P. 1
Biografi Para Bupati Jombang

Biografi Para Bupati Jombang

|Views: 911|Likes:
Dipublikasikan oleh Akhmad Akbar Susamto

More info:

Published by: Akhmad Akbar Susamto on Feb 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

Sections

  • PENGANTAR PENULIS
  • SEJARAH SINGKAT KABUPATEN JOMBANG
  • 1. Profil R.A.A. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930)
  • 2. Profil R.A.A. Setjoadiningrat (Masa Bhakti 1930-1946)
  • 3. Profil Bupati R. Boediman Rahardjo (Masa Bhakti 1946-1949)
  • 4. Profil R. Moestadjab Soemowidagdo (Masa Bhakti 1949-1950)
  • 5. Profil R. Istadjab Tjokrokoesoemo (Masa Bhakti 1950-1956)
  • 6. Profil Bupati M. Soebijakto (Masa Bhakti 1956-1958 dan 1960-1961)
  • 7. Profil Bupati R. Soedarsono (Masa Bhakti 1958-1962)
  • 9. Profil Bupati Ismail (Masa Bhakti 1966-1973)
  • 10. Profil Bupati R. Soedirman (Masa Bhakti 1973-1979)
  • 11. Profil Achmad Hudan Dardiri (Masa Bhakti 1979-1983)
  • 12. Profil Bupati Noeroel Koesmen (Masa Bhakti 1983-1988)
  • 13. Profil Bupati Tarmin Hariadi (Masa Bhakti 1988-1993)
  • 14. Profil Bupati Soewoto Adiwibowo (Masa Bhakti 1993-1998)
  • 16. Profil Bupati Suyanto (Masa Bhakti 2003 – 2008)
  • 17. Profil Bupati Ali Fikri (Masa Bhakti 2008-2008)
  • Daftar Pustaka

BIOGRAFI

PARA BUPATI JOMBANG

Oleh: Fahrudin Nasrulloh Dian Sukarno Yusuf Wibisono

DITERBITKAN OLEH:

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2010

BIOGRAFI PARA BUPATI JOMBANG Pemerintah Kabupaten Jombang Cetakan pertama, Desember 2010 Biografi Para Bupati Jombang © Pemerintah Kabupaten Jombang, 2010 Penyunting : Fahrudin Nasrulloh Pemeriksa aksara : Jabbar Abdullah Perbaikan akhir : Abdul Wahab Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Fahrudin Nasrulloh, Dian Sukarno, Yusuf Wibisono Biografi Para Bupati Jombang Cet. 1. -- Jombang: Pemerintah Kabupaten Jombang, 2010 150 hlm.; 21 cm ISBN:

2

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................... IDENTITAS BUKU ............................................................................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................... PENGANTAR PENULIS ....................................................................................... BAB I SEJARAH SINGKAT KABUPATEN JOMBANG ................................ BAB II BIOGRAFI PARA BUPATI JOMBANG ............................................... Profil R.A.A. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930) ................ Profil R.A.A. Setjoadiningrat (Masa Bhakti 1930 – 1946) ............... Profil Bupati R. Boediman Rahardjo (Masa Bhakti 1946-1949) ..... Profil R. Moestadjab Soemowidagdo (Masa Bhakti 1949-1950) ..... Profil R. Istadjab Tjokrokoesoemo (Masa Bhakti 1950-1956) ......... Profil Bupati M. Soebijakto (Masa Bhakti 1956-1958) .................... Profil Bupati R. Soedarsono (Masa Bhakti 1958-1962) ................... Profil Bupati R. Hassan Wirjoekoesoemo (Masa Bhakti 19621966) ................................................................................................. 9. Profil Bupati Ismail (Masa Bhakti 1966-1973) ................................. 10. Profil Bupati R. Soedirman (Masa Bhakti 1973-1979) ..................... 11. Profil Achmad Hudan Dardiri (Masa Bhakti 1979-1983) ................ 12. Profil Bupati Noeroel Koesmen (Masa Bhakti 1983-1988) .............. 13. Profil Bupati Tarmin Hariadi (Masa Bhakti 1988-1993) .................. 14. Profil Bupati Soewoto Adiwibowo (Masa Bhakti 1993-1998) ......... 15. Profil Bupati Drs.H. Affandi, M.Si (Masa Bhakti 1998-2003) ......... 16. Profil Bupati Drs. H. Suyanto (Masa Bhakti 2003 – 2008) .............. 17. Profil Bupati Drs. H. Ali Fikri (Masa Bhakti 2008-2008) ................ BAB III PENUTUP ............................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. TENTANG PENULIS ............................................................................................ 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1 2 3 4 8 17 17 25 29 31 33 35 37 43 45 49 57 76 83 86 95 98 107 117 119 123

3

dan kelak. penggunaan kata ”biografi” dalam judul di atas dimaksudkan sebagai harapan bahwa di kemudian waktu tiap sosok Bupati Jombang dapat dituliskan kembali secara lebih lengkap. Kabupaten Jombang merupakan wilayah yang cukup siknifikan dengan berbagai sumber daya manusianya dan potensi agrarisnya untuk diperhitungkan di masa mendatang. beriman. tolok ukur. ramah.A. Kompleksitas ini muncul ketika teks telah berhadapan dengan pembaca. Konsekuensi intelektual dari penulisan biografi memang berat dan kompleks.A. yang dalam arti lain bisa bermakna semacam ”biografi kecil”. Kiranya bakal berharga jika kehadiran buku Biografi Para Bupati Jombang ini mampu memenuhi sebagian dari kebutuhan literasi dalam konteks historis yang paling elementer bagi masyarakat Jombang untuk kemudian dijadikan acuan dalam banyak hal terkait. Sebagai sebuah cermin kesejarahan baik di masa lalu. dan menyeluruh. kami menggunakan kata ”profil” di tiap sosok Bupati di sini. mendetail. Ali Fikri (Masa Bhakti 2008-2008). dan senantiasa mampu memunculkan harapan-harapan baru yang konstruktif demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang. Kesejarahan yang bersifat historis-komunal tersebut tidak lepas dari peran warga Jombang dalam berpartisipasi serta turut berproses dalam pembangunan dan pembentukan citra Kabupaten Jombang sebagai kota santri yang memiliki karakter egaliter. khususnya bagi masyarakat Jombang. Biografi para Bupati Jombang dalam buku ini dimulai dari masa Bupati R. Perlu disampaikan. kaca benggala. kiranya penting kami sodorkan semacam ilustrasi ikhwal problema penulisan biografi dari sejarawan Taufik Abdullah ini: 4 . Untuk itu. profil bupati yang telah memimpin dan mewarnai kesejarahan Jombang terasa menjadi penting dituliskan untuk dijadikan teladan. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930) sampai Bupati Drs. Dan dalam buku ini belumlah memenuhi maksud tersebut. Karena itu. atau evaluasi bagi siapa saja.PENGANTAR PENULIS Sebagai salah satu upaya dalam rangka memajukan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia di setiap wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Timur. H. kini. sehingga mempunyai fungsi dan edukasi bagi warganya secara luas. Masa Bupati Suyanto yang menjabat kembali sebagai Bupati Jombang dari 2009 sampai dengan 2013 akan dibukukan tersendiri secara khusus.

berarti ia sesungguhnya telah menentukan pilihan ideologisnya. bukan manusia biasa. Tak mungkin rasanya ia menulis biografi dari seorang tokoh dengan sejujurnya. jika ini yang dilakukan. Hlm. Ini baru menyangkut soal yuridis dan. setidaknya yang diusahakannya. Menjadikan biografi sebagai sasaran penelitian dan penulisan kadang-kadang dapat membawa orang pada dua kemungkinan yang bertolak belakang. dalam Manusia dalam Kemelut Sejarah. Secara jujur. Ia merasa gelisah dan kecewa. Ia – si peneliti. rasa tersinggung keluarga dan teman dekat mereka yang diteliti. Dan. tak pernah habis dan selalu ada yang baru. 5 . sestatus atau sedaerah. Dan seterusnya. Lahirnya diketahui. Tentu masalahnya tidak semudah itu. jika itu yang dikehendakinya – bisa merasa puas dengan data dasar mengenai tokohnya. Kemungkinan munculnya kemarahan. Sebagai penutup. sebelum menelitinya. Begitulah. Tetapi jika tidak.1-2. Demi semua tujuan yang diacu dalam penulisan buku ini di atas. Memang butuh bertahun-tahun. mungkin. Tempat dan tingkat pendidikannya dicantumkan. Tetapi. Kemungkinan kedua ialah terlibatnya pada hal-hal yang bersifat spekulatif-filosofis. Jakarta. Kinerja pemimpin haruslah diemban dengan sungguh-sungguh. seperti yang sering terjadi. Dengan tenang si pembimbing memberi jawaban: ”Bunuh istrinya!” Akhir ceritanya? Si penulis muda tentu tidak membunuh istri dari tokoh yang diselidikinya secara fisik. kejengkelan atau. Dari 17 sosok bupati dalam buku ini. Kedudukan yang pernah dijabat ditelusuri. kami sodorkan kembali tulisan 1 Taufik Abdullah. kita berharap besar dalam setiap periode pemilihan bupati akan mempunyai pemimpin yang mampu menjadi pengayom. politis dalam penulisan. ”Manusia dalam Sejarah: Sebuah Pengantar”. dan tidak pula demi kepentingan diri sendiri. justru sebaliknya. Membunuh. 1978). Tak salah. ia akan terbuai pada hagiografi di mana biografi telah menjadi riwayat para ”orang suci”. dengan yang pertama. bukankah lebih baik jika ia tidak berhenti pada satu orang saja? Akan lebih baik lagi dilanjutkan dengan catatan tentang tokoh-tokoh lain. Dan kiranya apa yang kita sebut sebagai ”data”. demi kejujurannya terhadap sasaran yang dipelajarinya. Penghargaan yang sadar terhadap masalah ini sering berarti telah lebih dulu menempatkan tokohnya dalam konteks sejarah yang kosmis sifatnya. yang mungkin sepekerjaan. memberi teladan. Ini barulah salah satu aspek sampingan dari problema yang dihadapi dalam penulisan biografi. dalam konteks lapangan riset yang kami hadapi. jika yang diinginkan adalah sebuah biografi lengkap. Ia telah lebih dulu menentukan sikap. Orang tuanya dikenal. Bagaimana mungkin. Dengan keterlibatannya dalam kehidupan tokohnya ia biasanya telah beranggapan bahwa peranan tokohnya dominan.1 Ada rasa genting sekaligus pelik jika penulisan biografi kecil ini mengacu pada paparan akademis Taufik Abdullah di atas.Terkabarlah bahwa seorang penulis biografi muda usia mendatangi pembimbingnya. hampir 10-an lebih yang sudah meninggal dan sama sekali belum tertelusuri data pribadinya secara akurat. barulah salah satu masalah saja. dan memakmurkan mereka. tidak mengabaikan tanggung jawab. Tentu dengan batasan-batasan tertentu. sebab istri si tokoh masih hidup. Ia mencoba ”membunuhnya” sebagai faktor yang akan mempengaruhi tulisannya. Apa yang didapatkannya merupakan bahan yang akan sangat berharga bagi studi sosiologis-historis tentang kelompok sosial dari tokoh-tokoh itu. (LP3S.

dengan dilandasi rasa iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan berpikiran ke depan: Gedung ini dibangun untuk meningkatkan fasilitas kerja bagi para karyawan/karyawati Pemerintah Daerah Tingkat II Jombang. bertugas. Fenomena terkini tentang pemilihan kepala daerah dalam kontes Pilkada terkesan seolah hanya permainan politik dan intrik yang mengumbar janji-janji kesejahteraan semata. Politik populis demikian merupakan bagian dari dinamika perpolitikan Indonesia kontemporer yang harus disikapi secara terbuka dan kritis. tepat sasaran dan tidak diselewengkan. Kini. pertanyaan paling utama. Oleh karena itu. terutama bagi seorang pemimpin. Politik populis sering gagal mengembangkan manajemen politik yang efisien dan efektif. dalam rangka upaya meningkatkan kemampuan serta keterampilan melaksanakan tugas pokok yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan di segala bidang kehidupan. inhaltliche Versprechungen 6 . Soewoto Adiwibowo Tandasan Bupati Soewoto mengisyaratkan betapa urgennya seorang pemimpin (atau pegawai negara) dalam konteks peran elite politik agar dapat dijadikan pegangan dan kepercayaan dalam merumuskan kebijakan pemerintah demi hajat hidup orang banyak. Jangan kecewakan pimpinanmu. selalu mendapatkan petunjuk. formale Versprechen. Ini menjadi tantangan bersama. Jombang. kebanggaan dan kesetiaan kepada Korpri. karena tindakanmu yang tidak terpuji.salah seorang Bupati Jombang yang terpahat di ruang tamu lantai satu bagian luar dari ruang Sekda. keluargamu dan dirimu sendiri. Bina terus kebersamaan. menurut Daniel Dhakidae. bimbingan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa. rekanmu. 23 Agustus 2005 Bupati Kepala Daerah Tingkat II Jombang ttd H. bagi politik populis adalah kemampuannya menyelesaikan masalah ekonomi-politik yang begitu mengancam. bersikap dan berbuat yang terbaik. dibandingkan dengan mengerjakan janji substantif. berkarya dan beramal!! Semoga dalam menjalankan tugas dan pengabdian kita. kepada kita semua dituntut untuk mau dan mampu bekerja dengan sungguhsungguh. serta mampu berfikir. sebagai cerminan bagaimana seorang pemimpin dan pegawai negara berwatak. Jenis politik seperti ini lebih mengandalkan kemegahan dalam janji-janji resmi. sementara ketika seseorang telah terpilih dengan segala kharisma yang dimilikinya ataupun yang dibuat-buat tentu dihadapkan dengan tanggung jawab untuk merealisasikan program-programnya secara baik dan benar. Selamat bertugas. agar menjadi kekuatan yang kokoh dan tegar.

2000). dan Masa Depan Politik Indonesia”. 64-65. 7 . Pada saatnya irasionalisme politik kharismatik yang menjadi inti politik populis harus berpasangan dengan politik rasional dalam suatu manajemen ekonomipolitik yang lebih berarti.(Steinert). saran dan kritik dari pembaca sangatlah kami harapkan. (PT Kompas Media Nusantara.2 Akhirnya. ”Populisme. Hanya dengan itu milenium ketiga menjadi tantangan dan bukan keranjang sampah. tiada ranting yang tak patah. bahwa buku Biografi Para Bupati Jombang ini hanyalah sebagian kecil ikhtiar pendokumentasian yang tentunya masih banyak kekurangan dan kemungkinan kealpaan atau ketelodoran merangkai data yang kami susun. Hlm. Jakarta. Tim Penulis 2 Baca Daniel Dhakidae. Tak terlupa pula kami sampaikan beribu terima kasih kepada semua narasumber dan sejumlah informan yang turut membantu penggalian data sehingga penerbitan buku ini dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. dalam Indonesia Abad XXI: Di Tengah Kepungan Perubahan Global. Karena itu. Pemimpin Kharismatik.

Luas wilayahnya 1. di dalamnya berisi gambar: padi dan kapas. Hasyim Asy’ari dan K.H. dan berjarak 79 km (1. dua sungai satu panjang satu pendek. ibu kota Provinsi Jawa Timur.50 km². Konon. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang. dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis atau kejawen). tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid (Cak Nur).BAB I SEJARAH SINGKAT KABUPATEN JOMBANG Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis.165. serta budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun). di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia K. memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut. menara dan bintang sudut lima diatasnya berdiri pada beton lima tingkat. jalur Surabaya-Tulungagung. dan Rejoso. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang. Sementara lambang Kabupaten Jombang menyimpan makna filosofis tersendiri.159. Ijo mewakili kaum santri (agamis). serta jalur Malang-Tuban. Denanyar. kata “Jombang” merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa “ijo” dan “abang”. Pusat Kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah kabupaten. dalam hitungan statistik tahun 2005.H. Berbentuk perisai. Balai Agung (Pendopo Kabupaten Jombang). dan jumlah penduduknya 1. pahlawan nasional K. Wahid Hasyim. Tambak Beras. Abdurrahman Wahid. karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Yogyakarta). Ada pun arti gambar lambang Kabupaten Jombang terdiri dari beberapa hal. karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayah tersebut. Jombang juga dikenal dengan sebutan “kota santri”. 8 . gerbang Mojopahit dan benteng.5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya.H. Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang.720 jiwa. gunung.

Mpu Sindok peletak Dinasti Isyana atau Isyana Wangsa di Jawa Timur telah memindahkan ibukota 9 . Warna Putih berarti dalam menjalankan tugas tetap berpegang pada kesucian. Gambar Benteng: berarti jaman dulunya Jombang merupakan benteng Mojopahit sebelah barat. khususnya bangsa Indonesia umumnya. guna memelihara persatuan/kesatuan rakyat di dalam daerahnya. hal ini menyebabkan masyarakat bermental kuat. demi persatuan kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia. Gambar Gunung: berarti Jombang selain terdiri dari daerah rendah. Coklat: Warna Tanah Asli. Merah: Keberanian. ketenangan.Gambar Perisai: Mengandung arti alat untuk melindungi diri dari bahaya. Gambar Dua sungai: berarti Kesuburan Jombang dialiri oleh 2 (dua) sungai yaitu Sungai Brantas dan Sungai Konto yang banyak membawa kemakmuran bagi daerah Jombang. Warna Hijau berarti banyak membawa kemakmuran. Tambak Beras dan sebagainya. Gambar Bintang Sudut Lima dan Menara: berarti Ketuhanan Yang Maha Esa. sebagai harapan masyarakat jombang. Kuning: Warna keagungan dan kejayaan. Sedang Makna filosofis warna dari symbol Kabupaten Jombang terdiri dari tercermin dalam beberapa jenis warna. Jombang terkenal di segala penjuru tanah air sebagai tempat yang banyak Pondok Pesantren. Biru Langit Cerah. Pada tahun 929 Masehi menurut berita prasasti Turyyan yang ditemukan secara in situ (masih berada di tempat pertama kali ditemukan). Hijau: Kesuburan. Gambar Tangga Beton Lima Tingkat: berarti terus tetap berpegang teguh pada landasan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. sebagian terdiri dari tanah pegunungan. Pondok-pondok tersebut adalah Tebuireng. kebaktian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Gambar Gerbang Mojopahit: berarti jaman dahulunya Jombang wilayah kerajaan Mojopahit wewengkon krajan sebelah barat. Penemuan fosil Homo Mojokertensis di lembah Sungai Brantas menunjukkan bahwa seputaran wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang diduga telah dihuni sejak ribuan tahun yang lalu. segala sesuatu menampakkan keasliannya. Rejoso. dinamis dan kritis. dinamis dan kritis. Warna Hijau dan Merah tua: warna dari perisai berarti perpaduan 2 warna Jo dan Bang (Ijo dan Abang) sama dengan Jombang. Denanyar. Gambar Balai Agung: berarti para pejabat daerah dalam membimbing masyarakat bersifat mengayomi seperti tugas balai yang tetap berdiri tegak dan kukuh. Gambar Padi dan Kapas: berarti kemakmuran. juga berarti kecerahan wajah rakyat yang optimis. Putih: Kesucian. sepi ing pamrih rame ing gawe.

Damais (1955) membaca prasasti ini dikeluarkan oleh Sri Maharaja Rake Sindok. Tahun 1019. Bali. penanggalan tersebut dikonversi menjadi 14 Juli 929 M. PT. mitos. Inspirasi Jombang. Pada tahun 1042 Masehi. Terbuat dari batu. Jawa Tengah. berukuran 126 x 117 cm. Kemudian pada tahun 937 Masehi menurut berita prasasti Anjuk Ladang. putra Brawijaya V. Lokasi ini diinterpretasi sebagai Desa Tembelang. Lan Fang. di utara Kota Jombang. Semula cerita Kebokicak ditulis dalam bahasa Jawa kuno. Revka Petra Media. Malang.3 Tahun 1006 Masehi.4 Kemudian data etnografi yang menyisir seberapa akurat cerita babad. Sebelah barat disebut Kadiri (Kediri) dengan ibukotanya yang baru yakni Daha. Kiai Farhan bersama Bayan Darmin berkeinginan menyebarkan 10 .5 3 4 5 Hasil penelitian dari tim sejarah UGM tahun 2008 berjudul “Penelusuran Hari Jadi Jombang” menyebutkan perihal data Prasasti Turryan (851 Śaka). Prasasti Gurit. Prasasti ini ditemukan di Watu Godek. Surabaya. Sedangkan di sebelah timur disebut Janggala dengan ibukotanya yang lama yakni Kahuripan. Bukti petilasan sejarah Airlangga ketika menghimpun kekuatan kini dapat dijumpai di Sendang Made. Pada era 1293-1500 Masehi ditandai dengan berkuasanya Majapahit sebagai kerajaan Hindu terakhir di Semenanjung Malaya. 2009. lalu ia menuliskannya. Bila melihat peta perkembangan kekuasan Dinasti Airlangga maka tidak mengherankan bila ketika itu Jombang sudah menjadi lalu lintas yang kerap dilalui. berhasil meloloskan diri dari kepungan musuh. Menurut Damais. sang menantu putera Raja Udayana Bali yang ketika itu masih sangat muda. Saat itu. Salah satu legenda kawentar dari Jombang adalah cerita Kebokicak. Airlangga. Airlangga turun tahta dan membagi dua kerajaannya. Jombang. Belum diketahui siapa yang menulis dalam bahasa ini. Letak Tamwlang ini diduga di daerah Kecamatan Tembelang. pada tahun 1960. Prasasti Sendang Made (diperkirakan masa Kerajaan Kediri). Cerita lain menyebut: adalah Kiai Farhan yang pertama kali mendapatkan cerita ini melalui wisik yang diperolehnya dari Lembu Peteng. Airlangga mendirikan kerajaan baru yang wilayahnya meliputi Jawa Timur. Watugaluh ini diduga sekarang adalah Desa Watugaluh di wilayah Kecamatan Diwek. sekutu Sriwijaya dari kerajaan Wora-wari (letak kerajaan ini mungkin sekitar Ponorogo) menghancurkan ibukota Kerajaan Mataram Hindu Medang dan menewaskan Raja Dharmawangsa Teguh. Prasasti Gĕwĕg (855 Śaka/14 Agustus 933 M). dan legenda menjadi rujukan penting bagi Hari Kelahiran kota ini. masa Airlangga (955 Śaka).kerajaannya ke Tamwlang. Kabupaten Jombang. Raja Sindok di akhir prasasti menitah-guratkan bahwa ia memulai ibokotanya di Tamwlang. Selanjutnya ditemukan lagi Prasasti Poh Rinting (851 Śaka/23 Oktober 929 M). Kerajaan Majapahit tercatat sebaga salah satu Negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kecamatan Kudu. Kemudian ia menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Nganjuk. ibukota tersebut dipindah oleh Raja Dharmawangsa Teguh ke Watugaluh. Berisi tentang permohonan bangunan suci di daerah Turryan oleh Dang Atu Pu Sahitya.

karena menjadi pusat perkotaan maka ada konsekuensi yang muncul dalam dinamika kehidupan masyarakat Jombang. Dari Ludruk Massa Baru inilah kisah Kebokicak dipentaskan pada 1968 di Rejoso Pinggir. Mojojejer. di antaranya Mojoagung. sumber cerita ini diserap (Agustus 2006) dari Kiai Hafidz (cicit Kiai Farhan) yang konon pernah ditaskhihkan pula pada Kiai Jamal di Ponpes AlMuhibbin. Baca lebih rinci esai Fahrudin Nasrulloh “Babad Jombang yang Dibayangkan”. Kesamben. Mojotengah. Jombang. Salah satu peninggalan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng. dan tahun 1972 di Ngembul. Hingga sekarang banyak dijumpai nama-nama desa atau kecamatan yang diawali dengan prefiks “mojo”. Sampai sekarang masih ditemukan di sejumlah kawasan di Jombang yang mayoritas penduduknya adalah etnis Tionghoa dan Arab. Kecamatan Jombang. Sebaliknya. sedang gapura selatan adalah Desa Ngrimbi. (2008. wilayah yang kini disebut sebagai Kabupaten Jombang merupakan gerbang Majapahit. belum diterbitkan). Babad Jombang. Di tahun itupun ia tak punya koneksi penerbit. Maka. Mojongapit. Sehubungan dengan merosotnya Kerajaan Majapahit. Syai’in. Hingga kini--meski meludrukkan cerita Kebokicak wajib dengan selametan dan sesajenan terlebih dahulu--terkadang masih digelar terutama oleh grup Ludruk Duta Karisma pimpinan Ngaidi Wibowo. Juri. yang kemudian sebagai bagian dari Hindia Belanda. Kelenteng Hong San Kiong di Gudo (konon didirikan pada tahun 1700) yang masih berfungsi hingga kini. yakni: Pardi. 7 Juni 2009 dalam bukunya Jejak Langkah dan Pikiran Insan Jombang (Disporabudpar Jombang: 2010). Seiring dengan surutnya pengaruh Mataram. lewat tradisi ludruklah ia mencoba mensosialisasikannya. Tambak Beras. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam.Pada masa Kerajaan Majapahit. dan Ngaidi Wibowo. Kecamatan Bareng. Agama Islam mulai berkembang di kawasan ini. Radar Mojokerto. Gapura barat adalah Desa Tunggorono. cerita ini pada khalayak Jombang sebagai cerita yang dibayangkan merupakan asal-usul daerah Jombang. Purwadi. di mana penyebarannya dari pesisir pantai utara Jawa Timur. kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC pada akhir abad ke-17.6 Ini menjelaskan posisi Jombang sebagai daerah kota raja yang diperhitungkan sejak jaman Kerajaan Majapahit. Namun dengan cara bagaimana? Lewat tabligh Islam jelas sangatlah riskan. 6 11 . Mojowarno. Baik itu melalu kehidupan agrarisnya maupun melalui peran-peran perguruan-perguruan dan padepokan-padepokan. Ia lantas menemui beberapa sutradara Ludruk Massa Baru Jombang. Etnis Tionghoa juga berkembang. Sejak jaman dahulu Jombang menjadi wilayah yang terbuka dalam menerima semua unsur perdagangan dan kebudayaan yang masuk dari luar. Dan bukan unsur-unsur dari dalam Pulau Jawa saja tetapi juga meliputi aspek-aspek dari luar Jawa. Selain dari Pak Ngaidi. dan sebagainya.

Pajang dan Mataram. Bangkalan. Bahkan termasuk kebudayaan di luar Jawa. kalimat Barthes tersebut. 8 Tahun 1811. Buku berbahasa Belanda ini masih belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia. pengaruh Majapahit berangsur-angsur melemah karena kerap terjadi perang saudara. Memang pada kitab Nagarakertagama tidak menyebutkan tentang keberadaan Islam. apa yang berlayapan tanpa terceritakan.Mengingat kekuasaan Majapahit saat itu terbentang dari Sumatra. atau di sanalah penyajian fakta diberlakukan. Tampaknya di situ Walraven merekam perjalanan jurnalistiknya menyusuri sejumlah kota di Jawa: Jombang.9 7 8 9 Lan Fang. Pun 5 bab khusus berjudul Oosthoeksche reis-impressies (kesan-kesan perjalanan di Jawa Timur). Leiden. Pada abad ke-17. Batu. Tuban. didirikanlah Kabupaten Mojokerto.. Dalam tempo singkat. Pasir Putih. Juga ada beberapa naskah babad lain yang diacukan pada sejumlah kesejarahan kota lain. Kediri. Inilah yang menjadi dasar historis kenapa kehidupan Jombang sangat majemuk. Mojokerto. Karena siar Agama Islam dilakukan dengan cara yang sangat mentolelir kebudayaan awal. Ibid. kita bisa mengacu pada semisal Babad Khadiri yang diterbitkan Penerbit Tan Khoen Swie. Tetapi nampaknya pada waktu itu sudah ada keluarga Kerajaan Majapahit yang beragama Islam. Kalianget. Bali bahkan sampai ke Phlipina. dan Muria.. Agama Islam diserap oleh masyarakat. ibid. Semenjanjung Malaya. Dalam ranah bahasan ikhtiar konservasi dan munculnya cerita Kebokicak sebagai salah satu pijakan lahirnya Babad Jombang. di mana meliputi pula wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang. Kalimantan. apabila melihat kesejarahan Kota Kediri.7 Memasuki abad ke-14. Panarukan. Jombang merupakan salah satu residen di dalam Kabupaten Mojokerto. pengaruh Mataram melemah. Kesultanan-kesultanan ini berusaha mendapatkan legitimasi politik atas kekuasan mereka melalui hubungan dengan Kerajaan Majapahit. yaitu Kesultanan Malaka. membabarkan 12 . Bahkan Trowulan (di mana merupakan pusat Kerajaan Majapahit). Sebagai bandingan. pada akhir 2006. Tersebutlah karya Willem Walraven (1887-1943) berjudul Modjokerto in de motregen (KITLV. Jombang menjadi bagian Kerajaan Mataram Islam. Maka ketika kekuasaan Kerajaan Majapahit runtuh. Kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang bagian dari VOC yang kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda. Ada tiga bab menarik dalam buku tersebut yang mengulas perihal afdeeling Jombang di zaman Hindia Belanda. 1998). Sementara pedagang-pedagang muslim dan para penyebar Agama Islam mulai memasuki nusantara. Dalam hal ini. seakan membentang menggulirkan pengkajian di medan “ilmu-ilmu sosial” yang penggarapannya bertolak berdasarkan pada prosedur yang dianggap ilmiah. adalah masuk dalam kawedanan (onderdistrict afdeeling) Jombang. Yang kemudian disusul kesultanan-kesultanan Islam lainnya seperti Demak. Rembang. Di bagian barat nusantara muncullah sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Agama Islam.

Wachid Hasyim (salah satu anggota BPUPKI termuda.D. Petronella-Hospitaal Jogjakarta.H. khususnya di wilayah Jawa Timur.528 jiwa. Babad Zending Ing Tanah Djawi. Wolterbeek.A.085 penganut. Daftar nama Bupati Jombang mulai R. J.Sekitar tahun 1900 penyebaran Agama Kristen yang dilakukan pendeta-pendeta dari Belanda dan daratan Eropa telah mendorong percepatan jumlah pengikut Agama Kristen. Daerah Mojowarno. seperti K. serta Swaru (Pasuruhan) sekitar 1. serta Menteri Agama RI pertama).956 umat Kristiani.A. Undang-undang Nomor 12 Tahun 10 “kegelisahan kreatif” bahwa cikal-bakal yang terdapat dalam tradisi tutur suatu masyarakat layak dituliskan. Soeroadiningrat hingga Suyanto Masa pergerakan nasional. mengungguli wilayah Kediri dan Madiun 2. 13 . wilayah Kabupaten Jombang memiliki peran penting dalam menentang kolonialisme.10 Ini sekaligus membuktikan betapa warga di wilayah Kabupaten Jombang sangat pluralis dan menjunjung tinggi toleransi dalam kebhinekaan. Jombang menduduki basis terbesar di wilayah karesidenan Surabaya dengan jumlah jemaat mencapai 4.H. Hasyim Asy'ari (salah satu pendiri NU dan pernah menjabat sebagai ketua Masyumi) dan K. Beberapa putera Jombang merupakan tokoh perintis kemerdekaan Indonesia.

