P. 1
Final Pengaruh Suhu Pada Kandungan Kurkuminoid Dan Air Serbuk Hasil Ekstraksi Temulawak (1)

Final Pengaruh Suhu Pada Kandungan Kurkuminoid Dan Air Serbuk Hasil Ekstraksi Temulawak (1)

|Views: 124|Likes:
Dipublikasikan oleh Nurussyifa DeChiva

More info:

Published by: Nurussyifa DeChiva on Feb 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

PENGARUH SUHU EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN KURKUMINOID DAN AIR SERBUK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza)1 Budi Nugrohoa, Daniel

Panghihutan Malaub, Fendy Rokhmantob, Nur Lailic
1

Disusun untuk memenuhi Penugasan Kelompok Diklat Metode Penelitian Percobaan dan Pengolahan Data
a

PDII – LIPI, bP2 Metalurgi – LIPI, cP2 Biologi – LIPI ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap kandungan kurkuminoid dan air pada serbuk hasil ekstraksi serta tingkat suhu ekstraksi optimum. Ektraksi dilakukan dengan metode soxhlet mengunakan pelarut aseton pada suhu 60oC, 70oC, 80oC, 90oC, 100oC. Kandungan kurkumonoid diukur dengan spektofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 420 nm. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan α = 0,05, dilanjutkan dengan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kurkumiod tertinggi diperoleh pada suhu 100oC dan yang terendah pada suhu 70oC. Sedangkan kandungan air tertinggi pada suhu 60oC dan terendah pada suhu 100oC. Berdasarkan hasil analisis data statistik, kondisi suhu ekstraksi serbuk temulawak tidak berpengaruh secara terhadap nilai rata-rata kandungan kurkuminoid dan kandungan kadar air yang dihasilkan. Dalam penelitian ini juga tidak diperoleh suhu optimum untuk ekstraksi serbuk temulawak. Kata kunci: kurminoid, Curcuma xanthorrhiza, suhu, kadar air PENDAHULUAN

Temulawak merupakan tanaman obat berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1 m tetapi kurang dari 2 m, berwarna hijau atau coklat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap. (Anonim 1. 2007) Rimpang induk dapat memiliki 3-4 buah rimpang. Warna kulit rimpang cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna daging rimpang oranye tua atau kuning. Rimpang temulawak terbentuk di dalam tanah pada kedalaman sekitar 16 cm. Tiap rumpun umumnya memiliki 6 buah rimpang tua dan 5 buah rimpang muda. (Anonim 1. 2007; Anonim 6. 2008). Manfaat temulawak terutama diperoleh dari kurkuminoid yang merupakan senyawa aktif dalam rimpang tanaman dari familia Zingiberaceae. Salah satu anggota Familia ini adalah Curcuma xanthorrhizae, yang lebih dikenal sebagai temulawak (Anonim 1. 2007; Purnomowati, Sri. 2008). Di Indonesia satu-satunya bagian yang 1

