, The Supreme Being. Energi yang berada dimana-mana, dan meliputi alam semesta, juga berada di dalam diriku, di dalam dirimu, di dalam diri kita semua. Energi di luar, energi di dalam. Tuhan di luar, Tuhan di dalam . Hyang Di Luar, sedang berekspansi terus . Aku tidak mampu menggapai keluasan serta kebesarannya. Hyang Di Dalam dapat kurasakan Keberadaan serta Kehadirannya. Sang Suami: Dalam pandangan hidup kelima Swami Vivekananda berkata agar kita dapat membebaskan diri, maksudnya adalah membebaskan diri dari keterikatan pada dunia. Dalam buku Rahasia Alam dijelaskan tentang kebebasan diri dari keterikatan.. Kita tidak pernah bisa membebaskan diri dari dunia, karena dunia dan kita terbuat dari bahan baku yang sama. Perhiasan yang terbuat dari emas tidak dapat membebaskan diri dari emas. Bebaskan dirimu dari keterikatan, karena keterikatanmu bersifat ilusif. Keterikatan manusia tidak pada tempatnya. Keterikatan manusia adalah ciptaannya sendiri. Tercipta karena ketidaktahuan. Dengan cara apa pula dapat kubebaskan diri dari keterikatan? Gerbang Kebebasan dijaga oleh empat pengawal. Pengawal pertama adalah Shaanti, damai. Ia yang sudah damai dapat merasakan kedamaian di dalam dirinya dan dapat pula mendamaikan. Pengawal Gerbang Kebebasan kedua adalah Aatma Vichaarana. Aatma Vicharana berarti menganalisa diri, introspeksi diri, mawas diri, setiap upaya untuk mengenal diri dapat disebut Aatma Vichaarana. Pengawal Gerbang Kebebasan ketiga adalah Santhosa, kepuasan. Bukan memuaskan diri, tetapi memang puas. Santhosa bukanlah kepuasan yang disebabkan oleh sesuatu. Pengawal keempat Gerbang Kebebasan adalah Sadhusanga atau Satsanga berarti Pergaulan dengan mereka yang baik. Tidak perlu bermusuhan dengan dengan mereka yang kurang baik, tetapi anda juga perlu menghindari pergaulan yang tidak menunjang kesadaran. Sang Istri: Kita perlu sadar dulu, baru dapat menjalankan kebebasan dan setelah itu baru hidup. Sadar, bebas dan hidup. Perhatikan urutan ini. Anda harus mulai dari kesadaran. Sadar dulu, baru memproklamasikan kemerdekaan. Kemerdekaan, kebebasan tanpa kesadaran tidak akan tahan lama. Kesadaran adalah bekal awal. Tanpa bekal itu, kebebasan, kemerdekaan yang anda proklamasikan tidak bermakna sama sekali. Sewaktu-waktu, jiwa anda bisa dijajah kembali. Dulu penjajahnya lain, sekarang penjajahnya lain. Budak tetap budak. Sekali lagi, sadarilah kemampuan diri, potensi diri-keilahian dan kemuliaan diri. Setelah menyadarinya, baru memproklamasikan kemerdekaan. Baru membebaskan diri dari segala sesuatu yang mengikat diri anda, yang merantai jiwa anda. Setelah bebas, kemudian anda baru hidup. Anda baru bisa menikmati hidup ini. Anda baru bisa merayakan kehidupan

17

anda! Demikian disampaikan dalam buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan. Sang Suami: Kebebasan adalah anugerah Keberadaan yang harus kita syukuri. Dalam buku Panca Aksara disampaikan bahwa Dan, di atas segalanya, Anugerah-Nya yang sungguh tak tertandingi ialah Kebebasan. Ia memberi kita kebebasan untuk berpikir, berkarya, Ia tidak memperbudak kita. Jika kita berhamba kepada-Nya, maka itu pun bukanlah karena perintah-Nya. Tetapi, semata karena cinta kita, karena kesadaran serta keinginan kita untuk berhamba. Ia membebaskan kita dari belenggu-belenggu keterikatan, keserakahan dan lain sebagainya yang mengikat diri kita dan menyebabkan kesengsaraan. Ia membebaskan diri kita dari identitas diri yang palsu, aku yang tidak berarti. Ia mengantar kita pada Kesadaran Tertinggi Sang Aku Sejati!. Semoga Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

18

Jangan Lempar Tanggung Jawab Renungan Keenam Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan pandangan hidup keenam dari lima belas pandangan hidup Swami Vivekananda. Mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi mereka. Sang Istri: Renungan keenam.. Jangan main lempar tanggung jawab, jangan menyalahkan orang: Apabila dapat mengulurkan tangan untuk membantu, lakukan. Apabila tidak dapat membantu, berilah restu dan biarkan mereka melakukan dengan cara mereka. Sang Suami: Apabila dapat mengulurkan tangan untuk membantu, lakukan. Pengetahuan dan keahlian harus digunakan demi peningkatan kesadaran diri dan membantu serta melayani orang lain. Dalam buku I Ching Bagi Orang Modern disampaikan bahwa Jangan membiarkan pengetahuan dan keahlian anda membusuk. Gunakan demi peningkatan kesadaran diri, juga untuk membantu dan melayani orang lain. Itulah rahasia keberhasilan! Hidup ini bagaikan lahan subur. Orang bijak tak pernah kelaparan, dan tak akan membiarkan orang lain kelaparan. Kau tak kekurangan sesuatu pun. Bahkan kau dapat membantu mereka yang kurang beruntung. Bekerjalah demi kesejahteraan diri dan masyarakat, dan kau akan berhasil!. Bagaimana pun dalam kelanjutannya, buku tersebut menyampaikan.. Sebelum membantu orang lain, bantulah diri anda terlebih dahulu. Apabila anda memiliki uang, gunakan uang itu untuk menyejahterakan diri anda, keluarga anda baru masyarakat sekitar anda. Yang memiliki ilmu, dapat menggunakan ilmunya. Begitu pula dengan ia yang memiliki tenaga, kekuatan otot. la bisa menggunakan kekuatan ototnya. Sang Istri: Apabila dapat mengulurkan tangan untuk membantu, lakukan. Apabila tidak dapat membantu, berilah restu dan biarkan mereka melakukan dengan cara mereka. Adalah tugas, kewajiban serta tanggungjawab kita untuk melayani sesama manusia. Akan tetapi membantu seseorang itu harus secara bijak. Adakalanya kita akan disalahpahami karena perbedaan pandangan yang dimiliki. Apalagi bila kita berupaya membantu menyadarkan seseorang. Dalam buku Sexual Quotient disampaikan bahwa. Manusia selalu menemukan jenis-nya untuk berinteraksi, untuk berkumpul. Mereka hanya melakukan apa yang mereka anggap terbaik, paling berharga bagi mereka. Berbagilah kesadaran dengan mereka. Bila kau menemukan mereka dalam keadaan siap untuk menerima sesuatu yang lebih berharga darimu. Bila kesiapan untuk menerima sesuatu yang berharga itu belum ada, maka salami mereka dan sesegera mungkin tinggalkan mereka. Karena energi mereka juga dapat menyeretmu ke bawah, menyeretmu lagi ke tempat di mana energi seks, nafsu masih membara.. Sang Suami: Swami Vivekananda mengatakan Jangan main lempar tanggung jawab, jangan menyalahkan orang. Kebiasaan melempar tanggung jawab mengikis rasa percaya diri. Dalam buku I Ching Bagi Orang Modern disampaikan bahwa.

19

Kurangnya percaya diri muncul karena kebiasaan kita mencari kambing hitam. Setiap kali ada yang tidak beres, kita menyalahkan orang lain atau keadaan yang kita anggap kurang bersahabat. Kemudian, ada juga yang akan menyalahkan nasib. Masih ada lagi yang beranggapan bahwa ia sedang di-coba oleh Tuhan. Mereka yang menyalahkan orang lain, keadaan, nasib atau yang beranggapan bahwa Tuhan sedang men-coba dirinya, sebenarnya sedang melarikan diri dari tanggung jawab. Mereka sedang mencari pembenaran. Mereka kurang PD kurang percaya diri. Sang Istri: Benar suamiku, dalam berbangsa pun kita sering melempar tanggung jawab. Padahal secara langsung atau pun tidak langsung kita telah memilih para pemimpin dan para wakil rakyat. Secara tidak langsung kita telah ikut andil dalam pembuatan perundang-undangan, demikian juga dalam pendidikan generasi muda. Dalam buku Otak Pemimpin Kita disampaikan bahwa Banyak pendukung partai-partai politik yang merasa tidak ikut memilih seorang pemimpin yang terpilih, berusaha untuk membebaskan diri dari tanggungjawab. Sering kita melihat poster-poster Untung kami tidak memilih si Fulan sebagai pemimpin . Padahal, kita tidak bisa lepas dari tanggungjawab hanya dengan merasa tidak bertanggungjawab atau menggelar poster Sang Suami: Swami Vivekananda menghargai adanya perbedaan. Apabila dapat mengulurkan tangan untuk membantu, lakukan. Apabila tidak dapat membantu, berilah restu dan biarkan mereka melakukan dengan cara mereka Pandangan hidup seseorang dipengaruhi oleh sifat genetik bawaan, dan pengaruh orang tua, lingkungan, pendidikan dan pengalamannya. Kita harus bijak dan memahami pandangan orang lain. Dalam buku Masnawi Buku Kedua disampaikan bahwa Pemahaman mereka tentang agama, bagi mereka pemahaman kamu tentang agama, bagi kamu. Dalam satu agama saja, berjalan pada satu jalur saja, bisa terjadi beda pendapat. Apalagi antara agama yang berbeda, antara jalan yang berbeda. Perbedaan tidak dapat dihindari. Supaya engkau bisa menghormati dan mengapresiasi perbedaan, itulah Kehendak-Ku! Setiap jalan menuju Aku. Bukan hanya yang lurus, tetapi juga yang tidak lurus, penuh belokan. Di luar Aku, tak ada sesuatu yang dapat kau tuju. Dengan mengambil jalan lurus, engkau akan lebih cepat sampai kepada-Ku. Dengan mengambil jalan yang tidak lurus, penuh belokan, engkau akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Dan masing-masing harus mempertanggungjawabkan pilihannya.. Sang Istri: Benar suamiku, setelah memahami pandangan setiap orang yang berbeda karena pengalaman hidupnya, maka kita akan dapat menghormati pandangan orang lain. Dalam buku Ah Hridaya Sutra disampaikan bahwa. Tuhan itu satu Ada-Nya, Kendati dimuliakan dengan berbagai nama, Allah, Buddha, Yehovah, Bapa di Sorga, Tao, Widhi, Satnaam, Ahura Mazda dan masih sekian banyak nama lain yang Ia miliki. Agama hanyalah jalan menuju kepada-Nya. Setiap jalan valid adanya. Setiap jalan benar adanya. Tidak ada yang salah, sehingga tidak perlu ganti jalur. Hendaknya setiap orang meneruskan perjalannya pada jalur yang sama, karena tujuannya satu dan sama..

20

Sang Suami: Benar istriku, Swami Vivekananda menghormati adanya perbedaan pandangan, sehingga sering muncul pertanyaan, kita ini berada dalam jalur yang benar atau yang salah. Dalam buku Neospirituality & Neuroscience disampaikan tanggapan dari pertanyaan yang sering muncul tersebut. Pertanyaan ini muncul dari seseorang dalam penelitian kami, Bagaimana saya mengetahui bahwa jalur yang pernah saya pilih itu adalah jalur yang tepat dan jalur yang saat ini saya tempuh adalah jalur yang salah? Jawabannya adalah pertama, tidak ada jalur yang salah. Persoalannya, jalur itu tepat atau tidak bagi diri kita. Semua jalur bagus dan baik. Tetapi ada yang tepat bagi kita dan ada yang tidak tepat. Kedua, bila jalur yang saat ini sedang ditempuh adalah jalur yang tepat maka seseorang tak akan menoleh ke belakang lagi. Tidak akan ada kegelisahan dan keraguan. Malah yang ada rasa syukur, Ternyata jalur pertama itu berhasil mengantar saya ke tahap berikut. Seorang yang telah menemukan jalur hidupnya tak akan menjelek-jelekan jalur yang pernah ditempuhnya. la tidak akan mencari kesalahan, kelemahan, kejelekan dari jalur sebelumnya. la menerimanya sebagai anak tangga pertama yang mengantarnya ke anak tangga berikut. Ketiga, seseorang yang menjelek-jelekkan pengalaman sebelumnya, sesungguhnya menderita penyakit kurang percaya diri. la sedang berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa jalur baru yang dipilihnya itulah jalur yang tepat bagi dirinya. Sang Istri: Membantu seseorang harus dengan cerdas. Apakah bantuan tersebut akan meningkatkan kesadarannya? Dalam buku Otak Pemimpin Kita disampaikan bahwa. Orang bisa saja merasa kasihan dan melempar recehan. Tindakan ini sebenarnya hinaan bagi harga diri. Anda harus bekerja untuk penghidupan, melayani untuk memperoleh reputasi dan pengakuan, membuktikan bahwa diri Anda memang manusia yang patut dihargai. Kita menentukan harga diri kita, juga harga diri orang lain. Umumnya kita menaruh harga sangat tinggi bagi diri sendiri, dan sangat rendah bagi orang lain. Kita mudah tersinggung karena menaruh harga terlalu tinggi bagi diri sendiri. Mudah kecewa, mudah sakit hati, sedikit-sedikit merasa dihina dan menghina kembali semua karena harga diri Dalam buku Narada Bhakti Sutra disampaikan. Banyak yang tidak peduli apakah informasi yang mereka sampaikan itu mengutuhkan jiwa atau justru sebaliknya, membagi, mengkotak-kotak dan mencabik-cabik jiwa. Jiwa sendiri sudah tidak utuh, kemudian ketidakutuhan itu pula yang kita tularkan kepada orang lain. Sang Suami: Para Master menganjurkan kita membantu namun jangan berharap bantuan tersebut akan dimanfaatkan seratus persen sebagaimana mestinya. Dalam buku Kidung Agung Melagukan Cinta Bersama Raja Salomo diuraikan tentang harapan. Hidup Tanpa Harapan? Mustahil. Hidup Tanpa Berharap? Sangat mungkin. Harapan ibarat angin, ibarat udara. Kita tidak dapat hidup tanpa angin, tanpa udara. Kita tidak dapat menafikannya. Hidup dalam harapan tidak menjadi soal. Persoalan muncul ketika kita mulai berharap, ketika kita mulai mengharapkan sesuatu. Bila kita mengharapkan angin segar, dan angin yang kita peroleh tidak segar, kita kecewa. Bila kita mengharapkan kesejukan, dan yang kita peroleh adalah kegerahan, maka kita gelisah. Hidup dalam harapan berarti hidup dalam ruang

21

berudara, berangin. Dan kita tidak perlu mengharapkan hal itu, karena udara ada di mana-mana. Bila sebuah harapan diuraikan, dijelaskan, dimunculkan sifat-sifatnya, diberi embel-embel, dibandingkan dengan sesuatu yang lain, itulah awal kekecewaan dan kesengsaraan. Hiduplah dalam kasih Tuhan, maka kita akan hidup bahagia, damai, dan ceria. Tapi bila kita hidup dengan mengharapkan kasih Tuhan, bersiap-siaplah kecewa, karena definisi kita tentang kasih tidak selalu sama dengan kehendak-Nya yang penuh kasih.. Sang istri: Agar kita lebih bertanggung jawab terhadap masyarakat dan terhadap bangsa, buku Total Success menganjurkan agar.. Bergaullah dengan mereka yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka yang selalu bersemangat, tidak loyo, tidak bersembunyi dan mencari aman di balik dalih positive thinking, tetapi mereka yang bersikap positif dalam pengertian holistik terhadap hidup ini. Sense of Responsibility must be Defined as Corporate and Individual National Responsibility, and not just Social Responsibility. Tanggung jawab bukanlah terhadap masyarakat saja, tetapi terhadap bangsa secara utuh. Bergaullah dengan mereka yang sudi melayani Ibu Pertiwi dan setiap anaknya, entah dia beragama apa, bersuku apa, berbahasa apa, tinggal di mana, dan memiliki kepercayaan apa. Kita membutuhkan para pedagang, para politisi, para diplomat, pejabat, profesional, pendidik dan dan yang berjiwa nasionalis. Kita butuh orang-orang yang bangga mengaku diri sebagai Bangsa Indonesia, dan menempatkan identitas diri itu sebagai satu-satunya identitas dalam hal bermasyarakat. Semoga. Terima Kasih Guru Jaya Guru Deva!

