BIOGRAFI

PARA BUPATI JOMBANG

Oleh: Fahrudin Nasrulloh Dian Sukarno Yusuf Wibisono

DITERBITKAN OLEH:

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2010

BIOGRAFI PARA BUPATI JOMBANG Pemerintah Kabupaten Jombang Cetakan pertama, Desember 2010 Biografi Para Bupati Jombang © Pemerintah Kabupaten Jombang, 2010 Penyunting : Fahrudin Nasrulloh Pemeriksa aksara : Jabbar Abdullah Perbaikan akhir : Abdul Wahab Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Fahrudin Nasrulloh, Dian Sukarno, Yusuf Wibisono Biografi Para Bupati Jombang Cet. 1. -- Jombang: Pemerintah Kabupaten Jombang, 2010 150 hlm.; 21 cm ISBN:

2

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................... IDENTITAS BUKU ............................................................................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................... PENGANTAR PENULIS ....................................................................................... BAB I SEJARAH SINGKAT KABUPATEN JOMBANG ................................ BAB II BIOGRAFI PARA BUPATI JOMBANG ............................................... Profil R.A.A. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930) ................ Profil R.A.A. Setjoadiningrat (Masa Bhakti 1930 – 1946) ............... Profil Bupati R. Boediman Rahardjo (Masa Bhakti 1946-1949) ..... Profil R. Moestadjab Soemowidagdo (Masa Bhakti 1949-1950) ..... Profil R. Istadjab Tjokrokoesoemo (Masa Bhakti 1950-1956) ......... Profil Bupati M. Soebijakto (Masa Bhakti 1956-1958) .................... Profil Bupati R. Soedarsono (Masa Bhakti 1958-1962) ................... Profil Bupati R. Hassan Wirjoekoesoemo (Masa Bhakti 19621966) ................................................................................................. 9. Profil Bupati Ismail (Masa Bhakti 1966-1973) ................................. 10. Profil Bupati R. Soedirman (Masa Bhakti 1973-1979) ..................... 11. Profil Achmad Hudan Dardiri (Masa Bhakti 1979-1983) ................ 12. Profil Bupati Noeroel Koesmen (Masa Bhakti 1983-1988) .............. 13. Profil Bupati Tarmin Hariadi (Masa Bhakti 1988-1993) .................. 14. Profil Bupati Soewoto Adiwibowo (Masa Bhakti 1993-1998) ......... 15. Profil Bupati Drs.H. Affandi, M.Si (Masa Bhakti 1998-2003) ......... 16. Profil Bupati Drs. H. Suyanto (Masa Bhakti 2003 – 2008) .............. 17. Profil Bupati Drs. H. Ali Fikri (Masa Bhakti 2008-2008) ................ BAB III PENUTUP ............................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. TENTANG PENULIS ............................................................................................ 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1 2 3 4 8 17 17 25 29 31 33 35 37 43 45 49 57 76 83 86 95 98 107 117 119 123

3

yang dalam arti lain bisa bermakna semacam ”biografi kecil”. atau evaluasi bagi siapa saja. kaca benggala. Untuk itu. Konsekuensi intelektual dari penulisan biografi memang berat dan kompleks. Perlu disampaikan. tolok ukur. Biografi para Bupati Jombang dalam buku ini dimulai dari masa Bupati R. dan senantiasa mampu memunculkan harapan-harapan baru yang konstruktif demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang.A. H.PENGANTAR PENULIS Sebagai salah satu upaya dalam rangka memajukan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia di setiap wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Dan dalam buku ini belumlah memenuhi maksud tersebut. dan kelak. penggunaan kata ”biografi” dalam judul di atas dimaksudkan sebagai harapan bahwa di kemudian waktu tiap sosok Bupati Jombang dapat dituliskan kembali secara lebih lengkap. khususnya bagi masyarakat Jombang. profil bupati yang telah memimpin dan mewarnai kesejarahan Jombang terasa menjadi penting dituliskan untuk dijadikan teladan. ramah. Ali Fikri (Masa Bhakti 2008-2008). Masa Bupati Suyanto yang menjabat kembali sebagai Bupati Jombang dari 2009 sampai dengan 2013 akan dibukukan tersendiri secara khusus. beriman. Sebagai sebuah cermin kesejarahan baik di masa lalu. Kabupaten Jombang merupakan wilayah yang cukup siknifikan dengan berbagai sumber daya manusianya dan potensi agrarisnya untuk diperhitungkan di masa mendatang. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930) sampai Bupati Drs. dan menyeluruh. sehingga mempunyai fungsi dan edukasi bagi warganya secara luas. Karena itu.A. kini. mendetail. Kiranya bakal berharga jika kehadiran buku Biografi Para Bupati Jombang ini mampu memenuhi sebagian dari kebutuhan literasi dalam konteks historis yang paling elementer bagi masyarakat Jombang untuk kemudian dijadikan acuan dalam banyak hal terkait. kami menggunakan kata ”profil” di tiap sosok Bupati di sini. Kesejarahan yang bersifat historis-komunal tersebut tidak lepas dari peran warga Jombang dalam berpartisipasi serta turut berproses dalam pembangunan dan pembentukan citra Kabupaten Jombang sebagai kota santri yang memiliki karakter egaliter. Kompleksitas ini muncul ketika teks telah berhadapan dengan pembaca. kiranya penting kami sodorkan semacam ilustrasi ikhwal problema penulisan biografi dari sejarawan Taufik Abdullah ini: 4 .

Memang butuh bertahun-tahun. Kemungkinan munculnya kemarahan. Jakarta. Dan. mungkin. ia akan terbuai pada hagiografi di mana biografi telah menjadi riwayat para ”orang suci”. Sebagai penutup. politis dalam penulisan. seperti yang sering terjadi. Hlm. justru sebaliknya. Dari 17 sosok bupati dalam buku ini.Terkabarlah bahwa seorang penulis biografi muda usia mendatangi pembimbingnya. Lahirnya diketahui. Tak salah. sebab istri si tokoh masih hidup. Demi semua tujuan yang diacu dalam penulisan buku ini di atas. Penghargaan yang sadar terhadap masalah ini sering berarti telah lebih dulu menempatkan tokohnya dalam konteks sejarah yang kosmis sifatnya. berarti ia sesungguhnya telah menentukan pilihan ideologisnya. 5 . ”Manusia dalam Sejarah: Sebuah Pengantar”. Kedudukan yang pernah dijabat ditelusuri. Kemungkinan kedua ialah terlibatnya pada hal-hal yang bersifat spekulatif-filosofis. demi kejujurannya terhadap sasaran yang dipelajarinya. Tetapi jika tidak. tidak mengabaikan tanggung jawab. (LP3S. Dan seterusnya. dalam Manusia dalam Kemelut Sejarah. setidaknya yang diusahakannya. memberi teladan. Secara jujur. Dengan tenang si pembimbing memberi jawaban: ”Bunuh istrinya!” Akhir ceritanya? Si penulis muda tentu tidak membunuh istri dari tokoh yang diselidikinya secara fisik. barulah salah satu masalah saja. Ini baru menyangkut soal yuridis dan. jika yang diinginkan adalah sebuah biografi lengkap. Tempat dan tingkat pendidikannya dicantumkan. sebelum menelitinya. Kinerja pemimpin haruslah diemban dengan sungguh-sungguh. 1978). kejengkelan atau. Dan kiranya apa yang kita sebut sebagai ”data”. Tak mungkin rasanya ia menulis biografi dari seorang tokoh dengan sejujurnya. kami sodorkan kembali tulisan 1 Taufik Abdullah. yang mungkin sepekerjaan.1 Ada rasa genting sekaligus pelik jika penulisan biografi kecil ini mengacu pada paparan akademis Taufik Abdullah di atas. Ini barulah salah satu aspek sampingan dari problema yang dihadapi dalam penulisan biografi. Tetapi.1-2. kita berharap besar dalam setiap periode pemilihan bupati akan mempunyai pemimpin yang mampu menjadi pengayom. Ia – si peneliti. dan memakmurkan mereka. Orang tuanya dikenal. jika itu yang dikehendakinya – bisa merasa puas dengan data dasar mengenai tokohnya. Ia telah lebih dulu menentukan sikap. hampir 10-an lebih yang sudah meninggal dan sama sekali belum tertelusuri data pribadinya secara akurat. Dengan keterlibatannya dalam kehidupan tokohnya ia biasanya telah beranggapan bahwa peranan tokohnya dominan. Ia mencoba ”membunuhnya” sebagai faktor yang akan mempengaruhi tulisannya. Membunuh. dalam konteks lapangan riset yang kami hadapi. Ia merasa gelisah dan kecewa. dan tidak pula demi kepentingan diri sendiri. Menjadikan biografi sebagai sasaran penelitian dan penulisan kadang-kadang dapat membawa orang pada dua kemungkinan yang bertolak belakang. Apa yang didapatkannya merupakan bahan yang akan sangat berharga bagi studi sosiologis-historis tentang kelompok sosial dari tokoh-tokoh itu. Begitulah. sestatus atau sedaerah. Bagaimana mungkin. Tentu dengan batasan-batasan tertentu. bukankah lebih baik jika ia tidak berhenti pada satu orang saja? Akan lebih baik lagi dilanjutkan dengan catatan tentang tokoh-tokoh lain. rasa tersinggung keluarga dan teman dekat mereka yang diteliti. bukan manusia biasa. jika ini yang dilakukan. Tentu masalahnya tidak semudah itu. tak pernah habis dan selalu ada yang baru. dengan yang pertama.

bertugas. bagi politik populis adalah kemampuannya menyelesaikan masalah ekonomi-politik yang begitu mengancam. dibandingkan dengan mengerjakan janji substantif. serta mampu berfikir. rekanmu. selalu mendapatkan petunjuk. Politik populis demikian merupakan bagian dari dinamika perpolitikan Indonesia kontemporer yang harus disikapi secara terbuka dan kritis. menurut Daniel Dhakidae.salah seorang Bupati Jombang yang terpahat di ruang tamu lantai satu bagian luar dari ruang Sekda. 23 Agustus 2005 Bupati Kepala Daerah Tingkat II Jombang ttd H. karena tindakanmu yang tidak terpuji. bersikap dan berbuat yang terbaik. Selamat bertugas. Oleh karena itu. dengan dilandasi rasa iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini menjadi tantangan bersama. inhaltliche Versprechungen 6 . Kini. sebagai cerminan bagaimana seorang pemimpin dan pegawai negara berwatak. terutama bagi seorang pemimpin. Jombang. kebanggaan dan kesetiaan kepada Korpri. Fenomena terkini tentang pemilihan kepala daerah dalam kontes Pilkada terkesan seolah hanya permainan politik dan intrik yang mengumbar janji-janji kesejahteraan semata. sementara ketika seseorang telah terpilih dengan segala kharisma yang dimilikinya ataupun yang dibuat-buat tentu dihadapkan dengan tanggung jawab untuk merealisasikan program-programnya secara baik dan benar. Soewoto Adiwibowo Tandasan Bupati Soewoto mengisyaratkan betapa urgennya seorang pemimpin (atau pegawai negara) dalam konteks peran elite politik agar dapat dijadikan pegangan dan kepercayaan dalam merumuskan kebijakan pemerintah demi hajat hidup orang banyak. bimbingan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa. keluargamu dan dirimu sendiri. Jenis politik seperti ini lebih mengandalkan kemegahan dalam janji-janji resmi. dan berpikiran ke depan: Gedung ini dibangun untuk meningkatkan fasilitas kerja bagi para karyawan/karyawati Pemerintah Daerah Tingkat II Jombang. agar menjadi kekuatan yang kokoh dan tegar. Jangan kecewakan pimpinanmu. formale Versprechen. pertanyaan paling utama. Politik populis sering gagal mengembangkan manajemen politik yang efisien dan efektif. Bina terus kebersamaan. dalam rangka upaya meningkatkan kemampuan serta keterampilan melaksanakan tugas pokok yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan di segala bidang kehidupan. berkarya dan beramal!! Semoga dalam menjalankan tugas dan pengabdian kita. kepada kita semua dituntut untuk mau dan mampu bekerja dengan sungguhsungguh. tepat sasaran dan tidak diselewengkan.

Karena itu.2 Akhirnya. Tak terlupa pula kami sampaikan beribu terima kasih kepada semua narasumber dan sejumlah informan yang turut membantu penggalian data sehingga penerbitan buku ini dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. (PT Kompas Media Nusantara. ”Populisme. Jakarta. Pada saatnya irasionalisme politik kharismatik yang menjadi inti politik populis harus berpasangan dengan politik rasional dalam suatu manajemen ekonomipolitik yang lebih berarti. dan Masa Depan Politik Indonesia”. bahwa buku Biografi Para Bupati Jombang ini hanyalah sebagian kecil ikhtiar pendokumentasian yang tentunya masih banyak kekurangan dan kemungkinan kealpaan atau ketelodoran merangkai data yang kami susun. Tim Penulis 2 Baca Daniel Dhakidae. dalam Indonesia Abad XXI: Di Tengah Kepungan Perubahan Global. 2000). 64-65. saran dan kritik dari pembaca sangatlah kami harapkan.(Steinert). Hanya dengan itu milenium ketiga menjadi tantangan dan bukan keranjang sampah. 7 . Hlm. tiada ranting yang tak patah. Pemimpin Kharismatik.

Sementara lambang Kabupaten Jombang menyimpan makna filosofis tersendiri. Ijo mewakili kaum santri (agamis). gunung.50 km². Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. kata “Jombang” merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa “ijo” dan “abang”. Luas wilayahnya 1. tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid (Cak Nur). Ada pun arti gambar lambang Kabupaten Jombang terdiri dari beberapa hal.H. Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang. 8 . Wahid Hasyim. dan jumlah penduduknya 1. Hasyim Asy’ari dan K. dalam hitungan statistik tahun 2005.H. Abdurrahman Wahid. dua sungai satu panjang satu pendek. Jombang juga dikenal dengan sebutan “kota santri”.165.720 jiwa. dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis atau kejawen). pahlawan nasional K. serta jalur Malang-Tuban.H. Tambak Beras. Denanyar. serta budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun).159. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Konon. dan berjarak 79 km (1. Pusat Kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah kabupaten. gerbang Mojopahit dan benteng. menara dan bintang sudut lima diatasnya berdiri pada beton lima tingkat. Balai Agung (Pendopo Kabupaten Jombang). di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia K. ibu kota Provinsi Jawa Timur.5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya. karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayah tersebut. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang. dan Rejoso. karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Yogyakarta). Jombang memiliki posisi yang sangat strategis. di dalamnya berisi gambar: padi dan kapas. jalur Surabaya-Tulungagung.BAB I SEJARAH SINGKAT KABUPATEN JOMBANG Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut. Berbentuk perisai.

dinamis dan kritis. juga berarti kecerahan wajah rakyat yang optimis. Mpu Sindok peletak Dinasti Isyana atau Isyana Wangsa di Jawa Timur telah memindahkan ibukota 9 . Gambar Padi dan Kapas: berarti kemakmuran. sepi ing pamrih rame ing gawe. sebagai harapan masyarakat jombang. dinamis dan kritis. khususnya bangsa Indonesia umumnya. Sedang Makna filosofis warna dari symbol Kabupaten Jombang terdiri dari tercermin dalam beberapa jenis warna. segala sesuatu menampakkan keasliannya. Putih: Kesucian. Hijau: Kesuburan. Merah: Keberanian. hal ini menyebabkan masyarakat bermental kuat. Gambar Tangga Beton Lima Tingkat: berarti terus tetap berpegang teguh pada landasan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Warna Hijau dan Merah tua: warna dari perisai berarti perpaduan 2 warna Jo dan Bang (Ijo dan Abang) sama dengan Jombang. sebagian terdiri dari tanah pegunungan. Gambar Bintang Sudut Lima dan Menara: berarti Ketuhanan Yang Maha Esa. Penemuan fosil Homo Mojokertensis di lembah Sungai Brantas menunjukkan bahwa seputaran wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang diduga telah dihuni sejak ribuan tahun yang lalu. kebaktian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Coklat: Warna Tanah Asli. Denanyar. ketenangan. Biru Langit Cerah.Gambar Perisai: Mengandung arti alat untuk melindungi diri dari bahaya. Jombang terkenal di segala penjuru tanah air sebagai tempat yang banyak Pondok Pesantren. Gambar Gerbang Mojopahit: berarti jaman dahulunya Jombang wilayah kerajaan Mojopahit wewengkon krajan sebelah barat. Pondok-pondok tersebut adalah Tebuireng. Gambar Balai Agung: berarti para pejabat daerah dalam membimbing masyarakat bersifat mengayomi seperti tugas balai yang tetap berdiri tegak dan kukuh. Warna Hijau berarti banyak membawa kemakmuran. Kuning: Warna keagungan dan kejayaan. demi persatuan kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia. Tambak Beras dan sebagainya. guna memelihara persatuan/kesatuan rakyat di dalam daerahnya. Warna Putih berarti dalam menjalankan tugas tetap berpegang pada kesucian. Gambar Gunung: berarti Jombang selain terdiri dari daerah rendah. Gambar Dua sungai: berarti Kesuburan Jombang dialiri oleh 2 (dua) sungai yaitu Sungai Brantas dan Sungai Konto yang banyak membawa kemakmuran bagi daerah Jombang. Gambar Benteng: berarti jaman dulunya Jombang merupakan benteng Mojopahit sebelah barat. Rejoso. Pada tahun 929 Masehi menurut berita prasasti Turyyan yang ditemukan secara in situ (masih berada di tempat pertama kali ditemukan).

Prasasti Sendang Made (diperkirakan masa Kerajaan Kediri). sekutu Sriwijaya dari kerajaan Wora-wari (letak kerajaan ini mungkin sekitar Ponorogo) menghancurkan ibukota Kerajaan Mataram Hindu Medang dan menewaskan Raja Dharmawangsa Teguh. Prasasti ini ditemukan di Watu Godek. Saat itu. Jawa Tengah. Airlangga turun tahta dan membagi dua kerajaannya. sang menantu putera Raja Udayana Bali yang ketika itu masih sangat muda. pada tahun 1960. Inspirasi Jombang. Tahun 1019. masa Airlangga (955 Śaka).5 3 4 5 Hasil penelitian dari tim sejarah UGM tahun 2008 berjudul “Penelusuran Hari Jadi Jombang” menyebutkan perihal data Prasasti Turryan (851 Śaka). Belum diketahui siapa yang menulis dalam bahasa ini. 2009. Kemudian pada tahun 937 Masehi menurut berita prasasti Anjuk Ladang. Bukti petilasan sejarah Airlangga ketika menghimpun kekuatan kini dapat dijumpai di Sendang Made.4 Kemudian data etnografi yang menyisir seberapa akurat cerita babad. Lan Fang. Salah satu legenda kawentar dari Jombang adalah cerita Kebokicak. Letak Tamwlang ini diduga di daerah Kecamatan Tembelang. di utara Kota Jombang.3 Tahun 1006 Masehi. Menurut Damais. putra Brawijaya V. berhasil meloloskan diri dari kepungan musuh. PT.kerajaannya ke Tamwlang. Selanjutnya ditemukan lagi Prasasti Poh Rinting (851 Śaka/23 Oktober 929 M). Prasasti Gĕwĕg (855 Śaka/14 Agustus 933 M). lalu ia menuliskannya. Kemudian ia menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Sebelah barat disebut Kadiri (Kediri) dengan ibukotanya yang baru yakni Daha. berukuran 126 x 117 cm. Watugaluh ini diduga sekarang adalah Desa Watugaluh di wilayah Kecamatan Diwek. Malang. penanggalan tersebut dikonversi menjadi 14 Juli 929 M. Damais (1955) membaca prasasti ini dikeluarkan oleh Sri Maharaja Rake Sindok. Jombang. Lokasi ini diinterpretasi sebagai Desa Tembelang. Bila melihat peta perkembangan kekuasan Dinasti Airlangga maka tidak mengherankan bila ketika itu Jombang sudah menjadi lalu lintas yang kerap dilalui. Berisi tentang permohonan bangunan suci di daerah Turryan oleh Dang Atu Pu Sahitya. Terbuat dari batu. Nganjuk. Bali. Surabaya. dan legenda menjadi rujukan penting bagi Hari Kelahiran kota ini. Kecamatan Kudu. Revka Petra Media. Pada tahun 1042 Masehi. Raja Sindok di akhir prasasti menitah-guratkan bahwa ia memulai ibokotanya di Tamwlang. Prasasti Gurit. Airlangga. Kiai Farhan bersama Bayan Darmin berkeinginan menyebarkan 10 . ibukota tersebut dipindah oleh Raja Dharmawangsa Teguh ke Watugaluh. Pada era 1293-1500 Masehi ditandai dengan berkuasanya Majapahit sebagai kerajaan Hindu terakhir di Semenanjung Malaya. Kabupaten Jombang. mitos. Cerita lain menyebut: adalah Kiai Farhan yang pertama kali mendapatkan cerita ini melalui wisik yang diperolehnya dari Lembu Peteng. Semula cerita Kebokicak ditulis dalam bahasa Jawa kuno. Airlangga mendirikan kerajaan baru yang wilayahnya meliputi Jawa Timur. Sedangkan di sebelah timur disebut Janggala dengan ibukotanya yang lama yakni Kahuripan. Kerajaan Majapahit tercatat sebaga salah satu Negara terbesar dalam sejarah Indonesia.

Hingga sekarang banyak dijumpai nama-nama desa atau kecamatan yang diawali dengan prefiks “mojo”. Salah satu peninggalan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng. cerita ini pada khalayak Jombang sebagai cerita yang dibayangkan merupakan asal-usul daerah Jombang. sedang gapura selatan adalah Desa Ngrimbi. karena menjadi pusat perkotaan maka ada konsekuensi yang muncul dalam dinamika kehidupan masyarakat Jombang. 7 Juni 2009 dalam bukunya Jejak Langkah dan Pikiran Insan Jombang (Disporabudpar Jombang: 2010). di mana penyebarannya dari pesisir pantai utara Jawa Timur. Radar Mojokerto. Tambak Beras. Kelenteng Hong San Kiong di Gudo (konon didirikan pada tahun 1700) yang masih berfungsi hingga kini. Jombang. Mojotengah. Mojowarno.6 Ini menjelaskan posisi Jombang sebagai daerah kota raja yang diperhitungkan sejak jaman Kerajaan Majapahit. belum diterbitkan). wilayah yang kini disebut sebagai Kabupaten Jombang merupakan gerbang Majapahit. lewat tradisi ludruklah ia mencoba mensosialisasikannya. Hingga kini--meski meludrukkan cerita Kebokicak wajib dengan selametan dan sesajenan terlebih dahulu--terkadang masih digelar terutama oleh grup Ludruk Duta Karisma pimpinan Ngaidi Wibowo. Juri. Etnis Tionghoa juga berkembang. dan tahun 1972 di Ngembul. Dari Ludruk Massa Baru inilah kisah Kebokicak dipentaskan pada 1968 di Rejoso Pinggir. Sampai sekarang masih ditemukan di sejumlah kawasan di Jombang yang mayoritas penduduknya adalah etnis Tionghoa dan Arab. Sehubungan dengan merosotnya Kerajaan Majapahit. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam. Ia lantas menemui beberapa sutradara Ludruk Massa Baru Jombang. Agama Islam mulai berkembang di kawasan ini. Selain dari Pak Ngaidi. di antaranya Mojoagung. Maka. Seiring dengan surutnya pengaruh Mataram. Kecamatan Jombang. (2008. Babad Jombang. dan Ngaidi Wibowo. Mojojejer. yang kemudian sebagai bagian dari Hindia Belanda. Kesamben. 6 11 . dan sebagainya. Kecamatan Bareng. Dan bukan unsur-unsur dari dalam Pulau Jawa saja tetapi juga meliputi aspek-aspek dari luar Jawa. Baca lebih rinci esai Fahrudin Nasrulloh “Babad Jombang yang Dibayangkan”. kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC pada akhir abad ke-17. Purwadi. Di tahun itupun ia tak punya koneksi penerbit. Syai’in. Mojongapit. Namun dengan cara bagaimana? Lewat tabligh Islam jelas sangatlah riskan. Gapura barat adalah Desa Tunggorono. Baik itu melalu kehidupan agrarisnya maupun melalui peran-peran perguruan-perguruan dan padepokan-padepokan. Sejak jaman dahulu Jombang menjadi wilayah yang terbuka dalam menerima semua unsur perdagangan dan kebudayaan yang masuk dari luar.Pada masa Kerajaan Majapahit. Sebaliknya. sumber cerita ini diserap (Agustus 2006) dari Kiai Hafidz (cicit Kiai Farhan) yang konon pernah ditaskhihkan pula pada Kiai Jamal di Ponpes AlMuhibbin. yakni: Pardi.

Karena siar Agama Islam dilakukan dengan cara yang sangat mentolelir kebudayaan awal. Pun 5 bab khusus berjudul Oosthoeksche reis-impressies (kesan-kesan perjalanan di Jawa Timur). Dalam hal ini. Juga ada beberapa naskah babad lain yang diacukan pada sejumlah kesejarahan kota lain. Pada abad ke-17. Ada tiga bab menarik dalam buku tersebut yang mengulas perihal afdeeling Jombang di zaman Hindia Belanda.Mengingat kekuasaan Majapahit saat itu terbentang dari Sumatra. Inilah yang menjadi dasar historis kenapa kehidupan Jombang sangat majemuk. Bahkan Trowulan (di mana merupakan pusat Kerajaan Majapahit). Tersebutlah karya Willem Walraven (1887-1943) berjudul Modjokerto in de motregen (KITLV. Kalimantan. Bali bahkan sampai ke Phlipina. Panarukan. Kesultanan-kesultanan ini berusaha mendapatkan legitimasi politik atas kekuasan mereka melalui hubungan dengan Kerajaan Majapahit. Dalam ranah bahasan ikhtiar konservasi dan munculnya cerita Kebokicak sebagai salah satu pijakan lahirnya Babad Jombang. Bangkalan. Yang kemudian disusul kesultanan-kesultanan Islam lainnya seperti Demak.7 Memasuki abad ke-14. Kalianget. Kediri. Di bagian barat nusantara muncullah sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Agama Islam. Bahkan termasuk kebudayaan di luar Jawa. seakan membentang menggulirkan pengkajian di medan “ilmu-ilmu sosial” yang penggarapannya bertolak berdasarkan pada prosedur yang dianggap ilmiah. Tampaknya di situ Walraven merekam perjalanan jurnalistiknya menyusuri sejumlah kota di Jawa: Jombang. apa yang berlayapan tanpa terceritakan. pada akhir 2006. Tetapi nampaknya pada waktu itu sudah ada keluarga Kerajaan Majapahit yang beragama Islam. Sementara pedagang-pedagang muslim dan para penyebar Agama Islam mulai memasuki nusantara. Sebagai bandingan. 8 Tahun 1811. Memang pada kitab Nagarakertagama tidak menyebutkan tentang keberadaan Islam. yaitu Kesultanan Malaka. Mojokerto. atau di sanalah penyajian fakta diberlakukan. 1998). dan Muria. didirikanlah Kabupaten Mojokerto. Semenjanjung Malaya. Jombang merupakan salah satu residen di dalam Kabupaten Mojokerto. Batu. Buku berbahasa Belanda ini masih belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia. adalah masuk dalam kawedanan (onderdistrict afdeeling) Jombang. Agama Islam diserap oleh masyarakat. Rembang. di mana meliputi pula wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang. Pasir Putih. Leiden. Dalam tempo singkat. pengaruh Mataram melemah.. Tuban. apabila melihat kesejarahan Kota Kediri. kita bisa mengacu pada semisal Babad Khadiri yang diterbitkan Penerbit Tan Khoen Swie. membabarkan 12 . pengaruh Majapahit berangsur-angsur melemah karena kerap terjadi perang saudara. kalimat Barthes tersebut. Maka ketika kekuasaan Kerajaan Majapahit runtuh. Ibid.. Pajang dan Mataram. Jombang menjadi bagian Kerajaan Mataram Islam. ibid. Kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang bagian dari VOC yang kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda.9 7 8 9 Lan Fang.

H. mengungguli wilayah Kediri dan Madiun 2. seperti K. Wachid Hasyim (salah satu anggota BPUPKI termuda.D. Undang-undang Nomor 12 Tahun 10 “kegelisahan kreatif” bahwa cikal-bakal yang terdapat dalam tradisi tutur suatu masyarakat layak dituliskan. Petronella-Hospitaal Jogjakarta.A. Jombang menduduki basis terbesar di wilayah karesidenan Surabaya dengan jumlah jemaat mencapai 4.Sekitar tahun 1900 penyebaran Agama Kristen yang dilakukan pendeta-pendeta dari Belanda dan daratan Eropa telah mendorong percepatan jumlah pengikut Agama Kristen. serta Menteri Agama RI pertama). Beberapa putera Jombang merupakan tokoh perintis kemerdekaan Indonesia. J.085 penganut. Soeroadiningrat hingga Suyanto Masa pergerakan nasional. Babad Zending Ing Tanah Djawi.528 jiwa. Daftar nama Bupati Jombang mulai R. serta Swaru (Pasuruhan) sekitar 1.H.A.956 umat Kristiani. 13 . Hasyim Asy'ari (salah satu pendiri NU dan pernah menjabat sebagai ketua Masyumi) dan K. Wolterbeek.10 Ini sekaligus membuktikan betapa warga di wilayah Kabupaten Jombang sangat pluralis dan menjunjung tinggi toleransi dalam kebhinekaan. Daerah Mojowarno. wilayah Kabupaten Jombang memiliki peran penting dalam menentang kolonialisme. khususnya di wilayah Jawa Timur.

harian Surya. Jadi ini bisa menjadi titik acuan Wonosalam manakah yang ditapaki Wallace pada tahun 1861 itu. namun secara geografis lebih dekat dengan Wonosalam. Mungkin praduga Wallace tidak salah. naturalis asal Inggris yang memformulasikan Teori Evolusi dan terkenal akan Garis Wallace. “Wallace di Jombang”. Wonosalam yang ada di Jombang ini berada di kaki Gunung Anjasmoro. —merupakan salah satu buku perjalanan ilmiah terbaik pada abad ke-19—. Dalam kisah perjalanannya. pada saat itu belum mempunyai nama atau kalaupun sudah mempunyai nama. Japanan. Di dalam Java a Traveler’s Anthology disebutkan bahwa Wallace mengunjungi kebun kopi di Wonosalam di kaki Gunung Arjuna dan mengumpulkan spesimen burung merak di Wonosalam. tetapi kurang dikenal dan masih menjadi bagian dari Gunung Arjuna yang memang letaknya berada dalam satu gugusan. Setidaknya ada tiga kawasan yang tercatat dalam berbagai literatur yaitu Wonosalam. Letak geografis tiga kawasan ini berada di sisi timur Kabupaten Jombang memanjang ke selatan dengan jarak jika ditarik garis lurus kurang lebih 15 km. ketika menuju Wonosalam ia melihat hutan yang sangat indah dan melewati bangunan Candi Arimbi yang juga sangat menakjubkan yang dia anggap sebagai pusara seorang raja.11 Alfred Russel Wallace (1823-1913). 14 . 15 Juli 2010. Di dalam catatan ini Wallace menulis “Wonosalam” dengan ejaan “Wonosalem” dan terletak di kaki Gunung Arjuna. seperti disebutkan dalam The Malay Archipelago. Desa Pulosari. karena 11 12 Dihimpun dari berbagai sumber: di antaranya: http://id. Tiga titik kawasan ini juga tak jauh dari Trowulan. Kecamatan Bareng. Apalagi dalam perjalanannya ke Wonosalam.12 Jadi mungkinkah ada nama Wonosalam lain di kaki Gunung Arjuna? Sejauh ini tampaknya bisa diduga bahwa tidak ada Wonosalam selain yang di Jombang. yang diyakini menjadi salah satu pusat kejayaan Kerajaan Majapahit. Padahal. Ada kemungkinan gunung yang saat ini dinamakan Gunung Anjasmoro. dan Mojoagung.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jombang. pernah mengunjungi dan bermalam di Jombang ketika mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia. Junaedi.1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur mengukuhkan Jombang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Wallace sempat singgah di Candi Arimbi yang letaknya di Dusun Ngrimbi.

