Anda di halaman 1dari 14

Inilah daftar upah minimum di Indonesia yang berlaku mulai Januari 2010: * Nanggroe Aceh Darussalam 1.300.

000,00 (2010) * Sumatera Utara 965.000,00 (2010) * Sumatera Barat 700.000,00 * Riau 800.000,00 * Kepulauan Riau 833.000,00 * Jambi 900.000,00 (2010) * Sumatera Selatan 743.000,00 * Bangka Belitung 813.000,00 * Bengkulu 683.528,00 * Lampung 678.900,00 * Jawa Barat 568.193,39 o Kabupaten Bogor 873.231,00 o Kota Depok 962.500,00 o Purwakarta 763.000,00 o Kota Bekasi 994.000,00 + Upah Minimum Kelompok I 1.020.000,00 + Upah Minimum Kelompok II 1.013.000,00 o Kabupaten Bekasi 980.589,60 + Upah Minimum Kelompok I 1.020.000,00 + Upah Minimum Kelompok II 1.019.000,00 o Kab. Sumedang (Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung & Pamulihan) 886.000,00 o Kab. Sumedang (diluar Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung & Pamulihan) 700.000,00 o Kabupaten Karawang 912.225,00 + Upah Minimum Kelompok I 924.619,00 + Upah Minimum Kelompok II 970.000,00 + Upah Minimum Kelompok III 1.013.583,00 o Kota Bandung 939.000,00 o Kabupaten Bandung 895.980,00 * DKI Jakarta 972.604,80 * Banten 537.000,00 o Kabupaten Tangerang 953.850,00 o Kota Cilegon 978.400,00 * Jawa Tengah 547.000,00 * Yogyakarta 586.000,00 * Jawa Timur o Kota Surabaya 805.500,00 o Kabupaten Sidoarjo 802.000,00 * Bali o Kabupaten Badung 605.000,00 o Kota Denpasar 800.000,00 o Kabupaten Gianyar 760.000,00 o Kabupaten Jembrana 737.500,00

o Kabupaten Karangasem 712.320,00 o Kabupaten Klungkung 686.000,00 o Kabupaten Bangli 685.000,00 o Kabupaten Tabanan 685.000,00 o Kabupaten Buleleng 685.000,00 * NTB 730.000,00 * NTT 650.000,00 * Kalimantan Barat 645.000,00 * Kalimantan Selatan 1.024.500 (2010) * Kalimantan Tengah 765.868,00 * Kalimantan Timur 1.002.000,00 (2010) * Maluku 840.000,00 * Maluku Utara (Masih Dalam Pembahasan) * Gorontalo 710.000,00 (2010) * Sulawesi Utara 1.000.000,00 (2010) * Sulawesi Tenggara 860.000,00 (2010) * Sulawesi Tengah 777.500,00 (2010) * Sulawesi Selatan 1.000.000,00 (2010) * Sulawesi Barat 944.500,00 (2010) * Papua Barat 1.210.000,00 (2010) * Papua 1.105.500,00

Daftar Upah Minimum Propinsi Di Indonesia Per Januari 2010 (dalam rupiah)
Posted on 6 Januari 2010 by Sigit Yuliastono

37 32 Rate This Badung : Rp. 950.000 Bandung (Kabupaten) : Rp. 1.000.950 Bandung (Kota) : Rp. 1.044.630 Bangli : Rp. 760.500 Banjar : Rp. 633.500 Banyuwangi : Rp. 744.000 Bekasi (Kabupaten) : Rp. 1.084.140 Bekasi (Kota) : Rp. 1.089.000 Blitar : Rp. 570.000 Blora : Rp. 675.000 Bogor (Kabupaten) : Rp. 991.714 Bojonegoro : Rp. 740.000 Boyolali : Rp. 718.500 Brebes : Rp. 575.000 Buleleng : Rp. 765.000 Ciamis : Rp. 636.195 Cianjur : Rp. 677.600 Cilegon : Rp 1.099.000 Cimahi : Rp. 1.019.000 Cirebon : Rp. 765.000 Demak : Rp. 772.262 Denpasar (Kota) : Rp. 952.000 Depok : Rp. 1.078.000 DI Yogyakarta : Rp. 700.000 DKI Jakarta : Rp 1.069.865 Gianyar : Rp. 852.500 Gresik : Rp. 971.624 Grobogan : Rp. 640.000 Indramayu : Rp. 769.500 Jember : Rp. 770.000 Jembrana : Rp. 812.500 Jepara : Rp. 650.000 Karanganyar : Rp 761.000 Karangasem : Rp. 815.606 Karawang : Rp. 1.058.000 Klaten : Rp. 685.000 Klungkung : Rp. 767.000 Kudus : Rp. 750.694 Lamongan : Rp. 760.000 Lebak : Rp 918.000 Madiun : Rp. 625.000 Magelang : Rp. 702.000