22

Membantu Orang Lain Renungan Ketujuh Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya melanjutkan pembicaraan mereka tentang pandangan ketujuh dari lima belas pandangan hidup Swami Vivekananda. Mereka tetap menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi mereka. Bagi mereka pandangan-pandangan Bapak Anand Krishna tentang kehidupan telah membuat hidup mereka menjadi lebih bermakna. Sang Istri: Renungan ketujuh.. Bantulah orang lain: Bila uang membantu seseorang untuk berbuat baik kepada orang lain, uang tersebut berharga. Apabila tidak, uang tersebut hanyalah kumpulan kejahatan, dan semakin cepat disingkirkan semakin baik. Sang Suami: Istriku, kita telah membicarakan enam pandangan hidup Swami Vivekananda. Pertama, Kasih adalah Hukum Kehidupan. Kedua, adalah sikap mental kita sendiri yang membuat dunia seperti apa bagi kita. Ketiga, di balik segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu ada hikmahnya. Keempat, semuanya tergantung pada rasa kita. Rasa yakin adalah kekuatan dan semangat hidup. Kelima, menyadari bahwa Tuhan bersemayam dalam setiap manusia dan setiap makhluk. Keenam, jangan menyalahkan orang, apabila dapat mengulurkan tangan untuk membantu, lakukan Nampak jelas bahwa centerpointnya adalah diri. dalam membicarakan renungan ketujuh kita perlu membicarakan sekilas tentang jatidiri dahulu.. Sang Istri: Benar suamiku, oleh karena itu ada baiknya kita membaca buku Fengshui Awareness Rahasia Ilmu Kuno bagi Manusia Modern. Dalam buku tersebut disampaikan bahwa.. Centerpoint adalah Jatidirimu. Namun, untuk menemukannya, untuk mengenalinya, kau tetap harus berupaya. Upaya sederhana, tidak sulit. Untuk melihat dunia luar kau harus membuka mata fisik. Untuk menemukan sesuatu di dalam diri, kau harus membuka mata batin. Membuka mata batin juga tidak berarti melihat ke dalam melulu dan tidak lagi memperhatikan dunia luar, menutup diri terhadap dunia luar. Tidak bisa, bila mata batinmu terbuka, kau justru tidak dapat menutup diri terhadap dunia luar. Terbukanya mata batin membuatmu melihat dunia dengan persepsi yang berbeda. Kau tetap berkarya, tetap berumah-tangga, tetap menjalankan tugas kewajibanmu, tetapi dengan kesadaran yang berbeda. Kau akan berkarya tanpa pamrih, tanpa keterikatan pada hasil akhir. Kau akan menyerahkan urusan itu kepada Yang Maha Ada dan Maha Tahu. Biarlah Dia yang menentukan hasil, kau juga akan mencintai tanpa mengikat diri; bekerja tanpa menjadi budakpekerjaanmu; menjalani hidup dengan jiwa bebas, merdeka. Hidupmu, kemudian, menjadi sebuah perayaan yang tak pernah berakhir! Sang Suami: Istriku, untuk itu kita perlu membicarakan tentang, Kama Artha Dharma Moksha. Dalam buku Fengshui Awareness Rahasia Ilmu Kuno bagi Manusia Modern disampaikan bahwa Banyak cara, banyak jalan untuk menemukan pusat di dalam diri, untuk menemukan Jati Diri. Namun, ada 4 Upaya Utama, setiap upaya mewakili satu sudut, satu sisi kehidupan. Kita menemukan

23

Centerpoint dengan menarik garis silang antara sudut-sudut yang berseberangan, keempat Upaya Utama ini harus dipertemukan. Pertama adalah Kama atau Keinginan Keinginan Kuat, Tunggal, untuk menemukan Jati Diri. Sementara ini, keinginan kita masih bercabang. Terdorong oleh hawa nafsu, kita dapat menginginkan apa saja. Pelan-pelan, tanpa memaksa, kita harus mengarahkan keinginan ini kepada diri sendiri. Dari sekian banyak keinginan-keinginan, kita menjadikannya satu keinginan, Keinginan untuk Menemukan Jati Diri.. Kedua adalah Artha, biasa diterjemahkan sebagai Harta. Sesungguhnya Artha juga berarti Makna atau Arti. Temukan Makna Hidupmu! Adakah uang itu, harta itu yang memberi makna pada hidupmu? Bila ya, maka berhati-hatilah. Karena apa yang kau miliki saat ini tak mungkin kau miliki untuk selamanya. Jangankan uang, anggota keluarga pun pada suatu ketika akan meninggalkanmu, atau kau meninggalkan mereka. Bila kau terlalu percaya pada kepemilikan-mu, maka hidupmu bisa menjadi sangat tidak berarti ketika apa yang saat ini masih kau miliki, tidaklagi menjadi milikmu. Berusahalah untuk menemukan makna lain bagi hidupmu. Barangkali Kebahagiaan, rasa bahagia yang kau peroleh saat kau berbagi kebahagiaan. Tidak berarti kau tidak boleh mencari uang Silakan mencari uang, silakan menabung, silakan menjadi kaya-raya, tetapi janganlah kau mempercayai harta kekayaanmu. Kau pasti kecewa. Apa yang kau miliki hari ini, belum tentu masih kau miliki besok pagi.. Ketiga adalah Dharma, Kebajikan. Dalam bahasa sufi disebut Syariat Pedoman Perilaku. Pedoman Perilaku berdasarkan kesadaran, itulah Dharma. Jangan berbuat baik hanya karena kau dijanjikan sebuah kapling di surga. Itu bukanlah kebajikan, itu perdagangan belaka. Jual beli. Berbuatlah baik karena kebaikan itu baik. Berbuatlah baik karena dirimu baik. Berbuatlah baik karena kau sadar. Seseorang yang berada pada Jalur Dharma tidak perlu dipaksa, tidak perlu diiming-imingi, juga tidak perlu diintimidasi, diteror atau dipaksa untuk berbuat baik. Ia akan selalu berusaha untuk berbuat baik karena sadar! Keempat adalah Moksha, Kebebasan Mutlak. Dan, Kebebasan Mutlak berarti kebebasan dari, freedom from sekaligus kebebasan untuk, freedom for. Kita bebas dari penjajahan, tetapi tidak bebas untuk berpendapat. Ada rambu-rambu yang perlu ditaati, diperhatikan dan tidak dilanggar. Kenapa ada rambu-rambu? Karena kita belum sadar. Kita belum cukup menggunakan kebebasan untuk sadar untuk dengan penuh tanggungjawab. Barangkali memang karena itu, atau barangkali ada pihak-pihak yang merasa akan dirugikan bila kita meraih Kebebasan Untuk.. Sang Istri: Buku Fengshui Awareness Rahasia Ilmu Kuno bagi Manusia Modern juga melanjutkan bahwa. Kama, Artha, Dharma dan Moksha harus bertemu dan titik temunya itulah tujuan hidup, itulah Jati Dirimu! Titik Temu antara keempat upaya itu. Titik temu antara pasangan yang berseberangan. Janganlah kau mempertemukan Kama dengan Artha, karena kedua titik itu masih segaris. Pertemuan antara Kama dan Artha itulah yang selama ini terjadi kita hanya berkeinginan untuk mengumpulkan uang, mencari keuntungan dan menambah kepemilikan, entah itu berupa benda-benda yang tak bergerak, atau yang bergerak. Kama harus bertemu dengan Moksha, itulah titik di seberangnya. Berkeinginanlah untuk Meraih Kebebasan Mutlak. Kemudian Artha dan Dharma carilah harta sehingga kau dapat berbuat baik, dapat berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Berikan makna

24

kepada hidupmu dengan berbagi kebahagiaan, keceriaan, kedamaian, kasih. Sang Suami: Bila uang membantu seseorang untuk berbuat baik kepada orang lain, uang tersebut berharga. Apabila tidak, uang tersebut hanyalah kumpulan kejahatan, dan semakin cepat disingkirkan semakin baik. Swami Vivekananda mengingatkan kita agar Artha dipergunakan untuk Dharma. Artha juga bisa digunakan untuk membekali diri agar perjalanan kehidupan menjadi nyaman. Tetapi kita harus waspada, karena Artha juga bisa membelokkan tujuan kita dari tujuan utama mencari Kebebasan Sejati. Dalam buku Sandi Sutasoma Menemukan Kepingan Jiwa Mpu Tantular disampaikan tentang jalan Tantra Inilah Jalan Tantra. Inilah jalan kuno yang abadi. Berada di jalan ini, kau boleh menggunakan kereta kencanamu. Tidak ada keharusan bagimu untuk berjalan kaki. Badan jalan ini sangat lebar; jauh lebih lebar dari segala macam keinginan dan harapanmu. Kau boleh membekali diri dengan segala macam sarana dan prasarana supaya perjalananmu nyaman. Dalam Tantra kau tidak perlu melepaskan sesuatu, kecuali keterikatanmu, karena keterikatan dapat mengikat kedua kakimu dan kau tidak dapat melanjutkan perjalananmu. Kecuali itu, tidak ada sesuatu yang perlu kau khawatirkan. Entah berada di tengah keramaian dunia, entah di dalam istana, aku yakin, kau akan melanjutkan perjalananmu tanpa keterikatan! Inilah Jalan Tantra. Sang Istri: Harta kekayaan memberikan kenyamanan tetapi belum menjamin kebahagiaan. Dalam buku Bhaja Govindam Nyanyian Kebijaksanaan Sang Mahaguru Shankara disampaikan bahwa Bila harta kekayaanmu dapat membahagiakan dirimu, kenapa kau begitu sedih saat mati dan meninggalkannya? Kenapa tidak membawanya ke alam sana? Lalu apa arti tabunganmu selama ini? Masih untung bila kau sempat menikmati harta itu semasa hidupmu. Masih untung bila kau sempat hidup nyaman dengan apa yang kau miliki. Silakan menabung. Silakan beli properti, silakan berinvestasi. Asal tahu bahwa semua itu tidak membahagiakan. Tidak ada kebahagiaan yang dapat kau peroleh dari semua itu Dalam buku The Gospel of Michael Jackson disampaikan bahwa. Kita sudah banyak sekali mendengar ini: Uang dapat membeli kasur, tetapi tidak untuk tidur yang nyenyak; uang dapat membeli kenyamanan tetapi tidak membeli kebahagiaan; uang dapat membeli obat, tetapi tidak dapat membeli kesehatan; Uang dapat membeli rumah, tetapi tidak membeli tempat bernaung. Ya? Iya. Apakah kita benar-benar menyadarinya?.. Dalam buku Otak Pemimpin Kita disampaikan bahwa. Hidup bukanlah urusan cari uang. Uang dibutuhkan untuk hidup nyaman, itu saja. Uang bukanlah tujuan hidup. Bila harta, kedudukan dan sebagainya menjadi tujuan, maka seharusnya kita membawa semua itu ke alam kubur. Ternyata kita tidak dapat membawanya. Apa yang kita bawa? Diri kita sendiri. Raga pun tertinggal di sini. Apa pula Diri itu? Mari kita mencari tahu bersama, menelusurinya. Itulah meditasi. Sang Suami: Kenyamanan berada pada Chakra Ketiga. Manusia mulai merasa nyaman begitu nyamannya, sehingga biasanya tertidur lagi. Ia tidak melanjutkan perjalanannya. Ia lupa bahwa perjalanan jiwanya masih panjang. Ia baru pada chakra ketiga. Dalam buku Jalan Kesempurnaan melalui Kamasutra disampaikan

25

bahwa. Lapisan Kesadaran Ketiga ini berkembang menjadi kebutuhan akan kenyamanan, bukan sekedar tidur, sehingga jika mengantuk ia akan mencari ranjang yang empuk, ruangan yang nyaman, baru tidur. Selain itu, kebutuhannya akan kenyamanan diri sering kali membuatnya menjadi egois. Ia bisa mencelakakan orang lain, bisa mengabaikan kepentingan orang lain demi kenyamanan diri, demi kepentingan pribadi. Melangkah dari Lapisan Kesadaran Ketiga, kita memasuki Lapisan Kesadaran Keempat atau Anahat Chakra. Dalam lapisan kesadaran ini, kita baru mengenal Cinta. sesungguhnya yang membedakan kita dari binatang adalah rasa yang satu ini, Cinta! Sang Istri: Uang membuat nyaman, tetapi kita harus waspada agar kita tidak berhenti pada taraf kenyamanan belaka. Demikian juga uang mempengaruhi kehidupan bangsa, sehingga kita juga perlu waspada. Dalam buku Medina, Sehat Dalam Sekejap disampaikan bahwa. Meningkatnya konsumerisme, sangat mempengaruhi hidup kita. Di satu pihak, memang menyehatkan ekonomi negara, karena lebih banyak uang yang berputar, karena lebih banyak uang yang berputar. Tetapi, at what cost? Atas biaya apa dan siapa? Yang menanggung biayanya adalah manusia. Manusia yang telah menjadi mesin. Ya, mesin pencari uang! Sepanjang hari, ia mengejar uang dan uang dan uang. Keinginannya banyak sekali. Dan dia mendefinisikan kebahagiaan sebagai terpenuhinya keinginan-keinginan. Itu di Amerika Serikat. Lain Barat, lain Timur. Lain sana, lain sini. Di sini, lebih parah lagi. Tidak punya uang, tetapi diarahkan untuk mengikuti jejak Barat. Iklan di teve, di majalah, di pinggir jalan dan diatas atap pecakar langit semuanya sedang merayu anda, menggoda anda. Belilah aku, gunakanlah aku, cobalah aku dan kau akan bahagia!. Tapi anda tidak menjadi bahagia dengan itu, malah megap-megap kesetanan mengejar bayang-bayang!. Semoga kita semua sadar Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

26

Tegakkan Cita-Cita Renungan Kedelapan Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya kembali melanjutkan pembicaraan tentang Renungan Kedelapan dari Lima Belas Pandangan Hidup Swami Vivekananda. Mereka menggunakan regerensi buku-buku Bapak Anand Krishna. Mereka yakin Kebenaran itu universal adanya dan bisa dipahami dan dicapai dengan memakai keyakinan apa saja. Sang Istri: Renungan kedelapan..Tegakkan cita-cita: tugas kita adalah memberi semangat kepada setiap orang yang berjuang mencapai cita-cita tertingginya, dan yang juga berupaya agar cita-citanya mendekati dengan Kebenaran. Sang Suami: Para Master bermaksud menumbuhkan dorongan dari dalam diri kita. Urge adalah keinginan yang sangat kuat, keinginan yang menjadi dorongan dari dalam diri kita sendiri untuk melakukan sesuatu sehingga kita tidak membutuhkan lagi dorongan dari pihak lain di luar diri. Kembangkan dorongan kuat di dalam diri.. Demikian disampaikan dalam buku Kidung Agung Melagukan Cinta Bersama Raja Salomo. Dorongan dari dalam diri berbeda dengan motivasi dari luar yang biasanya dikaitkan dengan kenikmatan indra sebagai tujuan.. Ada yang mengaitkan kenikmatan indra dengan hidup, dan hawa napsu dengan kehidupan itu sendiri. Mereka membutuhkan motivasi untuk bekerja. Mereka membutuhkan dorongan untuk hidup. Motivasi atau dorongan yang mereka butuhkan itu hanya kata lain bagi kenikmatan indera dan hawa napsu. Motivasi dan dorongan yang mereka butuhkan ujung-ujungnya berupa kenikmatan sesaat kenyamanan yang dapat terganggu kapan saja.. Demikian disampaikan dalam buku Bodhidharma Kata Awal Adalah Kata Akhir. Sang Istri: Tugas kita adalah memberi semangat kepada setiap orang yang berjuang mencapai cita-cita tertingginya, dan yang juga berupaya agar cita-citanya mendekati dengan Kebenaran. Swami Vivekananda menyampaikan nasehat agar cita-cita tertinggi kita sedapat mungkin mendekati Kebenaran. Bahagia adalah rasa di dalam diri, bukan tercapainya rasa kenikmatan di luar diri. Karena yang di luar diri selalu berubah dan tidak abadi. Dalam buku Be Happy! Jadilah Bahagia Dan Berkah Bagi Dunia disampaikan bahwa.. Sekolah dan universitas tidak mengajarkan seni kebahagiaan, padahal kebahagiaan adalah tujuan hidup kita semua. Seni ini harus kita pelajari dari alam, dari lingkungan, dari kehidupan itu sendiri. Seni ini harus dipelajari dari mereka yang telah meraih kebahagiaan yang nyata, tangible, yang dapat dirasakan dalam hidup itu sendiri Sang Suami: Master Rumi menyampaikan banyak orang mencari Gusti Yesus untuk kesembuhan badannya. Padahal seharusnya minta obat untuk jiwanya, sehingga keinginannya mendekati Kebenaran. Dalam buku Masnawi Buku Kedua Bersama Jalaluddin Rumi Memasuki Pintu Gerbang Kebenaran disampaikan bahwa.. Nasihat Rumi untuk bersahabat dengan Yesus harus dipahami artinya. Yesus dikenal sebagai penyembuh. Ya, dia bisa menyembuhkan penyakit apa saja. Kita harus