Apalagi kawasan Mojowarno. 13 Tanggal 20 Maret 1881. dalam kisahnya yang lain di Wonosalam. selain cengkih dan kakao serta berbagai jenis durian utamanya durian bido. juga mengunjungi kebun-kebun kopi. Hanya saja. utamanya burung merak. Perkebunan dicetak terutama di kawasan tinggi di lereng Gunung Anjasmoro. termasuk peninggalan Pabrik Gula Tjoekir di barat Mojowarno. pada abad 18 merupakan pusat kebudayaan kolonial Belanda. Sendang Made. yang tentu saja segala kebijakan kolonial akan “terpancar” ke sekitarnya. Dan sampai sekarang. 15 . 2005). kopi tetap menjadi salah satu komoditas perkebunan utama petani di Wonosalam. Eksotisme Jombang selain yang terlukiskan dalam kunjungan Alfred Wallace di atas. Kedung Cinet. Selain itu. perusahaan-perusahaan kolonial Belanda mulai menata dan membangun kembali perkebunan kopi di Wonosalam dengan sistem sewa lahan dengan “merayu” dan “memelihara” kalangan elite penguasa lokal. yaitu pada masa Gubernur Jenderal Johannes van Den Bosch berkuasa pada pertengahan abad ke-18. 13 Nanang PME dkk. berbagai macam obyek wisata di Jombang juga tak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Sumber Penganten. Wallace selain mengumpulkan berbagai jenis spisemen ayam hutan dan berbagai burung. (Parbupora. mulai dari Dusun Segunung (Desa Carangwulung) hingga berderet ke selatan sampai Dusun Sumberjahe dan Sumberarum (Desa Sambirejo). Seperti Goa Sigolo-golo. Entah bagaimana keadaan kebun-kebun kopi di Wonosalam ketika itu.menurut berbagai kisah. dan lain-lain. kawasan barat daya dan berdekatan dengan Wonosalam. Kemungkinan kebun-kebun kopi dibangun bersamaan dengan kebijakan tanam paksa. Kabupaten Jombang. Bangunan ini bertahan hingga awal tahun 2000-an sebelum diruntuhkan oleh pemilik tanah saat ini. Bahkan. di Dusun Segunung sejak awal 1920-an sudah dibangun pabrik pengolah kopi. Air Terjun Tretes. Goa Sriti. Jombang secara resmi memperoleh status kabupaten. Sumber Boto. Pesona Wisata Jombang. sekitar 40 tahun semenjak kedatangan Wallace atau sekitar awal tahun 1900-an. Jejak peradaban kolonial Belanda di Mojowarno hingga saat ini pun masih terlihat dengan peninggalan bangunanbangunan rumah tua dan gereja-gereja. Candi Arimbi dibangun sebagai tempat perabuan Tribhuwanatunggadewi yang merupakan penjelmaan dari Dewi Parwati.

16 . Akan tetapi Kabupaten Jombang ini baru pada tahun 1920 mempunyai seorang Bupati yaitu Raden Adipati Arya Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang pertama. Kabupaten Jombang diteruskan dan dijalankan dengan gemilang beserta segala persoalannya oleh Bupati Suyanto.dengan memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto. Hingga sampai dengan periode 20092013.

yaitu kontrol afdeeling Jombang. 2008. 1855-1884).16 Menurut silsilah.A. Soeroadiningrat IV (Regent Sedayu. Silsilah Keluarga Penguasa Jawa Madura Anak Turun Brawijaya V. Kemudian pada tahun 1881 Jombang dipisahkan menjadi afdeeling tersendiri. 17 . Penelusuran Hari Jadi Jombang.A. Sebagai daerah afdeeling baru Jombang dibagi menjadi dua kontrol afdeeling.A.A. Kontrol afdeeling kedua terletak di Mojoagung yang membawahi distrik Mojoagung dan Ngoro. Heather Sutherland. Sebelum masa kepemimpinan beliau.A. dalam silsilah disebutkan R. 1816-1855).A Soeroadiningrat merupakan keturunan ke-15 dari Prabu Brawijaya V. meliputi distrik Jombang dan Ploso.A.A. Soeroadiningrat IV merupakan keturunan langsung Raden Museng atau R.A. Namun sebelum masuk di bawah afdeeling Surabaya terlebih dahulu Jombang menjadi bagian afdeeling Mojokerto wilayah paling barat. R.A.A.BAB II BIOGRAFI PARA BUPATI JOMBANG 1. Sekitar tahun 1910 afdeeling resmi dipisahkan dan menjadi sebuah kabupaten baru dengan cakupan luas sekitar 920 km persegi. Soeroadiningrat IV yang berada di Sedayu. 14 15 16 Menurut versi keluarga sebutan Kanjeng Jimat diperuntukkan R.A. Soeroadiningrat. Soeroadiningrat (Masa Bhakti 1910-1930) Kanjeng Sepuh atau Kanjeng Jimat adalah panggilan kesayangan warga Jombang untuk Bupati Jombang pertama yakni Raden Adipati Arya Soeroadiningrat atau R. Profil R.15 R. Soeroadiningrat V (Bupati Jombang I) adalah putera dari R.A. Soeroadiningrat.A. Jombang merupakan daerah afdeeling Karesidenan Surabaya dengan pusat pemerintahan Jombang.A. Tanpa penerbit.A. Soeroadiningrat III (Regent Sedayu.14 Beliau menjabat sebagai Bupati Jombang sejak 1910 hingga 1930.. diterbitkan oleh Kantor Parbupora Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Secara geografis Jombang terletak pada titik ketinggian 40 meter di atas permukaan air laut.A. Raja terakhir Majapahit. R.A. Gresik.

Raden Kara putra Raden Pratanu (Pangeran Lemahluhur/Lemahduwur.A.Raden Museng adalah keturunan dari Raden Anom dan Raden Ayu Suradilaga (Patih Panembahan Madura). 15311592). Ki Demung putra Nyi Ageng Buda. Beliau merupakan putera dari salah satu selir R. Sampang). Bangkalan). Raden Lembu Peteng putra Prabu Brawijaya V (Kertawijaya/Bra Tumapel. 1447-1478) dengan Kanjeng Ratu Handarawati (Putri Cempa). Tjakraningrat IV keturunan dari Raden Undakan atau Tjakraningrat II (Panembahan Madura. Soeroadiningrat IV. Bangkalan). Sampang. Bangkalan. Raden Undakan putera dari Raden Prasena atau Tjakraningrat I (Adipati Madura. Ki Pragalba putra Ki Demung (Demang Palakaran. Sebagai putera seorang Regent atau Adipati.1705-1707).1648-1707 dan Bupati-Wedana Bangwetan. Raden Anom merupakan putera Tjakraningrat IV (1718-1745). Raden Pratanu putra Ki Pragalba (Pangeran Palakaran. Sampang). Raden Prasena putera Raden Kara (Pangeran Tengah Arosbaya.A. maka Bagus Badrun harus menjalani proses pendadaran sebagai 18 . Bangkalan. Arosbaya. Madura). 1624-1648). Aria Menger putra Raden Lembu Peteng (Madekan. Aria Pratikel putra Aria Menger (Madekan. Arosbaya. Nyi Ageng Buda putri Aria Pratikel/Pabekel (Madekan.A. Kota-Anyar. foto R. 1592-1621).A. Soeroadiningrat tahun 1930-an Masa kecil Raden Adipati Arya Soeroadiningrat bernama Bagus Badrun.

Gresik pada kurun waktu 1884-1910. Ia akhirnya menjadi penyamun seperti kisah Robin Hood di Inggris atau kisah Brandal Lokajaya. tidak sebaliknya menjadi Pangreh Praja atau penguasa rakyatnya. Sehingga sepak terjang Raden Jamilun dengan jalan mencuri harta kaum berduit dan hasilnya dibagi-bagikan untuk rakyat kecil. pada hari Rabu. jam 18. Soeroadiningrat yang berprinsip mengikuti arus air tapi jangan sampai terbawa arus. Soeroadiningrat V hingga menjadi Regent atau Adipati di Jombang. Dr.A. 19 . Jln.A.17 Berbeda dengan R.A. sebelum menjabat kedudukan yang sama di wilayah Jombang pada periode berikutnya. Namun pihak Belanda tidak bisa berkutik.30 WIB di Café Garuda.A.A. karena Raden Jamilun adalah saudara R. Kejahatan maling Jamilun akhirnya terdengar juga oleh Pemerintah Belanda. Salah satu di antara yang kurang setuju Bagus Badrun menggantikan ayahandanya adalah saudara lain Ibu bernama Raden Jamilun. terus berlanjut tanpa ada yang menghentikan. Soeroadiningrat yang pada waktu itu sangat disegani Belanda dan disayang rakyatnya. Pengangkatannya sebagai Adipati Sedayu menimbulkan kecemburuan di kalangan saudaranya. Sutomo.A. Tidak cukup hanya ilmu agama. 29 September 2010.A.A. bergelar R. juga menggunakan jalur budaya dan tradisi setempat.A Soeroadiningrat dan Bapak Raden Panji Darmodi selaku cucu R. Proses membangun watak dasar pemimpin masa itu benar-benar dilakukan secara paripurna. Bagus Badrun diangkat oleh Pemerintah Belanda menggantikan ayahandanya R.kader pemimpin bangsanya. Bagus Badrun juga mendalami ilmu kanuragan atau beladiri di Perguruan Gilingwesi.A. Jombang.A. Sehingga pemimpin yang dihasilkan betul-betul mumpuni untuk menjadi Pamong Praja. tetapi tetap berjuang dan bekerja untuk rakyat. Kelak Raden Jamilun memposisikan diri sebagai oposan R. Bagus Badrun kecil menimba ilmu agama di Pesantren Giri.A. Soeroadiningrat V. Maka Raden Jamilun memilih berjuang membela rakyat dengan cara dan keyakinannya sendiri.A. nama Raden Said atau Sunan Kalijaga ketika melakukan hal yang sama pada kurun waktu akhir Majapahit. artinya mengikuti kemauan Belanda. Karena selain melalui jalur agama. Soeroadiningrat. Soeroadiningrat IV sebagai Regent atau Adipati di daerah Sedayu. Sebagai bekal terjun ke masyarakat.A. Bagi Raden Jamilun sikap moderat ala saudaranya itu sangat bertentangan dengan hati nurani. artinya panutan dan pembimbing rakyat. Meskipun 17 tidak sedikit maling-maling kroco atau kelas teri harus Wawancara dengan Agus Heliyana sebagai buyut menantu R.

Masa awal jabatan Raden Adipati Arya Soeroadiningrat V sebagai Bupati Jombang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pendopo Kabupaten Jombang pada tanggal 22 Februari 1910 dan penanaman pohon beringin kunthing di halaman pendapa serta beringin di lokasi Ringin Conthong.mempertanggungjawabkan perbuatannya di sebuah mahkamah pengadilan Belanda yang disebut landraad. Soeroadiningrat V tidak begitu saja diterbitkan oleh pihak pemerintah Hindia Belanda. 20 . Hal ini diakui oleh Bapak Raden Panji Darmodi selaku cucu beliau. Tulisan tangan beliau dikenal sangat indah. Soeroadiningrat V juga dikenal sebagai seorang tokoh pluralis dan moderat. Imam Zahid menyempatkan diri membeli bibit mangga gadung. Namun sangat jelek jika memakai huruf latin.A. seorang penghulu di Sumobito.A. Sekarang pohon mangga gadung tersebut masih dapat kita saksikan di halaman masjid Sumobito. tanggal 8 Oktober 2010 pukul 09. Sosok R. R. Surat pengangkatan R.A.A.A. Pohon mangga itu kemudian ditanam di depan masjid Sumobito. Bukti kepluralisan beliau diwujudkan pada penghormatan terhadap keyakinan 18 Wawancara dengan Bapak Nasrul Illah.A.A. Soeroadiningrat V sebagai Bupati Jombang ke Batavia. sehingga ikatan batin antara penguasa dua wilayah ini masih sangat kuat. Karena masa sebelumnya Jombang masuk dalam bagian afdeeling Mojokerto.A. pada hari Jumat. terutama jika menggunakan huruf Arab Pego dan huruf Jawa. Soeroadiningrat V memiliki bekal keilmuan yang cukup. juga ada pihak-pihak lain yang mendorong dipilihnya Kanjeng Sepuh sebagai Bupati Jombang pertama.A. Artinya selain pandangan pihak Keratuan Belanda. pemerhati budaya.30 di Disporabudpar Kabupaten Jombang. Bahkan Imam Zahid inilah yang mengambil beselit/Surat Keputusan pengangkatan R.A. Pejabat yang dimaksud adalah Bupati Mojokerto ketiga Raden Adipati Arya Kramadjajaadinegara. Sebagai pemimpin lulusan pondok pesantren dan perguruan seni beladiri.18 Konon dalam perjalanan membawa SK dari Batavia. Kabupaten Jombang. R. Penanaman pohon beringin ini menurut simbolisme Jawa adalah sebagai lambang pengayoman seorang pemimpin kepada kawula atau rakyat yang dipimpinnya. Kramadjajaadinegara sendiri memiliki orang kepercayaan untuk memantau perkembangan Jombang bernama Imam Zahid.

A. maka Pemerintah Belanda memberikan bintang kehormatan Ridder Der Oranye Nasaw atau bintang kehormatan sebagai tangan kanan Raja (orang kepercayaan Belanda). baik pungutan pajak yang mencekik maupun kebijakan lain. Bahkan di ruang kerja beliau terdapat patung Budhis simbol Agama Buddha dan Batara Wisnu sebagai simbol Agama Hindu. Soeroadiningrat dengan R. Soeroadiningrat bukan penganut sinkretis agama. Dikatakan demikian karena pasien yang berobat biasanya tidak menyerahkan uang sebagai ongkos melainkan hasil bumi yang mereka miliki.lain di luar Agama Islam yang beliau anut. Seperti misalnya.A. Karena beliau dikenal juga sebagai orang pintar yang bisa mengobati orang sakit dengan ramuan-ramuan tradisional.A. seperti 21 . Mengenai kewaskitaan Kanjeng Sepuh atau R. R. Dengan cara ini akhirnya rakyat tidak terbebani. Atas jasa baik beliau sebagai pemimpin dan disukai rakyatnya. Soeroadiningrat V ini. banyak saksi yang masih bisa menceritakan.A.A.A. Justru banyak kaum jelata menghormati beliau sebagai sosok pengayom dan mengerti kebutuhan rakyat. Ayu Maimunah Upaya untuk mendekati Belanda digunakan Bupati Jombang pertama sebagai media penyambung. suatu hari diceritakan bahwa Kanjeng Sepuh telah membeber (menggelar) tikar di Pendopo Kabupaten untuk pengobatan gratis. Meskipun demikian R. Sehingga memudahkan agenda tersembunyi beliau untuk semaksimal mungkin memakmurkan rakyat.A.

Ceweng. terbanyak. Kemudian pada sesi akhir acara dilakukan penyerahan hadiah dari Pemerintah Belanda kepada pemenang yang menyajikan hasil bumi terbaik. beliau secara sengaja bergabung dengan orang-orang Belanda dan asing lainnya di sebuah komunitas selatan kantor pos sekarang yang dulu bernama community society. Tidak kurang dari tujuh pabrik gula pernah berdiri di Kabupaten Jombang. Kanjeng Sepuh berpesan kepada anak si pasien agar memberikan ramuan daun Sembung kepada Mbok (Ibunya) sampai hari Rebo Wage. Ploso. Puncak acara peringatan ulang tahun Ratu Yuliana dilakukan dengan menggelar tarian dansa ala Eropa dan pertunjukan karawitan. 22 . Sumobito. pasien bersangkutan meninggal dunia. Salah satu acara pesta rakyat yang digelar rutin setiap tahun oleh Kanjeng Sepuh adalah pesta memperingati ulang tahun Ratu Belanda Yuliana. pabrik gula Tjoekir. Tikar atau klasa dalam bahasa Jombang digunakan antrian pasien atau warga Jombang yang ingin berobat. dan terbesar. Rasa hormat ini bahkan cenderung mengarah pada persaudaraan antar bangsa. Peterongan. termasuk padi dan palawija. Posisi rumah bola adalah kantor telkom sekarang. tales dan lain-lain. Mungkin semacam karnaval yang kita kenal sekarang untuk memperingati kemerdekaan. Kemudian setelah tiba hari Rebo Wage menurut pesan Kanjeng Sepuh. Karena Dr. Hasil-hasil bumi itu berupa pala pendhem. gembili. Akhirnya beberapa mesin uang Belanda di tanah Jawa berupa pabrik-pabrik gula banyak didirikan di daerah Jombang. Tidak mengherankan jika Dr. Hasil-hasil bumi yang diarak keliling dengan menggunakan kendaraan dokar sepanjang jalan-jalan di Kota Jombang tersebut adalah hasil bumi terbaik yang mereka miliki. kelapa. Kegiatan community society ini antara lain olahraga bersama di rumah bola (bowling) dan bilyard. seperti uwi. dan beras satu takar. Van Der Plass sering melakukan kunjungan ke kediaman Kanjeng Sepuh. Sering di sela-sela tugas beliau sebagai Bupati. Van Der Plass selaku Residen Surabaya sangat menaruh hormat pada Kanjeng Sepuh. Di situlah sering Kanjeng Sepuh mendapatkan perhatian lebih dari pejabat Pemerintah Belanda. Tiba-tiba ketika giliran salah satu pasien. antara lain. Benar tidaknya kewaskitaan ini wallahua’lam bishawab. Biasanya dilakukan di Pendopo Kabupaten dengan diwarnai arak-arakan massal para petani yang memamerkan hasil bumi mereka.pisang. dan Mojoagung. Atau kelompok high class zaman Belanda. Djombang Baru. Di setiap kesempatan selalu digunakan Kanjeng Sepuh untuk memperluas jaringan lobby.

antara lain menggunakan kulit duku. akhirnya Kanjeng Sepuh bersama beberapa cucu beliau yang sudah beranjak remaja memutuskan untuk sementara mengungsi ke suatu tempat/desa bernama Gempollegundi (sekarang Kecamatan Gudo). Dupa tersebut biasanya dibuat oleh Raden Ajeng Asiyah Airmuna sebagai putri keduanya. Tidak terkecuali di Jombang. kemenyan. Kedatangan Jepang ternyata menyulut penderitaan panjang rakyat Jombang. Untuk menghindari kebiadaban bala tentara Jepang. Masa pensiun Kanjeng Sepuh sebagai Bupati di Jombang. terjadi perang dunia II. Kanjeng Sepuh dan keluarga memutuskan kembali ke Ndalem 23 . Kesan ini terekam pada keseharian beliau yang menyukai laku prihatin. tetapi setelah bangsa Indonesia tersadar bahwa tindakan Jepang lebih parah.A.Kanjeng Sepuh adalah figur Bupati yang sederhana. Salah satu bentuk kebiadaban gaya baru ala prajurit Jepang tersebut berupa penculikan gadis-gadis belia untuk digunakan sebagai budak seks tentara Jepang. Ketika itu Jepang mulai masuk ke wilayah Indonesia setelah berhasil mematahkan dominasi Barat dengan mengebom pangkalan Angkatan Laut Amerika Pearl Harbor di Hawaii. Lurah Gambang (Desa Plumbongambang. dan ramuan-ramuan lainnya. Sebagai pembanding uang 15 gulden saja pada waktu itu bisa digunakan untuk membeli sebuah rumah mewah plus pekarangannya. Penculikan berakhir perkosaan massal itu yang kemudian terungkap sebagai jugun ianfu (wanita pemuas nafsu tentara Jepang).A. Kecamatan Gudo). Semula kehadiran bala tentara Jepang disambut dengan sukacita. Pada setiap malam Jumat Legi beliau selalu membakar dupa sebagai media kontemplasi. Setjoadiningrat serta penasehat spiritual beliau yang terkenal dengan sebutan Mbah Jimbrak. Pengungsian ini terjadi setelah melakukan serangkaian diskusi antara Kanjeng Sepuh dan putranya R. meskipun gaji Kanjeng Sepuh sebagai Adipati sebesar 1000 gulden setiap bulan memungkinkan untuk itu. maka mulailah perlawanan di mana-mana. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat dupa dengan aroma khas dan berkelas diperoleh dari warisan turuntemurun. setelah empat hari mengungsi di Gempollegundi. Keteladanan hidup sederhana ini juga ditunjukkan dengan tidak bergaya hidup mewah. Di desa itulah sekitar empat hari Kanjeng Sepuh ditolong Lurah dan warga setempat agar tidak diketahui tentara Jepang. Benar juga dugaan Kanjeng Sepuh. bahkan lebih sadis dari Belanda.

tanggal 30 September 2010. Raden Ayu Asiyah Airmuna. 19 Hasil wawancara dengan buyut menantu Kanjeng Sepuh Mas Agus Heliyana. tepatnya lokasi rumah sakit Muhammadiyah). Aktifitas melukis ini membuktikan bahwa Kanjeng Sepuh memiliki bakat terpendam sebagai seniman lukis.Kasepuhan yang berada di Jalan Arjuna (sekarang Jalan dr. Raden Adipati Arya Soeroadiningrat (Kanjeng Sepuh) murud kasidan jati atau dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa pada 20 April 1946. tepatnya bulan Suro. Raden Adipati Arya Soeroadiningrat meninggalkan seorang istri bernama Raden Ayu Maimunah Soeroadiningrat dan 3 orang putri-putra. Kamar tidur Kanjeng Sepuh dan keluarga kusut masai bekas digunakan serdadu Jepang. maka mulailah masa pensiun beliau. termasuk para tokoh ulama.19 Banyak kalangan dan kolega beliau merasa sangat kehilangan. Sehingga kehidupan keluarga Bupati Jombang pertama itu bisa normal kembali. hari Kamis. Sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga Pulo Sampurno. Kanjeng Sepuh sering melukis di kamar pribadi beliau. hari Jumat Pahing. Setiba di sana kondisi Kasepuhan sudah diacak-acak bala tentara Jepang. Setelah jabatan Kanjeng Sepuh sebagai Bupati pertama Jombang diserahkan kepada putra beliau Raden Adipati Arya Setjoadiningrat. Untuk mengisi waktu di sela aktifitas pensiun. jam 18.30 WIB. Beruntung para prajurit Jepang itu sudah meninggalkan kediaman Kanjeng Sepuh. sebanyak empat ulama pemimpin empat pondok pesantren besar di Kabupaten Jombang melakukan sholat jenazah bagi almarhum. dan Raden Adipati Arya Sarwadji atau Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII. Sutomo. Beberapa potong roti sisa prajurit Jepang tertinggal di meja kamar tidur beliau. yaitu Raden Ayu Badariyah. 24 . meskipun menolak dikatakan sebagai seniman.

Apalagi setelah menikah dengan garwa/istri kedua beliau Raden Ayu Poppy Kadarin. Raden Ayu Poppy Kadarin ini sangat terkenal sebagai istri bupati yang menjunjung tinggi pengabdian. Suksesi kepemimpinan dari Kanjeng Sepuh (Raden Adipati Soeroadiningrat V) kepada Raden Adipati Arya Setjoadiningrat berlangsung lancar. baik kepada suami maupun bangsa dan negara. Kedua Raden Setjo telah dikirim mengikuti pendidikan Kepamongprajaan atau dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah Opleding S Chool di Blitar. sehingga otomatis sebagai penerus tahta kebangsawanan. 25 . Profil R. Raden Panji Willy Soedjono. Raden Setjo menitikberatkan pada pembangunan pertanian. Beliau adalah putera ketiga dari Kanjeng Sepuh bernama kecil Raden Adipati Arya Sarwadji.A. Pertama karena beliau satusatunya putera laki-laki. Raden Poegoeh Soeratno. Pada tahun-tahun awal jabatan Bupati yang diembannya. Abdul Kadir selaku dokter pribadi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.2. Apalagi pengairan pada waktu itu sangat mudah diperoleh. karena jauh sebelumnya jabatan tersebut sudah dipersiapkan. Raden Ayu Nora Soetarinah. Ada dua alasan mengapa Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII yang menggantikan ayahandanya. Meskipun dikenal sebagai keturunan ningrat. Raden Edi Soewondo. Setjoadiningrat (Masa Bhakti 1930-1946) Raden Adipati Arya Setjoadiningrat atau lengkapnya Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII adalah Bupati Jombang kedua setelah Raden Adipati Arya Soeroadiningrat V. Raden Ayu Ani Rochani. Dari almarhumah istri pertama Raden Setjo dikaruniai enam putra-putri. Ini disebabkan hutan-hutan di pegunungan Wonosalam masih rimbun. dan Raden Ayu Mimik Soeseni. Kanjeng Bupati Setjoadiningrat dikenal sebagai sosok bupati pejuang. karena istri pertama beliau meninggal dunia.A. Hal ini tidak mengherankan karena beliau masih keturunan dr. Sedangkan dengan istri sambungan Raden Ayu Poppy Kadarin beliau dikaruniahi dua momongan.

Eretan (Jawa Barat). Apalagi putera pertama beliau Raden Panji Willy Soedjono mendapat didikan kemiliteran dari balatentara Jepang. Jepang Cahaya Asia. Pada awalnya kedatangan mereka dielu-elukan rakyat terutama kaum muda. Gerakan ke arah selatan oleh kolone Sakaguchi menuju Cilacap. 2007. Sejarah Nasional Indonesia VI (Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia).Fokus perhatian Kanjeng Setjo terutama pada perkebunan karet dan tebu. ”Akan datang pada suatu masa jago kate dari timur laut berpakaian seperti klaras (daun pisang kering) yang akan membebaskan Nusantara. Jepang menganggap bahwa penghalang utama cita-cita mereka adalah Armada terkuat Amerika Serikat di Pasifik yang berpangkalan di Hawaii. Perubahan konstelasi politik dan militer pada sekitar tahun 1941 terjadi cukup signifikan dengan beralihnya peta kekuatan dari Barat yang dikomandoi negara-negara Eropa dan Amerika menuju kekuatan Dunia Timur yang diwakili oleh Jepang. 26 . Karena permintaan pasar dunia mengarah pada dua komoditas tersebut. Pada tanggal 28 Februari malam menjelang 1 Maret 1942.7. Kolone lainnya bergerak ke arah barat dan berhasil menduduki Semarang. yaitu Peral Harbor. Karena itu disusun rencana serangan rahasia oleh Laksamana Isoroku Yamamoto pada September 1941. karena propaganda Jepang yang terkenal dengan sebutan tiga “A”. yaitu. Apalagi di kalangan rakyat sangat mempercayai Ramalan Prabu Jayabaya Raja Kediri yang berbunyi. Satu kolone pasukan yang bergerak melalui rute utara tiba di Surabaya pada tanggal 8 Maret 1942. Jepang Pemimpin Asia. Dari Kragan. Meskipun gula masih didominasi negara-negara Amerika Latin seperti Brazil dengan gula bitnya.” Masa pendudukan Jepang Raden Adipati Arya Setjoadiningrat tetap dipertahankan sebagai Bupati oleh penguasa Jepang. pasukan divisi ke-48 bergerak ke tiga jurusan. dan Jepang Pelindung Asia. Hlm.20 Kolone kedua yang menuju arah Surabaya melalui rute utara akhirnya sampai juga ke daerah Kabupaten Jombang. Apalagi mimpi Jepang untuk menjadi Imperium Asia Jepang tidak dapat dibendung lagi. Pada waktu itu Raden Willy mendapat pangkat Shodanco atau setara Letnan pada jenjang 20 Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. yakni di Teluk Banten. tentara ke-16 Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus. dan di Kragan (Jawa Tengah).

H. khususnya di Jombang memprovokasi rakyat agar menjarah toko-toko milik etnis Cina. di balik itu komunikasi dengan para gerilyawan di hutan-hutan tetap dipertahankan. Jalan K. sebaliknya Kanjeng Setjo menyediakan segala hal yang diperlukan. karena kurun 21 Wawancara dengan Bapak Raden Panji Darmodi. Masa itu adalah kondisi tersulit yang dialami Pemerintahan Kabupaten di bawah Raden Adipati Arya Setjoadiningrat. Setiap lurah di Kabupaten Jombang menyerahkan bahan-bahan makanan dan sayur-mayur untuk kepentingan tersebut. Antara lain persediaan senjata yang diperoleh melalui pasar gelap. pada 30 September 2010.kepangkatan TNI sekarang. mantan Residen Surabaya Dr.21 Jepang menduduki Indonesia selama tiga setengah tahun. Raden Ayu Poppy menggalang aksi dapur umum di belakang Pendopo Kabupaten untuk mendukung logistik para pejuang. Ahmad dahlan. Kalaupun ada harganya melambung tinggi. Barang-barang kebutuhan rumah tangga sangat sulit diperoleh. Van Der Plass mengunjungi Raden Setjo disertai permintaan agar beliau mau mempertahankan jabatan Bupati sebagai kepanjangan tangan Belanda. Termasuk kondisi pemerintahan dan kehidupan ekonomi yang makin terpuruk. jam 21. istri Kanjeng Setjo. Hampir setiap hari truk-truk sisa pendudukan Jepang digunakan untuk mengangkut logistik ke garis depan pertempuran. Setelah Jepang dikalahkan oleh balatentara Sekutu dan Jawa Timur diduduki kembali oleh Belanda. cucu Kanjeng Sepuh di ndalem Pesanggrahan. Sehingga pernah pemerintah pendudukan Jepang. Peristiwa ini sempat menimbulkan ketidaksenangan kaum Republikan karena mengira Raden Setjo figur Bupati pro Belanda. Sehingga meskipun secara kasat mata beliau terkesan pro Belanda.30 WIB. Ketika meletus perang secara sporadis di Mojoagung antara tentara Belanda dan para pejuang. 27 . pada transisi masa pendudukan Jepang. Si kurir menyampaikan kebutuhan para pejuang. Selama kepemimpinan beliau dihabiskan untuk perjuangan. Pilihan berkarir di kemiliteran putera pertama Kanjeng Setjo nantinya diikuti oleh adiknya Raden Edi Soewondo. Pola komunikasi itu dilakukan dengan bantuan kurir yang sengaja datang pada malam hari ketika suasana sedang sepi. Kanjeng Setjo sebagai Bupati Jombang kedua memegang jabatan tidak kurang dari 16 tahun. Tetapi sebenarnya kesediaan Kanjeng Setjo sebagai bentuk strategi agar pembelaan beliau terhadap para pejuang tidak diketahui. tetapi dampak yang ditimbulkan sungguh luar biasa.

sedangkan di sisi lain Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. 28 . dilanjutkan proklamasi kemerdekaan. Raden Adipati Arya Setjoadiningrat VIII mengabdikan hidupnya sebagai Residen di Surabaya sampai masa pensiun. Sebagaimana ayahanda Raden Adipati Arya Soeroadiningrat. Masa di mana pendudukan Jepang berlangsung. jenazah Raden Adipati Arya Setjoadiningrat dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Pulo Sampurno. Menjelang masa pensiun dan menjelang era Republik.waktu 1930 hingga 1946 merupakan gencar-gencarnya revolusi fisik. Kecamatan Jombang. ketika wafat pada tanggal 9 Juni 1963.