11 Alfred Russel Wallace (1823-1913).wikipedia.12 Jadi mungkinkah ada nama Wonosalam lain di kaki Gunung Arjuna? Sejauh ini tampaknya bisa diduga bahwa tidak ada Wonosalam selain yang di Jombang. namun secara geografis lebih dekat dengan Wonosalam. —merupakan salah satu buku perjalanan ilmiah terbaik pada abad ke-19—. Kecamatan Bareng. Tiga titik kawasan ini juga tak jauh dari Trowulan. Jadi ini bisa menjadi titik acuan Wonosalam manakah yang ditapaki Wallace pada tahun 1861 itu. Junaedi. seperti disebutkan dalam The Malay Archipelago. Di dalam catatan ini Wallace menulis “Wonosalam” dengan ejaan “Wonosalem” dan terletak di kaki Gunung Arjuna. 14 . Ada kemungkinan gunung yang saat ini dinamakan Gunung Anjasmoro. ketika menuju Wonosalam ia melihat hutan yang sangat indah dan melewati bangunan Candi Arimbi yang juga sangat menakjubkan yang dia anggap sebagai pusara seorang raja. Wallace sempat singgah di Candi Arimbi yang letaknya di Dusun Ngrimbi. tetapi kurang dikenal dan masih menjadi bagian dari Gunung Arjuna yang memang letaknya berada dalam satu gugusan. karena 11 12 Dihimpun dari berbagai sumber: di antaranya: http://id. pada saat itu belum mempunyai nama atau kalaupun sudah mempunyai nama. Padahal. Desa Pulosari. Japanan. Mungkin praduga Wallace tidak salah. Apalagi dalam perjalanannya ke Wonosalam.org/wiki/Kabupaten_Jombang. dan Mojoagung. harian Surya. naturalis asal Inggris yang memformulasikan Teori Evolusi dan terkenal akan Garis Wallace. Letak geografis tiga kawasan ini berada di sisi timur Kabupaten Jombang memanjang ke selatan dengan jarak jika ditarik garis lurus kurang lebih 15 km. Wonosalam yang ada di Jombang ini berada di kaki Gunung Anjasmoro. 15 Juli 2010. Setidaknya ada tiga kawasan yang tercatat dalam berbagai literatur yaitu Wonosalam. Dalam kisah perjalanannya. “Wallace di Jombang”. pernah mengunjungi dan bermalam di Jombang ketika mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia.1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur mengukuhkan Jombang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. yang diyakini menjadi salah satu pusat kejayaan Kerajaan Majapahit. Di dalam Java a Traveler’s Anthology disebutkan bahwa Wallace mengunjungi kebun kopi di Wonosalam di kaki Gunung Arjuna dan mengumpulkan spesimen burung merak di Wonosalam.

Kabupaten Jombang. Dan sampai sekarang. Sumber Penganten. mulai dari Dusun Segunung (Desa Carangwulung) hingga berderet ke selatan sampai Dusun Sumberjahe dan Sumberarum (Desa Sambirejo). kopi tetap menjadi salah satu komoditas perkebunan utama petani di Wonosalam. Air Terjun Tretes. sekitar 40 tahun semenjak kedatangan Wallace atau sekitar awal tahun 1900-an. pada abad 18 merupakan pusat kebudayaan kolonial Belanda. Kemungkinan kebun-kebun kopi dibangun bersamaan dengan kebijakan tanam paksa. Selain itu. 2005). 15 . Eksotisme Jombang selain yang terlukiskan dalam kunjungan Alfred Wallace di atas. Bangunan ini bertahan hingga awal tahun 2000-an sebelum diruntuhkan oleh pemilik tanah saat ini. selain cengkih dan kakao serta berbagai jenis durian utamanya durian bido. dalam kisahnya yang lain di Wonosalam. Jombang secara resmi memperoleh status kabupaten. berbagai macam obyek wisata di Jombang juga tak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Hanya saja. Seperti Goa Sigolo-golo. Sendang Made. Kedung Cinet. Pesona Wisata Jombang. Sumber Boto. Entah bagaimana keadaan kebun-kebun kopi di Wonosalam ketika itu. 13 Tanggal 20 Maret 1881. Bahkan. Apalagi kawasan Mojowarno. 13 Nanang PME dkk. dan lain-lain. perusahaan-perusahaan kolonial Belanda mulai menata dan membangun kembali perkebunan kopi di Wonosalam dengan sistem sewa lahan dengan “merayu” dan “memelihara” kalangan elite penguasa lokal. kawasan barat daya dan berdekatan dengan Wonosalam. Perkebunan dicetak terutama di kawasan tinggi di lereng Gunung Anjasmoro. Candi Arimbi dibangun sebagai tempat perabuan Tribhuwanatunggadewi yang merupakan penjelmaan dari Dewi Parwati. Jejak peradaban kolonial Belanda di Mojowarno hingga saat ini pun masih terlihat dengan peninggalan bangunanbangunan rumah tua dan gereja-gereja. termasuk peninggalan Pabrik Gula Tjoekir di barat Mojowarno. utamanya burung merak. yang tentu saja segala kebijakan kolonial akan “terpancar” ke sekitarnya.menurut berbagai kisah. (Parbupora. Wallace selain mengumpulkan berbagai jenis spisemen ayam hutan dan berbagai burung. yaitu pada masa Gubernur Jenderal Johannes van Den Bosch berkuasa pada pertengahan abad ke-18. juga mengunjungi kebun-kebun kopi. di Dusun Segunung sejak awal 1920-an sudah dibangun pabrik pengolah kopi. Goa Sriti.

Hingga sampai dengan periode 20092013. Kabupaten Jombang diteruskan dan dijalankan dengan gemilang beserta segala persoalannya oleh Bupati Suyanto.dengan memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto. Akan tetapi Kabupaten Jombang ini baru pada tahun 1920 mempunyai seorang Bupati yaitu Raden Adipati Arya Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang pertama. 16 .

Penelusuran Hari Jadi Jombang.A. Kontrol afdeeling kedua terletak di Mojoagung yang membawahi distrik Mojoagung dan Ngoro. Soeroadiningrat IV (Regent Sedayu. Sekitar tahun 1910 afdeeling resmi dipisahkan dan menjadi sebuah kabupaten baru dengan cakupan luas sekitar 920 km persegi. Soeroadiningrat III (Regent Sedayu.BAB II BIOGRAFI PARA BUPATI JOMBANG 1. R.14 Beliau menjabat sebagai Bupati Jombang sejak 1910 hingga 1930.A.A. dalam silsilah disebutkan R. 2008.A. Soeroadiningrat IV yang berada di Sedayu. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930) Kanjeng Sepuh atau Kanjeng Jimat adalah panggilan kesayangan warga Jombang untuk Bupati Jombang pertama yakni Raden Adipati Arya Soeroadiningrat atau R. Soeroadiningrat IV merupakan keturunan langsung Raden Museng atau R.A. 17 . Namun sebelum masuk di bawah afdeeling Surabaya terlebih dahulu Jombang menjadi bagian afdeeling Mojokerto wilayah paling barat. Gresik. Jombang merupakan daerah afdeeling Karesidenan Surabaya dengan pusat pemerintahan Jombang.A.A. Soeroadiningrat. yaitu kontrol afdeeling Jombang. 1855-1884). Sebagai daerah afdeeling baru Jombang dibagi menjadi dua kontrol afdeeling.16 Menurut silsilah. Heather Sutherland.A.. Raja terakhir Majapahit. Soeroadiningrat V (Bupati Jombang I) adalah putera dari R. Silsilah Keluarga Penguasa Jawa Madura Anak Turun Brawijaya V.A. Secara geografis Jombang terletak pada titik ketinggian 40 meter di atas permukaan air laut.A. 14 15 16 Menurut versi keluarga sebutan Kanjeng Jimat diperuntukkan R.15 R. Tanpa penerbit. Soeroadiningrat.A. Sebelum masa kepemimpinan beliau. diterbitkan oleh Kantor Parbupora Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1881 Jombang dipisahkan menjadi afdeeling tersendiri.A Soeroadiningrat merupakan keturunan ke-15 dari Prabu Brawijaya V. meliputi distrik Jombang dan Ploso.A. R.A.A.A. Profil R.A. 1816-1855).A.

Raden Lembu Peteng putra Prabu Brawijaya V (Kertawijaya/Bra Tumapel.A. Bangkalan). Nyi Ageng Buda putri Aria Pratikel/Pabekel (Madekan. maka Bagus Badrun harus menjalani proses pendadaran sebagai 18 . Sampang. Ki Pragalba putra Ki Demung (Demang Palakaran. Sampang). Raden Undakan putera dari Raden Prasena atau Tjakraningrat I (Adipati Madura. Soeroadiningrat tahun 1930-an Masa kecil Raden Adipati Arya Soeroadiningrat bernama Bagus Badrun. Raden Anom merupakan putera Tjakraningrat IV (1718-1745). Madura).A. 1592-1621). Raden Prasena putera Raden Kara (Pangeran Tengah Arosbaya. Raden Pratanu putra Ki Pragalba (Pangeran Palakaran. Aria Pratikel putra Aria Menger (Madekan. Aria Menger putra Raden Lembu Peteng (Madekan. Raden Kara putra Raden Pratanu (Pangeran Lemahluhur/Lemahduwur.A. Kota-Anyar. foto R. Bangkalan. Beliau merupakan putera dari salah satu selir R. Arosbaya. Ki Demung putra Nyi Ageng Buda. Bangkalan). Sebagai putera seorang Regent atau Adipati. Sampang). Tjakraningrat IV keturunan dari Raden Undakan atau Tjakraningrat II (Panembahan Madura.Raden Museng adalah keturunan dari Raden Anom dan Raden Ayu Suradilaga (Patih Panembahan Madura). Arosbaya. 15311592).1705-1707).A.1648-1707 dan Bupati-Wedana Bangwetan. Bangkalan. 1624-1648). Soeroadiningrat IV. 1447-1478) dengan Kanjeng Ratu Handarawati (Putri Cempa).

A. jam 18.A. Bagus Badrun kecil menimba ilmu agama di Pesantren Giri. nama Raden Said atau Sunan Kalijaga ketika melakukan hal yang sama pada kurun waktu akhir Majapahit. artinya mengikuti kemauan Belanda. tetapi tetap berjuang dan bekerja untuk rakyat. karena Raden Jamilun adalah saudara R. Sutomo. Sehingga sepak terjang Raden Jamilun dengan jalan mencuri harta kaum berduit dan hasilnya dibagi-bagikan untuk rakyat kecil.A. tidak sebaliknya menjadi Pangreh Praja atau penguasa rakyatnya.A. Ia akhirnya menjadi penyamun seperti kisah Robin Hood di Inggris atau kisah Brandal Lokajaya.A. Sebagai bekal terjun ke masyarakat.A.30 WIB di Café Garuda. Sehingga pemimpin yang dihasilkan betul-betul mumpuni untuk menjadi Pamong Praja. Proses membangun watak dasar pemimpin masa itu benar-benar dilakukan secara paripurna. Soeroadiningrat V. Bagus Badrun diangkat oleh Pemerintah Belanda menggantikan ayahandanya R. Soeroadiningrat V hingga menjadi Regent atau Adipati di Jombang. Kelak Raden Jamilun memposisikan diri sebagai oposan R. Soeroadiningrat yang berprinsip mengikuti arus air tapi jangan sampai terbawa arus. Jombang. Maka Raden Jamilun memilih berjuang membela rakyat dengan cara dan keyakinannya sendiri. Namun pihak Belanda tidak bisa berkutik. Dr. terus berlanjut tanpa ada yang menghentikan. 19 .17 Berbeda dengan R.A.A. pada hari Rabu. Tidak cukup hanya ilmu agama. Gresik pada kurun waktu 1884-1910. Pengangkatannya sebagai Adipati Sedayu menimbulkan kecemburuan di kalangan saudaranya. Meskipun 17 tidak sedikit maling-maling kroco atau kelas teri harus Wawancara dengan Agus Heliyana sebagai buyut menantu R. juga menggunakan jalur budaya dan tradisi setempat.A Soeroadiningrat dan Bapak Raden Panji Darmodi selaku cucu R. bergelar R. Soeroadiningrat. Soeroadiningrat IV sebagai Regent atau Adipati di daerah Sedayu.A. sebelum menjabat kedudukan yang sama di wilayah Jombang pada periode berikutnya.A. Bagi Raden Jamilun sikap moderat ala saudaranya itu sangat bertentangan dengan hati nurani.A. Jln. 29 September 2010. Kejahatan maling Jamilun akhirnya terdengar juga oleh Pemerintah Belanda. Soeroadiningrat yang pada waktu itu sangat disegani Belanda dan disayang rakyatnya.A. Karena selain melalui jalur agama. Bagus Badrun juga mendalami ilmu kanuragan atau beladiri di Perguruan Gilingwesi. Salah satu di antara yang kurang setuju Bagus Badrun menggantikan ayahandanya adalah saudara lain Ibu bernama Raden Jamilun. artinya panutan dan pembimbing rakyat.A.kader pemimpin bangsanya.

Soeroadiningrat V juga dikenal sebagai seorang tokoh pluralis dan moderat. pada hari Jumat. R. Namun sangat jelek jika memakai huruf latin. tanggal 8 Oktober 2010 pukul 09. Soeroadiningrat V sebagai Bupati Jombang ke Batavia. Artinya selain pandangan pihak Keratuan Belanda. Kramadjajaadinegara sendiri memiliki orang kepercayaan untuk memantau perkembangan Jombang bernama Imam Zahid. Masa awal jabatan Raden Adipati Arya Soeroadiningrat V sebagai Bupati Jombang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pendopo Kabupaten Jombang pada tanggal 22 Februari 1910 dan penanaman pohon beringin kunthing di halaman pendapa serta beringin di lokasi Ringin Conthong. Sosok R. Hal ini diakui oleh Bapak Raden Panji Darmodi selaku cucu beliau.A. R. terutama jika menggunakan huruf Arab Pego dan huruf Jawa.A. Sebagai pemimpin lulusan pondok pesantren dan perguruan seni beladiri. Sekarang pohon mangga gadung tersebut masih dapat kita saksikan di halaman masjid Sumobito. juga ada pihak-pihak lain yang mendorong dipilihnya Kanjeng Sepuh sebagai Bupati Jombang pertama.A.A. Bahkan Imam Zahid inilah yang mengambil beselit/Surat Keputusan pengangkatan R. 20 .30 di Disporabudpar Kabupaten Jombang. pemerhati budaya. Tulisan tangan beliau dikenal sangat indah.A.18 Konon dalam perjalanan membawa SK dari Batavia. Karena masa sebelumnya Jombang masuk dalam bagian afdeeling Mojokerto. seorang penghulu di Sumobito. Pohon mangga itu kemudian ditanam di depan masjid Sumobito. Surat pengangkatan R. Soeroadiningrat V memiliki bekal keilmuan yang cukup. Kabupaten Jombang. Penanaman pohon beringin ini menurut simbolisme Jawa adalah sebagai lambang pengayoman seorang pemimpin kepada kawula atau rakyat yang dipimpinnya.A.A.mempertanggungjawabkan perbuatannya di sebuah mahkamah pengadilan Belanda yang disebut landraad.A. sehingga ikatan batin antara penguasa dua wilayah ini masih sangat kuat.A. Imam Zahid menyempatkan diri membeli bibit mangga gadung. Bukti kepluralisan beliau diwujudkan pada penghormatan terhadap keyakinan 18 Wawancara dengan Bapak Nasrul Illah.A. Soeroadiningrat V tidak begitu saja diterbitkan oleh pihak pemerintah Hindia Belanda. Pejabat yang dimaksud adalah Bupati Mojokerto ketiga Raden Adipati Arya Kramadjajaadinegara.

A.A.lain di luar Agama Islam yang beliau anut. Ayu Maimunah Upaya untuk mendekati Belanda digunakan Bupati Jombang pertama sebagai media penyambung. R. Justru banyak kaum jelata menghormati beliau sebagai sosok pengayom dan mengerti kebutuhan rakyat.A. Dikatakan demikian karena pasien yang berobat biasanya tidak menyerahkan uang sebagai ongkos melainkan hasil bumi yang mereka miliki. Mengenai kewaskitaan Kanjeng Sepuh atau R. banyak saksi yang masih bisa menceritakan. maka Pemerintah Belanda memberikan bintang kehormatan Ridder Der Oranye Nasaw atau bintang kehormatan sebagai tangan kanan Raja (orang kepercayaan Belanda). Sehingga memudahkan agenda tersembunyi beliau untuk semaksimal mungkin memakmurkan rakyat. Soeroadiningrat V ini.A. Seperti misalnya.A.A. Atas jasa baik beliau sebagai pemimpin dan disukai rakyatnya. Karena beliau dikenal juga sebagai orang pintar yang bisa mengobati orang sakit dengan ramuan-ramuan tradisional. Soeroadiningrat dengan R. Dengan cara ini akhirnya rakyat tidak terbebani. Bahkan di ruang kerja beliau terdapat patung Budhis simbol Agama Buddha dan Batara Wisnu sebagai simbol Agama Hindu. seperti 21 . suatu hari diceritakan bahwa Kanjeng Sepuh telah membeber (menggelar) tikar di Pendopo Kabupaten untuk pengobatan gratis. baik pungutan pajak yang mencekik maupun kebijakan lain. Meskipun demikian R. Soeroadiningrat bukan penganut sinkretis agama.A.

Sering di sela-sela tugas beliau sebagai Bupati. Kemudian pada sesi akhir acara dilakukan penyerahan hadiah dari Pemerintah Belanda kepada pemenang yang menyajikan hasil bumi terbaik. Di situlah sering Kanjeng Sepuh mendapatkan perhatian lebih dari pejabat Pemerintah Belanda. Kemudian setelah tiba hari Rebo Wage menurut pesan Kanjeng Sepuh. pasien bersangkutan meninggal dunia. Tikar atau klasa dalam bahasa Jombang digunakan antrian pasien atau warga Jombang yang ingin berobat. Peterongan. Sumobito. Tidak kurang dari tujuh pabrik gula pernah berdiri di Kabupaten Jombang. Van Der Plass selaku Residen Surabaya sangat menaruh hormat pada Kanjeng Sepuh. Biasanya dilakukan di Pendopo Kabupaten dengan diwarnai arak-arakan massal para petani yang memamerkan hasil bumi mereka. Di setiap kesempatan selalu digunakan Kanjeng Sepuh untuk memperluas jaringan lobby. seperti uwi.pisang. Tiba-tiba ketika giliran salah satu pasien. Benar tidaknya kewaskitaan ini wallahua’lam bishawab. terbanyak. Van Der Plass sering melakukan kunjungan ke kediaman Kanjeng Sepuh. pabrik gula Tjoekir. Salah satu acara pesta rakyat yang digelar rutin setiap tahun oleh Kanjeng Sepuh adalah pesta memperingati ulang tahun Ratu Belanda Yuliana. dan Mojoagung. termasuk padi dan palawija. kelapa. Ceweng. dan terbesar. Kanjeng Sepuh berpesan kepada anak si pasien agar memberikan ramuan daun Sembung kepada Mbok (Ibunya) sampai hari Rebo Wage. gembili. Kegiatan community society ini antara lain olahraga bersama di rumah bola (bowling) dan bilyard. Ploso. Tidak mengherankan jika Dr. Hasil-hasil bumi itu berupa pala pendhem. tales dan lain-lain. dan beras satu takar. Hasil-hasil bumi yang diarak keliling dengan menggunakan kendaraan dokar sepanjang jalan-jalan di Kota Jombang tersebut adalah hasil bumi terbaik yang mereka miliki. Akhirnya beberapa mesin uang Belanda di tanah Jawa berupa pabrik-pabrik gula banyak didirikan di daerah Jombang. Rasa hormat ini bahkan cenderung mengarah pada persaudaraan antar bangsa. antara lain. Puncak acara peringatan ulang tahun Ratu Yuliana dilakukan dengan menggelar tarian dansa ala Eropa dan pertunjukan karawitan. Djombang Baru. 22 . Posisi rumah bola adalah kantor telkom sekarang. Mungkin semacam karnaval yang kita kenal sekarang untuk memperingati kemerdekaan. beliau secara sengaja bergabung dengan orang-orang Belanda dan asing lainnya di sebuah komunitas selatan kantor pos sekarang yang dulu bernama community society. Karena Dr. Atau kelompok high class zaman Belanda.

Setjoadiningrat serta penasehat spiritual beliau yang terkenal dengan sebutan Mbah Jimbrak. Tidak terkecuali di Jombang. Pada setiap malam Jumat Legi beliau selalu membakar dupa sebagai media kontemplasi. tetapi setelah bangsa Indonesia tersadar bahwa tindakan Jepang lebih parah.A. Kedatangan Jepang ternyata menyulut penderitaan panjang rakyat Jombang. Benar juga dugaan Kanjeng Sepuh.A. terjadi perang dunia II. Kesan ini terekam pada keseharian beliau yang menyukai laku prihatin.Kanjeng Sepuh adalah figur Bupati yang sederhana. Ketika itu Jepang mulai masuk ke wilayah Indonesia setelah berhasil mematahkan dominasi Barat dengan mengebom pangkalan Angkatan Laut Amerika Pearl Harbor di Hawaii. maka mulailah perlawanan di mana-mana. Untuk menghindari kebiadaban bala tentara Jepang. Lurah Gambang (Desa Plumbongambang. bahkan lebih sadis dari Belanda. Pengungsian ini terjadi setelah melakukan serangkaian diskusi antara Kanjeng Sepuh dan putranya R. Semula kehadiran bala tentara Jepang disambut dengan sukacita. setelah empat hari mengungsi di Gempollegundi. Salah satu bentuk kebiadaban gaya baru ala prajurit Jepang tersebut berupa penculikan gadis-gadis belia untuk digunakan sebagai budak seks tentara Jepang. dan ramuan-ramuan lainnya. Dupa tersebut biasanya dibuat oleh Raden Ajeng Asiyah Airmuna sebagai putri keduanya. Di desa itulah sekitar empat hari Kanjeng Sepuh ditolong Lurah dan warga setempat agar tidak diketahui tentara Jepang. akhirnya Kanjeng Sepuh bersama beberapa cucu beliau yang sudah beranjak remaja memutuskan untuk sementara mengungsi ke suatu tempat/desa bernama Gempollegundi (sekarang Kecamatan Gudo). Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat dupa dengan aroma khas dan berkelas diperoleh dari warisan turuntemurun. kemenyan. Masa pensiun Kanjeng Sepuh sebagai Bupati di Jombang. Kecamatan Gudo). antara lain menggunakan kulit duku. meskipun gaji Kanjeng Sepuh sebagai Adipati sebesar 1000 gulden setiap bulan memungkinkan untuk itu. Sebagai pembanding uang 15 gulden saja pada waktu itu bisa digunakan untuk membeli sebuah rumah mewah plus pekarangannya. Keteladanan hidup sederhana ini juga ditunjukkan dengan tidak bergaya hidup mewah. Kanjeng Sepuh dan keluarga memutuskan kembali ke Ndalem 23 . Penculikan berakhir perkosaan massal itu yang kemudian terungkap sebagai jugun ianfu (wanita pemuas nafsu tentara Jepang).

Beruntung para prajurit Jepang itu sudah meninggalkan kediaman Kanjeng Sepuh. 19 Hasil wawancara dengan buyut menantu Kanjeng Sepuh Mas Agus Heliyana. Beberapa potong roti sisa prajurit Jepang tertinggal di meja kamar tidur beliau. termasuk para tokoh ulama. dan Raden Adipati Arya Sarwadji atau Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII. tepatnya bulan Suro. jam 18. hari Jumat Pahing. Sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga Pulo Sampurno. tanggal 30 September 2010. maka mulailah masa pensiun beliau.19 Banyak kalangan dan kolega beliau merasa sangat kehilangan.30 WIB.Kasepuhan yang berada di Jalan Arjuna (sekarang Jalan dr. sebanyak empat ulama pemimpin empat pondok pesantren besar di Kabupaten Jombang melakukan sholat jenazah bagi almarhum. Raden Adipati Arya Soeroadiningrat meninggalkan seorang istri bernama Raden Ayu Maimunah Soeroadiningrat dan 3 orang putri-putra. hari Kamis. tepatnya lokasi rumah sakit Muhammadiyah). Sutomo. Kamar tidur Kanjeng Sepuh dan keluarga kusut masai bekas digunakan serdadu Jepang. Raden Ayu Asiyah Airmuna. Raden Adipati Arya Soeroadiningrat (Kanjeng Sepuh) murud kasidan jati atau dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa pada 20 April 1946. yaitu Raden Ayu Badariyah. 24 . Sehingga kehidupan keluarga Bupati Jombang pertama itu bisa normal kembali. meskipun menolak dikatakan sebagai seniman. Setiba di sana kondisi Kasepuhan sudah diacak-acak bala tentara Jepang. Untuk mengisi waktu di sela aktifitas pensiun. Kanjeng Sepuh sering melukis di kamar pribadi beliau. Aktifitas melukis ini membuktikan bahwa Kanjeng Sepuh memiliki bakat terpendam sebagai seniman lukis. Setelah jabatan Kanjeng Sepuh sebagai Bupati pertama Jombang diserahkan kepada putra beliau Raden Adipati Arya Setjoadiningrat.

sehingga otomatis sebagai penerus tahta kebangsawanan.2. karena istri pertama beliau meninggal dunia. Raden Ayu Poppy Kadarin ini sangat terkenal sebagai istri bupati yang menjunjung tinggi pengabdian. Kedua Raden Setjo telah dikirim mengikuti pendidikan Kepamongprajaan atau dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah Opleding S Chool di Blitar. Raden Ayu Nora Soetarinah. Hal ini tidak mengherankan karena beliau masih keturunan dr. karena jauh sebelumnya jabatan tersebut sudah dipersiapkan. Dari almarhumah istri pertama Raden Setjo dikaruniai enam putra-putri. Raden Edi Soewondo. Raden Poegoeh Soeratno. Ada dua alasan mengapa Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII yang menggantikan ayahandanya. Profil R. Beliau adalah putera ketiga dari Kanjeng Sepuh bernama kecil Raden Adipati Arya Sarwadji. Kanjeng Bupati Setjoadiningrat dikenal sebagai sosok bupati pejuang. Apalagi pengairan pada waktu itu sangat mudah diperoleh. Setjoadiningrat (Masa Bhakti 1930-1946) Raden Adipati Arya Setjoadiningrat atau lengkapnya Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII adalah Bupati Jombang kedua setelah Raden Adipati Arya Soeroadiningrat V. Pada tahun-tahun awal jabatan Bupati yang diembannya. Sedangkan dengan istri sambungan Raden Ayu Poppy Kadarin beliau dikaruniahi dua momongan. Meskipun dikenal sebagai keturunan ningrat. Abdul Kadir selaku dokter pribadi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. baik kepada suami maupun bangsa dan negara. Raden Panji Willy Soedjono. dan Raden Ayu Mimik Soeseni. Raden Ayu Ani Rochani. Pertama karena beliau satusatunya putera laki-laki.A. Raden Setjo menitikberatkan pada pembangunan pertanian. Ini disebabkan hutan-hutan di pegunungan Wonosalam masih rimbun. Suksesi kepemimpinan dari Kanjeng Sepuh (Raden Adipati Soeroadiningrat V) kepada Raden Adipati Arya Setjoadiningrat berlangsung lancar. 25 .A. Apalagi setelah menikah dengan garwa/istri kedua beliau Raden Ayu Poppy Kadarin.

Sejarah Nasional Indonesia VI (Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia). Hlm. Gerakan ke arah selatan oleh kolone Sakaguchi menuju Cilacap. Jepang menganggap bahwa penghalang utama cita-cita mereka adalah Armada terkuat Amerika Serikat di Pasifik yang berpangkalan di Hawaii. Perubahan konstelasi politik dan militer pada sekitar tahun 1941 terjadi cukup signifikan dengan beralihnya peta kekuatan dari Barat yang dikomandoi negara-negara Eropa dan Amerika menuju kekuatan Dunia Timur yang diwakili oleh Jepang. karena propaganda Jepang yang terkenal dengan sebutan tiga “A”. 26 . Pada waktu itu Raden Willy mendapat pangkat Shodanco atau setara Letnan pada jenjang 20 Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto.7. Meskipun gula masih didominasi negara-negara Amerika Latin seperti Brazil dengan gula bitnya. Apalagi putera pertama beliau Raden Panji Willy Soedjono mendapat didikan kemiliteran dari balatentara Jepang.” Masa pendudukan Jepang Raden Adipati Arya Setjoadiningrat tetap dipertahankan sebagai Bupati oleh penguasa Jepang. Apalagi di kalangan rakyat sangat mempercayai Ramalan Prabu Jayabaya Raja Kediri yang berbunyi. pasukan divisi ke-48 bergerak ke tiga jurusan. dan di Kragan (Jawa Tengah). Pada tanggal 28 Februari malam menjelang 1 Maret 1942. Pada awalnya kedatangan mereka dielu-elukan rakyat terutama kaum muda. Karena permintaan pasar dunia mengarah pada dua komoditas tersebut. 2007. tentara ke-16 Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus. Jepang Cahaya Asia. Eretan (Jawa Barat). yaitu Peral Harbor.Fokus perhatian Kanjeng Setjo terutama pada perkebunan karet dan tebu. dan Jepang Pelindung Asia.20 Kolone kedua yang menuju arah Surabaya melalui rute utara akhirnya sampai juga ke daerah Kabupaten Jombang. Satu kolone pasukan yang bergerak melalui rute utara tiba di Surabaya pada tanggal 8 Maret 1942. Kolone lainnya bergerak ke arah barat dan berhasil menduduki Semarang. yaitu. ”Akan datang pada suatu masa jago kate dari timur laut berpakaian seperti klaras (daun pisang kering) yang akan membebaskan Nusantara. Jepang Pemimpin Asia. yakni di Teluk Banten. Apalagi mimpi Jepang untuk menjadi Imperium Asia Jepang tidak dapat dibendung lagi. Dari Kragan. Karena itu disusun rencana serangan rahasia oleh Laksamana Isoroku Yamamoto pada September 1941.

cucu Kanjeng Sepuh di ndalem Pesanggrahan. Si kurir menyampaikan kebutuhan para pejuang. Sehingga pernah pemerintah pendudukan Jepang. tetapi dampak yang ditimbulkan sungguh luar biasa. Ahmad dahlan. pada transisi masa pendudukan Jepang. Raden Ayu Poppy menggalang aksi dapur umum di belakang Pendopo Kabupaten untuk mendukung logistik para pejuang. Setiap lurah di Kabupaten Jombang menyerahkan bahan-bahan makanan dan sayur-mayur untuk kepentingan tersebut. pada 30 September 2010. khususnya di Jombang memprovokasi rakyat agar menjarah toko-toko milik etnis Cina. Termasuk kondisi pemerintahan dan kehidupan ekonomi yang makin terpuruk. di balik itu komunikasi dengan para gerilyawan di hutan-hutan tetap dipertahankan. sebaliknya Kanjeng Setjo menyediakan segala hal yang diperlukan.21 Jepang menduduki Indonesia selama tiga setengah tahun.H. jam 21. Hampir setiap hari truk-truk sisa pendudukan Jepang digunakan untuk mengangkut logistik ke garis depan pertempuran. Sehingga meskipun secara kasat mata beliau terkesan pro Belanda. Kalaupun ada harganya melambung tinggi. Selama kepemimpinan beliau dihabiskan untuk perjuangan. Ketika meletus perang secara sporadis di Mojoagung antara tentara Belanda dan para pejuang. Pola komunikasi itu dilakukan dengan bantuan kurir yang sengaja datang pada malam hari ketika suasana sedang sepi. istri Kanjeng Setjo. Tetapi sebenarnya kesediaan Kanjeng Setjo sebagai bentuk strategi agar pembelaan beliau terhadap para pejuang tidak diketahui. Peristiwa ini sempat menimbulkan ketidaksenangan kaum Republikan karena mengira Raden Setjo figur Bupati pro Belanda. karena kurun 21 Wawancara dengan Bapak Raden Panji Darmodi. Masa itu adalah kondisi tersulit yang dialami Pemerintahan Kabupaten di bawah Raden Adipati Arya Setjoadiningrat. Jalan K. 27 . Antara lain persediaan senjata yang diperoleh melalui pasar gelap.30 WIB.kepangkatan TNI sekarang. Barang-barang kebutuhan rumah tangga sangat sulit diperoleh. Van Der Plass mengunjungi Raden Setjo disertai permintaan agar beliau mau mempertahankan jabatan Bupati sebagai kepanjangan tangan Belanda. Pilihan berkarir di kemiliteran putera pertama Kanjeng Setjo nantinya diikuti oleh adiknya Raden Edi Soewondo. Kanjeng Setjo sebagai Bupati Jombang kedua memegang jabatan tidak kurang dari 16 tahun. Setelah Jepang dikalahkan oleh balatentara Sekutu dan Jawa Timur diduduki kembali oleh Belanda. mantan Residen Surabaya Dr.

waktu 1930 hingga 1946 merupakan gencar-gencarnya revolusi fisik. Sebagaimana ayahanda Raden Adipati Arya Soeroadiningrat. 28 . dilanjutkan proklamasi kemerdekaan. Kecamatan Jombang. Masa di mana pendudukan Jepang berlangsung. ketika wafat pada tanggal 9 Juni 1963. Menjelang masa pensiun dan menjelang era Republik. Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII mengabdikan hidupnya sebagai Residen di Surabaya sampai masa pensiun. sedangkan di sisi lain Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. jenazah Raden Adipati Arya Setjoadiningrat dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Pulo Sampurno.