Majalengka : Rp. 680.000 Malang (Kabupaten) : Rp. 954.500 Malang (Kota) : Rp. 945.373 Mojokerto : Rp. 971.624 Pamekasan : Rp. 750.000 Pandeglang : Rp 918.950 Pasuruan (Kabupaten) : Rp. 955.000 Pati : Rp. 670.000 Pekalongan : Rp. 760.000 Purbalingga : Rp. 618.750 Purworejo : Rp. 643.000 Rembang : Rp. 647.000 Salatiga : Rp. 750.000 Semarang (Kabupaten) : Rp. 759.360 Semarang (Kota) : Rp. 838.500 Serang (Kota/Kabupaten) : Rp. 1.030.000 Sidoarjo : Rp. 955.000 Solo / Surakarta : Rp. 723.000 Sragen : Rp. 687.000 Sukabumi : Rp. 630.000 Sukoharjo : Rp. 710.000 Surabaya : Rp. 948.500 Tabanan : Rp. 777.000 Tangerang (Kabupaten) : Rp. 1.044.500 Tangerang (Kota) : Rp. 1.054.660 Tasikmalaya : Rp. 705.000 Tegal : Rp. 600.000 Temanggung : Rp. 645.000 Wonogiri : Rp. 650.000 Upah Minimum Propinsi Tahun 2009 Bali : Rp 760.000 Bangka Belitung : Rp 850.000 Banten : Rp 917.500 Bengkulu : Rp 727.950 DI Yogyakarta : Rp 700.000 DKI Jakarta : Rp 1.118.009 Gorontalo : Rp 675.000 Jawa Barat : Rp 628.191 Kalimantan Barat : Rp 705.000 Kalimantan Selatan : Rp 930.000 Kalimantan Tengah : Rp 888.404 Kalimantan Timur : Rp 955.000 Maluku : Rp 805.000 Sulawesi Selatan : Rp 905.000 Sulawesi Tengah : Rp 720.000 Sumatera Selatan : Rp 824.730 Sumatera Utaram : Rp 905.000

Upah minimum regional


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Upah Minimum Regional adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Pemerintah mengatur pengupahan melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05/Men/1989 tanggal 29 Mei 1989 tentang Upah Minimum. Penetapan upah dilaksanakan setiap tahun melalui proses yang panjang. Mula-mula Dewan Pengupahan Daerah (DPD) yang terdiri dari birokrat, akademisi, buruh dan pengusahamengadakan rapat, membentuk tim survei dan turun ke lapangan mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Setelah survei di sejumlah kota dalam propinsi tersebut yang dianggap representatif, diperoleh angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) - dulu disebut Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Berdasarkan KHL, DPD mengusulkan upah minimum regional (UMR) kepada Gubernur untuk disahkan. KOmponen kebutuhan hidup layak digunakan sebagai dasar penentuan upah minimum berdasarkan kebutuhan hidup pekerja lajang (belum menikah). Saat ini UMR juga dienal dengan istilah Upah Minimum Propinsi (UMP) karena ruang cakupnya biasanya hanya meliputi suatu propinsi. Selain itu setelah otonomi daerah berlaku penuh, dikenal juga istilah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

[sunting]Upah Tah un UMR / UMP

Minimum rata rata Nasional dari tahun 1991-2003


Kenaik Sumb an er

1991 Rp18,200 ?

[1]

1992 Rp20,330 11.7%

[2]

1993 Rp23,930 17.7%

[3]

1994 Rp31,290 30.8%

[4]

1995 Rp36,820 17.7%

[5]

1996 Rp40,740 10.6%

[6]

1997

Rp135,35 232.2% [7] 3

1998

Rp153,97 13.8% 1

[8]

1999

Rp179,52 16.6% 8

[9]

2000

Rp213,70 19.0% 0

[10]

2001

Rp286,10 33.9% 0

[11]

2002

Rp362,70 26.8% 0

[12]

2003

Rp414,50 14.3% 0

[13]

[sunting]Upah Tah un UMR / UMP

Minimum Propinsi DKI Jakarta dari tahun 2000


Tanggal Berlaku Kenaik Sumb an er

2000

Rp231,00 1-Jan-00 0

16.7%

[14]

2000 Rp286,00 1-Apr-00

23.8%

[15]

2000

Rp344,25 1-Sep-00 7

20.4%

[16]

2001

Rp426,25 1-Jan-01 7

23.8%

[17]

2002

Rp591,26 21-Jan-02 6

38.7%

[18]

2003

Rp631,55 1-Jan-03 4

6.8%

[19]

