Anda di halaman 1dari 2

TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH KAJIAN MASYARAKAT INDONESIA

SATU KATA AJAIB KAMPUNG NAGA


Oleh: Muhamad Dadang Nurfalah1

Kampung Naga merupakan suatu daerah yang berada di pinggir jalan raya garut-tasik. Jarak antara jalan raya tersebut ke pusat kampungnya kurang dari 1 km. Namun, ciri khas budaya di Kampung Naga tersebut justru tidak pudar. Jadi, warga di Kampung n#aga masih memegang teguh kebudayaan yang diwariskan kepada mereka dari nenek moyang yang tinggal di Kampung Naga. Banyak hal menarik yang perhatian saya untuk melakukan penelitian dari kampung ini. Dan yang paling menarik perhatian saya adalah bagaimana caranya mereka mempertahankan gaya hidup(kebudayaan) dari nenek moyang mereka, padahal Kampung Naga itu cukup dekat dengan jalan raya dan pemukiman warga lain. Sungguh bukan cara yang sangat mudah di pemikiran saya bagi warga Kampung Naga dengan mempertahankan gaya hidup seperti nenek moyang mereka. Warga Kampung Naga tersebut seperti menjaga amanat dari nenek moyang mereka untuk tetap mempertahankan gaya hidup tersebut. Setelah saya berpikir secara seksama berdasarkan yang saya ketahui dan dapatkan ketika di Kampung Naga, saya berpendapat bahwa warga Kampung Naga yang bisa menjaga amanat nenek moyang tersebut merupakan bukti kepatuhan terhadap orang tua(nenek moyang) mereka. Berdasarkan yang saya ketahui saat di Kampung Naga, warga disana merupakan muslim yang taat. Jadi sangat masuk akal jika mereka menjaga amanat dari nenek moyang mereka. Dan yang paling menarik adalah kata ajaib dalam bukti menjaga amanat tersebut hanya lewat satu kata, pamali.
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, 2011.
1

Pamali merupakan suatu kata yang berasal dari Bahasa Sunda. Kata pamali tersebut merupakan suatu kepercayaan dari orang Sunda yang mempunyai suatu pengertian akan sesuatu yang dilarang. Orang Sunda kadang tidak perlu untuk memikirkan mengapa sesuatu tersebut dikatakan pamali karena sesuatu yang dipamalikan itu dipercaya akan memiliki suatu akibat dan merupakan peninggalan dari orang tua dahulu. Jadi, pamali ini merupakan suatu bentuk patuh orang sunda terhadap orang tua dahulu yang tentunya saat ini masih bisa dipegang teguh oleh warga Kampung Naga. Orang Sunda membutuhkan suatu keyakinan yang tinggi akan kata pamali yang memiliki akibat tersebut. Jika orang Sunda tersebut tidak percaya akan sesuatu yang dipamalikan, maka bukan tidak mungki suatu kebudayaan yang dimilikinya akan mengalami pembauran dengan kebudayaan lain. Hal ini bisa saya lihat di warga Kampung Naga yang masih sangat percaya akan sesuatu yang dipamalikan tersebut. Jadi, warga Kampung Naga tidak berani untuk menentang sesuatu yang dipamalikan karena selain ada akibatnya, tapi juga sebagai bentuk patuh mereka terhadap orang tua dahulu(nenek moyang) dalam hal menjaga amanat untuk mereka.