fenchon. karena melalui metode ini penyaringan dilakukan beberapa kali dan pelarut yang digunakan tidak habis (didinginkan melalui pendinginan) dan dapat digunakan lagi setelah hasil isolasi dipisahkan (Anonim 4. Sperisa . Metode sokletasi mempunyai keunggulan dari metode lain. Wulan. (Purnomowati. Distantina. glukosida. dipenten. Buahnya mengandung minyak terbang (anetol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap kandungan kurkuminoid dan kadar air pada serbuk hasil ekstraksi serta tingkat suhu ekstraksi optimum. kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 50 0 C. kamfer. 2008) Untuk mendapatkan kurkuminoid dari rimpang temulawak. Dwi Hastuti Asta. dilakukan ekstraksi dengan metode Soxhlet. metilchavikol. 2008. Manfaat kurkuminoid antara lain sebagai obat jerawat. Setelah itu. Minyak atsiri juga bisa membunuh mikroba. Distantina. Wulan. kurkumin 1–2 %. Ekstraksi ganda merupakan salah satu teknik pemisahan yang lebih akurat dibandingkan ekstraksi tunggal (Anonim 4. anisaldehida. kamfer). Kemudian minyak atsiri. Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. digiling dan diayak 2 . felandren. dan minyak atsirinya antara 6-10%. 2008. dan anti mikroba. Temulawak mengandung minyak atsiri seperti limonina yang mengharumkan. Sperisa . asam anisat. METODE PENELITIAN Rimpang temulawak dikecilkan sampai ketebalannya ± 5 – 7 mm. Pada prinsipnya metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan dapat melarutkan senyawa organik yang terdapat dalam bahan alam tersebut. Komposisi kimia dari rimpang temulawak adalah protein pati sebesar 29-30%. foluymetik karbinol. seluruh zat yang diinginkan akan berakhir dalam suatu pelarut sedangkan zatzat yang tidak diinginkan berada pada pelarut yang lain. pencegah kanker. dan minyak lemak.dimanfaatkan adalah rimpang temulawak untuk dibuat jamu godog. 2008). meningkatkan nafsu makan.( Anonim 5. pinen. 2002). 2002). sedangkan kandungan flavonoida-nya berkhasiat menyembuhkan radang. Sri. Dwi Hastuti Asta. Dalam suatu pemisahan yang ideal oleh ekstraksi pelarut. anti oksidan. Pengambilan senyawa organik metabolit sekunder yang terdapat pada bahan alam padat yang lebih umum menggunakan metode sokletasi.

kemudian analisis kandungan kurkuminoid diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm. Radas Soxhlet dinyalakan dengan suhu ekstraksi 60. 90 dan 100 0C. Kadar air pada ekstrak juga diukur sebagai variabel respon. 80. Kadar kurkuminoid ekstrak rimpang temulawak H0 : Tidak ada pengaruh suhu terhadap rata-rata kadar kurkuminoid ekstrak rimpang temulawak. Satuan percobaannya adalah 1 set alat Soxhlet. 2). Selanjutnya ditambahkan 50 ml aseton ke dalam labu bulat 250 ml dan radas dihubungkan dengan kondensor dan dialirkan air. 70. ANALISA DATA Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA pada selang kepercayaan 95%. RANCANGAN PENELITIAN Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian suhu ekstraksi temulawak yang berbeda (60. Perlakuan diulang 5 kali. kemudian serbuk temulawak ditempatkan dalam kertas saring dan dimasukkan ke tempat sampel pada radas Soxhlet. 70. Temulawak dihaluskan dalam lumpang.menggunakan pengayak 200 mesh. Kadar air ekstrak rimpang temulawak H0 : Tidak ada pengaruh suhu terhadap rata-rata kadar air ekstrak rimpang temulawak. Hipotesa yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1). H1 : Ada pengaruh suhu terhadap rata-rata kadar air ekstrak rimpang temulawak. 3 . Serbuk temulawak diekstraksi dengan metode Soxhlet menggunakan pelarut aseton. Variabel respon yang diamati adalah kadar kurkuminoid dan kadar air ekstrak rimpang temulawak. Ekstrak dipekatkan dengan penguap putar dan ditimbang untuk menentukan rendemen. dengan satuan pengamatan serbuk ekstrak rimpang temulawak. 80. H1 : Ada pengaruh suhu terhadap rata-rata kadar kurkuminoid ekstrak rimpang temulawak. 90 dan 100 0C).