2004

Rp671,55 1-Jan-04 0

6.3%

[20]

2005

Rp711,84 1-Jan-05 3

6.0%

[21]

2006

Rp819,10 1-Jan-06 0

15.1%

[22]

2007

Rp900,56 1-Jan-07 0

9.9%

[23]

2008

Rp972,60 1-Jan-08 4

8.0%

[24]

2009

Rp1,069,8 1-Jan-09 65

10.0%

[25] [26]

2010

Rp1,118,0 1-Jan-10 09

4.5%

[27] [28]

nilah Daftar UMR-UMP (Upah Minimum Regional-Propinsi) tahun 2010 versi resmi pemerintah. Selain itu setelah otonomi daerah berlaku penuh, dikenal juga istilah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Perbedaan tingkat upah dari setiap propinsi atau suatu area (regional) berdasarkan tingkat inflasi, jumlah populasi penduduk, infrastruktur dan sebagainya, biasanya diperbarui minimal setahun sekali. Berikut ini Daftar Upah Minimum Regional-Propinsi (UMR-UMP) tahun 2010 se-Indonesia yang resmi dari Pemerintah:

Nanggroe Aceh Darussalam 1.300.000,00 (2010) Sumatera Utara 965.000,00 (2010) Sumatera Barat 700.000,00 Riau 800.000,00 Kepulauan Riau 833.000,00 Jambi 900.000,00 (2010) Sumatera Selatan 743.000,00 Bangka Belitung 813.000,00 Bengkulu 683.528,00 Lampung 678.900,00 Jawa Barat 568.193,39

o o o o

Kabupaten Bogor 873.231,00 Kota Depok 962.500,00 Purwakarta 763.000,00 Kota Bekasi 994.000,00

o o o o

Upah Minimum Kelompok I 1.020.000,00 Upah Minimum Kelompok II 1.013.000,00

Kabupaten Bekasi 980.589,60 Upah Minimum Kelompok I 1.020.000,00 Upah Minimum Kelompok II 1.019.000,00

Kab. Sumedang (Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung & Pamulihan) 886.000,00 Kab. Sumedang (diluar Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung & Pamulihan) 700.000,00 Kabupaten Karawang 912.225,00

o o

Upah Minimum Kelompok I 924.619,00 Upah Minimum Kelompok II 970.000,00 Upah Minimum Kelompok III 1.013.583,00

Kota Bandung 939.000,00 Kabupaten Bandung 895.980,00

DKI Jakarta 972.604,80 Banten 537.000,00

o o

Kabupaten Tangerang 953.850,00 Kota Cilegon 978.400,00

Jawa Tengah 547.000,00 Yogyakarta 586.000,00 Jawa Timur

o o
Bali

Kota Surabaya 805.500,00 Kabupaten Sidoarjo 802.000,00

o o o o o o o o o

Kabupaten Badung 605.000,00 Kota Denpasar 800.000,00 Kabupaten Gianyar 760.000,00 Kabupaten Jembrana 737.500,00 Kabupaten Karangasem 712.320,00 Kabupaten Klungkung 686.000,00 Kabupaten Bangli 685.000,00 Kabupaten Tabanan 685.000,00 Kabupaten Buleleng 685.000,00

NTB 730.000,00 NTT 650.000,00 Kalimantan Barat 645.000,00 Kalimantan Selatan 1.024.500 (2010) Kalimantan Tengah 765.868,00 Kalimantan Timur 1.002.000,00 (2010) Maluku 840.000,00 Maluku Utara (Masih Dalam Pembahasan) Gorontalo 710.000,00 (2010) Sulawesi Utara 1.000.000,00 (2010) Sulawesi Tenggara 860.000,00 (2010) Sulawesi Tengah 777.500,00 (2010) Sulawesi Selatan 1.000.000,00 (2010) Sulawesi Barat 944.500,00 (2010) Papua Barat 1.210.000,00 (2010) Papua 1.105.500,00

Gunakanlah Daftar UMR-UMP (Upah Minimum Regional-Propinsi) tahun 2010 diatas sebagai tolok ukur tingkat keberhasilan karir anda di perusahaan dimana anda bekerja. Daftar Upah Minimum Regional / Propinsi versi pemerintah ini juga merupakan indikator bagi suatu perusahaan apakah laju pertumbuhan usahanya tersendat, jalan ditempat atau bahkan melesat meninggalkan kompetitornya.