Salah satu putera Jombang yang sukses sebagai lulusan Akademi ini adalah Jendral Himawan Sutanto. Profil Bupati R. Boediman didirikanlah sebuah Akademi Perwira di Mojoagung. kepolisian. kondisi keamanan di tanah air belum stabil karena niat buruk Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia. Sehingga ia mendapat tugas memimpin Jombang sebagai basis pertahanan terakhir kaum Republikan pada saat agresi militer Belanda. Dari sekian unsur yang berasal dari TNI Angkatan Darat. Atas pertimbangan keamanan teritorial. Boediman Rahardjo (Masa Bhakti 1946-1949) R. 29 . mengingat kemampuannya sebagai pemimpin di kesatuan Polri sangat disegani. Dan ia ditunjuk oleh Pemerintah Pusat di Jakarta bukan tanpa alasan. Boediman Rahardjo. putera Muhamad. Masa-masa kepemimpinan Bupati R. Boediman Rahardjo adalah salah satu sosok Bupati Jombang dari unsur kepolisian. pada awal kepemimpinan Bupati R. dan dari warga sipil ini mencerminkan keberagaman yang unik dan tentu hal tersebut memberi warna dan kontribusi tersendiri dalam keberjalanan pemerintahan di Kabupaten Jombang. Atau tepatnya Pangkowilhan atau Panglima Komando Wilayah Pertahanan II. Kota santri ini mengalami puncak kepemimpinan daerah dari tiga unsur TNI/Polri dan orang sipil. Ia tercatat sebagai perwira Polri pertama yang menduduki jabatan sebagai pemimpin Jombang. Akademi Perwira ini di bawah kendali langsung Kementrian Pertahanan. Kementrian Pertahanan.3. Daerah Mojoagung ini dianggap sebagai tempat strategis untuk menghadang Belanda yang datang dari arah Trowulan. seorang asisten Wedana di Diwek.

30 . kedudukan seorang pemimpin wilayah seperti Bupati R. Jombang. itupun hasil rampasan dari tentara pendudukan Jepang yang sudah dikalahkan sebelumnya. pukul 10. Boediman Rahardjo diberi amanat memimpin Jombang dengan memegang kendali daerah Mojoagung sebagai ibukota pemerintah darurat kabupaten. Sehingga mereka memilih jalan memutar dari arah Babat.22 Sebagai seorang pemimpin dari kesatuan yang tergolong elit pada masa itu. baru masuk Jombang sebagai tujuan utama.30 WIB. Laskar-laskar atau prajurit dari berbagai kesatuan bahu-membahu untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Kemampuaan memenejemen kesatuan Polri mendorong Bupati R. tidak mengherankan jika R. Terbukti kemudian pasukan agresor Belanda tidak mampu memasuki Jombang melalui Mojoagung. Lamongan menuju Ploso. Boediman menjadi cukup vital. Dalam situasi demikian. Boediman melaksanakan tugas secara maksimal. juga penyedia kebutuhan logistik prajurit di medan pertempuran. Sehingga kulminasi dari sinergitas antar kekuatan dari elemen bangsa Indonesia benar-benar menjadi catatan penting sebagai bagian dari salah satu pioner pejuang demi menjaga keutuhan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.Muhamad sendiri adalah seorang Daidanco (Komandan Militer se-Indonesia) di era pendudukan Jepang. Mengingat fungsinya selain sebagai pengayom masyarakat. Pertempuran demi pertempuran terjadi antara prajurit Republikan atau para pejuang kemerdekaan dengan tentara Belanda yang ingin kembali menjajah. 22 Wawancara dengan Joko Suparto (eks TRIP) di kediamannya di Kaliwungu Selatan Gg II. Tidak jarang penghadangan dilakukan dengan berbekal senjata seadanya.

Moestdjab sebagai sosok pemimpin 23 Surabaya Post. Sehingga kesatuan-kesatuan pejuang seperti Laskar Hizbullah. Karena letak Jombang yang berada di lintas batas yang menghubungkan kota-kota lain dari seluruh penjuru Jawa Timur. maka kemungkinan Kabupaten Jombang akan luluh-lantak dalam peristiwa agresi tersebut. Sosok R. Bupati R. batalyon Merak pimpinan mantan Gubernur Jawa Timur Soenandar Priyo Soedarmo. membuktikan bahwa Bupati R. Karena jika para pejuang yang berada di garis depan tidak kuasa menghadapi agresor Belanda. Moestadjab di Kabupaten Jombang memperteguh posisi strategis Jombang sebagai benteng pertahanan terakhir para pejuang Republikan. Moestadjab Soemowidagdo yang tinggi besar menjadikannya mudah dikenali. pernah bermarkas di Jombang. Masa 1949-1950 adalah periode perjuangan bangsa Indonesia menegakkan kemerdekaan. menjadikan kota ini sangat ideal dijadikan benteng pertahanan. Moestadjab Soemowidagdo (Masa Bhakti 1949-1950) Ia merupakan Bupati yang memiliki fisik dan prinsip hidup seperti Bima dalam cerita pewayangan. Gelar kebangsawanan “Raden” di depan namanya menunjukkan bahwa dirinya masih keturunan darah biru.23 Kepemimpinan Bupati R. Sampai-sampai Suparto Brata seorang penulis Jawa menyebutnya dengan deskripsi yang tidak jauh dari kondisi fisik sang pemimpin: gagah ibarat Werkudara alias Bima. 10 November 1976 31 . Kompi Wanara pimpinan mantan Menteri Kehutanan Soedjarwo. Belanda dengan berbagai dalih dan alasan ingin mencengkeram dengan kuku-kuku kolonialisnya di bumi pertiwi. Profil R. Kepiawaiannya dalam memimpin Jombang di masa-masa awal Republik Indonesia. Moestadjab Soemowidagdo adalah salah satu sosok Bupati Jombang yang bertangan dingin. Moestadjab Soemowidagdo adalah masa penentu keberlangsungan pemerintahan sesudahnya. Maka di era kepemimpinan R.4.

Selain dikenal sebagai pemimpin yang disegani.24 24 Wawancara dengan Syahlan Husain (Sekretaris Umum Dewan Kesenian Jatim) di kantor Dewan Kesenian Jawa Timur di Jl. pukul 12. Mengenai hal ini bisa dibuktikan dengan diberikannya sebuah rumah atas tanggungannya kepada almarhum Cak Kandar salah satu seniman lukis Jawa Timur. Wisata Menanggal Surabaya. 9 November 2010. Di tempat tugas yang baru ini ia langsung tancap gas menjadi ketua pembangunan Tugu Pahlawan sebagai tetenger (penanda) peristiwa 10 Nopember Surabaya. pada Selasa. R. Atas prestasi memimpin kota santri di Jombang. Sehingga sangat tepat dijadikan teladan bagi warga masyarakat yang dipimpinnya. akhirnya pemerintah pusat menugaskan R. Mengingat dalam situasi yang tidak pasti tentunya diperlukan figur yang kuat secara prinsip dan idealistik.30 WIB. 32 .pilihan di masa transisi. Paling tidak Bupati R.H. Rumah dinas yang pernah ditempati Bupati Moestadjab di Jl. K. Moestadjab telah meletakkan kerangka acuan bagi para penggantinya. Moestadjab Soemowidagdo juga memiliki kepedulian terhadap nasib para seniman. Wahid Hasyim Jombang Meskipun hanya satu tahun memimpin Kabupaten Jombang masa bhakti 19491950. Moestadjab Soemowidagdo menjadi Walikota Surabaya. Transisi sebagai kepala daerah kabupaten yang sebelumnya di bawah kekuasaan penguasa Hindia Belanda. namun sepak terjangnya menjadi landasan bagi strategi kepemimpinan Kabupaten Jombang era sesudahnya.

pada tanggal 15 Desember 2010. meskipun konon tidak cukup berpengaruh pada kondisi perekonomian rakyat. Profil R. Beruntung akhirnya Jombang mendapat jatah seorang pemimpin dari kalangan non cooperation atau tepatnya pegawai sipil pamongpraja di luar pegawai yang diangkat Belanda. Di tengah ketidakpastian itulah muncul dua opsi besar di Republik ini. Karena posisi Jombang sebagai penentu strategis basis pertahanan para pejuang. Ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya. 33 . Istadjab Tjokrokoesoemo (Masa Bhakti 1950-1956) Kondisi Republik Indonesia yang baru diproklamasikan pada tahun 1945 mengalami ujian yang tidak ringan.45 WIB. Ia akhirnya cukup dikenal sebagai bupati di era perjuangan. Mereka yang sebelumnya dikenal sangat pro Belanda akan diberhentikan dari jabatan. Istadjab dan putranya Ismanoe adalah dua sisi mata uang bagi sejarah bangsa Indonesia yang muncul dari Kabupaten 25 Wawancara dengan Joko Suparto (eks TRIP) di Kaliwungu Selatan Gg. pukul 10. bahkan dibuang jauh dari lingkaran pemerintahan.5. Kedatangan pasukan Sekutu yang diboncengi Belanda menjadi batu sandungan bagi negara yang baru berdiri. Istadjab Tjokrokoesoemo ternyata diwarisi oleh salah seorang putranya. Situasi yang tidak menentu ketika itu juga melanda Jombang. II Jombang. Artinya mereka yang pro Belanda dan golongan yang anti penjajah Belanda. Akhirnya dari kemunculan kubu-kubu ini mendorong pemerintah pusat untuk selektif menentukan para pemimpin di daerah termasuk para bupatinya. Bupati R. Istadjab Tjokrokoesoemo yang dikenal sebagai Republikan sejati dan tokoh yang memiliki nyali menentang penjajahan Belanda.25 Sepak terjang Bupati R. Karena komitmen loyalitas kebangsaannya dianggap meragukan. yaitu golongan cooperation dan kubu non cooperation. Ismanoe. Ia adalah R. yang memilih menjadi pejuang yang bertempur di garis depan.

Sebagaimana diingatkan founding fathers atau pendiri negara Bung Karno. Jas Merah! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Menurut R. 34 . Ali. segores catatan sejarah yang melibatkan sepak terjang para pemimpin Jombang masa lalu adalah dokumen yang wajib diketahui dan diwariskan kepada generasi muda. Waktu sekitar enam tahun memimpin kota santri menjadi pijakan untuk selanjutnya bertugas memimpin kota terbesar kedua di Indonesia itu. Kini setelah tahun demi tahun terus berganti dan zaman kian berubah. Karena jabatan baru sebagai Walikota Surabaya sudah menunggu. Wahid Hasyim Jombang Masa pengabdian Bupati Istadjab di Jombang membawa pengaruh pada karirnya di kemudian waktu. sejarah adalah sarana mengenalkan orang yang berjuang kepada orang yang sedang berjuang. Moh. Sebagai bupati pejuang. Rumah dinas yang kini masih bisa disaksikan di sebelah selatan Ringin Conthong Jombang ini adalah saksi bisu proses perjuangan arek-arek Jombang dalam menentang penjajahan Belanda. Rumah dinas yang pernah ditempati Bupati Istadjab di Jl. Agar tujuan pengajaran sejarah tidak melenceng dan tenggelam.Jombang. benarbenar bisa diwujudkan. Satu panggilan jiwa yang digerakkan oleh pemilik segala maha: Tuhan Yang Maha Esa. maka Bupati Istadjab membuka penuh pintu rumah dinasnya jika para pejuang membutuhkan. Termasuk upaya mewarisi nilai-nilai kejuangan para pendahulu.

Paham yang dikenal sebagai Marhaenisme itu menjunjung tinggi pembelaan terhadap kaum lemah atau wong cilik. Sehingga tidak mengherankan jika ia menjabat dua kali sebagai Bupati Jombang. 35 . pukul 13. Ia dilahirkan di tengah kultur Madura. tepatnya di daerah Situbondo. Hal yang jarang ditemui seorang bisa memegang jabatan sampai dua kali pada masa yang serba sulit itu. agar pemerintahan tetap tegak berdiri. yaitu masa bhakti tahun 1956-1958 dan masa bhakti kedua 1960-1961. Selain itu daya juang dan etos kerja yang tinggi yang menjadi trademark penghuni pulau garam juga melekat erat pada diri M. Soedirman di rumahnya di Jl. Selain sebagai kepala daerah.26 Masa kecilnya kental dengan suasana masyarakat Madura yang sangat agamis. Dharma Husada Indah Surabaya. Soebijakto (Masa Bhakti 1956-1958 dan 1960-1961) Salah satu bupati era transisi pemerintahan dari Orde Lama ke Orde Baru yang dimiliki Kabupaten Jombang adalah M. Sehingga paham-paham kebangsaan yang dipopulerkan Presiden Soekarno melekat erat dalam keseharian sosok M. 13 Desember 2010. Jawa Timur. 26 Wawancara dengan Ibu Su’udiyah R. ia juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi silaturahmi dan kekerabatan. Soedirman bahwa ia mendapat kehormatan kala pesta pernikahannya dihadiri oleh Bupati M. apalagi terhadap kolega terdekatnya. Soebijakto. Soebijakto. Soebijakto juga dikenal sebagai aktifis Partai Nasional Indonesia (PNI).00 WIB. Soebijakto. Sebuah organisasi politik yang dibangun oleh Bung Karno sebagai salah seorang founding fathers bangsa Indonesia. Ia adalah sosok bupati yang memiliki tingkat kematangan politik yang teruji. Salah satu fakta yang diakui oleh Bapak Bupati R. Tidak mengherankan kalau ia selalu ramah pada setiap orang. Soebijakto. Bupati M. Selain sebagai pejabat yang disegani di lingkungan kerja. Hal tersebut kelak sangat mempengaruhi pengambilan keputusan di era transisi pemerintahan yang memerlukan strategi dan pola kebijakan yang taktis. Profil Bupati M.6.

36 . Rupanya pengabdiannya memimpin Jombang mendapat apresiasi positif dari pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat. Anton Sujarwo. yaitu Mataraman dan Arek menimbulkan sifat kritis tetapi egaliter dan senantiasa terbuka untuk berdialog dengan masyarakatnya. pernah berhasil menduduki jabatan Kapolri. telah mengantarkan puncak karirnya setelah memimpin Jombang. Salah satunya adalah posisi sebagai Pembantu Gubernur Jawa Timur di Madiun. Prestasi memimpin daerah di era transisi ternyata tidak mengurangi perannya menjadi kepala rumah tangga.Pemimpin Jombang yang ramah ini seolah melengkapi kharismanya sebagai pemimpin daerah berjuluk kota santri. Prestasi demi prestasi ditorehkan dan jabatan demi jabatan disandang oleh Bupati M. Sehingga kepemimpinan Bupati M. Bahkan salah satu menantunya. manusia mati meninggalkan nama besar. Soebijakto. Semoga sumbangsihnya dalam memimpin Kabupaten Jombang menjadi sebuah catatan emas yang mewarnai perjalanan kota santri sebagai bagian integral Bangsa Indonesia. Apalagi pertemuan dua aliran kebudayaan besar. Soebijakto sangat tepat diperuntukkan bagi Kabupaten Jombang. Seperti peribahasa harimau mati meninggalkan belang.

ayah Soedarsono mempunyai sawah yang cukup luas. Tauhid masih ada keturunan dari seorang pejuang yang juga sahabat dari Pangeran Diponegoro. Soedarsono lahir di Magetan 24 September 1921. Soedarsono harus meninggalkan 27 Wawancara dengan Endang Sri Ernawati (anak ketiga R. Soedarsono (Masa Bhakti 1958-1962) R. Kakeknya bernama K. Tidak jarang. bermain petak umpet. pada Minggu. seorang ulama desa setempat. tepatnya di Desa Sumber Rambe. Berkecipak dengan lumpur di sawah. jika ditarik garis ke atas. mulai dari salat hingga mengaji. Soedarsono kecil juga ikut menggembalakan kerbau di sawah sembari bermain jerami. Profil Bupati R. Lazimnya seorang Kepala Desa. dan punya banyak hewan ternak. Kecamatan Karangrejo. 37 . Setelah itu ia melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Soedarsono terlahir sebagai anak ke lima dari enam bersaudara. yakni Sentot Alibasyah Prawirodirjo. Ia memulai pendidikannya di HIS (Sekolah dasar tujuh tahun berbahasa Belanda atau Hollandsch Inlandsche School) Magetan dan lulus pada tahun 1938.H. seorang Kepala Desa yang berpengaruh kala itu. Tauhid.H. Berdasarkan keterangan dari keluarganya. Namun tidak begitu dengan Soedarsono yang notabene anak seorang Kepala Desa.7. Ayahnya bernama Abdullah Martodirjo.27 Meski anak dari keluarga berpangkat. yakni MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau kini SMP). Ia menjabat sebagai bupati pada periode 1958 hingga 1962. M. Wersah Jombang. Dari kakeknya itulah ia mempelajari banyak ilmu agama. Soedarsono) di Jalan Iskandar Muda No 12. 24 Oktober 2010. K. Soedarsono merupakan Bupati Jombang yang ke tujuh. Saat bersekolah di MULO. M. masa kecil Soedarsono tidak jauh beda dengan anak desa pada umumnya. Zaman penjajahan Belanda tidak sembarang orang bisa mengenyam pendidikan. hingga mandi di sungai.

Bersama para pemuda seusianya. yakni Roro Oentari. Karena sekolah setingkat SMP itu berada di kota Malang. dalam rentang 1 hingga 15 Agustus 1945. Selanjutnya. Pasca Kemerdekaan Usai proklamasi dikumadangkan oleh Dwi Tunggal Soekarno – Hatta. Selanjutnya. peta politik perang dunia II berubah. Jepang membentuk Tentara Pembela Tanah Air (PETA). ia dipercaya menjabat sebagai Kabag Umum (Kepala Bagian Umum) Jawatan Penerangan (Japen) 38 . Soedarsono muda tak pernah lelah mencari ilmu. ia dilatih teknik memegang senjata hingga cara menembak oleh Jepang. eks tentara PETA dimasukkan dalam wadah BKR (Badan Keamanan Rakyat). para tawanan ini hendak dihukum mati. Pria kelahiran Magetan ini menggabungkan diri di BKR Tulungagung. atau tepatnya 30 Maret 1943. Rencananya. ia mengabdikan diri sebagai guru di SR (Sekolah Rakyat) VI Caruban. muncul permasalahan dalam diri Soedarsono. Tepat tahun 1941. Namun hal itu dijalaninya hanya sekitar satu tahun. Ia ditangkap Jepang dengan tuduhan terlibat pemberontakan PETA Blitar pada 14 Februari 1945. Beberapa bulan kemudian. atau tepatnya 3 Oktober 1943. Madiun. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. ia pindah menjadi juru bahasa di Kediri Syu Gyugun Dai I Daidan (Tentara sukarela bentukan Jepang ). Di sekolah itulah ia mengenal seorang gadis asal Tulungagung yang kelak menjadi istrinya. Namun sekitar satu tahun kemudian. Layaknya seorang militer. yang notabene pernah mendapatkan pendidikan militer PETA. Karena pada 11 November 1946. Begitu pula dengan Soedarsono. Soedarsono ikut mendaftarkan diri dalam wadah tersebut. Belum sempat eksekusi dilakukan. ia bersama anggota PETA lainnya dibawa ke Cirebon. Namun sekitar pertengahan Agutus 1945. dan pada tahun 1941 ia dinyatakan lulus. Selepas dari MULO ia melanjutkan pendidikannya di Kweekschool (sekolah pendidikan guru pada zaman Belanda) di Malang. Namun takdir berbicara lain. Di sekolah itu ia menuntut ilmu selama tiga tahun. termasuk Soedarsono. Kondisi itu berakibat dibebaskannya para tawanan Jepang. Pria asal Desa Sumber Rambe ini memulai karirnya menjadi guru terhitung mulai 1 September 1942. Tepat 14 Agustus 1945.kampung halamannya. Soedarsono tamat dari Kweekschool.

seluruh keluarganya yang ada di Tulungagung juga diboyong ke Jombang. memberikan penjelasan hasil dari KMB yang baru saja digelar di Denhag. ia dipindah dari Tulungagung dan menjabat sebagai Kepala Japen Kabupaten Jombang. Pernikahan itu dilakukan pada 25 Mei 1946.Jawa. Meski menjabat pemimpin Japen. mulai 1 Februari 1950 hingga 21 Maret 1958. Tiga tahun kemudian ia diangkat sebagai pemimpin sementara Japen Kabupaten Tulungagung. Kepercayaan menjabat sebagai Kepala Japen Kabupaten Jombang itu diemban Soedarsono selama delapan tahun. pemimpin sebelumya. Ia menyunting anak seorang pejabat Tulungagung. Di rumah itu pula mereka membesarkan ke empat anaknya. Karir Soedarsono terus bergulir. ia berhasil merebut kembali Tulungagung dari tangan Belanda. Soedarsono ikut bergerilya dengan pejuang lainnya guna menghalau Belanda yang ingin menguasai RI kembali. Dalam forum itu. Hal itu sesuai surat penetapan yang ditanda tangani Pemimpin Umum Jawatan Penerangan Karesidenan Kediri. Kejujuran dan kesederhanaannya. Prof. Soedarsono dan istrinya. Puncaknya. Dalam surat tertanggal 20 Oktober 1949 tersebut diterangkan. Roro Oentari.Kabupaten Tulungagung. Usai KMB (Konferensi Meja Bundar). Soedarsono mengakhiri masa lajangnya. mundur dari jabatan pemimpin. ia kembali memanggul senjata. tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Setya Budi. Saat itu. Harapannya. DR Soepomo. Koeswo. 39 . 21 Juli 1947. Tanggal 1 Februari 1950. Desember 1949. Saat agresi Belanda I meletus. bukan berarti perjuangan Soedarsono dalam rangka mempertahankan kemerdekan RI padam. Alasannya. membuat karir Soedarsono terus menanjak. Secara otomatis. 19 Desember 1948. salah satu delegasi RI. Hardjosoemarmo. hasil perundingan itu disosialisasikan di masing-masing daerah. Begitu pula saat Belanda melakukan agresi militer II. Pada tahun yang sama. Belanda. bersama CMKT (Comando Militer Kabupaten Tulungagung) yang dipimpin Mayor Sastroatmodjo. pengangkatan Soedarsono itu bersifat sementara. yang bernama Roro Oentari. sebagai Japen ia mendapat tugas menghadiri konferensi Dinas Kementerian Penerangan RI di Yogyakarta. Yakni. Konferensi itu dihadiri oleh Kepala Japen Provinsi/Kabupaten dan Kepala studio (Radio RRI) se.

Kebiasaan yang lain yang tidak pernah lepas dari Soedarsono adalan sarapan berita. hal-hal yang bersifat informal semisal olahraga. Menteri Dalam Negeri tidak keberatan atas usulan itu. Dengan sepeda itulah ia berkeliling kota. merupakan sesuatu yang lekat dengannya. Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor kabupaten. namun garis hidup berbicara lain. bupati ke tujuh ini juga paling hobby dengan olahraga tenis. Selanjutnya. karya besar mantan Presiden Soekarno yang berjudul Di Bawah Bendera Revolusi (DBR). Maka tidak heran. bupati ke tujuh ini selalu rajin membaca buku serta surat kabar. Selanjutnya. berolahraga. Gayungpun bersambut. 40 . Bukan hanya itu. disiplin. Soedarsono mencapai puncak karirnya pada 22 Maret 1958. sesuai dengan rapat yang digelar oleh DPRD Jombang tanggal 1 Maret 1958. Hal itu ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri. hasil rapat DPRD itu dikirim ke Menteri Dalam Negeri. karakter sederhana. Bupati Soedarsono meyakini. ia selalu menyempatkan diri membaca koran. Kegiatan berolahraga itu semakin padat jika memasuki hari Kamis dan Minggu. mereka menyetujui Soedarsono menjadi Kepala Daerah (Bupati) Tingkat II Jombang. Buku koleksinya yang hingga kini masih terawat misalnya. maka ia akan mengambil gunting. Ia diangkat menjadi Bupati Jombang yang ke tujuh. ia mengeluarkan sepeda kumbang merk Hercules miliknya. Berita tersebut dipotong kemudian dikliping. pada 22 Maret 1958 terbitlah Surat Keputusan Menteri yang intinya mengesahkan Soedarsono menjadi bupati. Jika ada sesuatu yang dianggap penting. Seminggu kemudian. Dengan tenis itu pula hubungan emosi antara atasan dan bawahan bisa lebih terjaga. Selain berolahraga. untuk dimintakan pengesahan. Dalam surat keputusan itu dijelaskan. Sanoesi Hardjadinata. Menjaga kesehatan. saat pagi buta ia sudah bersih-bersih rumah. hidup bersih. Saat menjabat sebagai bupati. Sanoesi Hardjawinata. dan tegas. selain untuk menjaga kesehatan. Wajar saja. M Soebijakto.Lewat SK Mendagri Diangkat Menjadi Bupati Meski sejak kecil tidak pernah punya cita-cita menjadi seorang bupati. juga merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dalam diri bapak empat anak ini. hal tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan masyarakat. untuk menambah wawasan. menggantikan bupati sebelumnya. merupakan salah satu media untuk membangun komunikasi dengan jajaran di bawahnya.

saat itu Soedarsono dan keluarganya masih mengontrak rumah di Jalan Setya Budi Jombang. Betapa tidak. 41 . Supratman Jombang. selama lima tahun menjabat sebagai wakil rakyat. ia lebih memilih naik bus saat berangkat dinas. Selain menjabat Ketua LVRI. Meski begitu ia belum pensiun. namun ia masih tetap pulang ke rumahnya di Jalan WR. Soenandar Prijosoedarmo. Sedangkan di bidang keagamaan. Walhasil. semisal menjabat sebagai Wedono. Oleh pemerintah pusat ia diberi kepercayaan menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Mojokerto. Mantan bupati ini masih sempat menduduki beberapa pos strategis di Pemkab. dan Patih (setingkat Sekretaris Daerah) pada tahun 1971. mantan bupati ini pindah tugas lagi. Secara otomatis. pria asli Magetan ini juga dikenal cukup sederhana. Terhitung sejak 1 Oktober 1971. ia menjabat sebagai Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Mojokerto. mantan Bupati Jombang ini aktif sebagai takmir Masjid Al Ikhlas yang ada di Jalan WR Supratman. Posisi itu ia pegang hingga masa pensiun. yakni tahun 1977. Kini rumah itu masih terawat dan ditempati oleh anaknya yang nomor satu. Selanjutnya. Soedarsono harus bolak-balik dari Jombang ke Mojokerto. tertanggal 4 Juli 1977. Jabatan itu sesuai dengan SK (Surat Keputusan) Gubernur Jawa Timur.4/40/1977/SK itu dijelaskan bahwasannya Soedarsono ditetapkan menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto bersama 39 anggota dewan lainnya. Pemilu pertama Orde Baru pun digelar pada tahun itu. Jabatan terakhir yang disandang oleh suami dari Roro Oentari ini adalah Ketua LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) cabang Kabupaten Jombang. Amanah itu dilakoninya pada tahun 1986. Meski bertugas di Mojokerto. Usai pensiun. ia juga aktif di DPD Golkar Jombang dengan posisi sekretaris. Karena kesederhanaan itu pula. Soedarsono baru membeli rumah di Jalan WR Supratman No 4 Jombang. Di Masjid itu juga ia kerap memberikan ceramah-ceramah keagamaan. Di ujung masa tugasnya. Dalam surat dengan Nomor: PM 012. pemikiran Soedarsono masih banyak dibutuhkan masyarakat. ke empat anaknya harus rela bergantian jika ingin bepergian dengan sepeda. Sedangkan kendaraan yang ada di rumahnya hanya ada satu buah sepeda kumbang.Saat menjabat sebagai orang nomor satu di Jombang. Soedarsono terpilih menjadi wakil rakyat dan masuk dalam FKP (Fraksi Karya Pembangunan). Praktis. Hj Endang Sri Undarti. Jabatan Soedarsono berakhir pada 5 Januari 1962.

selanjutnya dirujuk ke Surabaya.Rumah R Soedarsono di Jl. Supratman No. Karena kondisinya yang terus memburuk. Bupati ke tujuh ini meninggal di usia yang ke 76 tahun di RS Dokter Soetomo Surabaya. Empat orang anak itu masing-masing. Edi Raharjo. Endang Sri Undarti. ia masih memberikan ceramah di Masjid Al Ikhlas sehari sebelumnya. Soedarsono dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Pulo Sampurno Jombang. Ia meninggalkan empat orang anak dan sembilan orang cucu. Endang Sri Ernawati. sekat antara hidup dan mati tak setebal kain kafan. Seluruh kerabat. Oleh para jamaah yang hadir ia dilarikan ke RSUD Jombang.R. serta Endang Sri Ruliati. Padahal sebelumnya. Soedarsono pingsan. pada hari Selasa 6 Mei 1997 bapak empat anak ini dipanggil menghadap Ilahi. serta masyarakat umum ikut melepaskan kepergiannya. pejabat. W. Di rumah sakit terbesar di Jawa Timur itulah ia meninggal. Di tengah-tengah ceramah. 42 . Kabupaten Jombang pun berduka. mantan bupati.4 Jombang Memang benar kata orang bijak. Begitu juga dengan Soedarsono.

sebagaimana diungkapkan penyair Clurit Emas Zawawi Imron: Madura Kau adalah Lautku! Yang bisa diartikan bahwa Madura adalah sawah ladang kehidupan bagi warga masyarakatnya yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan. Praktek pangreh praja atau penguasa sengaja dihindari semaksimal mungkin. Masa kecilnya dilalui penuh keceriaan anak-anak khas pulau garam. Dengan jalan begitu konsep bersatunya rakyat dengan pemimpin menjadi satu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Pola-pola pengembangan kepemimpinan yang bertolak dari prinsip pamong mulai diberlakukan. sepak terjang Bupati R.8. Lagi-lagi cadasnya karang Madura dan tingginya ombak di lautnya telah melahirkan seorang R. pada 13 Desember 2010. Salah satu putera terbaik yang pernah dimiliki Kabupaten Jombang. Sehingga semakin menguatkan posisi Kabupaten Jombang sebagai urat nadi utama perekonomian maupun pengembangan agama dan budaya. Ia mengenyam pendidikan khusus sebagai siswa pamongpraja zaman Belanda atau lebih dikenal dengan sebutan MOSVIA. Hassan sebagai calon pemimpin masa depan. pukul 12. Hassan diwujudkan dengan menerapkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil.45 WIB. 17 tahun sejak diproklamasikan tahun 1945. karena ia adalah pejabat pertama yang menerima pendidikan khusus kepamongprajaan. Hassan Wirjoekoesoemo (Masa Bhakti 1962-1966) R. Sebagai seorang Bupati. R. Profil Bupati R. Soedirman di rumahnya di Jl. 43 . Hassan Wirjokoesoemo adalah putera keluarga bangsawan di Pamekasan. Hassan Wirjokoesoemo adalah sosok bupati berotak cemerlang dan bervisi ke depan. ceria dan penuh warna. Sebagai salah satu lulusan terbaik MOSVIA. Madura. Dharma Husada Indah Surabaya. Prinsip-prinsip ini selaras dengan usia Republik yang menginjak remaja. serta tetap tidak meninggalkan hal-hal baik yang sudah dirintis oleh para senior pemimpin Jombang sebelumnya. 28 Wawancara dengan Bapak R.28 Dan ia tercatat sebagai siswa berprestasi di lembaga pendidikan yang cukup bergengsi itu.