02774 8. Tabel 2. maka dilakukan uji Duncan pada selang kepercayaan 95 % untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.31666 11.00 Total Mean 37.64946 N 5 5 5 5 5 25 4 .2000 44.26438 1.71613 9.0000 41.00 90. Deviation 12.Apabila H0 dalam penelitian ditolak.6000 49. Pengaruh Suhu terhadap Kadar Kurkuminoid Dari percobaan yang dilakukan diperoleh data tentang kandungan kurkuminoid dan kandungan air dalam ekstrak rimpang temulawak (Tabel 1).2000 37. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Rata-rata kadar kurkuminoid Descriptive Statistics Dependent Variable: Kadar Kurkuminoid Suhu 60.2800 Std.00 70.00 100.4000 56. Data hasil percobaan Ulangan Suhu Y1 60 70 80 90 100 50 51 40 49 77 1 Y2 28 27 27 29 21 Y1 44 31 36 50 56 2 Y2 35 33 29 21 25 Y1 45 28 45 52 47 3 Y2 35 33 25 29 22 Y1 24 35 54 48 54 4 Y2 36 29 27 27 16 Y1 23 40 33 48 47 5 Y2 38 30 32 22 24 Keterangan : Y1 : kadar kurkuminoid Y2 : kadar air Dari hasil peneletian diperoleh rata-rata kadar kurkuminoid yang berbeda pada berbagai suhu eksatrakasi (Tabel 2).00 80. Tabel 1.67332 12.

00 Suhu Gambar 1. 5 . tetapi data tersebut tidak berpengaruh pada kehomogenan ragam antar perlakuan (Gambar 2). karena boxplot pada suhu 60 0C paling besar.00 50.00 80.00 Kadar Kurkuminoid 60. diketahui bahwa kadar kurkuminoid ekstrak temulawak tertinggi diperoleh pada suhu ekstraksi 100 0C.00 60. Sebaran data terkecil diperoleh pada suhu 90 0C.00 40.00 21 70. hal ini dapat diketahui dari besar nilai simpangan bakunya (Tabel 2 dan Gambar 1).00 100. Boxplot Kadar Kurkuminoid pada Berbagai Suhu Ekstraksi Berdasarkan Gambar 1. Sedangkan kadar kurkuminoid ekstrak temulawak terendah di peroleh pada suhu ekstraksi 70 0C.00 70. Pada suhu 100 0C.00 30.Dari nilai rata-rata kadar kurkuminoid pada berbagai suhu. diketahui bahwa sebaran data terbesar dari kadar kurkuminoid diperoleh pada suhu 60 0C.00 90. 80. terdapat outliers pada data ke-21.00 20. Keragaman data pada suhu 60 0C paling besar.

Hal ini dapat dilihat dari nilai uji normalitas yang menujukkan nilai Sig. lebih besar dari α 5%.454 (Tabel 4).065 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups. Dalam penelitian ini diketahui bahwa galat tersebar normal (Gambar 3). karena nilai sig lebih besar dari α 5% (0. lebih besar dari α 5% (Tabel 3) Dari Tabel 3.630 df1 4 df2 20 Sig. Design: Intercept+Perlakuan Keterangan H0 : Ragam antar perlakuan homogen H1 : Ragam antar perlakuan tidak homogen Berdasarkan asumsi tersebut disimpulkan bahwa H0 diterima. Boxplot Kadar Kurkuminoid Dalam penelitian ini diketahui bahwa ragam antar perlakuan homogen. a.A 70 Kadar Kurkuminoid 60 50 40 30 Gambar 2. 6 . Uji homogenitas kadar Kurkuminoid a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Kadar Kurkuminoid F 2. Hal ini dapat dilihat dari nilai uji homogenitas (Levene’s test) yang menujukkan nilai Sig. yaitu 0.065). .

. 7 . Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai signifikansi pada ANOVA lebih kecil dari nilai α 5% (Tabel 5). Grafik Normalitas Kadar Kurkuminoid Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu berpengaruh pada kadar kurkuminoid. This is a lower bound of the true significance. Uji Normalitas Kadar Kurkuminoid Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. namun ada faktor-faktor lain yang tidak terukur lebih berpengaruh pada kadar kurkuminoid ekstrak temulawak.200* a Residual for Y1 Statistic . Hal ini dapat dilihat dari nilai R-Squared dan Adjusted R-Squared yang lebih kecil dari 50% (Tabel 5). .Tabel 4. a. Lilliefors Significance Correction Keterangan: H0 : Galat tersebar normal H1 : Galat tersebar tidak normal Normal Q-Q Plot of Residual for Y1 2 1 Expected Normal 0 -1 -2 -20 -10 0 10 20 30 Observed Value Gambar 3.962 Shapiro-Wilk df 25 Sig.454 *.113 25 . Selain itu dapat disimpulkan bahwa model rancangan penelitian sudah tepat.

