Anda di halaman 1dari 6

Hama yang menyerang tanaman perkebunan dan tanaman hortikultura di kota Pariaman

A. Tanaman Perkebunan
1. Tanaman Kelapa
Hama Perusak Tanaman Kelapa : Perusak batang : Oryctes rhinoceros, Dynastes gideon, Rhyncophorus sp. Pemakan/perusak daun : Artona sp., ulat api Setora sp., Darna sp., Parasa sp.,Calchoceillis sp., belalang Sexava sp., Locusta sp., Valanga sp., Oxya sp., ulat kantung Mahasena sp., ulat Hidari sp. Penghisap : kutu kapok Aleyurodichus sp., kutu perisai Aspidiotus sp. Perusak bunga : ulat Tirathaba sp. dan Batrachedra sp. Perusak buah : tupai dan tikus Hama gudang : Corcyra sp., Dolessa sp., Necrobia sp., Carpophilus sp., Oryzaephilus sp., Tenebroides sp. Hama Penting Tanaman Kelapa Kumbang nyiur Oryctes rhinoceros (Coleoptera : Scarabaeidae) Kumbang sagu Rhyncophorus ferugineus (Coleoptera : Curculionidae) Ulat Artona xatosantha (Lepidoptera : Zygaenidae) Ulat api Setora nitens, Parasa sp. Darna sp. (Lepidoptera : Limacodidae) Kutu perisai Aspidiotus destructor (Homoptera : Diasphididae) Belalang kembara Locusta migratoria (Orthoptera : Acrididae) dan belalang kayu Valanga ningricornis (Orthoptera : Tettigonidae) Hama mayang Batrachedra sp. (Lepidoptera : Cosmopterygidae) dan Tirathaba sp. (Lepidoptera :Pyralidae) Hama buah Tikus (Ratus tioomanichus) dan tupai Pengelolaan Hama Kelapa Kumbang nyiur (Oryctes rhinoceros) Secara fisik dengan perangkap lampu Secara mekanis dengan pengumpulan larva dan pupa pada media perangkap Secara hayati dengan memanfaatkan jamur Metarhizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes Secara kimiawi melallui injeksi batang dengan insektisida kumbang sagu (Rynchoporus ferugineus) Hama ini merupakan hama sekunder yang muncul setelah luka oleh serangan kumbang Oryctes rhinoceros, oleh karena itu dilakukan pencegahan terjadinya luka batang tanaman di bagian pucuk Pengendalian secara hayati dengan memanfaatkan jamur Metarhizium anisopliae Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida melalui injeksi

Pengelolaan Hama Perusak Daun dan Mayang Kelapa Pengendalian secara bercocok tanam dilakukan melalui pembersihan tanaman penutup tanah sementara untuk mencegah peletakan telur belalang Metode pengendalian secara kimiawi merupakan salah satu yang pernah dipraktekan, yaitu menggunakan insektisida melalui injeksi batang Pengendalian secara hayati yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan musuh alami hama kelompok parasitoid dan pemangsa: Tabuhan Apanteles artonae untuk ulat Artona Tabuhan Chelonus sp. untuk hama mayang Batracedra sp. Kumbang Chilocorus politus untuk kutu perisai Aspidiotus destructor Pengelolaan Hama Perusak Buah (Tikus dan Tupai) Pengaturan jarak tanam Sanitasi kebun Penggunaan barier Pemanfaatan musuh alami : burung hantu Tyto alba untuk mengendalikan tikus

2. Tanaman Kakao
Hama Penting Tanaman Kakao Penggerek batang Zeuzera coffeae (Lepidoptera : Cossidae) Kepik Helopeltis sp. (Hemiptera : Miridae) Penggerek buah Conopomorpha cramerella (Lepidoptera : Glacillaridae) Pengelolaan Hama Kakao Pengendalian secara fisik dengan cara pembungkusan buah untuk mencegah serangan penggerek buah Pengendalian secara mekanis melalui eradikasi tanaman terserang Conopomorpha cramerella Pengendalian secara hayati dengan memanfaatkan musuh alami berupa pemangsa dan patogen hama : Semut untuk mengedalikan Helopeltis sp. Burung hantu Tyto alba untuk mengendalikan tikus Jamur Beauveria bassiana untuk penggerek cabang Jamur Verticilium sp. untuk penggerek buah Secara kimiawi dengan insektisida kimia maupun toksin produk mikrobia Bacillus thuringiensis (delta endotoksin)