Sebab konon ia berseberangan pandangan dengan penguasa orde baru. Hassan. rupanya kejujuran dan ketegasan sosok Bupati R.Sebagaimana Bupati M. dan tentu saja masih banyak yang belum tergali dari sosok yang terbilang “sunyi” ini. karena suri tauladannya akan menjadi catatan abadi sejarah kota santri. Ajaran-ajaran tentang kebangsaan. Hassan Wirjokoesoemo berbuah pahit. Tetapi seperti peribahasa air susu dibalas dengan air tuba. Rupanya api revolusi yang terus dikobarkan oleh Sang Proklamator Bung Karno mampu merasuk hingga ke darah dan daging seorang R. Ia adalah Soekarnois sejati yang meletakkan kepentingan bangsa di atas segala-galanya melebihi kepentingan individu maupun kelompok. Termasuk sosok Bupati R. R. si pendukung fanatis Bung Karno yang berdiri tegak di atas kaki spirit Marhaenisme. Hassan Wirjokoesoemo adalah salah satu kader Partai Nasional Indonesia (PNI) yang cukup militan. Hassan Wirjokoesoemo yang telah memberi warna pada perjalanan panjang Kabupaten Jombang. 44 . Beruntung sekali Kabupaten Jombang dipimpin oleh orang-orang pilihan. Soebijakto. tentang keyakinan dan toleransi benar-benar telah memupuk jiwa kepemimpinannya. Apapun karya yang telah ditorehkan.

Hal ini dibuktikan dengan sepak terjang beliau yang mengutamakan jalur pembinaan generasi muda ketika memimpin Jombang. adik ipar Bupati Ismail) di Geneng gang II (jalan Madura) pada hari: Senin. Salah satu pilihan pembangunan kader masa depan itu dilakukan Bupati Ismail melalui organisasi Gerakan Pramuka. Ismail seolah menempa diri untuk menghadapi tugas yang diembannya di kemudian hari. karena dilahirkan dari pasangan ayah Jawa Tengah. 01 Nopember 2010. Indonesia dan ibu Melayu.29 Pak Kardjan (adik ipar Bupati Ismail) saat diwawancarai di rumahnya Mengawali karir sebagai seorang Polisi Istimewa zaman pendudukan Jepang.9. Jabatan Polisi Istimewa terus disandang hingga kesatuan berubah menjadi Mobrig atau Mobil Brigade. pukul 11. 45 . Profil Bupati Ismail (Masa Bhakti 1966-1973) Ia adalah sosok Bupati “Internasional”. kemudian berubah lagi menjadi Brimob atau Brigade Mobil. Akhirnya 29 Wawancara dengan Bapak Kardjan (usia 70 tahun. Latar belakang keluarga berbeda bangsa inilah yang mencetak seorang Ismail menjadi pemimpin yang memiliki daya jangkau visioner terkait pembinaan generasi muda sebagai aset bangsa masa depan.00 WIB. Singapura.

Sebelum menjadi pejabat resmi Bupati Jombang. Hasilnya kader-kader pramuka militan cukup banyak dijumpai di desa-desa tersebut.beliau bertugas di Pekanbaru. dan lain-lain. Berbagai upaya dilakukan agar Gerakan Pramuka diterima oleh warga masyarakat sebagai pendidikan alternatif melengkapi lembaga pendidikan formal yang ada. 46 . Rupanya amanat menduduki jabatan sebagai pemimpin Jombang tidak sertamerta diperoleh dengan mudah. memasak. Dalam masa kepemimpinan beliau Gerakan Pramuka sebagai lembaga pencetak kader pemimpin bangsa mendapat tempat yang layak di hati masyarakat. maka diakui atau tidak embrio Satuan Karya Taruna Bumi berawal di 30 Wawancara dengan Bapak Kistam Mulyono (adik ipar Bupati Ismail) di Perumahan Jombang Permai . Pengembangan pramuka di lini terdepan diwujudkan dengan membentuk kader pramuka setingkat satuan karya. khususnya warga Kabupaten Jombang. Menghadapi hal demikian Bupati Ismail memiliki kiat memperbanyak pelatihan berbagai jenis keterampilan. Akhirnya upaya ini mendapat perhatian dari badan kepanduan dunia yang pernah berkunjung ke Jombang. pertanian. hari Kamis. minat.30 Masa transisi dari Orde Lama menuju Orde Baru menyebabkan kondisi politik maupun perekonomian tidak stabil. pukul 10. Tidak kurang dari 25 desa se-Kabupaten Jombang didirikan Gugus Depan Desa sebagai ujung tombak terdepan pengembangan Pramuka. beliau menduduki jabatan sebagai Danres atau Komandan Kepolisian Resort Jombang (sekarang Kapolres). 4 Nopember 2010. Pada awalnya amanat penugasan sebagai Bupati dijalani sebagai caretaker atau pengganti antar waktu karena terjadi kekosongan jabatan Bupati Jombang. perkebunan. Jl. Kalau orang mengenal Satuan Karya Taruna Bumi di bawah binaan Departemen Pertanian. dan kemampuan yang dimilikinya. Melalui tangan dingin beliau pulalah Jombang tercatat dengan tinta emas sebagai daerah subur organisasi Gerakan Pramuka. peternakan. Antara lain Desa Plandi. Alpukat No. Keseluruhan pelatihan itu dikemas dalam kegiatan Kepramukaan atau Kepanduan menurut istilah pada waktu itu. karena Ismail harus menyisihkan enam kandidat lainnya yang sama-sama dipromosikan oleh kesatuan masing-masing. Satuan karya yang akhirnya disingkat Saka ini bertujuan untuk menampung generasi muda sesuai bakat. Jombang. seperti pelatihan menjahit.26 WIB.18. Riau sebelum menjabat sebagai Bupati Jombang periode 1966-1973.

Terbukti kemudian tidak kurang dari tokoh Lampung mulai setingkat camat hingga anggota DPRD adalah kader muda Pramuka yang dikirim oleh Bupati Ismail ketika itu. Istrining Rahayu atau lebih dikenal dengan sebutan Mbak Ning (tinggal di Jakarta). Hal ini berkat dorongan Bupati Ismail yang menantang generasi muda sebagai pioner pembangunan bangsa berpartisipasi melalui program transmigrasi. di Desa Plandi. Jombang. pada 26 September 2010. dalam bahasa Jombang dikenal 31 Wawancara dengan Kak Sukardi. Era pemerintahan Orde Baru yang ditandai dengan penerapan tahapan pembangunan yang lebih dikenal dengan PELITA. Tugasnya antara lain melakukan pendampingan dan arahan-arahan yang diperlukan warga masyarakat selama mengikuti pelatihan Gerakan Pramuka. antara lain direalisasikan melalui pemerataan potensi melalui program transmigrasi. Untuk menerapkan disiplin dan etos kerja yang tinggi di lingkungan kantor pemerintah daerah Kabupaten Jombang. Tidak kurang dari seratus pemuda Pramuka asal kota santri Jombang dikirim ke lokasi transmigrasi. Latar belakang keluarga antar bangsa serta pendidikan kedisiplinan yang diperoleh di kepolisian menyebabkan Bupati Ismail dikenal cukup tegas. Ismail menikah dengan seorang gadis Surabaya bernama Saminah. bahkan cenderung keras pada awal-awal memimpin Jombang. pukul 10:00 WIB. atau singkatan dari Pembangunan Lima Tahun dan REPELITA. Dari pernikahan tersebut lahir empat puteri-putera. antara lain.31 Sejumlah instruktur yang merangkap pengawas lapangan pelaksanaan program Gerakan Pramuka disiapkan. tepatnya di jalan Pakis. salah satu pembina pramuka di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jombang. 47 . Ismiyanto berdomisili Jakarta. kependekan dari Rencana Pembangunan Lima Tahun. Surabaya. beliau menerapkan hukuman jemur badan pada setiap pegawai negeri sipil di lingkup pemerintah daerah yang terbukti terlambat masuk kantor. Istrining Rochanah tinggal di Gresik. Partisipasi generasi muda Pramuka di Kabupaten Jombang dalam program tersebut berupa pengiriman transmigran pemuda Pramuka ke wilayah Lampung. Tidak jarang instruktur itu dijabat langsung para polisi di tingkat kepolisian sektor atau kecamatan. Untuk di Jombang salah satu bukti peran Bupati Ismail dalam pengembangan Gerakan Pramuka adalah dibangunnya Sanggar Pramuka di Taman Kebonrojo.Kabupaten Jombang melalui instruksi langsung Bupati Ismail. dan Isminaryono bermukim di Tulungagung.

Meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. dijemur di halaman pemda. Bupati Ismail juga seorang pemimpin dan kepala keluarga sederhana. Hal ini dibuktikan selama beliau memimpin Jombang sampai memasuki masa pensiun belum memiliki rumah sendiri. Sedangkan keluarga atau saudara Bupati Ismail sebagian masih menjadi warga negara Singapura. pola-pola hukuman jemur badan tersebut ternyata cukup sangkil (efektif) untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku maupun peringatan dini bagi siapa saja yang berniat melakukan pelanggaran. Apalagi pada masa itu rumah dinas bupati pun belum dibangun. Surabaya. meskipun dari lingkungan keluarga Bupati Ismail sendiri. Mayjend. Termasuk tidak satupun dari puteraputeri beliau yang menjadi pegawai negeri di lingkungan pemerintah Kabupaten Jombang. Memasuki masa pensiun beliau memilih pulang kampung ke rumah mertua di Jalan Pakis. bahkan mungkin sangat sederhana. Jenazah beliau dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Jl. keesokan harinya. maka kepala atau atasan langsung karyawan bersangkutan juga diperlakukan sama. Menurut pengakuan sejumlah pensiunan yang pernah merasakan dipimpin Bupati Ismail. Hal lain kesederhanaan seorang Ismail adalah tidak seenak sendiri menggunakan fasilitas jabatan. Beliau akhirnya memanfaatkan mess atau asrama sebelah selatan polres Jombang untuk tinggal bersama keluarga. Tidak jarang jika salah seorang karyawan Pemda mengulangi pelanggaran. 48 . Sungkono. Surabaya. Selain dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin. Bupati Ismail wafat sebagai seorang pahlawan bangsa setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta pada tahun 1982.dengan istilah dipares atau dijejer. Hukuman ini berlaku pada seluruh pegawai.

Bibit-bibit kepemimpinannya mulai terlihat sejak duduk di bangku SMP di Pamekasan sekitar tahun 1945.10. Soedirman sewaktu beliau masih aktif menjabat Bupati Jombang. Sekolah yang terletak di Jalan Adipati Azis (sekarang jalan Pujangga). Meskipun dikenal sebagai sosok bupati yang memiliki “daya bakar” cukup tinggi. terutama di lingkungan kerja. Lewat tangan dingin beliau Kabupaten Jombang menempatkan posisi yang cukup diperhitungkan dalam kancah persepakbolaan nasional era 1970-an hingga 1980-an. kemudian ditafsirkan sebagian orang “temperamental”. apalagi terhadap bawahan.32 Ketegasan seorang Bupati R. Soedirman (Masa Bhakti 1973-1979) R. Soedirman memiliki pendekatan yang khas dengan orang-orang di sekitarnya. Profil Bupati R. Sehingga tidak mengherankan ada sebagian anak buah Bupati R. sengaja memancing kemarahan beliau hanya untuk mendapatkan uang saku dari sang bupati. Soedirman. Pamekasan. Masa ketika PSID (Persatuan Sepakbola Indonesia Djombang) menjadi tim favorit di tingkatan Jawa Timur dan wilayah Indonesia Timur mendampingi tim-tim papan atas seperti Persebaya dan lain-lain. artinya agak temperamental namun beliau memiliki rasa empati yang tinggi. Berlatar belakang sebagai seorang perwira polisi Bupati R. Mengapa demikian? Hal itu antara lain disebabkan terobosan beliau dalam pembangunan keolahragaan dan kesenian. khususnya bidang sepakbola dan seni musik (group band). Madura pada tanggal 3 Juli 1932. Ia dilahirkan di Bangkalan. Madura ini dulunya 32 Dituturkan dari berbagai sumber. sebenarnya mungkin dipengaruhi pribadinya yang berlatar belakang sebagai salah satu putra pulau penghasil garam. Soedirman Mertoadikoesoemo merupakan sosok bupati fenomenal yang pernah dimiliki Kabupaten Jombang. Soedirman. baik dari mantan pemain PSID maupun mantan staf di lingkungan pemerintah Kabupaten Jombang. 49 . Madura. Soedirman atau lengkapnya R. Sehingga kerasnya kehidupan nelayan secara tidak langsung menempa jiwa raga Bupati R.

Soedirman. R. Soedirman yang masih berusia 15 tahun bangkit melawan kesewenang-wenangan pemerintah Hindia Belanda dengan melakukan demonstrasi menentang pembentukan negara Madura.dikenal sebagai sekolah MULO. Karena Sudirman remaja sudah dibiasakan kost oleh orang tuanya. berhasil mengembalikan status Madura sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI. Soedirman mulai menonjol. maka seluruh aktivis sepakat menunjuknya sebagai pemimpin di usia yang masih belia. Akhirnya Jawa Timur menjadi pilihan. seorang ahli strategi untuk melanggengkan kekuasaan mereka di tanah air. Di sinilah prestasi demi prestasi R. Akibat politik yang dijalankan Van Mook itulah Indonesia terancam desintegrasi. negara Jawa Timur dan lain-lain. Hal tersebut dibuktikan bahwa dirinya tercatat sebagai lulusan terbaik pendidikan yang dikenal luas masyarakat sebagai Sekolah Brigadir. Selepas SMP R. namun tidak lama. maka pemimpin aksi adalah kaum terpelajar dari kalangan mahasiswa. sengaja memecah-belah Indonesia dengan membentuk RIS (Republik Indonesia Serikat). Pada waktu itu Belanda. Ada peristiwa menarik sekaligus tak terlupakan ketika menjelang akhir semasa ia di SMP. Mengenai peristiwa ini. Soedirman melanjutkan ke jenjang SMA di Pamekasan. Atas prestasi sebagai siswa terbaik. ia mengikuti Kursus Komandan Polisi di Sukabumi. maka kemandirian telah melekat sejak di bangku SMP. Tetapi di Madura karena status pendidikan tertinggi melekat pada R. Jika di negara maju seperti Amerika. Dipilihnya kota Madiun dengan pertimbangan biaya kost yang masih murah. Alhasil tuntutan yang dilakukan kaum terpelajar. Apalagi dalam rapatrapat rahasia yang dilakukan sebelum meletus demonstrasi besar-besaran menolak pembentukan negara Madura. Saat itulah R. Lagi-lagi pertimbangan sekolah murah menjadi pilihan. Soedirman mendapat prioritas menentukan daerah mana untuk mendarmabaktikan tugasnya. akhirnya R. karena dibentuk negara-negara kecil seperti negara Madura. telah terjadi kesepakatan di antara peserta rapat. Soedirman teruji sebagai pemimpin masa depan. kecuali Madura. mengingat ia merasa sebagai 50 . selanjutnya Madiun menjadi tempatnya menuntut ilmu. Setelah merampungkan bangku Taman Madya atau SMA. Bukan negara kesatuan yang dicita-citakan para founding fathers atau pendiri negara. negara Pasundan. melalui Van Mook. meskipun masih remaja.

Surabaya. karena ia sangat teguh menjaga amanat. 13 Desember 2010 jam 12. Dharma Husada Indah. Termasuk 33 Wawancara dengan R. Jawa Timur pada tahun 1973. Soedirman dengan jabatan Dandis (Komandan Distrik) atau setingkat Kepolisian Sektor sekarang. Dengan tidak bertugas di Madura. meskipun ia dilahirkan di Bangkalan.00 WIB. Soedirman saat serah terima jabatan sebagai Danres Lumajang pada tahun 1973 Kultur Jombang yang unik dengan perpaduan agamis dan nasionalis mendorong sejumlah karya monumental diwujudkan Bupati R. Soedirman. ”Aku bukan orang Jombang. Berturut-turut jabatan demi jabatan disandang. Memasuki tahun 1973 hingga 1979 ia resmi ditugaskan menjadi Bupati Jombang. Dengan satu tekat. maka diharapkan potensi kedekatan kerabat yang diduga menumbuhsuburkan praktek-praktek nepotisme dapat ditekan seminimal mungkin. tapi ingin menjadi orang Jombang. hingga menjadi Danres (Komandan Resort) Kepolisian Lumajang.putera Jawa Timur. pada hari Senin. Saya ingin berbuat yang terbaik bagi Jombang!”33 Langkah pertama ditempuh dengan melanjutkan pembangunan Masjid Jamik alun-alun yang sudah dimulai sejak bupati sebelumnya. 51 . Besuki menjadi daerah pertama masa tugas R. Tidak dipilihnya Madura. Soedirman di rumahnya di Jl. R.

Setelah terbangun kantor pemerintah kabupaten. Maka sejak R. langkah berikutnya Bupati R. Soedirman membangun monumen Kretarto. Sekitar tahun 1973 masa awal R. Tempat seluruh aktivitas pemerintahan berlangsung.H. mengingat layanan publik bertumpu pada sebuah kantor. bahwa di sumur zamzam pun pemerintah Arab Saudi menerapkan pipanisasi. sedangkan pejabat setingkat Dandim berada di alun-alun. maka dibangunlah SIF atau sekarang dikenal PSBR (Panti Sosial Bina Remaja) di Jl. Tidak seperti di Indonesia yang lebih memilih kulah dengan kondisi berlumut dan kumuh. Sosok Brigjen Kretarto adalah pejuang kemerdekaan yang cukup heroik asal Kabupaten Jombang. Pemkab belum memiliki kantor yang representatif. Soedirman ditentang habis-habisan oleh kaum muslimin di Jombang. Tetapi ia kukuh menerapkan pipanisasi dengan alasan kesehatan. Soedirman menjabat bupati sudah dilakukan perombakan dengan mendudukkan muspida pada satu tempat yang sama di dalam masjid. Soedirman mulai membangun kantor pemerintah kabupaten. Soedirman. Pembangunan ini menggunakan dana dari APBN. tepatnya di Jalan K. semula Bupati berada di dalam masjid. Dengan sepenuh daya. Peletakan batu pertama pembangunan monumen berbahan dasar perunggu ini dilakukan di simpang empat arah timur Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang. Karena mereka hanya mau dibuatkan kulah (jedingan). Menurutnya keberadaan kantor pemerintahan adalah hal paling mendesak yang musti diwujudkan. yaitu sebuah tandon air untuk berwudlu. Soedirman sebagai Bupati Jombang. Jabatan Bupati yang semula disakralkan sebagian orang di Jombang pada waktu itu mulai diubah sedikit demi sedikit oleh Bupati R. Antara lain setiap sholat Idul Fitri maupun Idul Adha.melakukan terobosan pipanisasi pada tempat wudlu jamaah. 52 . mulanya ide Bupati R. Untuk memberi wadah generasi muda putus sekolah dan membekali mereka dengan aneka keterampilan. akhirnya Bupati R. Akhirnya proyek itu terwujud setelah ia pulang dari menunaikan ibadah haji di tanah suci. sehingga dipandang perlu meletakkan monumen tersebut agar generasi muda tidak terputus akar sejarahnya. Wahid Hasyim. Wahidin Sudirohusodo. Tentang hal ini. Soedirman menyampaikan kepada kaum muslimin di Jombang. Bupati R.

di wilayah Kabupaten Jombang. Jombang. Di bidang pendidikan. Soedirman bersama rombongan dalam suatu kunjungan Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. terobosan Bupati R. maka era kepemimpinan Bupati R. Menurut mereka hal tersebut dikhawatirkan mempengaruhi keselamatan tamu negara. Karena melalui sepakbola. emosi komunal hingga kesetiakawanan kolosal sangat mudah dibentuk. Seperti kata pepatah bahwa setiap zaman melahirkan pemimpinnya. Soenandar Prijo Soedarmo.Bupati R. pernah Bupati R. Untuk mencukupi kebutuhan air minum bagi warga Kota Jombang. Soedirman ditegur oleh paspampres. sebagai pengingat kisah perjuangan Batalyon yang dipimpin mantan Gubernur Jawa Timur. khususnya presiden. Salah satunya adalah SMP Negeri Ngoro di Desa Jombok. Soedirman adalah membangun sejumlah gedung sekolah. ”Saya punya prosedur sendiri dalam pengamanan di lingkup pemerintah Kabupaten Jombang!” Ketegasan Bupati Jombang ini barangkali sangat jarang dilakukan pada waktu itu. 53 . Artinya tidaklah salah bahwa kemudian ia mengusung olahraga sepakbola sebagai daya dorong semangat bagi warga Jombang pada umumnya. Kecamatan Ngoro yang diberi nama SMP Batalyon Merak. Soedirman adalah bupati termuda yang dimiliki Republik ini. karena Pemkab Jombang tidak membangun pagar pendapa. Soedirman sangat pas dengan kondisi masyarakat Jombang waktu itu. ia membangun sarana air bersih yang dipusatkan di Desa Plandi. Apalagi ketika diangkat sebagai Bupati Jombang. Keberatan paspampres langsung dijawab tegas olehnya. R.

antara lain ditempuh melalui perekrutan para pemain tidak hanya internal Kabupaten Jombang. Kalau sebelum masa kepemimpinan Bupati R. Soedirman nama PSID tidak cukup diperhitungkan. Soedirman untuk menjadikan sepakbola sebagai ikon Jombang. Pernah dalam suatu peristiwa saat pertandingan PSID melawan kesebelasan pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo. Sebuah cerita lucu di balik layanan kesehatan gratis bagi pemain PSID. Selain bonus bagi para pesepakbola berprestasi. Untuk yang satu ini tidak ada seorang dokter pun yang mampu menolak instruksi Bupati Soedirman. Bahkan tidak jarang ia sebagai ketua umum PSID terjun langsung ke lapangan mendampingi proses latihan. Bupati R. Karena akibatnya yang paling ringan adalah mutasi bagi dokter yang secara sengaja maupun tidak teledor menangani kesehatan para pemain. 54 . Bonus atau penghargaan bagi pemain adalah salah satu strategi Bupati Soedirman untuk memompa semangat tim agar tidak mudah kendor. Di samping berbagai macam bonus yang diberikan.34 Prestasi demi prestasi PSID mulai ditorehkan.00 WIB. Soedirman mengeluarkan darah akibat hantaman batu penonton yang beringas menyaksikan tim kesebalasan mereka dikalahkan PSID Jombang. Mereka rela menunggu lama hanya untuk mendapatkan layanan tersebut. salah seorang dokter yang menangani pengobatan para pesepakbola itu dengan bergurau menembakkan atau melemparkan jarum suntik ke pantat para pemain dari kejauhan. pada kurun 34 Disampaikan oleh Pak Asnan (mantan kapten PSID) era Bupati Soedirman dalam sesi wawancara pada hari Sabtu. mereka juga mendapatkan layanan kesehatan gratis di RSUD Jombang. Dokter RSUD ketika itu sambil tersenyum jenaka melemparkan satu-persatu jarum suntik ke pantat para pemain dari jarak tidak kurang dari dua meter. di Desa Candi Jombang. melainkan juga merekrut pemain dari kabupaten-kabupaten lain. para pemain PSID juga mendapat kesempatan diangkat sebagai pegawai negeri sipil di pemerintah Kabupaten Jombang.Keseriusan Bupati R. Sebaliknya kalau pemain melakukan kesalahan. maka jangan berharap mendapatkan bonus berlimpah. suatu hari tidak kurang dari sepuluh pemain sepakbola yang berobat di RSUD Jombang dengan berbagai macam keluhan. Sebaliknya mungkin akan mendapat sanksi tegas. Entah karena jengkel atau jenuh. 30 Oktober 2010. pukul 10. Tetapi sebelumnya para pemain harus berbaris rapi sambil memelorotkan celana masing-masing.

Bagus Ahmad Fauzi Efendi (Mas Bagus). dan Ibu Su’udiyah R. Mas Bagus Siswantoro (almarhum). Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniahi 7 momongan: Sri Sudiharti (Mbak Titik). Soedirman) dalam wawancara hari Sabtu. Endang Rahmawaty (Mbak Endang).35 R. Dewi Fraisin (Mbak Wiwik).30 WIB. SH. 30 Oktober 2010. Prestasi ini akhirnya yang mengantarkan PSID bersama Persebaya melawat ke Denpasar menghadapi tim-tim wilayah timur. Soedirman Mertoadikoesoemo menikah dengan seorang gadis dari Sumenep. (keponakan Bupati R. pukul 12. 13 Desember 2010. R. antara lain. terutama komitmennya terhadap pembangunan keolahragaan dan kesenian. Soedirman bersama istri saat diwawancarai di ruang tamu rumah mereka pada 13 Desember 2010 Apa yang telah ditorehkan Bupati R. Sudarsih (Mbak Darsih) istri Kapolda Makasar. Paling tidak ia telah menciptakan sejarah sebagai seorang pemimpin yang notabene pernah memimpin kota yang memiliki ratusan pondok pesantren. Di masa 35 Keterangan Bapak Chairil Hariya Udaya. Nenik Meilani (Mbak Nanik).waktu 1977 itulah PSID sedikit demi sedikit PSID melebarkan kepiawaian permainan di lapangan hijau dengan mengalahkan hampir seluruh tim yang dimiliki Jawa Timur kecuali Persebaya yang merupakan tim papan atas.00 WIB. Soedirman memang pantas diteladani oleh generasi penerus. Soedirman pada wawancara hari Senin. 55 . Madura bernama Su’udiyah pada tanggal 28 Agustus 1954. jam 11. Persatuan Sepakbola Denpasar (Perseden) dan Perselobar atau Persatuan Sepakbola Lombok Barat.

mantan Gubernur Jawa Timur. Soedirman Mertoadikoesoemo. Maka tidak aneh rasanya kalau masyarakat persepakbolaan Jombang sangat kehilangan figur ketua umum sekaligus Bupati Jombang yang bernama lengkap HR. Soedirman. Sebenarnya kilau keberhasilan yang telah diraih pada masa lalu sangat mungkin dapat diperoleh kembali manakala roda kepengurusan dan elemen pendukung PSID. 56 . Soedirman. Kini prestasi PSID hanya sebatas kenangan pasca kepemimpinan Bupati R.pensiunnya ia diamanati memimpin Paguyuban Madura Jawa Timur menggantikan Bapak Mohammad Noor. baik penonton sepakbola maupun warga masyarakat Jombang menomorsatukan amanat sebagaimana era Bupati R.

di Jl. Sang ayahanda ini meninggal pada tahun 1978. Marman.32 WIB. Edisi I. Nap. Napsiah. Dan Soekasah Sosroamijoyo memiliki putra Achmad Dardiri. Ia lahir dan dibesarkan oleh orang tuanya di Malang dalam suasana keluarga yang memegangi keteguhan dalam menjalankan ajaran Agama Islam.A. Selanjutnya R. Marman memiliki anak: R. lahir tahun 1960 di Malang. Kemudian B. Jombang. Gatot Muhdi Islam Dardiri dan Setiabakti. Betara Katong berputra: Sunan Drajad. Bapak Sonhadji.36 Ayah kandungnya bernama Haji Achmad Dardiri. Kyai Tegal Arum I memiliki putra: Kyai Tegal Arum II. Lalu R.A. 57 . dan ikut berorganisasi di perkumpulan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926. Raya Langsep No. Sunan Drajad berputra: Kyai Tegal Arum I.A. Januari 2000. di Malang. Runutan silsilahnya seperti berikut: Raja Majapahit berputra: Batara Katong.A. Napsiah berputra: Soekasah Sosroamijoyo. Kyai Joyosetiko I memiliki putra: Kyai Musahal.11. Silsilah Keluarga Besar Buyut Nihayah dan Buyut Nafsiyah. Wawancara ini didampingi oleh Nasrul Ilahi (dari kantor Disporabudpar Jombang) dan keponakan Pak Hudan. Hudan Dardiri). pada 18 Agustus 2010.A. No.37 36 37 Wawancara dengan Amidar Nurma Winarti (anak kelima A. yang tinggal di Perum Candi Indah. berpendidikan HIS. Blok K. 19. Malang.A. yang kemudian memiliki putra yang pertama bersebut Achmad Hudan Dardiri. Kyai Tegal Arum II berputra: Kyai Terongrancang. Sosok yang mengagumi tokoh nasional Mohammad Yamin ini memulai karirnya dari dunia kemiliteran di masa awal Perang Kemerdekaan. pukul 13. keluarga Pak Hudan ini memiliki persambungan darah hingga ke Raja Majapahit. Malang. Ia lahir pada 7 April 1924. Ia juga bersumbangsih data perihal sosok Pak Hudan. Jika dirunut silsilah keluarga dari garis Haji Achmad Dardiri. Ia merupakan seorang pegawai di wilayah Kabupatenan Malang. Profil Achmad Hudan Dardiri (Masa Bhakti 1979-1983) Achmad Hudan Dardiri adalah Bupati Jombang yang ke-12. Lalu Kyai Musahal berputra: B. Kyai Terongrancang berputra: Kyai Joyosetiko I. dan pensiun pada tahun 1960. 49. Nap berputri R. Jawa Timur.

Farida Dardiri (tinggal di Malang).Amidar Nurma Winarti. di Jl. 8. 5. Lalu saudara-saudaranya secara berurutan adalah sebagai beikut: 2. di Malang. 58 . 12. lahir pada tahun 1910. Tuning Badriyah (tinggal di Malang). 6. Miskiyah (tinggal di Surabaya). 9. Arief Margono 19 Malang. Rumah yang terakhir ini merupakan rumah keluarga Pak Hudan di mana semua kerabat dan sanak-familinya sering berkumpul dan bersilaturahmi. Kemudian pindah rumah di Jl. Harir (tinggal di Mondoroko. Gatot Dardiri (tinggal di Malang). 3. 10. Ninik Dardiri (tinggal di Malang). sebagaimana sang ayah Pak Hudan. Lukman Dardiri (tinggal di Malang). Perkawinan Haji Hudan Dardiri dengan Siti Aminah melahirkan 12 putra-putri. Juriyah (tinggal di Jakarta). Hamid Dardiri (tinggal di Malang). 7. dahulunya juga mengikuti organisasi berupa perkumpulan Muslimat NU pada tahun 1932. Khususiyah (tinggal di Blitar). Sang ibu. Dan Achmad Hudan Dardiri adalah anak pertama mereka. Malang). saat diwawancarai pada 18 Agustus 2010 Sementara ibu kandung Pak Hudan bernama Siti Aminah. Susiati (tinggal di Jombang). Tongan Gang I/ 287. sebagai suatu bentuk pengayaan dan penghayatan dalam bersosial dan dalam pengembangkan keilmuan Agama Islam. 11. 4.