Hal ini dapat diketahui juga dari data hasil pengujian regresi (Tabel 7). .040 1864. Berdasarkan uji lanjut ternyata pengaruh suhu tidak signifikan terhadap ratarata kadar kurkuminoid.313) Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.260 93.076 . Selain itu dapat disimpulkan juga bahwa faktor-faktor lain yang tidak terukur lebih berpengaruh pada pengujian ini.000 52275.260 49017. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengujian ANOVA tidak dapat dijadikan acuan pada kasus ini.6000 49. Uji ANOVA kurkuminoid Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Kadar Kurkuminoid Source Corrected Model Intercept Perlakuan Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 1393.944 3.00 80. 8 .Tabel 5. Alpha = . Uji lanjut dengan metode duncan test kurkuminoid Kadar Kurkuminoid Duncan Suhu 70.737 Sig. kemudian dilakukan uji lanjut dengan Duncan test.000.00 Sig.00 90.200.279 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.960 348.000 3257. R Squared = .0000 37. Sedangkan rata-rata kadar kurkunioid pada suhu 90 0C tidak berbeda nyata dengan suhu 100 0C (Tabel 6).2000 41.4000 56. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = 93.00 100. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.2000 .020 a.05.428 (Adjusted R Squared = . 80 0C dan 90 0C tetapi berbeda nyata dengan suhu 100 0C.020 .040 df 4 1 4 20 25 24 Mean Square 348.000 .4000 49. Tabel 6.00 60. a.737 525.b N 5 5 5 5 5 Subset 1 2 37. a.200 F 3. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa rata-rata kadar kurkunioid pada suhu 70 0C tidak berbeda nyata dengan suhu 60 0C . b.960 1393.040a 49017.

679 .624a . Tabel 8.29460 a.504 . Faktor-faktor tersebut antara lain adalah adanya perbedaan proses ekstraksi dengan metode Soxhlet serta kalibrasi spektrofotometer yang kurang optimal. Nilai R Square Adjusted untuk persamaan regresi kadar kurkuminoid Model Summaryb Model 1 R R Square .834 (Constant) Suhu Sig.371 3. Error 3. ini berarti bahwa 36.7% adalah faktor-faktor lain yang tidak diketahui. Koefisien beta (β) kurkuminoid Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std.Tabel 7. Dependent Variable: Kadar Kurkuminoid Pada Tabel 7. maka dapat dibuat model persamaan regresi hubungan suhu ekstraksi dengan rata-rata kandungan kurkuminoid sebagai berikut: Y = 3.714 .96 + 0. Dependent Variable: Kadar Kurkuminoid Berdasarkan Tabel 8. Predictors: (Constant). Suhu b. Error of the Estimate 9.504 X Dari persamaan regresi tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai suhu ekstraksi maka nilai kandungan kurkuminoid juga semakin tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh terhadap kandungan kurkuminoid meskipun secara statistik tidak signifikan.363 Std.3%. Dari nilai koefisien beta (β).131 Standardized Coefficients Beta .3% faktor suhu berpengaruh pada kadar kurkuminoid dan 63.001 a. Kandungan kurkuminoid 9 .390 Adjusted R Square .624 Model 1 t . . disebutkan bahwa nilai R-Squared untuk persamaan regresi kadar kurkuminoid sebesar 39% dan Adjusted R-Squared sebesar 36. diketahui bahwa suhu berpengaruh terhadap kadar kurkuminoid.960 10.

