Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi ALLAH SWT yang telah memberikan kasih sayang yang tiada akhir kepada manusia. Dan atas izin ALLAH SWT, akhirnya Makalah Mata Kuliah Agama tentang Niyahah ini bisa selesai dikerjakan. Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada semua yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini, terutama kepada orang tua. Harapan saya adalah makalah ini bisa bermanfaat bagi semua orang yang membacanya, terutama saya pribadi. Selain itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca karena saya tahu Makalah Mata Kuliah Agama tentang Niyahah ini masih sangat jauh dari sempurna. Atas segala kekurangan dan kesalahan penulis di dalam menyelesaikan makalah ini, penulis mohon maaf. Dan atas segala kelebihan dan kebenaran penulis di dalam menyelesaikan makalah ini, sesungguhnya itu semua hanya dari ALLAH SWT. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan terhadap makalah ini.

Jakarta, 18 Desember 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................i DAFTAR ISI..........................................................................................ii BAB I..................................................................................................iii PENDAHULUAN..................................................................................iii Latar Belakang Masalah....................................................................iii Identifikasi Masalah...........................................................................iii Pembatasan Masalah.........................................................................iv Perumusan Masalah..........................................................................iv Kegunaan Pembahasan.....................................................................iv BAB II..................................................................................................1 PEMBAHASAN.....................................................................................1 Pengertian Niyahah............................................................................1 Akibat Niyahah...................................................................................3 Hikayat Niyahah.................................................................................5 Solusi Dalam Mengatasi Niyahah.......................................................6 BAB III.................................................................................................8 PENUTUP............................................................................................8 Referensi............................................................................................8

MAKALAH AGAMA............................................................................................9 NIYAHAH...........................................................................................................9


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN JURUSAN ILMU SOSIAL POLITIK ..................................................................................9 FAKULTAS ILMU SOSIAL......................................................................9 UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA...........................................................9 2011...................................................................................................9

ii

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta di bumi ini diberikan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya seperti apa. Seperti janji dari Sang Pencipta bahwa tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum itu tidak mengubahnya sendiri. Jadi, akan menjadi apa manusia itu di masa depann atau saat ini bahkan di masa yang sudah lewat itu tergantung dari manusia itu. Oleh karena itu, setiap individu manusia itu adalah pemimpin. Dalam perjalanan kehidupan manusia ini terkadang menglami jalan yang berliku. Tak selamanya mereka merasakan kebahagiaan dan kesedihan, seperti perjumpaan yang selalu tersisipkan perpisahan. Dalam mengalami perpisahan itu terkadang manusia memiliki perasaan kesedihan yang cukup mendalam jika ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang mereka sayangi. Ketika seseorang meninggal dan manusia yang masih hidup merintih karena kematiannya, ini merupakan masalah yang menarik bagi saya untuk bahas dalam makalah ini melalui sudut pandang agama Islam.

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka, identifikasi masalah adalah sebagai berikut : 1. Apakah pengertian dari niyahah?

iii

2. agama Islam? 3. niyahah? 4.

Bagaimanakah niyahah dalam sudut pandang

Bagaimanakah

keburukan

yang

diciptakan

Bagaimanakah solusi untuk mengatasinya?

Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas maka, makalah ini dapat dibatasi pada ruang lingkup permasalahan latar belakang pengertian ataupun penjelasan dari niyahah berdasarkan sudut pandang agama Islam.

Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka kami merumuskan masalah makalah ini tentang : Bagaimanakah maksud dari niyahah dan apakah hukumnya dalam sudut pandang Islam?

Kegunaan Pembahasan Dari pembahasan makalah tentang niyahah ini, mempunyai beberapa kegunaan seperti berikut: 1. Kita bisa mengetahui apa maksud niyahah. 2. Kita bisa mengetahui hukumnya niyahah berdasarkan sudut pandang agama Islam.

iv

3. Kita bisa mengambil pelajaran dari pembahasan niyahah. 4. Sebagai evaluasi terhadap pribadi dan sekitar (lingkungan).

BAB II PEMBAHASAN
Dalam pembahasan mengenai niyahah, saya bersumber kepada pemahaman yang saya baca dari materi dalam buku Irsyadul Ibad Ilasabilirrasyad-Petunjuk ku Jalan Lurus karangan atau terjemahan dari H. Salim Bahreisy. Hal ini saya lakukan supaya ada pemahaman konsep dari pembaca mengenai niyahah dan sedikitnya sumber data yang saya dapatkan dalam pembahasannya. Jadi, kebanyakan dari pembahasan dalam makalah ini merupakan analisa dari pembahasan niyahah berdasarkan pemahaman saya dari buku yang menjadi sumber dan referensi untuk membahas niyahah. Pembahasan dari makalah ini adalah sebagai berikut: Pengertian Niyahah Niyahah secara etimologi berasal dari bahasa arab an-niyaahah yang artinya merintih. Dalam makalah ini, niyahah yang dimaksudkan adalah merintihrintih karena kematian seseorang. Jadi, ketika ada seseorang yang merintih karena kematian, maka orang yang merintih-rintih tersebut telah melakukan perbuatan niyahah. Dalam agama islam, perbuatan seseorang yang niyahah ini sesungguhnya diharamkan karena niyahah merupakan salah satu tanda dari kekafiran seperti hadis yang diriwayatkan Alhakim dan Ibn Hibban di bawah ini:

Artinya: Tiga macam daripada tand kekafiran terhadap Allah; Merobek baju dan merintih (niyahah) serta menghina nasab orang (turunan orang). Dari hadis di atas, menurut pendapat saya dapat diartikan bahwa orang yang niyahah itu merupakan orang yang telah mengingkari Sang Pencipta. Hal ini dapat saya katakan karena orang yang nihayah ini berarti mereka adalah orang yang tidak rela terhadap takdir yang telah dituliskan untuk kehidupan mereka di dunia. Muslim yang mengerti akan segala sesuatu pasti kembali kepada Sang Pencipta tidak selayaknya untuk melakukan perbuatan niyahah karena Allah akan selalu bersama orang-orang yang sabar. Sabar inilah akan teruji ketika muslim ini merasakan kesedihan terutama saat orang yang disayanginya meninggal, sehebat apapun cobaan hidup seorang muslim, pasti dia bisa melewatinya dengan izin Sang Pencipta dan kesabaran yang dimilikinya. Niyahah ini sesungguhnya merupakan tindakan yang dibenci oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim dan Abu Dawud beliau bahkan tidak mengakui orang yang niyahah ini sebagai umat Nabi Muhammad SAW dan mengutuknya seperti di bawah ini:

Artinya: Bukan dari ummatku, orang-oranng yang memukul mukanya, dan mmerobek bajunya, dan mengeluh dengan kebiasaan jahiliyah(yakni semua itu ketika menghadapi musibah).

Artinya: Rasulullah SAW telah mengutuk orang yang merintih dan mendengarkan. Dari hadis di atas sangat jelas bahwa muslim itu harus bersabar ketika menghadapi musibah. Muslim yang melakukan perbuatan niyahah maka mereka itu bukanlah ummat Nabi Muhammad, bahkan orang yang melakukan niyahah ataupun mendengarkan rintihannya itu dikutuk oleh Nabi Muhammad dan dia telah memiliki tanda-tanda orang kafir. Oleh karena itu, niyahah merupakan tindakan yang diharamkan bagi umat muslim. Akibat Niyahah Dalam pembahasan di atas, telah diungkapkan mengenai hadis yang membahas niyahah. Dan dari hadis itu dapat saya katakan mengenai bahaya dan akibat dari niyahah adalah niyahah itu merupakan perbuatan yang dikutuk sehingga Nabi Muhammad SAW tidak mengakui muslim yang melakukan niyahah sebagai ummat beliau. Selain itu, niyahah merupakan perbuatan yang menjadikan manusia taupun muslim menjadi orang yang kafir. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah tentang masalah niyahah juga sangat mengerikan akibat dari perbuatan niyahah, berikut adalah hadis tersebut:

Artinya: Merintih itu termasuk kebiasaan jahiliyah, dan orang yang merintih, jika ia mati sebelum tobat, maka Allah akan memotongkan untuknya pakaian dari lantung dan kutang dari uap ap neraka. Namun, bahaya akibat dari niyahah ini sesungguhnya tidak hanya menimpa yang masih hidup. Orang yang meninggal akan sangat tersiksa jika orang yang masih hidup melakukan perbuatan niyahah untuknya. Hal ini diungkapkan dalam hadis riwayat Bukhari Muslim seperti di bawah ini:

Artinya: Orang mati akan tersiksa dalam kubur menurut apa yang dirintihkan(dikeluhkan) atasnya. Dengan demikian, perbuatan niyahah ini haruslah dihindari oleh umat muslim khususnya dan umumnya oleh semua manusia. Hal ini dikarenakan akibat yang disebabkan oleh niyahah ini bisa membuat seseorang sangat depresi dann hidupnya menjadi tidak berarti. Perasaan kehilangan itu akan ada jika merasa memilikinya, padahal hakikatnya Sang Pencipta yang memiliki

semuanya. Jadi, manusia harusnya sadar akan hakikat kepemilikan segala sesuatu tersebut. Berdasarkan hadis di atas, sungguh sangat mengerikan akibat dari perbuatan niyahah. Tidak hanya manusia yang hidup yang mendapatkan keburukan dari niyahah, tapi yang meninggal juga merasakannya. Selan itu,sesungguhnya orang yang melakukan niyahah akan sangat merugi jika dia tidak bertobat sebelum ajal menjemput. Seperti hadis yang diungkapkan di atas, manusia akan benar-benar dilaknat atas perbuatan niyahah tersebut dan dimasukkan ke dalam golongan ahli neraka.

