Anda di halaman 1dari 5

Laporan Hasil Observasi Mata Kuliah Ortopedagogik Umum SDLBN 35 PAINAN UTARA

RIA VELINA 1100304/2011 Dosen Drs. H. Asep Ahmad Sopandi M,pd

PENDIDIKAN LUAR BIASA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah swt. Yang telah memberikan saya kesempatan untuk bisa menyelesaikan laporan penelitian hasil observasi untuk mata kuliah ortopedagogik umum tepat pada waktunya. Makalah ini di harapkan akan akan dapat membantu terhadap kegiatan perkuliahan terutama untuk para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Ortopedagogik Umum. Namun demikian, makalah ini tidaklah dimaksudkan sebagai satu-satunya sumber dalam pembelajaran mata kuliah ini. Kepada mahasiswa di harapkan dapat mengembangkannya dan menambah rujukan-rujukan lain yang akurat. Makalah ini di tulis oleh saya, saya menyadari banyak kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini, untuk itu saya mohon kritik dan saran sebagai acuan saya untuk memperbaikinya.

Padang, 18 Desember 2011

Ria velina 1100304

LAPORAN OBSERVASI

1. Sejarah berdirinya SDLB 35 Painan utara SDLB 35 Painan Utara terletak di Jalan H.Ilyas Yakup Painan Utara. Sekolah ini ini sudah masuk dalam katagori sekolah negeri. Sekolah ini berdiri pada tahun 1984. Sekolah ini tempatnya sangat strategis berada ditepi jalan Painan Utara,tetapi agak menjorok kedalam. SDLB ini statusnya sudah terakreditasi oleh pemerintah daerah setempat. 2. Visi dan Misi SDLB 35 Painan Utara Visi SDLB 35 Painan utara Anak berkebutuhan khusus diharapkan mampu mandiri untuk diri sendiri,keluarga,masyarakat, serta memiliki keterampilan untuk bekal kehidupannya nanti. Misi SDLB 35 Painan utara 1. Meningkatkan iman dan takwa 2. Membimbing anak PL/PKL untuk dapat bersosialisasi dengan lingkungan. 3. Memberikan keterampilan yang berguna untuk masa depan
4. Menjalin kerja sama dengan semua pihak dan meningkatkan keterampilan ank

5. Menanamkan konsep diri yang positif agar dapat beradaptasi dan dapat diterima dalam bersosialisasi dimasyarakat 6. Meningkatkan profesional guru dalam mendidik anak berkebutuhan khusus
3. Struktur organisasi SDLB 35 Painan utara

SDLB ini dikepala sekolahi oleh Bapak. Syafrizal, M.pd, jumlah semua guru di sekolah ini adalah 15 orang guru, yang terdiri dari : Guru A ( Tunanetra ) = 3 orang Guru B ( Tunarungu ) = 2 orang Guru C ( Tunagrahita ) = 7 orang Guru D ( Tunadaksa ) = 3 orang

Jumlah siswakotor diekolah ini berkisar 80 orang, dan yang aktif mengikuti pembelajaran sekitar 68 orang, yang terdiri dari :
-

Siswa A ( Tunanetra ) = 5 orang Siswa B ( Tunarungu ) = 9 orang Siswa C ( Tunagrahita ) = 53 orang Siswa D ( Tunadaksa ) = 1 orang

4. Fasilitas Di sekolah ini disediakan asrama bagi siswa yang tidak mampu pulang atau memang dititipkan orang tua nya disekolah tersebut, juga tersedia berbagai alat untuk berkreatifitas bagi anak berkebutuhan khusus,seperti alat musik, huruf braille atau sebagai nya yang dirasa perlu dan dapat menunjang sistem pembelajaran disekolah tersebut. 5. Sistem belajar Sistem pembelajaran disekolah ini juga sama dengan sistem pembelajaran disekolah luar biasa lainnya. Sesuai dengan kurikulum KTSP yang berlaku. Sekolah ini juga tidak memandang status ekonomi siswa, baik yang mampu atau yang tidak dapat diterima disekolah ini. Sekolah ini juga selalu menerima murid baik di awal tahun ajaran baru maupun di tengah semester, ini akan dijadikan murid percobaan yang akan diuji terlebih dahulu apakah ia mampu mengikuti kelas yang sebelumnya. Jika tidak akan diturunkan ke kelas yang lebih rendah untuk dididik sesuai dengan kemampuannya. Setiap hari sabtu sekolah ini juga mengadakan ekstrakulikuler bagi para siswa, contoh nya anak Tunanetra dapat mengembangkan bakatnya dibidang seni seperti vokal,main drum,dan di bidang seni lainnya, sedangkan anak Tunarungu mengembangkan bakatnya pada lukisan atau menggambar, dan anak Tunagrahita pada keterampilan tangan seperti membuat boneka dari benang wol dan dibidang olahraga seperti main football dan tenis meja. Karya-karya anak tersebut juga di pamerkan pada pameran-pameran yang ada jika diadakan pameran oleh pemerintah setempat, karya anak-anak tersebut juga mempunyai harga nilai jual yang cukup bagus.

6. Biaya pendidikan Biaya anggaran pendidikan sekolah ini Rp.700.000 beasiswa bagi untuk para siswa. 7. Prestasi sekolah Sekolah ini juga sudah cukup banyak berprestasi dibidang : Volly Tenis meja Bernyanyi Dan prestasi akademik lainnya.

Disekolah ini juga cukup banya siswa yang berprestasi seperti anak Tunanetra yang bernama alfin, dia masih kelas 1 sekolah dasar,tetapi sudah pandai bernyanyi dan suara nya sangat merdu, walaupun dia punya kekurangan tapi itu tidak menghambat bagi terbentuknya suatu karya yang dapat diacubgi jempol. Diana, salah seorang murid Tunarungu yang juga sanagat pandai melukis dan menggambar, dia juga mengajarkan kepada adik-adik nya yang lain bagaimana cara menggambar yang baik dan bagus.