00 50.4000 30.35413 N 5 5 5 5 5 25 10 .4000 28. Dari pengujian yang dilakukan belum ditemukan suhu optimum ekstraksi (Gambar 4).00 Estimated Marginal Means 55. dan yang terendah pada suhu 70 0C. Namun terjadi pengecualian pada suhu 70 0C.0000 Std. Tabel 9.00 60. Deviation 3.00 90.00 100.00 Total Mean 34.00 90.78153 2.00 35.50714 5.84708 3.0000 25. Pengaruh Suhu terhadap Kadar Air Dari hasil peneletian diperoleh rata-rata kadar air yang berbeda pada berbagai suhu eksatrakasi (Tabel 9).64575 3.00 45.00 70.00 80. di mana kadar kurkuminoid menurun dibandingkan pada suhu 60 0 C.00 40. B. Kandungan Kurkuminoid pada Variasi Suhu Ekstraksi Pengaruh suhu pada proses ekstraksi rimpang temulawak berbanding lurus dengan kandungan rata-rata kurkuminoid yang dihasilkan.00 80.60768 2.00 70.6000 28.00 Suhu Gambar 4.tertinggi diperoleh pada suhu 100 0C.00 100.6000 21. Estimated Marginal Means of Kadar Kurkuminoid 60. di mana semakin tinggi suhu ekstraksi maka kadar kurkuminoid semakin besar. Rata-rata kadar kadar air Descriptive Statistics Dependent Variable: Kadar Air Suhu 60.

00 100.00 60. tetapi data tersebut tidak berpengaruh pada kehomogenan ragam antar perlakuan (Gambar 6). terdapat outliers pada data ke-1 dan ke-5. 40. Pada suhu 60 0C. Boxplot Kadar Air pada Berbagai Suhu Ekstraksi Berdasarkan Gambar 5.00 90. dan pada suhu 100 0C terdapat outliers pada data ke-24.00 70.00 1 25. Keragaman data pada suhu 90 0C paling besar. hal ini dapat diketahui dari besar nilai simpangan bakunya (Tabel 9 dan Gambar 5).00 Kadar Air 30.00 Suhu Gambar 5.00 80.00 24 15. 11 . diketahui bahwa sebaran data terbesar dari kadar kurkuminoid diperoleh pada suhu 90 0C. Sebaran data terkecil diperoleh pada suhu 90 0C.00 20. Sedangkan kadar air terendah di peroleh pada suhu ekstraksi100 0C.00 5 35. diketahui bahwa kadar air pada serbuk ekstrak temulawak tertinggi diperoleh pada suhu ekstraksi 60 0C. karena boxplot pada suhu 90 0C paling besar.Dari nilai rata-rata kadar air pada berbagai suhu.

lebih besar dari α 5% (Tabel 10) Tabel 10. Design: Intercept+Perlakuan Keterangan H0 : Ragam antar perlakuan homogen H1 : Ragam antar perlakuan tidak homogen Berdasarkan asumsi tersebut disimpulkan bahwa H0 diterima. Hal ini dapat dilihat dari nilai uji homogenitas (Levene’s test) yang menujukkan nilai Sig. .793).00 25. Dalam penelitian ini diketahui bahwa galat tersebar normal (Gambar 7).793 Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.00 20. Boxplot kadar air Dalam penelitian ini diketahui bahwa ragam antar perlakuan homogen. yaitu 0.35. a. Uji homogenitas kadar air a Levene's Test of Equality of Error Variances Dependent Variable: Kadar Air F .00 Gambar 6.419 df1 4 df2 20 Sig. lebih besar dari α 5%.113 (Tabel 11). 12 .00 Kadar Air 30. karena nilai sig lebih besar dari α 5% (0. Hal ini dapat dilihat dari nilai uji normalitas yang menujukkan nilai Sig.