3. Tanaman Pinang
1. Hama perusak tanaman pinang : Bagworms (Manatha albipes Moore) Ditemukan di bagian bawah daun dan membuat sejumlah lobang-lobang kecil. 2. Termit atau rayap Termit dapat menyerang benih atau bibit pada musim kemarau. Serangan pada bibit dimulai pada pangkal batang, sehingga bagian pucuk menjadi layu dan lama kelamaan tanaman mati. Pengendalian rayap dapat dilakukan dengan menutup bagian pangkal batang dengan pasir ataupun secara kimiawi menggunakan insektisida Aldrin. 3. Belalang (Aularches miliaris Linn) Menyerang lamina daun sehingga meyebabkan daun berlubang 4. Kutu (mite) Dikenal 3 jenis kutu menyerang tanaman pinang. Kutu merah (Raolella indica Hirst) dan kutu putih (Oligonychus Indicus Hirst). Kutu oranye, Kutu merah dan Kutu putih hidup berkelompok di bawah daun dan mengisap cairan di daun mengakibatkan daun berwarna kekuningan, coklat dan akhirnya mengering. Kutu oranye (Dolichotetranychus sp.) menyerang buah yang masih muda dan bersembunyi dibagian dalam perianth buah serta mengisap cairan, sehingga buah akan gugur Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan Kelthan 1.86 ml/l air ataupun penggunaan predator antara lain Chilocorus sp 5. Kepik (Carvalhoia arecae Miller and China) Kepik ditemukan berkumpul di bagian ujung ketiak daun. Kepik dewasa berwarna hitam dan Kepik muda berwarna hijau kekuningan, keduanya mengisap cairan pada bagian spindle sehingga pertumbuhan tidak normal. Daun yang telah diisap nampak garis-garis nekrotik berwarna coklat tua lama kelamaan daun mengering dan patah. Pengendalian dilakukan dengan insektisida sistemik Sevin 4G dengan dosis 10 g per tanaman setiap 3 bulan. 6. Tempayak akar (Leucopholis burmeisteri Brenske) Tempayak akar atau dikenal tempayak putih merupakan hama yang cukup merugikan tanaman pinang. Bentuk hama ini seperti hurup V serta tubuh lembut dengan kaki berbulu warna coklat

7.

Ulat bunga (Tirathaba mundella Walk)

Ulat bunga menyerang mayang dengan mengisap cairan dalam bunga. Ulat dewasa meletakan telurnya pada bagian spatha. Sehingga Spadix tidak dapat membuka dengan sempurna. Pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan Endre x 20 EC 0.125 % atau Malathion 50 % EC dengan dosis 2 ml / l air. 8. Gugur buah muda Gugur buah muda disebabkan oleh kepik Pentatomid (Halyomorpha marmorea F). Buah pinang yang ditusuk dengan belalai akan mengeluarkan cairan. Buah yang ditusuk akan berwarna hitam pada permukaan kulit buah dan dagingn buah akan berwarna coklat gelap. Gejala ini akan berkembang terus sehingga menyebabkan buah gugur. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menyemprot Endosulfan 0.05% pada tandan. 9. Kumbang pinang (Coccotrypes carpophagus Horn). Kumbang pinang dewasa menyebabkan kerusakan dengan menggerek buah sehingga berlubang sampai pada bagian biji. Besar lubang gerekan kira-kira berdiameter 0.6 - 1.0 mm.