Achmad Hudan Dardiri tak menyia-nyiakan waktu untuk berleha-leha dan bermalas-malasan. bahasa Belanda. Didikan dari mereka sangatlah bermanfaat dalam membentuk karakter dan jati dirinya. Ia juga aktif mengikuti kegiatan kepanduan pramuka yang kelak dunia kepramukaan ini digelutinya hingga di usia lanjut. Saat itu bimbingan dari seorang tokoh muslim lokal. Ia masuk sekolah semacam Madrasah di daerah Jagalan. Kemudian masuk Sekolah Guru Muallimin dari 1938 sampai 1941. Masa muda Achmad Hudan Dardiri Lalu ia masuk sekolah Taman Dewasa pada 1943. Di sela-sela waktu senggang ia belajar ngaji secara intensif kepada Sutan Hasan Halim.Masa kecil Hudan bersama orang tua dan saudara-saudaranya tersebut ia jalani dengan penuh keprihatinan dan hidup dalam kesederhanaan. Di samping bersekolah di Madrasah. ia juga masuk Sekolah Rendah (SR) dari tahun 1930 sampai 1938. 59 . salah satu keahliannya yang cukup disegani adalah kemampuannya dalam menguasai 3 bahasa asing dengan lancar. telah mampu menambah wawasan keislaman Hudan dan memberi pengaruh besar dalam kepemimpinannya kelak. Karena itu. ia juga mendapatkan pengajaran yang ketat dan asuhan yang penuh perhatian serta gemblengan untuk memegangi prinsip hidup dan agama dari Kyai Haji Sukri dan Sutan Hasan Halim. Selain didikan dari kedua orang tuanya yang keras dan berdisiplin tinggi. yang kemudian menjadi bapak angkatnya karena Hudan kecil begitu disayanginya dan lantaran kepandaian dan ketekunannya dalam belajar. yakni bahasa Inggris. Dalam kesemangatan belajar di usia remaja hingga dewasa itu. Kyai Haji Sukri.

kedua insan ini menjalin hubungan erat. ketika ia ikut andil bergerilya di masa Perang Kemerdekaan RI. Sumatra Barat. Hal ini sebagai media penggemblengan dakwah dan pembentukan jadi diri sebagai muslim yang baik ia jalankan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh jiwa raga. bangsa dan negara. didikan dari para guru-gurunya untuk bertabligh dan menyiarkan Agama Islam baik di pelosok desa maupun di daerah sekitar tempat tinggalnya sangatlah ditekankan. Asmara dua sejoli ini makin bertumbuh di masa pergolakan itu. yang lahir di Solok.dan bahasa Arab. di Blitar. dengan mengambil Fakultas Hukum. Di kota kelahiran Bung Karno tersebut. 60 . selain bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Dan melanjutkan studinya hingga ke Universitas Brawijaya dari tahun 1964 sampai tahun 1966. Minangkabau. Penuh romantisme dan cita-cita luhur demi membela tanah tumpah darah. pada 8 Juli 1925. yang kemudian dikenalnya dengan nama Emma Yuliasma. Saat itu sang gadis. Sumatra Barat. Di samping itu. Hudan Dardiri di suatu hari saat berdakwah Di masa Perang Kemerdekaan. A. Pada tahun 1950-an Achmad Hudan Dardiri berkenalan dengan seorang gadis asal Solok. juga bertugas dalam barisan Palang Merah Indonesia dan membantu di bagian logistik para gerilyawan. Achmad Hudan Dardiri masuk kesatuan Chu Gakko (penerjemah) pada 1944 sampai 1947. dan lulus dengan predikat Sarjana Muda.

Indah Agustina (lahir 19 Agustus 1954). Hudan Dadiri dengan Emma Yuliasma. selalu mendukung perjuangan suaminya di medan tempur. Sikap mental ini diturunkan dan diajarkannya dengan 61 . Aida Dani Asma (lahir 22 Februari 1956). tenggang rasa. dan tidak merendahkan derajat orang lain. Perkawinan antara A. Islana Gadis Yulidani (lahir 13 Agustus 1958). Kemudian masuk Organisasi Golkar dan Ikatan Bidan Indonesia pada 1957-1969. Ia kemudian menekuni profesi sebagai bidan. dan Amidar Nurma Winarti (lahir 4 Januari 1962).Perkenalan sampai hubungan cinta itu akhirnya membuat mereka bersepakat untuk menjalinnya secara lebih serius dalam sebuah pernikahan. welas asih. persiapan dan saling anjangsana antar dua keluarga pun berlangsung dengan mematangkan berbagai rencana perkawinan. Mengasuh anak-anak mereka hingga dewasa. Dari perkawinan tersebut. baik dalam berakhlak yang mulia. Maka pada 9 September 1951. lahirlah putra-putri A. mereka resmi menikah. Emma Yuliasma selanjutnya. sebagai istri. Indira Damayanti (lahir 17 Januari 1965). Mereka adalah: Asrul Kemal Dardiri (lahir 21 Agustus 1952). Pendidikan yang eliau terapkan di keluarga adalah bagaimana memposisikan diri sebagai manusia atau lebih khusus sebagai muslim yang baik dan mampu menjadi cermin bagi sesama. Mendampingi sang suami dengan penuh kasih sayang. Hudan Dardiri dengan Emma Yuliasma pada 9 September 1951 Selang beberapa waktu kemudian.

Sedangkan ibu mertuanya bernama Hajah Nuriyah. Namun keduanya bercerai pada tahun 1930.semangat demokratis. Oleh karena itu. 62 . tidak menggunakan kekerasan atau penghukuman yang justru dapat merontokkan karakter dan kebebasan berekpresi mereka. Pak Hudan lebih pada mendengar. dan meninggal pada tahun 1968. 2. Ia adalah seorang pegawai air minum kota di daerah Solok. Hudan Dardiri dan Emma Yuliasma Sementara mertua Achmad Hudan Dardiri adalah Abdul Manan Sutan Bagindo yang lahir pada tahun 1889. Putra-putri A. cara mendidik kepada semua anak-anak beliau. saling menghargai. di Markas Besar Pertempuran TCDT. Perang Kemerdekaan. dari Minangkabau juga. menyarankan hal yang terbaik. Perang Kemerdekaan. di Pulau Jawa. tahun 1947-1948. dari Minangkabau. dan berpegang pada intisari ajaran-ajaran AlQur’an dan Sunnah. mengamati. yang semua itu penerapannya didasarkan pada prilaku akhlak Rasulullah saw. Maka. Pak Hudan adalah sosok bapak. di Jawa Timur. di mata anak-anaknya. sebagai Penyelidik Militer Khusus. Hajah Nuriyah ini meninggal pada tahun 1994. sekaligus sahabat dan guru kehidupan. Riwayat perjuangan Achmad Hudan Dardiri dalam membela tanah air di masa pergolakan Perang Kemerdekaan adalah sebagai berikut: 1. tahun 1945-1950. Pensiun pada tahun 1954.

tahun 1947-1950. di Blitar. tahun 1957-1966. tahun 1949-1957. Dosen IAIN Malang (1960-1967). KMCA (1956-1966). Guru Madrasah tingkat swasta. Dosen IKIP Negeri Malang (1957-1966). tahun 1950-1957. SMKA Malang (19521960). Guru di instansi Departemen Agama di SGAI/PGAA Malang (1953-1958). SHD Malang (1960-1966). di Blitar. tahun 1947-1950. DE17/Det I Sedangkan riwayat jabatan dan pengabdian sosial yang pernah diemban oleh A. TRIP. di Blitar. PGSLP Malang (sebagai dosen. Guru SMP. Hudan Dardiri di sepanjang hidupnya adalah sebagai berikut: 1. KPAA Malang (1961-1966). Perang Kemerdekaan. 6. IAIN (sebagai dosen. 4. 11. tahun 1941-1942. IKIP Malang (sebagai dosen. 10. Guru di Departemen Kehakiman. 1957-166). 3. DE17/Det I. Guru dalam kesatuan instansi Departemen Pendidikan yang meliputi: SMA Negeri I Malang (1951-1957). Guru tingkat Taman Madya. 7. 63 . Sebagai Caretaker di instansi Pemda Kotapraja Malang (1967-1969). di Blitar. di Malang dan Blitar. 5. 9.3. 1960-1966). Cinderamata TRIP. 1955-1966). 2. 8. SMA Negeri II Malang (1957-1966). pada instansi Kejaksaan (1953-1956). Guru tingkat Taman Dewasa. di Malang. Guru swasta SMA Muhammadiyah. SGHI Malang (1953-1956).

Keberagaman masyarakatnya juga mencerminkan kerukunan yang terjalin dengan baik. Semenjak menjabat sebagai Walikota Pasuruan pada tahun 1969-1975. di instansi Departeman Dalam Negeri (1978-1983).sekitar 1996). A. Anggota DPRD I Jatim. 16. di instansi Pemda tingkat I Malang (1975-1978). Bupati Jombang. 64 . ia mengembangkan semangat toleransi dan demokrasi baik di kalangan pemerintahan maupun kepada warga Pasuruan. Pasuruan yang merupakan daerah di ujung timur wilayah Jawa Timur memiliki potensi budaya dan sumber alam yang luar biasa. Hudan Dardiri ketika dilantik menjadi Walikota Pasuruan 13. Rektor IKIP PGRI Surabaya. Toleransi antar etnis dan antar agama menjadi prioritas yang dicanangkan A. di instansi Yayasan PGRI (1975-1985). Rektor UNIPA Surabaya (1998-1999). di instansi Departemen Dalam Negeri (1969-1975). Pj. 15. 17. Rektor IKIP PGRI Jatim. 14. 12. di instansi Yayasan PGRI (1985. Dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan itu ia berumah dinas di kompleks balaikota Pasuruan di Jl. Walikota Pasuruan. Hudan Dardiri. Etnis tionghoa dan Arab terbilang cukup banyak. selain pengembangan dan pembangunan dalam sektor pemerintahan dan kebutuhan publik secara luas. Balaikota No.12. Pasuruan.

Jamaah mulai banyak. Tiba-tiba muncul seoarang takmir bertampang dan berperawakan Arab menemuinya dan memintanya untuk bergeser ke belakang. Ia datang lebih awal sebelum jamaah lain. Tradisi khutbah dengan menggunakan bahasa Arab ada di sini. Para penggede warga Arab terutama takmirnya juga tak angkat bicara. Semua jamaah diam. Wiridan sebentar. Pemangku dan takmir masjid kebanyakan dipegang oleh orang-orang keturunan Arab. namun dengan senyum santun ia mengangguk dan berbalik menuju shaf paling belakang. Ia tertegun. Pak Hudan melaksanakan Jumatan di Masjid ini. Masjid ini merupakan masjid terbesar. Lalu salah satu takmir lain mengumumkan bahwa Walikota Pasuruan yang baru sedang ikut bershalat Jumat di masjid tersebut dan diminta ke mimbar podium untuk memberikan semacam pidato kecil. Azan dikumandangkan. Khotib yang muncul adalah orang keturunan Arab. pada tahun 1969. Si takmir itu mengatakan bahwa shaf depan hanya untuk penggede dan syaikh-syaikh Arab saja. “Jika semuanya jamaah mengerti 65 . Ia mengharapkan dukungan warganya untuk membantu dalam proses pembangunan di segala bidang. Pak Hudan yang sedari awal datang yang digeser duduk ke shaf paling belakang lantas maju ke depan. Di atas mimbar itu Pak Hudan menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat Pasuruan yang telah menerima dirinya sebagai Walikota. Menghimbau kepada segenap masyarakat untuk tetap menjalin kebersamaan antar pemeluk agama dan etnis. Berkhutbah dengan menggunakan bahasa Arab. Dengan baju dan celana panjang yang sederhana serta berkopyah hitam ia membelah shaf para jamaah dengan merunduk permisi. Ia langsung menuju dan duduk di shaf terdepan. mengucapkan wassalam dari mimbar itu. Ia menyinggung sedikit sebelum soal khutbah yang disampaikan khotib.Salah satu toleransi yang dikembangkan sebagai bentuk kesadaran bagaimana memahami dan menghayati nilai-nilai Agama Islam terbukti dalam suatu peristiwa yang terjadi di Masjid Agung Pasuruan. Saat itu persiapan shalat Jumat hendak dilaksanakan. Shaf-shaf mulai terisi penuh. Suatu hari. Pak Hudan terkaget sejenak. “Apakah sedoyo jamaah Jumat mangertos nopo ingkang dipun sampaikan khotib kolo wau?” Tanyanya kepada seluruh jamaah. Tak sampai 20 menit khutbah selesai. penuh hatihati dan sopan.

Ikatan Pelajar Indonesia. Tahun 1957 non aktif. adalah sebagai berikut: 1. di Malang. 4. Pelajar Islam Indonesia. untuk apa khutbah bahasa Arab itu dijadikan khutbah rutin setiap Jumat? Maka. 3. di Blitar. Seinendan. di Malang.khutbah dengan menggunakan bahasa Arab. lebih-lebih sebagai pemimpin. 2. tahun 1935-1941. Ini merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah peristiwa terjadi dan bagaimana seorang Pak Hudan mampu memposisikan diri sebagai pribadi dan sebagai walikota. tahun 1945-1947. Tetapi jika tidak paham. Hal itu tidak lepas dari sepak terjangnya untuk tidak berhenti mengisi seluruh kehidupannya dalam berbagai kegiatan sosial. Pandu Rakyat Indonesia. Pengembangan kepribadian dan pengalaman bersosial dalam segala lini aktivitas hidupnya di masyarakat ia tujukan sebagai ikhtiar demi pengabdian. sebagai anggota. dan Organisasi Olah Raga. Hal ini ia upayakan terus agar semua langkahnya tidak terkotakkan dalam tempurung subyektifitasnya sendiri. sebagai warga Pasuruan sebagaimana panjenengan sedoyo. tahun 1963-1969. di Malang. yang menjadi suluh dan panutan masyarakatnya. Organisasi Profesi. Kepanduan Indonesia. di Malang. Sebanyak mungkin menyumbangkan apa ia miliki baik berupa wawasan dan pengalaman kepada siapa pun. Ini menjadi modal yang sangat berharga. Partai NU. 7. ya monggo saja. alangkah baiknya jika khutbah yang rutin tersebut juga diselingi dengan bahasa Jawa atau dengan bahasa Indonesia. Agar tidak berpikiran sempit dan picik. Organisasi Massa. 66 . sebagai sekretaris. Di antara kerja intelektual dan pengabdiannya yang tercatat baik adalah riwayat berorganisasi yang meliputi Organisasi Pelajar. sebagai sekretaris karesidenan Malang. Semoga ada kebaikan dan manfaatnya di kemudian hari. di Malang dan Blitar. di Malang. 5. Memberi manfaat bagi sesame. sebagai anggota.” Begitulah Pak Hudan menutup pidato pendeknya. sebagai ketua bagian sosial. tahun 1948-1950. tahun 1942-1945. tahun 1945-1950. Palang Merah Indonesia. Organisasi Mahasiswa. sebagai anggota. 6. Organisasi Politik. Ini sekedar saran saya. Di antara karakter demikian yang telah terbentuk sejak kecil hingga dewasa mengantarkan Pak Hudan memiliki cara pandang universal di dalam melihat berbagai persoalan. sebagai wakil ketua cabang.

Partai Golkar. Badan Musyawarah Angkatan 1945. sebagai ketua cabang.sekitar 1990an. 15. di Pasuruan. 17. diterbitkan oleh Tim Penelitian Khusus Calon Legislatif Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur 1997. tahun 19601969. Pembina PGRI Pasuruan (1973). 2010. tahun 1978-1983. Dan buku Memperingati1000 Hari H. 19. Hudan Dardiri. Universitas PGRI Adi Buana. 18. Wakil Ketua APTISI Jawa Timur. di Surabaya. 14. tahun 1983.8. 67 . Penasehat PD I PGRI Jawa Timur (1988-2007). Anggota PGRI (1961-2007). Anggota TRIP Malang. University Press. 9. Pengurus Pramuka Jawa Timur.38 Bertemu Presiden Seoharto dalam aktivitas kepramukaan Sikap hidup yang merakyat dalam pola kepemimpinan Pak Hudan dan pengalamannya di Pasuruan sebagai walikota. di Jombang. 13. Surabaya. menjadi satu kebutuhan penting bagi upaya dasar membangun mental pemimpin agar tepat dan benar dalam menentukan 38 Data blangko Clearance-Test Calon Legislatif.Pengurus PPLP PT PGRI (19862007). sebagai ketua Pembina. tahun 1970-1975.A. 11. Ketua Golkar Jawa Timur. 12. 10. Anggota MPR RI. Partai Golkar. sebagai ketua bagian kebudayaan. 16. Sekber Golkar. di Malang. sebagai wakil ketua tingkat I.

A. Surabaya. membuat kepribadiannya semakin ulet dan kokoh dalam upaya memahami bagaimana beliau mengabdikan dirinya bagi rakyat banyak. terhitung mulai tahun 1978 hingga tahun 1983.kebijakan pemerintahan dan memberi kontribusi konkrit bagi warga. Berbagai pengalaman. berjumpa dengan Ali Sadikin. Proses pemilihan kepala daerah saat itu berupa penunjukan langsung dari pusat. Pangdam V Brawijaya. Gubernur DKI Jakarta. Saat itu Pak Hudan secara langsung ditawari oleh Pak Witarmin. sekitar 1980-an Pengusulan dirinya sebagai Bupati Jombang lewat Departeman Dalam Negeri pada 1978. yang prakteknya sering melalui pengajuan dari sejumlah pejabat penting di jajaran kepolisian maupun kemiliteran. Sejak itulah. dalam konteks bertugas di pemeintahan ataupun jalinan persahabatan dengan banyak tokoh nasional. Hudan Dardiri memimpin dan bertugas mengabdikan dirinya sebagai Bupati Jombang. Tawaran tersebut diapresiasi dengan baik dan dipersiapkan proses legitimasinya secara prosedural. Jadi sekitar 2 tahun setelah beliau bertugas sebagai Walikota Pasuruan. diawali ketika masa itu Pak Hudan menempati posisi sebagai anggota DPRD Tingkat I di Malang. Hal inilah yang dibutuhkan seorang pemimpin. 68 . untuk mengemban tugas kenegaraan sebagai Bupati Jombang. Jawa Timur.

Wilayahwilayah tertentu yang menjadi ujung sentral penggarapannya adalah di daerah Kabuh. beliau menitikberatkan pada sektor irigasi yang baik. Karena ini merupakan persoalan penting bagi para petani. mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. yaitu pembangunan yang dilaksanakan tidak semata untuk mengejar pertumbuhan. tentu terlebih dahulu dengan melihat serta mengevaluasi persoalan-persoalan mendasar yang ada. namun bagaimana pertumbuhan yang ada sekaligus dapat dirasakan secara merata hasilnya oleh semua lapisan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan faktor alam dan lingkungan sekitarnya. Hudan Dardiri saat bertugas di kantornya sebagai Bupati Jombang Roda pemerintahan dijalankan sebagaimana yang seharusnya dan semaksimal mungkin. Ini mengingat wilayah Jombang sebagai daerah agraris. Hal yang paling pokok tentunya mengacu pada terwujudnya masyarakat Jombang yang sejahtera. Pengairan yang lancar tidak semua didapat oleh para petani. Pada masa itu ia membuat terobosan berupa pembuatan sumur bor di daerah yang dipertimbangkan nyata-nyata kesulitan air. Fokus yang menjadi prioritas pembangunan yang dicanangkan dan digerakkan Pak Hudan kala itu adalah pembangunan di wilayah infrastruktur jalan dan irigasi. Fokus urgensif di bidang pembangunan jalan di beberapa wilayah yang belum tergarap secara optimal mulai beliau tingkatkan dengan perbaikan yang siknifikan. Dengan visi utama mewujudkan pemerintahan yang baik. membangun struktur perekonomian yang kokoh. agamis dan bertoleransi. 69 .A. Dalam hal pertanian. meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Puri Semanding, Plandaan, Sumberjo, Kebon Dalem (Bareng), Kepuh Rejo bagian selatan. Juga pembenahan dan pembuatan bendungan air di daerah Jati Banjar (Ploso) dan Talun Kidul di Kecamatan Sumobito. Pengembangan dan sumbangsih Pak Hudan demikian secara kuntinyu dan ajeg terus beliau upayakan hingga masa jabatannya sebagai Bupati Jombang berakhir pada tahun 1983. Banyak penghargaan yang telah diraih Pak Hudan di sepanjang hidupnya. Di antaranya adalah: Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra, Bintang Melati, Dharma Bakti, Pancawarsa, dan penghargaan dari BKKBN. Semua penghargaan dan prestasi serta aktifitasnya baik di ranah pemerintahan dan organisasi sosial lainnya tidak bisa dilepaskan bagaimana kita “menatap” sosok Pak Hudan yang betul-betul mencintai hidup dan memaknainya. Salah satu karakter kuat yang menyemat dalam dirinya adalah kecintaan dalam ilmu pengetahuan. Tradisi membaca yang bagus juga koleksi bukubukunya menjadi tolok-ukur kepribadiannya yang selalu haus akan segala pengetahuan. Dari ilmu hukum, tata negara dan pmerintahan, berbagai jenis ensiklopedi, sejarahsejarah bangsa, ilmu tafsir dan sejarah Islam, biografi tokoh-tokoh nasional maupun luar negeri, seni rupa, sampai pada bacaan sastra dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Lanskap perpustakaan pribadi Pak Hudan di lantai 2 rumahnya

Koleksi perpustakaan Pak Hudan barangkali jumlahnya mencapai puluhan ribu. Di lantai 2 rumahnya, di ruang utama, empat sisi semuanya dipenuhi rak-rak penuh buku dan foto-foto yang benar-benar didokumentasikannya dengan baik. Ini merupakan ruang-

70

baca bagi semua keluarga. Setiap kumpul sanak-famili, ruang-baca ini menjadi tempat yang sangat mengasyikkan untuk membaca dan menambah wawasan keilmuan. Salah satu buku koleksinya yang tertebal adalah sejarah Gresik. Buku ini disusun oleh Dukut Imam Widodo dan kawan-kawan dengan judul Grissee Tempo Doeloe, yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

Buku Grissee Tempo Doeloe koleksi Pak Hudan

Tidak hanya tradisi membaca yang menonjol yang tampaknya sudah terlatih dan terbina sejak dini, namun kecintaannya terhadap dunia sastra juga terimplementasikan dalam karya puisi-puisinya. Beliau pengagum berat Chairil Anwar di mana puisi-puisi seperti “Kerawang-Bekasi”, “Diponegoro”, “Aku”, “Senja di Pelabuhan Kecil”, menjadi obor kekuatan untuk memaknai hidup dan arti sebuah perjuangan di masa kemerdekaan. Penyair tersohor Indonesia era 1945 ini kita kenal sebagai tonggak penyair angkatan ’45 yang mempunyai pengaruh besar dalam sejarah pemikiran dan perkembangan kesusastraan Indonesia. Ada satu puisi Pak Hudan tentang cinta dan perjuangan yang berjudul “Riwayat”39. Puisi ini ditulisnya pada 8 April 1946:

Riwayat Kekasihku… Kau tak ingkar janji Memang tak pernah berjanji
39

A.H. Hudan Dardiri Pujangga, Pusara, Pusaka Sang Empu: Kumpulan Puisi A.H. Hudan Dardiri dan Kawan-kawannya, tanpa nama penerbit, Malang, 2010. Hlm. 1.

71

Tetapi kau serahkan kembali Lembaran suara hati Permulaan revolusi Kutanya apakah salahku ini Rahasia kusimpan Usia maupun pekerjaan Aku tabukan daging dan ikan Aku rindu jadi tanaman Naik menjulang awan Sejak itu tiada tegur sapa Salahku apa Aku hanya ingin ke medan laga Bila Izrail tiba Tak butuh taman bahagia Sumpahku mati atau merdeka Tak harapkan puja puji Hanya Tuhan pemiliknya Ketika kau betulkan dasi Warna merah darah Rasa darahku membeku Apa salahku Hanya kepada-Nya aku berserah Bukan idamanku kali ini Entah apa nanti Kekasihku... sampai nanti Tapi aku pasti menanti Meski beliau berkarya puisi, tapi hal itu tidak dijadikan sebagai profesi kepengarangan. Puisi-puisi beliau ditulis, dengan kedalaman dan coraknya sendiri, secara riil beliau gunakan untuk misalnya mempererat persahabatan. Seringkali pula ia gunakan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang-orang yang dikenalnya. Atau pada saat menyambut Hari Raya Idul Fitri, semua staf di pemerintahan yang beliau pimpin, diberikanlah ucapan berbentuk puisi kepada mereka. Beliau juga kerap di saat menyambut ulang tahun dirinya dengan mengundang seperlunya kepada sejumlah kerabat, sahabat, dan tetangga dengan kado berupa puisi dalam bentuk buku kecil fotopian maupun yang beliau pasang dalam bentuk poster. Seperti contoh puisi berlambar “Hari Kelahiran” di bawah ini, saat beliau berulang tahun pada 7 April 2007, di Malang:

72

Menjalani kehidupan bersahaja dan ikut meramaikan masjid di lingkungan sekitar sebagai bagian dari takmir masjid. 49. Ketika pada 1998 beliau ditinggal 73 . Malang.Poster besar yang dipajang di ruang tamu Pak Hudan Hari Kelahiran Hari kelahiranku April tanggal tujuh Ternyata aku menjadi sepuh Cicit saja baru tujuh Semoga aku tidak rapuh Aku harus jadi panutan Di depan aku menjadi teladan Di tengah bersama menjadi kesatuan Di belakang aku memberi dorongan Ulang tahunku tidak berpesta pora Hidup harus bersahaja Hidup pasti penuh dosa Mohon maaf atas salah khilaf yang sengaja Perhatian dan doa anda Terima kasih kusampaikan Semoga Allah mengabulkan Doa ikhlas anda kepada saya Di masa tuanya Pak Hudan tinggal bersama keluarganya di Jl. Raya Langsep No.

Hudan Dardiri di Jl. rumah A. Niken menikah dengan orang lain dan memiliki beberapa putra dan cucu. Emma Yuliasma. Anak-anak beliau merasa sedih juga dan menyarankan sang Bapak untuk menikah lagi. Ia ajukan perempuan ini. Sebagai teman ngobrol dan bertukar rasa. Bu Niken mendampingi Pak Hudan yang lahir pada 7 April 1924 ini. sampai beliau wafat di Malang pada Selasa Wage. Lalu mereka dinikahkan secara sederhana pada tahun 1999. Namun semua itu beliau pasrahkan pada Yang Maha Kuasa. 49 Malang Tentu anak-anaknya tidak sembarang pilih. Ia juga sudah sepuh sepantaran Pak Hudan. Raya Langsep No. kepada sang kakek berupa puisi berjudul “Unsent Letter”. pukul 04. Tersebutlah sosok Niken Mudrikah. Menikah di sini dengan maksud bukan sebagaimana manusia berumur 40-50-an yang masih bersemangat untuk membina keluarga baru dan melahirkan anak. Pak Hudan menyetujui niat baik anak-anaknya tersebut. beliau sungguh sangat terpukul hebat. Hal ini dianggap juga untuk mengurangi kepikunan dan saling menjaga di saat-saat tertentu. Ternyata Pak Hudan tidak menyangka. Pura-putri beliau menyarankan itu sekedar untuk sebagai pendamping masa tua. Mereka mengetahui dan memilih yang tepat untuk calon istri sang Bapak. Riyangka namanya.sang istri tercinta. bahwa Niken adalah kekasihnya dahulu di Malang. namun mereka tidak bersambung hubungan.00 WIB. 26 Juni 2007. Sudah lama juga Niken ditinggal suaminya. Satu kenangan dari sang cucu. Inilah penggalan terakhir dari puisi panjangnya itu: 74 .

17 Desember 2009)40 40 Keluarga Alm. 25 Maret 2010. I still miss you And I will always do. Hudan Dardiri. 75 . A. Malang.A. Memperingati 1000 Hari H. Mbah Kakung… (Yogyakarta. until the day I meet you again But for now I just want to say I love you.To day. Hudan Dardiri.

Profil Bupati Noeroel Koesmen (Masa Bhakti 1983-1988) Tidak terlalu banyak yang bisa dibincangkan mengenai sosok Noeroel Koesmen. manajemen pemerintahan dan teknologi pemerintahan. kemudian disekolahkan ke Jakarta selama 9 bulan untuk belajar khusus tentang kepemimpinan. menurut beliau.12. Aplikasinya adalah memadukan “karep” (keinginan) bersama. Sebagai catatan. Ia memiliki pandangan yang dalam sekaligus keluasan daya telusur dan lacakan dalam segala bidang yang digelutinya. Tidak bisa sendirisendiri. mekanisme kondite sebagai perwira atau rapot keperwiraannya untuk pemilihan seorang bupati disesuaikan dengan wilayah yang dipersiapkan dengan proses tertentu. Dari kemiliteran. beliau selalu mempertimbangkan berbagai aspek dan perkara-perkara kecil lainnya ketika diperhadapkan pada suatu persoalan pelik. Penunjukan dirinya sebagai bupati tatkala itu prosesnya tidak jauh berbeda dengan bupati di masa sebelumnya ketika Jombang dipimpin oleh Bapak A. Bagaimana Enaknya. Yo Opo Enake. Berkas-berkas dilengkapi. Artinya: “Bagaimana baiknya. Orangnya kalem. Hal ini bisa dijadikan pandangan untuk meninjau dan mencermati sepak terjangnya semasa beliau menjabat sebagai Bupati Jombang pada periode 1983 hingga 1988. sopan santun yang lembut dan sangat menghargai pendapat orang lain. Hudan Dardiri. Prinsip kepemimpinan yang diterapkannya di Jombang menggunakan corak “ludrukan”. rendah hati. lalu beliau ditawarkan ke Partai Golkar. Yo Opo Benere”. Setelah itu barulah beliau bisa terjun ke lapangan sebagai Bupati Jombang. Ketika menjabat sebagai Komandan Kodim di Sumenep (1977-1980). yakni: “Yo Opo Apike. ia memang sudah dikenal baik dan dekat dengan warga serta ulama setempat. Ia sangat berhati-hati dalam segala perkataan dan tindakan. seiya-sekata. Keinginan rakyat 76 . teknik sipil. Bagaimana Benarnya (seharusnya)”. Ketiga-tiganya ini harus berjalan seiring. kecuali bagi segelintir orang yang benar-benar mengenalnya dengan baik dan akrab. Dalam menyikapi sesuatu.

di Jember. Ungkapan ini boleh jadi sebuah tafsir tersendiri yang bisa kontekstual karena dirujukkan pada komunitas warganya: warga “santri” dan “abangan”. Ide bersama tersebut ditumpukan pada situasi yang terjadi. Kemudian riwayat bertugasnya setelah beliau menjadi perwira adalah: 1. dan SMA di Jember. di Cimahi. pertama kali beliau dekati dengan menggunakan latar kondisi geografis. sebagai Komandan Kompi. problem-problemnya. Jika rakyat menyambut ide pemimpin dan saling memahami kehendak dan kebutuhan. Riwayat pendidikannya sebagai berikut: 1. pada tahun 1961-1965. di mana tanah Jombang di masa lalu dilihat sebagai daerah yang penuh rawa-rawa. SD. Pemimpin sebagai produk ide. maka rakyat musti menjalankan konsekuensinya untuk bisa bergerak dan berbuat melakukan yang terbaik. dari yang bersifat simbolik maupun yang historis. dan ibunya bernama Rr. Pendidikan Pusat Artileri Medan. Artinya juga. Noeroel Koesmen lahir pada 30 April 1937. dan kiprahnya sebagai Bupati Jombang. Bagi Noeroel Koesmen. Jawa Barat. SMP. Kata “Jombang”. Untuk bisa melangkah bersama. Realitas lapangan. di Medan. diharapkan mampu memberi cermin sejauh mana perkembangan Jombang tatkala dipimpinnya. Di sinilah dimulai sesuatu napak-tilas bahwa Jombang sebagai wilayah serta manusianya yang hidup di dalamnya tak henti direnungkan beliau untuk menentukan langkah-langkah apa yang dijadikan landasan dalam membuat kebijakan pemerintahan.bersama. 77 . 2. boleh jadi harus dilacak kembali di mana selama ini didasarkan pada ungkapan “ijo” dan “abang”. 2. Dan demi kebutuhan dan kesejahteraan bersama. kata “Jombang”. Sumatera Utara. dan hal tersebut membutuhkan ketajaman lahir-batin dalam melihat keadaan di lapangan dan tahu betul kebutuhan yang harus dipikirkan dan dipenuhi. Mengenai profil akan sosok ini. Bapaknya bernama M. Batalion Armed II. Kusno Wiryo Kusumo. tahun 1966-1967. Rukanti. Akademi Militer tahun 1958-1961. Karena itu pemimpin harus selalu melahirkan gagasan-gagasan baru. Jombang sebagai sebuah kesejarahan yang panjang tentunya menyimpan makna-makna tersendiri.