Boediman didirikanlah sebuah Akademi Perwira di Mojoagung. Salah satu putera Jombang yang sukses sebagai lulusan Akademi ini adalah Jendral Himawan Sutanto. Dari sekian unsur yang berasal dari TNI Angkatan Darat. Ia tercatat sebagai perwira Polri pertama yang menduduki jabatan sebagai pemimpin Jombang. Atau tepatnya Pangkowilhan atau Panglima Komando Wilayah Pertahanan II.3. Kota santri ini mengalami puncak kepemimpinan daerah dari tiga unsur TNI/Polri dan orang sipil. 29 . kondisi keamanan di tanah air belum stabil karena niat buruk Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia. Sehingga ia mendapat tugas memimpin Jombang sebagai basis pertahanan terakhir kaum Republikan pada saat agresi militer Belanda. Daerah Mojoagung ini dianggap sebagai tempat strategis untuk menghadang Belanda yang datang dari arah Trowulan. Akademi Perwira ini di bawah kendali langsung Kementrian Pertahanan. Boediman Rahardjo (Masa Bhakti 1946-1949) R. Masa-masa kepemimpinan Bupati R. seorang asisten Wedana di Diwek. Dan ia ditunjuk oleh Pemerintah Pusat di Jakarta bukan tanpa alasan. putera Muhamad. Kementrian Pertahanan. mengingat kemampuannya sebagai pemimpin di kesatuan Polri sangat disegani. Profil Bupati R. pada awal kepemimpinan Bupati R. Boediman Rahardjo adalah salah satu sosok Bupati Jombang dari unsur kepolisian. kepolisian. dan dari warga sipil ini mencerminkan keberagaman yang unik dan tentu hal tersebut memberi warna dan kontribusi tersendiri dalam keberjalanan pemerintahan di Kabupaten Jombang. Atas pertimbangan keamanan teritorial. Boediman Rahardjo.

Dalam situasi demikian. baru masuk Jombang sebagai tujuan utama. Tidak jarang penghadangan dilakukan dengan berbekal senjata seadanya.22 Sebagai seorang pemimpin dari kesatuan yang tergolong elit pada masa itu. tidak mengherankan jika R. pukul 10. Lamongan menuju Ploso. juga penyedia kebutuhan logistik prajurit di medan pertempuran. Sehingga mereka memilih jalan memutar dari arah Babat. Pertempuran demi pertempuran terjadi antara prajurit Republikan atau para pejuang kemerdekaan dengan tentara Belanda yang ingin kembali menjajah. 22 Wawancara dengan Joko Suparto (eks TRIP) di kediamannya di Kaliwungu Selatan Gg II. itupun hasil rampasan dari tentara pendudukan Jepang yang sudah dikalahkan sebelumnya. Terbukti kemudian pasukan agresor Belanda tidak mampu memasuki Jombang melalui Mojoagung. Mengingat fungsinya selain sebagai pengayom masyarakat. Laskar-laskar atau prajurit dari berbagai kesatuan bahu-membahu untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Sehingga kulminasi dari sinergitas antar kekuatan dari elemen bangsa Indonesia benar-benar menjadi catatan penting sebagai bagian dari salah satu pioner pejuang demi menjaga keutuhan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Jombang.30 WIB. kedudukan seorang pemimpin wilayah seperti Bupati R. Boediman melaksanakan tugas secara maksimal. 30 .Muhamad sendiri adalah seorang Daidanco (Komandan Militer se-Indonesia) di era pendudukan Jepang. Boediman menjadi cukup vital. Boediman Rahardjo diberi amanat memimpin Jombang dengan memegang kendali daerah Mojoagung sebagai ibukota pemerintah darurat kabupaten. Kemampuaan memenejemen kesatuan Polri mendorong Bupati R.

Kompi Wanara pimpinan mantan Menteri Kehutanan Soedjarwo. Moestadjab di Kabupaten Jombang memperteguh posisi strategis Jombang sebagai benteng pertahanan terakhir para pejuang Republikan. Moestadjab Soemowidagdo yang tinggi besar menjadikannya mudah dikenali. menjadikan kota ini sangat ideal dijadikan benteng pertahanan. Gelar kebangsawanan “Raden” di depan namanya menunjukkan bahwa dirinya masih keturunan darah biru. batalyon Merak pimpinan mantan Gubernur Jawa Timur Soenandar Priyo Soedarmo. 10 November 1976 31 . Bupati R. pernah bermarkas di Jombang.23 Kepemimpinan Bupati R. Karena jika para pejuang yang berada di garis depan tidak kuasa menghadapi agresor Belanda. Sampai-sampai Suparto Brata seorang penulis Jawa menyebutnya dengan deskripsi yang tidak jauh dari kondisi fisik sang pemimpin: gagah ibarat Werkudara alias Bima. Moestadjab Soemowidagdo (Masa Bhakti 1949-1950) Ia merupakan Bupati yang memiliki fisik dan prinsip hidup seperti Bima dalam cerita pewayangan. Sehingga kesatuan-kesatuan pejuang seperti Laskar Hizbullah. Moestadjab Soemowidagdo adalah salah satu sosok Bupati Jombang yang bertangan dingin. membuktikan bahwa Bupati R. Profil R. Sosok R. Moestadjab Soemowidagdo adalah masa penentu keberlangsungan pemerintahan sesudahnya. Moestdjab sebagai sosok pemimpin 23 Surabaya Post. Maka di era kepemimpinan R. maka kemungkinan Kabupaten Jombang akan luluh-lantak dalam peristiwa agresi tersebut. Kepiawaiannya dalam memimpin Jombang di masa-masa awal Republik Indonesia. Masa 1949-1950 adalah periode perjuangan bangsa Indonesia menegakkan kemerdekaan. Belanda dengan berbagai dalih dan alasan ingin mencengkeram dengan kuku-kuku kolonialisnya di bumi pertiwi. Karena letak Jombang yang berada di lintas batas yang menghubungkan kota-kota lain dari seluruh penjuru Jawa Timur.4.

9 November 2010. Di tempat tugas yang baru ini ia langsung tancap gas menjadi ketua pembangunan Tugu Pahlawan sebagai tetenger (penanda) peristiwa 10 Nopember Surabaya. pukul 12. Wahid Hasyim Jombang Meskipun hanya satu tahun memimpin Kabupaten Jombang masa bhakti 19491950. Paling tidak Bupati R. 32 . namun sepak terjangnya menjadi landasan bagi strategi kepemimpinan Kabupaten Jombang era sesudahnya. Rumah dinas yang pernah ditempati Bupati Moestadjab di Jl. pada Selasa. Mengenai hal ini bisa dibuktikan dengan diberikannya sebuah rumah atas tanggungannya kepada almarhum Cak Kandar salah satu seniman lukis Jawa Timur. akhirnya pemerintah pusat menugaskan R.H. Wisata Menanggal Surabaya. Mengingat dalam situasi yang tidak pasti tentunya diperlukan figur yang kuat secara prinsip dan idealistik. Selain dikenal sebagai pemimpin yang disegani. Moestadjab Soemowidagdo menjadi Walikota Surabaya. Transisi sebagai kepala daerah kabupaten yang sebelumnya di bawah kekuasaan penguasa Hindia Belanda.30 WIB. Moestadjab Soemowidagdo juga memiliki kepedulian terhadap nasib para seniman. Sehingga sangat tepat dijadikan teladan bagi warga masyarakat yang dipimpinnya. Moestadjab telah meletakkan kerangka acuan bagi para penggantinya.pilihan di masa transisi. K. R. Atas prestasi memimpin kota santri di Jombang.24 24 Wawancara dengan Syahlan Husain (Sekretaris Umum Dewan Kesenian Jatim) di kantor Dewan Kesenian Jawa Timur di Jl.

Situasi yang tidak menentu ketika itu juga melanda Jombang. Istadjab dan putranya Ismanoe adalah dua sisi mata uang bagi sejarah bangsa Indonesia yang muncul dari Kabupaten 25 Wawancara dengan Joko Suparto (eks TRIP) di Kaliwungu Selatan Gg. Istadjab Tjokrokoesoemo (Masa Bhakti 1950-1956) Kondisi Republik Indonesia yang baru diproklamasikan pada tahun 1945 mengalami ujian yang tidak ringan. meskipun konon tidak cukup berpengaruh pada kondisi perekonomian rakyat. Profil R. yaitu golongan cooperation dan kubu non cooperation. Karena posisi Jombang sebagai penentu strategis basis pertahanan para pejuang. Artinya mereka yang pro Belanda dan golongan yang anti penjajah Belanda. Ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ia akhirnya cukup dikenal sebagai bupati di era perjuangan. II Jombang. Di tengah ketidakpastian itulah muncul dua opsi besar di Republik ini. Ismanoe. bahkan dibuang jauh dari lingkaran pemerintahan. Mereka yang sebelumnya dikenal sangat pro Belanda akan diberhentikan dari jabatan. Istadjab Tjokrokoesoemo yang dikenal sebagai Republikan sejati dan tokoh yang memiliki nyali menentang penjajahan Belanda. pukul 10. Beruntung akhirnya Jombang mendapat jatah seorang pemimpin dari kalangan non cooperation atau tepatnya pegawai sipil pamongpraja di luar pegawai yang diangkat Belanda. Akhirnya dari kemunculan kubu-kubu ini mendorong pemerintah pusat untuk selektif menentukan para pemimpin di daerah termasuk para bupatinya.25 Sepak terjang Bupati R. yang memilih menjadi pejuang yang bertempur di garis depan.5. pada tanggal 15 Desember 2010. Kedatangan pasukan Sekutu yang diboncengi Belanda menjadi batu sandungan bagi negara yang baru berdiri. Ia adalah R. Bupati R. Istadjab Tjokrokoesoemo ternyata diwarisi oleh salah seorang putranya.45 WIB. Karena komitmen loyalitas kebangsaannya dianggap meragukan. 33 .

Jas Merah! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Wahid Hasyim Jombang Masa pengabdian Bupati Istadjab di Jombang membawa pengaruh pada karirnya di kemudian waktu. segores catatan sejarah yang melibatkan sepak terjang para pemimpin Jombang masa lalu adalah dokumen yang wajib diketahui dan diwariskan kepada generasi muda. benarbenar bisa diwujudkan. Agar tujuan pengajaran sejarah tidak melenceng dan tenggelam. Sebagaimana diingatkan founding fathers atau pendiri negara Bung Karno. Moh. Termasuk upaya mewarisi nilai-nilai kejuangan para pendahulu. Kini setelah tahun demi tahun terus berganti dan zaman kian berubah. sejarah adalah sarana mengenalkan orang yang berjuang kepada orang yang sedang berjuang.Jombang. Rumah dinas yang kini masih bisa disaksikan di sebelah selatan Ringin Conthong Jombang ini adalah saksi bisu proses perjuangan arek-arek Jombang dalam menentang penjajahan Belanda. maka Bupati Istadjab membuka penuh pintu rumah dinasnya jika para pejuang membutuhkan. Menurut R. Waktu sekitar enam tahun memimpin kota santri menjadi pijakan untuk selanjutnya bertugas memimpin kota terbesar kedua di Indonesia itu. 34 . Karena jabatan baru sebagai Walikota Surabaya sudah menunggu. Sebagai bupati pejuang. Ali. Rumah dinas yang pernah ditempati Bupati Istadjab di Jl. Satu panggilan jiwa yang digerakkan oleh pemilik segala maha: Tuhan Yang Maha Esa.

Soebijakto. Sehingga tidak mengherankan jika ia menjabat dua kali sebagai Bupati Jombang. Paham yang dikenal sebagai Marhaenisme itu menjunjung tinggi pembelaan terhadap kaum lemah atau wong cilik. apalagi terhadap kolega terdekatnya. ia juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi silaturahmi dan kekerabatan. pukul 13. Selain sebagai pejabat yang disegani di lingkungan kerja. 13 Desember 2010. yaitu masa bhakti tahun 1956-1958 dan masa bhakti kedua 1960-1961.00 WIB. tepatnya di daerah Situbondo. agar pemerintahan tetap tegak berdiri. Soebijakto (Masa Bhakti 1956-1958 dan 1960-1961) Salah satu bupati era transisi pemerintahan dari Orde Lama ke Orde Baru yang dimiliki Kabupaten Jombang adalah M. Jawa Timur. 26 Wawancara dengan Ibu Su’udiyah R. Bupati M. Sehingga paham-paham kebangsaan yang dipopulerkan Presiden Soekarno melekat erat dalam keseharian sosok M. Soebijakto juga dikenal sebagai aktifis Partai Nasional Indonesia (PNI). Salah satu fakta yang diakui oleh Bapak Bupati R. Hal yang jarang ditemui seorang bisa memegang jabatan sampai dua kali pada masa yang serba sulit itu. Tidak mengherankan kalau ia selalu ramah pada setiap orang. Ia adalah sosok bupati yang memiliki tingkat kematangan politik yang teruji. Profil Bupati M.6. Selain itu daya juang dan etos kerja yang tinggi yang menjadi trademark penghuni pulau garam juga melekat erat pada diri M. Soedirman bahwa ia mendapat kehormatan kala pesta pernikahannya dihadiri oleh Bupati M. Hal tersebut kelak sangat mempengaruhi pengambilan keputusan di era transisi pemerintahan yang memerlukan strategi dan pola kebijakan yang taktis. Soedirman di rumahnya di Jl. Soebijakto.26 Masa kecilnya kental dengan suasana masyarakat Madura yang sangat agamis. Soebijakto. 35 . Selain sebagai kepala daerah. Dharma Husada Indah Surabaya. Ia dilahirkan di tengah kultur Madura. Sebuah organisasi politik yang dibangun oleh Bung Karno sebagai salah seorang founding fathers bangsa Indonesia. Soebijakto.

Pemimpin Jombang yang ramah ini seolah melengkapi kharismanya sebagai pemimpin daerah berjuluk kota santri. Semoga sumbangsihnya dalam memimpin Kabupaten Jombang menjadi sebuah catatan emas yang mewarnai perjalanan kota santri sebagai bagian integral Bangsa Indonesia. Anton Sujarwo. manusia mati meninggalkan nama besar. Apalagi pertemuan dua aliran kebudayaan besar. telah mengantarkan puncak karirnya setelah memimpin Jombang. Prestasi memimpin daerah di era transisi ternyata tidak mengurangi perannya menjadi kepala rumah tangga. Rupanya pengabdiannya memimpin Jombang mendapat apresiasi positif dari pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat. Bahkan salah satu menantunya. Sehingga kepemimpinan Bupati M. yaitu Mataraman dan Arek menimbulkan sifat kritis tetapi egaliter dan senantiasa terbuka untuk berdialog dengan masyarakatnya. Soebijakto. Prestasi demi prestasi ditorehkan dan jabatan demi jabatan disandang oleh Bupati M. pernah berhasil menduduki jabatan Kapolri. Salah satunya adalah posisi sebagai Pembantu Gubernur Jawa Timur di Madiun. 36 . Soebijakto sangat tepat diperuntukkan bagi Kabupaten Jombang. Seperti peribahasa harimau mati meninggalkan belang.

Soedarsono kecil juga ikut menggembalakan kerbau di sawah sembari bermain jerami. Kecamatan Karangrejo. ayah Soedarsono mempunyai sawah yang cukup luas. Soedarsono terlahir sebagai anak ke lima dari enam bersaudara. yakni MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau kini SMP). Zaman penjajahan Belanda tidak sembarang orang bisa mengenyam pendidikan. 37 . Profil Bupati R. mulai dari salat hingga mengaji. Dari kakeknya itulah ia mempelajari banyak ilmu agama. Wersah Jombang. jika ditarik garis ke atas. 24 Oktober 2010. Berkecipak dengan lumpur di sawah.7. hingga mandi di sungai. seorang ulama desa setempat. yakni Sentot Alibasyah Prawirodirjo. K. Lazimnya seorang Kepala Desa. Saat bersekolah di MULO. Soedarsono harus meninggalkan 27 Wawancara dengan Endang Sri Ernawati (anak ketiga R. dan punya banyak hewan ternak. Tauhid. Soedarsono (Masa Bhakti 1958-1962) R. Berdasarkan keterangan dari keluarganya. Kakeknya bernama K. Soedarsono lahir di Magetan 24 September 1921. Ia menjabat sebagai bupati pada periode 1958 hingga 1962. tepatnya di Desa Sumber Rambe. Namun tidak begitu dengan Soedarsono yang notabene anak seorang Kepala Desa. seorang Kepala Desa yang berpengaruh kala itu. pada Minggu.H. Ayahnya bernama Abdullah Martodirjo. bermain petak umpet. Soedarsono) di Jalan Iskandar Muda No 12. M. Setelah itu ia melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Soedarsono merupakan Bupati Jombang yang ke tujuh.H.27 Meski anak dari keluarga berpangkat. Tidak jarang. masa kecil Soedarsono tidak jauh beda dengan anak desa pada umumnya. Tauhid masih ada keturunan dari seorang pejuang yang juga sahabat dari Pangeran Diponegoro. M. Ia memulai pendidikannya di HIS (Sekolah dasar tujuh tahun berbahasa Belanda atau Hollandsch Inlandsche School) Magetan dan lulus pada tahun 1938.

yang notabene pernah mendapatkan pendidikan militer PETA. Tepat 14 Agustus 1945. termasuk Soedarsono. Soedarsono ikut mendaftarkan diri dalam wadah tersebut. Pasca Kemerdekaan Usai proklamasi dikumadangkan oleh Dwi Tunggal Soekarno – Hatta. Selepas dari MULO ia melanjutkan pendidikannya di Kweekschool (sekolah pendidikan guru pada zaman Belanda) di Malang. yakni Roro Oentari. Pria kelahiran Magetan ini menggabungkan diri di BKR Tulungagung. Namun sekitar pertengahan Agutus 1945. Namun takdir berbicara lain.kampung halamannya. Soedarsono muda tak pernah lelah mencari ilmu. Bersama para pemuda seusianya. Kondisi itu berakibat dibebaskannya para tawanan Jepang. Selanjutnya. ia bersama anggota PETA lainnya dibawa ke Cirebon. Karena pada 11 November 1946. ia dilatih teknik memegang senjata hingga cara menembak oleh Jepang. peta politik perang dunia II berubah. eks tentara PETA dimasukkan dalam wadah BKR (Badan Keamanan Rakyat). Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Pria asal Desa Sumber Rambe ini memulai karirnya menjadi guru terhitung mulai 1 September 1942. ia mengabdikan diri sebagai guru di SR (Sekolah Rakyat) VI Caruban. dalam rentang 1 hingga 15 Agustus 1945. Namun sekitar satu tahun kemudian. Belum sempat eksekusi dilakukan. Soedarsono tamat dari Kweekschool. Begitu pula dengan Soedarsono. Beberapa bulan kemudian. Di sekolah itu ia menuntut ilmu selama tiga tahun. Di sekolah itulah ia mengenal seorang gadis asal Tulungagung yang kelak menjadi istrinya. muncul permasalahan dalam diri Soedarsono. atau tepatnya 30 Maret 1943. Layaknya seorang militer. Tepat tahun 1941. Ia ditangkap Jepang dengan tuduhan terlibat pemberontakan PETA Blitar pada 14 Februari 1945. dan pada tahun 1941 ia dinyatakan lulus. Karena sekolah setingkat SMP itu berada di kota Malang. ia pindah menjadi juru bahasa di Kediri Syu Gyugun Dai I Daidan (Tentara sukarela bentukan Jepang ). Selanjutnya. Jepang membentuk Tentara Pembela Tanah Air (PETA). atau tepatnya 3 Oktober 1943. para tawanan ini hendak dihukum mati. Namun hal itu dijalaninya hanya sekitar satu tahun. Rencananya. ia dipercaya menjabat sebagai Kabag Umum (Kepala Bagian Umum) Jawatan Penerangan (Japen) 38 . Madiun.

Begitu pula saat Belanda melakukan agresi militer II. Desember 1949. Soedarsono dan istrinya. bukan berarti perjuangan Soedarsono dalam rangka mempertahankan kemerdekan RI padam. mulai 1 Februari 1950 hingga 21 Maret 1958.Jawa. Tanggal 1 Februari 1950. Saat itu. ia kembali memanggul senjata. Pernikahan itu dilakukan pada 25 Mei 1946. memberikan penjelasan hasil dari KMB yang baru saja digelar di Denhag. salah satu delegasi RI. Roro Oentari. membuat karir Soedarsono terus menanjak. Soedarsono mengakhiri masa lajangnya. Di rumah itu pula mereka membesarkan ke empat anaknya. hasil perundingan itu disosialisasikan di masing-masing daerah. ia berhasil merebut kembali Tulungagung dari tangan Belanda. Ia menyunting anak seorang pejabat Tulungagung. Soedarsono ikut bergerilya dengan pejuang lainnya guna menghalau Belanda yang ingin menguasai RI kembali. 19 Desember 1948.Kabupaten Tulungagung. Usai KMB (Konferensi Meja Bundar). mundur dari jabatan pemimpin. Konferensi itu dihadiri oleh Kepala Japen Provinsi/Kabupaten dan Kepala studio (Radio RRI) se. bersama CMKT (Comando Militer Kabupaten Tulungagung) yang dipimpin Mayor Sastroatmodjo. 39 . Kepercayaan menjabat sebagai Kepala Japen Kabupaten Jombang itu diemban Soedarsono selama delapan tahun. Karir Soedarsono terus bergulir. ia dipindah dari Tulungagung dan menjabat sebagai Kepala Japen Kabupaten Jombang. Tiga tahun kemudian ia diangkat sebagai pemimpin sementara Japen Kabupaten Tulungagung. Harapannya. Pada tahun yang sama. Hal itu sesuai surat penetapan yang ditanda tangani Pemimpin Umum Jawatan Penerangan Karesidenan Kediri. 21 Juli 1947. DR Soepomo. Yakni. Meski menjabat pemimpin Japen. Secara otomatis. Dalam surat tertanggal 20 Oktober 1949 tersebut diterangkan. Dalam forum itu. Belanda. Saat agresi Belanda I meletus. tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Setya Budi. Prof. sebagai Japen ia mendapat tugas menghadiri konferensi Dinas Kementerian Penerangan RI di Yogyakarta. Puncaknya. Hardjosoemarmo. pengangkatan Soedarsono itu bersifat sementara. yang bernama Roro Oentari. pemimpin sebelumya. seluruh keluarganya yang ada di Tulungagung juga diboyong ke Jombang. Alasannya. Kejujuran dan kesederhanaannya. Koeswo.

M Soebijakto. Selanjutnya. Soedarsono mencapai puncak karirnya pada 22 Maret 1958. Menteri Dalam Negeri tidak keberatan atas usulan itu. selain untuk menjaga kesehatan. juga merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dalam diri bapak empat anak ini. ia selalu menyempatkan diri membaca koran. mereka menyetujui Soedarsono menjadi Kepala Daerah (Bupati) Tingkat II Jombang. Hal itu ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri. sesuai dengan rapat yang digelar oleh DPRD Jombang tanggal 1 Maret 1958. untuk dimintakan pengesahan. Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor kabupaten. bupati ke tujuh ini selalu rajin membaca buku serta surat kabar. Dengan tenis itu pula hubungan emosi antara atasan dan bawahan bisa lebih terjaga. Berita tersebut dipotong kemudian dikliping. merupakan salah satu media untuk membangun komunikasi dengan jajaran di bawahnya. karakter sederhana. dan tegas. berolahraga. pada 22 Maret 1958 terbitlah Surat Keputusan Menteri yang intinya mengesahkan Soedarsono menjadi bupati. hidup bersih. Menjaga kesehatan. Saat menjabat sebagai bupati. merupakan sesuatu yang lekat dengannya. Ia diangkat menjadi Bupati Jombang yang ke tujuh. Wajar saja. karya besar mantan Presiden Soekarno yang berjudul Di Bawah Bendera Revolusi (DBR). Selanjutnya. Jika ada sesuatu yang dianggap penting. untuk menambah wawasan. Sanoesi Hardjadinata. Selain berolahraga. saat pagi buta ia sudah bersih-bersih rumah. Sanoesi Hardjawinata. Kegiatan berolahraga itu semakin padat jika memasuki hari Kamis dan Minggu. disiplin. Kebiasaan yang lain yang tidak pernah lepas dari Soedarsono adalan sarapan berita. namun garis hidup berbicara lain. hasil rapat DPRD itu dikirim ke Menteri Dalam Negeri. hal tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan masyarakat. bupati ke tujuh ini juga paling hobby dengan olahraga tenis. Maka tidak heran. hal-hal yang bersifat informal semisal olahraga. Buku koleksinya yang hingga kini masih terawat misalnya. Bukan hanya itu. maka ia akan mengambil gunting.Lewat SK Mendagri Diangkat Menjadi Bupati Meski sejak kecil tidak pernah punya cita-cita menjadi seorang bupati. Bupati Soedarsono meyakini. ia mengeluarkan sepeda kumbang merk Hercules miliknya. Seminggu kemudian. Dalam surat keputusan itu dijelaskan. 40 . Dengan sepeda itulah ia berkeliling kota. Gayungpun bersambut. menggantikan bupati sebelumnya.

Soenandar Prijosoedarmo. dan Patih (setingkat Sekretaris Daerah) pada tahun 1971. Meski begitu ia belum pensiun. Betapa tidak.Saat menjabat sebagai orang nomor satu di Jombang. saat itu Soedarsono dan keluarganya masih mengontrak rumah di Jalan Setya Budi Jombang. Jabatan terakhir yang disandang oleh suami dari Roro Oentari ini adalah Ketua LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) cabang Kabupaten Jombang. Dalam surat dengan Nomor: PM 012. Secara otomatis. Jabatan itu sesuai dengan SK (Surat Keputusan) Gubernur Jawa Timur. yakni tahun 1977. Posisi itu ia pegang hingga masa pensiun. Meski bertugas di Mojokerto. mantan bupati ini pindah tugas lagi. Karena kesederhanaan itu pula.4/40/1977/SK itu dijelaskan bahwasannya Soedarsono ditetapkan menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto bersama 39 anggota dewan lainnya. selama lima tahun menjabat sebagai wakil rakyat. Kini rumah itu masih terawat dan ditempati oleh anaknya yang nomor satu. Amanah itu dilakoninya pada tahun 1986. namun ia masih tetap pulang ke rumahnya di Jalan WR. ia menjabat sebagai Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Mojokerto. Soedarsono harus bolak-balik dari Jombang ke Mojokerto. Selanjutnya. Sedangkan kendaraan yang ada di rumahnya hanya ada satu buah sepeda kumbang. tertanggal 4 Juli 1977. 41 . Jabatan Soedarsono berakhir pada 5 Januari 1962. mantan Bupati Jombang ini aktif sebagai takmir Masjid Al Ikhlas yang ada di Jalan WR Supratman. Praktis. Di Masjid itu juga ia kerap memberikan ceramah-ceramah keagamaan. Sedangkan di bidang keagamaan. Oleh pemerintah pusat ia diberi kepercayaan menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Mojokerto. ia lebih memilih naik bus saat berangkat dinas. Mantan bupati ini masih sempat menduduki beberapa pos strategis di Pemkab. Usai pensiun. Supratman Jombang. Hj Endang Sri Undarti. pemikiran Soedarsono masih banyak dibutuhkan masyarakat. semisal menjabat sebagai Wedono. Selain menjabat Ketua LVRI. Walhasil. ke empat anaknya harus rela bergantian jika ingin bepergian dengan sepeda. Soedarsono baru membeli rumah di Jalan WR Supratman No 4 Jombang. Pemilu pertama Orde Baru pun digelar pada tahun itu. Di ujung masa tugasnya. pria asli Magetan ini juga dikenal cukup sederhana. Terhitung sejak 1 Oktober 1971. ia juga aktif di DPD Golkar Jombang dengan posisi sekretaris. Soedarsono terpilih menjadi wakil rakyat dan masuk dalam FKP (Fraksi Karya Pembangunan).

Supratman No. ia masih memberikan ceramah di Masjid Al Ikhlas sehari sebelumnya. Seluruh kerabat. pada hari Selasa 6 Mei 1997 bapak empat anak ini dipanggil menghadap Ilahi. Di rumah sakit terbesar di Jawa Timur itulah ia meninggal. Edi Raharjo. Soedarsono pingsan. W. Endang Sri Undarti. Oleh para jamaah yang hadir ia dilarikan ke RSUD Jombang. Kabupaten Jombang pun berduka. serta masyarakat umum ikut melepaskan kepergiannya. Di tengah-tengah ceramah.Rumah R Soedarsono di Jl. serta Endang Sri Ruliati. 42 . Karena kondisinya yang terus memburuk. Begitu juga dengan Soedarsono. Padahal sebelumnya.4 Jombang Memang benar kata orang bijak. Empat orang anak itu masing-masing. Soedarsono dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Pulo Sampurno Jombang. pejabat. Ia meninggalkan empat orang anak dan sembilan orang cucu. selanjutnya dirujuk ke Surabaya. Endang Sri Ernawati.R. Bupati ke tujuh ini meninggal di usia yang ke 76 tahun di RS Dokter Soetomo Surabaya. sekat antara hidup dan mati tak setebal kain kafan. mantan bupati.

sepak terjang Bupati R. Sehingga semakin menguatkan posisi Kabupaten Jombang sebagai urat nadi utama perekonomian maupun pengembangan agama dan budaya. Prinsip-prinsip ini selaras dengan usia Republik yang menginjak remaja. Ia mengenyam pendidikan khusus sebagai siswa pamongpraja zaman Belanda atau lebih dikenal dengan sebutan MOSVIA. Sebagai salah satu lulusan terbaik MOSVIA. Hassan Wirjoekoesoemo (Masa Bhakti 1962-1966) R. Lagi-lagi cadasnya karang Madura dan tingginya ombak di lautnya telah melahirkan seorang R. Salah satu putera terbaik yang pernah dimiliki Kabupaten Jombang. Hassan diwujudkan dengan menerapkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil. serta tetap tidak meninggalkan hal-hal baik yang sudah dirintis oleh para senior pemimpin Jombang sebelumnya. 28 Wawancara dengan Bapak R. Sebagai seorang Bupati.8. 43 . karena ia adalah pejabat pertama yang menerima pendidikan khusus kepamongprajaan. R.45 WIB. Dharma Husada Indah Surabaya. Profil Bupati R. Pola-pola pengembangan kepemimpinan yang bertolak dari prinsip pamong mulai diberlakukan.28 Dan ia tercatat sebagai siswa berprestasi di lembaga pendidikan yang cukup bergengsi itu. Hassan sebagai calon pemimpin masa depan. Dengan jalan begitu konsep bersatunya rakyat dengan pemimpin menjadi satu hal yang tidak bisa ditawar lagi. pukul 12. pada 13 Desember 2010. Praktek pangreh praja atau penguasa sengaja dihindari semaksimal mungkin. ceria dan penuh warna. Madura. Hassan Wirjokoesoemo adalah putera keluarga bangsawan di Pamekasan. Hassan Wirjokoesoemo adalah sosok bupati berotak cemerlang dan bervisi ke depan. Masa kecilnya dilalui penuh keceriaan anak-anak khas pulau garam. Soedirman di rumahnya di Jl. 17 tahun sejak diproklamasikan tahun 1945. sebagaimana diungkapkan penyair Clurit Emas Zawawi Imron: Madura Kau adalah Lautku! Yang bisa diartikan bahwa Madura adalah sawah ladang kehidupan bagi warga masyarakatnya yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan.

Termasuk sosok Bupati R. si pendukung fanatis Bung Karno yang berdiri tegak di atas kaki spirit Marhaenisme. Hassan Wirjokoesoemo berbuah pahit. Ia adalah Soekarnois sejati yang meletakkan kepentingan bangsa di atas segala-galanya melebihi kepentingan individu maupun kelompok.Sebagaimana Bupati M. rupanya kejujuran dan ketegasan sosok Bupati R. 44 . Hassan Wirjokoesoemo adalah salah satu kader Partai Nasional Indonesia (PNI) yang cukup militan. R. Hassan. Rupanya api revolusi yang terus dikobarkan oleh Sang Proklamator Bung Karno mampu merasuk hingga ke darah dan daging seorang R. Ajaran-ajaran tentang kebangsaan. tentang keyakinan dan toleransi benar-benar telah memupuk jiwa kepemimpinannya. Hassan Wirjokoesoemo yang telah memberi warna pada perjalanan panjang Kabupaten Jombang. Beruntung sekali Kabupaten Jombang dipimpin oleh orang-orang pilihan. Soebijakto. dan tentu saja masih banyak yang belum tergali dari sosok yang terbilang “sunyi” ini. Sebab konon ia berseberangan pandangan dengan penguasa orde baru. Tetapi seperti peribahasa air susu dibalas dengan air tuba. Apapun karya yang telah ditorehkan. karena suri tauladannya akan menjadi catatan abadi sejarah kota santri.