PERSEBARAN FAUNA DI DUNIA


27 Votes Wilayah persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858) dan kemudian dikembangkan oleh Huxley(1868) dan Wallace (1876). Ada beberapa faktor alam yang mempengaruhi persebaran fauna di dunia yang bersifat menghambat, yaitu faktor-faktor fisikyang berhubungan dengan keadaan di bumi, misalnya : 1. 2. 3. perairan (sungai, danau, laut) daratan (gunung, lembah, jurang, padang pasir dll) iklim (suhu, tekanan udara, kelembaban dll)

Alfred Russel Wallace mengelompokkan persebaran fauna di dunia menjadi 6 wilayah, yaitu :

Wilayah persebaran fauna di dunia 1. Paleartic Kawasan persebaran fauna paleartik meliputi bagian utara benua Asia dan Eurasia, Himalaya, Afghanistan, Persia, Afrika, Inggris dan Jepang. 2. Neartic Kawasan ini meliputi daerah Holartic, yaitu meliputi seluruh Amerika Utara, dataran tinggi Meksiko dan Greenland 3. Ethiopian Persebaran fauna Etipian ini meliputi daerah Afrika sebelah selatan, gurun Sahara, Madagaskar dan wilayah Arabia bagian selatan. 4. Oriental Wilayah persebaran fauna oriental meliputi seluruh Asia Tenggara dan selatan termasuk Indonesia bagian barat. 5. Australian Daerah yang termasuk dalam wilayah persebaran fauna Australis adalah benua Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitar samudera Pasifik. 6. Neotropical Daerah persebaran fauna Neotropical terbentang dari Amerika Selatan, Meksiko bagian selatan, termasuk Amerika Tengah

Pembagian Wilayah Fauna di Dunia


SATURDAY, 3. APRIL 2010, 07:03:27

Persebaran fauna di muka bumi ini didasarkan oleh factor fisiografik, klimatik, dan biota yang berbeda antara wilayah yang satu dengan lainnya, sehingga menyebabkan perbedaan jenis hewan di suatu wilayah. Misalnya, hewan yang bisa hidup di pegunungan akan sulit hidup di dataran rendah atau hewan yang biasa hidup di daerah panas akan sulit hidup di daerah yang beriklim dingin. Di samping itu, factor sejarah geologi juga mempengaruhi persebaran hewan di wilayah tertentu. Karena wilayah tersebut pernah menjadi satu. Pada tahun 1876 Alfred Russel Wallace membagi wilayah persebaran fauna atas 8 wilayah yaitu : 1. wilayah Ethiopian. Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika dari sebelah selatan gurunSahara, Madagaskar, dan Selatan Saudi Arabia. Hewan yang khas daerah ini adalah gajah Afrika, Badak Afrika, gorilla, baboon, simpanse, jerapah, mamalia padang rumput seperti zebra, antilope, kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan serangga yaitu, trenggiling. Mamalia endemic di wilayah ini adalah kuda nil yang hanya terdapat di sungai nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda nil namun lebih kecil. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di wilayah oriental seperti golongan

kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar, dan anjing. 2. Wilayah Paleartik. Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, uni soviet, daerah sekitar kutub utara sampai pegunungan himalaya, kepulauan inggris di eropa barat sampai Jepang, selat Bering di pantai pasifik dan benua Afrika paling utara. Beberapa jenis fauna paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu, panda di cina, unta di afrika utara, binatang kutub seperti rusa, kucing kutub, beruang kutub. Binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain, kelinci, berbagai spesies anjing, kelelawar, bajing dan kijang telah menyebar ke wilayah lain. 3. Wilayah Neartik. Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat kutub utara, dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah kalkun liar, tikus berkantung di gurun pasir timur, bison, muskox, caribau, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah paleartik seperti, kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing. 4. Wilayah Neotropikal. Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropic dan bagian selatan beriklim sedang. Hewan endemiknya ikan piranha dan belut listrik di sungai Amazon, Ilama (sejenis unta) di padang pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna Vertebrata karena jenisnya yang sangat beragam dan spesifik seperti beberapa jenis monyet, trenggiling, beberapa jenis reptile seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung dan ada sejenis kelelawar penghisap darah. 5. Wilayah Oriental. Tersebar di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Fauna Indonesia yang masuk di wilayah ini hanya di Indonesia bagian barat. Hewan yang khas ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop, berbagai jenis reptile, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain, kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau. 6. Wilayah Australian. Wilayah ini mencakup kawasan Australian, Selandia baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kangguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis mamalia bertelur), terdapat juga beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, kasuari, kakatua, dan betet kelompok reptile antara lain buaya, kura-kura, ular pitoon. 7. Wilayah Oceanik.

Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan kepulauan di samudera pasifik. Wilayah ini merupakan pengembangan dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi fauna tertentu. Oleh karena itu jenis faunanya hanpir sama denganwilayah Australia. 8. Wilayah Antartik. Wilayahnya mencakup kawasan di kutub selatan. Jenis fauna yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat dan mampu menahan dingin. Misalnya rusa kutub, burung penguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.