Lilliefors Significance Correction Keterangan: H0 : Galat tersebar normal H1 : Galat tersebar tidak normal Normal Q-Q Plot of Residual for Y2 2 1 Expected Normal 0 -1 -2 -7.935 Shapiro-Wilk df 25 Sig. Selain itu dapat disimpulkan bahwa model rancangan penelitian sudah tepat.200* a Residual for Y2 Statistic .0 Observed Value Gambar 7. 13 .5 5.5 -5. Uji normalitas kadar air Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. . Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai signifikansi pada ANOVA lebih kecil dari nilai α 5% (Tabel 12). Uji normalitas kadar air Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu berpengaruh pada kadar air.113 *.0 2. Hal ini dapat dilihat dari nilai R-Squared dan Adjusted R-Squared yang lebih besar 50% (Tabel 12).Tabel 11. a. This is a lower bound of the true significance.5 0. .112 25 .0 -2.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengujian ANOVA tidak dapat dijadikan acuan pada kasus ini.).580 Sig. suhu 70 0C tidak berbeda nyata dengan suhu 60 0C.0000 3 4 28.b Subset N 5 5 5 5 5 1 21. Selain itu dapat disimpulkan juga bahwa faktor- 14 .Tabel 12. suhu 90 0C tidak berbeda nyata dengan suhu 80 0C.05.00 60.800 20288.800 19600.0000 30. Tabel 13.00 90.267 30. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antar perlakuan (Tabel 13. Uji anova kadar air Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Kadar Air Source Corrected Model Intercept Perlakuan Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 467.000 df 4 1 4 20 25 24 Mean Square 116.000 .800 11.000 688.000 a.200a 19600.362 10.000 467.4000 34.071 .040 F 10.00 80.000 116. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa rata-rata kadar air pada suhu 100 0C tidak berbeda nyata dengan suhu 90 0C. R Squared = .00 Sig. Uji lanjut dengan metode duncan test kadar air Kadar Air Duncan Suhu 100.6000 2 25.00 70.615) Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.6000 28. a. .6000 25. suhu 80 0C tidak berbeda nyata dengan suhu 70 0C.580 1775. Alpha = . Berdasarkan uji lanjut ternyata pengaruh suhu tidak signifikan terhadap ratarata kadar air.4000 .000. kemudian dilakukan uji lanjut dengan Duncan test. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000 .679 (Adjusted R Squared = . a.200 220.267 .071 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. b.040. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = 11.4000 .

657 Std.304 X Dari persamaan regresi tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai suhu ekstraksi maka nilai kandungan air menjadi semakin rendah. Error of the Estimate 3.320 3. Error 52. Dependent Variable: Kadar Air Pada Tabel 14.000 a. 14). Dari nilai koefisien beta (β). Tabel 14. Dependent Variable: Kadar Air Berdasarkan Tabel 15.530 -6. Kandungan air tertinggi diperoleh pada 15 .2% dan Adjusted R-Squared sebesar 65.7%. Predictors: (Constant). Nilai R Square Adjusted untuk persamaan regresi kadar air Model Summaryb Model 1 R R Square . disebutkan bahwa nilai R-Squared untuk persamaan regresi kadar air sebesar 67.304 . maka dapat dibuat model persamaan regresi hubungan suhu ekstraksi dengan rata-rata kandungan kurkuminoid sebagai berikut: Y = 52. ini berarti bahwa 65. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh terhadap kandungan air meskipun secara statistik tidak signifikan.820 Model 1 (Constant) Suhu t 14. Tabel 15. Suhu b.3% adalah faktor-faktor lain yang tidak diketahui.faktor lain yang tidak terukur kurang berpengaruh pada pengujian ini. Koofisien beta kadar air Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std. diketahui bahwa suhu berpengaruh terhadap kadar air.044 Standardized Coefficients Beta -.672 Adjusted R Square . Faktor-faktor tersebut antara lain adalah adanya perbedaan proses ekstraksi dengan metode Soxhlet serta kalibrasi spektrofotometer yang kurang optimal.32 .859 Sig. Hal ini dapat diketahui juga dari data hasil pengujian regresi (Tabel.601 -.7% faktor suhu berpengaruh pada kadar air dan 34.0.13410 a.000 .820a .

00 70.00 24. Dari pengujian yang dilakukan belum ditemukan suhu optimum ekstraksi (Gambar 8). kondisi suhu ekstraksi serbuk temulawak tidak berpengaruh secara terhadap nilai rata-rata kandungan kurkuminoid dan kandungan kadar air yang dihasilkan. Dalam penelitian ini juga tidak diperoleh suhu optimum untuk ekstraksi serbuk temulawak. 16 .00 26. dan yang terendah pada suhu 100 0C. Estimated Marginal Means of Kadar Air 34.00 100.00 28.00 Estimated Marginal Means 32.00 30. di mana semakin tinggi suhu ekstraksi maka kadar air semakin besar.00 90.00 22. Kandungan kadar air terhadap variasi suhu ekstraksi Pengaruh suhu pada proses ekstraksi rimpang temulawak berbanding terbalik dengan kandungan rata-rata air yang dihasilkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data statistik.00 60.00 80.00 Suhu Gambar 8.suhu 60 0C.00 20.