Jabatan Polisi Istimewa terus disandang hingga kesatuan berubah menjadi Mobrig atau Mobil Brigade. kemudian berubah lagi menjadi Brimob atau Brigade Mobil. Indonesia dan ibu Melayu. Salah satu pilihan pembangunan kader masa depan itu dilakukan Bupati Ismail melalui organisasi Gerakan Pramuka. Hal ini dibuktikan dengan sepak terjang beliau yang mengutamakan jalur pembinaan generasi muda ketika memimpin Jombang.00 WIB.29 Pak Kardjan (adik ipar Bupati Ismail) saat diwawancarai di rumahnya Mengawali karir sebagai seorang Polisi Istimewa zaman pendudukan Jepang. karena dilahirkan dari pasangan ayah Jawa Tengah. Akhirnya 29 Wawancara dengan Bapak Kardjan (usia 70 tahun. Singapura. pukul 11. Profil Bupati Ismail (Masa Bhakti 1966-1973) Ia adalah sosok Bupati “Internasional”. Latar belakang keluarga berbeda bangsa inilah yang mencetak seorang Ismail menjadi pemimpin yang memiliki daya jangkau visioner terkait pembinaan generasi muda sebagai aset bangsa masa depan. Ismail seolah menempa diri untuk menghadapi tugas yang diembannya di kemudian hari. 01 Nopember 2010. 45 .9. adik ipar Bupati Ismail) di Geneng gang II (jalan Madura) pada hari: Senin.

Rupanya amanat menduduki jabatan sebagai pemimpin Jombang tidak sertamerta diperoleh dengan mudah. karena Ismail harus menyisihkan enam kandidat lainnya yang sama-sama dipromosikan oleh kesatuan masing-masing. dan kemampuan yang dimilikinya. Riau sebelum menjabat sebagai Bupati Jombang periode 1966-1973. Akhirnya upaya ini mendapat perhatian dari badan kepanduan dunia yang pernah berkunjung ke Jombang. beliau menduduki jabatan sebagai Danres atau Komandan Kepolisian Resort Jombang (sekarang Kapolres). pukul 10. Jombang. khususnya warga Kabupaten Jombang. minat. Kalau orang mengenal Satuan Karya Taruna Bumi di bawah binaan Departemen Pertanian. Jl.26 WIB. perkebunan. Menghadapi hal demikian Bupati Ismail memiliki kiat memperbanyak pelatihan berbagai jenis keterampilan. seperti pelatihan menjahit. Hasilnya kader-kader pramuka militan cukup banyak dijumpai di desa-desa tersebut. Antara lain Desa Plandi.30 Masa transisi dari Orde Lama menuju Orde Baru menyebabkan kondisi politik maupun perekonomian tidak stabil. Pada awalnya amanat penugasan sebagai Bupati dijalani sebagai caretaker atau pengganti antar waktu karena terjadi kekosongan jabatan Bupati Jombang. 46 . Sebelum menjadi pejabat resmi Bupati Jombang. Keseluruhan pelatihan itu dikemas dalam kegiatan Kepramukaan atau Kepanduan menurut istilah pada waktu itu. 4 Nopember 2010. pertanian. Alpukat No.18. maka diakui atau tidak embrio Satuan Karya Taruna Bumi berawal di 30 Wawancara dengan Bapak Kistam Mulyono (adik ipar Bupati Ismail) di Perumahan Jombang Permai . hari Kamis. Satuan karya yang akhirnya disingkat Saka ini bertujuan untuk menampung generasi muda sesuai bakat. Tidak kurang dari 25 desa se-Kabupaten Jombang didirikan Gugus Depan Desa sebagai ujung tombak terdepan pengembangan Pramuka. Pengembangan pramuka di lini terdepan diwujudkan dengan membentuk kader pramuka setingkat satuan karya. peternakan. memasak. Dalam masa kepemimpinan beliau Gerakan Pramuka sebagai lembaga pencetak kader pemimpin bangsa mendapat tempat yang layak di hati masyarakat.beliau bertugas di Pekanbaru. dan lain-lain. Melalui tangan dingin beliau pulalah Jombang tercatat dengan tinta emas sebagai daerah subur organisasi Gerakan Pramuka. Berbagai upaya dilakukan agar Gerakan Pramuka diterima oleh warga masyarakat sebagai pendidikan alternatif melengkapi lembaga pendidikan formal yang ada.

dan Isminaryono bermukim di Tulungagung. pada 26 September 2010. Ismiyanto berdomisili Jakarta. Era pemerintahan Orde Baru yang ditandai dengan penerapan tahapan pembangunan yang lebih dikenal dengan PELITA. Latar belakang keluarga antar bangsa serta pendidikan kedisiplinan yang diperoleh di kepolisian menyebabkan Bupati Ismail dikenal cukup tegas. kependekan dari Rencana Pembangunan Lima Tahun.31 Sejumlah instruktur yang merangkap pengawas lapangan pelaksanaan program Gerakan Pramuka disiapkan. salah satu pembina pramuka di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jombang. Ismail menikah dengan seorang gadis Surabaya bernama Saminah. 47 . Partisipasi generasi muda Pramuka di Kabupaten Jombang dalam program tersebut berupa pengiriman transmigran pemuda Pramuka ke wilayah Lampung. Jombang. Untuk di Jombang salah satu bukti peran Bupati Ismail dalam pengembangan Gerakan Pramuka adalah dibangunnya Sanggar Pramuka di Taman Kebonrojo. bahkan cenderung keras pada awal-awal memimpin Jombang. beliau menerapkan hukuman jemur badan pada setiap pegawai negeri sipil di lingkup pemerintah daerah yang terbukti terlambat masuk kantor. antara lain. Tidak jarang instruktur itu dijabat langsung para polisi di tingkat kepolisian sektor atau kecamatan. di Desa Plandi. Untuk menerapkan disiplin dan etos kerja yang tinggi di lingkungan kantor pemerintah daerah Kabupaten Jombang. Surabaya. Dari pernikahan tersebut lahir empat puteri-putera.Kabupaten Jombang melalui instruksi langsung Bupati Ismail. tepatnya di jalan Pakis. Tidak kurang dari seratus pemuda Pramuka asal kota santri Jombang dikirim ke lokasi transmigrasi. pukul 10:00 WIB. Istrining Rochanah tinggal di Gresik. atau singkatan dari Pembangunan Lima Tahun dan REPELITA. Terbukti kemudian tidak kurang dari tokoh Lampung mulai setingkat camat hingga anggota DPRD adalah kader muda Pramuka yang dikirim oleh Bupati Ismail ketika itu. Tugasnya antara lain melakukan pendampingan dan arahan-arahan yang diperlukan warga masyarakat selama mengikuti pelatihan Gerakan Pramuka. antara lain direalisasikan melalui pemerataan potensi melalui program transmigrasi. dalam bahasa Jombang dikenal 31 Wawancara dengan Kak Sukardi. Istrining Rahayu atau lebih dikenal dengan sebutan Mbak Ning (tinggal di Jakarta). Hal ini berkat dorongan Bupati Ismail yang menantang generasi muda sebagai pioner pembangunan bangsa berpartisipasi melalui program transmigrasi.

Memasuki masa pensiun beliau memilih pulang kampung ke rumah mertua di Jalan Pakis. Surabaya. maka kepala atau atasan langsung karyawan bersangkutan juga diperlakukan sama. Bupati Ismail juga seorang pemimpin dan kepala keluarga sederhana. Jenazah beliau dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Jl. Meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Menurut pengakuan sejumlah pensiunan yang pernah merasakan dipimpin Bupati Ismail. Sungkono. dijemur di halaman pemda. Surabaya. meskipun dari lingkungan keluarga Bupati Ismail sendiri. pola-pola hukuman jemur badan tersebut ternyata cukup sangkil (efektif) untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku maupun peringatan dini bagi siapa saja yang berniat melakukan pelanggaran. Hukuman ini berlaku pada seluruh pegawai. Beliau akhirnya memanfaatkan mess atau asrama sebelah selatan polres Jombang untuk tinggal bersama keluarga. Sedangkan keluarga atau saudara Bupati Ismail sebagian masih menjadi warga negara Singapura. Hal lain kesederhanaan seorang Ismail adalah tidak seenak sendiri menggunakan fasilitas jabatan. Tidak jarang jika salah seorang karyawan Pemda mengulangi pelanggaran. keesokan harinya. Termasuk tidak satupun dari puteraputeri beliau yang menjadi pegawai negeri di lingkungan pemerintah Kabupaten Jombang. Selain dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin. bahkan mungkin sangat sederhana.dengan istilah dipares atau dijejer. 48 . Apalagi pada masa itu rumah dinas bupati pun belum dibangun. Bupati Ismail wafat sebagai seorang pahlawan bangsa setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta pada tahun 1982. Mayjend. Hal ini dibuktikan selama beliau memimpin Jombang sampai memasuki masa pensiun belum memiliki rumah sendiri.

baik dari mantan pemain PSID maupun mantan staf di lingkungan pemerintah Kabupaten Jombang. Soedirman atau lengkapnya R. Soedirman (Masa Bhakti 1973-1979) R. Pamekasan. Mengapa demikian? Hal itu antara lain disebabkan terobosan beliau dalam pembangunan keolahragaan dan kesenian. Madura. Ia dilahirkan di Bangkalan. Sehingga tidak mengherankan ada sebagian anak buah Bupati R. Meskipun dikenal sebagai sosok bupati yang memiliki “daya bakar” cukup tinggi. sengaja memancing kemarahan beliau hanya untuk mendapatkan uang saku dari sang bupati. Soedirman memiliki pendekatan yang khas dengan orang-orang di sekitarnya. Sekolah yang terletak di Jalan Adipati Azis (sekarang jalan Pujangga). Masa ketika PSID (Persatuan Sepakbola Indonesia Djombang) menjadi tim favorit di tingkatan Jawa Timur dan wilayah Indonesia Timur mendampingi tim-tim papan atas seperti Persebaya dan lain-lain. Soedirman. Sehingga kerasnya kehidupan nelayan secara tidak langsung menempa jiwa raga Bupati R.32 Ketegasan seorang Bupati R. apalagi terhadap bawahan. khususnya bidang sepakbola dan seni musik (group band). kemudian ditafsirkan sebagian orang “temperamental”. Madura pada tanggal 3 Juli 1932. Bibit-bibit kepemimpinannya mulai terlihat sejak duduk di bangku SMP di Pamekasan sekitar tahun 1945. Soedirman sewaktu beliau masih aktif menjabat Bupati Jombang. Profil Bupati R. artinya agak temperamental namun beliau memiliki rasa empati yang tinggi. Berlatar belakang sebagai seorang perwira polisi Bupati R.10. Soedirman. sebenarnya mungkin dipengaruhi pribadinya yang berlatar belakang sebagai salah satu putra pulau penghasil garam. Madura ini dulunya 32 Dituturkan dari berbagai sumber. terutama di lingkungan kerja. 49 . Soedirman Mertoadikoesoemo merupakan sosok bupati fenomenal yang pernah dimiliki Kabupaten Jombang. Lewat tangan dingin beliau Kabupaten Jombang menempatkan posisi yang cukup diperhitungkan dalam kancah persepakbolaan nasional era 1970-an hingga 1980-an.

Mengenai peristiwa ini. namun tidak lama. Apalagi dalam rapatrapat rahasia yang dilakukan sebelum meletus demonstrasi besar-besaran menolak pembentukan negara Madura. Akibat politik yang dijalankan Van Mook itulah Indonesia terancam desintegrasi. maka kemandirian telah melekat sejak di bangku SMP. Saat itulah R. Jika di negara maju seperti Amerika. meskipun masih remaja. Soedirman mulai menonjol. Tetapi di Madura karena status pendidikan tertinggi melekat pada R. maka pemimpin aksi adalah kaum terpelajar dari kalangan mahasiswa. Soedirman. Soedirman mendapat prioritas menentukan daerah mana untuk mendarmabaktikan tugasnya. Akhirnya Jawa Timur menjadi pilihan. R. sengaja memecah-belah Indonesia dengan membentuk RIS (Republik Indonesia Serikat). melalui Van Mook. Hal tersebut dibuktikan bahwa dirinya tercatat sebagai lulusan terbaik pendidikan yang dikenal luas masyarakat sebagai Sekolah Brigadir. selanjutnya Madiun menjadi tempatnya menuntut ilmu. Soedirman yang masih berusia 15 tahun bangkit melawan kesewenang-wenangan pemerintah Hindia Belanda dengan melakukan demonstrasi menentang pembentukan negara Madura. Lagi-lagi pertimbangan sekolah murah menjadi pilihan.dikenal sebagai sekolah MULO. Alhasil tuntutan yang dilakukan kaum terpelajar. Di sinilah prestasi demi prestasi R. Dipilihnya kota Madiun dengan pertimbangan biaya kost yang masih murah. akhirnya R. Ada peristiwa menarik sekaligus tak terlupakan ketika menjelang akhir semasa ia di SMP. mengingat ia merasa sebagai 50 . Karena Sudirman remaja sudah dibiasakan kost oleh orang tuanya. berhasil mengembalikan status Madura sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI. Setelah merampungkan bangku Taman Madya atau SMA. negara Pasundan. Soedirman melanjutkan ke jenjang SMA di Pamekasan. karena dibentuk negara-negara kecil seperti negara Madura. Pada waktu itu Belanda. seorang ahli strategi untuk melanggengkan kekuasaan mereka di tanah air. maka seluruh aktivis sepakat menunjuknya sebagai pemimpin di usia yang masih belia. Soedirman teruji sebagai pemimpin masa depan. Atas prestasi sebagai siswa terbaik. telah terjadi kesepakatan di antara peserta rapat. ia mengikuti Kursus Komandan Polisi di Sukabumi. Selepas SMP R. kecuali Madura. Bukan negara kesatuan yang dicita-citakan para founding fathers atau pendiri negara. negara Jawa Timur dan lain-lain.

Saya ingin berbuat yang terbaik bagi Jombang!”33 Langkah pertama ditempuh dengan melanjutkan pembangunan Masjid Jamik alun-alun yang sudah dimulai sejak bupati sebelumnya. hingga menjadi Danres (Komandan Resort) Kepolisian Lumajang. karena ia sangat teguh menjaga amanat. Berturut-turut jabatan demi jabatan disandang. Dengan tidak bertugas di Madura. Soedirman di rumahnya di Jl. Soedirman. pada hari Senin.putera Jawa Timur. 51 . maka diharapkan potensi kedekatan kerabat yang diduga menumbuhsuburkan praktek-praktek nepotisme dapat ditekan seminimal mungkin. Soedirman dengan jabatan Dandis (Komandan Distrik) atau setingkat Kepolisian Sektor sekarang. Tidak dipilihnya Madura. Jawa Timur pada tahun 1973. Surabaya.00 WIB. tapi ingin menjadi orang Jombang. Dharma Husada Indah. 13 Desember 2010 jam 12. R. Dengan satu tekat. meskipun ia dilahirkan di Bangkalan. Besuki menjadi daerah pertama masa tugas R. Soedirman saat serah terima jabatan sebagai Danres Lumajang pada tahun 1973 Kultur Jombang yang unik dengan perpaduan agamis dan nasionalis mendorong sejumlah karya monumental diwujudkan Bupati R. Termasuk 33 Wawancara dengan R. Memasuki tahun 1973 hingga 1979 ia resmi ditugaskan menjadi Bupati Jombang. ”Aku bukan orang Jombang.

Soedirman membangun monumen Kretarto.melakukan terobosan pipanisasi pada tempat wudlu jamaah. Tempat seluruh aktivitas pemerintahan berlangsung. akhirnya Bupati R. Sosok Brigjen Kretarto adalah pejuang kemerdekaan yang cukup heroik asal Kabupaten Jombang. langkah berikutnya Bupati R. Untuk memberi wadah generasi muda putus sekolah dan membekali mereka dengan aneka keterampilan. Maka sejak R. mengingat layanan publik bertumpu pada sebuah kantor.H. Dengan sepenuh daya. Peletakan batu pertama pembangunan monumen berbahan dasar perunggu ini dilakukan di simpang empat arah timur Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang. Soedirman menyampaikan kepada kaum muslimin di Jombang. Akhirnya proyek itu terwujud setelah ia pulang dari menunaikan ibadah haji di tanah suci. Tetapi ia kukuh menerapkan pipanisasi dengan alasan kesehatan. yaitu sebuah tandon air untuk berwudlu. semula Bupati berada di dalam masjid. Karena mereka hanya mau dibuatkan kulah (jedingan). Soedirman mulai membangun kantor pemerintah kabupaten. Setelah terbangun kantor pemerintah kabupaten. Wahid Hasyim. Soedirman sebagai Bupati Jombang. tepatnya di Jalan K. Pembangunan ini menggunakan dana dari APBN. Tentang hal ini. Jabatan Bupati yang semula disakralkan sebagian orang di Jombang pada waktu itu mulai diubah sedikit demi sedikit oleh Bupati R. Antara lain setiap sholat Idul Fitri maupun Idul Adha. bahwa di sumur zamzam pun pemerintah Arab Saudi menerapkan pipanisasi. 52 . Pemkab belum memiliki kantor yang representatif. Tidak seperti di Indonesia yang lebih memilih kulah dengan kondisi berlumut dan kumuh. Wahidin Sudirohusodo. maka dibangunlah SIF atau sekarang dikenal PSBR (Panti Sosial Bina Remaja) di Jl. Bupati R. mulanya ide Bupati R. Soedirman. sedangkan pejabat setingkat Dandim berada di alun-alun. Menurutnya keberadaan kantor pemerintahan adalah hal paling mendesak yang musti diwujudkan. Soedirman ditentang habis-habisan oleh kaum muslimin di Jombang. Sekitar tahun 1973 masa awal R. sehingga dipandang perlu meletakkan monumen tersebut agar generasi muda tidak terputus akar sejarahnya. Soedirman menjabat bupati sudah dilakukan perombakan dengan mendudukkan muspida pada satu tempat yang sama di dalam masjid.

emosi komunal hingga kesetiakawanan kolosal sangat mudah dibentuk. Artinya tidaklah salah bahwa kemudian ia mengusung olahraga sepakbola sebagai daya dorong semangat bagi warga Jombang pada umumnya. Soedirman bersama rombongan dalam suatu kunjungan Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. ia membangun sarana air bersih yang dipusatkan di Desa Plandi. khususnya presiden. Soedirman adalah membangun sejumlah gedung sekolah. karena Pemkab Jombang tidak membangun pagar pendapa. Kecamatan Ngoro yang diberi nama SMP Batalyon Merak. Karena melalui sepakbola. Salah satunya adalah SMP Negeri Ngoro di Desa Jombok. maka era kepemimpinan Bupati R. Soedirman adalah bupati termuda yang dimiliki Republik ini. pernah Bupati R. Di bidang pendidikan. Untuk mencukupi kebutuhan air minum bagi warga Kota Jombang. Apalagi ketika diangkat sebagai Bupati Jombang. 53 . ”Saya punya prosedur sendiri dalam pengamanan di lingkup pemerintah Kabupaten Jombang!” Ketegasan Bupati Jombang ini barangkali sangat jarang dilakukan pada waktu itu. Soedirman sangat pas dengan kondisi masyarakat Jombang waktu itu. Menurut mereka hal tersebut dikhawatirkan mempengaruhi keselamatan tamu negara. Soedirman ditegur oleh paspampres. Seperti kata pepatah bahwa setiap zaman melahirkan pemimpinnya.Bupati R. di wilayah Kabupaten Jombang. Jombang. Keberatan paspampres langsung dijawab tegas olehnya. terobosan Bupati R. sebagai pengingat kisah perjuangan Batalyon yang dipimpin mantan Gubernur Jawa Timur. Soenandar Prijo Soedarmo. R.

Tetapi sebelumnya para pemain harus berbaris rapi sambil memelorotkan celana masing-masing. melainkan juga merekrut pemain dari kabupaten-kabupaten lain. Soedirman nama PSID tidak cukup diperhitungkan. Bahkan tidak jarang ia sebagai ketua umum PSID terjun langsung ke lapangan mendampingi proses latihan.34 Prestasi demi prestasi PSID mulai ditorehkan. Karena akibatnya yang paling ringan adalah mutasi bagi dokter yang secara sengaja maupun tidak teledor menangani kesehatan para pemain. 54 . Kalau sebelum masa kepemimpinan Bupati R. Bupati R. antara lain ditempuh melalui perekrutan para pemain tidak hanya internal Kabupaten Jombang. Soedirman untuk menjadikan sepakbola sebagai ikon Jombang. Untuk yang satu ini tidak ada seorang dokter pun yang mampu menolak instruksi Bupati Soedirman.00 WIB. 30 Oktober 2010. Sebuah cerita lucu di balik layanan kesehatan gratis bagi pemain PSID. suatu hari tidak kurang dari sepuluh pemain sepakbola yang berobat di RSUD Jombang dengan berbagai macam keluhan. Entah karena jengkel atau jenuh. di Desa Candi Jombang. Di samping berbagai macam bonus yang diberikan. Sebaliknya kalau pemain melakukan kesalahan. Soedirman mengeluarkan darah akibat hantaman batu penonton yang beringas menyaksikan tim kesebalasan mereka dikalahkan PSID Jombang. para pemain PSID juga mendapat kesempatan diangkat sebagai pegawai negeri sipil di pemerintah Kabupaten Jombang. Dokter RSUD ketika itu sambil tersenyum jenaka melemparkan satu-persatu jarum suntik ke pantat para pemain dari jarak tidak kurang dari dua meter. salah seorang dokter yang menangani pengobatan para pesepakbola itu dengan bergurau menembakkan atau melemparkan jarum suntik ke pantat para pemain dari kejauhan.Keseriusan Bupati R. Pernah dalam suatu peristiwa saat pertandingan PSID melawan kesebelasan pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo. Selain bonus bagi para pesepakbola berprestasi. pukul 10. Sebaliknya mungkin akan mendapat sanksi tegas. mereka juga mendapatkan layanan kesehatan gratis di RSUD Jombang. pada kurun 34 Disampaikan oleh Pak Asnan (mantan kapten PSID) era Bupati Soedirman dalam sesi wawancara pada hari Sabtu. Mereka rela menunggu lama hanya untuk mendapatkan layanan tersebut. Bonus atau penghargaan bagi pemain adalah salah satu strategi Bupati Soedirman untuk memompa semangat tim agar tidak mudah kendor. maka jangan berharap mendapatkan bonus berlimpah.

35 R.waktu 1977 itulah PSID sedikit demi sedikit PSID melebarkan kepiawaian permainan di lapangan hijau dengan mengalahkan hampir seluruh tim yang dimiliki Jawa Timur kecuali Persebaya yang merupakan tim papan atas. Soedirman bersama istri saat diwawancarai di ruang tamu rumah mereka pada 13 Desember 2010 Apa yang telah ditorehkan Bupati R. pukul 12. Soedirman pada wawancara hari Senin. terutama komitmennya terhadap pembangunan keolahragaan dan kesenian. 13 Desember 2010. Paling tidak ia telah menciptakan sejarah sebagai seorang pemimpin yang notabene pernah memimpin kota yang memiliki ratusan pondok pesantren. R. Mas Bagus Siswantoro (almarhum). Persatuan Sepakbola Denpasar (Perseden) dan Perselobar atau Persatuan Sepakbola Lombok Barat. jam 11. Endang Rahmawaty (Mbak Endang). Prestasi ini akhirnya yang mengantarkan PSID bersama Persebaya melawat ke Denpasar menghadapi tim-tim wilayah timur. Bagus Ahmad Fauzi Efendi (Mas Bagus). Soedirman Mertoadikoesoemo menikah dengan seorang gadis dari Sumenep. Dewi Fraisin (Mbak Wiwik). (keponakan Bupati R. Soedirman) dalam wawancara hari Sabtu. Di masa 35 Keterangan Bapak Chairil Hariya Udaya. Soedirman memang pantas diteladani oleh generasi penerus. SH. 55 . Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniahi 7 momongan: Sri Sudiharti (Mbak Titik).30 WIB. Sudarsih (Mbak Darsih) istri Kapolda Makasar.00 WIB. Nenik Meilani (Mbak Nanik). Madura bernama Su’udiyah pada tanggal 28 Agustus 1954. dan Ibu Su’udiyah R. 30 Oktober 2010. antara lain.

Sebenarnya kilau keberhasilan yang telah diraih pada masa lalu sangat mungkin dapat diperoleh kembali manakala roda kepengurusan dan elemen pendukung PSID. Soedirman. baik penonton sepakbola maupun warga masyarakat Jombang menomorsatukan amanat sebagaimana era Bupati R.pensiunnya ia diamanati memimpin Paguyuban Madura Jawa Timur menggantikan Bapak Mohammad Noor. Kini prestasi PSID hanya sebatas kenangan pasca kepemimpinan Bupati R. Soedirman. mantan Gubernur Jawa Timur. Soedirman Mertoadikoesoemo. 56 . Maka tidak aneh rasanya kalau masyarakat persepakbolaan Jombang sangat kehilangan figur ketua umum sekaligus Bupati Jombang yang bernama lengkap HR.

Malang. Dan Soekasah Sosroamijoyo memiliki putra Achmad Dardiri. Sang ayahanda ini meninggal pada tahun 1978.A. Ia juga bersumbangsih data perihal sosok Pak Hudan. Blok K.A. Kyai Tegal Arum II berputra: Kyai Terongrancang.A.37 36 37 Wawancara dengan Amidar Nurma Winarti (anak kelima A.A. Profil Achmad Hudan Dardiri (Masa Bhakti 1979-1983) Achmad Hudan Dardiri adalah Bupati Jombang yang ke-12. Selanjutnya R. Marman. dan ikut berorganisasi di perkumpulan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926. No. Runutan silsilahnya seperti berikut: Raja Majapahit berputra: Batara Katong. 19. Ia lahir pada 7 April 1924. Kemudian B. pukul 13. yang tinggal di Perum Candi Indah. 57 . Napsiah berputra: Soekasah Sosroamijoyo. Betara Katong berputra: Sunan Drajad. Nap.11. Wawancara ini didampingi oleh Nasrul Ilahi (dari kantor Disporabudpar Jombang) dan keponakan Pak Hudan. Edisi I.32 WIB. di Malang. Lalu R. Kyai Tegal Arum I memiliki putra: Kyai Tegal Arum II. dan pensiun pada tahun 1960. Bapak Sonhadji. Raya Langsep No. Marman memiliki anak: R. Malang. yang kemudian memiliki putra yang pertama bersebut Achmad Hudan Dardiri. Napsiah. 49. Ia merupakan seorang pegawai di wilayah Kabupatenan Malang. keluarga Pak Hudan ini memiliki persambungan darah hingga ke Raja Majapahit. Jawa Timur. Ia lahir dan dibesarkan oleh orang tuanya di Malang dalam suasana keluarga yang memegangi keteguhan dalam menjalankan ajaran Agama Islam. pada 18 Agustus 2010. Kyai Terongrancang berputra: Kyai Joyosetiko I. Sosok yang mengagumi tokoh nasional Mohammad Yamin ini memulai karirnya dari dunia kemiliteran di masa awal Perang Kemerdekaan. Januari 2000. Nap berputri R. berpendidikan HIS. Kyai Joyosetiko I memiliki putra: Kyai Musahal.A. Lalu Kyai Musahal berputra: B. Sunan Drajad berputra: Kyai Tegal Arum I. di Jl. Jika dirunut silsilah keluarga dari garis Haji Achmad Dardiri. Silsilah Keluarga Besar Buyut Nihayah dan Buyut Nafsiyah. Jombang.A. lahir tahun 1960 di Malang.36 Ayah kandungnya bernama Haji Achmad Dardiri. Gatot Muhdi Islam Dardiri dan Setiabakti. Hudan Dardiri).

11. 3. Sang ibu. Dan Achmad Hudan Dardiri adalah anak pertama mereka. Malang). Susiati (tinggal di Jombang). 5. di Jl. Khususiyah (tinggal di Blitar). Harir (tinggal di Mondoroko. Lukman Dardiri (tinggal di Malang). Kemudian pindah rumah di Jl. di Malang. Perkawinan Haji Hudan Dardiri dengan Siti Aminah melahirkan 12 putra-putri. 8. 6. Arief Margono 19 Malang. 58 . 7. dahulunya juga mengikuti organisasi berupa perkumpulan Muslimat NU pada tahun 1932.Amidar Nurma Winarti. Lalu saudara-saudaranya secara berurutan adalah sebagai beikut: 2. Rumah yang terakhir ini merupakan rumah keluarga Pak Hudan di mana semua kerabat dan sanak-familinya sering berkumpul dan bersilaturahmi. Tongan Gang I/ 287. 12. Tuning Badriyah (tinggal di Malang). 4. Juriyah (tinggal di Jakarta). Hamid Dardiri (tinggal di Malang). Farida Dardiri (tinggal di Malang). Gatot Dardiri (tinggal di Malang). 9. sebagaimana sang ayah Pak Hudan. Miskiyah (tinggal di Surabaya). saat diwawancarai pada 18 Agustus 2010 Sementara ibu kandung Pak Hudan bernama Siti Aminah. 10. sebagai suatu bentuk pengayaan dan penghayatan dalam bersosial dan dalam pengembangkan keilmuan Agama Islam. Ninik Dardiri (tinggal di Malang). lahir pada tahun 1910.

Karena itu.Masa kecil Hudan bersama orang tua dan saudara-saudaranya tersebut ia jalani dengan penuh keprihatinan dan hidup dalam kesederhanaan. Ia masuk sekolah semacam Madrasah di daerah Jagalan. salah satu keahliannya yang cukup disegani adalah kemampuannya dalam menguasai 3 bahasa asing dengan lancar. Di sela-sela waktu senggang ia belajar ngaji secara intensif kepada Sutan Hasan Halim. Masa muda Achmad Hudan Dardiri Lalu ia masuk sekolah Taman Dewasa pada 1943. Kyai Haji Sukri. Achmad Hudan Dardiri tak menyia-nyiakan waktu untuk berleha-leha dan bermalas-malasan. yang kemudian menjadi bapak angkatnya karena Hudan kecil begitu disayanginya dan lantaran kepandaian dan ketekunannya dalam belajar. Kemudian masuk Sekolah Guru Muallimin dari 1938 sampai 1941. ia juga mendapatkan pengajaran yang ketat dan asuhan yang penuh perhatian serta gemblengan untuk memegangi prinsip hidup dan agama dari Kyai Haji Sukri dan Sutan Hasan Halim. Didikan dari mereka sangatlah bermanfaat dalam membentuk karakter dan jati dirinya. Ia juga aktif mengikuti kegiatan kepanduan pramuka yang kelak dunia kepramukaan ini digelutinya hingga di usia lanjut. Selain didikan dari kedua orang tuanya yang keras dan berdisiplin tinggi. bahasa Belanda. Saat itu bimbingan dari seorang tokoh muslim lokal. ia juga masuk Sekolah Rendah (SR) dari tahun 1930 sampai 1938. telah mampu menambah wawasan keislaman Hudan dan memberi pengaruh besar dalam kepemimpinannya kelak. yakni bahasa Inggris. 59 . Dalam kesemangatan belajar di usia remaja hingga dewasa itu. Di samping bersekolah di Madrasah.