Hikayat Niyahah Dalam sesi pembahasan niyahah yang ketiga ini saya akan

mengungkapkan sebuah hikayat mengenai niyahah yang saya dapatkan dalam buku Petunjuk ke Jalan Lurus. Hikayat ini dikisahkan dari Salih Almurri ketika di malam jumat beliau tidur di pemakaman. Saat itu beliau bermimpi melihat orang-orang yang mati keluar dari kubur. Dalam mimpinya tersebut dia melihat seorang pemuda yang tersiksa. Dan ketika ditanyakan tentang keadaannya tersebut pemuda tersebut menjawab hal ini dikarenakan ibunya sedang mngumpulkan orang-orang untuk merintih(niyahah) atas kematiannya. Jadi, pemuda tersebut disiksa oleh Allah karena rintihan orang yang masih hidup untuknya. Pemuda tersebut meminta Salih Almurri untuk menemui ibunya dan menghentikan perbuatan(niyahah) tersebut. Setelah memimpikan hal tersebut, di pagi harinya beliau pergi ke tempat yang dikatakan

oleh pemuda dalam mimpinya. Dan ternyata di rumah tersebut terdapat banyak wanita yang merintih. Kemudian Salih menceritakan perihal mimpinya kepada ibu dari pemuda dalam mimpinya. Kemudian ibu pemuda tersebut bertobat dan meminta semuanya menghentikan perbuatan tersebut serta memberikan uang untuk disedekahkan atas nama anaknya. Di malam jumat berikutnya Salih Almurri tidur di pemakaman itu lagi. Dan beliau memimpikan pemuda tersebut namun tidak seperti di mimpinya yang pertama. Pemuda yang kali ini bersyukur karena Allah menghentikan siksa untuknya dan mendoakan semoga amal yang dilakukan oleh Salih Almurri ini dibalas oleh Allah. Pemuda tesebut juga mengatakan bahwa pahala sedekah telah sampai kepadanya serta meminta Salih Almurri untuk menceritakan hal tersebut kepada ibunya. Di pagi harinya Salih Almurri langsung pergi ke rumah ibu pemuda tesebut yang ternyata secara tiba-tiba ibunya telah meninggal dunia sebelum pesan dari pemuda tersebut disampaikan oleh Salih Almurri.

Solusi Dalam Mengatasi Niyahah Dari sekian banyak yang datang dalam kehidupa manusia, pasti akan datang saatnya kepergian itu. Dalam menghadapi peristiwa yang terakhir itu manusia terkadang belum siap bahkan ada yang tidak siap. Oleh karena itu, solusi yang bisa dilakukan oleh seseorang ketika menghadapi kejadian tersebut seharusnya manusia belajar untuk ikhlas. Dalam hikayat di pembahasan makalah ini sesungguhnya keikhlasan manusia untuk menyadari segala sesuatu adalah milik Sang Pencipta memang

menjadi kunci utama untuk tidak melakukan niyahah. Seperti yang terungkap dalam hikayat, sesungguhnya orang yang meninggal akan tersiksa atas perbuatan niyahah orang yang masih hidup. Oleh karena itu, selayaknya manusia

menyadari hakikat dari segala sesuatu yang datan pasti pergi, setiap awal akan berakhir kecuali Yang Maha Memiliki dan Maha Esa. Belajar untuk ikhlas memang bukan perkara yang mudah, namun hal tersebut bukan tidak mungkin dilakukan oleh manusia karena hakikatnya manusia tidak mungkin diberikan cobaan hidup yang melebihi kekuatan atau kemampuannya. Jadi, sesungguhnya manusia mempunyai kekuatan untuk menghadapi cobaan hidupnya, namun manusia terkadang salah dan lupa. Tapi, diantara tempat salah dan lupa itu manusia mampu untuk melakukan hal yang benar dan saling mengingatkan.

BAB III PENUTUP

Berdasarkan pembahasan yang cukup menarik mengenai niyahah, maka saya berkesimpulan sebagai berikut: 1. Niyahah merupakan perbuatan yang diharamkan. 2. Niyahah merupakan tanda kekafiran. 3. Niyahah tidak hanya merugikan manusia yang masih hidup, tapi juga manusia yang sudah meninggal. 4. Manusia harus menyadari hakikat bahwa Sang Pencipta yang memiliki segalanya. 5. Ikhlas adalah solusi dari perbuatan niyahah.

Referensi
Bahreisy, Salim. Irsyadul Ibad IlasabilirrasyadPetunjuk ke Jalan Lurus. Surabaya : Darussagaf P.P. Alawy. 1977.

MAKALAH AGAMA NIYAHAH

Oleh : Muhamad Dadang Nurfalah 4115092360

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN JURUSAN ILMU SOSIAL POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2011