B. Tanaman Hortikultura
1. Tanaman Manggis
Hama penting tanaman Manggis : 3. Kutu Putih (Pseudococcus spp.) Kutu putih merusak kulit buah sehingga tampilan buah kurang menarik Pengendalian : Mengurangi kepadatan taju agar tidak terlalu rimbun dan saling menaungi; Mengurangi kepadatan buah; Mencegah semut dengan kapur antisemut; Menyemprot tanaman dengan insektisida dan fungisida (bila ada jelaga hitam). 2. Ulat Penggorok Daun (Phyllocnitis citrella) Bagian tanaman yang diserang adalah daun muda yang helaian daunnya baru membuka. Akibat terserang hama ini, daun menjadi mengecil dan agak keriting. Pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan insektisida sistemik. Penyemprotan dilakukan pada tunas muda yang daunnya baru membuka. 3. Thrip (Scirtothrips sp.) Serangan thrips dimulai saat kuncup bunga mekar dan berlanjut selama perkembangan buah.

Pencegahan dan pengendalian thrips disarankan dengan: Menjaga lingkungan tajuk tanaman tidak terlalu rapat sehingga cahaya matahari sampai ke bagian tajuk yang dalam; Membersihkan dan membakar daun-daun yang gugur di bawah pohon; Menggunakan insektisida saat bunga mekar sampai diameter buah sekitar 2 cm. 4. Tungau (Tetranychus spp.) Serangan tungau dimulai pada kuncup mekar, daun, bunga, dan buah. Gejala serangan pada tangkai daun, bunga, dan buah berupa perubahan warna seperti perunggu serta pada permukaan atas daun terdapat bercak kekuningan Pencegahan dilakukan dengan pengawasan rutin saat tanaman bertunas, berdaun muda, dan saat berbuah kecil. Pengawasan sebaiknya dilakukan setiap minggu karena tungau cepat berkembang biak. 5. Hawar Benang (Marasmius scandens Mass.) Jamur ini biasanya hidup sebagai saprofit, namun dapat berubah menjadi parasit dan menyerang daun. Gejala serangan berupa munculnya benang putih pada permukaan cabang atau ranting kemudian meluas ke permukaan bawah daun. Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun, memangkas ranting/cabang yang terserang, dan menggunakan fungisida.

2. Tanaman Pisang
Hama Perusak Tanaman Pisang : Perusak akar : nematoda Pratylenchus sp. Perusak batang : penggerek batang Cosmopolites sordidus Perusak daun : penggulung daun Erionota thrax, kutu Pentalonia nigronervosa Perusak bunga : hama kudis Nacoleia octasema Perusak buah : kelelawar, burung Pengelolaan Hama Pisang Secara kultur teknis dilakukan dengan penanaman bibit sehat/tidak terinfeksi virus Bunchy Top Pengendalian mekanis melalui kegiatan sanitasi untuk menghindari serangan penggerek bonggol pisang, pengambilan larva Erionata thrax dalam gulungan Pengendalian secara fisik melalui pengasapan bunga pisang yang baru muncul Pengendalian secara hayati dengan memanfaatkan musuh alami berupa jamur Metarhizium anisopliae untuk mengendalikan Cosmopolites sordidus

3. Tanaman Durian
Jenis Hama Tanaman Durian : Penggerek batang : Batocera sp., Notopeus sp. (Coleoptera : Cerambycidae) Penggerek buah :Hypoperigea leprosticta (Lepidoptera : Noctuidae)

Pengelolaan Sanitasi kebun, pemanfaatan lampu penerangan.

4. Tanaman Mangga
Hama Penyerang Tanaman Mangga : Penggerek batang : Rhytidodera simulans, Bactocera sp.(Coleoptera : Cerambycidae), Sternochetus sp. (Coleoptera : Curculionidae) Perusak daun : ulat api Parasa sp., Setora sp.(Lepidoptera : Limacodidae), lalat puru Procontarinia mattiana (Diptera Cecidomyidae), penggerek pucuk Clumatia sp. (Lepidoptera : Noctuidae) Perusak buah : penggerek buah Philotroctis eutraphera (Lepidoptera : Pyralidae), Noorda sp. (Lepidoptera : Noctuidae), Cryptorhinchus sp. (Coleoptera : Curculionidae) Pengelolaan Hama Mangga Sanitasi kebun, pemusnahan stadia hama. bagian tanaman bergejala serangan/ terserang/tempat hidup hama. Pemanfaatan perangkap lalat buah : metil eugenol, perangkap kuning Pembrongsongan buah Perlakuan injeksi batang untuk pengendalian penggerek batang dan lalat puru.