12. Komandan Kodim di Sumenep.500 meter di atas permukaan laut. di Jember. Kepala Seksi Operasi di Resimen Armed 4. tahun 1977-1980. tahun 1980-1982. Terlebih dahulu mari kita cermati bahwa sebagian besar kondisi topografi Kabupaten Jombang adalah berupa dataran rendah dan sebagian kecil berupa daerah perbukitan dan pegunungan. Apa saja persoalan yang dihadapi masyarakat petani Jombang dan bagaimana beliau menyelesaikannya serta terobosan-terobosan apa saja yang sudah dilakukannya. sebagai wakil Komandan Batalion. Dengan kadar luapan 2 sungai penting. tahun 1972. tahun 1973-1977. Perspektif ilmu tanah beliau terapkan di sini. 6. di Pematang Siantar. Depo Pendidikan Armed. Bukan berarti sering dilanda banjir. Kepala Staf Korem di Kediri. Tapi begitulah yang kita kenal sebagai daerah rawa-rawa. baik dari Kali Brantas atau atau Kali Konto. tahun 1980-1982. tahun 1977. Semua itu. tahun 1992-1997. Komandan Batalian Depo Pendidikan Armed. 5. pada tahun 1968-1972. Pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) Jawa Timur. 4. Bahwa dahulu Jombang di daerahdaerah tertentu merupakan wilayah rawa-rawa yang sangat susah diolah dan diberdayakan potensinya. 8.3. tahun 1983-1988. 11. mulai tahun 1990-sekarang. Beliau menggunakan lacakan dengan ungkapan “Jejombangan”: yang artinya suatu daerah yang di sana-sini banyak airnya. Di antara visi pokok yang digerakkan Noeroel Koesmen pada masa pemerintahannya di Kabupaten Jombang adalah memajukan dan mengembangkan dunia pertanian. Anggota DPRD Jawa Timur. ia kerapkali diundang ke berbagai tempat dan acara sebagai pembicara tentang Ketahanan Nasional sejak tahun 1988 hingga tahun 1990. Maka sebaran dari luapan tersebut mempengaruhi kondisi tanah sekitarnya yang dangkal dan berawarawa. Komandan Batalion Armed 8. di Pematang Siantar. 9. 7. di Medan. Komandan Kodim di Kediri. Bupati Jombang. 10. Dengan perbandingan kurang lebih 90% 78 . pertama kali yang harus dipelajari adalah bagaimana kita melihat Jombang dalam perspektif kesejarahan dan topografi wilayah sebarannya. Selain itu. menurut beliau. Sumatera Utara. Ketinggian wilayah Kabupaten Jombang berada pada kisaran 0-1.

Noeroel Koesmen berusaha mengurai keadaan tanah dan bumi Jombang sebagai bahan untuk mengembangkan dan memajukan petani Jombang agar menjadi penghasil padi yang diperhitungkan di wilayah Provinsi Jawa Timur. ibid. Dan memiliki beberapa bulan basah dengan tingkat curah hujan yang bervariasi. Wilayah bagian tengah yang didominasi oleh dataran rendah dengan kondisi tanah subur.340 Celcius. Bagian inilah yang merupakan wilayah terluas di Kabupaten Jombang. 2. wilayah Kabupaten Jombang sangat dipengaruhi oleh 2 sungai besar yaitu Sungai Brantas san Sungai Konto.km.625 mm/tahun. Wilayah bagian selatan yang berupa daerah pegunungan dengan kondisi yang bergelombang. Dengan panjang +/. Bulan basah tertinggi terjadi pada sekitar bulan November sampai Juni dengan curah rata-rata berkisar 1. Wilayah bagian utara (bagian utara Sungai Brantas) yang merupakan daerah perbukitan kapur dengan kondisi tanah yang relative kurang subur. ketika musim tanam lombok dan harga lombok melonjak. Demikian pula pada jenis tanaman lainnya. 79 . maka mereka ramai-ramai tanam lombok. Situasi inilah yang beliau sebut sebagai “kelatahan tanam”: ketidaktepatan penggunaan lahan pertanian karena tidak memperhatikan kondisi dan “tubuh tanah”. yang hal ini dimaksudkan untuk menyelingi masa tanam padi. Kabupaten Jombang beriklim tropis dengan suhu rata-rata 270 . Sungai Brantas membelah Kabupaten Jombang menjadi 2 bagian yaitu: sebelah utara (24%) dan sebelah selatan (76%). Sedangkan secara hidrologis. 3. 41 Lan Fang. Persoalan yang sering muncul di lapangan yang dialami dan dipraktekkan para petani misalnya.dari luas wilayah berada pada ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut dan kurang lebih 10% nya berada pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Inspirasi Jombang. Karena itu maka secara topografis Kabupaten Jombang dapat dibagi menjadi 3 kesatuan wilayah yaitu: 1. Sedangkan berdasarkan klasifikasi Oldeman yang mendasarkan pada jumlah bulan basah dan kering maka Kabupaten Jombang termasuk ke dalam tipe D4.41 Dari data topografis di atas.

Noeroel Koesmen saat diwawancarai di teras rumahnya di Jl. Jombang-Kediri memiliki jarak tempuh sekitar 30 km. Demikian juga di wilayah sekirasan itu. Jombang memiliki hamparan tanah 80 . Ini memperkirakan kekuatan lari kuda yang per 30 km harus istirahat. Kediri-Blitar. kurang lebih 30 km. Rata-rata kecepatan kuda yang dikendarai prajurit misalnya sebagai penyampai berita berkisaran antara kurang lebih 30 km. Wilayah tengah sebagi penyanggah (buffer) ini sejak jaman dahulu di masa Kerajaan Majapahit yang menempatkan posisi Jombang sebagai gerbang kerajaan sebelah barat. pada 31 Juli 2010 Baginya. atau Surabaya masuk dalam kategori ini. Padahal posisi strategisnya memungkinkan Jombang untuk itu. Sangat disayangkan jika saat itu daerah Jombang tidak termasuk daerah Gerbangkertosusila di mana beberapa wilayah lainnya seperti Mojokerto. pengembangan Jombang sebagai basis penghasil padi harus menjadi perhatian yang tidak bisa disepelekan. Gambaran demikian digunakan asumsi oleh Noeroel Koesmen untuk menempatkan dan menyebut Jombang sebagai daerah penyanggah kota atau daerah lainnya. Jombang merupakan daerah penyanggah utama yang memiliki posisi sentral di wilayah Jawa Timur. Lamongan. Oleh karena itu sumber daya padi dan lebih spesifik penggalakan dunia pertanian menjadi acuan penting untuk memproyeksikan Jombang sebagai pusat lumbung padi dan lalu-lintas niaga lainnya. Maka dari itu. Mulyosari. Jarak tempuh ini disamakan dengan jarak tempuh “kuda”. Baskara Utara 14 B. Jombang-Nganjuk memiliki jarak tempuh sekisar 35 km. Surabaya.

Karenanya. Artinya. Di masa beliau memimpin sebagai bupati. Saat itu yang diupayakan Noeroel Koesmen adalah menjadikan Kecamatan Peterongan dan Mojoagung sebagai daerah industri agar dapat melayani daerah-daerah lain maupun luar kota. dan juara harapan tingkat nasinal di bidang kopi rakyat. agar tidak semata mengeksploitasi tanah untuk tujuan ekonomi semata. Mendapatkan juara Nasional selama tiga tahun berturut-turut dalam penghasilan tebu dengan dijalankannya TRIS (Tebu Rakyat Intensifikasi). “Laboratorium Tanah” juga belum tercapai. Salah satu cita-citanya yang belum terlaksana adalah mendirikan semacam “Laboratorium Hama” yang rencananya ditempatkan di Kecamatan Mojoagung. Tanah sebagai ”tubuh” juga memiliki kehidupan sendiri yang patut dijaga dan dilestarikan setelah manusia mengolahnya dengan berbagai cara dan dengan jenis tanaman apa saja yang secara berkala ditanam. Kebutuhan akan air di lahan pertanian di Jombang tidak sepenuhnya bergantung pada Kali Brantas dan Kali Konto. Jombang memperoleh keberhasilan sebagai penghasil besar tertinggi se Indonesia selama tiga tahun berturut-turut. Tanah juga bisa ”sakit” dan tidak lagi subur. Ini untuk mengatasi hama kutu loncat yang kerap menyerang padi dan membuat para petani gagal panen. dan tahun 1988. Penggunaan air dari Kali Brantas misalnya yang mengalir ke Jombang juga tergantung pada kondisi kebutuhan para petani di daerah Nganjuk dan Kediri. di mana usaha ini ditujukan untuk penelitian kondisi tanah yang selalu mengalami perubahan di saat pengolahannya dan situasi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu. Peningkatan pengetahuan akan dunia pertanian harus digalakkan. Pemikiran Pak Noeroel di atas seolah menggugah bagaimana kita memikirkan lebih mendalam ihwal filosofi ekologis yang dititik-beratkan pada kosep ”tubuh tanah”.pertanian yang luas dan humusnya (kadar kesuburan) sangat tinggi dan bagus. tanpa mempertimbangkan dampaknya. yakni tahun 1986. penggalian “sumur bor” di sekitar daerah pertanian dipilih para petani untuk mengaliri sawah-sawah mereka. Jalur transportasi musti dioptimalkan. lebih khusus bagi para peneliti pertanian dan instansi Dinas Pertanian. tahun 1987. sebab pengolahan yang semena-mena dan tidak mempertimbangkan efek-efek tertentu yang 81 . Mempertajam ancangan pembangunan untuk menempatkan Jombang sebagai pusat agribisnis dan oleh sebab itu perlu meningkatkan teknologi pertanian yang baik. di kalangan petani.

justru akan merugikan petani sendiri. melihat keadaan yang terjadi. misalnya ketika harga lombok melonjak. mereka ramai-ramai menanam lombok lagi. harus beranjak dari data lapangan dan bukti riil tersebut digunakan untuk menentukan langkah dan merumuskan kebijakan pemerintah. 82 . Dampak yang demikian. beliau sebut sebagai ”kelatahan olah tanam”. dan dari situlah persoalan diurai dan dipecahkan. Apa yang sebenarnya dibutuhkan masyakarat. Ini merupakan percikan kecil dari pemikiran Pak Noeroel. Beliau selalu terjun ke lapangan. yang bagi petani hal ini sering dilakukan. bagi beliau.

Meskipun bukan seorang figur kiai besar. Profil Bupati Tarmin Hariadi (Masa Bhakti 1988-1993) Tarmin Hariadi adalah sosok bupati ke-14 yang dimiliki Kabupaten Jombang. Cirebon. dan memegang teguh ketauhidan. daya juang yang tinggi. Sehingga tempaan bertubitubi berupa krisis ekonomi yang disebabkan pendudukan Jepang itulah salah satu pemicu Tarmin kecil memegang teguh cita-cita untuk secepatnya mengubah nasib dan pantang menyerah.42 Tarmin kecil dilahirkan pada tanggal 14 Agustus 1942. 4 Oktober 2010. masa ketika pergolakan fisik antara embrio Indonesia yang belum diproklamasikan dengan tentara pendudukan Jepang yang berambisi membangun imperium Jepang Asia. Hal ini tidak mengherankan karena Bupati Tarmin Hariadi dilahirkan sebagai anak kelima dari enam bersaudara sebagai seorang ajengan (kiai “kampung”) asal Desa Karangwareg. Kecamatan Karangasem.13. beliau juga menjadi Imam Masjid di desa tersebut. terutama ekonomi keluarga yang pas-pasan karena kondisi pergolakan fisik. Justru dari keseharian sosok ayahnya yang Kiai “kampung” itu meneguhkan pilihan jalan hidup yang menganut ajaran-ajaran kesederhanaan. yang bernama Kiai Raswan. Jawa Barat. pada hari Senin. 83 . 42 Wawancara dengan Dede Rutana. Terbukti kemudian jenjang militer menjadi pintu gerbang karir beliau selanjutnya. pukul 14. Seorang bupati yang agamis dan teguh memegang komitmen. apapun yang terjadi. anak keempat Bupati Tarmin di ruang kerja Bappeda Kabupaten Jombang. Sosok Kiai Raswan menjadi barometer awal seorang Tarmin Hariadi untuk meyakini prinsip-prinsip tentang kehidupan.00 WIB. Tarmin kemudian mampu membuktikan setelah ditempa sebagai prajurit TNI dengan sejumlah jabatan strategis yang pernah disandangnya. Apalagi kakakkakaknya telah menapak sukses terlebih dulu dengan menjadi guru dan sejumlah jabatan penting untuk ukuran waktu itu. Selain sebagai pemangku masjid. Sehingga makin mendorong Tarmin kecil memilih jalur kemiliteran guna mengubah nasib. Kiai Raswan sangat disegani di kampungnya.

Aster Kodam V Brawijaya. Dandim Lumajang. dan Secaba Rindam V Brawijaya. Karena masjid bagi mereka telah dijadikan rumah kedua setelah rumah orang tua masing-masing. Artinya meskipun sebagai istri pejabat. beliau mengemban tugas menjadi pejabat sipil Bupati Jombang masa bhakti 1988-1993. Gadis ini dinikahi Tarmin karena tanggungjawab yang besar terhadap keluarga. Lulusan Akademi Militer Nasional Magelang angkatan 1965 ini pernah menduduki jabatan dari mulai Danton (Komandan Peleton) Yonif 511 Blitar. Tidak lama setelah lulus sebagai perwira pada kurun waktu 1965. bahkan merajut mimpi indah tentang cita-cita. Kecamatan Karangasem. 84 .Sebagai putera pemangku masjid di desanya. Aspers Garnisun Surabaya. Paban Madya MBS ABRI. bercanda. Aspers Kodam V Brawijaya. Tarmin Hariadi tidak berbeda dengan anak-anak seusianya. Artinya mereka berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan melakukan puasa sunah dan sholat malam untuk mengimbangi usaha mereguk ilmu sebanyak-banyaknya di bangku sekolah. ketiga Tati Susilowati (lahir tahun 1970). Terutama bagi anak laki-laki. Salah satunya terus berlanjut ketika mendampingi sosok Tarmin sebagai istri yang menomorsatukan pendidikan anak dan peran domestik keluarga. Tidak serta merta menyerahkan segala urusan keluarga kepada pembantu. Setelah berpangkat kolonel pada tahun 1988. Rutinitas tidur di masjid atau mushola telah mendorong anak-anak. Wadanyon (Wakil Komandan Batalyon) 512 Malang. pertama Dudi Rudiana (lahir tahun 1966). beliau melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya sewaktu masih sekolah bernama Patonah. karena di antara mereka bisa saling bercerita. Wa Aspers Kodam V Brawijaya. dan keempat atau yang terakhir Dede Rutana (lahir tahun 1974). hingga Wakil Asisten Personalia (Wa Aspers) Kodam V Brawijaya. Kebiasaan tidur di masjid usai sholat isya dan mengaji menjadi keasyikan tersendiri. Danyon 512 Malang. Cirebon sebagai rentetan merajut cita-cita. Latar belakang sebagai putera Kai serta ditunjang pendidikan militer menyebabkan dua prinsip utama menjadi karakter khas seorang Tarmin Hariadi. kedua Tarina Handaningrum (lahir 1968). Patonah tetap menjalankan tugas utama sebagai ibu rumah tangga. Dari pernikahan tersebut pasangan Tarmin Hariadi – Patonah dikaruniai empat putera-puteri. Danki Pan Yonif 511 Blitar. khususnya di desa Karangwareg.

Tarmin Hariadi masih mengemban amanat sebagai Bupati Lumajang. Khusus pada penerapan disiplin kerja dan disiplin kinerja. Untuk program jangka pendek adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan peningkatan pertanian (pangan). Sedangkan program jangka panjang meliputi pembangunan industri untuk ekspor dan mengurangi pengangguran. Tarmin sempat dipromosikan untuk menduduki pos penting jabatan di Provinsi Jawa Timur. Empat putera-puteri dan tujuh cucu melengkapi kebahagiaan seorang Tarmin Hariadi. Ada dua hal yang menjadi fokus garapan Bupati Tarmin ketika mengemban amanat memimpin Kabupaten Jombang. Pernah kejadian sewaktu beliau masih menjabat Bupati Jombang. karena beliau lebih memilih menikmati masa pensiun. tidak satupun keluarga maupun putera-puteri seorang Tarmin yang pernah memenangkan tender proyek di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang. Bupati Tarmin mengawali rutinitas apel pagi sebelum menjalankan tugas. memegang komitmen. Setelah melaksanakan tugas sebagai Bupati Jombang.Pertama. Dua hal yang menjadi target utama dibagi menjadi program jangka pendek dan jangka panjang. Setelah jabatan terakhir sebagai Bupati Lumajang memasuki masa purna jabatan. Kedua. baik berupa janji maupun yang berkaitan dengan tugas sedapat mungkin tidak menyalahgunakan jabatan. Jawa Timur. Namun dengan kerendahan hati tugas tersebut terpaksa ditolak. Kota yang memiliki seratus lebih pondok pesantren ini seolah bukan hal baru bagi seorang Tarmin yang memang anak Kiai. Selain menjadi ketua paguyuban orang Sunda bernama Parahiyangan. Sebagai penunjang percepatan program tersebut dilakukan dari skup internal berupa penerapan disiplin di lingkup pemerintah Kabupaten Jombang. perbaikan prasarana jalan dan lain-lain. anti berbohong. Melalui kegiatan apel itulah beliau dapat menyampaikan hal-hal yang dianggap penting untuk dilaksanakan pada hari itu. Kini Tarmin Hariadi benar-benar menikmati usia pensiun dengan aktifitas rutin keagamaan di Malang. artinya satu kata satu perbuatan. 85 .

86 . di kediamannya Perumahan Pondok Blimbing Indah Araya Blok B-8 No 8. Maka tidak heran jika selama itu banyak prestasi yang tertoreh. Dalam masa lima tahun kepemimpinannya.43 Menggelindingnya roda pemerintahan Bupati Soewoto dimulai pada 23 Agustus 1993. baik dalam bidang pertanian maupun dalam bidang pemerintahan. pria kelahiran Bojonegoro ini mengumpulkan seluruh ulama kota santri di Pendopo Kabupaten setempat. Oleh karenanya. Soelarso. Ratusan pasang mata menyaksikan pelantikan itu. Tarmin Hariadi. ia memperkenalkan diri sekaligus mengajak seluruh ulama untuk bergandeng tangan demi kemajuan Jombang. sebanyak 306 desa di Kabupaten Jombang pernah 43 Hasil wawancara dengan mantan Bupati Jombang. tanpa dukungan dari masyarakat luas tentunya hasilnya akan sia-sia.14. Profil Bupati Soewoto Adiwibowo (Masa Bhakti 1993-1998) Soewoto Adiwibowo merupakan Bupati Jombang periode 1993 – 1998. sebaik apapun program yang ia gulirkan. Hal itu ditandai dengan dilantiknya pria yang berpangkat Kolonel (Inf) tersebut menggantikan bupati sebelumnya. selama lima tahun menjabat sebagai bupati. lulusan AMN (Akademi Militer nasional) ini mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk kemajauan Jombang. Karena Soewoto berprinsip. Soewoto Adibowo. Kini bapak dari empat anak ini menghabiskan masa tuanya di kota dingin Malang. Jombang merupakan basis pondok pesantren. Soewoto menyadari. Pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur waktu itu. ia mulai melakukan pendekatan ke masyarakat Jombang. Hari itu. Nah. 8. pada 5 Oktober 2010. sehari setelah pelantikan. Maka tidak heran. tepatnya di Perumahan Pondok Blimbing Indah Araya Blok B-8 No. Setelah itu. membangun hubungan yang sinergis antara pemerintah dengan pondok pesantren adalah suatu keniscayaan.

Harapannya. untuk memaksimalkan potensi itu. 87 . Langkah itu juga ia wujudkan dengan membuat media untuk membangun komunikasi dengan masyarakatnya. Tidak cukup sampai di situ. pada tahun pertama kepemimpinannya. Kabupaten Jombang menjadi langganan piala Adipura.dikunjunginya beserta istri. akan terbangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu pembangunan yang ia gulirkan senafas dengan keinginan masyarakat. Hal itu didasari oleh peta Jombang yang membujur dengan membentuk garis linear. Ia tak pernah lelah mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. mulai tahun 1994 hingga tahun 2007. Hanya saja. selama dipimpin oleh Bupati Soewoto. Dengan diraihnya penghargaan tersebut. Bupati Soewoto membuat peta wilayah pertanian. mana wilayah yang dikhususkan untuk tanaman pangan dan mana wilayah yang dikonsentrasikan untuk non pangan dibuat pembagian secara jelas. Jombang juga dijadikan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Kabupaten Jombang berhasil menyabet piala bergengsi dari Presiden Soeharto kala itu. Salah satunya membuat tabloid ”Gema Desa” yang disingkat Masa. Sentuhan tangan dingin Soewoto yang pertama dilakukan adalah memunculkan ikon Kabupaten Jombang lewat piala Adipura. pada tahun kedua kepemimpinannya Kabupaten Jombang menjadi percontohan penggunaan pupuk pril atau yang biasa dikenal dengan urea tablet tingkat nasional. Yakni sebanyak empat kali. ia berharap rasa memiliki yang ada di hati masyarakat terhadap daerahnya semakin meningkat. memanasnya situasi politik yang ditandai dengan gerakan refomasi. Awal memimpin Kabupaten Jombang. Hasilnya tidak sia-sia. Selanjutnya. Alhasil. jika rasa memiliki sudah muncul. Hasilnya tidak sia-sia. Selanjutnya. Selain itu. bapak empat anak ini mulai melirik sektor pertanian yang akan di jadikan primadona dalam pembangunan. mengakibatkan anugerah piala tersebut ditiadakan. Tabloid itu didistribusikan ke seluruh desa yang ada di Jombang. Sebenarnya pada 1998 Jombang bertekad merebut piala Adipura ke lima atau yang biasa disebut dengan Adipura Kencana. maka akan lebih mudah mengajak masyarakat untuk bergerak membangun daerah. Dalam arti.

padahal jamaah yang mendaftar ada 150 orang. yakni tembus Rp 11.1 miliar per tahun. terobosan itu sanggup membuat ”iri” Departemen Agama (Depag) Provinsi Jawa Timur. Dari situlah para jamaah haji mendapatkan nomor urut dan mengetahui apakah dirinya berangkat ke tanah suci atau tidak. Atas dasar itu. Pada hari yang sudah ditentukan. seseorang yang punya kedekatan dengan pejabat bisa dengan mudah mendapatkan kuota. Gayungpun bersambut. Praktis. Kemudian mereka mengambil nomor undian yang sudah dimasukkan dalam kotak. Terobosan-terobosan selanjutnya terus dilakukan oleh Bupati Soewoto. Akan tetapi jumlah itu meningkat tajam pada akhir masa jabatannya. selebihnya harus menunggu tahun berikutnya. Hal itu ditandai dengan datangnya 12 orang dari Kementrian Agama untuk melihat secara langsung pemberangkatan haji dengan sistem undian itu. Tak heran. Rencananya. Setelah mengambil nomor urut. maka akan diketahui siapa saja yang mendapatkan nomor 1 hingga 100. Sedangkan bagi masyarakat bawah. pada tahun 1997 pelaksanaan haji di Jombang menggunakan sistem undian alias nomor urut.6 miliar atau ada peningkatan sekitar Rp 9 miliar. para pendaftar dikumpulkan di alun-alun setempat. Dengan metode itu. Ia mencatat. Tidak jarang masyarakat bawah yang sudah terlanjur menjual sawah untuk ibadah haji gagal berangkat hanya karena terganjal kuota. apa yang telah dilakukan oleh Kabupaten Jombang akan diadopsi oleh 88 . kala pertama menjabat sebagai bupati. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya jumlah PAD (Pendapatan Asli Daerah) saat itu. Merekalah yang dipastikan berangkat ibadah haji. Teknisnya. seluruh yang mendaftar haji dicatat. Menariknya lagi. Semisal. jumlah kuota haji pada saat itu 100 orang. azas keadilan lebih dikedepankan. semisal masalah pelaksanakan ibadah haji. Pemerintah pusat juga melirik metode baru tersebut. waktu itu Jombang merupakan satu-satunya daerah yang menggunakan sistem undian.Bergeraknya roda pembangunan yang digagas oleh Soewoto berbuah manis. Saat itu pelaksanaan haji di Jombang cenderung semrawut. jumlah PAD Kabupaten Jombang hanya sebesar Rp 2. Selanjutnya mereka melakukan studi banding tentang metode pemberangkatan haji yang digagas oleh Bupati Soewoto. harus rela antre dengan ketidakpastian kapan bisa berangkat. Kondisi itu diperparah dengan maraknya rekomendasi dari oknum pejabat.

gerakan Reformasi 1998 bergulir. yakni hanya dua bulan. menara di setiap sudut alun-alun Jombang itu masih terawat dengan baik. Kedua. Gapura Jombang di Desa Temuwulan. memanggil Bupati Soewoto. Selain sukses sebagai tuan rumah. ada dua daerah yang terpilih menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ waktu itu. Basofi Soedirman. Sebenarnya. Kecamatan Perak sebagai perbatasan dengan Desa Tunggorono. saat pelaksanaan MTQ kurang tiga bulan. yaitu Madura dan Bojonegoro.pemerintah pusat. pelaksanaan MTQ berjalan cukup baik. Hanya saja. Bupati segera bekerja keras dan membentuk kepanitiaan MTQ. Padahal persiapan untuk menggelar momen akbar itu cukup singkat. Dalam pertemuan itu. gubernur meminta agar Jombang menjadi tuan rumah. Jombang berhasil menyabet gelar juara umum. Alun-alun yang terletak di depan Pendopo Kabupaten disulap menjadi masjid raksasa. Pertama. dua daerah tersebut menyatakan tidak sanggup. Namun belum sempat rencana terwujud. Satu hal lagi yang masih diingat oleh Bupati Soewoto hingga kini adalah suksesnya pelaksanaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) tingkat Jawa Timur di Jombang pada tahun 1996. Ternyata mepetnya persiapan justru menjadikan semangat tersendiri bagi Kabupaten Jombang. Akhirnya Gubernur Jawa Timur saat itu. Terbukti. Hingga kini. H. Kecamatan Jombang kota 89 . kota santri Jombang juga sukses sebagai juara umum. Di setiap sudutnya dipasang menara yang lengkap dengan kubah. Kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja. Jombang berhasil meraih sukses ganda.

Pedoman yang ia pegang saat itu adalah ”The Right Man on the Right Place”. baik bersifat formal maupun informal. dan gapura masuk kota yang ada di wilayah Kecamatan Peterongan. Kedua gapura ini dibangun tahun 1997. Kecamatan Perak. 110 Dekat dengan Bawahan Selain cukup dekat dengan masyarakat. sejumlah gapura masuk Kota Jombang dibangun. Namun diperlukan manajerial kepemimpian yang mumpuni. Gapura itu hingga kini masih ada. yakni berada di Desa Temuwulan. gedung DPRD yang berada di Jalan Wahid Hasyim No. Komunikasi dan koordinasi selalu ia lakukan. sesuai dengan latar belakangnya yang berbasis militer. Pembangunan batas kota itu bukan tanpa sebab. akhirnya dibangunlah gedung DPRD baru yang sebelumnya merupakan gedung pertemuan. Buah tangan Soewoto lainnya adalah gedung DPRD yang berada di Jalan Wahid Hasyim saat ini.Pada era kepemimpinan Soewoto pula. Sebelumnya. menempatkan 90 . ia mempunyai rasa disiplin cukup tinggi. Bupati Soewoto juga cukup dekat dengan jajaran yang ada di bawahnya. gedung wakil rakyat Kabupaten Jombang itu berada di sebelah selatan kantor Pemkab lama (sekarang kantor Bakesbangpollinmas). Soewoto menyadari. menata organisasi pemerintahan tidak semudah menata benda-benda mati. Karena tempat tersebut dirasa kurang layak. yaitu. Salah satunya adalah untuk membedakan mana wilayah kota dan mana kawasan non kota. Pun demikian. Hal itu pula yang membuat ia cukup disegani oleh anak buahnya.

Nah. begitu seterusnya. lulusan dari UGM (Universitas Gajah Mada) membentuk kelompok sesama UGM. Selanjutnya. Korps berseragam coklat keki itu tersekat-sekat sesuai dengan asal almamaternya.seseorang sesuai dengan bidangnya. Dalam pertemuan rutin itu tidak pernah ditentukan tema yang akan dibahas. Dengan begitu. Dengan begitu. Hal itu sangat berbeda jika tema 91 . membongkar sekat-sekat itulah PR (Pekerjaan Rumah) yang pertama kali dilakukan Soewoto dalam bidang organisasi pemerintahan. setiap hari Senin ia mengumpulkan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) guna melakukan koordinasi dan evaluasi. saat pertama kali menjabat sebagai bupati. berjalan secara seimbang dan berkesinambungan. Guratan kata Bupati Soewoto tentang kepemimpinan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas-tugas negara sebagai pegawai Pemerintah Kabupaten Jombang. Tulisan ini terletak di dinding ruang tamu Pemkab Jombang lantai I Walhasil. Akibat dari kondisi itu. dibongkarnya sekat-sekat tersebut membuat suasana kerja kembali mencair. kerja-kerja di pemerintahan menjadi kaku dan kurang sehat. seorang Kepala Dinas atau Kepala Bagian selalu siap jika diminta mempresentasikan program kerjanya masing-masing. organisasi pemerintahan di Kabupaten Jombang kurang solid. pokok. Semunya mengalir secara alami. lulusan Unibraw (Universitas Brawijaya) membentuk sekat dengan sesama Unibraw. Misalnya. dan fungsi. Bukan hanya itu. segala tugas.

Hal itu dilakukan agar jajaran di bawahnya selalu siap menghadapi segala kemungkinan. Soewoto kemudian melanjutkan sekolah ke SMP (Sekolah Menengah Pertama) Bojonegoro yang notabene satu-satunya sekolah negeri kala itu. Pun demikian. berapa jumlah honorer. Ia tidak pernah sekalipun tinggal kelas. kemudian membantu kedua orang tua untuk membesarkan adik-adiknya. semangat untuk menjadi orang besar tidak pernah padam. Pemikirannya sederhana. Bahkan Soewoto mengakui. bekerja. Karena ia yakin. Soewoto juga melakukan kunjungan secara mendadak ke instansi yang ada di bawahnya. Lahir dari Keluarga Sederhana Bupati Soewoto lahir di saat Jepang menancapkan kuku jajahannya di bumi Indonesia. namun soal pelajaran Soewoto kecil terbilang moncer. Guna memacu kinerja. Saat usianya menginjak tujuh tahun. Garis hidup memang rahasia Ilahi. ia didaftarkan oleh ayahnya bersekolah SR (Sekolah Rakyat) di Desa Kadipaten. Menamatkan SMA. Semisal. dan sejumlah pertanyaan lainnya. sejak kecil ia tidak pernah punya cita-cita yang muluk. pada tahun 1958 ia lulus SR (setingkat SD). pejabat yang mendapat kunjungan mendadak itu harus kelabakan karena tidak siap. Soewoto merupakan anak ke-3 dari 11 bersaudara dari pasangan Samudi Kartodihardjo dan Rukmi. bermain kasti. Semisal. prestasi akademiknya tidak 92 . sedangkan dinas yang belum waktunya presentasi akan leha-leha. menjadi seorang tentara atau menjadi bupati sekalipun. ia tidak pernah marah. Pun demikian. Hasilnya. secara tiba-tiba ia datang ke Bagian Urusan Kepegawaian. tepatnya di Desa Kadipaten. Masa kecilnya tidak jauh berbeda dengan anak desa pada umumnya. yakni pada saat lebaran. Dinas yang kebagian tema tersebut akan siap-siap. Kecamatan kota.dalam rapat rutin itu sudah ditentukan terlebih dulu. Meski dari keluarga kurang mampu. Bermain perang-perangan. Ia lahir di Bojonegoro 20 Desember 1944. Duduk di bangku SMP. Maklum saja. kehidupan keluarganya bisa dikatakan pas-pasan. Di kantor itu ia menemui Kepala Bagian dan menanyakan berapa jumlah pegawai yang akan pensiun. hingga bermain sepak bola bersama teman sebayanya. Tidak jarang. bisa makan enak hanya setahun sekali. dengan mengantongi ijazah SMA sangat mudah untuk mencari pekerjaan saat itu. Begitu juga dengan Soewoto. Dari kedua orangtuanya itulah Soewoto kecil selalu diajarkan kesederhanaan.