(31 Agustus 2008) Sanusi. http://en.or. http://www. 29 2002: 32-37 Purnomowati.com/journal/item/240/Curcuma_xanthorrhiza_Temulawak _-_Morfologi_Anatomi_dan_Fisiologi.pdf. Sperisa . Majalah Farmasi dan Farmakologi = Journal of Pharmacy and Pharmacology : 6 (1) 2002: 400-405 Sembiring. Luki . http://www.php?option=com_content&task=view&id=21 &Itemid=125. 2008. (31 Agustus 2008) Anonim 7. 2008.).wikipedia. 2008. http://en. Pengaruh kehalusan bahan dan lama ekstraksi terhadap mutu ekstrak temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb). Tanaman Obat Indonesia: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza.indofarma. Khasiat Temulawak: Tinjauan literatur tahun 1980 -1997. Roxb.org/wiki/Curcuminoids.php?mnu=2&id=129.net. Wulan.org/wiki/Soxhlet. (31 Agustus 2008) Anonim 5. 2002. Pengaruh suhu terhadap ekstraksi minyak temulawak berbentuk slab menggunakan pelarut etanol. Sofiarto. Dwi Hastuti Asta. (31 Agustus 2008) Anonim 2. Pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas serbuk minuman temulawak.pusri. Ekuilibrium : majalah ilmiah teknik kimia . Edi Imanuel. Kurkuma (kunyit). http://id. http://www. 2006.spiritia. 17 (2) 2006: 53-58 17 . Ginting. Ma'mun . (31 Agustus 2008) Anonim 6. 1 (1) 2002: 28-31 Muryati. 2002. (31 Agustus 2008) Anonim 4. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza.) di Sulawesi Selatan. Roxb.). Toto. 2002.multiply. 2007. Kusdarmiyati.co. http://www. 2008.wikipedia.org/wiki/Temu_lawak.id/ind/pd_tanobat/view.id/budidaya/obat/temulawak. 2008.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Mustari. Sardjono .iptek.pdf. 2008. (31 Agustus 2008) Anonim 3. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat .id/li/pdf/LI740. Bulletin Penelitian dan Pengembangan Industri . Sri. Diversifikasi produk pengolahan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Curcuma xanthorrhiza (Temulawak): Morfologi. (31 Agustus 2008) Distantina. Temulawak.co. http://toiusd. Bagem Br . 2008.id/index. Anatomi dan Fisiologi.wikipedia. Curcuminoids. Soxhlet extractor.

Sukrasno . Yuniarti. Alfian A. Irda . 28 (2) 2003: 50-57 Warsito . Fidrianny. Utomo. 2001. Acta Pharmaceutica Indonesia . 2003. Pengaruh penyimpanan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap kandungan kurkuminoid. Rahmatullah Sigit 18 . Soebiantoro . Edi Priyo . Utami Dyah Syafitri. Hadi. J Natural : 5 (1) 2001: 37-42 UCAPAN TERIMA KASIH Kepada Widyaiswara atas segala bimbingannya: Bagus Sartono. Prasetyo. temulawak dan jahe dengan metode kromatografi lapis tipis. Dian Kusumaningrum. Analisis komponen non-volatil dalam kunir. La Ode Abdurrahman. Niar. Adi.

PENGARUH SUHU EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN KURKUMINOID DAN AIR PADA SERBUK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) Group Budi Nugroho (PDII) Daniel P. Malau (P2 Metalurgi) Fendy Rokhmanto (P2 Metalurgi) Nur Laili (P2 Biologi) Diklat Metode Penelitian Dan Pengolahan Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2008 19 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->