Anda di halaman 1dari 6

ANALISA

VEKTOR|SMA KOLESE KANISIUS JAKARTA 1


ANALISA VEKTOR

A.

TUJUAN
Mengamati besaran-besaran vektor dalam suatu sistem katrol. Membandingkan pengaruh sudut terhadap resultan vektor suatu sistem katrol. Melihat apa saja yang mempengaruhi resultan vektor dalam suatu sistem katrol. Membandingkan nilai sudut hasil perhitungan dengan menggunakan rumus, dan sudut hasil pengukuran.

B.

TEORI
v Dalam fisika terdapat dua macam besaran jika dibagi berdasarkan nilai, dan arahnya, yaitu besaran vektor, dan besaran skalar. v Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai, dan arah.Contoh besaran vektor adalah berat, kecepatan, dan perpindahan. v Besaran skalar adalah besaran yang memiliki nilai saja.Contoh besaran skalar adalah massa,kelajuan, dan jarak.

v Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai, dan juga arah, oleh sebab itu dalam perhitungannya, besaran vektor tidak dapat dihitung dengan menggunakan cara matematika biasa, melainkan harus menggunakan beberapa rumus yang sudah dibuat dalam mempermudah perhitungan. v Dalam menghitung resultan vektor, jika terdapat dua vektor dengan permisalan bahwa vektor pertama adalah V1, dan vektor kedua adalah V2, dan sudut yang mengapit kedua vektor tersebut adalah , maka cara perhitungannya adalah sebagai berikut :

LAPORAN ANALISA VEKTOR

2 ANALISA VEKTOR|SMA KOLESE KANISIUS JAKARTA



v Selain dapat diukur resultannya, vektor juga dapat diuraikan, berikut ini adalah contoh cara

penguraian vektor.

v Karena besaran vektor tidak hanya memiliki nilai, namun juga arah, maka kita juga harus

dapat mengukur arah dalam vektor tersebut.Cara menentukan arah adalah dengan menggunakan tangen, sinus, dan cosinus.

C.

ALAT, dan BAHAN 1. Neraca/timbangan 2. Beban/pemberat 3. Statif 4. Katrol 5. Tali/benang


LAPORAN ANALISA VEKTOR

ANALISA VEKTOR|SMA KOLESE KANISIUS JAKARTA 3


D.

CARA KERJA

1. Menimbang beban yang ada sehingga mendapatkan massa yang sebenarnya dari beban tersebut. 2. Menyiapkan katrol dan memasang beban pada katrol. 3. Mengukur massa pada setiap beban katrol dan menghitung sudut yang tercipta. 4. Mengulangi langkah 2 dan 3 dengan menggunakan massa beban yang berbeda, sehingga tercipta variasi sudut. 5. Mencatat variasi massa dan sudut yang tercipta.

E.


Nomor.

HASIL DATA, dan ANALISA DATA


Sudut( dalam derajad 95 Massa 1(gr) Massa 2(gr) Massa 3(gr)

1.

100

135

102

2.

113

120

121,5

102

3.

138

120

87,5

123

4.

118

20

22

24

LAPORAN ANALISA VEKTOR

4 ANALISA VEKTOR|SMA KOLESE KANISIUS JAKARTA


5. 92 20 78 21

6.

106

121

150,5

120,5

7.

98

203

265,5

220,5

8.

92

223

300,5

219,5

9.

89

253

320,5

199,5

10.

161

102

30,5

100


Sample Penghitungan Beda

No

Cos ( hitung )

Cos ( ukur )

%beda (( hit - ukur) hit) *100%

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

96,13 114,27 138,063 115,150 93,890 102,885 102,475 94,453 90,618 162,168

95 113 138 118 92 106 98 92 89 161

1.175% 1.0655% 0.045% 2.475% 2.012% 3.027% 4.3669% 2.59% 1.705% 1.025%

LAPORAN ANALISA VEKTOR

ANALISA VEKTOR|SMA KOLESE KANISIUS JAKARTA 5


Analisa Data

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

v1 (N) 1 1.2 1.2 0.2 0.2 1.21 2.03 2.23 2.53 1.02

v1(x) (N) 0.978 0.891 1.127 0.181 0.143 0.991 1.532 1.149 1.487 0.143

v1(y) (N) 0.207 0.802 0.41 0.084 0.138 0.694 1.331 1.604 2.046 0.138

v2 (N) 1.02 1.02 1.23 0.21 0.21 1.205 2.205 2.195 1.995 0,1

v2(x) (N) 0.298 0.924 1.14 0.196 0.151 0.936 1.664 1,124 1.593 0.151

v2(y) (N) 0.975 1.215 0.75 0.22 0.28 1.505 2.695 3.005 3.205 0.305

v3 (N) 1.35 1.215 8.75 0.22 0.28 1.505 2.695 3.005 3.205 0.305

v3 (x) (N) v3 (y) (N) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1.35 1.215 0.87 0.22 0.28 1.505 2.655 3.005 3.205 0.28

F.

KESIMPULAN
v Dalam percobaan ini dapat disimpulkan bahwa perubahan yang terjadi pada massa, baik massa 1, 2 , ataupun 3, akan menyebabkan perubahan pula pada sudut yang dibentuk antara tali. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tegangan tali yang diakibatkan perbedaan massa pada tali. v Dengan adanya perubahan sudut pada tegangan tali yang diakibatkan oleh variasi massa benda baik pada massa 1, 2 , ataupun 3 tadi, maka dapat disimpulkan pula terdapat perbedaan pada masing-masing V1x, V1y, V2x, V2y, V3x, dan V3y. v Dengan penggunaan dua cara perhitungan, seperti contohnya perhitungan cos sudut alpha, yaitu yang satu adalah dengan cara mengukur langsung sudut yang terdapat pada tegangan tali, dan yang lain adalah dengan cara hitung, maka dapat disimpulkan bahwa walaupun angka-angka yang terdapat mendekati sama, tapi hasilnya tidak pernah sama persis.

LAPORAN ANALISA VEKTOR

6 ANALISA VEKTOR|SMA KOLESE KANISIUS JAKARTA


G.

LAMPIRAN

LAPORAN ANALISA VEKTOR