Penuh romantisme dan cita-cita luhur demi membela tanah tumpah darah. dan lulus dengan predikat Sarjana Muda. dengan mengambil Fakultas Hukum. di Blitar. Saat itu sang gadis. Hal ini sebagai media penggemblengan dakwah dan pembentukan jadi diri sebagai muslim yang baik ia jalankan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh jiwa raga. Asmara dua sejoli ini makin bertumbuh di masa pergolakan itu. didikan dari para guru-gurunya untuk bertabligh dan menyiarkan Agama Islam baik di pelosok desa maupun di daerah sekitar tempat tinggalnya sangatlah ditekankan. yang lahir di Solok. A. Di samping itu. selain bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Sumatra Barat. pada 8 Juli 1925. Pada tahun 1950-an Achmad Hudan Dardiri berkenalan dengan seorang gadis asal Solok. Hudan Dardiri di suatu hari saat berdakwah Di masa Perang Kemerdekaan. Dan melanjutkan studinya hingga ke Universitas Brawijaya dari tahun 1964 sampai tahun 1966. bangsa dan negara. ketika ia ikut andil bergerilya di masa Perang Kemerdekaan RI. Di kota kelahiran Bung Karno tersebut. Sumatra Barat. yang kemudian dikenalnya dengan nama Emma Yuliasma. 60 .dan bahasa Arab. juga bertugas dalam barisan Palang Merah Indonesia dan membantu di bagian logistik para gerilyawan. Achmad Hudan Dardiri masuk kesatuan Chu Gakko (penerjemah) pada 1944 sampai 1947. Minangkabau. kedua insan ini menjalin hubungan erat.

welas asih. dan Amidar Nurma Winarti (lahir 4 Januari 1962). sebagai istri. Kemudian masuk Organisasi Golkar dan Ikatan Bidan Indonesia pada 1957-1969.Perkenalan sampai hubungan cinta itu akhirnya membuat mereka bersepakat untuk menjalinnya secara lebih serius dalam sebuah pernikahan. baik dalam berakhlak yang mulia. Hudan Dadiri dengan Emma Yuliasma. Mereka adalah: Asrul Kemal Dardiri (lahir 21 Agustus 1952). lahirlah putra-putri A. tenggang rasa. Dari perkawinan tersebut. dan tidak merendahkan derajat orang lain. Islana Gadis Yulidani (lahir 13 Agustus 1958). Aida Dani Asma (lahir 22 Februari 1956). Emma Yuliasma selanjutnya. persiapan dan saling anjangsana antar dua keluarga pun berlangsung dengan mematangkan berbagai rencana perkawinan. Maka pada 9 September 1951. Mendampingi sang suami dengan penuh kasih sayang. Perkawinan antara A. Indah Agustina (lahir 19 Agustus 1954). Ia kemudian menekuni profesi sebagai bidan. Sikap mental ini diturunkan dan diajarkannya dengan 61 . mereka resmi menikah. Pendidikan yang eliau terapkan di keluarga adalah bagaimana memposisikan diri sebagai manusia atau lebih khusus sebagai muslim yang baik dan mampu menjadi cermin bagi sesama. selalu mendukung perjuangan suaminya di medan tempur. Mengasuh anak-anak mereka hingga dewasa. Hudan Dardiri dengan Emma Yuliasma pada 9 September 1951 Selang beberapa waktu kemudian. Indira Damayanti (lahir 17 Januari 1965).

dan berpegang pada intisari ajaran-ajaran AlQur’an dan Sunnah. dari Minangkabau juga. yang semua itu penerapannya didasarkan pada prilaku akhlak Rasulullah saw. menyarankan hal yang terbaik.semangat demokratis. sekaligus sahabat dan guru kehidupan. mengamati. Putra-putri A. Pak Hudan lebih pada mendengar. Perang Kemerdekaan. Hudan Dardiri dan Emma Yuliasma Sementara mertua Achmad Hudan Dardiri adalah Abdul Manan Sutan Bagindo yang lahir pada tahun 1889. Maka. Namun keduanya bercerai pada tahun 1930. Sedangkan ibu mertuanya bernama Hajah Nuriyah. Oleh karena itu. tahun 1945-1950. Pensiun pada tahun 1954. tahun 1947-1948. di Pulau Jawa. dan meninggal pada tahun 1968. Hajah Nuriyah ini meninggal pada tahun 1994. Perang Kemerdekaan. di Markas Besar Pertempuran TCDT. dari Minangkabau. saling menghargai. 2. 62 . sebagai Penyelidik Militer Khusus. di Jawa Timur. di mata anak-anaknya. Pak Hudan adalah sosok bapak. Riwayat perjuangan Achmad Hudan Dardiri dalam membela tanah air di masa pergolakan Perang Kemerdekaan adalah sebagai berikut: 1. tidak menggunakan kekerasan atau penghukuman yang justru dapat merontokkan karakter dan kebebasan berekpresi mereka. cara mendidik kepada semua anak-anak beliau. Ia adalah seorang pegawai air minum kota di daerah Solok.

Guru SMP. di Blitar. 1955-1966). Guru di instansi Departemen Agama di SGAI/PGAA Malang (1953-1958). di Blitar. 1960-1966). Dosen IAIN Malang (1960-1967). 9. 4. 63 . 6. SGHI Malang (1953-1956). Guru di Departemen Kehakiman. tahun 1941-1942. di Malang. 2. tahun 1947-1950. tahun 1947-1950. 5. 7. di Blitar. tahun 1957-1966. Sebagai Caretaker di instansi Pemda Kotapraja Malang (1967-1969). DE17/Det I Sedangkan riwayat jabatan dan pengabdian sosial yang pernah diemban oleh A. di Malang dan Blitar. 1957-166). tahun 1949-1957. IAIN (sebagai dosen. SHD Malang (1960-1966). 3. SMA Negeri II Malang (1957-1966). PGSLP Malang (sebagai dosen. KPAA Malang (1961-1966). SMKA Malang (19521960). DE17/Det I.3. KMCA (1956-1966). tahun 1950-1957. Guru tingkat Taman Madya. Cinderamata TRIP. di Blitar. Hudan Dardiri di sepanjang hidupnya adalah sebagai berikut: 1. pada instansi Kejaksaan (1953-1956). Perang Kemerdekaan. Guru dalam kesatuan instansi Departemen Pendidikan yang meliputi: SMA Negeri I Malang (1951-1957). 11. IKIP Malang (sebagai dosen. Dosen IKIP Negeri Malang (1957-1966). 10. Guru tingkat Taman Dewasa. Guru Madrasah tingkat swasta. TRIP. Guru swasta SMA Muhammadiyah. 8.

14. 17. Pj. 15. di instansi Yayasan PGRI (1975-1985). di instansi Pemda tingkat I Malang (1975-1978). Walikota Pasuruan. 64 . di instansi Departeman Dalam Negeri (1978-1983). Bupati Jombang. Pasuruan yang merupakan daerah di ujung timur wilayah Jawa Timur memiliki potensi budaya dan sumber alam yang luar biasa. Semenjak menjabat sebagai Walikota Pasuruan pada tahun 1969-1975. Rektor UNIPA Surabaya (1998-1999).12. Pasuruan. Rektor IKIP PGRI Jatim.sekitar 1996). Keberagaman masyarakatnya juga mencerminkan kerukunan yang terjalin dengan baik. Etnis tionghoa dan Arab terbilang cukup banyak. Hudan Dardiri ketika dilantik menjadi Walikota Pasuruan 13. ia mengembangkan semangat toleransi dan demokrasi baik di kalangan pemerintahan maupun kepada warga Pasuruan. 16. A. di instansi Yayasan PGRI (1985. Toleransi antar etnis dan antar agama menjadi prioritas yang dicanangkan A. di instansi Departemen Dalam Negeri (1969-1975). 12. Dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan itu ia berumah dinas di kompleks balaikota Pasuruan di Jl. Rektor IKIP PGRI Surabaya. Hudan Dardiri. selain pengembangan dan pembangunan dalam sektor pemerintahan dan kebutuhan publik secara luas. Balaikota No. Anggota DPRD I Jatim.

“Apakah sedoyo jamaah Jumat mangertos nopo ingkang dipun sampaikan khotib kolo wau?” Tanyanya kepada seluruh jamaah. Saat itu persiapan shalat Jumat hendak dilaksanakan.Salah satu toleransi yang dikembangkan sebagai bentuk kesadaran bagaimana memahami dan menghayati nilai-nilai Agama Islam terbukti dalam suatu peristiwa yang terjadi di Masjid Agung Pasuruan. Lalu salah satu takmir lain mengumumkan bahwa Walikota Pasuruan yang baru sedang ikut bershalat Jumat di masjid tersebut dan diminta ke mimbar podium untuk memberikan semacam pidato kecil. Wiridan sebentar. Menghimbau kepada segenap masyarakat untuk tetap menjalin kebersamaan antar pemeluk agama dan etnis. mengucapkan wassalam dari mimbar itu. Para penggede warga Arab terutama takmirnya juga tak angkat bicara. Tak sampai 20 menit khutbah selesai. Ia langsung menuju dan duduk di shaf terdepan. Pak Hudan yang sedari awal datang yang digeser duduk ke shaf paling belakang lantas maju ke depan. Khotib yang muncul adalah orang keturunan Arab. Pak Hudan terkaget sejenak. “Jika semuanya jamaah mengerti 65 . pada tahun 1969. Ia mengharapkan dukungan warganya untuk membantu dalam proses pembangunan di segala bidang. Tiba-tiba muncul seoarang takmir bertampang dan berperawakan Arab menemuinya dan memintanya untuk bergeser ke belakang. Tradisi khutbah dengan menggunakan bahasa Arab ada di sini. Di atas mimbar itu Pak Hudan menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat Pasuruan yang telah menerima dirinya sebagai Walikota. Ia tertegun. Suatu hari. Ia menyinggung sedikit sebelum soal khutbah yang disampaikan khotib. Masjid ini merupakan masjid terbesar. Semua jamaah diam. Si takmir itu mengatakan bahwa shaf depan hanya untuk penggede dan syaikh-syaikh Arab saja. penuh hatihati dan sopan. namun dengan senyum santun ia mengangguk dan berbalik menuju shaf paling belakang. Pemangku dan takmir masjid kebanyakan dipegang oleh orang-orang keturunan Arab. Ia datang lebih awal sebelum jamaah lain. Shaf-shaf mulai terisi penuh. Pak Hudan melaksanakan Jumatan di Masjid ini. Berkhutbah dengan menggunakan bahasa Arab. Azan dikumandangkan. Jamaah mulai banyak. Dengan baju dan celana panjang yang sederhana serta berkopyah hitam ia membelah shaf para jamaah dengan merunduk permisi.

3. tahun 1945-1950. Sebanyak mungkin menyumbangkan apa ia miliki baik berupa wawasan dan pengalaman kepada siapa pun. di Malang. 4.khutbah dengan menggunakan bahasa Arab. Pandu Rakyat Indonesia. Seinendan. di Malang. sebagai anggota. sebagai wakil ketua cabang. Tahun 1957 non aktif. Hal itu tidak lepas dari sepak terjangnya untuk tidak berhenti mengisi seluruh kehidupannya dalam berbagai kegiatan sosial. Semoga ada kebaikan dan manfaatnya di kemudian hari. sebagai sekretaris karesidenan Malang. 2. tahun 1935-1941. Tetapi jika tidak paham. di Malang. Pelajar Islam Indonesia. Organisasi Mahasiswa. sebagai anggota. alangkah baiknya jika khutbah yang rutin tersebut juga diselingi dengan bahasa Jawa atau dengan bahasa Indonesia. sebagai anggota. Ini merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah peristiwa terjadi dan bagaimana seorang Pak Hudan mampu memposisikan diri sebagai pribadi dan sebagai walikota. tahun 1942-1945. 7. tahun 1963-1969. di Blitar. adalah sebagai berikut: 1. dan Organisasi Olah Raga. di Malang. di Malang dan Blitar. Organisasi Profesi. Organisasi Politik. 66 . Ini sekedar saran saya. ya monggo saja.” Begitulah Pak Hudan menutup pidato pendeknya. di Malang. lebih-lebih sebagai pemimpin. Ini menjadi modal yang sangat berharga. 5. sebagai warga Pasuruan sebagaimana panjenengan sedoyo. 6. Ikatan Pelajar Indonesia. tahun 1945-1947. Memberi manfaat bagi sesame. Kepanduan Indonesia. sebagai ketua bagian sosial. sebagai sekretaris. Di antara kerja intelektual dan pengabdiannya yang tercatat baik adalah riwayat berorganisasi yang meliputi Organisasi Pelajar. untuk apa khutbah bahasa Arab itu dijadikan khutbah rutin setiap Jumat? Maka. Hal ini ia upayakan terus agar semua langkahnya tidak terkotakkan dalam tempurung subyektifitasnya sendiri. Agar tidak berpikiran sempit dan picik. tahun 1948-1950. yang menjadi suluh dan panutan masyarakatnya. Partai NU. Organisasi Massa. Palang Merah Indonesia. Pengembangan kepribadian dan pengalaman bersosial dalam segala lini aktivitas hidupnya di masyarakat ia tujukan sebagai ikhtiar demi pengabdian. Di antara karakter demikian yang telah terbentuk sejak kecil hingga dewasa mengantarkan Pak Hudan memiliki cara pandang universal di dalam melihat berbagai persoalan.

Anggota MPR RI. Badan Musyawarah Angkatan 1945. 9. 67 . Anggota TRIP Malang. 10. 13. menjadi satu kebutuhan penting bagi upaya dasar membangun mental pemimpin agar tepat dan benar dalam menentukan 38 Data blangko Clearance-Test Calon Legislatif. 12. Wakil Ketua APTISI Jawa Timur. 2010. 14. tahun 1978-1983.sekitar 1990an. Dan buku Memperingati1000 Hari H. Penasehat PD I PGRI Jawa Timur (1988-2007). 18. sebagai wakil ketua tingkat I.Pengurus PPLP PT PGRI (19862007). di Malang. Partai Golkar. 17. diterbitkan oleh Tim Penelitian Khusus Calon Legislatif Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur 1997. 15. tahun 1983. sebagai ketua cabang. sebagai ketua Pembina. di Surabaya. 19. tahun 19601969. University Press. Hudan Dardiri. di Jombang. tahun 1970-1975.A. 16. Partai Golkar. Sekber Golkar. Ketua Golkar Jawa Timur. di Pasuruan. Pengurus Pramuka Jawa Timur. sebagai ketua bagian kebudayaan. Universitas PGRI Adi Buana. Pembina PGRI Pasuruan (1973).8. Surabaya. 11. Anggota PGRI (1961-2007).38 Bertemu Presiden Seoharto dalam aktivitas kepramukaan Sikap hidup yang merakyat dalam pola kepemimpinan Pak Hudan dan pengalamannya di Pasuruan sebagai walikota.

berjumpa dengan Ali Sadikin. Saat itu Pak Hudan secara langsung ditawari oleh Pak Witarmin. untuk mengemban tugas kenegaraan sebagai Bupati Jombang. Jadi sekitar 2 tahun setelah beliau bertugas sebagai Walikota Pasuruan. dalam konteks bertugas di pemeintahan ataupun jalinan persahabatan dengan banyak tokoh nasional. sekitar 1980-an Pengusulan dirinya sebagai Bupati Jombang lewat Departeman Dalam Negeri pada 1978. Sejak itulah. Tawaran tersebut diapresiasi dengan baik dan dipersiapkan proses legitimasinya secara prosedural. membuat kepribadiannya semakin ulet dan kokoh dalam upaya memahami bagaimana beliau mengabdikan dirinya bagi rakyat banyak. yang prakteknya sering melalui pengajuan dari sejumlah pejabat penting di jajaran kepolisian maupun kemiliteran. terhitung mulai tahun 1978 hingga tahun 1983. 68 . Hudan Dardiri memimpin dan bertugas mengabdikan dirinya sebagai Bupati Jombang. Pangdam V Brawijaya. Surabaya. Proses pemilihan kepala daerah saat itu berupa penunjukan langsung dari pusat. Berbagai pengalaman. A. diawali ketika masa itu Pak Hudan menempati posisi sebagai anggota DPRD Tingkat I di Malang. Gubernur DKI Jakarta. Hal inilah yang dibutuhkan seorang pemimpin.kebijakan pemerintahan dan memberi kontribusi konkrit bagi warga. Jawa Timur.

mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Fokus yang menjadi prioritas pembangunan yang dicanangkan dan digerakkan Pak Hudan kala itu adalah pembangunan di wilayah infrastruktur jalan dan irigasi. namun bagaimana pertumbuhan yang ada sekaligus dapat dirasakan secara merata hasilnya oleh semua lapisan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan faktor alam dan lingkungan sekitarnya. 69 . membangun struktur perekonomian yang kokoh. Ini mengingat wilayah Jombang sebagai daerah agraris. beliau menitikberatkan pada sektor irigasi yang baik. yaitu pembangunan yang dilaksanakan tidak semata untuk mengejar pertumbuhan. Hudan Dardiri saat bertugas di kantornya sebagai Bupati Jombang Roda pemerintahan dijalankan sebagaimana yang seharusnya dan semaksimal mungkin. agamis dan bertoleransi. Dalam hal pertanian. tentu terlebih dahulu dengan melihat serta mengevaluasi persoalan-persoalan mendasar yang ada. meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal yang paling pokok tentunya mengacu pada terwujudnya masyarakat Jombang yang sejahtera.A. Pada masa itu ia membuat terobosan berupa pembuatan sumur bor di daerah yang dipertimbangkan nyata-nyata kesulitan air. Dengan visi utama mewujudkan pemerintahan yang baik. Karena ini merupakan persoalan penting bagi para petani. Fokus urgensif di bidang pembangunan jalan di beberapa wilayah yang belum tergarap secara optimal mulai beliau tingkatkan dengan perbaikan yang siknifikan. Pengairan yang lancar tidak semua didapat oleh para petani. Wilayahwilayah tertentu yang menjadi ujung sentral penggarapannya adalah di daerah Kabuh.

Puri Semanding, Plandaan, Sumberjo, Kebon Dalem (Bareng), Kepuh Rejo bagian selatan. Juga pembenahan dan pembuatan bendungan air di daerah Jati Banjar (Ploso) dan Talun Kidul di Kecamatan Sumobito. Pengembangan dan sumbangsih Pak Hudan demikian secara kuntinyu dan ajeg terus beliau upayakan hingga masa jabatannya sebagai Bupati Jombang berakhir pada tahun 1983. Banyak penghargaan yang telah diraih Pak Hudan di sepanjang hidupnya. Di antaranya adalah: Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra, Bintang Melati, Dharma Bakti, Pancawarsa, dan penghargaan dari BKKBN. Semua penghargaan dan prestasi serta aktifitasnya baik di ranah pemerintahan dan organisasi sosial lainnya tidak bisa dilepaskan bagaimana kita “menatap” sosok Pak Hudan yang betul-betul mencintai hidup dan memaknainya. Salah satu karakter kuat yang menyemat dalam dirinya adalah kecintaan dalam ilmu pengetahuan. Tradisi membaca yang bagus juga koleksi bukubukunya menjadi tolok-ukur kepribadiannya yang selalu haus akan segala pengetahuan. Dari ilmu hukum, tata negara dan pmerintahan, berbagai jenis ensiklopedi, sejarahsejarah bangsa, ilmu tafsir dan sejarah Islam, biografi tokoh-tokoh nasional maupun luar negeri, seni rupa, sampai pada bacaan sastra dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Lanskap perpustakaan pribadi Pak Hudan di lantai 2 rumahnya

Koleksi perpustakaan Pak Hudan barangkali jumlahnya mencapai puluhan ribu. Di lantai 2 rumahnya, di ruang utama, empat sisi semuanya dipenuhi rak-rak penuh buku dan foto-foto yang benar-benar didokumentasikannya dengan baik. Ini merupakan ruang-

70

baca bagi semua keluarga. Setiap kumpul sanak-famili, ruang-baca ini menjadi tempat yang sangat mengasyikkan untuk membaca dan menambah wawasan keilmuan. Salah satu buku koleksinya yang tertebal adalah sejarah Gresik. Buku ini disusun oleh Dukut Imam Widodo dan kawan-kawan dengan judul Grissee Tempo Doeloe, yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

Buku Grissee Tempo Doeloe koleksi Pak Hudan

Tidak hanya tradisi membaca yang menonjol yang tampaknya sudah terlatih dan terbina sejak dini, namun kecintaannya terhadap dunia sastra juga terimplementasikan dalam karya puisi-puisinya. Beliau pengagum berat Chairil Anwar di mana puisi-puisi seperti “Kerawang-Bekasi”, “Diponegoro”, “Aku”, “Senja di Pelabuhan Kecil”, menjadi obor kekuatan untuk memaknai hidup dan arti sebuah perjuangan di masa kemerdekaan. Penyair tersohor Indonesia era 1945 ini kita kenal sebagai tonggak penyair angkatan ’45 yang mempunyai pengaruh besar dalam sejarah pemikiran dan perkembangan kesusastraan Indonesia. Ada satu puisi Pak Hudan tentang cinta dan perjuangan yang berjudul “Riwayat”39. Puisi ini ditulisnya pada 8 April 1946:

Riwayat Kekasihku… Kau tak ingkar janji Memang tak pernah berjanji
39

A.H. Hudan Dardiri Pujangga, Pusara, Pusaka Sang Empu: Kumpulan Puisi A.H. Hudan Dardiri dan Kawan-kawannya, tanpa nama penerbit, Malang, 2010. Hlm. 1.

71

Tetapi kau serahkan kembali Lembaran suara hati Permulaan revolusi Kutanya apakah salahku ini Rahasia kusimpan Usia maupun pekerjaan Aku tabukan daging dan ikan Aku rindu jadi tanaman Naik menjulang awan Sejak itu tiada tegur sapa Salahku apa Aku hanya ingin ke medan laga Bila Izrail tiba Tak butuh taman bahagia Sumpahku mati atau merdeka Tak harapkan puja puji Hanya Tuhan pemiliknya Ketika kau betulkan dasi Warna merah darah Rasa darahku membeku Apa salahku Hanya kepada-Nya aku berserah Bukan idamanku kali ini Entah apa nanti Kekasihku... sampai nanti Tapi aku pasti menanti Meski beliau berkarya puisi, tapi hal itu tidak dijadikan sebagai profesi kepengarangan. Puisi-puisi beliau ditulis, dengan kedalaman dan coraknya sendiri, secara riil beliau gunakan untuk misalnya mempererat persahabatan. Seringkali pula ia gunakan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang-orang yang dikenalnya. Atau pada saat menyambut Hari Raya Idul Fitri, semua staf di pemerintahan yang beliau pimpin, diberikanlah ucapan berbentuk puisi kepada mereka. Beliau juga kerap di saat menyambut ulang tahun dirinya dengan mengundang seperlunya kepada sejumlah kerabat, sahabat, dan tetangga dengan kado berupa puisi dalam bentuk buku kecil fotopian maupun yang beliau pasang dalam bentuk poster. Seperti contoh puisi berlambar “Hari Kelahiran” di bawah ini, saat beliau berulang tahun pada 7 April 2007, di Malang:

72

Malang. 49. Raya Langsep No. Ketika pada 1998 beliau ditinggal 73 .Poster besar yang dipajang di ruang tamu Pak Hudan Hari Kelahiran Hari kelahiranku April tanggal tujuh Ternyata aku menjadi sepuh Cicit saja baru tujuh Semoga aku tidak rapuh Aku harus jadi panutan Di depan aku menjadi teladan Di tengah bersama menjadi kesatuan Di belakang aku memberi dorongan Ulang tahunku tidak berpesta pora Hidup harus bersahaja Hidup pasti penuh dosa Mohon maaf atas salah khilaf yang sengaja Perhatian dan doa anda Terima kasih kusampaikan Semoga Allah mengabulkan Doa ikhlas anda kepada saya Di masa tuanya Pak Hudan tinggal bersama keluarganya di Jl. Menjalani kehidupan bersahaja dan ikut meramaikan masjid di lingkungan sekitar sebagai bagian dari takmir masjid.

Hal ini dianggap juga untuk mengurangi kepikunan dan saling menjaga di saat-saat tertentu. Satu kenangan dari sang cucu. Lalu mereka dinikahkan secara sederhana pada tahun 1999. 49 Malang Tentu anak-anaknya tidak sembarang pilih. sampai beliau wafat di Malang pada Selasa Wage. Ia juga sudah sepuh sepantaran Pak Hudan. Riyangka namanya. Niken menikah dengan orang lain dan memiliki beberapa putra dan cucu. bahwa Niken adalah kekasihnya dahulu di Malang.00 WIB. Emma Yuliasma. namun mereka tidak bersambung hubungan. Sebagai teman ngobrol dan bertukar rasa. Raya Langsep No. Sudah lama juga Niken ditinggal suaminya. Pak Hudan menyetujui niat baik anak-anaknya tersebut. Ternyata Pak Hudan tidak menyangka. Anak-anak beliau merasa sedih juga dan menyarankan sang Bapak untuk menikah lagi. pukul 04. Hudan Dardiri di Jl. Tersebutlah sosok Niken Mudrikah. kepada sang kakek berupa puisi berjudul “Unsent Letter”. Inilah penggalan terakhir dari puisi panjangnya itu: 74 . Bu Niken mendampingi Pak Hudan yang lahir pada 7 April 1924 ini. Ia ajukan perempuan ini. beliau sungguh sangat terpukul hebat. 26 Juni 2007. Pura-putri beliau menyarankan itu sekedar untuk sebagai pendamping masa tua. Menikah di sini dengan maksud bukan sebagaimana manusia berumur 40-50-an yang masih bersemangat untuk membina keluarga baru dan melahirkan anak. Mereka mengetahui dan memilih yang tepat untuk calon istri sang Bapak. Namun semua itu beliau pasrahkan pada Yang Maha Kuasa. rumah A.sang istri tercinta.

Memperingati 1000 Hari H. until the day I meet you again But for now I just want to say I love you. Hudan Dardiri. Mbah Kakung… (Yogyakarta.To day. A.A. Malang. 17 Desember 2009)40 40 Keluarga Alm. 25 Maret 2010. 75 . I still miss you And I will always do. Hudan Dardiri.

Setelah itu barulah beliau bisa terjun ke lapangan sebagai Bupati Jombang. Yo Opo Benere”. Dari kemiliteran. kecuali bagi segelintir orang yang benar-benar mengenalnya dengan baik dan akrab. Ia memiliki pandangan yang dalam sekaligus keluasan daya telusur dan lacakan dalam segala bidang yang digelutinya. Sebagai catatan. ia memang sudah dikenal baik dan dekat dengan warga serta ulama setempat. Orangnya kalem. yakni: “Yo Opo Apike. seiya-sekata. beliau selalu mempertimbangkan berbagai aspek dan perkara-perkara kecil lainnya ketika diperhadapkan pada suatu persoalan pelik. lalu beliau ditawarkan ke Partai Golkar. Prinsip kepemimpinan yang diterapkannya di Jombang menggunakan corak “ludrukan”. mekanisme kondite sebagai perwira atau rapot keperwiraannya untuk pemilihan seorang bupati disesuaikan dengan wilayah yang dipersiapkan dengan proses tertentu. Bagaimana Benarnya (seharusnya)”. Hal ini bisa dijadikan pandangan untuk meninjau dan mencermati sepak terjangnya semasa beliau menjabat sebagai Bupati Jombang pada periode 1983 hingga 1988. Dalam menyikapi sesuatu. Hudan Dardiri. kemudian disekolahkan ke Jakarta selama 9 bulan untuk belajar khusus tentang kepemimpinan. Artinya: “Bagaimana baiknya. Yo Opo Enake. rendah hati. Keinginan rakyat 76 .12. Berkas-berkas dilengkapi. sopan santun yang lembut dan sangat menghargai pendapat orang lain. menurut beliau. Profil Bupati Noeroel Koesmen (Masa Bhakti 1983-1988) Tidak terlalu banyak yang bisa dibincangkan mengenai sosok Noeroel Koesmen. manajemen pemerintahan dan teknologi pemerintahan. Ketiga-tiganya ini harus berjalan seiring. Penunjukan dirinya sebagai bupati tatkala itu prosesnya tidak jauh berbeda dengan bupati di masa sebelumnya ketika Jombang dipimpin oleh Bapak A. Ketika menjabat sebagai Komandan Kodim di Sumenep (1977-1980). teknik sipil. Ia sangat berhati-hati dalam segala perkataan dan tindakan. Aplikasinya adalah memadukan “karep” (keinginan) bersama. Bagaimana Enaknya. Tidak bisa sendirisendiri.

Jawa Barat. Artinya juga. di Medan. Noeroel Koesmen lahir pada 30 April 1937. Karena itu pemimpin harus selalu melahirkan gagasan-gagasan baru. 2. Pemimpin sebagai produk ide. 77 . dan hal tersebut membutuhkan ketajaman lahir-batin dalam melihat keadaan di lapangan dan tahu betul kebutuhan yang harus dipikirkan dan dipenuhi. Untuk bisa melangkah bersama. Mengenai profil akan sosok ini. di mana tanah Jombang di masa lalu dilihat sebagai daerah yang penuh rawa-rawa. Pendidikan Pusat Artileri Medan. kata “Jombang”. SD. Kusno Wiryo Kusumo. di Cimahi. Kata “Jombang”.bersama. dan kiprahnya sebagai Bupati Jombang. SMP. Bapaknya bernama M. Dan demi kebutuhan dan kesejahteraan bersama. Kemudian riwayat bertugasnya setelah beliau menjadi perwira adalah: 1. diharapkan mampu memberi cermin sejauh mana perkembangan Jombang tatkala dipimpinnya. Jombang sebagai sebuah kesejarahan yang panjang tentunya menyimpan makna-makna tersendiri. Ungkapan ini boleh jadi sebuah tafsir tersendiri yang bisa kontekstual karena dirujukkan pada komunitas warganya: warga “santri” dan “abangan”. boleh jadi harus dilacak kembali di mana selama ini didasarkan pada ungkapan “ijo” dan “abang”. Rukanti. pada tahun 1961-1965. pertama kali beliau dekati dengan menggunakan latar kondisi geografis. dan SMA di Jember. Sumatera Utara. Ide bersama tersebut ditumpukan pada situasi yang terjadi. problem-problemnya. tahun 1966-1967. Riwayat pendidikannya sebagai berikut: 1. maka rakyat musti menjalankan konsekuensinya untuk bisa bergerak dan berbuat melakukan yang terbaik. Bagi Noeroel Koesmen. Akademi Militer tahun 1958-1961. dari yang bersifat simbolik maupun yang historis. 2. Di sinilah dimulai sesuatu napak-tilas bahwa Jombang sebagai wilayah serta manusianya yang hidup di dalamnya tak henti direnungkan beliau untuk menentukan langkah-langkah apa yang dijadikan landasan dalam membuat kebijakan pemerintahan. Jika rakyat menyambut ide pemimpin dan saling memahami kehendak dan kebutuhan. sebagai Komandan Kompi. dan ibunya bernama Rr. Batalion Armed II. Realitas lapangan. di Jember.