27

pintar-pintar memohon bantuannya. Jika anda minta minyak gosok untuk punggung yang pegal atau obat tetes untuk mata yang memerah, anda sungguh menyia-nyiakan Yesus. Sementara ini, kita sungguh menyia-nyiakan Yesus dengan meminta hal-hal yang tidak berarti. Meminta keselamatan badan, yang pada suatu saat sudah pasti menjadi debu; meminta harta dan takhta, yang pada akhirnya justru bisa mencelakakan kita. Mintalah keselamatan jiwa. Jika bersahabat dengan Yesus, jangan meminta gula-gula. Mintalah sesuatu yang lebih bermakna. Rumi juga menjelaskan bahwa Yesus tidak berada di luar diri. Yesus berada di dalam diri-senantiasa siap sedia untuk membantu anda! Sang Istri: Tentang Kebenaran. Dalam buku Mawar Mistik, Ulasan Injil Maria Magdalena disampaikan bahwa. Baik dan buruk hanyalah perasaan sesaat. Siang-malam, panas-dingin, gugur-semi tak satu pun yang bertahan selama ini. Tak satu pun akan bertahan. Kendati demikian, di balik semua ini adalah Kebenaran Mutlak yang selalu ada. Kebenaran yang melampaui segala penjelasan, tidak ada dalam alam ini, tapi alam ini ada karena-Nya.. Demikian juga dalam buku Kidung Agung Melagukan Cinta Bersama Raja Salomo disampaikan. Dengan dorongan kuat itu kita bisa menyelam ke dalam diri dan orang yang pernah mengambil langkah ke dalam diri, bahkan satu langkah saja, pasti pernah dicium oleh-Nya. Karena yang perlu kita ambil hanyalah satu langkah itu. Kembangkan dorongan dalam diri. Begitu kita memasuki diri, Ia akan menarik kita lebih dalam, dan lebih dalam lagi. Bila kita masih mengeluh belum pernah dicium oleh-Nya, atau mencicipi cinta-Nya, berarti langkah yang menentukan itu belum pernah kita ambil.. Sang Suami: Swami Vivekananda memberi nasehat, Tugas kita adalah memberi semangat kepada setiap orang yang berjuang mencapai cita-cita tertingginya, dan yang juga berupaya agar cita-citanya mendekati dengan kebenaran. Berupaya agar kita pantas menjadi sahabat nabi, berupaya agar kesadaran kita mendekati kesadaran nabi. Dalam buku Masnawi Buku Kedua Bersama Jalaluddin Rumi Memasuki Pintu Gerbang Kebenaran disampaikan bahwa. Ada pedagang yang sedang melakukan perjalanan suci untuk memperoleh pengampunan-Nya. Ada pula pedagang yang berdoa agar keinginannya tercapai. Apa pun yang kita lakukan, ada buntutnya. Ada mau -nya. Bermohonlah, supaya yang sulit dipermudah bagimu. Supaya Dia menuntunmu sepanjang jalan hidup ini, karena Dia pula yang menjadi tujuan hidupmu. Mohonlah bimbingan-Nya. Nasihat ini sekaligus merupakan teguran agar kita tidak berdagang dengan Tuhan. Seorang sahabat harus berupaya agar kesadarannya mendekati kesadaran nabi. Dan kesadaran nabi tidak mengenal hubungan dagang. Tidak ada barteran, tukar-menukar dan lain sebagainya. Seorang nabi, seorang avatar, seorang mesias, seorang buddha tidak akan menjalin hubungan dagang dengan Tuhan, dengan Allah, dengan Keberadaan. Dia berserah diri sepenuhnya, Bukan kehendakku, Ya Allah, tetapi terjadilah Kehendak-Mu!Seorang Nabi sedang bicara dengan kerumunan. Ada juga doa-doa berbau dagang yang mereka ajarkan. Doa-doa semacam itu diperuntukkan bagi mereka yang masih berjiwa dagang, bukan bagi para sahabat. Pilihan ada di tangan kita, mau

28

mempertahankan jiwa dagang atau mau bersahabat dengan nabi. Bila mau bersahabat dengan nabi, kita harus pasrah. Harus menerima Kehendak Ilahi. Jangan mengeluh, jangan menyangsikan kebijakan-Nya. Sang Istri: Kita harus jujur terhadap diri sendiri, kita mencari ayat-ayat untuk membenarkan tindakan kita, atau apakah kita benar-benar mencari Kebenaran sesuai suara hati nurani kita. Dalam buku Bhagavad Gita Bagi Orang Modern, Menyelami Misteri Kehidupan disampaikan bahwa. Arjuna memberikan dalil-dalil yang terdengar sangat moralis, namun sebenarnya ia sedang menipu diri sendiri. Ada dua kelompok manusia. Yang satu ingin mencari konfirmasi atas tindakannya dari agama, yang kedua akan bertindak sesuai anjuran agama. Perbedaan antara kedua kelompok ini ibarat perbedaan antara bumi dan langit. Yang satu hanya mencari pembenaran atas tindakannya, yang kedua bertindak sesuai Kebenaran.. Sang Suami: Berbicara tentang Kebenaran, buku Ishq Mohabbat, Dari Nafsu Berahi Menuju Cinta Hakiki menyampaikan bahwa. Kebenaran tak pernah basi, ia tetap segar, namun pemahaman kita bisa menjadi basi. Kebenaran sebagaimana kita pahami dulu barangkali sudah tidak dapat diterima lagi sebagai kebenaran kini. Upaya hari ini memaksakan pemahaman kemarin hanya menciptakan keraguan, kesangsian, kekacauan. Pemahaman tentang kebenaran yang ditunda penyebarannya, dan disebarkan lama setelah terjadinya pemahaman itu, mengeluarkan aroma tak sedap pula. Bila pemahaman kita tentang kebenaran hanya dimaksudkan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan umum, tidak jadi soal. Kita boleh menundanya sampai kapan saja. Pemahaman yang basi sudah pasti terasa basi. Celakanya adalah ketika pemahaman kebenaran itu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan umum.Kita tidak mengonsumsinya sendiri, tidak mencicipinya sendiri, dan menyajikan begitu saja kepada orang lain. Kita tidak tahu bila sajian kita sudah basi. Sang Istri: Banyak pemicu di luar yang senantiasa berupaya untuk mengelabui dan menjauhkan diri kita dari kebenaran. Harta sebagai pemicu berusaha untuk meyakinkan kita bahwa kau lebih kaya dari orang lain atau sebaliknya, kau miskin, dia kaya Demikian disampaikan dalam buku The Gita Of Management, Panduan Bagi Eksekutif Muda Berwawasan Modern. Kebiasaan yang telah tersimpan dalam pikiran bawah sadar kita juga mempersulit kita mencari Kebenaran Selama pancaindra dikuasai pikiran, dikuasai oleh apa yang disebut upaadhi atau conditioning, maka Kebenaran akan tampak terbagi-bagi, terpecah-belah. Tampak banyak, padahal satu adanya. Upaadhi berarti program yang sudah berubah menjadi kebiasaan. Dari kecil kita diprogram untuk mempercayai kebenaran tentang berbagai hal. Beranjak dewasa, kita mulai kritis. Banyak hal tidak masuk akal, tetapi kita sudah terlanjur diprogram untuk mempercayainya. Karena itu terjadilah konflik di dalam diri. Banyak orang terperangkap dalam permainan lama: menolak conditioning lama, masuk conditioning baru pun akan membuat kita tetap jauh dari Kebenaran. Awan delusi tetaplah awan delusi. Lama atau baru sama saja. Demikian disampaikan dalam buku Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal..

29

Sang Suami: Buku Life Workbook, Melangkah Dalam Pencerahan, Kendala Dalam Perjalanan, Dan Cara Mengatasinya menyampaikan bahwaEnergi di dalam badan saya tidak beda dari energi di dalam badan Anda. Kesadaran di dalam diri saya tidak beda dari kesadaran di dalam diri Anda. Ekam Sad Viprah Bahudha Vadanti, Kebenaran Satu Ada-Nya. Mereka yang Paham Menyebut-Nya dengan Berbagai Nama. Setiap sisi Kebenaran diberi nama. Oke, fine, karena, Tuhan pun membiarkan hal itu terjadi. Buku Sabda Pencerahan, Ulasan Khotbah Yesus Di Atas Bukit Bagi Orang Modern juga menyampaikan bahwa kebenaran itu satu adanya Lihatlah dengan pandangan yang jernih dan akan Anda temukan bahwa kebenaran itu satu adanya. Jangan takut terhadap mereka yang buta. Karena kebutaan mereka, karena sempitnya wawasan mereka, Anda akan dicela. Anda akan difitnah mencampuradukan agama, bahkan Anda akan dianiaya dan disiksa memang merekalah yang berkuasa di muka bumi ini. Tetapi jangan lupa akan kekuatan Kebenaran itu sendiri. Sekuat-kuatnya mereka, lihat saja sejarah, mereka tidak berhasil membunuh orang-orang seperti Anda. Akhirnya mereka sendiri yang musnah, karena mereka menolak Kebenaran, karena mereka lebih mementingkan kedudukan mereka, karena mereka hanya percaya pada angka dan jumlah. Mereka hanya percaya pada kuantitas, tidak pada kualitas. Walaupun umat mereka, penganut paham mereka bertambah terus, apakah ada gunanya? Apakah ada perubahan pada sikap mental, apakah ada peningkatan pada kesadaran?.. Sang istri: Dalam buku Otobiografi Paramhansa Yogananda, Meniti Kehidupan bersama para Yogi, Fakir dan Mistik disampaikan bahwa.. Setiap orang yang sedang meniti jalan ke dalam diri pada suatu ketika akan menemukan bahwa Kebenaran Itu Satu Adanya. Dan bahwa jalan menuju Kebenaran bukanlah jalan raya. Jalan menuju Kebenaran, Jati-Diri, Kesadaran merupakan jalan pribadi. Jalan menuju kebenaran begitu sempit, sehingga Anda harus melewatinya seorang diri. Anda tidak bisa bergandengan tangan dengan siapa pun.. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

30

Dengarkan Suara Jiwa Renungan Kesembilan Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan Renungan Kesembilan dari Lima Belas Pandangan Hidup Swami Vivekananda. Mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensinya. Sang Istri: Renungan Kesembilan. Dengarkan suara jiwa kita: kita harus berkembang dari dalam diri. Tidak ada yang bisa mengajar, tidak ada yang membuat kita spiritual. Tidak ada pengajar kecuali jiwa kita sendiri. Sang Suami: Kata lain dari suara jiwa adalah suara hati nurani. Dalam buku Menemukan Jati Diri, I Ching Bagi Orang Modern disampaikan bahwa Suara lembut hati nurani anda, adalah suara wong cilik dalam diri anda. Dengarkan suara hati anda. Biarkan diri anda dituntun olehnya. Jangan tergoda oleh suara kerasmind yang selalu membingungkan. Mind tergantung pada fakta dan akan selalu menghitung laba-rugi. Sebaliknya, hati nurani mewakili Kebenaran Kebenaran Hakiki, Kebenaran Ilahi di balik fakta-fakta yang terlihat oleh mata kasat. Hati nurani telah melampaui dualitas. la tidak mengenal laba-rugi. la akan mempertemukan anda dengan hakikat diri, dengan jati diri. Dan penemuan jati diri tidak bisa disebut keuntungan ataupun kerugian. Bahkan tidak bisa disebut penemuan. Anda tidak pernah kehilangan jati diri. Selama ini, anda hanya tidak menyadarinya. Dengarkan suara nurani anda. Dan anda akan selalu berjaya, berhasil!. Sang Istri: Swami Vivekananda minta kita mendengarkan suara hati nurani. Dalam buku Mengikuti Irama Kehidupan Tao Teh Ching Bagi Orang Modern disampaikan bahwa.. Lao Tze mengatakan bahwa suara hati nurani kita berasal dari sumber sama yang menyebabkan terjadinya segala sesuatu dalam alam ini. Kebijaksanaan yang tidak dapat ditandingi, itulah suara nurani kita. Tetapi, suara hati nurani ini tidak akan terdengar oleh para cendekiawan. Mereka yang membanggakan dirinya sebagai cendekiawan akan menjadi tajam, menjadi teknokrat, birokrat. Mereka bisa menjadi apa saja. Mereka dapat menduduki jabatan-jabatan tinggi. Tetapi mereka kehilangan kontak dengan sesuatu yang tidak dapat dinilai dengan materi, suara hati mereka, kesadaran mereka. Sebaliknya, mereka yang sadar begitu percaya pada diri sendiri, sehingga tidak akan terikat pada identitas-identitas diri yang palsu. Mereka tidak akan menyombongkan diri mereka sebagai cendekiawan. Mereka akan semakin rendah hati. Pandangan mereka semakin lembut, tidak terfokuskan pada sesuatu. Mereka melihat dunia ini seutuhnya. Untuk meraih sesuatu, mereka tidak akan besikeras sedemikian rupa sampai-sampai tindakannya merugikan orang lain. Sang Suami: Benar istriku, dalam buku tersebut disampaikan bahwa. Lao Tze akan sangat membingungkan mereka yang hanya bekerja dengan fakta. Lao Tze melihat di balik fakta. Selama ini anda diharapkan menjadi tajam, pintar, cerdik. Lao Tze melihat bahwa kecerdikan kita selalu melahirkan konflik dan pertikaian. Ketajaman kita selalu menyakiti orang lain. Jadilah seperti pisau yang tumpul, maka Anda tidak akan menyakiti siapa pun. Semakin cerdik Anda, semakin jauh Anda dari

31

suara hati nurani. Kecerdikan apa yang dimiliki oleh Muhammad? Pendidikan apa yang pernah diraihNya? Dalam kesederhanaan itulah, wahyu dapat diturunkan.. Sang Istri: Iya suamiku, Swami Vivekananda minta kita mendengarkan suara jiwa bukan suara pikiran. Pikiran adalah kumpulan informasi, informasi dari luar diperoleh lewat panca indera. Informasi tersebut kontak dengan tubuh maka muncullah emosi. Oleh karena itu pikiran hanya menerima hal yang menyenangkan dirinya, menjauhi hal yang tidak menyenangkan dirinya dan acuh terhadap hal yang tidak berkaitan dengan dirinya. Karena dia selektif kadang kita mengabaikan hal yang penting bagi perkembangan jiwa kita. Dalam buku Ishq Ibadat, Bila Cinta Berubah Menjadi Ibadah disampaikan bahwa Hasil ketajaman atau kecerdasannya yang membuat dia makin kritis. Karena menganggap kurang logis dan tidak masuk akal, otak kita bisa menolak apa saja, termasuk apa yang sesungguhnya amat sangat penting bagi perkembangan jiwa kita, bagi evolusi batin kita.. Sang Suami: Mendengarkan suara jiwa juga berarti membuka jiwa kita, bukan membuka otak. Dalam buku Ishq Ibadat, Bila Cinta Berubah Menjadi Ibadah juga disampaikan bahwa. Membuka diri tidak berarti membuka otak. Tanpa dibuka pun sesungguhnya otak kita sudah terbuka. Keterbukaan otak terhadap apa saja tidak menjamin penerimaan. Otak bisa terbuka, dan bisa tidak menerima. Membuka diri berarti membuka jiwa kita. Bila jiwa terbuka, otak, hati, semuanya serentak ikut terbuka. Tidak perlu membuka satu persatu. Kita bisa membuka jiwa cukup dengan niat: Aku membuka diri terhadap segala sesuatu yang dapat mengembangkan jiwaku, meningkatkan kesadaranku. Ketika berhadapan dengan sesuatu yang baru , ulangi niat itu dalam hati Dengan hanya mengulangi niat untuk membuka diri terhadap segala sesuatu yang dapat mengembangkan jiwa dan meningkatkan kesadaran saja, sesungguhnya kita sudah melangkah ke dalam keterbukaan diri! Setiap kali melihat sesuatu yang baru, jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan. Bukalah dirimu, jiwamu, batinmu, ucapkan niatmu,maka jiwamu akan terbuka semakin lebar Sang Istri: Bukalah hatiku sehingga terdengar suara-Mu yang berasal dari dalam diriku juga. Selama ini yang terbuka hanyalah pikiran kita. Itu pun baru terbuka sedikit saja Kemudian, undang-undang, kitab suci semua akan kita gunakan demi kepentingan diri, demi keuntungan pribadi. Padahal yang dibutuhkan adalah keterbukaan hati. Undang-undang bukan tak bisa salah. Penafsiran serta pemahaman kita bisa keliru, tetapi hati nurani tidak pernah salah. Suara hati tidak pernah keliru. Demikian disampaikan dalam buku Fiqr Memasuki Alam Meditasi Lewat Gerbang Sufi.. Sang Suami: Swami Vivekananda minta kita mendengarkan suara hati, bukan suara pikiran dan perasaan. Dalam buku Fear Management, Mengelola Ketakutan Memacu Evolusi Diri disampaikan bahwa.. Kita perlu waspada, jangan-jangan apa yang kita anggap suara hati selama ini sesungguhnya bukanlah suara hati. Itu baru tuntutan pikiran dan perasaan. Mereka bergabung untuk menciptakan kebisingan di dalam diri. Kemudian, kebisingan di dalam diri itu membuat kita menjadi