Sebagai seorang taruna. Soewoto seakan tidak percaya. jurusan B (ilmu pasti) yang menjadi pilihannya. yakni mulai tahun 1964 hingga lulus pada 1967. Soewoto kecil tidak pernah tinggal kelas. Di sekolah itu. Selepas SMA. ia dipindah lagi ke Kodam V/Brawijaya sebagai Asisten Perencana dengan pangkat Kolonel. Saat pengumuman tiba. bermacam tes ia jalani. tugas pertamanya di Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) VIII Jember. Setelah itu. Baru pada tahun 1990. Soewoto bertugas selama enam tahun. tahun 1975 ia dipindahkan tugas ke Pusat Pendidikan (Pusdik) Armed Cimahi Jawa Barat. Selanjutnya. keinginan anak ke-3 dari 11 bersaudara ini harus dipendam terlebih dahulu. Semua itu berawal ketika keponakannya yang notabene terlebih dulu lulus dari AMN di Magelang cuti kedinasan. Namun. ia lebih tertarik untuk menjadi seorang taruna ABRI (sekarang TNI). Saat itulah ia bertekad untuk menjadi taruna juga. ia kembali bertugas di Jawa Timur. Soewoto menyelesaikan masa SMAnya. Selanjutnya. Berbagai persyaratan ia penuhi. bapak empat anak ini hanya bertugas selama dua tahun. ia menjabat sebagai Komandan Batalyon Armed XII di Ngawi. bukan berarti perwira TNI ini lupa akan kodratnya sebagai lakilaki. Tepat tahun 1964. Pasalnya pada 23 Agustus 1993 Soewoto mendapatkan tugas karya dari pemerintah pusat untuk menjabat sebagai Bupati Jombang. Sibuk berkarir. Pria asli Bojonegoro ini menjalani pendidikan militer selama tiga tahun. Selama satu tahun itulah tugasnya yang terakhir. Karena pada 1992. ia berniat untuk bekerja. saat itu ia dipercaya sebagai Komandan Resimen Armed/Kostrad yang bermarkas di Singosari. Ia lulus SMP Negeri Bojonegoro pada tahun 1961. Di tempat tersebut. ia meneruskan pendidikan di SMA Negeri Bojonegoro. ia kemudian dipindah jabatan sebagai staf Markas Besar (Mabes) ABRI di Jakarta. pada 1981. yakni mulai tahun 1984. Soewoto melepas masa lajangnya pada 9 Maret 1969. dirinya diterima sebagai calon taruna di lembaga pendidikan militer tersebut. Pasalnya. Pada tahun 1968. Ia lulus AMN dengan pangkat Letnan Dua (Letda). Malang. Sama halnya waktu duduk di sekolah SR. Soewoto menyadari harus siap ditugaskan di mana saja. Ia menyunting gadis kelahiran 93 .mengecewakan. Di pusat pendidikan tersebut. Tiga tahun menjabat sebagai Komandan Batalyon. Bersama dengan 71 orang lainnya ia pun ikut-ikutan mendaftar.

Ely Nursiladewi. salah satu dari mereka ada yang masih tinggal di Jombang. Sehingga mantan bupati ini meski tinggal di Malang. Mereka adalah: Endang Nursilawati. pasangan Soewoto Adiwibowo dan Ninik Darmini dikarunia empat orang anak yang semuanya perempuan. dalam sekali waktu masih menyempatkan waktu untuk mengunjungi kabupaten yang pernah ia pimpin selama lima tahun. Ninik Darmini. Dari perkawinan itu. dan Erlin Nursilaningrum. 94 .24 September 1951. Namun. Kini anak dari mantan bupati ini semuanya sudah berkeluarga. yang juga masih tetangganya satu kampung di Bojonegoro. Eva Nursilarini.

dan shodaqoh kaum muslimin. 95 . insyaallah keluarga akan tetap rukun dan bersatu. Upaya itu ditempuh dengan menerapkan manajemen islami dan hubungan kerja menurut konsep Agama Islam. majelis-majelis pengajian dan istighotsah terus digalakkan. Bupati Drs. Sebagai seorang pemimpin yang mencoba untuk menjunjung tinggi amanah. Antara lain yang dijadikan agenda rutin setiap hari Jumat pagi di lingkup pemerintah Kabupaten Jombang. Affandi.15. Profil Bupati Affandi (Masa Bhakti 1998-2003) Seolah meneguhkan Kabupaten Jombang sebagai kota santri yang memiliki lebih dari seratus pondok pesantren besar kecil.Si memberikan warna kepemimpinannya dengan segala hal yang bercirikan keislaman. M. Semenjak di bawah kepemimpinan Bupati Affandi. maka ia selalu mengajak hadirin di setiap acara yang ia hadiri untuk mengawali acara dengan mengucapkan tiga kali kalimat hamdalah. Bahkan mendorong organisasi serupa di masyarakat untuk memajukan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat secara amanah dan profesional. infaq. H. Maka sejak saat itu ada program pengentasan kemiskinan dan beasiswa bagi anak yang orangtuanya tidak mampu dari dana zakat. Baginya urusan Syariat adalah nomor satu sebagai insan yang memiliki iman. Mengenai hal ini ia selalu berpesan kepada keluarga agar berpegang teguh pada tali Islam (agama Allah). Untuk meneguhkan rasa syukur sebagai hamba Allah. Salah satu bentuk terobosan di masa kepemimpinan Bupati Affandi adalah pemaksimalan peran dan fungsi Badan Amil Zakat Kabupaten. maka ia dikenal sebagai sosok muslim yang menerapkan Islam secara kaffah atau murni menurut Syariat. Antara lain dengan anjuran pemakaian jilbab bagi karyawati di lingkup Pemkab dan selalu menebar salam ketika pertemuan.

Begitulah semangatnya menerjemahkan konsep-konsep kepemimpinan islami sampai-sampai bedug masjid pun ditempatkan di sebuah sudut Pendopo Kabupaten, seolah bersanding mesra dengan gamelan yang dipajang di sisi lain ruang yang sama.44 Sebagai seorang pemimpin yang sekaligus kepala rumah tangga, Bupati Affandi dikenal sebagai sosok pengayom, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat sekitar di mana ia tinggal. Setiap orang yang berdekatan dengannya selalu merasa nyaman mendapat siraman rohani dan tausiyah yang tidak jarang ia sampaikan di setiap kesempatan. Selama menjabat menjadi Bupati Jombang masa bhakti 1998-2003, Drs. H. Affandi, M.Si membangun silaturahmi antar sesama muslim maupun membangkitkan acara rutin pengajian keluarga besar Bani Ahmad yang merupakan garis nasab atau silsilahnya. Kesederhanaan hidup adalah salah satu keunggulan yang melekat erat pada pribadi Bupati Affandi. Bahkan selepas dirinya berdinas di ketentaraan dan kembali ke kampung halaman, tidak satu pun kesan kemewahan yang tampak. Ia memilih menggunakan mobil sederhana dibandingkan menggunakan fasilitas mobil yang mewah, meskipun sebenarnya ada peluang itu. Prinsip hidup sederhana ini barangkali dilandasi oleh masa kecilnya sebagai putera daerah yang berasal dari pelosok. Tepatnya salah satu desa di Kecamatan Plandaan, daerah utara Sungai Brantas yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Nganjuk. Setelah memimpin Jombang selama lima tahun, akhirnya Drs. H. Affandi, M.Si purna tugas sebagai Bupati Jombang. Rasa kehilangan yang mendalam dialami oleh para koleganya, termasuk para kepala dinas. Maka untuk memberi kesan dan penghormatan kepada pengayom Jombang ini, dilakukan prosesi kirab boyongan dari Pendopo Kabupaten Jombang ke rumahnya di dekat Embong Miring, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Prosesi tersebut menggunakan rombongan dokar dan becak yang sudah disiapkan sebelumnya. Kini di masa pensiunnya, ia lebih banyak bergiat di rumah saja dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan menurut sekretaris Bani Ahmad yang merupakan

44

Wawancara dengan Khoirudin (salah satu kerabat Bupati Affandi) di MTS Agus Salim Gudo, pada 11 Desember 2010, pukul 10.30 WIB.

96

keluarga besarnya, Pak Affandi sering mendapatkan kunjungan pejabat pusat yang sengaja datang untuk mendapatkan tausiyah. Demikianlah sosok Bupati Affandi, sebuah prinsip kepemimpinan yang memadukan spirit keislaman dalam segala aspek pembangunan yang diterapkannya dalam keberjalanan pemerintahan Kabupaten Jombang.

97

16. Profil Bupati Suyanto (Masa Bhakti 2003 – 2008)

Suyanto lahir di Jombang pada 5 Januari 1962. Ia lahir dari pasangan Sukito dan Asmah. Pasangan ini melahirkan 6 orang anak: Suyanto, Subandriyah,

Supracahyaningsih, Sadarestuwati, Sujayanah, dan yang terakhir adalah Sumrambah. Ibu terkasih Suyanto, Asmah, meninggal pada tahun 2002, sedangkan Sukito menyusul wafat beberapa tahun kemudian tepatnya di tahun 2008.45 Riwayat pendidikan Suyanto dimulai dari SDN Banjaragung (lulus tahun 1973). Ia lalu melanjutkan ke SMP Negeri Mojoagung (lulus tahun 1977). Lantas meneruskan sekolahnya di SMA Negeri 1 Surabaya (lulus tahun 1980). Kemudian gelar sarjana S-1 diperolehnya di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya pada tahun 1985.46 Tak cukup itu, ia lantas menempuh jenjang pendidikan S-2-nya di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan mengambil konsentrasi Manajemen Agribisnis, dan lulus pada tahun 2007. Pada tahun 1986 hingga 1994, Suyanto menempa hidupnya dengan menjadi guru. Mengajar murid-murid adalah sebentuk latihan, bagaimana kesabaran, ketelatenan, dan keprihatinan harus digembleng sekuat baja. Pada tahun 1994 ia mulai menekuni dunia wiraswasta hingga tahun 2000. Kiprahnya mulai diperhitungkan ketika ia menjabat sebagai wakil Bupati Jombang pada tahun periode 1998 hingga 2003 mendampingi Bupati Affandi. Tahun 2003 ia mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang dan kenyataan itu benar-benar terwujud hingga memimpin Jombang sampai tahun 2008. Bersama wakil Bupati Ali Fikri ia menggenjot pertumbuhan dan perkembangan Jombang hingga masa jabatannya berakhir di pertengahan 2008. Ia kemudian mencalonkan diri kembali sebagai Bupati

45

46

Wawancara dengan Sumrambah pada Senin, 15 November 2010, pukul 15.00 WIB, di Perum Griya Kencana, Candimulyo, Jombang. Juga dari data BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang. Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang.

98

Desa Segodorejo. Namun agak sedang dan memiliki isi yang padat. Sebagian yang lain tentu saja tanaman durian yang lebih banyak. yang pernah meraih prestasi sebagai desa terbaik tingkat nasional. Jombang sebagai daerah penghasil jagung dan kecambah dapat ditilik pada beberapa desa yang berkonsentrasi memberdayakan cocok tanam dengan baik. sebagai desa perkebunan yang membudidayakan berbagai jenis pola perkebunan. petani pengolah tanah telah menggunakan traktor penggembur tanah. perkebunan. Demikian juga pada cengkeh.Jombang dan menjalani proses demokrasi Indonesia lewat apa yang kita kenal sebagai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di mana ia disorong oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Lahan yang luas demikian. Dengan jumlah penduduk 1. Aromanya khas. di samping kakao dan kopi. dan 302 desa dan 4 kelurahan. Dalam sektor perkebunan.50 km menyimpan catatan penting. tebal dan kering selaputnya. Suasana pedesaaan yang subur makmur demikian alangkah menunjukkan bahwa potensi agraris Jombang telah berlangsung turun temurun sejak silam. terutama Sungai Kali Brantas. dapat diupayakan pengembangannya dan itu memang didukung oleh aliran sejumlah sungai dan anak sungai. Jombang memiliki Kecamatan Wonosalam. Jenis perkebunan ini meliputi cengkeh. 99 . Salah satu potensi yang terus diberdayakan di masa pemerintahan Bupati Suyanto adalah sektor pertanian. utamanya di Desa Wonosalam. Pada saat masa tanam padi.229 jiwa pada tahun 2000-an. Memang keistimewaan Wonosalam yang dikenal masyarakat luas adalah duriannya. Potensi-potensi Kabupaten Jombang Luas daerah Jombang yang terdiri dari 1159. Komoditi ini menjadi pokok target dan favorit petani karena prospek pasarnya sungguh menguntungkan dan berpeluang besar ke depannya. Cukuplah luas untuk tiga macam tanaman tersebut. Misalnya Desa Bareng sebagai salah satu penghasil padi yang luar biasa. dan peternakan. Ada 21 kecamatan. peternakan termasuk di dalamnya sektor perikanan tak disangkal menjadi garapan utama untuk diberdayakan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. Salah satunya juga. Sebagai daerah agraris yang mencakup dunia pertanian. perkebunan. Durian yang tergolong istimewa ini tidak berukuran terlalu besar. kakao. kopi dan durian.340.

47 47 Lan Fang. Si pembeli merawat durian tersebut sampai masa panen. industri batu bata di Desa Bandung Kecamatan Diwek. Sebagian besar warga Wonosalam menanam pohon durian ini. Dalam bidang peternakan.tidak menyengat. Karena itu rata-rata semua warga di desa tidak pernah kelihatan ”menganggur”. didapati para peternak ikan lele. Kolam yang ditempatkan di lahan warga tiap keluarga betul-betul menginspirasi sebagai pendapatan sampingan yang sekaligus merupakan lahan bisnis ikan yang menggiurkan. Bupati Suyanto menilai bahwa tiap sektor usaha di Kabupaten Jombang selalu ada pioner-pioner yang memulai dan menggerakkan segala usaha tersebut. ibid. Pangsa pasar yang baik ini sangat diperhitungkan Bupati Suyanto sebab ternak sapi khususnya mampu memproduksi susu sebagai protein nabati yang baik untuk kesehatan dan kebugaran. Penduduk Jombang rata-rata beternak ayam dan itik. Dalam arti bila seorang warga di sebuah desa tidak mempunyai usaha rumahan maka ia akan merasa malu sendiri. Ragam potensi usaha yang berkembang di Kabupaten Jombang. Petani durian terkadang menjualnya dengan sistem tebasan di mana petani menjual pohonnya dalam kondisi belum berbuah. Bisa dibilang rata-rata warga Jombang memiliki usaha rumahan sendiri yang tumbuh dari kreativitas mereka sendiri. usaha pembuatan genteng di Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno. termasuk perikanannya. sebagaian yang lain beternak sapi perah dan kambing. Selalu ada saja yang dikerjakan baik secara kelompok maupun sendiri-sendiri. Inspirasi Jombang. 100 . Penampungan bibit-bibit ikan lele di desa ini banyak dijadikan jujugan (pusat kulakan) para tengkulak yang disebar atau dijual pada para peternak lele. Misalnya. Hampir pada sebagian besar warga Desa Jogoroto. selain yang disebutkan tadi. masihlah banyak yang lain yang sebenarnya bisa diperhitungkan. Dengan rasa manis yang mantap. Kabupaten Jombang memiliki potensi yang baik. Kecamatan Jogoroto. dan permen juga tahu-tempe. Sektor-sektor usaha yang bercokol sendiri ini tidaklah diciptakan oleh pemerintah daerah. Karena warga Jombang mempunyai ”budaya malu”. Pemerintah daerah hanya menyokong dan mendukungnya. industri pembuatan krupuk. Bupati Suyanto berusaha terus menggalakkan sektor lain itu.

dan batik tulis. selain batik jumputan yang menjadi awal kemunculannya. Dari motif tebu. mulai menekuni usaha batik sejak tahun 1993. Banyak bahan kain yang dipergunakan. Motif cakra ini terinspirasi dari ukir-pahat Candi Arimbi. Mulanya ia memproduksi jenis batik jumputan yang dijualnya di lingkungannya sendiri. Salah satu warganya. sebagai ciri khas batik Jombangan. bunga melati. Maniati memiliki 20 orang karyawan. Industri batik ini juga memproduksi desain pakaian jadi. seperti batik sasirangan. Nuansa batik Sekar Jati jika dilihat tampak lembut seperti panorama alam yang indah memukau dan anggun dan cocok dipakai oleh siapa pun. selain dijual secara orderan dan memasok ke beberapa toko di Jombang dan di luar Jombang. Jenis batik Jombangan ini kian berkembang coraknya. usaha Maniati ini dipasarkan dan diperkenalkan dalam sejumlah pameran industri kreatif baik yang dihelat di tingkat regional maupun nasional. batik kremesan. salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di wilayah eksotis Kecamatan Wonosalam. Salah satu pemasarannya. Upaya ini penting untuk mendongkrak transaksi penjualan dan orientasi mutu yang terus ditingkatkan dan oleh sebab itu Bupati Suyanto benar-benar mendorong dan memberi 101 . batik cap atau batik printing.Dunia industri kreatif sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) berupa batik Jombangan juga berkembang di Jombang. Semuanya dikerjakan secara manual agar tampak alami dan tidak menggunakan bahan kimiawi. ditonjolkanlah warna merah dan hijau yang diambil dari warna lambang Kota Jombang. padi yang melambailambai. Tersebutlah dan dikenallah kemudian batik Sekar Jati. dari anak-anak. Pada tahun 2000 Pemerintah Kabupaten Jombang mengirimkan warganya untuk mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur. Maniati mulai berinisiatif membentuk kelompok pengrajin batik di desanya. dari Desa Jatipelem Kecamatan Diwek. Motifnya juga berpusparagam. dewasa. dikirim ke sana. Setelah mengikuti pelatihan tersebut. yang selanjutnya diadakan pula di Dinas Perindustrian Kabupaten Jombang. Maniati. dari kemeja laki-laki dan perempuan. hingga motif cakra segitiga yang menjadi ciri khas Kabupaten Jombang. Untuk motif yang penuh karakter Jombangannya. Pemerintah Kabupaten Jombang turut serta dan memberi perhatian intensif pada kelompok ini. sampai kalangan tua. Maniati ini.

Kondisi ini mempertimbangkan bahwa angka kemiskinan di daerah Jombang pada tahun 2007 tercatat mencapai 83. 102 . teknologi. dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 123. pondok pesantren dan industri kecil yang bergeliat di sekitarnya. Bagi Bupati Suyanto. wisata.semangat agar ciri khas Batik Sekar Jati tersebut menjadi kebanggaan Kabupaten Jombang kini dan di kemudian hari. 48 Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang.48 Hal terpokok yang bisa dicatat dari Bupati Suyanto dalam periode 2003 sampai 2008 adalah keberhasilannya mengembangkan pusat kesehatan masyarakat yang setara dengan rumah sakit kecil. pertanian dan perkebunan. Sumber daya alam. adalah penting bagi warga Jombang melihat berbagai potensi yang dimiliki Jombang ini untuk terus digalakkan dan dihidupkan semangat kreatifitasnya dalam berbagai sektor kehidupan. Kini usaha ini sudah merambah pasar nasional bahkan sudah ada yang menembus transaksi ke luar negeri. Tanggal 17 September 2003. Tonggak Keberhasilan Bupati Suyanto Suyanto ditetapkan sebagai Bupati Jombang dimulai dari titimangsa 17 September 2003 sampai 12 Mei 2008. Ini bisa dilacak di berbagai puskesmas dengan menciptakan pelayanan sebanding dengan rumah sakit umum atau daerah.724 jiwa. Tidak ketinggalan pula potensi-potensi kesenian dan aset budaya yang ada di Kabupaten Jombang. pendidikan. cor kuningan di Desa Mojotrisno yang sudah berkembang sejak tahun 1970. maupun produk olahan berupa kerajinan. Ada pun industri kreatif yang lain adalah ayaman bambu di Desa Ngoro. Maka peran pemerintah adalah sebagai regilator. Hampir penduduk desa ini menekuni kerajinan manik-manik kaca. dan menyedia infrastruktur. dan manikmanik kaca di Desa Plumbon Gambang di Kecamatan Gudo. produk-produk kehutanan. dan investasi. Ia berpendapat bahwa roda perekonomian daerah harus terus didorong percepatannya. Ada sekitar 111 pengrajin di mana setiap bulannya mampu menyerap 5 sampai 10 ton pecahan kaca dari para pengepul kaca. fasilitator. Sebab potensi daerah selalu bergerak dinamis seiring dengan perkembangan kebutuhan warga.35-497 Tahun 2003.

hlm. Sulawesi Selatan). Joko Widodo (Wali Kota Solo). Bupati Suyanto dari Jombang merupakan salah seorang yang terpilih di sini di antara para bupati lainnya: Andi Hatta Marakarma (Bupati Luwu Timur. Djarot Saiful Hidayat (Wali Kota Blitar). dan meningkatkan kapasitas daerah. pasien cukup menyodorkan kartu jaminan kesehatan masyarakat atau surat keterangan miskin. dari skor tertinggi 100. Pengobatan cum-cuma ini berupaya memberi solusi dan menepis mahalnya ongkos berobat di rumah sakit. Syaratnya. Awal tahun 2005. Mojoagung. membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan.”Tokoh Pilihan Tempo 2008: Ada Tenggat di Alun-alun”. Bagi Andi Mallarangeng. Mertua Maksum itu langsung dioperasi dan sembuh. 46-49. puskesmas mampu melakukan bedah kandungan. Seorang Maksum. Ada unit gawat darurat. klinik kebidanan. Kalimantan Timur). hal yang terbilang langka ukuran sebuah puskesmas. Bahkan dalam kondisi darurat.Misalnya Puskesmas Mojoagung yang menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin. menurut Sriwulani Sumargo (salah seorang dokter spesialis radiologi). membuat jaringan teknologi informasi untuk memudahkan layanan masyarakat hingga ke desa-desa. bahkan mendapatkan pelayanan gratis saat membawa mertuanya yang sakit katarak ke Puskesmas Mojoagung. Ilham Arif Sirajuddin (Wali Kota Makassar).28 untuk Puskesmas Mojoagung. klinik gigi. Anak Gde Agung (Bupati Badung. dan David Bobihoe (Bupati Gorontalo). Puskesmas Plumbongambang juga mencapai skor di atas 80. Edisi Khusus Tempo 28 Desember 2008. laboratorium. Pemerintah Daerah dan Bupati Suyanto mulai meluncurkan program ”Puskesmas Idaman-Idolaku” dan ”Rumah Sakit Cintaku”. mengubah puskesmas menjadi rumah sakit mini. 49 Majalah Tempo. Dari pengobatan sampai perkara kecantikan. Klinik akupuntur juga ada. Pengunjungnya bisa mencapai 150-an per bulan. serta ruang rawat inap. Jusuf Serang Kasim (Wali Kota Tarakan. 10 sosok bupati ini menurut Tempo paling berhasil membangun daerahnya: menyulap yang kumh menjadi bersih. Untung Sarono Wiyono Sukarno (Bupati Sragen). Pelayanan puskesmas ini bermacam-macam. Herry Zudianto (Wali Kota Yogyakarta). bupati yang baik adalah harus mampu menggunakan kewenangan untuk menciptakan perbaikan pelayanan publik. Edisi ini Tempo memilih 10 bupati dari sekirar 300 bupati yang memimpin di 472 kabupaten dan kota se-Indonesia. dari Desa Mojotrisno. Tujuannya untuk menggenjot kualitas puskesmas dan rumah sakit yang konsisinya serba butut dan ”payah dalam pelayanan”. 103 . alat USG dan rontgen. Bali). Penyakit lainnya yang lebih ganas pun dapat pelayanan yang sama.49 Puskesmas Mojoagung lebih mirip rumah sakit kecil dibandingkan dengan pusat kesehatan di pedesaan atau kota kecamatan. pemberdayaan warga. Ini berarti banyak pasien yang merasa puas dengan pelayanan pemerintah itu. Prestasi dari gagasan Bupati Suyanto ini dapat dibuktikan dalam survei kepuasan pasien yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jombang tahun 2007 yang memberikan skor 80. serta berprinsip mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

Kalau perlu gratis sekalian. Hasilnya dapatlah dirasakan. Rawat inap komplit dengan tiga kali makan sehari juga Rp. Operasi kecil Rp.000. ia menerbitkan peraturan daerah tentang biaya pungut di puskesmas. Kesan mahal baginya perlu dihapus dan tidak jadi momok siapa pun. Bupati Suyanto menyediakan sarana canggih seperti peralatan rongten. 2008) Ruang perawatan VIP (Very Important Person) dibangun. Untuk kepastian tarif. 104 .000. Ia sempat disemprot Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ketika menempatkan dokter spesialis di puskesmas. 20. Ketika beres di urusan fasilitas dan dokter. Mungkin hal demikian dianggap sebagai sesuatu yang tidak pada tempatnya dan yang semestinya. urine. Di Mojoagung dan Cukir. Biaya cek darah. Daftarnya wajid dipasang di loket pendaftaran. 2000. 20.Bupati Suyanto memulainya dengan merayu sejumlah dokter spesialis agar mau bekerja di rumah sakit daerah dan puskesmas. Bupati Suyanto mulai memperhitungkan tarif berobat. biaya itu tergolong sangat murah. Bupati Suyanto saat bersantai di rumahnya (repro dari Tempo. Penampilan rumah sakit daerah juga ia permak sebaik mungkin dan memang kelihatan elegan. Ia ingin tarif berobat dibuat seringan mungkin sehingga semua warga terbebani biaya mahal. atau tinja Rp.

Sementara belanja daerah tahun 2005 adalah 66 miliar Rupiah. dan pendapatannya di akhir tahun mencapai 429 miliar Rupiah. KH.669 orang.Dari sinilah Bupati Suyanto menjadikan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat luas. dan pendapatan yang masuk ke kas pemerintah daerah mencapai 757 miliar Rupiah. dan Mohammad Pandi Alam 50 Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang. dan tahun 2007 naik menjadi 6. masih ada warga yang merasa kecewa dan mengeluh karena sering dokter puskesmas tidak ada di tempat sebab kesibukan lain yang tidak diketahui. Bupati Suyanto menjabat sebagai kepala daerah sejak tahun 2003 hingga 2008. Di bawah kepemimpinan Bupati Suyanto. pada tahun 2007 menjadi 24. Dari perkawinan ini mereka memiliki 2 anak: Dita Aci Pandi Aski (sekarang berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Puskesmas Mojoagung dan puskesmas Cukir banhkan sudah mengantongi sertifikasi ISO 9001: 2000.50 Istri Bupati Suyanto adalah Wiwik Nuriyati. Wahid Hasyim No. Kabupaten Jombang. tahun 2006 naik menjadi 5. pertumbuhan perekonomian Jombang melejit siknifikan. jumlah pasien rawat inap mencapai 14. Kecamatan Bareng. Pada tahun 2005. Ia pun terpilih dalam putaran Pilkada di penghujung tahun 2008 dan resmi menjabat sebagai Bupati Jombang untuk periode 2009-2013.535 orang. 137 Jombang. ia sekali waktu juga menyempatkan untuk kumpul-kumpul dengan keluarganya di Dusun Serning. seorang PNS guru SD bidang olah raga di Kecamatan Bareng. Desa Banjaragung.07%. dan perolehan pendapatan daerah di akhir tahun mencapai 496 miliar Rupiah. Bupati Suyanto merasa itu wajar sebagai sebuah proses. Kini Jombang memiliki 13 puskesmas rawat inap. Di samping tugasnya yang padat baik di Jombang maupun di luar kota. Surabaya). 105 . RT 25 RW 10. Bupati Suyanto berkantor di Jl.73%. dan ia menghendaki lebih banyak dokter lagi yang bisa di tempatkannya di sejumlah puskesmas yang belum memiliki pelayanan yang demikian. Kendati demikian. Anggaran belanja tahun 2007 adalah 88 miliar Rupiah. Tahun 2005 perekonomian naik menjadi 5. Anggaran belanja tahun 2006 adalah 79 milair Rupiah. Karena itu banyak pasien puskesmas merasa bangga dan dihargai serta diberikan kemudahan ketika mereka berobat atau menjalani operasi di puskesmas.34%. Dan mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Jombang untuk periode selanjutnya.

Kini selain mendampingi sang suami dan mengasuh 2 anaknya.(bersekolah di SMA 2 Jombang). ia bergabung dan bersumbangsih pikiran dan tenaganya sekaligus menjadi ketua di wilayah Jawa Timur dalam organisasi IPSBI (Ikatan Pelestari Seni Budaya Indonesia). 106 .

9. Beliau lahir pada 22 April 1961. 3. 4. Kabupaten Jombang. Gubernur Suryo. di Desa Sumobito. 107 .51 10 putra-putri dari Bapak Hafidzon dan Ibu Mariyam itu adalah: 1. Nadhiroh (lahir 1946) Taufiqur Rahman (lahir 1948) Ahmad Zaim (lahir 1950) Wardah Hafidz (lahir 1952) Nasrulloh (lahir 1955) Lilik Aslihati (lahir 1957) Farid Wajdi (lahir 1959) Ali Fikri (lahir 1961) Tatik Sa’adati (lahir 1965) 10.17. 5. 8. Jombatan. 24. Ainur Rofik (lahir 1969) Jika menilik lebih jauh tentang kelurga Hafidzon. Bapaknya bernama Hafidzon yang lahir pada tahun 1918. Anak-anak Hafidzon tersebut terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Kecamatan Sumobito. kita akan sedikit banyak mengerti ihwal kehidupan sosial-keagamaan di mana wilayah Sumobito merupakan basis penyebaran Islam serta poros aktivitas dakwah yang dijalankan para sesepuhnya secara 51 Wawancara dengan Ali Fikri. 2. tegas. 6. mandiri dan lahir dari keluarga muslim yang taat. Ia merupakan anak yang ke-8 dari 10 bersaudara. 7. 22 April 2010. Profil Bupati Ali Fikri (Masa Bhakti 2008-2008) Sosok Ali Fikri dalam sejarah Bupati-Bupati Jombang tercatat sebagai bupati yang memiliki kharisma tersendiri sebagai seorang yang berpendirian teguh. No. dan ibunya bernama Mariyam yang lahir pada tahun 1925. di Jl. Blok K. Jombang. Gang 7. Kamis.

adik Cak Nun itu. Masjid ini berkembang dan digerakkan syiar dan kegiatan tablighnya sejak dahulu pada masa Imam Zahid. Menurut Nasrul Ilahi. 9. Imam Zahid merupakan kakek Ali Fikri dari garis ayah. Konon Imam Zahid berasal dari trah keluarga Pesantren Dresmo yang nasabnya langsung bila dirunut sampai ke Raden Patah Demak. Berdekatan juga dengan Koramil Sumobito dan stasiun Sumobito. Shochiful Islam 12. pada tahun 1925. Masjid tersebut konon tergolong tua. 7. Dari Imam Zahid dengan istrinya ini menurunkan 12 putra-putri: 1. Hafidzon meninggal pada tahun 1992. 3. Chafidzon 11. 108 . 6. 8. Ali Fikri sejak usia belasan juga turut diasuh oleh pamannya Sa’dullah Chumaidi. Arah timur-barat Kantor Pos Sumobito. Ali Fikri memperkirakan masjid itu berdiri sekitar tahun 1860-an.konsisten. 5. 4. Choirul Anam Makinun Amin 10. Pendidikan yang keras dan berdisiplin tinggi dari bapaknya dan Chumaidi turut membentuk kepribadian Ali Fikri. Sebuah masjid bercokol di sini. Maknunah Mahfudzoh Izzatin Abdul Latif Mohammad Nasich Khusnul Khuluq M. di tengah kecamatan. yakni Bapak Hafidzon. Salah satunya bernama Muhammad. Abdul Lathief memiliki 15 putra. Dan Muhammad pun mempunyai 15 anak yang mana salah satu putranya adalah budayawan dan penyair Emha Ainun Nadjib. 2. Seorang arsitek berkebangsaan asing. pernah melakukan riset tentang makam-makam dan masjid-masjid di seluruh Indonesia dan menyebutkan masjid ini termasuk catatan penting dalam sejarah masjid di Indonesia. Sa’dullah Chumaidi Dari sini keluarga Ali Fikri ini bertemulah dengan keluarga Abdul Lathief. Samsul Huda M.

Abdul Lathief. Sebelumnya ia banyak mendengar dari teman-temannya yang bercerita tentang lakon-lakon pewayangan. Gatotkoco dan lain-lain yang membuatnya penasaran seperti apakah pertunjukan wayang itu. Dari kanan: Sa’dullah Chumaidi. dan di suatu pertemuan keluarga tahun 1980-an. Petruk. Chumaidi pun meninggal dalam status lajangnya pada tahun 1997. Ketika ia menuruti kenekatannya itu dan pulang lewat jendela. M. Ada tokoh Semar. Choirul Anam. menghargai pendapat orang lain. Tahun 1972. Masa kecil Ali Fikri terbilang ”mbetik” (bandel). Wajar saja. luwes. Ali kecil nekad keluar rumah untuk menonton wayang. di suatu malam. saat itu beliau baru menginjak kelas 5 SD.Pelajaran hidup sejak kecil yang diterimanya dari sang bapak menekankan pola: semakin besar seorang anak. sebagai anak kampung. juga menempa wawasan pengetahuan dan bersosial dengan masyarakat luas. maka semakin besar pula ajaran baginya untuk bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan dilatih untuk empati terhadap saudarasaudaranya dan orang lain. di rumah besar keluarga Hafidzon di depan masjid besar Kehidupan di masjid besar Sumobito (kini masjid tersebut diberi nama Masjid Imam Zahid) secara tidak langsung membentuk karakter egaliter. Hafidzon. Ternyata benar. pergaulan yang luas dengan teman-temannya dari berbagai penjuru desa memberikan pengalaman tersendiri. alangkah takutnya kalau-kalau di pagi harinya diketahui sang bapak. Namun ia memiliki dedikasi yang besar terhadap syiar Islam di wilayah Sumobito dan menaja dunia spiritual dan disiplin hidup terhadap sosok Ali Fikri di kemudian hari. Ia kadangkala keluyuran sampai tak kenal waktu. Gareng. Makinun Amin. 109 .

IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta pada 1982 sampai 1987 dengan gelar BA atau Sarjana Muda. SDN Sumobito pada tahun 1967 sampai 1973. 5. Ali Fikri berfoto bareng keluarga besar Hafidzon dalam reuni Bani Imam Zahid tahun 2007 Jenjang pendidikan Ali Fikri dimulai dari: 1. Kegemaran masa kecil yang tak terlupakan juga ia alami saat menyaksikan Ludruk Putra Birawa Jombang dan Gambus Misri. dan Sa’dullah Iskandar Hafidz (lahir 1999). Beliau menjabat sebagai kepala sekolah di SMP tersebut mulai 1990 hingga 2010. Kulliyatul Muallimin Al-Islami Gontor pada 1976 sampai 1981. 4. 2. SMPN I Jombang pada 1973 sampai 1976. Ivan Taufiqurrahman (lahir 1994). Setelah lulus dari jenjang pendidikan terakhir itu Ali Fikri pulang kampung dan mengajar sebagai guru di SMP Khairiyyah Sumobito sejak 1988 hingga 2010. Pada tahun 1988 juga ia menyunting seorang gadis yang bernama Euis Murniati yang lahir di Jakarta pada tahun 1963. 3.Namun sang bapak tidak marah dan hanya bertanya kepadanya dari mana ia semalam keluar rumah. Beberapa kesenian khas Jombang ini cukup melekat menjadi memori tersendiri dalam jejak-jejak perjalanan hidupnya. Pernikahan mereka menghasilkan 4 putra-putri: Raissya Aulia Rahmawati (lahir 1990). 110 . MI (Madrasah Ibtidaiyyah) Khairiyyah Sumobito pada 1967 sampai 1969. Amalia Fitriani (lahir 1992).

22 tahun 1999 dan selanjutnya Undang-undang No.Pada tahun 1990 ia diterima sebagai Pegawai Negeri di Departemen Agama sampai tahun 2000. Pada 24 September 2003 karir politik Ali Fikri menanjak prestisius di mana kala itu posisi beliau terpilih menjadi Wakil Bupati Jombang hingga satu periode penuh sampai tahun 2008 mendampingi Bupati Suyanto. sektor keagamaan. Pengalaman terjun di dunia politik tidak semata-mata bagaimana menjalankan gerak kebijakan yang selanjutkan bagaimana hal tersebut dimanifestasikan pada masyarakat luas sesuai dengan kebutuhan dan prioritas sebagai acuannya. Mereka adalah Nyono Suherli dan Abdul halim Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). M. dan Munjidah Wahab dan Basaruddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Baru pada tahun 1996 beliau dipindahtugaskan di Depag Jombang sampai tahun 2000. Munculnya otonomi daerah dengan diberlakukannya Undang-undang No. Pada tahun 1999 beliau mengundurkan diri dari instansi ini karena masuk sebagai anggota DPRD Jombang sampai tahun 2003. Nyaris semua gajinya habis di tengah perjalanan. Kandidat yang 111 . Otomatis sesuai aturan yang berlaku. Saat itu kandidat dari berbagai partai turut bertaruh dalam Pilkada. Suharto. 32 tahun 2004 terkait kewenangan dan rincian tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pemerintah daerah semakin memacu kiprah dua sosok Jombang ini untuk memajukan Jombang sebagai daerah yang memiliki potensi dalam berbagai aspek baik di bidang pertanian. beliau untuk sementara mengundurkan diri dari jabatannya tersebut tanpa menggandeng kembali Ali Fikri. Perjalanan bertugas yang jauh ini jelas sangat melelahkan dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. penentuan kebijakan pemerintah. Drs. Bupati Suyanto yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencalonkan kembali sebagai Bupati Jombang periode 2008 sampai 2013. Pengalaman dan pemikiran politik selama 5 tahun di komisi A dan komisi C di DPRD Jombang dari Partai PAN juga 5 tahun di Pemda Jombang telah turut membentuk kepribadiannya dan pemikiran-pemikirannya dalam berbagai hal di masa selanjutnya. dan potensi wisata serta peningkatan sumber daya manusianya. namun beliau tetap melakoninya dengan tulus ikhlas dan penuh pengabdian. Pada masa menghangatnya Pilkada di awal 2008. Masa tugasnya sejak 1990 sampai 1996 adalah di Depag Bojonegoro.Si dan Abdul Mujib dari Partai Demokrat (PD).

Jombang. No. Bergerak dan Menggerakkan”. pada bulan Juli. Ali Fikri. 6 November 2010. Gang 7. saat melantik Ali Fikri sebagai Bupati Jombang. Kedua. Jombatan. Blok K. tampuk pemerintahan Jombang untuk menggantikan Bupati Suyanto secara otomatis pula dipegang oleh Wakil Bupati. Kemudian. 24.52 Gubernur Jawa Timur. 112 . Ali Fikri pun menjabat sebagai Bupati Jombang terhitung mulai 12 Juni 2008 sampai 23 September 2008. pada Sabtu. Ali Fikri melakukan perubahan APBD sebagai suatu strategi penindaklanjutan anggaran agar terfokus secara tepat guna dan pada sasaran 52 Wawancara dengan Ali Fikri di Jl. Gubernur Suryo.terakhir ini tidak lolos seleksi. dan salah satu tugas yang musti disegerakan adalah pertama bagaimana ia menyukseskan Pilkada 2008 itu di daerah dan secara keseluruhan membantu dengan penuh seluruh agenda puncak Pilkada tersebut dari Provinsi Jawa Timur. pada 12 Juni 2008. di pendopo Kabupaten Jombang Karakter kepemimpinan Ali Fikri bertolak pada satu pegangan prinsip: “Hidup dan Menghidupi. pukul 13:21 WIB. Imam Utomo. Posisi Ali Fikri pada saat itu bisa dibilang cukup krusial dan dilematis sebagai pemimpin tunggal tanpa wakil tidak sebagaimana sebelumnya.

bidang yang dituju. Intinya bagaimana DPRD mampu merealisasikan bahwa rakyat Jombang memiliki hak tahu akan APBD Jombang itu untuk apa saja dan sudah berjalan seperti apa. Publikasi APBD di media tampaknya menjadi penting agar fungsi koreksi publik berjalan dengan baik dan hal itu juga berfungsi untuk meminimalisir praktek korupsi di jajaran birokrat. Problem yang mengkhawatirkan terjadinya korupsi dan praktek “asal menghabiskan anggaran” di akhir tahun perlu dicarikan jalan keluar yang baik.

Ali Fikri bersama istri seusai pelantikan bupati

Karena itu, satu kebijakan yang dibuat Ali Fikri terkait itu, dan dengan melihat Jombang sebagai kota santri beliau merealisasikan penghargaan terhadap para hafidz dan hafidzah se-Jombang untuk diberi insentif sebesar 1 juta per bulan. Tercatat ada 46 hafidz dan hafidzah dari berbagai kecamatan yang memeroleh tunjangan tersebut. Menurutnya, aset generasi muda Muslim yang selama ini tak begitu diperhitungkan ini sejatinya mereka di masyarakat memiliki kontribusi yang luar biasa dalam pembentukan karakter bangsa yang agamis dan bermartabat. Penajaman fungsi dan potensi agar mereka punya andil besar yang riil di masyarakatnya merupakan tujuan utama. Kebijakan ini berjalan mulai pada Juli sampai September 2008. Setelah itu entah masih diteruskan atau tidak.

113

Pembahasan dalam perda terkait sisa anggaran tersebut benar-benar jadi pertimbangan penting bagi Ali Fikri. Contoh lain adalah bagaimana kabag sosial Pemda Jombang memantau dan mengoreksi kinerja bagian prasarana jalan dan bagian pengairan yang mana masing-masing anggarannya sebesar 50 Milliar itu. Maka peran Ali Fikri di sini terlihat meski tak begitu terketahui banyak pihak. Dalam hal penangangan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik daerah di Jombang tidaklah lepas dari peran progresif dan kinerja bagian pengairan Pemda. Banjir yang sering terjadi berpusat di aliran Kali Gunting yang menampung arus air hujan dari Wonosalam, Bareng, dan Mojoagung, yang dampaknya sangat terasa sampai ke Kecamatan Sumobito. Ali Fikri lalu bergerak dan terjun ke lapangan bersama bagian pengairan menuju DAM A. Yani di Sido Kampir dan DAM Balong Sono. Di sini diketahui bagaimana pengaturan waktu dan situasi hujan dengan ketepatan membuka saluran 2 DAM tersebut secara efisien dan kondisional.

Ali Fikri saat diwawancarai pada 22 April 2010 di Jl. Gubernur Suryo, Gang 7, Blok K, No. 24, Jombatan

Dalam tindakan pemberdayaan dan penyantunan kaum miskin, di mana program PKH (Program Kelurga Harapan) dari pusat diturunkan ke tiap kabupaten. PKH, menurut Inswiardi (seorang pendamping PKH di Kecamatan Wonosalam), adalah sebuah program perlindungan sosial kepada RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) agar bisa dengan mudah mengakses layanan kesehatan den pendidikan. Program ini diluncurkan tahun 2007, di bawah kendali Direktorat Jendral Bantuan dan Jaminan Sosial dari Kementerian Sosial.
114

Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, PKH baru terealisir pada 17 kecamatan. Program ini, pada saat kepemimpinan Ali Fikri, terlihat tampak semrawut dan menyulitkan pihak penerima yang harus mengantri panjang di kantor pos-kantor pos dan juga karena tidak semua warga mampu menjangkau jaraknya, terutama yang benar-benar tidak punya kendaraan dan mereka sebagian telah berusia lanjut. Warga miskin yang sudah tercatat sebagai penerima santunan sebesar 300 ribu di 21 kecamatan, dan dibagikan per tiga bulan itu, diselesaikan Ali Fikri dalam waktu 3 hari dengan cara beliau mengintruksikan bagian Pemda dan kantor pos untuk terjun langsung ke setiap kecamatan dan membagikan santunan tersebut. Terobosan ini terbilang sangat menggembirakan wong cilik dan tidak membebani dan meribetkan mereka. Inilah ikhtiar greget Ali Fikri untuk memulyakan kaum miskin. Dalam arti lain, peran orang miskin itu nyata tapi seringkali tak dirasakan oleh orang lain. Ketika Jombang untuk kesekian kali mendapatkan penghargaan Adipura, yang salah satu fokus utamanya dinilai dari kebersihan kotanya, maka peran Pasukan Kuning yang gajinya cuma 200 ribu sebulan, sangat berperan aktif dalam menciptakan Jombang sebagai kota yang bersih, beriman, indah dan nyaman itu. Karena itu, meski Ali Fikri merupakan Bupati Jombang yang paling pendek masa jabatannya, beliau dalam kepemimpinannya menerapkan “Manajemen Syukur” untuk menghargai kerja orang lain terutama bagi mereka hidupnya sangat-sangat kekurangan. Pegawai pemerintah setidaknya bersyukur dengan kemapanan hidup yang telah diperolehnya dengan cara mensyukuri dan menghargai kerja orang bawahan mereka. Ali Fikri memang melaksanakan dan melanjutkan program sebelumnya semasa dengan Bupati Suyanto. Namun beliau juga punya wewenang kala menggantikannya untuk melaksanakan tugas-tugas yang diembannya agar dapat “lebih” bermakna. Di antaranya ia memosisikan diri sebagai penggerak untuk mengubah pola pikir birokrat. Yakni pola pikir bekerja yang benar dan menjalankan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati. Bahwa menjadi PNS adalah berkah yang didambakan banyak orang, tapi sesungguhnya tidaklah untuk kepentingan diri sendiri. Ada orang lain yang harus dibantu, diayomi, dan dipermudah urusan-urusannya di birokrasi pemerintahan.

115

sama bayarannya. Seolah kebijakan yang dianggapnya sudah benar dan beranjak dari kenyataan dan kebutuhan masyarakat telah cukup untuk menentukan langkah-langkah yang bersifat instruktif dan menjadi keputusan pemerintah yang tidak bisa diganggu-gugat. “Sabdo pandito ratu” istilah Jawanya. menurutnya. memang “nggegirisi” (menakutkan dan genting).” Hal yang tak tergantikan dan teramat istimewa bagi Ali Fikri selama kurang lebih 4 bulan menjabat sebagai Bupati Jombang adalah alangkah menjadi pemimpin di negeri ini ibarat menjadi seorang raja. Efek dan dampak dari sebuah kebijakan tanpa pemikiran yang mendalam dan musyawarah justru akan membuat segala kebijakan yang dijalankan tidak berguna atau terbengkalai. Sehingga beliau di jajaran pegawai dalam suatu acara pertemuan kedinasan sering beranekdot semacam ini: “Kenapa banyak orang royokan (berebut) jadi PNS?” Dan semua pegawai tak satu pun yang memberi jawaban. “Karena antara PNS yang goblok dengan PNS yang pinter yang segolongan. Artinya semua keinginan dan perintah pimpinan akan dilaksanakan bawahannya tanpa pikir panjang.Ketika rasa “syukur” itu terpatri dalam sanubari. Kerja sama dalam bentuk ikatan bisnis yang bersifat struktural-birokratis memang hal yang lazim yang tidak sepi dari praktek suap menyuap dan korupsi. Di sisi lain. mental ABS (Asal Bapak Senang) atau oknum pegawai atau orang di luar birokrasi yang mempunyai hubungan erat dengan pimpinan seringkali melakukan tindakan tidak etis atau menjilat ketika mereka mengajukan kerja sama (proposal) untuk pembangunan “ini” atau “itu”. Kekuasaan pemimpin yang demikian. maka mereka akan bekerja dengan baik dan langsung terasakan manfaatnya. 116 . Dan hal demikian menjadi tantangan besar bagi setiap pemimpin untuk mereformasi sistem birokrasi yang ada agar tercipta suatu pemerintahan yang bersih sehingga roda pembangunan untuk menyejahterakan rakyat tercapai dengan gemilang. sementara dana rakyat sudah digunakan untuk itu.

2. yaitu mengandung makna penyempurnaan struktur kelembagaan pemerintah daerah yang dititikberatkan pada proses penataan struktur organisasi agar dapat menjalankan fungsi-fungsi yang diamanatkan peraturan perundang-undangan dalam rangka mewujudkan pemerintahan daerah yang profesional. pemerintahan daerah dan swasta agar pembangunan di Kabupaten Jombang mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang berkompetensi tinggi dan mempunyai keunggulan kompetitif. Secara lokal-historis. yaitu dengan mengupayakan partisipasi seluruh komponen masyarakat. Visi yang dicanangkan dalam pemerintahan itu adalah: 1. 3. Kabupaten Jombang memiliki karakter khusus baik secara sosiologis maupun geografis. para Bupati Jombang tentunya akan memerhatikan dan membuat catatan tersendiri sebagai pertimbangan dalam menentukan roda pembangunan di segala bidang. yaitu mengembangkan daerah dengan memperkuat perekonomian daerah yang berbasis pada kekuatan sektor pertanian dan produk 117 . efektif. berkompetensi tinggi serta tanggap terhadap tugas pokok dan fungsinya dalam pelayanan publik. Membangun struktur perekonomian yang kokoh dengan berbasis keunggulan kompetitif di bidang agribisnis. Mewujudkan pemerintahan yang baik. Agamis dan Berdaya Saing serta Berbasis Agribisnis”. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat. mempunyai integritas dan jati diri masyarakat santri yang dipandu oleh nilai-nilai luhur budaya dan agama. Maka dari itu.BAB III PENUTUP Tidak disangkal bahwa peran pemimpin daerah dalam hal ini seorang bupati merupakan tonggak penting untuk mengukur dan menilai sejauh mana sumbangsih dan kiprah kepemimpinannya dapat berjalan sesuai yang diharapkan warganya serta bagaimana memanifestasikan janji sumpah bhakti seorang kepala daerah. Dua hal pokok inilah yang dijadikan salah satu pijakan pemikiran dalam pembangunan di Kabupaten Jombang yang selaras dengan tujuan mendasar pemerintahan Jombang untuk merealisasikan: “Terwujudnya Masyarakat Jombang Yang Sejahtera. Harapan itu tentunya tercermin pada tiap masa jabatan bupati yang secara periodik berlangsung dan dijalankan selama 5 tahun.

penyelewengan. atau kebijakan yang tidak pro rakyat misalnya. adalah hal yang wajar karena mereka juga sebagaimana manusia biasa yang tidak luput dari hal-hal yang demikian. kekurangan. Tentu warga Jombang patut berterima kasih dan bersyukur sembari menilik kembali sejauh mana kontribusi dan pengabdian mereka sehingga di masa mendatang dapat dijadikan bahan pengetahuan dan wawasan untuk menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki akan daerahnya dan pula terhadap kemajuan bangsa Indonesia secara luas. 4.53 Dengan demikian. dan pelayanan. serta memantapkan program penanggulangan kemiskinan.go. pandangan serta pemikiran dan tindakan para Bupati Jombang yang telah diuraikan pada Bab II di atas diharapkan mampu memberi khazanah tersendiri sebagai kronik kecil tentang profil kepemimpinan yang dimiliki Jombang dari periode ke periode. 53 http://www. Latar belakang yang beragam dari sosok-sosok Bupati Jombang tersebut dapatlah dijadikan cermin dalam lintasan sejarah kepemimpinan daerah beserta segala problem dan perjuangan yang mereka hadapi dan pertaruhkan. kebobrokan. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. distribusi. mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh. namun bagaimana pertumbuhan yang ada sekaligus dapat dirasakan secara merata hasilnya oleh semua lapisan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan faktor alam dan lingkungan sekitarnya.unggulan daerah menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan produksi. Jika ditemukan ada kekhilafan. yaitu pembangunan yang dilaksanakan tidak semata untuk mengejar pertumbuhan.id/ 118 . menumbuhkan keberpihakan pada ekonomi kerakyatan.jombangkab.

2010. Jejak Langkah dan Pikiran Insan Jombang. Leiden. 2000. Memperingati 1000 Hari H. Modjokerto in de motregen. Parbupora. A. Babad Khadiri. Pesona Wisata Jombang. University Press. Rakyat dan Negara. Nanang PME dkk. Carita Kebokicak. Jombang: Paguyuban Jarahnitra (Sejarah lan Nilai-nilai Tradisional). 2006. Hudan Dardiri dan Kawan-kawannya. Malang. Jakarta. Umar Junus. Belum diterbitkan. 2005. Willem Walraven. 1983. Pujangga. Penerbit Tan Khoen Swie. 1978. Disporabudpar Jombang. Jombang.A. Surabaya. Keluarga Alm. Tanpa tahun dan penerbit. 2010. Heather Sutherland. Fahrudin Nasrulloh. Sejarah Nasional Indonesia VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia. 2008. Kediri. RM Books. 2009. Jakarta. Jakarta. Hudan Dardiri. Ngaidi Wibowo. 1998. Manuskrip. 2010.H. Manusia dalam Kemelut Sejarah. Purwadi. Hudan Dardiri. 2007. Keluarga Alm. Berjuang di Jalan Terjal: Pokok-pokok Pemikiran Imam Supardi. Onghokham. Jakarta. Mitos dan Komunikasi. Taufik Abdullah dkk. Surabaya. Revka Petra Media. Penerbit Sinar Harapan bekerja sama dengan LP3S. Inspirasi Jombang. 2002. Kabupaten Jombang. Silsilah Keluarga Penguasa Jawa Madura: Anak Turun Brawijaya V.A. Memperingati 1000 Hari H. 2008. Hudan Dardiri. Pusaka Sang Empu: Kumpulan Puisi A. Babad Jombang. Lan Fang. Pusara. Indonesia Abad XXI: Di Tengah Kepungan Perubahan Global. PT Kompas Media Nusantara. Universitas PGRI Adi Buana. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. KITLV.H. 119 . 2005. Tanpa nama penerbit. H. Hudan Dardiri. Jakarta. LP3S.Daftar Pustaka Buku Agoes Sofyan Yudhiarma dan Aru Armando. Legenda Gunung Pucangan. PT. Jombang. Isnandar. Belum diterbitkan. 1981.A. Penerbit Sinar Harapan. Malang. Hudan Dardiri. 25 Maret 2010.

com/. diterbitkan oleh Tim Penelitian Khusus Calon Legislatif Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur 1997. Jombang. 10 November 1976.60/e_info/main/sejarah.com/sejarahjombang/.A.A. ----- Riwayat pekerjaan yang diperinci. Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang tentang Identitas Pribadi Bupati Suyanto. yang ditanda tangani Pemimpin Umum. -.A. http://125. Surat Penetapan yang diterbitkan Jawatan Penerangan Karesidenan Kediri Nomor: 142/D/49.A. Sutomo. ditulis R Soedarsono pada 14 April 1986.http://maziman. 120 .http://hiin.org/wiki/Kabupaten_Jombang. ditulis R Soedarsono pada 14 April 1986. Internet http://id.Majalah Tempo. koleksi Bapak Raden Panji Darmodi selaku cucu R. Sutomo. Soeroadiningrat koleksi Agus Heliyana sebagai buyut menantu R.A. Sanoesi Hardjawinata. 15 Juli 2010. Jln.com/2009/01/sejarah-singkat-kabupaten-jombang. Putusan Menteri Dalam Negeri. Soeroadiningrat bersama istri. Nomor: Des. Riwayat Pendidikan R Soedarsono. Jombang. Dr.facebook.71/II/35. “Wallace di Jombang”.html Dokumen -Penelitian dari tim sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta tahun 2006 berjudul “Penelusuran Hari Jadi Jombang”. harian Surya.wikipedia.A. Edisi Khusus Tempo. Hardjosoemarmo.http://guruit07.Junaedi. Soeroadiningrat.208.blogspot.A Soeroadiningrat di Café Garuda.wordpress. -- Dokumen foto R. Arsip Kantor PARBUPORA Kabupaten Jombang. --- Surat Pernyataan R Soedarsono mengenai Perjuangan dalam Agresi Belanda I dan II. -- Dokumen lukisan reproduksi dari foto bergambar R.Media Massa -.A.164. di Café Garuda. Jln.php. -- Data blangko Clearance-Test Calon Legislatif. 28 Desember 2008. -.Surabaya Post. Dr.

Ia juga bersumbangsih data perihal sosok Pak Hudan. Baskara Utara 14 B. 19. 30 September 2010. 30 Oktober 2010. Malang. Gubernur Suryo. -- Wawancara dengan Noeroel Koesmen di Jl.30 WIB. Raya Langsep No.A. 22 April 2010. 30 Oktober 2010. pada 31 Juli 2010. pada Rabu. Bapak Sonhadji. Soeroadiningrat). 29 September 2010. Gubernur Suryo. Blok K. -- Wawancara dengan Ali Fikri. No. -- Wawancara dengan Endang Sri Ernawati (anak ketiga R Soedarsono) di Jl. Wawancara ini didampingi oleh Nasrul Ilahi (dari kantor Disporabudpar Jombang) dan keponakan Pak Hudan.A. 24 Oktober 2010. -- Wawancara dengan Chairil Harja Hudaya ( keponakan Bupati R. mantan kapten PSID era Bupati R. Blok K.A. pada hari Sabtu. Wersah. Gang 7. Soedirman) pada hari Sabtu. pada Kamis.32 WIB. 121 . di Jombang. No. pada Kamis.A. No. di Jombang. 4 Oktober 2010. 49. 29 September 2010. 24. di Jl. -- Wawancara dengan Ali Fikri di Jl. -- Wawancara dengan Raden Panji Darmodi (cucu R. Malang. Jombatan. -- Wawancara dengan Amidar Nurma Winarti (anak kelima A. 6 November 2010. pada Senin. -- Wawancara dengan Soewoto Adiwibowo. pada Minggu. Mulyosari. pukul 11. Blok K.00 WIB di desa Candi Jombang. Jombang. pada 5 Oktober 2010. Jombang. pukul 10. Soedirman.A. Soeroadiningrat). Iskandar Muda No 12. Jombang. Jombatan. 24. di Jl. pukul 13. Hudan Dardiri).A Soeroadiningrat) dan Raden Panji Darmodi (cucu R. yang tinggal di Perum Candi Indah. di kediamannya di Perumahan Pondok Blimbing Indah Araya Blok B-8 No 8. -- Wawancara dengan Pak Asnan. -- Wawancara dengan Dede Rutana (anak keempat Bupati Tarmin Hariadi) di ruang kerja Bapeda Jombang.Wawancara -- Wawancara dengan Agus (buyut menantu R. pada Sabtu. Gang 7. pada 18 Agustus 2010. -- Wawancara dengan buyut menantu Kanjeng Sepuh Mas Agus Heliana. Jombang. Jombang. pada Rabu. Surabaya.

pukul 11. pukul 12. 13 Desember 2010. pada Selasa.00 WIB. pada tanggal 15 Desember 2010. hari Kamis. -- Wawancara dengan Bapak R. 122 . -- Wawancara dengan Bapak Kistam Mulyono (adik ipar Bupati Ismail) di Perumahan Jombang Permai. pukul 10. -- Wawancara dengan Kak Sukardi. salah satu pembina pramuka di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jombang. pukul 12. 4 Nopember 2010. pukul 10:00 WIB. Surabaya. 9 November 2010. Jombang. -.45 WIB. Soedirman tentang sosok R.00 WIB. Soedirman di rumahnya di Jl. 1 Nopember 2010. pukul 10. Candimulyo. pada 26 September 2010.26 WIB. 13 Desember 2010. Soedirman di rumahnya di Jl. Alpukat No. Dharma Husada Indah. pukul 10. Jl. Jombang. -Wawancara tentang Bupati Affandi dengan Khoirudin (salah satu kerabat Bupati Affandi) di MTS Agus Salim Gudo. -Wawancara tentang Bupati Mustadjab dengan Syahlan Husain (Sekretaris Umum Dewan Kesenian Jatim) di kantor Dewan Kesenian Jawa Timur di Jl. di Desa Plandi.30 WIB.30 WIB.00 WIB. pada Senin.45 WIB. -Wawancara dengan Joko Suparto (eks TRIP) di kediamannya di Kaliwungu Selatan Gg II. 15 November 2010. Hassan Wirjokoesoemo di rumahnya di Jl. II Jombang. pada 11 Desember 2010. pada 13 Desember 2010.18. -- Wawancara dengan Sumrambah. -- Wawancara ihwal Bupati Soebijakto dengan Ibu Su’udiyah R. Dharma Husada Indah Surabaya. pukul 15. pukul 13.Wawancara dengan R.00 WIB.-- Wawancara dengan Bapak Kardjan (usia 70 tahun. adik ipar Bupati Ismail) di Geneng gang II (jalan Madura) pada hari Senin. di Perum Griya Kencana. Wisata Menanggal Surabaya. pukul 12. pukul 10. Dharma Husada Indah Surabaya. -Wawancara ihwal Bupati Istadjab dengan Joko Suparto (eks TRIP) di Kaliwungu Selatan Gg.30 WIB. pada hari Senin.

dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2002) Fakultas Syari’ah. Regenerasi Panggung Muda Cerpen Indonesia (Jurnal Cerpen Indonesia. Loktong (antologi cerpen: CWI. Ratusan Mata di Manamana (Jurnal Cerpen Indonesia. 081578177671.com. 2007). Kontak person. Alumnus Pesantren Denanyar Jombang (1995). Jakarta. Jakarta. Dian Sukarno. dan Majavanjava Cinema Club. kumpulan cerpen Perayaan Kematian Liu Sie (Yayasan TIKAR. FKY Pressplus.Tentang Tim Penulis Fahrudin Nasrulloh. Pesta Penyair: Antologi Puisi Jawa Timur (DKJT dan Pemprov Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur: 2009). Bekerja sebagai editor freelance dan bergiat di komunitas Lembah Pring Jombang. Grasindo. Beberapa karyanya masuk dalam Syekh Bejirum dan Rajah Anjing (Jurnal Cerpen Indonesia. 2006). Kumpulan Cerpen Khas Ranesi (PT. Ia juga penelusur sejarah dan pimpinan sanggar tari Lung Ayu. lahir 16 Agustus 1976 di Jombang. Yogyakarta: 2006). cerpen dan esai di beberapa media. Jurnal Kebudayaan Banyumili Mojokerto. 123 . pesantren Salafiyyah Al-Muhsin Nglaren Yogyakarta (2005). Geger Kiai (Pustaka Pesantren. Buku yang telah terbit Inspirasi Meraih Sukses (Lafal Indonesia. 2008). Kini sedang menyiapkan buku Kronik Ludruk Jombang. Tongue in Your Ear (esai sastra: Festival Kesenian Yogyakarta ke-19. Kontak person: 085648248121. puisi. Jogja 5. Kini ia bekerja sebagai wartawan beritajatim. 2006). Yogyakarta: 2009). Yusuf Wibisono. kumpulan esai Jejak Langkah dan Pikiran Insan Jombang (Disporabudpar Jombang: 2010). Pangkalpinang: 2009). Ia adalah penulis buku dan artikel senibudaya yang produktif. Yogyakarta: 2007). 2010). 2007). lahir pada 1 Agustus 1972 di Jombang. Menulis sejumlah buku. Salah satu bukunya yang sudah terbit adalah Cerita Rakyat Jombangan (Disporabudpar Jombang: 2008). Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tajungpinang. Yayasan AKAR: 2006). Yayasan AKAR Indonesia: 2009). kumpulan cerpen Jalan Menikung ke Bukit Timah (Temu Sastrawan Indonesia II. Email: surabawuk@gmail. di Sengon.com.9 Skala Richter (antologi puisi: Bentang. Bekerja sebagai wartawan radio El-Shinta cabang Jombang. Syaikh Branjang Abang (Pustaka Pesantren. kumpulan cerpen Festival Bulan Purnama Majapahit (Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto: 2010). Yogyakarta: 2009). kumpulan cerpen Ujung Laut Pulau Marwah (Temu Sastrawan Indonesia III. jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum. Jombang. Kontak person: 081654978821. lahir di Jombang pada 9 Desember 1977. Tim Pelestarian dan Perlindungan Seni-Budaya Jombang.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->