3. baik dari Kali Brantas atau atau Kali Konto. Komandan Batalion Armed 8. 6. Sumatera Utara. menurut beliau. Dengan kadar luapan 2 sungai penting. di Pematang Siantar. tahun 1973-1977. Depo Pendidikan Armed. tahun 1983-1988. Komandan Kodim di Kediri. Dengan perbandingan kurang lebih 90% 78 . tahun 1992-1997. ia kerapkali diundang ke berbagai tempat dan acara sebagai pembicara tentang Ketahanan Nasional sejak tahun 1988 hingga tahun 1990.500 meter di atas permukaan laut. Tapi begitulah yang kita kenal sebagai daerah rawa-rawa. tahun 1980-1982. Semua itu. tahun 1980-1982. di Medan. Komandan Batalian Depo Pendidikan Armed. 8. Perspektif ilmu tanah beliau terapkan di sini. Di antara visi pokok yang digerakkan Noeroel Koesmen pada masa pemerintahannya di Kabupaten Jombang adalah memajukan dan mengembangkan dunia pertanian. Bukan berarti sering dilanda banjir. Kepala Staf Korem di Kediri. Kepala Seksi Operasi di Resimen Armed 4. di Pematang Siantar. pertama kali yang harus dipelajari adalah bagaimana kita melihat Jombang dalam perspektif kesejarahan dan topografi wilayah sebarannya. 12. Selain itu. Bahwa dahulu Jombang di daerahdaerah tertentu merupakan wilayah rawa-rawa yang sangat susah diolah dan diberdayakan potensinya. 9. 10. Ketinggian wilayah Kabupaten Jombang berada pada kisaran 0-1. 11. Anggota DPRD Jawa Timur. Bupati Jombang. 7. tahun 1977-1980. 4. sebagai wakil Komandan Batalion. pada tahun 1968-1972. 5. tahun 1972. Maka sebaran dari luapan tersebut mempengaruhi kondisi tanah sekitarnya yang dangkal dan berawarawa. Pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) Jawa Timur. tahun 1977. Beliau menggunakan lacakan dengan ungkapan “Jejombangan”: yang artinya suatu daerah yang di sana-sini banyak airnya. mulai tahun 1990-sekarang. di Jember. Komandan Kodim di Sumenep. Terlebih dahulu mari kita cermati bahwa sebagian besar kondisi topografi Kabupaten Jombang adalah berupa dataran rendah dan sebagian kecil berupa daerah perbukitan dan pegunungan. Apa saja persoalan yang dihadapi masyarakat petani Jombang dan bagaimana beliau menyelesaikannya serta terobosan-terobosan apa saja yang sudah dilakukannya.

Bagian inilah yang merupakan wilayah terluas di Kabupaten Jombang. Situasi inilah yang beliau sebut sebagai “kelatahan tanam”: ketidaktepatan penggunaan lahan pertanian karena tidak memperhatikan kondisi dan “tubuh tanah”. Wilayah bagian selatan yang berupa daerah pegunungan dengan kondisi yang bergelombang. Karena itu maka secara topografis Kabupaten Jombang dapat dibagi menjadi 3 kesatuan wilayah yaitu: 1. ibid.41 Dari data topografis di atas. wilayah Kabupaten Jombang sangat dipengaruhi oleh 2 sungai besar yaitu Sungai Brantas san Sungai Konto.km. Dengan panjang +/. 79 . Dan memiliki beberapa bulan basah dengan tingkat curah hujan yang bervariasi.340 Celcius. Wilayah bagian tengah yang didominasi oleh dataran rendah dengan kondisi tanah subur. Demikian pula pada jenis tanaman lainnya. Inspirasi Jombang. ketika musim tanam lombok dan harga lombok melonjak. Kabupaten Jombang beriklim tropis dengan suhu rata-rata 270 . yang hal ini dimaksudkan untuk menyelingi masa tanam padi.625 mm/tahun.dari luas wilayah berada pada ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut dan kurang lebih 10% nya berada pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Wilayah bagian utara (bagian utara Sungai Brantas) yang merupakan daerah perbukitan kapur dengan kondisi tanah yang relative kurang subur. Noeroel Koesmen berusaha mengurai keadaan tanah dan bumi Jombang sebagai bahan untuk mengembangkan dan memajukan petani Jombang agar menjadi penghasil padi yang diperhitungkan di wilayah Provinsi Jawa Timur. Sedangkan secara hidrologis. Sedangkan berdasarkan klasifikasi Oldeman yang mendasarkan pada jumlah bulan basah dan kering maka Kabupaten Jombang termasuk ke dalam tipe D4. Persoalan yang sering muncul di lapangan yang dialami dan dipraktekkan para petani misalnya. maka mereka ramai-ramai tanam lombok. Sungai Brantas membelah Kabupaten Jombang menjadi 2 bagian yaitu: sebelah utara (24%) dan sebelah selatan (76%). 3. 2. 41 Lan Fang. Bulan basah tertinggi terjadi pada sekitar bulan November sampai Juni dengan curah rata-rata berkisar 1.

pada 31 Juli 2010 Baginya. Maka dari itu. Jombang-Nganjuk memiliki jarak tempuh sekisar 35 km. kurang lebih 30 km. Padahal posisi strategisnya memungkinkan Jombang untuk itu. pengembangan Jombang sebagai basis penghasil padi harus menjadi perhatian yang tidak bisa disepelekan. Ini memperkirakan kekuatan lari kuda yang per 30 km harus istirahat. Jarak tempuh ini disamakan dengan jarak tempuh “kuda”. Demikian juga di wilayah sekirasan itu. Baskara Utara 14 B. Lamongan. Jombang-Kediri memiliki jarak tempuh sekitar 30 km. Rata-rata kecepatan kuda yang dikendarai prajurit misalnya sebagai penyampai berita berkisaran antara kurang lebih 30 km. Jombang memiliki hamparan tanah 80 . Kediri-Blitar. Sangat disayangkan jika saat itu daerah Jombang tidak termasuk daerah Gerbangkertosusila di mana beberapa wilayah lainnya seperti Mojokerto. Jombang merupakan daerah penyanggah utama yang memiliki posisi sentral di wilayah Jawa Timur. Mulyosari.Noeroel Koesmen saat diwawancarai di teras rumahnya di Jl. Surabaya. Gambaran demikian digunakan asumsi oleh Noeroel Koesmen untuk menempatkan dan menyebut Jombang sebagai daerah penyanggah kota atau daerah lainnya. atau Surabaya masuk dalam kategori ini. Oleh karena itu sumber daya padi dan lebih spesifik penggalakan dunia pertanian menjadi acuan penting untuk memproyeksikan Jombang sebagai pusat lumbung padi dan lalu-lintas niaga lainnya. Wilayah tengah sebagi penyanggah (buffer) ini sejak jaman dahulu di masa Kerajaan Majapahit yang menempatkan posisi Jombang sebagai gerbang kerajaan sebelah barat.

yakni tahun 1986. Ini untuk mengatasi hama kutu loncat yang kerap menyerang padi dan membuat para petani gagal panen. Pemikiran Pak Noeroel di atas seolah menggugah bagaimana kita memikirkan lebih mendalam ihwal filosofi ekologis yang dititik-beratkan pada kosep ”tubuh tanah”. Salah satu cita-citanya yang belum terlaksana adalah mendirikan semacam “Laboratorium Hama” yang rencananya ditempatkan di Kecamatan Mojoagung. di mana usaha ini ditujukan untuk penelitian kondisi tanah yang selalu mengalami perubahan di saat pengolahannya dan situasi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu. dan tahun 1988. lebih khusus bagi para peneliti pertanian dan instansi Dinas Pertanian. sebab pengolahan yang semena-mena dan tidak mempertimbangkan efek-efek tertentu yang 81 . Jombang memperoleh keberhasilan sebagai penghasil besar tertinggi se Indonesia selama tiga tahun berturut-turut. Jalur transportasi musti dioptimalkan. Penggunaan air dari Kali Brantas misalnya yang mengalir ke Jombang juga tergantung pada kondisi kebutuhan para petani di daerah Nganjuk dan Kediri. di kalangan petani. penggalian “sumur bor” di sekitar daerah pertanian dipilih para petani untuk mengaliri sawah-sawah mereka. Saat itu yang diupayakan Noeroel Koesmen adalah menjadikan Kecamatan Peterongan dan Mojoagung sebagai daerah industri agar dapat melayani daerah-daerah lain maupun luar kota. Karenanya. Peningkatan pengetahuan akan dunia pertanian harus digalakkan. Artinya. Di masa beliau memimpin sebagai bupati. tanpa mempertimbangkan dampaknya. Kebutuhan akan air di lahan pertanian di Jombang tidak sepenuhnya bergantung pada Kali Brantas dan Kali Konto. “Laboratorium Tanah” juga belum tercapai. Mempertajam ancangan pembangunan untuk menempatkan Jombang sebagai pusat agribisnis dan oleh sebab itu perlu meningkatkan teknologi pertanian yang baik. dan juara harapan tingkat nasinal di bidang kopi rakyat. tahun 1987.pertanian yang luas dan humusnya (kadar kesuburan) sangat tinggi dan bagus. Tanah juga bisa ”sakit” dan tidak lagi subur. Mendapatkan juara Nasional selama tiga tahun berturut-turut dalam penghasilan tebu dengan dijalankannya TRIS (Tebu Rakyat Intensifikasi). Tanah sebagai ”tubuh” juga memiliki kehidupan sendiri yang patut dijaga dan dilestarikan setelah manusia mengolahnya dengan berbagai cara dan dengan jenis tanaman apa saja yang secara berkala ditanam. agar tidak semata mengeksploitasi tanah untuk tujuan ekonomi semata.

Apa yang sebenarnya dibutuhkan masyakarat. dan dari situlah persoalan diurai dan dipecahkan. beliau sebut sebagai ”kelatahan olah tanam”. Dampak yang demikian. melihat keadaan yang terjadi. yang bagi petani hal ini sering dilakukan. Beliau selalu terjun ke lapangan. 82 . bagi beliau. mereka ramai-ramai menanam lombok lagi. Ini merupakan percikan kecil dari pemikiran Pak Noeroel. misalnya ketika harga lombok melonjak.justru akan merugikan petani sendiri. harus beranjak dari data lapangan dan bukti riil tersebut digunakan untuk menentukan langkah dan merumuskan kebijakan pemerintah.

Seorang bupati yang agamis dan teguh memegang komitmen. Terbukti kemudian jenjang militer menjadi pintu gerbang karir beliau selanjutnya. Selain sebagai pemangku masjid. apapun yang terjadi. Hal ini tidak mengherankan karena Bupati Tarmin Hariadi dilahirkan sebagai anak kelima dari enam bersaudara sebagai seorang ajengan (kiai “kampung”) asal Desa Karangwareg.42 Tarmin kecil dilahirkan pada tanggal 14 Agustus 1942. Jawa Barat. pada hari Senin. Kecamatan Karangasem. Justru dari keseharian sosok ayahnya yang Kiai “kampung” itu meneguhkan pilihan jalan hidup yang menganut ajaran-ajaran kesederhanaan. 42 Wawancara dengan Dede Rutana. Meskipun bukan seorang figur kiai besar. Sehingga tempaan bertubitubi berupa krisis ekonomi yang disebabkan pendudukan Jepang itulah salah satu pemicu Tarmin kecil memegang teguh cita-cita untuk secepatnya mengubah nasib dan pantang menyerah. anak keempat Bupati Tarmin di ruang kerja Bappeda Kabupaten Jombang. 4 Oktober 2010.13. yang bernama Kiai Raswan. beliau juga menjadi Imam Masjid di desa tersebut. Apalagi kakakkakaknya telah menapak sukses terlebih dulu dengan menjadi guru dan sejumlah jabatan penting untuk ukuran waktu itu. terutama ekonomi keluarga yang pas-pasan karena kondisi pergolakan fisik. Kiai Raswan sangat disegani di kampungnya. Cirebon. Profil Bupati Tarmin Hariadi (Masa Bhakti 1988-1993) Tarmin Hariadi adalah sosok bupati ke-14 yang dimiliki Kabupaten Jombang. pukul 14. dan memegang teguh ketauhidan. Sehingga makin mendorong Tarmin kecil memilih jalur kemiliteran guna mengubah nasib. masa ketika pergolakan fisik antara embrio Indonesia yang belum diproklamasikan dengan tentara pendudukan Jepang yang berambisi membangun imperium Jepang Asia. 83 .00 WIB. Tarmin kemudian mampu membuktikan setelah ditempa sebagai prajurit TNI dengan sejumlah jabatan strategis yang pernah disandangnya. daya juang yang tinggi. Sosok Kiai Raswan menjadi barometer awal seorang Tarmin Hariadi untuk meyakini prinsip-prinsip tentang kehidupan.

Latar belakang sebagai putera Kai serta ditunjang pendidikan militer menyebabkan dua prinsip utama menjadi karakter khas seorang Tarmin Hariadi. Aspers Kodam V Brawijaya. Terutama bagi anak laki-laki. bahkan merajut mimpi indah tentang cita-cita. ketiga Tati Susilowati (lahir tahun 1970). Rutinitas tidur di masjid atau mushola telah mendorong anak-anak. Tidak lama setelah lulus sebagai perwira pada kurun waktu 1965. dan Secaba Rindam V Brawijaya. Karena masjid bagi mereka telah dijadikan rumah kedua setelah rumah orang tua masing-masing. Dandim Lumajang. Dari pernikahan tersebut pasangan Tarmin Hariadi – Patonah dikaruniai empat putera-puteri. dan keempat atau yang terakhir Dede Rutana (lahir tahun 1974). bercanda. Gadis ini dinikahi Tarmin karena tanggungjawab yang besar terhadap keluarga. Artinya meskipun sebagai istri pejabat. Paban Madya MBS ABRI. 84 . hingga Wakil Asisten Personalia (Wa Aspers) Kodam V Brawijaya. beliau mengemban tugas menjadi pejabat sipil Bupati Jombang masa bhakti 1988-1993. beliau melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya sewaktu masih sekolah bernama Patonah. Tidak serta merta menyerahkan segala urusan keluarga kepada pembantu. Aster Kodam V Brawijaya. karena di antara mereka bisa saling bercerita. Danyon 512 Malang. Patonah tetap menjalankan tugas utama sebagai ibu rumah tangga. Wa Aspers Kodam V Brawijaya.Sebagai putera pemangku masjid di desanya. Cirebon sebagai rentetan merajut cita-cita. khususnya di desa Karangwareg. Lulusan Akademi Militer Nasional Magelang angkatan 1965 ini pernah menduduki jabatan dari mulai Danton (Komandan Peleton) Yonif 511 Blitar. pertama Dudi Rudiana (lahir tahun 1966). Artinya mereka berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan melakukan puasa sunah dan sholat malam untuk mengimbangi usaha mereguk ilmu sebanyak-banyaknya di bangku sekolah. Kebiasaan tidur di masjid usai sholat isya dan mengaji menjadi keasyikan tersendiri. Danki Pan Yonif 511 Blitar. Wadanyon (Wakil Komandan Batalyon) 512 Malang. Aspers Garnisun Surabaya. Setelah berpangkat kolonel pada tahun 1988. Tarmin Hariadi tidak berbeda dengan anak-anak seusianya. Kecamatan Karangasem. kedua Tarina Handaningrum (lahir 1968). Salah satunya terus berlanjut ketika mendampingi sosok Tarmin sebagai istri yang menomorsatukan pendidikan anak dan peran domestik keluarga.

Kini Tarmin Hariadi benar-benar menikmati usia pensiun dengan aktifitas rutin keagamaan di Malang. karena beliau lebih memilih menikmati masa pensiun. artinya satu kata satu perbuatan. Ada dua hal yang menjadi fokus garapan Bupati Tarmin ketika mengemban amanat memimpin Kabupaten Jombang. Bupati Tarmin mengawali rutinitas apel pagi sebelum menjalankan tugas. Kota yang memiliki seratus lebih pondok pesantren ini seolah bukan hal baru bagi seorang Tarmin yang memang anak Kiai. Dua hal yang menjadi target utama dibagi menjadi program jangka pendek dan jangka panjang.Pertama. Namun dengan kerendahan hati tugas tersebut terpaksa ditolak. Empat putera-puteri dan tujuh cucu melengkapi kebahagiaan seorang Tarmin Hariadi. Sedangkan program jangka panjang meliputi pembangunan industri untuk ekspor dan mengurangi pengangguran. Melalui kegiatan apel itulah beliau dapat menyampaikan hal-hal yang dianggap penting untuk dilaksanakan pada hari itu. Setelah melaksanakan tugas sebagai Bupati Jombang. Pernah kejadian sewaktu beliau masih menjabat Bupati Jombang. 85 . Setelah jabatan terakhir sebagai Bupati Lumajang memasuki masa purna jabatan. Tarmin Hariadi masih mengemban amanat sebagai Bupati Lumajang. baik berupa janji maupun yang berkaitan dengan tugas sedapat mungkin tidak menyalahgunakan jabatan. Sebagai penunjang percepatan program tersebut dilakukan dari skup internal berupa penerapan disiplin di lingkup pemerintah Kabupaten Jombang. Selain menjadi ketua paguyuban orang Sunda bernama Parahiyangan. tidak satupun keluarga maupun putera-puteri seorang Tarmin yang pernah memenangkan tender proyek di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang. Untuk program jangka pendek adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan peningkatan pertanian (pangan). Tarmin sempat dipromosikan untuk menduduki pos penting jabatan di Provinsi Jawa Timur. anti berbohong. perbaikan prasarana jalan dan lain-lain. Khusus pada penerapan disiplin kerja dan disiplin kinerja. memegang komitmen. Jawa Timur. Kedua.

Maka tidak heran. membangun hubungan yang sinergis antara pemerintah dengan pondok pesantren adalah suatu keniscayaan. 8. Ratusan pasang mata menyaksikan pelantikan itu. selama lima tahun menjabat sebagai bupati. Hari itu. ia memperkenalkan diri sekaligus mengajak seluruh ulama untuk bergandeng tangan demi kemajuan Jombang. Oleh karenanya. baik dalam bidang pertanian maupun dalam bidang pemerintahan. sehari setelah pelantikan. pria kelahiran Bojonegoro ini mengumpulkan seluruh ulama kota santri di Pendopo Kabupaten setempat. Kini bapak dari empat anak ini menghabiskan masa tuanya di kota dingin Malang. Nah. Tarmin Hariadi.14. tepatnya di Perumahan Pondok Blimbing Indah Araya Blok B-8 No. Jombang merupakan basis pondok pesantren. Soewoto Adibowo. Dalam masa lima tahun kepemimpinannya. tanpa dukungan dari masyarakat luas tentunya hasilnya akan sia-sia. Hal itu ditandai dengan dilantiknya pria yang berpangkat Kolonel (Inf) tersebut menggantikan bupati sebelumnya. Profil Bupati Soewoto Adiwibowo (Masa Bhakti 1993-1998) Soewoto Adiwibowo merupakan Bupati Jombang periode 1993 – 1998. Karena Soewoto berprinsip. Pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur waktu itu. Soelarso. sebaik apapun program yang ia gulirkan. Maka tidak heran jika selama itu banyak prestasi yang tertoreh. sebanyak 306 desa di Kabupaten Jombang pernah 43 Hasil wawancara dengan mantan Bupati Jombang. 86 . Soewoto menyadari.43 Menggelindingnya roda pemerintahan Bupati Soewoto dimulai pada 23 Agustus 1993. Setelah itu. ia mulai melakukan pendekatan ke masyarakat Jombang. di kediamannya Perumahan Pondok Blimbing Indah Araya Blok B-8 No 8. lulusan AMN (Akademi Militer nasional) ini mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk kemajauan Jombang. pada 5 Oktober 2010.

Hanya saja. untuk memaksimalkan potensi itu. bapak empat anak ini mulai melirik sektor pertanian yang akan di jadikan primadona dalam pembangunan.dikunjunginya beserta istri. pada tahun pertama kepemimpinannya. Hasilnya tidak sia-sia. Alhasil. Sebenarnya pada 1998 Jombang bertekad merebut piala Adipura ke lima atau yang biasa disebut dengan Adipura Kencana. 87 . selama dipimpin oleh Bupati Soewoto. Kabupaten Jombang menjadi langganan piala Adipura. Salah satunya membuat tabloid ”Gema Desa” yang disingkat Masa. Selanjutnya. Harapannya. jika rasa memiliki sudah muncul. Jombang juga dijadikan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan diraihnya penghargaan tersebut. Bupati Soewoto membuat peta wilayah pertanian. mana wilayah yang dikhususkan untuk tanaman pangan dan mana wilayah yang dikonsentrasikan untuk non pangan dibuat pembagian secara jelas. Dengan begitu pembangunan yang ia gulirkan senafas dengan keinginan masyarakat. Ia tak pernah lelah mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Hasilnya tidak sia-sia. Kabupaten Jombang berhasil menyabet piala bergengsi dari Presiden Soeharto kala itu. Tabloid itu didistribusikan ke seluruh desa yang ada di Jombang. memanasnya situasi politik yang ditandai dengan gerakan refomasi. Dalam arti. ia berharap rasa memiliki yang ada di hati masyarakat terhadap daerahnya semakin meningkat. Hal itu didasari oleh peta Jombang yang membujur dengan membentuk garis linear. Selain itu. Selanjutnya. mengakibatkan anugerah piala tersebut ditiadakan. Sentuhan tangan dingin Soewoto yang pertama dilakukan adalah memunculkan ikon Kabupaten Jombang lewat piala Adipura. Yakni sebanyak empat kali. mulai tahun 1994 hingga tahun 2007. pada tahun kedua kepemimpinannya Kabupaten Jombang menjadi percontohan penggunaan pupuk pril atau yang biasa dikenal dengan urea tablet tingkat nasional. Tidak cukup sampai di situ. Awal memimpin Kabupaten Jombang. maka akan lebih mudah mengajak masyarakat untuk bergerak membangun daerah. Langkah itu juga ia wujudkan dengan membuat media untuk membangun komunikasi dengan masyarakatnya. akan terbangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Kondisi itu diperparah dengan maraknya rekomendasi dari oknum pejabat. Hal itu ditandai dengan datangnya 12 orang dari Kementrian Agama untuk melihat secara langsung pemberangkatan haji dengan sistem undian itu. Akan tetapi jumlah itu meningkat tajam pada akhir masa jabatannya. Tidak jarang masyarakat bawah yang sudah terlanjur menjual sawah untuk ibadah haji gagal berangkat hanya karena terganjal kuota. padahal jamaah yang mendaftar ada 150 orang. seseorang yang punya kedekatan dengan pejabat bisa dengan mudah mendapatkan kuota. Atas dasar itu. seluruh yang mendaftar haji dicatat. jumlah kuota haji pada saat itu 100 orang.1 miliar per tahun. terobosan itu sanggup membuat ”iri” Departemen Agama (Depag) Provinsi Jawa Timur. Pada hari yang sudah ditentukan. Kemudian mereka mengambil nomor undian yang sudah dimasukkan dalam kotak. maka akan diketahui siapa saja yang mendapatkan nomor 1 hingga 100. Tak heran. selebihnya harus menunggu tahun berikutnya. pada tahun 1997 pelaksanaan haji di Jombang menggunakan sistem undian alias nomor urut. Ia mencatat. Setelah mengambil nomor urut. Terobosan-terobosan selanjutnya terus dilakukan oleh Bupati Soewoto. kala pertama menjabat sebagai bupati. apa yang telah dilakukan oleh Kabupaten Jombang akan diadopsi oleh 88 . Menariknya lagi. Praktis. Saat itu pelaksanaan haji di Jombang cenderung semrawut. semisal masalah pelaksanakan ibadah haji. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya jumlah PAD (Pendapatan Asli Daerah) saat itu. harus rela antre dengan ketidakpastian kapan bisa berangkat. Rencananya. azas keadilan lebih dikedepankan. Selanjutnya mereka melakukan studi banding tentang metode pemberangkatan haji yang digagas oleh Bupati Soewoto. Semisal. waktu itu Jombang merupakan satu-satunya daerah yang menggunakan sistem undian. Teknisnya. Dengan metode itu. yakni tembus Rp 11.6 miliar atau ada peningkatan sekitar Rp 9 miliar. jumlah PAD Kabupaten Jombang hanya sebesar Rp 2. Merekalah yang dipastikan berangkat ibadah haji. para pendaftar dikumpulkan di alun-alun setempat. Sedangkan bagi masyarakat bawah. Gayungpun bersambut. Dari situlah para jamaah haji mendapatkan nomor urut dan mengetahui apakah dirinya berangkat ke tanah suci atau tidak.Bergeraknya roda pembangunan yang digagas oleh Soewoto berbuah manis. Pemerintah pusat juga melirik metode baru tersebut.

saat pelaksanaan MTQ kurang tiga bulan. Jombang berhasil meraih sukses ganda. Basofi Soedirman. H. Selain sukses sebagai tuan rumah. Jombang berhasil menyabet gelar juara umum. Kedua. kota santri Jombang juga sukses sebagai juara umum. pelaksanaan MTQ berjalan cukup baik. Kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja. Hanya saja. Sebenarnya. ada dua daerah yang terpilih menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ waktu itu. Kecamatan Jombang kota 89 . Terbukti.pemerintah pusat. Pertama. menara di setiap sudut alun-alun Jombang itu masih terawat dengan baik. Padahal persiapan untuk menggelar momen akbar itu cukup singkat. Alun-alun yang terletak di depan Pendopo Kabupaten disulap menjadi masjid raksasa. Namun belum sempat rencana terwujud. gubernur meminta agar Jombang menjadi tuan rumah. Kecamatan Perak sebagai perbatasan dengan Desa Tunggorono. Satu hal lagi yang masih diingat oleh Bupati Soewoto hingga kini adalah suksesnya pelaksanaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) tingkat Jawa Timur di Jombang pada tahun 1996. Bupati segera bekerja keras dan membentuk kepanitiaan MTQ. Ternyata mepetnya persiapan justru menjadikan semangat tersendiri bagi Kabupaten Jombang. memanggil Bupati Soewoto. Di setiap sudutnya dipasang menara yang lengkap dengan kubah. yakni hanya dua bulan. gerakan Reformasi 1998 bergulir. yaitu Madura dan Bojonegoro. Gapura Jombang di Desa Temuwulan. Akhirnya Gubernur Jawa Timur saat itu. Dalam pertemuan itu. dua daerah tersebut menyatakan tidak sanggup. Hingga kini.

yakni berada di Desa Temuwulan. Soewoto menyadari. Salah satunya adalah untuk membedakan mana wilayah kota dan mana kawasan non kota. Pun demikian. gedung wakil rakyat Kabupaten Jombang itu berada di sebelah selatan kantor Pemkab lama (sekarang kantor Bakesbangpollinmas). baik bersifat formal maupun informal. Hal itu pula yang membuat ia cukup disegani oleh anak buahnya. Pedoman yang ia pegang saat itu adalah ”The Right Man on the Right Place”.Pada era kepemimpinan Soewoto pula. menata organisasi pemerintahan tidak semudah menata benda-benda mati. Pembangunan batas kota itu bukan tanpa sebab. Namun diperlukan manajerial kepemimpian yang mumpuni. Komunikasi dan koordinasi selalu ia lakukan. Gapura itu hingga kini masih ada. Kecamatan Perak. Karena tempat tersebut dirasa kurang layak. sesuai dengan latar belakangnya yang berbasis militer. 110 Dekat dengan Bawahan Selain cukup dekat dengan masyarakat. yaitu. gedung DPRD yang berada di Jalan Wahid Hasyim No. ia mempunyai rasa disiplin cukup tinggi. menempatkan 90 . Buah tangan Soewoto lainnya adalah gedung DPRD yang berada di Jalan Wahid Hasyim saat ini. akhirnya dibangunlah gedung DPRD baru yang sebelumnya merupakan gedung pertemuan. sejumlah gapura masuk Kota Jombang dibangun. Sebelumnya. dan gapura masuk kota yang ada di wilayah Kecamatan Peterongan. Bupati Soewoto juga cukup dekat dengan jajaran yang ada di bawahnya. Kedua gapura ini dibangun tahun 1997.

kerja-kerja di pemerintahan menjadi kaku dan kurang sehat. Tulisan ini terletak di dinding ruang tamu Pemkab Jombang lantai I Walhasil. Misalnya. pokok.seseorang sesuai dengan bidangnya. Dalam pertemuan rutin itu tidak pernah ditentukan tema yang akan dibahas. begitu seterusnya. membongkar sekat-sekat itulah PR (Pekerjaan Rumah) yang pertama kali dilakukan Soewoto dalam bidang organisasi pemerintahan. Akibat dari kondisi itu. organisasi pemerintahan di Kabupaten Jombang kurang solid. seorang Kepala Dinas atau Kepala Bagian selalu siap jika diminta mempresentasikan program kerjanya masing-masing. saat pertama kali menjabat sebagai bupati. berjalan secara seimbang dan berkesinambungan. Bukan hanya itu. Selanjutnya. Dengan begitu. Korps berseragam coklat keki itu tersekat-sekat sesuai dengan asal almamaternya. Guratan kata Bupati Soewoto tentang kepemimpinan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas-tugas negara sebagai pegawai Pemerintah Kabupaten Jombang. Nah. segala tugas. Semunya mengalir secara alami. Hal itu sangat berbeda jika tema 91 . lulusan dari UGM (Universitas Gajah Mada) membentuk kelompok sesama UGM. dibongkarnya sekat-sekat tersebut membuat suasana kerja kembali mencair. setiap hari Senin ia mengumpulkan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) guna melakukan koordinasi dan evaluasi. dan fungsi. Dengan begitu. lulusan Unibraw (Universitas Brawijaya) membentuk sekat dengan sesama Unibraw.

Bermain perang-perangan. Hasilnya. menjadi seorang tentara atau menjadi bupati sekalipun. Semisal. berapa jumlah honorer. Lahir dari Keluarga Sederhana Bupati Soewoto lahir di saat Jepang menancapkan kuku jajahannya di bumi Indonesia. bisa makan enak hanya setahun sekali. hingga bermain sepak bola bersama teman sebayanya. dengan mengantongi ijazah SMA sangat mudah untuk mencari pekerjaan saat itu. Menamatkan SMA. Bahkan Soewoto mengakui. secara tiba-tiba ia datang ke Bagian Urusan Kepegawaian. Hal itu dilakukan agar jajaran di bawahnya selalu siap menghadapi segala kemungkinan. tepatnya di Desa Kadipaten. dan sejumlah pertanyaan lainnya. Begitu juga dengan Soewoto. Soewoto merupakan anak ke-3 dari 11 bersaudara dari pasangan Samudi Kartodihardjo dan Rukmi. Dari kedua orangtuanya itulah Soewoto kecil selalu diajarkan kesederhanaan. Tidak jarang. pejabat yang mendapat kunjungan mendadak itu harus kelabakan karena tidak siap.dalam rapat rutin itu sudah ditentukan terlebih dulu. kemudian membantu kedua orang tua untuk membesarkan adik-adiknya. ia tidak pernah marah. Ia lahir di Bojonegoro 20 Desember 1944. Pun demikian. Pun demikian. Dinas yang kebagian tema tersebut akan siap-siap. Maklum saja. sedangkan dinas yang belum waktunya presentasi akan leha-leha. semangat untuk menjadi orang besar tidak pernah padam. prestasi akademiknya tidak 92 . sejak kecil ia tidak pernah punya cita-cita yang muluk. Saat usianya menginjak tujuh tahun. Kecamatan kota. Garis hidup memang rahasia Ilahi. Karena ia yakin. Semisal. bermain kasti. Soewoto juga melakukan kunjungan secara mendadak ke instansi yang ada di bawahnya. Pemikirannya sederhana. kehidupan keluarganya bisa dikatakan pas-pasan. Masa kecilnya tidak jauh berbeda dengan anak desa pada umumnya. Di kantor itu ia menemui Kepala Bagian dan menanyakan berapa jumlah pegawai yang akan pensiun. bekerja. Ia tidak pernah sekalipun tinggal kelas. Meski dari keluarga kurang mampu. namun soal pelajaran Soewoto kecil terbilang moncer. Guna memacu kinerja. Soewoto kemudian melanjutkan sekolah ke SMP (Sekolah Menengah Pertama) Bojonegoro yang notabene satu-satunya sekolah negeri kala itu. ia didaftarkan oleh ayahnya bersekolah SR (Sekolah Rakyat) di Desa Kadipaten. pada tahun 1958 ia lulus SR (setingkat SD). Duduk di bangku SMP. yakni pada saat lebaran.