32

berisik. Dan, selama kita masih berisik, suara hati tidak terdengar. Karena itu, tenang dulu dalam keadaan tenang itulah, suara hati baru terdengar. Bagaimana menenangkan diri, supaya suara hati terdengar jelas? Pertanyaan ini selalu muncul karena ketololan kita dalam memahami mekanisme badan. Kita bisa mulai dengan memperhatikan badan. Perhatikan napas, detak jantung, denyutan otak kita. Dalam keadaan tenang, napas kita teratur; detak jantung harmonis, berirama; dan denyutan otak menjadi sangat pelan. Sebaliknya, dalam keadaan tidak tenang, napas kita tidak teratur. Detak jantung tidak harmonis. Iramanya kacau. Denyutan otak menjadi liar. Untuk menenangkan diri, aturlah napas. Tarik napas dan buang napas 10 menit saja, maka kita menjadi tenang. Sang Istri: Yang berjiwa scientist akan mengejar pembuktian. Ia bisa menjadi seorang ilmuwan, seorang cendekiawan. Ia akan menghafal teks-teks agama. Ia bisa berceramah. Ia bisa memikat masa dengan dalil-dalilnya. Bahkan bisa menjadi seorang pakar agama. Ia masih belum spiritual. Jiwa dia masih seorang saintis. Ia adalah manusia berotak pincang, karena yang berkembang hanyalah otak kirinya. Otak kanan yang berhubungan dengan keindahan, dengan rasa, dengan seni, belum berkembang. Kelompok yang berjiwa spiritual telah mengalami perkembangan otak kiri dan sekarang tengah mengalami perkembangan otak sebelah kanan. Ialah seorang Insan Kamilmanusia sempurna. Yang masih mengejar mukjizat, yang masih mencaripembuktian, yang masih mengharapkan yang aneh-aneh adalah orang-orang yang berjiwa pincang. Ia butuh waktu, dan butuh waktu cukup lama untuk melampaui otak kiri dan mengembangkan otak kanannya.. Demikian disampaikan dalam buku Isa Hidup dan Ajaran Sang Masiha. Sang Suami: Kebenaran dihasilkan oleh intuisi, dan intuisi berkembang dalam keheningan. Intuisi melampaui instink-instink hewani Anda, melampaui pikiran dan logika, melampaui filsafat, dan hanya intuisilah yang dapat bertatap muka dengan Kebenaran. Biarkan dunia, menentang Anda pikiran Anda mungkin mengatakan satu hal dan hati Anda mengatakan hal yang lain. Jangan ikuti mereka. Ikutilah intuisi Anda. Pada saat-saat awal, memang sulit, bahkan sangat sulit untuk mendengar suara halus intuisi Anda. Tetapi, jangan menyerah. Suatu saat mungkin Anda salah menangkap suara pikiran ataupun suara hati Anda sebagai intuisi. Lewat kesalahan-kesalahan Anda sendiri, Anda akan belajar. Saat dalam kebingungan, duduklah diam bersama diri Anda. Rileks, berhenti sejenak, tenang dan Anda akan mulai mendengar suara halus intuisi Anda, intuisi yang sinonim dengan Kebenaran. Hanya apabila Anda berada dalam keadaan hening, intuisi mulai berfungsi. Tak peduli betapa populernya suatu kepercayaan, apabila suara halus intuisi Anda tidak mendukungnya, itu bukan diperuntukkan bagi Anda. Ikuti intuisi Anda sendiri. Sebutlah itu nurani Anda, atau mungkin intuisi Anda-apa pun yang Anda suka, itu adalah rahim yang mengandung Kebenaran. Inilah definisi saya tentang Kebenaran dan saya percaya bahwa Kebenaran ini sendiri saja yang dapat membuat Anda jaya, menang Demikian disampaikan dalam buku Kehidupan, Panduan Untuk Meniti Jalan Ke Dalam Diri. Sang Istri: Suara hati nurani akan membawa kita kepada penemuan jatidiri. Dalam

33

buku Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal disampaikan bahwa Cinta berasal dari hati nurani. Dan cinta tidak pernah takut. Demi cinta, seseorang bisa melakukan apa saja. Bisa membunuh dan bisa terbunuh. Seorang penguasa bisa meninggalkan kekuasaannya. Seorang raja bisa melepaskan kerajaannya. Itu baru cinta. Apalagi Kasih! Kasih yang berasal dari lapisan nurani yang terdalam, terbawah, lebih berani lagi. Jika Anda sudah mulai kontak dengan suara hati nurani bila Anda mulai mendengarkan suara hati nurani, penemuan jati diri tinggal tunggu hari saja. Bisikannya saja sudah cukup untuk membebaskan Anda dari rasa takut. Sebaliknya, tidak adanya kontak dengan hati nurani membuat Anda tidak mengenali diri sendiri.. Sang Suami: Istriku aku ingat pada petikan dari buku Surah Surah Terakhir Al Quran Bagi Orang Modern. Dengarkan sekali lagi hadits yang indah ini Bumi dan langit-Ku tidak dapat memuat-Ku. Tetapi hati hamba-Ku yang berimanlah yang lemah lembut dan tenang yang dapat memuat-Ku. Keyakinan, kelembutan dan ketenangan, tiga hal ini yang anda butuhkan. Untuk menyadari kehadiran-Nya dalam kalbu anda, dalam hati anda, itu saja yang anda butuhkan. Selama anda masih mencari-Nya di luar, sesungguhnya anda belum berkeyakinan, anda belum cukup lemah lembut dan jelas belum tenang.. Semoga kita semua menjadi hamba yang beriman yang lemah lembut dan tenang Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

34

Menjadi Diri Sendiri Renungan Kesepuluh Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri kembali membicarakan tentang Renungan Kesepuluh dari Pandangan Hidup Swami Vivekananda. Buku-buku Bapak Anand Krishna tetap menjadi referensi mereka. Karena pandangan-pandangan Bapak Anand Krishna telah mengubah diri mereka dari dalam, sehingga hidup mereka menjadi lebih bermakna. Dan mereka yakin bahwa pandangan para Master itu universal adanya. Sang Istri: Renungan Kesepuluh.. Menjadi Diri Sendiri: Keyakinan terbesar adalah menjadi benar sesuai sifat alami diri. Miliki keyakinan dalam diri! Sang Suami: Swami Vivekananda memberi nasehat tentang pentingnya kekuatan diri sendiri, bukan menyandarkan diri pada kekuatan di luar Power adalah kekuatan yang berasal dari dalam diri sendiri. Sifatnya alami. Force adalah kekuatan yang berasal dari luar diri, dibuat-buat, tidak alami, termasuk bila kita percaya pada dukungan dari pihak lain, baik institusi maupun perorangan. Buku Menemukan Jati Diri I Ching Bagi Orang Modern menyampaikan bahwa kita mempunyai potensi diri yang masih harus dikembangkan Hidup kita terasa hampa, kosong, karena memang tidak ada isinya. Kita tidak pemah mengisinya dengan sesuatu yang indah. Hidup kita tidak memiliki kedalaman. Kalaupun memiliki kedalaman, maka masih kosong. Kehampaan itu, kekosongan itu yang membuat kita gelisah. Kemudian, kita berupaya untuk mengisinya dengan kekayaan, kedudukan dan ketenaran. Semuanya sia-sia, karena kekayaan, kedudukan dan ketenaran akan menguap dalam sekejap. Sesaat kemudian, kita menjadi hampa kembali, kosong lagi. Lalu gelisah lagi! Kita tidak bisa mengisi diri kita dengan bayang-bayang. Kita harus mengisinya dengan sesuatu yang lebih berarti, lebih bermakna. Dan yang lebih berarti, yang lebih bermakna itu sesungguhnya sudah ada dalam diri kita. Sudah ada dalam bentuk potensi potensi diri yang masih belum berkembang, yang masih harus dikembangkan. Kembangkan potensi diri, jadilah diri sendiri. Lalu, apabila I Ching menganjurkan agar kita meniru para bijak, yang dimaksudkan adalah tirulah semangat mereka. Meniru seorang Lao Tze atau seorang Buddha atau seorang Muhammad tidak berarti kita menjadi photo-copy mereka. Tirulah kegigihan mereka dalam hal pengembangan diri. Jika itu yang kita lakukan, kita akan selalu jaya, selalu berhasil!.. Sang Istri: Dalam buku Masnawi Buku Kedua Bersama Jalaluddin Rumi Memasuki Pintu Gerbang Kebenaran disampaikan tahapan spiritual yang dimulai dengan menjadi diri sendiri.. Jujur dulu, be yourself. Jangan meniru orang. Pada tahap awal itu, dualitas masih akan tetap ada. Baik-buruk, surga-neraka, panas-dingin, Adam-Iblis semuanya masih ada. Begitu pula dengan keangkuhan, kesombongan, arogansi masih tetap ada. Karena itu, setelah berhasil mengusir kemunafikan dari dalam diri, jangan terlena. Jangan duduk diam. Langkah berikutnya adalah mengusir arogansi, Bung Kesombongan, Saudara Keangkuhan. Terakhir, baru mengatasi dualitas.. Belum mengusir kemunafikan, belum pula mengusir keangkuhan, sudah cepat-cepat ingin melampaui dualitas. Jelas tidak

35

bisa.. Sang Suami: Benar istriku, bahkan menjadi diri sendiri itu adalah sisi lain dari moksha, kebebasan. Dalam buku Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal disampaikan bahwa.. Jangan menganggap dirimu rendah, jangan menganggap dirimu tinggi. Just be yourself. Jadilah dirimu. Itu saja. Tidak perlu meniru orang. Dan menjadi diri sendiri itulah mokshakebebasan! Kesadaran diri atau menjadi diri sendiri merupakan sisi lain moksha atau kebebasan. Yang menyadari dirinya akan menjadi bebas. Yang bebas akan menyadari dirinya. Kesadaran diri merupakan sisi lain moksha atau kebebasan. Shri Shankara sedang berupaya untuk meyakinkan bahwa sesungguhnya kita bukan budak. Sesungguhnya tidak ada rantai yang membelenggu kita. Bahwasanya kita sedang mengada-ada. Sadarlah!. Sang istri: Mengenal diri sendiri berarti mengenal Allah. la tidak berada di suatu tempat di atas, yang selama ini kita namakan sorga. Menyatakan bahwa Allah berada di sorga, dan tidak di neraka, hanya membuktikan betapa sempitnya Kekuasaan Allah. la berada di mana? Sorga dan neraka bukanlah nama suatu tempat. Kehidupan ini bisa menjadi sorga dan bisa juga menjadi neraka bagi kita. Hidup dalam kasih-Nya, hidup dengan kesadaran, itulah sorga. Itu yang membuat hidup Anda bahagia. Hidup dalam kebencian, hidup tanpa kesadaran, itulah neraka. Itu yang membuat hidup Anda sengsara.. Demikian disampaikan dalam buku Sabda Pencerahan, Ulasan Khotbah Yesus Di Atas Bukit Bagi Orang Modern. Suamiku, bila Allah berada di Timur di Barat dan di mana-mana, semestinya berada dalam diri kita juga. Dalam buku Mawar Mistik, Ulasan Injil Maria Magdalena disampaikan bahwa. Yesus adalah cerminan diri kita. Ia sedang mengajak kita untuk menjadi Dia; menjadi diri sendiri. Kita tidak mengindahkan ajakan itu, karena memang lebih gampang memuja-Nya; lebih gampang menyatakan diri sebagai pengikutnya daripada menjadi Dia. Menjadi Dia adalah pekerjaan yang sangat berat; kita belum siap untuk itu. Menyatakan diri sebagai umat Kristiani adalah pekerjaan yang mudah. Menjadi Kristus dan memikul sendiri kayu salib adalah pekerjaan berat.. Sang Suami: Benar istriku. Penerapan syariat haruslah dimulai dari diri sendiri. Agama haruslah terlebih dahulu diterjemahkan dalam keseharian kita sendiri. Sudahkah kita berdamai dengan diri sendiri? Sudahkah kita menerapkan kasih dalam keseharian kita? Berdamai berarti kau menerima kesenangan dan ketaksenangan mereka dengan rasa kasih yang sama. Kau tidak lebih mengasihi mereka yang menyenangimu dibandingkan dengan mereka yang tidak menyenangimu. Semangat inilah yang harus mewarnai syariat. Ketika bicara tentang Mohabbat atau Kasih Sejati, Cinta Ilahi, sebagai hasil akhir syariat, janganlah kau mengartikan bahwa penerapan syariat harus menunggu sampai berkembangnya Kasih di dalam dirimu. Penerapan syariat dengan penuh kesadaran, bukan karena paksaan, itu pun pada diri sendiri, kelak akan berkembang menjadi Mohabbat, Kasih. Kemudian, kehadiranmu, keberadaanmu akan menyebarkan syariat, Syariat Mohabbat.. Demikian disampaikan dalam buku Dari Syariat Menuju Mohabbat, Sebuah Dialog

36

Sang Istri: Dalam buku Shambala, Fajar Pencerahan di Lembah Kesadaran disampaikan bahwa Kesadaran Murni dapat dicapai dengan mengenali jatidiri Aku meyakini bahwa meskipun sudah sadar, jika dipengaruhi oleh mind, kesadaran manusia bisa merosot lagi. Kemudian, ia mengalami perubahan-perubahan, penderitaan dan kelahiran serta kematian yang tidak berkesudahan. Menemukan jatidiri sama dengan menemukan Tuhan. Aku meyakini bahwa Sumber Abadi/Puncak Kenyataan atau Kesadaran Murni dapat dicapai dengan menyadari atau mengenali jatidiri. Sekarang aku baru tahu, baru yakin bahwa Kesadaran diri harus diterjemahkan dalam hidup sehari-hari. Aku meyakini bahwa kesadaran diri mengantar kita pada tindakan tanpa perbuatan dan akhirnya pada pencerahan. Sekarang aku baru tahu, yakin bahwa di atas segalanya, seseorang harus mandiri. Aku meyakini kemandirian diri dan harus bertanggungjawab pada suara hati nuraninya sendiri yang merupakan manifestasi dari kesadaran-Nya dari Kesadaran Murni! Sang Suami: Keyakinan terbesar adalah menjadi benar sesuai sifat alami diri. Swami Vivekananda agar kita sesuai dengan sifat dasar, sifat alami kita. Dalam buku Life Workbook, Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya disampaikan bahwa.. Ketahuilah sifat dasarmu. Seperti apakah jiwamu? Jiwa seorang seniman atau seorang saintis? Seorang seniman yang berprofesi sebagai peneliti, dokter, politisi atau prajurit, akan menderita seumur hidup, karena semua pekerjaan itu membutuhkan otak, bukan hati. Ketahuilah sifat dasarmu. Jika kita memiliki jiwa seorang saintis, dan berprofesi sebagai musisi atau penari, kita pun pasti gagal dan menyebabkan penderitaan bagi diri sendiri. Setelah mengetahui sifat dasar, pelajarilah kemampuan diri. Jangan melakukan sesuatu di luar batas kemampuan, kecuali kita ingin meningkatkan kemampuan diri. Dan keinginan itu disertai dengan upaya nyata, dengan kerja keras untuk mencapainya. Dua check points utama adalah : Pertama: Ketahuilah sifat dasarmu. Kedua: Kenalilah kemampuan dirimu. Sang Istri: .Mulai saat ini, cintailah diri Anda sendiri. Cintailah hidup ini. Jadikan kehidupan ini menjadi sesuatu yang dinamis. Beralirlah seperti sungai. Jangan berhenti dalam perjalanan Anda menuju Lautan Illahi. Belajarlah berkata, Aku mencintai diriku. Anda selama ini sibuk mempelajari orang lain, mencintai orang lain, memperhatikan orang lain sehingga lupa mempelajari diri sendiri, mencintai diri sendiri, memperhatikan diri sendiri. Jangan sibuk membuka selubung orang lain, bukalah selubung Anda sendiri.. Demikian disampaikan dalam buku Kehidupan. Panduan Untuk Meniti Jalan Ke Dalam Diri. Sang Suami: Benar istriku, dalam buku Five Steps To Awareness, 40 Kebiasaan Orang Yang Tercerahkan disampaikan bahwa. Temukan Dirimu dengan upaya sungguh-sungguh. Inilah jihad sesungguhnya. Jihad untuk mempertemukan kita dengan diri sendiri. Inilah yang mendatangkan kebahagiaan, karena jihad yang ini mempertemukan kita dengan Sumber Segala Kebahagiaan di dalam diri kita. Kebahagiaan yang tidak tergantung pada hal-hal luaran; kebahagiaan yang tidak membutuhkan pemicu-pemicu dari luar; kebahagiaan yang kekal, abadi, sekekal diri

37

kita, seabadi jiwa kita. Kebahagiaan itulah jadi diri kita. Itulah sifat dasar kita. Apa yang disebut jati diri sesungguhnya bukanlah jati diri-mu atau jdi diri-ku tetapi hanya jati diri. Titik. Jati diri adalah esensi kehidupan, inti sari kehidupan; titik awal dan titik akhir kehidupan.. Sang Istri: Latihan-latihan meditasi hanya dapat mengantar Anda sampai pada tahap kenal cinta, kenal diri sendiri, kenal Allah. Selanjutnya Anda harus berjalan sendiri. Selanjutnya, Anda harus kerja sendiri. Berserah diri sepenuhnya, penggallah kepala ego Anda, dan cinta dalam diri Anda akan semakin matang, semakin dewasa, semakin mendekati tahap kasih, di mana Anda merasakan kesatuan, persatuan dengan semesta. Demikian disampaikan dalam buku Menyelami Samudra Kebijaksanaan Sufi. Sang Suami: Bagaimana pun dalam buku Fear Management, Mengelola Ketakutan, Memacu Evolusi Diri disampaikan bahwa.. Dunia kita terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok yang malas dan mengharapkan perubahan dan kelompok yang rajin dan mengakibatkan terjadinya perubahan. Celakanya, kelompok pertama selalu mayoritas. Dominasi mereka tak pernah surut. Banyaknya jumlah pemalas itu telah mempengaruhi seluruh budaya kita. Lebih banyak di antara kita yang berharap daripada yang bekerja untuk mewujudkan harapan itu. Mereka belum paham bahwa pembaharuan itu mesti terjadi dari diri sendiri.. Semoga kita semua melakukan pembaharuan diri sendiri Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

38

Tak Ada Yang Mustahil Renungan Kesebelas Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya melanjutkan pembicaraan tentang Pandangan Hidup Swami Vivekananda yang berjumlah lima belas. Mereka sudah sampai pada Renungan yang Kesebelas. Buku-buku Bapak Anand Krishna dijadikan referensi mereka. Bagi mereka pandangan para Master selalu ada benang merah kesamaannya. Sang Istri: Renungan Kesebelas..Tidak ada yang mustahil: Jangan pernah berpikir ada yang mustahil bagi jiwa. Sungguh keterlaluan cara berpikir yang demikian. Apabila ada dosa, hanyalah ada satu dosa yaitu bila meyakini bahwa kamu atau orang lain lemah. Sang Suami: Jangan pernah berpikir ada yang mustahil bagi jiwa. Setelah memahami sejarah evolusi dari DNA, kita harus mensyukuri kelahiran kita sebagai manusia. Dalam buku The Gospel of Michael Jackson disampaikan. Janganlah kita hinakan kelahiran, tubuh dan pikiran manusia kita. Kelahiran sebagai manusia adalah anugerah besar, kalau tidak yang terbesar, dari Bunda Alam Semesta. Marilah bersyukur atas pemberian ini. Inilah cara untuk mengembangkan rasa percaya diri. Inilah cara untuk mengembangkan rasa percaya diri. Rasa syukur membawa kita pada rasa percaya diri. Rasa percaya diri akan membawa kita pada keyakinan.. Rasa takut kita warisi dari proses evolusi yang panjang. Rasa takut ini juga yang kita bagi dengan binatang lain. Rasa takut menurunkan kita menjadi binatang sosial. Dengan demikian, rasa takut adalah penghambat kemajuan dan evolusi lanjutan. Untuk menyadari takdir kita sebagai manusia, kita harus setidaknya berusaha meniadakan rasa takut. Begitu kita dapat melewati rasa takut dan menjadi berani, kita mulai bisa memproyeksikan, mewujudkan sifat ilahi dalam diri. Mekanisme flight or fight atau lari atau berkelahi lahir dari rasa takut. Karenanya kita menjadi reaktif. Begitu kita diserang, kalau tidak balik melawan, ya kita lari. Kita tidak bereaksi dengan cara lain. Namun, begitu kita dapat melewati rasa takut dan menjadi berani, saat itulah kita berhenti menjadi reaktif. Sebaliknya kita menjadi responsive, saat diserang, kita tidak langsung balik melawan atau mengambil langkah seribu Sang Istri: Benar suamiku, Swami Vivekananda berkataa hanyalah ada satu dosa yaitu bila meyakini bahwa kamu atau orang lain lemah Tanpa disadari, alam bawah sadar kita sudah terlanjur menyimpan sekian banyak memori yang kemudian menentukan sifat kita, watak kita, karakter kita. Kadang kita merasa tidak berdaya melawan salah satu kelemahan diri. Padahal sadar betul bahwa itu merupakan kelemahan sesuatu yang harus diatasi, dilampaui. Berbagai cara pun kita tempuh untuk melawannya. Banyak energi yang terboroskan hasilnya tetap nihil. Fisik malah kekurangan energi karena perlawanan, jiwa pun melemah. Cara-cara yang kita tempuh selama ini salah, keliru. Kelemahan-kelemahan diri tidak perlu dilawan, harus dibuang. Alam bawah sadar kita perlu dibersihkan. Itulah tujuan utama latihan-latihan kita. Alam bawah sadar yang penuh dengan berbagai macam memori ibarat tong sampah yang harus dibersihkan. Seperti gelas kotor yang harus dibersihkan dulu

39

sebelum diisi dengan air bersih Demikian disampaikan dalam buku Self Empowerment.. Sang Suami: Benar istriku, dalam buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan disampaikan bahwa.. Jika Anda sudah tahu apa yang terbaik, Anda tidak akan mencari lagi, karena yang terbaik justru tidak perlu dicari. Yang terbaik justru ada di dalam diri Anda. Yang dibutuhkan bukanlah pencarian,tetapi penggalian. Akhirilah pencarian Anda. Mulailah menggali dalam diri Anda sendiri. Dan untuk penggalian, Anda tidak butuh terlalu banyak pengetahuan. Sedikit saja sudah cukup. Mereka ingin menjadi kuat. Tetapi cara yang mereka tempuh salah. Mereka belum sadar bahwa sumber kekuatan ada dalam diri mereka. Mereka tak melihat bahwa merebut hak orang dan menambah kepemilikan bukanlah cara yang tepat untuk menyadari kekuatan diri. Untuk menyadari kekuatan diri, Anda tidak perlu merebut atau merampas sesuatu milik orang lain. Yang dibutuhkan adalah perenungan, meditasi. Anda harus menyelami diri sendiri, meniti jalan ke dalam diri.. Sadarilah bahwa Anda sesungguhnya tidak lemah. Selama ini Anda pikir Anda lemah. Lalu Anda mempercayai pikiran itu. Kelemahan diri Anda hanya ada dalam pikiran. Bangkitlah-bangunlah-sadarlah! Dan setelah menyadari kekuatan diri, jangan duduk diam Sang Istri: Benar suamiku. Dalam buku Seni Memberdaya Diri 2, Meditasi untuk Peningkatan Kesadaran disampaikan bahwa setelah menyadari adanya kelemahan diri, kita harus berupaya mengubahnya . Ia yang mengakui kelemahan dirinya, ia yang mengakui kesalahan dirinya, telah mengambil langkah awal menuju transformasi diri. Dan tanpa langkah awal itu, tidak seorang pun yang dapat membantu Anda. Hendaknya para meditator tidak sibuk memperhatikan orang lain. Kelemahan orang lain, keliaran dan ketidakwarasan orang lain melulu yang biasanya kita perhatikan. Diri sendiri lupa diperhatikan. Alihkan perhatian Anda. Jangan dilihat di luar diri. Lihatlah dalam dirimu. Jaga pula dirimu. Jangan sampai tanaman kesadaran yang baru tumbuh sedikit musnah terinjak-injak oleh binatan-binatang liar. Berhati-hatilah dengan pergaulan Anda, dengan persahabatan dan kemitraan Anda! Transformasi diri berarti mengubah diri. Transformasi diri menuntut perubahan total. Renovasi tanggung bukanlah suatu solusi. Transformasi diri berarti peningkatan kesadaran. Naluri hewani harus dibuang jauh-jauh. Kesadaran insani pun harus dilampaui. Tujuan kita adalah Kesadaran Murni, Kesadaran Ilahi!.. Sang Suami: Apabila ada dosa, hanyalah ada satu dosa yaitu bila meyakini bahwa kamu atau orang lain lemah. Swami Vivekananda mengingatkan siapa Aku sejati kita, sehingga meyakini kelemahan diri adalah tindakan salah. Dalam buku Bhagavad Gita Bagi Orang Modern, Menyelami Misteri Kehidupan disampaikan.. Kadang kita mengidentitaskan diri kita dengan badan, kadang dengan pikiran, kadang dengan emosi. Kadang kita terlibat dengan benda-benda duniawi yang tidak permanen. Kadang kita bersuka ria, kadang tenggelam dalam duka yang tak terhingga. Kita melupakan identitas diri kita yang sebenarnya. Kita lupa akan Aku yang sejati, yang tak pernah musnah, yang kekal dan abadi.. Dalam buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan disampaikan Ingat

40

bahwa Keilahian, Kemuliaan adalah Kebenaran Sejati Manusia. Dan Keilahian ini tidak bisa diperjualbelikan; tidak bisa ditimbun sebagaimana mereka menimbun harta benda. Yang kaya telah melupakan Keilahian dirinya, Kemuliaan dirinya dan mengikat diri dengan kekayaannya. Begitu pula dengan yang muda. Ia melepaskannya demi kenikmatan dan kesenangan sesaat. Anda tidak bisa membeli keilahian ataupun kemuliaan. Bahkan Anda tidak perlu membelinya, karena keilahian itulah kebenaran diri Anda, karena kemuliaan itulah jatidiri Anda Sebagaimana kebinatangan adalah sifat dasar binatang dan kemanusiaan adalah sifat dasar manusia, begitu pula Keilahian adalah Sifat Dasar Allah. Kemuliaan adalah Sifat Dasar Ia Yang Maha Mulia. Dan itu pula yang Ia berikan kepada Anda. Sebelum orang tua memberikan nama dan menempelkan cap agama, Tuhan sudah membekali Anda dengan keilahian, kemuliaan. Sang Istri: Swami Vivekananda berkata tentang dosa. Alam bawah sadar atau subconscious adalah beban yang kita warisi sejak lahir. Dalam tradisi Kristen, mereka menamakannya Dosa Asal.. Kata dosa itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta dosha yang berarti kesalahan atau kekhilafan. Jadi sesuatu yang bisa diperbaiki. Kemudian jika agama Kristen bicara tentang dosa asal, kita dapat memahaminya. Yang dimaksudkan adalah synap-synap asli yang membentuksubconscious mind kita saat kelahiran. Itu jelas merupakan beban, tetapi dapat diringankan. Walaupun mempengaruhi hidup, kita bisa saja melepaskan diri dari pengaruhnya. Pemahaman yang betul tentang hukum evolusi dan sebab-akibat akan membebaskan manusia dari rasa takut. Dan membuat dirinya lebih bertanggung jawab. Bertanggung jawab atas setiap perbuatan, ucapan, dan pikirannya Demikian disampaikan dalam buku MedEri MedisMeditasi, Persepsi Baru Bagi Manusia Baru Sang Suami: Benar istriku.. Dosa disebabkan oleh ketakselarasan kita dengan alam. Setiap tindakan yang tidak selaras dengan alam adalah dosa. Dosa tidak memiliki eksistensi di luar tindakan kita yang tidak selaras dengan alam. Adanya dosa karena adanya tindakan kita yang tidak selaras dengan alam. Matematika dosa sebenarnya sederhana sekali. Dosa = Aku + Tindakan yang tidak selaras dengan alam.. Demikian disampaikan dalam buku Mawar Mistik, Ulasan Injil Maria Magdalena. Dalam buku Vedaanta, Harapan Bagi Masa Depan disampaikan bahwa. Apa yang disebut dosa, oleh para pujangga kita, disebut ketaktahuan. Dosa atau Dosha adalah kekeliruan, Kesalahan, Kesalahpahaman, Kekhilafan. Dan, dapat diatasi. Agama, bagi para pujangga kita, adalah sarana untuk mengatasi dosha-dosha manusia. Maka, ia tidak bekerja sendiri secara otomatis. la harus dilakoni. Tidaklah cukup jika kita mengaku sudah beragama, atau mencantumkan agama tertentu dalam kolom KTP kita.. Bhagavad Gita Bagi Orang Modern, Menyelami Misteri Kehidupan disampaikan bahwa. Pada dasarnya, Kau Aku yang menghuni badan ini tak ternodakan. Dosa adalah kekhilafan, disebabkan oleh kurangnya kesadaran. Begitu kau sadar, kau dapat mengoreksi dirimu. Apabila kita dapat meningkatkan kesadaran kita, kita berada dalam kesadaran-Nya, dalam kesadaran Aku yang sejati, dalam kesadaran Ia. Pada

41

kondisi semacam itu dosa, kekhilafan tak akan terjadi.. Sang Istri: Setelah kita menyadari kekuatan jiwa dan tidak ada yang mustahil bagi jiwa, sebaiknya kita mulai belajar untuk memberi. Dalam bukuBersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan disampaikan.. Belajarlah untuk memberi. Memberi, tetapi tidak mengharapkan ucapan terima kasih. Memberi dan memberi dan memberi! Dengan memberi dan mengasihi, kualitas hidup Anda akan meningkat. Dan kualitas hidup itulah yang penting. Apa gunanya hidup sampai usia 70 atau 80 atau 90 tahun, apabila kehidupan Anda tidak berkualitas? Apabila waktu Anda hanya tersia-sia hanya untuk kejar-mengejar kekayaan, kedudukan dan ketenaran, ketahuilah bahwa kehidupan akan melewati Anda begitu saja. Demikian, sesungguhnya Anda tidak pernah hidup. Anda hanya melewati waktu, atau justru waktu melewati Anda.. Sang Suami: Benar istriku dan mari kita praktekkan apa yang kita ketahui dalam hidup sehari-hari. Dalam buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan tersebut juga disampaikan bahwa Pengetahuan sedikit, asal dipraktekkan, diterjemahkan dalam hidup sehari-hari lewat karya nyata jauh lebih berharga daripada banyak pengetahuan yang nganggur, yang tidak dipraktekkan, tidak diterjemahkan dalam hidup sehari-hari. Jangan mengoleksi pengetahuan. Anda boleh menimbun ratusan, bahkan ribuan ton pengetahuan. Apa gunanya? Sekilo yang digunakan jauh lebih bermakna Kepalamu, otakmu jangan dijadikan perpustakaan. Pengetahuan hendaknya dipraktekkan, tidak hanya ditimbun terus. Anda hanya membebani otak Anda Semoga. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

42

Daya Kekuatan Dalam Diri Renungan Keduabelas Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya mengagumi Swami Vivekananda. Swami Vivekananda adalah Master, Pemandu rohani yang memiliki semangat bergelora. Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia menjadikan Swami Vivekananda sebagai idolanya. Nampaknya, Bung Karno dan mereka yang berjuang bagi Ibu Pertiwi tak pernah lepas dari penjara yang direkayasa para musuhnya. Tetapi mereka tak pernah menyerah putus asa, karena meyakini Kebenaran mereka. Kali ini sepasang suami istri membicarakan renungan keduabelas dari lima belas pandangan hidup Swami Vivekananda. Buku-buku Bapak Anand Krishna menjadi referensi mereka.. Sang Istri: Renungan Keduabelas.. Kita memiliki Daya Kekuatan: Semua potensi daya kekuatan di alam sudah ada dalam diri. Adalah kita sendiri yang meletakkan tangan sebelum mata kita berteriak hari mulai gelap. (Adalah kita sendiri yang menyerah selagi kesempatan berjuang masih ada). Sang Suami: Leluhur kita, Dharmakirti Svarnadvippi, seorang Guru dari Sumatera di Zaman Sriwijaya mengajarkan bahwa kita memiliki potensi yang luar biasa. Dalam buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan disampaikanHampir seribu tahun yang lalu, bangsa kita pernah melahirkan seorang pujangga yang namanya pun tidak tercatat dalam sejarah kita. Orang itu adalah Dharmakirti. Intisari ajaran Dharmakirti pun demikian: pelajarilah dirimu, urusi dirimu. Dengan mempelajari diri, sesungguhnya Anda sudah mempelajari Keberadaan. Dengan menyelami diri, Anda sudah menyelami Tuhan. Dengan mengenal diri, Anda mengenal Allah. Segala sesuatu dalam alam ini ada dalam dirimu. Dan apa yang ada dalam dirimu juga ada dalam alam ini. Tidak ada perpisahan antara kamu dan sesuatu yang dekat dengan kamu. Tidak ada pula perpisahan antara kamu dan sesuatu yang sangat jauh darimu. Dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, dari yang paling kecil sampai yang paling besar, semuanya ada dalam dirimu.. Sang Istri: Yang bermakna itu sesungguhnya sudah ada dalam diri kita. Sudah ada dalam bentuk potensi diri yang masih belum berkembang, yang masih harus dikembangkan. Seorang Master memahami potensi manusia, oleh karena itu dia mendorong para muridnya untuk mengembangkan potensi dirinya Seperti seorang anak nelayan yang baru pertama kali berenang di laut, kemahiran berenang sudah ada di dalam gen dia. Sang anak telah mewarisinya dari kedua orang tuanya, namun kemahiran itu masih berupa potensi yang terpendam; seperti benih yang masih berupa biji, belum ditanam. Ia masih harus menanamnya, dan menanamnya sendiri. Sang ayah bangga melihat anaknya terjun ke dalam laut tanpa bantuan. Ia meneriaki anaknya dari jauh saat menghadapi ombak besar, bagaimana ia harus merenggangkan otot-ototnya, and just let go! Ia tidak ikut terjun, karena ia yakin akan kemampuan anaknya. Anak itu adalah perluasan dari jiwanya; jiwa seorang nelayan. Ia membiarkan anaknya terombang-ambing, karena ia yakin bahwa anaknya tidak akan

43

tenggelam. Ia juga mempercayai kemampuannya sendiri, dengan instingnya sebagai nelayan. Bila anak itu sudah mulai tenggelam dan tidak mampu membantu dirinya, sang ayah akan mengetahuinya dan akan langsung terjun ke laut untuk menyelamatkannya. Seperti sang nelayan itulah Sadguru, Guru Sejati, Master, Murshid! Demikian disampaikan dalam buku Kidung Agung Melagukan Cinta Bersama Raja Salomo. Sang Suami: Dalam buku Vedaanta, Harapan Bagi Masa Depan disampaikan.. Manusia lahir dengan potensi untuk mengungkapkan kemanusiaannya secara sempurna. la lahir bersama benih kemanusiaan. Pun Keberadaan menyediakan seluruh bahan baku, sarana dan apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang pengungkapan kemanusiaan itu. Namun, adalah kesadaran awal manusia yang dibutuhkan untuk meracik bahan baku yang telah tersedia dan menggunakan sarana yang dibutuhkan untuk mengungkapkan jati-dirinya kemanusiaannya. Kesadaran awal manusia membebaskan dirinya dari arogansi, dari keangkuhan, dari kesombongan Dalam buku Atisha, Melampaui Meditasi untuk Hidup Meditatif disampaikan Kesadaran awal adalah bahwa kita belum sadar. Atisha menganjurkan agar kita meneliti sifat kesadaran yang belum lahir dalam diri kita. Atisha menganjurkan agar kita menyadari bahwa kesadaran belum tumbuh dalam diri kita. Kesadaran masih merupakan potensi yang terpendam. Kita berpotensi menjadi Buddha, mencapai kesadaran Kristus, tetapi belum menjadi, belum mencapai. Dan kita harus menyadari hal itu Dalam buku Youth Challenges And Empowerment disampaikan.. Setidaknya kita semua sudah memiliki potensi untuk itu. Selanjutnya, tinggal dikembangkan. Namun, ada juga yang tidak mengembangkannya, sehingga potensi itu mulai berkarat. Pada akhirnya, potensi itu tidak dapat digunakannya, seperti biji yang tidak ditanam dan di sia-siakan. Akhirnya, ia mati. Salah satu penyebab utama kematian potensi adalah kenyamanan yang berlebihan. Ini melumpuhkan semangat juang kita. Tak ada lagi gairah untuk menghadapi tantangan. Seorang anak atau remaja yang sejak kecil dimanjakan; seorang pejabat yang terlalu lama berkuasa; orang kaya yang lebih percaya pada kekayaannya daripada kemampuan dirinya; seorang miskin yang menjadi minder dan menerima kemiskinannya sebagai takdir atau nasib adalah kenyaman yang mematikan potensi kita.. Sang istri: Sayangnya, sistem pendidikan dan norma-norma sosial kita tidak dapat memberikan apa yang sang anak perlukan.. . Dalam buku The Gospel of Michael Jackson disampaikan. Kebutuhan fisik, mental, intelektual dan emosional kita terpenuhi. Tetapi kebutuhan spiritual tidak. Anak di dalam diri kita tetap saja kurang gizi dan tak berkembang. Atas nama spiritualitas, anak sering dicekoki dogma dan doktrin agama. Hadiah dan hukuman, surga dan neraka, Tuhan dan setan, semuanya ini matematika belaka. Makanan ini bagus buat pikiran, intelek dan emosi, tetapi tidak bagi sang jiwa. Sang anak di dalam diri, percikan spiritual di dalam diri tiap orang dari kita, perlu berjalan terus melewati seluruh dualitas dan kemudian menyatu dengan sang sumber, sumbernya di dalam Jiwa. Diri kecil kita kangen, rindu menyatu dengan Diri yang Lebih Tinggi. Sang anak, sang bayi di dalam diri kita mencari

44

kebahagiaan sejati. Dia tidak peduli akan kenyamanan fisik dan kenikmatan sensual .. Tetapi masyarakat dan norma-norma sosial menentang kegelisahan macam ini. Sesungguhnya mereka malah tidak mau mengakui keberadaannya. Masyarakat dan sistem sosial bersama-sama memutuskan pendidikan macam apa yang bakal diberikan pada anak-anak. Keputusan mereka mencerminkan kebutuhan mereka, bukannya kebutuhan, kesenangan, ketidaksenangan, dan potensi sang anak. Anak yang memenuhi kebutuhan mereka bakalan diberikan hadiah dan penghargaan.. Sang Suami: Swami Vivekananda memberi nasehat perlunya kita gigih berjuang.. Sebelum penerimaan wahyu, seorang nabi pun menjalani suatu proses yang cukup panjang. Adalah kekeliruan manusia jika proses itu tidak diperhatikan. Adalah kemalasan manusia jika proses itu diabaikan. Adalah kelicikan manusia bila ia tidak mau tahu tentang proses itu. Kenapa? karena, dengan cara itu ia dapat membenarkan kemalasannya, Mereka kan nabi; sementara aku hanya orang biasa! Kita mau berubah, tetapi tidak mau bekerja. Malas. Lalu, kemalasan kita dimanfaatkan oleh mereka yang sedikit kurang malas dari kita. Mereka menawarkan pembangkitan kundalini, pencerahan instant, bahkan ke avataran, ke buddhaan dan kerasulan bersertifikat. Wueee hebat ! Jaman dulu, para avatar, rasul dan Buddha tidak memiliki sertifikat dari Tuhan Allah. Perubahan tidak terjadi begitu saja. Kita harus berupaya tidak bermalas-malasan untuk itu. Demikian disampaikan dalam buku Life Workbook, Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya. Sang Istri: Dalam buku Niti Sastra, Kebijakan Klasik bagi Manusia Indonesia Baru disampaikan.. Ada yang, bersifat malas, ada pula yang menjadi malas karena kelemahan fisik. Namun, keduanya, menurut Niti Sastra, sulit mencapai kesempurnaan hidup. Pertanyaan yang barangkali timbul, sifat malas dapat dipahami, tetapi bagaimana dengan mereka yang menjadi malas karena lemah fisik? Ada kalanya, kelemahan fisik pun karena kemalasan kita mengurusi badan; kemalasan kita memperbaiki diri; kemalasan kita melepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk. Seorang penjudi pun sesungguhnya pemalas. la ingin mencari uang dengan cara gampang. Begitu pula dengan para penipu dan pembohong. Mereka mau untung, tapi tidak mau membanting tulang. Para pezinah juga malas. Mereka menginginkan pelampiasan nafsu tanpa tanggung jawab. Seorang pemalas sungguh tidaksadar. Bagaimana pula ia dapat menggapai kesempurnaan dalam hidupnya? Bagaimana pula ia dapat memperoleh pencerahan? Sang Suami: Benar istriku Ciri khas Kebahagiaan Sejati adalah aktivitas, kerja nyata, kerja keras, ketekunan, semangat. Ia yang bahagia tidak pernah bemalas-malasan. Mereka yang bermalas-malasan sesungguhnya belum bahagia. Mereka sekedar menikmati buah perbuatan mereka, hasil pekerjaan mereka dimasa lalu. Kenikmatan mereka bersifat sementara. Pikirannya lumpuh, kehendaknya lemah Demikian disampaikan dalam buku Five Steps To Awareness, 40 Kebiasaan Orang Yang Tercerahkan. Kemudian buku Surat Cinta Bagi Anak Bangsa menyampaikan. Seorang pejuang berkata bahwa Orang yang

45

benar-benar percaya bahwa Tuhan itu bersifat Adil, Pengasih dan Penyayang harus menjadi pejuang yang militan, supaya keadilan, kasih dan sayang itu dapat mengalir sebagai sungai yang jernih, yang dengan airnya menghidupkan bumi Menjadi pejuang militan tidak berarti menjadi perusak. Menjadi militan berarti menjadi dinamis. Dinamika murni dan bertanggungjawab yang harus menjadi motor penggerak National Integration Movement. Bergeraklah, jangan duduk diam. Orang yang menyebut nama Tuhan, tetapi tidak berjuang supaya bumi menjadi tempat yang aman dan damai, bebas dari haus dan lapar, sengketa dan benci, tindasan dan peperangan, kapitalisme dan imperialisme, tidak lebih dari badut di panggung sandiwara dunia. Sang Istri: Kehendak yang Kuat dan Semangat untuk Berjuang, ibarat dua sisi kepingan uang logam, yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lain. Celakanya, kita hidup di tengah masyarakat di mana semangat untuk berjuang bukanlah sesuatu yang diminati oleh para tokoh. Kita telah menjadi bagian dari sistem, di mana para pembuatnya adalah politisi, petinggi, pakar, dan mereka yang menganggap diri mereka super dan melebihi orang lain. Mereka takut kehilangan kedudukan dalam masyarakat. Mereka sangat takut terhadap para pejuang karena para pejuang adalah para pemberontak yang dapat mengakhiri sistem buatan mereka. Karena itu, seluruh sistem pendidikan kita pun disesuaikan sehingga tidak lagi menciptakan generasi yang kritis. Menjadi kritis berarti menggunakan pikiran dan hati. Menjadi kritis berarti memutar otak dan merasakan apa yang tidak terasakan oleh banyak orang.. Demikian disampaikan dalam buku Youth Challenges And Empowerment. Dalam buku Dari Syariat Menuju Mohabbat, Sebuah Dialog disampaikan. Krisis yang dialami negeri kita sungguh multi-dimensional, sekian banyak sisinya ada sisi ekonomi, sisi politik, bahkan sisi agama. Di atas segalanya, Krisis segala Krisis yang tengah kita alami saat ini sesungguhnya Krisis, jati Diri. Kita lupa jati diri kita siapa. Kita lupa potensi diri kita, kemampuan kita. Kita menjadi bangsa pengemis Semoga kita semua sadar.. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

46

Belajar Setiap Hari Renungan Ketigabelas Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan renungan ketigabelas dari lima belas pandangan hidup Swami Vivekananda. Mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi mereka. Nampak pandangan para Master ada benang merah kesamaannya. Sang Istri: Renungan ketigabelas.. Belajar Setiap Hari: Tujuan manusia adalah kesadaran. kesadaran melekat pada manusia. Tak ada kesadaran datang dari luar, semuanya ada di dalam. Apa yang kita katakan tentang mengetahui, dalam bahasa psikologi adalah menemukan atau menyadari. Apa yang dipelajari manusia sejatinya adalah menemukan dengan cara membuka selubung jiwanya, di mana terdapat sumber kesadaran tanpa batas. Sang Suami: .Banyak penerjemah, termasuk para swami, para guru besar, menerjemahkan gyaana sebagai knowledge atau pengetahuan. Lebih tepat jikagyaana diterjemahkan sebagai knowingness. Bagaimana menerjemahkan knowingness dalam bahasa Indonesia? Saya tidak tahu, maka terpaksa saya menerjemahkannya sebagai kesadaran. Sungguh tidak masuk akal, jika gyaana diterjemahkan sebagai pengetahuan. Latihan Pengetahuan apa yang dimaksudkan oleh Shankara? Jika pengetahuan bisa membersihkan diri manusia, para ahli kitab tidak akan menolak Yesus. Buddha dan Muhammad pun akan mereka terima. Ternyata tidak demikian. Yang menolak para avatar, para nabi dan para mesias selalu orang-orang yang berpengetahuan. Demikian disampaikan dalam buku Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal Sang Istri: untuk membahas kesadaran, kita perlu memahami dulu kata Atman. Salam Buku Shangrila, Mengecap Sorga di Dunia disampaikan.. Dalam bahasa Sanskerta, ada sebuah kata yang sangat sulit diterjemahkan: Atman. Kalian tahu dalam bahasa Inggris kata itu diterjemahkan sebagai Self Diri. Bagi seorang yang berada pada lapisan kesadaran fisik, Atman adalah badannya. Bagi yang berada pada lapisan kesadaran energi, Atman adalah energinya. Bagi orang yang berada pada lapisan kesadaran mental, Atman adalah mind, pikiran. Ada lagi yang menganggap rasa atau lapisan emosi sebagai Self Atma. Lapisan ini sudah jauh lebih halus, jauh lebih lembut dari lapisan-lapisan sebelumnya sebagai materi. Bagi dia, Cinta, Rasa adalah kekuatan sejati energi murni. Lalu ada yang menganggap lapisan intelegensia sebagai Self Atma. Rasa pun telah mereka lampaui. Bagi dia, badan, energi, pikiran, rasa semuanya masih bersifat materi. Bagi dia kesadaran itu sendiri merupakan kekuatan energi. Seorang Buddha mengatakan bahwa semua lapisan tadi masih bersifat materi. Bagi seorang Buddha, Self atau Atma yang identik dengan lapisan-lapisan yang masih bisa dijelaskan harus terlampaui. Bagi dia, ketidakadaan atau kasunyatan adalah kebenaran sejati.. Sang Suami: Benar istriku, dalam buku Atma Bodha Menggapai Kebenaran

47

Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal disampaikan Banyak orang khususnya para pakar menyalahpahami Aku sebagai ego. Ego adalah mind. Aku adalah Kesadaran Murni. Ego akan membuat Anda angkuh, sombong, arogan. Aku adalah jati diri Anda sendiri. Kesadaran Murni justru melembutkan jiwa. Aku adalah Kesadaran murni yang melembabkan jiwa. Kemudian dengan jiwa berlembab itu, Anda mengenal Kasih, dan mengasihi setiap orang sebagaimana mengasihi diri sendiri.. Sang Istri: Kesadaran seorang sufi sudah bukan produk ego. Dalam buku Nirtan Tarian Jiwa Hazrat Inayat Khan disampaikan. Setiap orang hidup dalam dunia ciptaannya, dalam alam raya buatan-nya. Dan, dunia buatan kita, alam ciptaan kita sungguh sempit, kecil, serba terbatas. Itu sebabnya, kita tidak merasa apa-apa bila tetangga kita tidur dengan perut kosong. Dalam dunia kita perut tetangga tidak sama dengan perut kita. Dunia kita, alam kita terbagi dalam sekian banyak kotak. Dan setiap kotak masih bersekat lagi. Ada kotak bangsa, negara. Adat sekat agama, suku, ras dan sebagainya. Kita bagaikan kawanan katak yang hidup dalam sumur. Seorang sufi keluar dari sumur itu. Pencerahan dia, kesadaran dia membebaskan jiwanya dari pengotakan dan penyekatan. Kemudian, ia menjadi anak dunia, putra alam raya. Kegerahan alam menggerahkan dirinya. Dan, kegelisahan dia menggelisahkan alam. Kesadaran seorang sufi semacam ini bukanlah produk ego yang serta terbatas, tetapi hasil dari pelepasan ego Sang Suami: Dalam buku Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal disampaikan bahwa.. Kesadaran kita mengalami kemerosotan karena adanya rasa angkuh, karena keakuan. Kesadaran dan keakuan seolah berada pada dua ujung yang tak pernah bertemu, tak akan bertemu. Di mana ada keakuan, di sana tidak ada kesadaran. Di mana ada kesadaran, di sana tak ada lagi keakuan, keangkuhan.. Dalam buku Be Happy! Jadilah Bahagia Dan Berkah Bagi Dunia disampaikan bahwa. Kebahagiaan karena kepuasan dan ketenangan batin atau contentment dan inner peacemuncul dari kesadaran. Kita sadar bahwa keinginan tidak mengenal batas, bila tak terpenuhi menimbulkan kekecewaan. Karena itu, dengan sadar kita membatasi keinginan kita. Kunci kebahagiaan adalah kesadaran. Dengan kunci kesadaran itulah kita dapat membuka pintu batin dan menemukan inner peace dan contentmentyang dimaksud. Ketenangan batin dan kepuasan itulah yang sesungguhnya membahagiakan manusia Sang Istri: ..Kedamaian yang langgeng terwujud apabila terjadi peningkatan kesadaran dalam diri. Seseorang harus mengalami-nya sendiri. Membaca buku, mengumpulkan informasi tidak berguna. Bahkan bisa menjadi hambatan, rintangan dalam perjalanan spiritual kita. Itu sebabnya, saya tidak pernah bicara tentang pengalaman-pengalaman dalam alam meditasi. Apabila saya menceritakan, Anda akan berhalusinasi. Anda akan mencari pengalaman-pengalaman seperti itu, padahal pengalaman setiap individu berbeda. Anda mencari pengalaman yang sama. Lantas Anda berpikir bahwa Anda sudah sampai, padahal berjalan pun belum Demikian disampaikan dalam buku Otobiografi Paramhansa Yogananda, Meniti

48

Kehidupan bersama para Yogi, Fakir dan Mistik Sang Suami: Apa yang dipelajari manusia sejatinya adalah menemukan dengan cara membuka selubung jiwanya, di mana terdapat sumber kesadaran tanpa batas. Dalam buku Neo Psyhic Awareness disampaikan. Manas + isha = manushya = manusia. Tambahkan manas atau mind, pikiran pada Isha atau keilahian, maka terjadilah manushya atau manusia. Manushya atau manusia dikurangi manas atau mind, pikiran tinggal ishya, keilahian. Pikiran menjauhkan kita dari Allah. Pikiran itulah hijab, maya, ilusi yang sebenarnya juga merupakan ciptaan-Nya. la menciptakan pikiran terlebih dahulu, supaya manusia tercipta. Peleburan pikiran mempertemukan diri kita dengan Sang Maha Cipta, bukan Pencipta, tetapi Cipta. Ia bukanlah sosok pencipta. Ciptaan terjadi karena Keberadaan-Nya, Kehadiran-Nya.. Sang Istri: Sri Mangkunegara IV menyampaikan beberapa tahapan dalam membuka selubung jiwa.. Sembah raga merupakan persiapan, sedangkan Sembah Cipta ini sudah mulai memasuki esensi agama. Hasil akhir Sembah Cipta adalah Kesadaran. Yang harus dibersihkan adalah jiwa. Jiwa yang ditutupi oleh awan ketidaksadaran, kabut kebodohan Sembah Jiwa berarti menyadari sepenuhnya bahwa Sukma dan Hyang Sukma hanya terlihat berbeda, dan pada hakikatnya tidak berbeda. Kesimpulannya, dalam persembahan ini, Anda masih harus berusaha. Penglihatan Anda masih sempit dan datar harus ditingkatkan. Anda harus melihat ke atas untuk melihat sumber cahaya. Kesadaran Anda harus ditingkatkan.. Sembah Rasa merupakan hasil akhir perjalanan spiritual kita. Sembah Rasa sudah bukan merupakan proses lagi, tetapi hasil suatu proses. Kesadaran raga dapat dilewati oleh kesadaran cipta. Kesadaran cipta dapat dilampaui oleh kesadaran jiwa. Tetapi dalam kesadaran jiwa itu, rasa masih ada. Ketenangan, ketenteraman, kesentosaan, kedamaian, semuanya ini merupakan rasa. Pada tingkat Sembah Rasa, rasa pun terlampaui. Bedanya proses ini terjadi sendiri Demikian disampaikan dalam buku Wedhatama Bagi Orang Modern. Sang Suami: Benar isteriku, pintu jiwa yang terkunci harus dibuka. Dalam buku Telaga Pencerahan Di Tengah Gurun Kehidupan disampaikan Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, sesungguhnya Aku dekat. Anda tidak harus mencari-Nya. Anda tidak perlu mencari-Nya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran Anda. Sadar akan Kehadiran-Nya, di sini, saat ini. la tidak pernah ke mana-mana. la Maha-Ada. Apabila kita tidak menyadari Kehadiran-Nya, kitalah yang salah. Mungkin mata hati kita tertutup; mungkin pintu jiwa kita terkunci; mungkin batin kita masih tertidur, sehingga Kehadiran-Nya tidak terasa. Sang Istri: Kita harus membangunkan kesadaran putra-putri bangsa. Dalam buku Bagimu Ibu Pertiwi, Realisasi Nilai-Nilai Luhur Bhagavad Gita Demi Kebangkitan Jiwa Indonesia disampaikan Untuk membangun Indonesia Baru, manusianya harus dibangun terlebih dahulu. Bukan sistem, manusia belum bangun mau buat sistem macam apa? Manusia yang tak sadar hanya akan menciptakan

49

sistem-sistem tanpa kesadaran, sistem-sistem yang tak berguna. Dalam buku Jalan Kesempurnaan melalui Kamasutra disampaikan. Mpu Tantular, Sang Bhagavan yang melahirkan Sutasoma, yang melahirkan moto bangsa kita: Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. Walaupun kepercayaan kita, agama kita, kewajiban serta tugas-tugas kita berbeda, di balik perbedaan pada permukaan ini, ada persatuan, ada kesatuan. Latar belakang budaya yang besar inilah yang bisa melahirkan karya-karya sastra besar, yang bisa memberikan Sutasoma dan candi Sukuh. Kita menghormati semua agama. Di sini kita terlibat dalam suatu eksperimen yang dapat meningkatkan kesadaran kita berbangsa, yang dapat meningkatkan kesadaran sosial, moral dan spiritual bangsa Indonesia. Dan yang bisa mempersatukan Indonesia hanyalah peningkatan kesadaran manusia Indonesia. Sekali lagi, saya tidak mencampur-adukkan agama. Hanya mereka yang belum sadar akan apa yang sedang terjadi disini yang mengkritik kita. Saya tidak akan pernah menyarankan Anda pindah agama. Siapa saya ini? Saya bukan tokoh agama. Saya ingin bicara dengan roh Anda, dengan jiwa Anda, bukan dengan badan Anda saja, bukan dengan atribut-atribut yang Anda peroleh karena kelahiran Anda. Apa agama yang Anda anut tidak menjadi masalah bagi saya. Agama Anda adalah atribut yang Anda peroleh karena kelahiran Anda. Saya ingin berdialog dengan jiwa Anda. Saya ingin menggugah kesadaran Anda. Sang Suami: Dalam buku tersebut disampaikan bahwa.. Mpu Tantular dengan Sutasoma-nya, ajaran-ajaran Tantra dengan Candi Sukuh-nya pernah berkembang di atas bumi Indonesia yang sama ini, pada suatu zaman keemasan di mana manusia Indonesia lebih bertanggungjawab, lebih sadar; Tidak pernah berperang atas nama agama; tidak terlibat dalam aksi pembakaran tempat-tempat ibadah. Tetapi, apa gunanya bernostalgia tentang masa lalu? Masa depan bangsa bisa menjadi lebih cemerlang, asal kita cepat-cepat menjadi sadar-sadar akan persatuan antar umat beragama, antara mereka yang beragama dan yang memilih untuk percaya pada Tuhan Yang Maha Esa tanpa menggunakan jubah salah satu agama. Sadar dan bertanggung jawab, itulah impian saya tentang manusia Indonesia mendatang.. Semoga.. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

50

Jagalah Kebenaran Renungan Keempatbelas Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya membicarakan renungan keempatbelas dari lima belas pandangan hidup Swami Vivekananda. Kembali mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi mereka. Sang Istri: Renungan keempatbelas.. Jagalah Kebenaran: Segala sesuatu dapat dikorbankan demi Kebenaran, tetapi Kebenaran tidak layak dikorbankan demi apa pun juga. Sang Suami: Pandangan Swami Vivekananda tentang Kebenaran sesuai dengan apa yang tertulis dalam buku Total Success, Meraih Keberhasilan Sejati..Truth Alone Triumphs: Pada akhirnya, hanya kebenaran yang selalu jaya. Jangan percaya pada kepalsuan. Jangan mempercayai mereka yang tidak jujur, karena ketakjujuran mereka itu sudah membuktikan bahwa mereka tidak mampu berbuat sesuatu secara jujur. One who Protects Righteousness shall be Protected by Righteousness: la yang berpihak pada kebajikan akan dilindungi oleh kebajikan. Kebaikan menghasilkan kebaikan, dan kejahatan menghasilkan kejahatan. Ini adalah Hukum Alam.. Kemudian dalam buku Fear Management, Mengelola Ketakutan, Memacu Evolusi Diri juga disampaikan bahwa. Kebenaran pasti jaya. Demikianlah ungkapan dalam bahasa kuno. Inilah kepercayaan para leluhur kita. Kepalsuan tidak pernah bertahan lama. Kepalsuan tidak dapat bertahan lama. Karena itu, pastikan bahwa ide-ide, opini serta gagasan kita bersumber pada Kebenaran. Apa yang kita ungkapkan itu berasal dari pengalaman hidup kita sendiri? Kebenaran memang memiliki banyak sisi, namun sisi yang terdekat dengan kita adalah pengalaman hidup kita. Berkiblatlah pada sisi itu. Itulah Kebenaran bagi diri kita. Bahkan dalam buku The Gita Of Management, Panduan Bagi Eksekutif Muda Berwawasan Modern disampaikan bahwa Keterpurukan negeri kita ini dan kebohongan publik yang sering dilakukan oleh para pejabat kita, terjadi karena kiblat kita yang salah. Kita sudah tidak berkiblat pada Kebenaran, pada Allah Yang Maha Benar dan Maha Baik adanya. Sang Istri: Benar suamiku, akan tetapi Kebenaran itu bagi masing-masing orang mungkin berbeda. Dalam buku Kehidupan, Panduan Untuk Meniti Jalan Ke Dalam Diri disampaikan Apa yang menurut kita Kebenaran, belum tentu demikian untuk yang lain. Kita berjuang untuk kemerdekaan; ini Kebenaran untuk kita, tetapi bagi yang memerintah kita, perbudakan kita adalah Kebenaran. Kita tidak dapat menyenangkan setiap orang. Bahkan kita pun tidak dapat selalu menyenangkan diri kita. Ikuti Kebenaran kita sendiri. Jika ini terlalu berat buat kita, biarkan saya ringankan sedikit. Biarkan saya bicara tentang tanggung jawab sosial, tanggung jawab sosial kita dan peran Kebenaran di dalamnya. Kita tetap sepenuhnya hidup di dunia ini. Kita tidak sendirian. Bicaralah tentang suatu Kebenaran yang enak didengar. Singkirkan sisi tidak enak dari Kebenaran. Bagilah dengan yang lain hanya hal-hal yang kita syukuri, hanya hal baik dari hidup kita Ada juga orang yang dengan mudah tidak dapat menyadari Kebenaran. Mereka secara mental buta, mungkin secara

51

emosional dan intelektual juga buta. Mereka tidak dapat melakukannya. Mereka tidak dapat menatap langsung Kebenaran. Kecemerlangannya terlalu kuat bagi mereka. Terimalah Kebenaran dengan semua variasinya. Hormati perbedaan dalam beropini, dalam cara pandang. Tetapi, jangan meniru yang lain, jangan ikuti mereka secara membuta Sang Suami: Benar sekali istriku, Kebenaran bagi setiap orang berbeda karena setiap orang mendapat programming yang berbeda. Dalam buku Menemukan Jati Diri I Ching Bagi Orang Modern disampaikan. Masalah terbesar yang dihadapi oleh bangsa kita bukan masalah agama. Tetapi masalah conditioning, masalah programming. Dan, masalah ini pula yang dihadapi oleh setiap bangsa, oleh seluruh umat manusia. Kita sudah terkondisi, terprogram untuk mempercayai hal-hal tertentu. Padahal kepercayaan harus berkembang sesuai dengan kesadaran kita. Jika terjadi peningkatan kesadaran , maka kepercayaan pun harus ditingkatkan.. Seorang anak kecil mempercayai ibunya. Menjelang usia remaja, ia mulai mempercayai para sahabatnya, pacarnya. Kalau sudah bekerja, ia akan mulai mempercayai rekan kerjanya. Bersama usia dan pengalaman hidup , kepercayaan dia pun berkembang terus. Ia bahkan mulai mempercayai berita di koran. Ia akan mempercayai siaran radio dan televisi. Kepercayaan yang berkembang terus ini sangat indah. Kepercayaan yang berkembang terus itu membuktikan bahwa kesadaran anda sedang meningkat. Sampai pada suatu ketika, anda akan mempercayai Keberadaan. Pada saat itu, kepercayaan anda baru bisa disebut spiritual.. Sang Istri: Terima kasih suamiku, saya ingat bahwa dalam buku tersebut juga disampaikan.. Seorang anak kecil di bawah usia lima tahun memperolehconditioning dari orang tua, mendapatkan programming dari masyarakat. Lalu, berdasarkan conditioning dan programming yang diperolehnya ia menjadi Hindu atau Muslim atau Kristen atau Katolik atau buddhis, atau entah apa. Ia mulai melihat Kebenaran dari satu sisi, dan seumur hidup ia melihat Kebenaran dari satu sisi saja. Kebiasaan dia melihat Kebenaran dari satu sisi ini yang berbahaya. Dan, karena kebiasaan ini ditanamkan lewat conditioning agama, solusinya harus lewat agama pula. Seseorang yang bisa menerima setiap agama sebagai jalan sah menuju Tuhan telah terbebaskan dari conditioning. Sekarang, ia bisa menerima Kebenaran seutuhnya. Pandangan dia sudah mengalami perluasan. Telah terjadi revolusi dalam dirinya. Membebaskan diri dari conditioning agama juga tidak berarti bahwa kita melepaskan agama. Kenapa dilepaskan kalau agama itu memang merupakan jalan menuju Tuhan? Kenapa pula mempertahankannya kalau sudah sampai tujuan? Tiba-tiba kita akan memiliki wawasan baru tentang jalan dan tujuan, tentang agama dan Tuhan. Orang-orang yang berwawasan baru inilah yang kita butuhkan. Sekali lagideconditioning agama hanyalah sarana. Tujuannya adalah revolusi diri, kelahiran manusia baru. Dan manusia baru yang didambakan itu tidak akan lahir dari universitas yang berkiblat pada salah satu agama. Ia tidak akan menjadi alumni salah satu universitas. Ia akan berkiblat pada universe pada semesta! la akan menjadi alumni universe alumni semesta! Biarkan terjadi revolusi dalam diri kita. Biarkan kepercayaan kita berkembang. Biarkan kesadaran kita meningkat

52

Sang Suami: .. Program yang diberikan dapat menentukan setiap tindakan, ucapan, pikiran, perasaan dalam diri kita. Komputerisasi umat manusia sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka yang berkuasa, mereka yang menjadi pemimpin, mereka yang berada pada pucuk pemerintahan telah melakukan programming. Tentu saja, programming ini harus menguntungkan mereka, kita hidup dalam ketidaksadaran. Sepertinya dibawah pengaruh hipnotis massa. Tindakan, ucapan, pikiran bahkan perasaan kita pun sesuai dengan programming yang telah diberikan kepada kita Demikian disampaikan dalam buku Tetap Waras di Jaman Edan, Visi Ronggowarsito Bagi Orang Modern. Dalam buku Dari Syariat Menuju Mohabbat, Sebuah Dialog disampaikan bahwa. Kebiasaan menerima kebenaran siap-saji dapat disalahgunakan oleh penguasa, oleh imam agama apa saja. Kemudian, manusia menjadi robot. Ia dapat disetel, dapat diprogram, dapat diarahkan untuk berbuat sesuai dengan program yang diberikan kepadanya. Ini yang dilakukan oleh para otak teroris. Lewat lembaga-lembaga pendidikan agama yang mereka gelar di mana-mana, sesungguhnya mereka memprogram otak-otak yang masih segar, dan mematikan kemampuannya untuk ber-ijtihad. Kemudian, dengan sangat mudah mereka memasukkan program Jihad versi mereka. Dan terciptalah sekian banyak pelaku bom bunuh diri yang siap membunuh siapa saja yang menurut programming mereka bertentangan dengan agama, dengan syariat, dengan apa yang mereka anggap satu-satunya kebenaran. Sang Istri: Oleh sebab itulah diperlukan perjuangan berat untuk mengungkapkan Kebenaran. Ada masyarakat yang belum sadar dan ada oknum yang ingin supaya masyarakat lebih baik tidak sadar saja. Dalam buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan disampaikan Kebenaran tidak pernah memecah-belah. Kebenaran selalu mempersatukan. Tetapi, kata Kahlil Gibran: Seorang pencari Kebenaran akan selalu menderita. Upayanya untuk mengungkapkan Kebenaran itu kepada masyarakat luas akan mengundang penderitaan. Saya tahu persis hal ini, karena itu pula yang terjadi terhadap diri saya. Kendati demikian, saya tidak mundur selangkah pun.. Dalam buku Sabda Pencerahan, Ulasan Khotbah Yesus Di Atas Bukit Bagi Orang Modern disampaikan Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab Kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Mereka yang menganiaya Yesus, mereka yang meracuni Buddha, mereka yang membunuh Gandhi, di mana mereka semua? Nama-nama mereka dikenal, hanya karena mereka menganiaya orang-orang yang berada pada jalan benar. Apabila tidak demikian, nama-nama mereka akan hilang. Nama mereka tidak akan disebut dalam sejarah. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.. Dalam buku Bagimu Ibu Pertiwi, Realisasi Nilai-Nilai Luhur Bhagavad Gita Demi Kebangkitan Jiwa Indonesia disampaikan. Pengorbanan adalah mahkota para satria. Tidak perlu aku kaitkan pengorbananmu dengan agama, dengan surga dan dengan para bidadari. Berkorban demi negara adalah Dharmamu, kewajibanmu, tugasmu..

53

Sang Suami: Isteriku, kita diingatkan dalam buku Youth Challenges And Empowerment tentang perlunya mata pelajaran Budi Pekerti di sekolah.. Nilai-nilai luhur budaya, nilai-nilai universal keagamaanlah yang mesti diajarkan di sekolah. Inilah pelajaran Budi Pekerti yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. Tidak perlu memisahkan anak-anak kita karena agama. Cerita-cerita dari semua agama yang bersifat mendidik dan universal patut diceritakan kepada semua anak. Mereka harus mengenal nilai-nilai universal yang ada dalam setiap agama. Mereka harus menghormati para tokoh dari semua agama, setiap agama. Kasih Sayang, Kebenaran, Kejujuran, Kesetiakawanan, Kebersamaan, Kedamaian, Kebajikan, dan nilai-nilai lain yang bersifat universal ada dalam setiap agama. Nilai-nilai ini yang mesti ditonjolkan supaya kita bisa menumbuhkembangkan kesetiakawanan sosial di dalam diri generasi penerus. Bumi Pertiwi Indonesia adalah Ibuku Dunia adalah rumahku, inilah slogan yang dapat menjamin kejayaan negeri kita tercinta.. Bukankah esensi agama, inti kitab-kitab suci, perlu dihayati dan dilakoni, dan bukan hanya dihafalkan ayat-ayatnya dalambahasa asing? Silakan fasih berbahasa Arab, Cina, dan terutama Inggris bila ingin bersaing dalam era globalisasi ini, tetapi janganlah hal itu dikaitkan dengan agama dan kitab suci tertentu. Apa jadinya bila setiap daerah memberlakukan peraturan seperti itu berdasarkan agama mayoritas yang ada di daerah masing-masing? Papua menjadikan bahasa Latin sebagai bahasa wajib, Bali bahasa Sanskerta, sebagian Sumatra dan/atau Kalimantan bahasa Mandarin, dan bahasa Arab di tempat-tempat lain. Lalu, apa jadinya dengan sumpah kita?? Semoga kesadaran dalam diri kita semua bangkit, Jayalah Ibu Pertiwi. Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

54

Berani Berbeda Renungan Kelimabelas Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda Sepasang suami istri setengah baya membicarakan renungan terakhir dari lima belas pandangan hidup Swami Vivekananda. Untuk membahas renungan tersebut, sepasang suami istri tersebut menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna. Diperlukan pikiran jernih untuk memahaminya. Dan pemahaman tersebut harus dilakoni dalam hidup nyata. Sang Istri: Renungan kelimabelas.. Berani berpikir beda: Semua perbedaan di dunia ini hanya dari derajatnya, bukan esensinya, karena keikaan adalah rahasia dari segala sesuatu. Sang Suami: Einstein dengan rumus kekekalan energi E=MC2, menyatakan bahwa materi dalam kecepatan tertentu adalah energi, telah membuka cakrawala baru. Setiap materi mempunyai wujud dan sifat tertentu akan tetapi esensinya adalah sama yaitu energi. Semua materi di dunia ini terdiri dari kombinasi elemen alami, dan elemen alami tersebut memiliki esensi sebagai energi. Keikaan adalah rahasia dari segala sesuatu. Dalam buku Sexual Quotient, Melampaui Kamasutra Memasuki Tantra disampaikan bahwa. Energi dengan kepadatan yang paling dense, paling kasar, paling padat adalah Tanah. Dalam keluarga besar tanah pun sesungguhnya masih banyak anggota lain dengan kepadatan yang beragam. Energi dengan kepadatan yang kurang dense, disebut Air. Dengan berkurangnya kepadatan energi dalam bentuk Air pun lebih mudah menyebar. Jiwa manusia pun persis sama. Makin ringan, tak terbebani, makin meluas, makin mudah menerima perbedaan. Api lebih cepat lagi menyebar, karena kepadatannya berada di bawah Air. Ia lebih ringan, lebih menyerupai Induknya, Energi Murni. Sebab itu, ia pun lebih kuat, lebih dahsyat. Elemen Angin berada di atas Api. Ia jauh lebih ringan, lebih halus, oleh karenanya lebih cepat menyebar. Angin, Udara, berada di hampir setiap tempat, dan hampir dapat disebut maha ada. Di atas Angin pun masih ada satu lagi yang kurang dense, kurang padat, yaitu Ruang The Space. Dengan bantuan teknologi mutakhir, kita dapat menciptakan keadaan hampa udara, namun kehampaan itu sendiri tetap ada. Kehampaan itulah Space, Ruang yang kumaksud. Dan Space itulah Keberadaan Existence Sang Istri: Ibarat sebuah roda, maka cara pandang terhadap sesuatu pun tergantung status kita berada di mana. Pada waktu kita berada di lingkar luar dengan kesadaran pikiran, maka segala sesuatu nampak berbeda. Semakin kita menuju ke dalam ke arah porosnya, maka perbedaan menjadi semakin sedikit dan di porosnya hanya ada satu, esensi keikaan. Dalam buku Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal disampaikan..Mind bersifat khas, pribadi. Cara berpikir Anda dan cara berpikir saya berbeda. Tidak bisa 100% sama. Sebaliknya intelegensia bersifat universal. Misalnya: apa yang Anda anggap indah dan apa yang saya anggap indah mungkin berbeda. Definisi kita tentang keindahan mungkin bertolak belakang, karena definisi adalah produkmind, produk pikiran. Tetapi, ketertarikan kita pada keindahan bersifat universal. Menyukai

55

keindahan ini berasal dari intelegensia. Anda ingin bahagia, saya ingin bahagia, kita semua ingin bahagia. Nah, keinginan untuk hidup bahagia berasal dari intelegensia. Bila Anda menemukan kebahagiaan dari A dan saya menemukan dari B, perbedaan itu disebabkan oleh mind.. Proporsi mind dan intelegensia dalam diri setiap manusia bisa berubah-ubah. Bisa turun-naik. Bila proporsi mind naik, intelegensia akan turun. Bila intelegensia bertambah, mind berkurang. Bila proporsi mind mengalami kenaikan, manusia menjadi ego-sentris. Dia akan mengutamakan kebahagiaan, kesenangan, kenyamanan, kepentingan diri. Sebaliknya, intelegensia bersifat universal, memikirkan kebahagiaan, kenyamanan, kepentingan umum.Mind atau mano selalu melihat dualitas; intelegensia atau budhi selalu melihat kesatuan. Sebetulnya, budhi juga melihat perbedaan, tapi ia melihat kesatuan di balik perbedaan. Sementara mind hanya melihat perbedaan. Budhi melihat isi; mano melihat kulit.. Sehingga dapat dipahami nasehat Swami Vivekananda, semua perbedaan di dunia ini hanya dari derajatnya, bukan esensinya, karena keikaan adalah rahasia dari segala sesuatu. Sang Suami: Para suci menemukan esensi agama lewat rasa, bukan lewat pikiran. Dalam buku Tetap Waras di Jaman Edan, Visi Ronggowarsito Bagi Orang Modern disampaikan. Mereka yang masih berada pada tingkat akidah agama, selalu membicarakan logika dan akal sehat dan ilmu pengetahuan. Mereka masih sepenuhnya menggunakan pikiran atau mind. Sebaliknya, mereka yang sudah menemukan esensi agama mereka yang sudah memasuki alam spiritual justru membicarakan pelepasan pikiran. Pada tahap itu, yang berkembang adalah rasa. Lewat rasa inilah, seorang nabi memperoleh wahyu.. Dalam buku Membuka Pintu Hati, Surah Al-Fatihah Bagi Orang Modern disampaikan.. Esensi ajaran Islam, Hindu, Budha, Nasrani, dan lain sebagainya, harus mewarnai hidup kita, akhlak kita, batin kita. Dalam warna itu, kita semua dapat bersatu, akan bersatu. Karena, sebenarnya di balik warna-warna yang nampaknya berbeda ini ada warna dasar yangmampu mempersatukan kita, yaitu warna Kasih.. Dalam buku Vedaanta, Harapan Bagi Masa Depan disampaikan. Keagamaan kita sama. Esensi atau nilai-nilai luhur yang terdapat dalam semua agama sama, yaitu Kasih, Kedamaian, Kebenaran, dan Kebajikan. Ketika kau menerjemahkan nilai-nilai itu dalam keseharian hidupmu, dan ketika aku menerjemahkannya dalam hidupku maka kita bertemu!.. Sang Istri: Buku Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan juga membahas pentingnya esensi agama.. Spiritualitas membuat kita menjadi semakin lembut, semakin peduli terhadap lingkungan dan sesama mahluk hidup. Apabila kita menjadi semakin egois, semakin mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok, kita belum spiritual. kita belum beragama. Walaupun kita mengenakan jubah seorang pendeta atau pastor atau ulama, ketahuilah bahwa sesungguhnya kita belum memahami esensi agama. Agama seharusnya membuat kita menjadi seorang warga negara yang baik. Esensi agama seharusnya membuat kita menjadi warga dunia yang baik. Fanatisme, kelompokisme, eksklusivisme semua isme-isme itu harus dilampaui. Apabila kebaikan masih terkait dengan salah satu isme, kebaikan kita

56

belum berharga, belum apa-apa Sang Suami: Semua perbedaan di dunia ini hanya dari derajatnya, bukan esensinya, karena keikaan adalah rahasia dari segala sesuatu. Dalam bahasa sufi keikaan adalah Tauhid. Tauhid berarti Kesatuan. Satu Allah, Hyang Tiada Duanya. Bagi Einstein, Hyang Tiada Duanya adalah Medan Energi Terpadu yang mempersatukan kita semua. Bagi para resi inilah Advaita Non Dualitas. Ekam Sat Adalah Satu Hyang Memiliki Banyak Sebutan. Vedaanta tidak membedakan antara penemuan Muhammad, pemahaman Einstein dan pencerahan para resi. Semuanya bagian dari Hyang Maha Sampurna, Kesempurnaan itu sendiri. Maka,Vedaanta pun memahami betul ketika Isa menyatakan dirinya sama dengan Bapa Allah di Surga. Vedaanta memahami ungkapan Bagaimana pun jua, saya seorang manusia. manusia biasa sebagai kekeliruan manusia. Kekeliruan dalam hal mengenal diri. Kekeliruan atau kesalahpahaman tentang jati-diri, yang disebabkan oleh pikiran. Maka, membebaskan diri dari pikiran-pikiran yang keliru itu menjadi tugas awal manusia. Demikian disampaikan dalam buku Vedaanta, Harapan Bagi Masa Depan. Sang Istri: Para Founding Fathers mempercayai persatuan, sehingga memilih Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan. Mereka menerima kebhinekaan, perbedaan. Namun di balik perbedaan itu, mereka juga melihat kesatuan. Dalam buku Youth Challenges And Empowerment disampaikan.. Banyak di antara kita tidak, atau tidak mau tahu bahwa para founding fathers kita memiliki kesadaran spiritual yang sangat tinggi. Kesadaran inilah yang membuat mereka melihat keikaan, kesatuan, di balik kebhinekaan segala sesuatu yang tampak beda. Sekarang kita sibuk membedah kata, membedakan kesatuan dari persatuan. Kita tidak sadar bahwa persatuan hanyalah mungkin bila kita sadar akan kesatuan jiwa kita. Kita semua satu dalam jiwa, dalam spirit. Bung Karno, Cipto Mangun Kusumo, dan sederet pendiri Republik Indonesia Modern yang lain adalah siswa spiritual purnawaktu. Mereka tidak pernah berhenti menggali spiritualitas di dalam diri. Untuk itu mereka pun tidak segan-segan belajar dari sumber mana pun. Bagi mereka, berita baik adalah berita baik. Kendati demikian, mereka pun tidak langsung menerima ajaran Theosofi, Vivekananda atau pandangan kebangsaan Attaturk, Marx, dan lain-lain. Mereka tidak menelannya mentah-mentah. Setiap ajaran dan pandangan dicerna dan kemudian disesuaikan dengan budaya Indonesia sebelum disajikan kepada sesama anak bangsa. Sang Suami: Dalam buku Menemukan Jati Diri I Ching Bagi Orang Modern disampaikan Orang bijak melihat kesatuan di balik perbedaan. Jangan mempermasalahkan perbedaan-perbedaan yang ada. Perhatikan hal-hal yang bisa mempersatukan. Demikian, kau akan selalu jaya, selalu berhasil! Keberadaan tidak mengenal pengulangan. Karena Tuhan Maha Esa Ada-Nya, karena Allah Maha Kuasa Ada-Nya, setiap makhluk dalam alam ini adalah khas, unik. Perbedaan yang terlihat, justru membuktikan Kekuasaan-Nya, Keesaan-Nya. Perbedaan tidak bisa dihindari. Yang harus kita hindari adalah pertentangan. Pertentangan yang disebabkan oleh kesadaran rendah. Pertentangan yang muncul karena kita mempermasalahkan kulit sapi dan tidak memperhatikan susu sapi. Selama kita masih sibuk membahas Allah,

57

mendiskusikan agama, memperdebatkan spiritualitas, kita tidak akan pemah bisa melihat kesatuan dan persatuan di balik hal-hal yang berbeda. Kita harus berwawasan cukup luas, sehingga dapat menerima pandangan-pandangan yang berbeda. Pada saat yang sama, kita juga harus memiliki kesadaran yang cukup tinggi, sehingga bisa melihat keikaan di balik kebhinekaan. Tingkatkan kesadaran kita, lihatlah kesatuan dan persatuan di balik perbedaan, dan kita akan selalu jaya, selalu berhasil!. Sang Istri: ..Sekarang apa yang terjadi? sejak usia kecil anak-anak kita sudah dididik untuk memperhatikan perbedaan, bukan untuk melihat kesatuan di balik perbedaan. Bhineka Tunggal Ika tinggal slogan saja. Dan, saya memiliki keyakinan bila motto itu kita khianati, maka bubarlah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nah, kalau mau melahirkan Manusia Baru, kita harus mulai dari mana, dari siapa? Barangkali ada yang menjawab, dari anak. Demikian disampaikan dalam buku Self Empowerment, Seni Memberdaya Diri Bagi Para Pendidik Dan Pemimpin Spiritualitas, yang sesungguhnya merupakan esensi dari semua agama, sama sekali terlupakan. Kita sibuk dengan ritus belaka. Dalam pendidikan agama di sekolah pun berapa kali sembahyang dan berapa sering ke tempat ibadah menjadi patokan pemberian nilai. Karakter seorang anak tidak menjadi penting, asal ia sudah menunaikan apa yang dianggap sebagai kewajiban agama.. Demikian disampaikan dalam buku Youth Challenges And Empowerment Semoga kita semua sadar. Semoga Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

58