Selanjutnya. Semua itu berawal ketika keponakannya yang notabene terlebih dulu lulus dari AMN di Magelang cuti kedinasan. Pasalnya. Selepas SMA. ia dipindah lagi ke Kodam V/Brawijaya sebagai Asisten Perencana dengan pangkat Kolonel. Ia menyunting gadis kelahiran 93 . yakni mulai tahun 1964 hingga lulus pada 1967. ia kemudian dipindah jabatan sebagai staf Markas Besar (Mabes) ABRI di Jakarta. saat itu ia dipercaya sebagai Komandan Resimen Armed/Kostrad yang bermarkas di Singosari. Ia lulus SMP Negeri Bojonegoro pada tahun 1961. Tiga tahun menjabat sebagai Komandan Batalyon. pada 1981. Saat pengumuman tiba. bermacam tes ia jalani. Di tempat tersebut. ia lebih tertarik untuk menjadi seorang taruna ABRI (sekarang TNI). ia menjabat sebagai Komandan Batalyon Armed XII di Ngawi. Setelah itu. Sibuk berkarir. Di pusat pendidikan tersebut. Berbagai persyaratan ia penuhi. ia meneruskan pendidikan di SMA Negeri Bojonegoro. Tepat tahun 1964. Pasalnya pada 23 Agustus 1993 Soewoto mendapatkan tugas karya dari pemerintah pusat untuk menjabat sebagai Bupati Jombang. Di sekolah itu. yakni mulai tahun 1984. Pria asli Bojonegoro ini menjalani pendidikan militer selama tiga tahun. Bersama dengan 71 orang lainnya ia pun ikut-ikutan mendaftar.mengecewakan. dirinya diterima sebagai calon taruna di lembaga pendidikan militer tersebut. Sama halnya waktu duduk di sekolah SR. Soewoto kecil tidak pernah tinggal kelas. jurusan B (ilmu pasti) yang menjadi pilihannya. Soewoto bertugas selama enam tahun. Baru pada tahun 1990. Soewoto menyelesaikan masa SMAnya. keinginan anak ke-3 dari 11 bersaudara ini harus dipendam terlebih dahulu. Soewoto seakan tidak percaya. Selanjutnya. Sebagai seorang taruna. Pada tahun 1968. Ia lulus AMN dengan pangkat Letnan Dua (Letda). tahun 1975 ia dipindahkan tugas ke Pusat Pendidikan (Pusdik) Armed Cimahi Jawa Barat. Namun. bapak empat anak ini hanya bertugas selama dua tahun. Soewoto melepas masa lajangnya pada 9 Maret 1969. Soewoto menyadari harus siap ditugaskan di mana saja. Selama satu tahun itulah tugasnya yang terakhir. Saat itulah ia bertekad untuk menjadi taruna juga. tugas pertamanya di Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) VIII Jember. ia berniat untuk bekerja. Malang. bukan berarti perwira TNI ini lupa akan kodratnya sebagai lakilaki. ia kembali bertugas di Jawa Timur. Karena pada 1992.

Ninik Darmini. Eva Nursilarini. pasangan Soewoto Adiwibowo dan Ninik Darmini dikarunia empat orang anak yang semuanya perempuan. Namun. Dari perkawinan itu.24 September 1951. yang juga masih tetangganya satu kampung di Bojonegoro. salah satu dari mereka ada yang masih tinggal di Jombang. dan Erlin Nursilaningrum. Sehingga mantan bupati ini meski tinggal di Malang. Kini anak dari mantan bupati ini semuanya sudah berkeluarga. Mereka adalah: Endang Nursilawati. Ely Nursiladewi. 94 . dalam sekali waktu masih menyempatkan waktu untuk mengunjungi kabupaten yang pernah ia pimpin selama lima tahun.

Si memberikan warna kepemimpinannya dengan segala hal yang bercirikan keislaman. Mengenai hal ini ia selalu berpesan kepada keluarga agar berpegang teguh pada tali Islam (agama Allah). M.15. 95 . Untuk meneguhkan rasa syukur sebagai hamba Allah. Maka sejak saat itu ada program pengentasan kemiskinan dan beasiswa bagi anak yang orangtuanya tidak mampu dari dana zakat. Profil Bupati Affandi (Masa Bhakti 1998-2003) Seolah meneguhkan Kabupaten Jombang sebagai kota santri yang memiliki lebih dari seratus pondok pesantren besar kecil. Antara lain dengan anjuran pemakaian jilbab bagi karyawati di lingkup Pemkab dan selalu menebar salam ketika pertemuan. Semenjak di bawah kepemimpinan Bupati Affandi. H. maka ia selalu mengajak hadirin di setiap acara yang ia hadiri untuk mengawali acara dengan mengucapkan tiga kali kalimat hamdalah. Baginya urusan Syariat adalah nomor satu sebagai insan yang memiliki iman. majelis-majelis pengajian dan istighotsah terus digalakkan. Sebagai seorang pemimpin yang mencoba untuk menjunjung tinggi amanah. dan shodaqoh kaum muslimin. Bahkan mendorong organisasi serupa di masyarakat untuk memajukan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat secara amanah dan profesional. insyaallah keluarga akan tetap rukun dan bersatu. Affandi. Bupati Drs. Antara lain yang dijadikan agenda rutin setiap hari Jumat pagi di lingkup pemerintah Kabupaten Jombang. infaq. Upaya itu ditempuh dengan menerapkan manajemen islami dan hubungan kerja menurut konsep Agama Islam. maka ia dikenal sebagai sosok muslim yang menerapkan Islam secara kaffah atau murni menurut Syariat. Salah satu bentuk terobosan di masa kepemimpinan Bupati Affandi adalah pemaksimalan peran dan fungsi Badan Amil Zakat Kabupaten.

Begitulah semangatnya menerjemahkan konsep-konsep kepemimpinan islami sampai-sampai bedug masjid pun ditempatkan di sebuah sudut Pendopo Kabupaten, seolah bersanding mesra dengan gamelan yang dipajang di sisi lain ruang yang sama.44 Sebagai seorang pemimpin yang sekaligus kepala rumah tangga, Bupati Affandi dikenal sebagai sosok pengayom, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat sekitar di mana ia tinggal. Setiap orang yang berdekatan dengannya selalu merasa nyaman mendapat siraman rohani dan tausiyah yang tidak jarang ia sampaikan di setiap kesempatan. Selama menjabat menjadi Bupati Jombang masa bhakti 1998-2003, Drs. H. Affandi, M.Si membangun silaturahmi antar sesama muslim maupun membangkitkan acara rutin pengajian keluarga besar Bani Ahmad yang merupakan garis nasab atau silsilahnya. Kesederhanaan hidup adalah salah satu keunggulan yang melekat erat pada pribadi Bupati Affandi. Bahkan selepas dirinya berdinas di ketentaraan dan kembali ke kampung halaman, tidak satu pun kesan kemewahan yang tampak. Ia memilih menggunakan mobil sederhana dibandingkan menggunakan fasilitas mobil yang mewah, meskipun sebenarnya ada peluang itu. Prinsip hidup sederhana ini barangkali dilandasi oleh masa kecilnya sebagai putera daerah yang berasal dari pelosok. Tepatnya salah satu desa di Kecamatan Plandaan, daerah utara Sungai Brantas yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Nganjuk. Setelah memimpin Jombang selama lima tahun, akhirnya Drs. H. Affandi, M.Si purna tugas sebagai Bupati Jombang. Rasa kehilangan yang mendalam dialami oleh para koleganya, termasuk para kepala dinas. Maka untuk memberi kesan dan penghormatan kepada pengayom Jombang ini, dilakukan prosesi kirab boyongan dari Pendopo Kabupaten Jombang ke rumahnya di dekat Embong Miring, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Prosesi tersebut menggunakan rombongan dokar dan becak yang sudah disiapkan sebelumnya. Kini di masa pensiunnya, ia lebih banyak bergiat di rumah saja dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan menurut sekretaris Bani Ahmad yang merupakan

44

Wawancara dengan Khoirudin (salah satu kerabat Bupati Affandi) di MTS Agus Salim Gudo, pada 11 Desember 2010, pukul 10.30 WIB.

96

keluarga besarnya, Pak Affandi sering mendapatkan kunjungan pejabat pusat yang sengaja datang untuk mendapatkan tausiyah. Demikianlah sosok Bupati Affandi, sebuah prinsip kepemimpinan yang memadukan spirit keislaman dalam segala aspek pembangunan yang diterapkannya dalam keberjalanan pemerintahan Kabupaten Jombang.

97

16. Profil Bupati Suyanto (Masa Bhakti 2003 – 2008)

Suyanto lahir di Jombang pada 5 Januari 1962. Ia lahir dari pasangan Sukito dan Asmah. Pasangan ini melahirkan 6 orang anak: Suyanto, Subandriyah,

Supracahyaningsih, Sadarestuwati, Sujayanah, dan yang terakhir adalah Sumrambah. Ibu terkasih Suyanto, Asmah, meninggal pada tahun 2002, sedangkan Sukito menyusul wafat beberapa tahun kemudian tepatnya di tahun 2008.45 Riwayat pendidikan Suyanto dimulai dari SDN Banjaragung (lulus tahun 1973). Ia lalu melanjutkan ke SMP Negeri Mojoagung (lulus tahun 1977). Lantas meneruskan sekolahnya di SMA Negeri 1 Surabaya (lulus tahun 1980). Kemudian gelar sarjana S-1 diperolehnya di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya pada tahun 1985.46 Tak cukup itu, ia lantas menempuh jenjang pendidikan S-2-nya di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan mengambil konsentrasi Manajemen Agribisnis, dan lulus pada tahun 2007. Pada tahun 1986 hingga 1994, Suyanto menempa hidupnya dengan menjadi guru. Mengajar murid-murid adalah sebentuk latihan, bagaimana kesabaran, ketelatenan, dan keprihatinan harus digembleng sekuat baja. Pada tahun 1994 ia mulai menekuni dunia wiraswasta hingga tahun 2000. Kiprahnya mulai diperhitungkan ketika ia menjabat sebagai wakil Bupati Jombang pada tahun periode 1998 hingga 2003 mendampingi Bupati Affandi. Tahun 2003 ia mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang dan kenyataan itu benar-benar terwujud hingga memimpin Jombang sampai tahun 2008. Bersama wakil Bupati Ali Fikri ia menggenjot pertumbuhan dan perkembangan Jombang hingga masa jabatannya berakhir di pertengahan 2008. Ia kemudian mencalonkan diri kembali sebagai Bupati

45

46

Wawancara dengan Sumrambah pada Senin, 15 November 2010, pukul 15.00 WIB, di Perum Griya Kencana, Candimulyo, Jombang. Juga dari data BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang. Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang.

98

Jombang sebagai daerah penghasil jagung dan kecambah dapat ditilik pada beberapa desa yang berkonsentrasi memberdayakan cocok tanam dengan baik. terutama Sungai Kali Brantas.340. Dalam sektor perkebunan. Memang keistimewaan Wonosalam yang dikenal masyarakat luas adalah duriannya. Pada saat masa tanam padi. Ada 21 kecamatan. 99 . Aromanya khas. Salah satunya juga. di samping kakao dan kopi. kopi dan durian. Cukuplah luas untuk tiga macam tanaman tersebut. Jombang memiliki Kecamatan Wonosalam. Suasana pedesaaan yang subur makmur demikian alangkah menunjukkan bahwa potensi agraris Jombang telah berlangsung turun temurun sejak silam. Sebagian yang lain tentu saja tanaman durian yang lebih banyak. Durian yang tergolong istimewa ini tidak berukuran terlalu besar. perkebunan. Lahan yang luas demikian. dan 302 desa dan 4 kelurahan. Dengan jumlah penduduk 1. Potensi-potensi Kabupaten Jombang Luas daerah Jombang yang terdiri dari 1159. Salah satu potensi yang terus diberdayakan di masa pemerintahan Bupati Suyanto adalah sektor pertanian. dapat diupayakan pengembangannya dan itu memang didukung oleh aliran sejumlah sungai dan anak sungai. dan peternakan. kakao.229 jiwa pada tahun 2000-an. Demikian juga pada cengkeh. tebal dan kering selaputnya. peternakan termasuk di dalamnya sektor perikanan tak disangkal menjadi garapan utama untuk diberdayakan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. yang pernah meraih prestasi sebagai desa terbaik tingkat nasional.50 km menyimpan catatan penting.Jombang dan menjalani proses demokrasi Indonesia lewat apa yang kita kenal sebagai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di mana ia disorong oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai daerah agraris yang mencakup dunia pertanian. Komoditi ini menjadi pokok target dan favorit petani karena prospek pasarnya sungguh menguntungkan dan berpeluang besar ke depannya. sebagai desa perkebunan yang membudidayakan berbagai jenis pola perkebunan. Desa Segodorejo. utamanya di Desa Wonosalam. Namun agak sedang dan memiliki isi yang padat. Jenis perkebunan ini meliputi cengkeh. perkebunan. Misalnya Desa Bareng sebagai salah satu penghasil padi yang luar biasa. petani pengolah tanah telah menggunakan traktor penggembur tanah.

Karena warga Jombang mempunyai ”budaya malu”. Dalam bidang peternakan.47 47 Lan Fang. Dengan rasa manis yang mantap. sebagaian yang lain beternak sapi perah dan kambing. Petani durian terkadang menjualnya dengan sistem tebasan di mana petani menjual pohonnya dalam kondisi belum berbuah. Karena itu rata-rata semua warga di desa tidak pernah kelihatan ”menganggur”. 100 . Bupati Suyanto berusaha terus menggalakkan sektor lain itu. Pemerintah daerah hanya menyokong dan mendukungnya. Misalnya. Kolam yang ditempatkan di lahan warga tiap keluarga betul-betul menginspirasi sebagai pendapatan sampingan yang sekaligus merupakan lahan bisnis ikan yang menggiurkan. selain yang disebutkan tadi. Bisa dibilang rata-rata warga Jombang memiliki usaha rumahan sendiri yang tumbuh dari kreativitas mereka sendiri. Kecamatan Jogoroto. usaha pembuatan genteng di Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno. termasuk perikanannya. Hampir pada sebagian besar warga Desa Jogoroto. masihlah banyak yang lain yang sebenarnya bisa diperhitungkan. Pangsa pasar yang baik ini sangat diperhitungkan Bupati Suyanto sebab ternak sapi khususnya mampu memproduksi susu sebagai protein nabati yang baik untuk kesehatan dan kebugaran. Bupati Suyanto menilai bahwa tiap sektor usaha di Kabupaten Jombang selalu ada pioner-pioner yang memulai dan menggerakkan segala usaha tersebut. Ragam potensi usaha yang berkembang di Kabupaten Jombang. dan permen juga tahu-tempe. Penduduk Jombang rata-rata beternak ayam dan itik. Si pembeli merawat durian tersebut sampai masa panen. Sektor-sektor usaha yang bercokol sendiri ini tidaklah diciptakan oleh pemerintah daerah. industri pembuatan krupuk. Inspirasi Jombang. industri batu bata di Desa Bandung Kecamatan Diwek.tidak menyengat. didapati para peternak ikan lele. Dalam arti bila seorang warga di sebuah desa tidak mempunyai usaha rumahan maka ia akan merasa malu sendiri. Sebagian besar warga Wonosalam menanam pohon durian ini. Selalu ada saja yang dikerjakan baik secara kelompok maupun sendiri-sendiri. ibid. Kabupaten Jombang memiliki potensi yang baik. Penampungan bibit-bibit ikan lele di desa ini banyak dijadikan jujugan (pusat kulakan) para tengkulak yang disebar atau dijual pada para peternak lele.

usaha Maniati ini dipasarkan dan diperkenalkan dalam sejumlah pameran industri kreatif baik yang dihelat di tingkat regional maupun nasional. dari kemeja laki-laki dan perempuan. yang selanjutnya diadakan pula di Dinas Perindustrian Kabupaten Jombang. Motif cakra ini terinspirasi dari ukir-pahat Candi Arimbi. Maniati mulai berinisiatif membentuk kelompok pengrajin batik di desanya. Nuansa batik Sekar Jati jika dilihat tampak lembut seperti panorama alam yang indah memukau dan anggun dan cocok dipakai oleh siapa pun. mulai menekuni usaha batik sejak tahun 1993. batik kremesan. Tersebutlah dan dikenallah kemudian batik Sekar Jati. Banyak bahan kain yang dipergunakan. sebagai ciri khas batik Jombangan. Maniati. dari anak-anak. Untuk motif yang penuh karakter Jombangannya. Upaya ini penting untuk mendongkrak transaksi penjualan dan orientasi mutu yang terus ditingkatkan dan oleh sebab itu Bupati Suyanto benar-benar mendorong dan memberi 101 . dan batik tulis. dari Desa Jatipelem Kecamatan Diwek. Semuanya dikerjakan secara manual agar tampak alami dan tidak menggunakan bahan kimiawi. ditonjolkanlah warna merah dan hijau yang diambil dari warna lambang Kota Jombang. dewasa. Motifnya juga berpusparagam. Maniati ini. batik cap atau batik printing. sampai kalangan tua. Salah satu warganya. Salah satu pemasarannya. Jenis batik Jombangan ini kian berkembang coraknya. Mulanya ia memproduksi jenis batik jumputan yang dijualnya di lingkungannya sendiri. Setelah mengikuti pelatihan tersebut. Industri batik ini juga memproduksi desain pakaian jadi. Maniati memiliki 20 orang karyawan. salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di wilayah eksotis Kecamatan Wonosalam. Pemerintah Kabupaten Jombang turut serta dan memberi perhatian intensif pada kelompok ini. Dari motif tebu. hingga motif cakra segitiga yang menjadi ciri khas Kabupaten Jombang. Pada tahun 2000 Pemerintah Kabupaten Jombang mengirimkan warganya untuk mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur. bunga melati. padi yang melambailambai.Dunia industri kreatif sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) berupa batik Jombangan juga berkembang di Jombang. dikirim ke sana. seperti batik sasirangan. selain batik jumputan yang menjadi awal kemunculannya. selain dijual secara orderan dan memasok ke beberapa toko di Jombang dan di luar Jombang.

35-497 Tahun 2003. adalah penting bagi warga Jombang melihat berbagai potensi yang dimiliki Jombang ini untuk terus digalakkan dan dihidupkan semangat kreatifitasnya dalam berbagai sektor kehidupan. Kondisi ini mempertimbangkan bahwa angka kemiskinan di daerah Jombang pada tahun 2007 tercatat mencapai 83. Sumber daya alam. Ia berpendapat bahwa roda perekonomian daerah harus terus didorong percepatannya. dan menyedia infrastruktur. dan manikmanik kaca di Desa Plumbon Gambang di Kecamatan Gudo. Tonggak Keberhasilan Bupati Suyanto Suyanto ditetapkan sebagai Bupati Jombang dimulai dari titimangsa 17 September 2003 sampai 12 Mei 2008. Hampir penduduk desa ini menekuni kerajinan manik-manik kaca. maupun produk olahan berupa kerajinan. 48 Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang. pondok pesantren dan industri kecil yang bergeliat di sekitarnya. 102 . Kini usaha ini sudah merambah pasar nasional bahkan sudah ada yang menembus transaksi ke luar negeri. Tidak ketinggalan pula potensi-potensi kesenian dan aset budaya yang ada di Kabupaten Jombang.semangat agar ciri khas Batik Sekar Jati tersebut menjadi kebanggaan Kabupaten Jombang kini dan di kemudian hari. produk-produk kehutanan. dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 123. fasilitator.48 Hal terpokok yang bisa dicatat dari Bupati Suyanto dalam periode 2003 sampai 2008 adalah keberhasilannya mengembangkan pusat kesehatan masyarakat yang setara dengan rumah sakit kecil. Bagi Bupati Suyanto. Maka peran pemerintah adalah sebagai regilator. Ini bisa dilacak di berbagai puskesmas dengan menciptakan pelayanan sebanding dengan rumah sakit umum atau daerah. cor kuningan di Desa Mojotrisno yang sudah berkembang sejak tahun 1970. pendidikan. Ada pun industri kreatif yang lain adalah ayaman bambu di Desa Ngoro. dan investasi. Sebab potensi daerah selalu bergerak dinamis seiring dengan perkembangan kebutuhan warga. Tanggal 17 September 2003.724 jiwa. Ada sekitar 111 pengrajin di mana setiap bulannya mampu menyerap 5 sampai 10 ton pecahan kaca dari para pengepul kaca. pertanian dan perkebunan. teknologi. wisata.

Ada unit gawat darurat. dari Desa Mojotrisno. dan meningkatkan kapasitas daerah. membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan. Seorang Maksum. Klinik akupuntur juga ada. Kalimantan Timur). Puskesmas Plumbongambang juga mencapai skor di atas 80. pemberdayaan warga. pasien cukup menyodorkan kartu jaminan kesehatan masyarakat atau surat keterangan miskin. membuat jaringan teknologi informasi untuk memudahkan layanan masyarakat hingga ke desa-desa. Pemerintah Daerah dan Bupati Suyanto mulai meluncurkan program ”Puskesmas Idaman-Idolaku” dan ”Rumah Sakit Cintaku”. alat USG dan rontgen. mengubah puskesmas menjadi rumah sakit mini. Anak Gde Agung (Bupati Badung. 10 sosok bupati ini menurut Tempo paling berhasil membangun daerahnya: menyulap yang kumh menjadi bersih. Pengobatan cum-cuma ini berupaya memberi solusi dan menepis mahalnya ongkos berobat di rumah sakit. Sulawesi Selatan). Prestasi dari gagasan Bupati Suyanto ini dapat dibuktikan dalam survei kepuasan pasien yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jombang tahun 2007 yang memberikan skor 80. puskesmas mampu melakukan bedah kandungan. serta berprinsip mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Dari pengobatan sampai perkara kecantikan. Syaratnya. Tujuannya untuk menggenjot kualitas puskesmas dan rumah sakit yang konsisinya serba butut dan ”payah dalam pelayanan”. Ini berarti banyak pasien yang merasa puas dengan pelayanan pemerintah itu. Bagi Andi Mallarangeng. 46-49. Untung Sarono Wiyono Sukarno (Bupati Sragen). Joko Widodo (Wali Kota Solo). serta ruang rawat inap. Pelayanan puskesmas ini bermacam-macam. laboratorium.Misalnya Puskesmas Mojoagung yang menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin. Bupati Suyanto dari Jombang merupakan salah seorang yang terpilih di sini di antara para bupati lainnya: Andi Hatta Marakarma (Bupati Luwu Timur. hal yang terbilang langka ukuran sebuah puskesmas. Ilham Arif Sirajuddin (Wali Kota Makassar). klinik kebidanan.”Tokoh Pilihan Tempo 2008: Ada Tenggat di Alun-alun”. Penyakit lainnya yang lebih ganas pun dapat pelayanan yang sama.28 untuk Puskesmas Mojoagung. Edisi ini Tempo memilih 10 bupati dari sekirar 300 bupati yang memimpin di 472 kabupaten dan kota se-Indonesia. Awal tahun 2005. 49 Majalah Tempo. Mojoagung. 103 . Jusuf Serang Kasim (Wali Kota Tarakan. Bahkan dalam kondisi darurat. Bali).49 Puskesmas Mojoagung lebih mirip rumah sakit kecil dibandingkan dengan pusat kesehatan di pedesaan atau kota kecamatan. bahkan mendapatkan pelayanan gratis saat membawa mertuanya yang sakit katarak ke Puskesmas Mojoagung. bupati yang baik adalah harus mampu menggunakan kewenangan untuk menciptakan perbaikan pelayanan publik. dan David Bobihoe (Bupati Gorontalo). Pengunjungnya bisa mencapai 150-an per bulan. dari skor tertinggi 100. Mertua Maksum itu langsung dioperasi dan sembuh. klinik gigi. menurut Sriwulani Sumargo (salah seorang dokter spesialis radiologi). Edisi Khusus Tempo 28 Desember 2008. Herry Zudianto (Wali Kota Yogyakarta). hlm. Djarot Saiful Hidayat (Wali Kota Blitar).

000. Mungkin hal demikian dianggap sebagai sesuatu yang tidak pada tempatnya dan yang semestinya. Untuk kepastian tarif. Daftarnya wajid dipasang di loket pendaftaran. Kesan mahal baginya perlu dihapus dan tidak jadi momok siapa pun. urine. Bupati Suyanto mulai memperhitungkan tarif berobat. Operasi kecil Rp. Biaya cek darah. Bupati Suyanto saat bersantai di rumahnya (repro dari Tempo. 2008) Ruang perawatan VIP (Very Important Person) dibangun. Bupati Suyanto menyediakan sarana canggih seperti peralatan rongten. ia menerbitkan peraturan daerah tentang biaya pungut di puskesmas.Bupati Suyanto memulainya dengan merayu sejumlah dokter spesialis agar mau bekerja di rumah sakit daerah dan puskesmas.000. 20. Penampilan rumah sakit daerah juga ia permak sebaik mungkin dan memang kelihatan elegan. Ia ingin tarif berobat dibuat seringan mungkin sehingga semua warga terbebani biaya mahal. Hasilnya dapatlah dirasakan. Kalau perlu gratis sekalian. Ia sempat disemprot Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ketika menempatkan dokter spesialis di puskesmas. Ketika beres di urusan fasilitas dan dokter. Rawat inap komplit dengan tiga kali makan sehari juga Rp. atau tinja Rp. 104 . 2000. Di Mojoagung dan Cukir. biaya itu tergolong sangat murah. 20.

tahun 2006 naik menjadi 5. dan pendapatannya di akhir tahun mencapai 429 miliar Rupiah.34%. Wahid Hasyim No. Bupati Suyanto merasa itu wajar sebagai sebuah proses.50 Istri Bupati Suyanto adalah Wiwik Nuriyati. RT 25 RW 10. Dari perkawinan ini mereka memiliki 2 anak: Dita Aci Pandi Aski (sekarang berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga. dan tahun 2007 naik menjadi 6. Karena itu banyak pasien puskesmas merasa bangga dan dihargai serta diberikan kemudahan ketika mereka berobat atau menjalani operasi di puskesmas. Anggaran belanja tahun 2006 adalah 79 milair Rupiah. dan Mohammad Pandi Alam 50 Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang. 105 . pada tahun 2007 menjadi 24.73%. Pada tahun 2005. dan ia menghendaki lebih banyak dokter lagi yang bisa di tempatkannya di sejumlah puskesmas yang belum memiliki pelayanan yang demikian.669 orang. Tahun 2005 perekonomian naik menjadi 5. dan perolehan pendapatan daerah di akhir tahun mencapai 496 miliar Rupiah. Surabaya). ia sekali waktu juga menyempatkan untuk kumpul-kumpul dengan keluarganya di Dusun Serning. Di samping tugasnya yang padat baik di Jombang maupun di luar kota. Dan mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Jombang untuk periode selanjutnya. Di bawah kepemimpinan Bupati Suyanto. Kendati demikian. Kabupaten Jombang. KH. jumlah pasien rawat inap mencapai 14. Anggaran belanja tahun 2007 adalah 88 miliar Rupiah. seorang PNS guru SD bidang olah raga di Kecamatan Bareng. pertumbuhan perekonomian Jombang melejit siknifikan. Bupati Suyanto menjabat sebagai kepala daerah sejak tahun 2003 hingga 2008. Puskesmas Mojoagung dan puskesmas Cukir banhkan sudah mengantongi sertifikasi ISO 9001: 2000. dan pendapatan yang masuk ke kas pemerintah daerah mencapai 757 miliar Rupiah. Sementara belanja daerah tahun 2005 adalah 66 miliar Rupiah.535 orang. Bupati Suyanto berkantor di Jl. Kini Jombang memiliki 13 puskesmas rawat inap.07%. 137 Jombang.Dari sinilah Bupati Suyanto menjadikan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat luas. Kecamatan Bareng. Ia pun terpilih dalam putaran Pilkada di penghujung tahun 2008 dan resmi menjabat sebagai Bupati Jombang untuk periode 2009-2013. masih ada warga yang merasa kecewa dan mengeluh karena sering dokter puskesmas tidak ada di tempat sebab kesibukan lain yang tidak diketahui. Desa Banjaragung.

ia bergabung dan bersumbangsih pikiran dan tenaganya sekaligus menjadi ketua di wilayah Jawa Timur dalam organisasi IPSBI (Ikatan Pelestari Seni Budaya Indonesia). 106 .(bersekolah di SMA 2 Jombang). Kini selain mendampingi sang suami dan mengasuh 2 anaknya.

Kecamatan Sumobito. 3. di Desa Sumobito. No. Jombang. 5. mandiri dan lahir dari keluarga muslim yang taat. Profil Bupati Ali Fikri (Masa Bhakti 2008-2008) Sosok Ali Fikri dalam sejarah Bupati-Bupati Jombang tercatat sebagai bupati yang memiliki kharisma tersendiri sebagai seorang yang berpendirian teguh. di Jl. 4. 7. Anak-anak Hafidzon tersebut terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. 9. 8. Jombatan. 6. dan ibunya bernama Mariyam yang lahir pada tahun 1925. 2. Bapaknya bernama Hafidzon yang lahir pada tahun 1918. Ia merupakan anak yang ke-8 dari 10 bersaudara. Kabupaten Jombang.51 10 putra-putri dari Bapak Hafidzon dan Ibu Mariyam itu adalah: 1. Gubernur Suryo. Blok K. 107 . kita akan sedikit banyak mengerti ihwal kehidupan sosial-keagamaan di mana wilayah Sumobito merupakan basis penyebaran Islam serta poros aktivitas dakwah yang dijalankan para sesepuhnya secara 51 Wawancara dengan Ali Fikri. 24. Nadhiroh (lahir 1946) Taufiqur Rahman (lahir 1948) Ahmad Zaim (lahir 1950) Wardah Hafidz (lahir 1952) Nasrulloh (lahir 1955) Lilik Aslihati (lahir 1957) Farid Wajdi (lahir 1959) Ali Fikri (lahir 1961) Tatik Sa’adati (lahir 1965) 10. Beliau lahir pada 22 April 1961. 22 April 2010. Gang 7.17. Kamis. Ainur Rofik (lahir 1969) Jika menilik lebih jauh tentang kelurga Hafidzon. tegas.

adik Cak Nun itu. Sa’dullah Chumaidi Dari sini keluarga Ali Fikri ini bertemulah dengan keluarga Abdul Lathief. 5. Pendidikan yang keras dan berdisiplin tinggi dari bapaknya dan Chumaidi turut membentuk kepribadian Ali Fikri.konsisten. Shochiful Islam 12. Samsul Huda M. 6. Berdekatan juga dengan Koramil Sumobito dan stasiun Sumobito. Seorang arsitek berkebangsaan asing. Ali Fikri memperkirakan masjid itu berdiri sekitar tahun 1860-an. Masjid tersebut konon tergolong tua. 4. yakni Bapak Hafidzon. di tengah kecamatan. 2. Dari Imam Zahid dengan istrinya ini menurunkan 12 putra-putri: 1. Dan Muhammad pun mempunyai 15 anak yang mana salah satu putranya adalah budayawan dan penyair Emha Ainun Nadjib. 3. Maknunah Mahfudzoh Izzatin Abdul Latif Mohammad Nasich Khusnul Khuluq M. 108 . pada tahun 1925. 8. 7. Abdul Lathief memiliki 15 putra. Choirul Anam Makinun Amin 10. Sebuah masjid bercokol di sini. 9. Masjid ini berkembang dan digerakkan syiar dan kegiatan tablighnya sejak dahulu pada masa Imam Zahid. Salah satunya bernama Muhammad. Imam Zahid merupakan kakek Ali Fikri dari garis ayah. Menurut Nasrul Ilahi. pernah melakukan riset tentang makam-makam dan masjid-masjid di seluruh Indonesia dan menyebutkan masjid ini termasuk catatan penting dalam sejarah masjid di Indonesia. Arah timur-barat Kantor Pos Sumobito. Hafidzon meninggal pada tahun 1992. Chafidzon 11. Konon Imam Zahid berasal dari trah keluarga Pesantren Dresmo yang nasabnya langsung bila dirunut sampai ke Raden Patah Demak. Ali Fikri sejak usia belasan juga turut diasuh oleh pamannya Sa’dullah Chumaidi.

dan di suatu pertemuan keluarga tahun 1980-an. Chumaidi pun meninggal dalam status lajangnya pada tahun 1997. Gatotkoco dan lain-lain yang membuatnya penasaran seperti apakah pertunjukan wayang itu. di suatu malam. di rumah besar keluarga Hafidzon di depan masjid besar Kehidupan di masjid besar Sumobito (kini masjid tersebut diberi nama Masjid Imam Zahid) secara tidak langsung membentuk karakter egaliter. Ia kadangkala keluyuran sampai tak kenal waktu.Pelajaran hidup sejak kecil yang diterimanya dari sang bapak menekankan pola: semakin besar seorang anak. Sebelumnya ia banyak mendengar dari teman-temannya yang bercerita tentang lakon-lakon pewayangan. Dari kanan: Sa’dullah Chumaidi. saat itu beliau baru menginjak kelas 5 SD. sebagai anak kampung. juga menempa wawasan pengetahuan dan bersosial dengan masyarakat luas. Wajar saja. Namun ia memiliki dedikasi yang besar terhadap syiar Islam di wilayah Sumobito dan menaja dunia spiritual dan disiplin hidup terhadap sosok Ali Fikri di kemudian hari. luwes. Makinun Amin. alangkah takutnya kalau-kalau di pagi harinya diketahui sang bapak. M. Hafidzon. Ada tokoh Semar. Masa kecil Ali Fikri terbilang ”mbetik” (bandel). Ketika ia menuruti kenekatannya itu dan pulang lewat jendela. 109 . Choirul Anam. pergaulan yang luas dengan teman-temannya dari berbagai penjuru desa memberikan pengalaman tersendiri. Petruk. Abdul Lathief. Ternyata benar. Ali kecil nekad keluar rumah untuk menonton wayang. maka semakin besar pula ajaran baginya untuk bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan dilatih untuk empati terhadap saudarasaudaranya dan orang lain. Gareng. menghargai pendapat orang lain. Tahun 1972.

IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta pada 1982 sampai 1987 dengan gelar BA atau Sarjana Muda. 4. Amalia Fitriani (lahir 1992). Ivan Taufiqurrahman (lahir 1994). Kulliyatul Muallimin Al-Islami Gontor pada 1976 sampai 1981. SDN Sumobito pada tahun 1967 sampai 1973. Beberapa kesenian khas Jombang ini cukup melekat menjadi memori tersendiri dalam jejak-jejak perjalanan hidupnya. Kegemaran masa kecil yang tak terlupakan juga ia alami saat menyaksikan Ludruk Putra Birawa Jombang dan Gambus Misri. 5. SMPN I Jombang pada 1973 sampai 1976. 2. MI (Madrasah Ibtidaiyyah) Khairiyyah Sumobito pada 1967 sampai 1969. 3. Ali Fikri berfoto bareng keluarga besar Hafidzon dalam reuni Bani Imam Zahid tahun 2007 Jenjang pendidikan Ali Fikri dimulai dari: 1.Namun sang bapak tidak marah dan hanya bertanya kepadanya dari mana ia semalam keluar rumah. Beliau menjabat sebagai kepala sekolah di SMP tersebut mulai 1990 hingga 2010. 110 . Setelah lulus dari jenjang pendidikan terakhir itu Ali Fikri pulang kampung dan mengajar sebagai guru di SMP Khairiyyah Sumobito sejak 1988 hingga 2010. Pernikahan mereka menghasilkan 4 putra-putri: Raissya Aulia Rahmawati (lahir 1990). dan Sa’dullah Iskandar Hafidz (lahir 1999). Pada tahun 1988 juga ia menyunting seorang gadis yang bernama Euis Murniati yang lahir di Jakarta pada tahun 1963.

Pada masa menghangatnya Pilkada di awal 2008. M. Pengalaman terjun di dunia politik tidak semata-mata bagaimana menjalankan gerak kebijakan yang selanjutkan bagaimana hal tersebut dimanifestasikan pada masyarakat luas sesuai dengan kebutuhan dan prioritas sebagai acuannya. namun beliau tetap melakoninya dengan tulus ikhlas dan penuh pengabdian. sektor keagamaan. Masa tugasnya sejak 1990 sampai 1996 adalah di Depag Bojonegoro. Pada tahun 1999 beliau mengundurkan diri dari instansi ini karena masuk sebagai anggota DPRD Jombang sampai tahun 2003. Suharto. Kandidat yang 111 . Pada 24 September 2003 karir politik Ali Fikri menanjak prestisius di mana kala itu posisi beliau terpilih menjadi Wakil Bupati Jombang hingga satu periode penuh sampai tahun 2008 mendampingi Bupati Suyanto. dan potensi wisata serta peningkatan sumber daya manusianya.Pada tahun 1990 ia diterima sebagai Pegawai Negeri di Departemen Agama sampai tahun 2000. 22 tahun 1999 dan selanjutnya Undang-undang No. Perjalanan bertugas yang jauh ini jelas sangat melelahkan dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Baru pada tahun 1996 beliau dipindahtugaskan di Depag Jombang sampai tahun 2000. 32 tahun 2004 terkait kewenangan dan rincian tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pemerintah daerah semakin memacu kiprah dua sosok Jombang ini untuk memajukan Jombang sebagai daerah yang memiliki potensi dalam berbagai aspek baik di bidang pertanian. Saat itu kandidat dari berbagai partai turut bertaruh dalam Pilkada. Bupati Suyanto yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencalonkan kembali sebagai Bupati Jombang periode 2008 sampai 2013. Pengalaman dan pemikiran politik selama 5 tahun di komisi A dan komisi C di DPRD Jombang dari Partai PAN juga 5 tahun di Pemda Jombang telah turut membentuk kepribadiannya dan pemikiran-pemikirannya dalam berbagai hal di masa selanjutnya. Nyaris semua gajinya habis di tengah perjalanan. Munculnya otonomi daerah dengan diberlakukannya Undang-undang No. dan Munjidah Wahab dan Basaruddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Drs. Mereka adalah Nyono Suherli dan Abdul halim Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Otomatis sesuai aturan yang berlaku.Si dan Abdul Mujib dari Partai Demokrat (PD). penentuan kebijakan pemerintah. beliau untuk sementara mengundurkan diri dari jabatannya tersebut tanpa menggandeng kembali Ali Fikri.

Kemudian. Bergerak dan Menggerakkan”. Gang 7. dan salah satu tugas yang musti disegerakan adalah pertama bagaimana ia menyukseskan Pilkada 2008 itu di daerah dan secara keseluruhan membantu dengan penuh seluruh agenda puncak Pilkada tersebut dari Provinsi Jawa Timur.52 Gubernur Jawa Timur. pukul 13:21 WIB. Imam Utomo. Ali Fikri melakukan perubahan APBD sebagai suatu strategi penindaklanjutan anggaran agar terfokus secara tepat guna dan pada sasaran 52 Wawancara dengan Ali Fikri di Jl. Jombang. di pendopo Kabupaten Jombang Karakter kepemimpinan Ali Fikri bertolak pada satu pegangan prinsip: “Hidup dan Menghidupi.terakhir ini tidak lolos seleksi. Ali Fikri pun menjabat sebagai Bupati Jombang terhitung mulai 12 Juni 2008 sampai 23 September 2008. pada Sabtu. Blok K. 6 November 2010. pada 12 Juni 2008. saat melantik Ali Fikri sebagai Bupati Jombang. Gubernur Suryo. No. 24. pada bulan Juli. Kedua. Ali Fikri. Posisi Ali Fikri pada saat itu bisa dibilang cukup krusial dan dilematis sebagai pemimpin tunggal tanpa wakil tidak sebagaimana sebelumnya. tampuk pemerintahan Jombang untuk menggantikan Bupati Suyanto secara otomatis pula dipegang oleh Wakil Bupati. 112 . Jombatan.

bidang yang dituju. Intinya bagaimana DPRD mampu merealisasikan bahwa rakyat Jombang memiliki hak tahu akan APBD Jombang itu untuk apa saja dan sudah berjalan seperti apa. Publikasi APBD di media tampaknya menjadi penting agar fungsi koreksi publik berjalan dengan baik dan hal itu juga berfungsi untuk meminimalisir praktek korupsi di jajaran birokrat. Problem yang mengkhawatirkan terjadinya korupsi dan praktek “asal menghabiskan anggaran” di akhir tahun perlu dicarikan jalan keluar yang baik.

Ali Fikri bersama istri seusai pelantikan bupati

Karena itu, satu kebijakan yang dibuat Ali Fikri terkait itu, dan dengan melihat Jombang sebagai kota santri beliau merealisasikan penghargaan terhadap para hafidz dan hafidzah se-Jombang untuk diberi insentif sebesar 1 juta per bulan. Tercatat ada 46 hafidz dan hafidzah dari berbagai kecamatan yang memeroleh tunjangan tersebut. Menurutnya, aset generasi muda Muslim yang selama ini tak begitu diperhitungkan ini sejatinya mereka di masyarakat memiliki kontribusi yang luar biasa dalam pembentukan karakter bangsa yang agamis dan bermartabat. Penajaman fungsi dan potensi agar mereka punya andil besar yang riil di masyarakatnya merupakan tujuan utama. Kebijakan ini berjalan mulai pada Juli sampai September 2008. Setelah itu entah masih diteruskan atau tidak.

113

Pembahasan dalam perda terkait sisa anggaran tersebut benar-benar jadi pertimbangan penting bagi Ali Fikri. Contoh lain adalah bagaimana kabag sosial Pemda Jombang memantau dan mengoreksi kinerja bagian prasarana jalan dan bagian pengairan yang mana masing-masing anggarannya sebesar 50 Milliar itu. Maka peran Ali Fikri di sini terlihat meski tak begitu terketahui banyak pihak. Dalam hal penangangan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik daerah di Jombang tidaklah lepas dari peran progresif dan kinerja bagian pengairan Pemda. Banjir yang sering terjadi berpusat di aliran Kali Gunting yang menampung arus air hujan dari Wonosalam, Bareng, dan Mojoagung, yang dampaknya sangat terasa sampai ke Kecamatan Sumobito. Ali Fikri lalu bergerak dan terjun ke lapangan bersama bagian pengairan menuju DAM A. Yani di Sido Kampir dan DAM Balong Sono. Di sini diketahui bagaimana pengaturan waktu dan situasi hujan dengan ketepatan membuka saluran 2 DAM tersebut secara efisien dan kondisional.

Ali Fikri saat diwawancarai pada 22 April 2010 di Jl. Gubernur Suryo, Gang 7, Blok K, No. 24, Jombatan

Dalam tindakan pemberdayaan dan penyantunan kaum miskin, di mana program PKH (Program Kelurga Harapan) dari pusat diturunkan ke tiap kabupaten. PKH, menurut Inswiardi (seorang pendamping PKH di Kecamatan Wonosalam), adalah sebuah program perlindungan sosial kepada RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) agar bisa dengan mudah mengakses layanan kesehatan den pendidikan. Program ini diluncurkan tahun 2007, di bawah kendali Direktorat Jendral Bantuan dan Jaminan Sosial dari Kementerian Sosial.
114

Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, PKH baru terealisir pada 17 kecamatan. Program ini, pada saat kepemimpinan Ali Fikri, terlihat tampak semrawut dan menyulitkan pihak penerima yang harus mengantri panjang di kantor pos-kantor pos dan juga karena tidak semua warga mampu menjangkau jaraknya, terutama yang benar-benar tidak punya kendaraan dan mereka sebagian telah berusia lanjut. Warga miskin yang sudah tercatat sebagai penerima santunan sebesar 300 ribu di 21 kecamatan, dan dibagikan per tiga bulan itu, diselesaikan Ali Fikri dalam waktu 3 hari dengan cara beliau mengintruksikan bagian Pemda dan kantor pos untuk terjun langsung ke setiap kecamatan dan membagikan santunan tersebut. Terobosan ini terbilang sangat menggembirakan wong cilik dan tidak membebani dan meribetkan mereka. Inilah ikhtiar greget Ali Fikri untuk memulyakan kaum miskin. Dalam arti lain, peran orang miskin itu nyata tapi seringkali tak dirasakan oleh orang lain. Ketika Jombang untuk kesekian kali mendapatkan penghargaan Adipura, yang salah satu fokus utamanya dinilai dari kebersihan kotanya, maka peran Pasukan Kuning yang gajinya cuma 200 ribu sebulan, sangat berperan aktif dalam menciptakan Jombang sebagai kota yang bersih, beriman, indah dan nyaman itu. Karena itu, meski Ali Fikri merupakan Bupati Jombang yang paling pendek masa jabatannya, beliau dalam kepemimpinannya menerapkan “Manajemen Syukur” untuk menghargai kerja orang lain terutama bagi mereka hidupnya sangat-sangat kekurangan. Pegawai pemerintah setidaknya bersyukur dengan kemapanan hidup yang telah diperolehnya dengan cara mensyukuri dan menghargai kerja orang bawahan mereka. Ali Fikri memang melaksanakan dan melanjutkan program sebelumnya semasa dengan Bupati Suyanto. Namun beliau juga punya wewenang kala menggantikannya untuk melaksanakan tugas-tugas yang diembannya agar dapat “lebih” bermakna. Di antaranya ia memosisikan diri sebagai penggerak untuk mengubah pola pikir birokrat. Yakni pola pikir bekerja yang benar dan menjalankan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati. Bahwa menjadi PNS adalah berkah yang didambakan banyak orang, tapi sesungguhnya tidaklah untuk kepentingan diri sendiri. Ada orang lain yang harus dibantu, diayomi, dan dipermudah urusan-urusannya di birokrasi pemerintahan.

115

“Karena antara PNS yang goblok dengan PNS yang pinter yang segolongan. Sehingga beliau di jajaran pegawai dalam suatu acara pertemuan kedinasan sering beranekdot semacam ini: “Kenapa banyak orang royokan (berebut) jadi PNS?” Dan semua pegawai tak satu pun yang memberi jawaban. Kerja sama dalam bentuk ikatan bisnis yang bersifat struktural-birokratis memang hal yang lazim yang tidak sepi dari praktek suap menyuap dan korupsi. sama bayarannya.Ketika rasa “syukur” itu terpatri dalam sanubari. Dan hal demikian menjadi tantangan besar bagi setiap pemimpin untuk mereformasi sistem birokrasi yang ada agar tercipta suatu pemerintahan yang bersih sehingga roda pembangunan untuk menyejahterakan rakyat tercapai dengan gemilang. maka mereka akan bekerja dengan baik dan langsung terasakan manfaatnya. sementara dana rakyat sudah digunakan untuk itu. memang “nggegirisi” (menakutkan dan genting). 116 . Di sisi lain. menurutnya. Seolah kebijakan yang dianggapnya sudah benar dan beranjak dari kenyataan dan kebutuhan masyarakat telah cukup untuk menentukan langkah-langkah yang bersifat instruktif dan menjadi keputusan pemerintah yang tidak bisa diganggu-gugat. Artinya semua keinginan dan perintah pimpinan akan dilaksanakan bawahannya tanpa pikir panjang. Kekuasaan pemimpin yang demikian. “Sabdo pandito ratu” istilah Jawanya.” Hal yang tak tergantikan dan teramat istimewa bagi Ali Fikri selama kurang lebih 4 bulan menjabat sebagai Bupati Jombang adalah alangkah menjadi pemimpin di negeri ini ibarat menjadi seorang raja. mental ABS (Asal Bapak Senang) atau oknum pegawai atau orang di luar birokrasi yang mempunyai hubungan erat dengan pimpinan seringkali melakukan tindakan tidak etis atau menjilat ketika mereka mengajukan kerja sama (proposal) untuk pembangunan “ini” atau “itu”. Efek dan dampak dari sebuah kebijakan tanpa pemikiran yang mendalam dan musyawarah justru akan membuat segala kebijakan yang dijalankan tidak berguna atau terbengkalai.

para Bupati Jombang tentunya akan memerhatikan dan membuat catatan tersendiri sebagai pertimbangan dalam menentukan roda pembangunan di segala bidang. Harapan itu tentunya tercermin pada tiap masa jabatan bupati yang secara periodik berlangsung dan dijalankan selama 5 tahun. Membangun struktur perekonomian yang kokoh dengan berbasis keunggulan kompetitif di bidang agribisnis. 3. berkompetensi tinggi serta tanggap terhadap tugas pokok dan fungsinya dalam pelayanan publik. pemerintahan daerah dan swasta agar pembangunan di Kabupaten Jombang mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang berkompetensi tinggi dan mempunyai keunggulan kompetitif. yaitu dengan mengupayakan partisipasi seluruh komponen masyarakat. Secara lokal-historis. mempunyai integritas dan jati diri masyarakat santri yang dipandu oleh nilai-nilai luhur budaya dan agama. yaitu mengembangkan daerah dengan memperkuat perekonomian daerah yang berbasis pada kekuatan sektor pertanian dan produk 117 . Dua hal pokok inilah yang dijadikan salah satu pijakan pemikiran dalam pembangunan di Kabupaten Jombang yang selaras dengan tujuan mendasar pemerintahan Jombang untuk merealisasikan: “Terwujudnya Masyarakat Jombang Yang Sejahtera. Maka dari itu. efektif. Mewujudkan pemerintahan yang baik. Agamis dan Berdaya Saing serta Berbasis Agribisnis”. yaitu mengandung makna penyempurnaan struktur kelembagaan pemerintah daerah yang dititikberatkan pada proses penataan struktur organisasi agar dapat menjalankan fungsi-fungsi yang diamanatkan peraturan perundang-undangan dalam rangka mewujudkan pemerintahan daerah yang profesional. 2. Kabupaten Jombang memiliki karakter khusus baik secara sosiologis maupun geografis. Visi yang dicanangkan dalam pemerintahan itu adalah: 1. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.BAB III PENUTUP Tidak disangkal bahwa peran pemimpin daerah dalam hal ini seorang bupati merupakan tonggak penting untuk mengukur dan menilai sejauh mana sumbangsih dan kiprah kepemimpinannya dapat berjalan sesuai yang diharapkan warganya serta bagaimana memanifestasikan janji sumpah bhakti seorang kepala daerah.

menumbuhkan keberpihakan pada ekonomi kerakyatan. kekurangan. adalah hal yang wajar karena mereka juga sebagaimana manusia biasa yang tidak luput dari hal-hal yang demikian. distribusi.go. 4. Jika ditemukan ada kekhilafan.jombangkab. Tentu warga Jombang patut berterima kasih dan bersyukur sembari menilik kembali sejauh mana kontribusi dan pengabdian mereka sehingga di masa mendatang dapat dijadikan bahan pengetahuan dan wawasan untuk menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki akan daerahnya dan pula terhadap kemajuan bangsa Indonesia secara luas. penyelewengan. dan pelayanan.53 Dengan demikian. namun bagaimana pertumbuhan yang ada sekaligus dapat dirasakan secara merata hasilnya oleh semua lapisan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan faktor alam dan lingkungan sekitarnya. atau kebijakan yang tidak pro rakyat misalnya. mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh. yaitu pembangunan yang dilaksanakan tidak semata untuk mengejar pertumbuhan. 53 http://www. serta memantapkan program penanggulangan kemiskinan.id/ 118 . Latar belakang yang beragam dari sosok-sosok Bupati Jombang tersebut dapatlah dijadikan cermin dalam lintasan sejarah kepemimpinan daerah beserta segala problem dan perjuangan yang mereka hadapi dan pertaruhkan.unggulan daerah menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan produksi. pandangan serta pemikiran dan tindakan para Bupati Jombang yang telah diuraikan pada Bab II di atas diharapkan mampu memberi khazanah tersendiri sebagai kronik kecil tentang profil kepemimpinan yang dimiliki Jombang dari periode ke periode. kebobrokan. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

2008. Jakarta. 1978. Jakarta.A. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Hudan Dardiri. 25 Maret 2010. Surabaya. Umar Junus. Jombang: Paguyuban Jarahnitra (Sejarah lan Nilai-nilai Tradisional). Parbupora.A. 2005. Manusia dalam Kemelut Sejarah. Universitas PGRI Adi Buana. Pusaka Sang Empu: Kumpulan Puisi A.A. Mitos dan Komunikasi. Babad Khadiri. Hudan Dardiri. Penerbit Sinar Harapan bekerja sama dengan LP3S. Hudan Dardiri. Carita Kebokicak. LP3S. Tanpa nama penerbit. Revka Petra Media. Leiden. Modjokerto in de motregen. Jakarta. RM Books. 1983. Surabaya. Heather Sutherland. Memperingati 1000 Hari H. Isnandar. Jakarta. Malang. Penerbit Tan Khoen Swie. Willem Walraven. Hudan Dardiri. Ngaidi Wibowo. Taufik Abdullah dkk. Pusara. 1981. A. Legenda Gunung Pucangan. Keluarga Alm. Jombang. Lan Fang. 2006. Rakyat dan Negara.H. Silsilah Keluarga Penguasa Jawa Madura: Anak Turun Brawijaya V. 119 . Kediri. Manuskrip. Belum diterbitkan. Nanang PME dkk. 2010. 1998. 2010. 2005.H. Penerbit Sinar Harapan. Pujangga. Purwadi. Sejarah Nasional Indonesia VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia. Indonesia Abad XXI: Di Tengah Kepungan Perubahan Global. 2007. Inspirasi Jombang. Malang. Kabupaten Jombang. Berjuang di Jalan Terjal: Pokok-pokok Pemikiran Imam Supardi.Daftar Pustaka Buku Agoes Sofyan Yudhiarma dan Aru Armando. University Press. KITLV. 2008. PT. Tanpa tahun dan penerbit. H. Onghokham. 2009. PT Kompas Media Nusantara. Memperingati 1000 Hari H. Jakarta. Jejak Langkah dan Pikiran Insan Jombang. 2002. Disporabudpar Jombang. Fahrudin Nasrulloh. Keluarga Alm. 2000. Belum diterbitkan. Hudan Dardiri dan Kawan-kawannya. Jombang. Babad Jombang. Hudan Dardiri. 2010. Pesona Wisata Jombang.

com/. Edisi Khusus Tempo. Sanoesi Hardjawinata.wordpress. -- Dokumen foto R.208. ditulis R Soedarsono pada 14 April 1986.blogspot. Soeroadiningrat koleksi Agus Heliyana sebagai buyut menantu R. Dr. 120 . “Wallace di Jombang”. Jln. di Café Garuda.http://hiin. Sutomo. -.html Dokumen -Penelitian dari tim sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta tahun 2006 berjudul “Penelusuran Hari Jadi Jombang”. Dr.60/e_info/main/sejarah. Surat Penetapan yang diterbitkan Jawatan Penerangan Karesidenan Kediri Nomor: 142/D/49. diterbitkan oleh Tim Penelitian Khusus Calon Legislatif Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur 1997.facebook.com/2009/01/sejarah-singkat-kabupaten-jombang. Riwayat Pendidikan R Soedarsono. 28 Desember 2008.http://maziman.org/wiki/Kabupaten_Jombang.A.A. Soeroadiningrat bersama istri.Junaedi.164. Soeroadiningrat. ditulis R Soedarsono pada 14 April 1986.A. 10 November 1976.com/sejarahjombang/. Sutomo. yang ditanda tangani Pemimpin Umum. Nomor: Des.A. Jombang. Internet http://id. http://125. 15 Juli 2010.Media Massa -.71/II/35.http://guruit07. Putusan Menteri Dalam Negeri. Data arsip BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Jombang tentang Identitas Pribadi Bupati Suyanto. Jombang.A. harian Surya.Majalah Tempo.php. Hardjosoemarmo. Jln.A.A Soeroadiningrat di Café Garuda.Surabaya Post.A.wikipedia. ----- Riwayat pekerjaan yang diperinci. -- Dokumen lukisan reproduksi dari foto bergambar R. koleksi Bapak Raden Panji Darmodi selaku cucu R. Arsip Kantor PARBUPORA Kabupaten Jombang. --- Surat Pernyataan R Soedarsono mengenai Perjuangan dalam Agresi Belanda I dan II. -- Data blangko Clearance-Test Calon Legislatif. -.

24 Oktober 2010. Jombatan. -- Wawancara dengan Soewoto Adiwibowo. Gang 7.A.A. -- Wawancara dengan Raden Panji Darmodi (cucu R. 19. 6 November 2010. pada hari Sabtu. pada Kamis. Soeroadiningrat). 30 Oktober 2010. 4 Oktober 2010. Blok K. Jombang. di Jombang. -- Wawancara dengan Noeroel Koesmen di Jl. Soeroadiningrat). Baskara Utara 14 B. mantan kapten PSID era Bupati R. Wersah. 24. Jombatan. 49. Jombang. 24. pukul 13. di Jl. 29 September 2010. 121 .Wawancara -- Wawancara dengan Agus (buyut menantu R.A.00 WIB di desa Candi Jombang. pukul 11. Bapak Sonhadji. Jombang. pada 31 Juli 2010. Wawancara ini didampingi oleh Nasrul Ilahi (dari kantor Disporabudpar Jombang) dan keponakan Pak Hudan. 30 September 2010.30 WIB. -- Wawancara dengan Pak Asnan. Soedirman) pada hari Sabtu. pada Rabu. pada 5 Oktober 2010. pada Rabu.A Soeroadiningrat) dan Raden Panji Darmodi (cucu R. Raya Langsep No.A. Gubernur Suryo. pada Senin. Blok K. Jombang. Hudan Dardiri). Surabaya. 22 April 2010. pada Kamis. -- Wawancara dengan Chairil Harja Hudaya ( keponakan Bupati R. yang tinggal di Perum Candi Indah. 30 Oktober 2010.A. pada Sabtu. Gang 7. pukul 10. pada 18 Agustus 2010. di kediamannya di Perumahan Pondok Blimbing Indah Araya Blok B-8 No 8. -- Wawancara dengan Ali Fikri di Jl. di Jombang. Ia juga bersumbangsih data perihal sosok Pak Hudan. No. No. -- Wawancara dengan Ali Fikri. Iskandar Muda No 12. Malang. Blok K. di Jl. Soedirman. Gubernur Suryo. Mulyosari. -- Wawancara dengan Endang Sri Ernawati (anak ketiga R Soedarsono) di Jl.32 WIB. -- Wawancara dengan Amidar Nurma Winarti (anak kelima A. Malang. -- Wawancara dengan Dede Rutana (anak keempat Bupati Tarmin Hariadi) di ruang kerja Bapeda Jombang. Jombang. 29 September 2010. pada Minggu. No. -- Wawancara dengan buyut menantu Kanjeng Sepuh Mas Agus Heliana.

salah satu pembina pramuka di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jombang. pukul 12. Soedirman di rumahnya di Jl. pukul 11.30 WIB. pada Selasa. Jl. -- Wawancara dengan Sumrambah.-- Wawancara dengan Bapak Kardjan (usia 70 tahun. Dharma Husada Indah Surabaya.45 WIB. hari Kamis. -- Wawancara ihwal Bupati Soebijakto dengan Ibu Su’udiyah R. 9 November 2010.30 WIB. pukul 10. Soedirman tentang sosok R. Dharma Husada Indah.00 WIB. di Perum Griya Kencana.00 WIB. pada 13 Desember 2010. pukul 10. 15 November 2010. Jombang. Dharma Husada Indah Surabaya. di Desa Plandi.00 WIB. pukul 10. pukul 10. pukul 15. 13 Desember 2010. 4 Nopember 2010.26 WIB. pada 26 September 2010. -- Wawancara dengan Bapak R. pukul 12. Alpukat No. pukul 12. -- Wawancara dengan Bapak Kistam Mulyono (adik ipar Bupati Ismail) di Perumahan Jombang Permai. -Wawancara tentang Bupati Affandi dengan Khoirudin (salah satu kerabat Bupati Affandi) di MTS Agus Salim Gudo. Wisata Menanggal Surabaya. Hassan Wirjokoesoemo di rumahnya di Jl. pukul 10:00 WIB. -Wawancara tentang Bupati Mustadjab dengan Syahlan Husain (Sekretaris Umum Dewan Kesenian Jatim) di kantor Dewan Kesenian Jawa Timur di Jl. 122 . -.45 WIB.30 WIB. pukul 13. pada Senin.00 WIB. -Wawancara dengan Joko Suparto (eks TRIP) di kediamannya di Kaliwungu Selatan Gg II. Soedirman di rumahnya di Jl. 1 Nopember 2010. -- Wawancara dengan Kak Sukardi.18. Candimulyo. pada hari Senin. II Jombang.Wawancara dengan R. Jombang. pada 11 Desember 2010. adik ipar Bupati Ismail) di Geneng gang II (jalan Madura) pada hari Senin. -Wawancara ihwal Bupati Istadjab dengan Joko Suparto (eks TRIP) di Kaliwungu Selatan Gg. Surabaya. 13 Desember 2010. pada tanggal 15 Desember 2010.

cerpen dan esai di beberapa media. Regenerasi Panggung Muda Cerpen Indonesia (Jurnal Cerpen Indonesia.Tentang Tim Penulis Fahrudin Nasrulloh. Yogyakarta: 2007). Email: surabawuk@gmail. 123 . kumpulan cerpen Perayaan Kematian Liu Sie (Yayasan TIKAR. Yusuf Wibisono. Kumpulan Cerpen Khas Ranesi (PT. Beberapa karyanya masuk dalam Syekh Bejirum dan Rajah Anjing (Jurnal Cerpen Indonesia. dan Majavanjava Cinema Club. kumpulan cerpen Festival Bulan Purnama Majapahit (Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto: 2010). FKY Pressplus. 2008). 2006). Yogyakarta: 2006). pesantren Salafiyyah Al-Muhsin Nglaren Yogyakarta (2005). Jurnal Kebudayaan Banyumili Mojokerto. Jakarta. Alumnus Pesantren Denanyar Jombang (1995). Loktong (antologi cerpen: CWI. Bekerja sebagai editor freelance dan bergiat di komunitas Lembah Pring Jombang.com. dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2002) Fakultas Syari’ah. Tongue in Your Ear (esai sastra: Festival Kesenian Yogyakarta ke-19. di Sengon. Kini sedang menyiapkan buku Kronik Ludruk Jombang. Dian Sukarno. Yogyakarta: 2009). Menulis sejumlah buku. lahir pada 1 Agustus 1972 di Jombang. Yayasan AKAR Indonesia: 2009). Kini ia bekerja sebagai wartawan beritajatim. Tim Pelestarian dan Perlindungan Seni-Budaya Jombang. Ia juga penelusur sejarah dan pimpinan sanggar tari Lung Ayu. jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum. Jombang. Kontak person: 081654978821. Jogja 5. Syaikh Branjang Abang (Pustaka Pesantren. kumpulan cerpen Jalan Menikung ke Bukit Timah (Temu Sastrawan Indonesia II. Kontak person. Geger Kiai (Pustaka Pesantren. 2007). Kontak person: 085648248121. Ratusan Mata di Manamana (Jurnal Cerpen Indonesia. Ia adalah penulis buku dan artikel senibudaya yang produktif. 2006). kumpulan esai Jejak Langkah dan Pikiran Insan Jombang (Disporabudpar Jombang: 2010). kumpulan cerpen Ujung Laut Pulau Marwah (Temu Sastrawan Indonesia III. Salah satu bukunya yang sudah terbit adalah Cerita Rakyat Jombangan (Disporabudpar Jombang: 2008). 081578177671. Pangkalpinang: 2009). 2010). lahir di Jombang pada 9 Desember 1977.com. Yogyakarta: 2009). Bekerja sebagai wartawan radio El-Shinta cabang Jombang. lahir 16 Agustus 1976 di Jombang. Grasindo. puisi. 2007). Buku yang telah terbit Inspirasi Meraih Sukses (Lafal Indonesia.9 Skala Richter (antologi puisi: Bentang. Pesta Penyair: Antologi Puisi Jawa Timur (DKJT dan Pemprov Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur: 2009). Yayasan AKAR: 2006). Jakarta. Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tajungpinang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful