Anda di halaman 1dari 8

I.

A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Ikan merupakan hewan vertebrata yang memiliki habitat asli di perairan. Dalam kehidupannya ikan mengalami pertumbuhan, baik itu pertumbuhan itu secara somatic maupun reproduksi. Dalam siklus tersebut ikan memerlukan beberapa standar parameter kualitas air untuk tumbuh secara baik. Kualitas air bagi pertumbuhan ikan merupakan hal mutlak yang harus dijaga dalam pemeliharaan ikan, baik dalam wadah di akuarium. Seperti suhu, pH, DO (Dissolved oxygen) dll, dalam praktikum kali ini penulis melakukan pengamatan terhadap kebutuhan DO (Dissolved oxygen) dan suhu pada ikan nila (Oreochromis niloticus sp) yang diberikan dengan perlakuan tertentu. B. Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum limnology adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui lebih mendalam ilmu limnology, khususnya dalam perairan yang dikondisikan di dalam akuarium. b. Untuk mengetahui kebutuhan DO (Dissolved oxygen) dan suhu pada ikan nila. c. Untuk menambah wawasan serta pengalaman perikanan dalam praktikum limnology C. Manfaat Adapun manfaat yang ingin diperoleh dalam praktikum limnology adalah sebagai berikut : a. Dapat memahami lebih mendalam ilmu limnology, khususnya perairan yang dikondisikan di dalam akuarium. b. Dapat mengetahui kebutuhan DO (Dissolved oxygen) dan suhu pada ikan nila.

II.

PROSEDUR KERJA

A. Persiapan Alat, Bahan dan Wadah Dalam praktikum limnology kali ini, ada beberapa alat, bahan dan wadah yang perlu disiapkan untuk menunjang keberhasilan praktikum. Adapun alat, bahan dan wadah yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut . Alat : a. Plastik hitam b. Serokan halus c. Pompa air d. DO meter e. Termometer f. Heater Bahan : a. Air b. Ikan Nila 10 ekor Wadah : a. Akuarium 2 buah b. Bak penampungan air c. Bak persalinan air

B. Perlakuan Dalam praktikum ini dilakukan dengan dua jenis perlakuan, untuk mengetahui perbedaan dan perbandingan siklus hidup dan tingkah laku ikan selama 5 jam. Perlakuan juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan DO (Dissolved oxygen) dan kadar suhu selama 5 jam dengan dilakukan pengecekan DO (Dissolved oxygen) dan suhui setiap sejam sekali. Pada perlakuan pertama ikan nila dikondisikan dengan cara menutup bagian-bagian dinding luar dan atas akuarium dengan plastic hitam. Tujuan penutupan tersebut untuk mengkondisikan ikan dalam keadaan gelap, sementara penutpan bagian atas akuarium dilakukan untuk membatasi proses oksidasi air terhadap oksigen yang ada di udara. Pada perlakuan kedua ikan nila dikondisikan tanpa menggunakan penutup disekeliling akuarium, dan diberi heater sebagai peningkat suhu air. Namun tetap diberikan penutup pada bagian atas akuarium seperti pada perlakuan pertama. C. Pengamatan Proses pengamatan merupakan proses yang dilakukan setiap 1 jam sekali selama 5 jam, proses pengamatan yang dilakukan meliputi pengecekan suhu, DO (Dissolved oxygen) dan tingkah laku ikan. Khusus untuk perlakuan pertama, pengamatan yang dilakukan hanya pengecekan suhu dan DO (Dissolved oxygen), kemudian dilakukan pendataan tentang pengamatan tersebut.

D. Hasil Pengamatan Hasil pengamatan yang diperoleh dari praktikum adalah berupa data-data pengecekan kualitas air dan pengamatan tingkah laku ikan. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel pengamatan dibawah ini :
10.00 WIB DO Suhu (ppm) 28C 4,89 28C 5,08 11.00 WIB DO Suhu (ppm) 27,7C 3,08 29C 4,02 12.00 WIB DO Suhu (ppm) 27C 1,86 36C 2,45 13.00 WIB DO Suhu (ppm) 27,81C 1,60 36,5C 1,77 14.00 WIB DO Suhu (ppm) 27,9C 0,98 37C 1,24

No. 1. 2.

Akuarium Perlakuan 1 Perlakuan 2

Berdasarkan hasil pengamatan diatas, terjadi penurunan kandungan oksigen terlarut (DO) dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan suhu pada akuarium yang diberi perlakuan 2, dimana akuarium tersebut diberi heater (peningkat suhu). Selain itu dilakukan pengamatan terhadap tingkah laku ikan setiap satu jam sekali pada akuarium perlakuan 2 dan pada saat selang waktu lima jam dilakukan pengamatan tingkah laku ikan pada akuarium perlakuan pertama. Hasil pengamatan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini : No. Akuarium 10.00 WIB Tingkah Laku 11.00 WIB Tingkah Laku 12.00 WIB Tingkah Laku 13.00 WIB Tingkah Laku 14.00 WIB Tingkah Laku - Ikan mengeluarkan banyak kotoran - Ikan bergerak aktif - Kotoran ikan sedikit

1.

Perlakuan 1

- Normal

2.

Perlakuan 2

- Normal

- Gerakan ikan Lamban

- Ikan mulai timbul ke permukaan

- Ikan bergerak ke permukaan air untuk mencari oksigen

III.
A. Perlakuan 1

PEMBAHASAN

Respirasi (pernapasan) merupakan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida antara suatu organisme dengan lingkungannya. Peranan oksigen dalam kehidupan ikan merupakan zat yang mutlak dibutuhkan oleh tubuh yaitu untuk mengoksidasi zat makanan (karbodihidrat, lemak dan protein) sehingga dapat menghasilkan energi. Ikan merupakan hewan yang sangat membutuhkan oksigen terlarut untuk berkembang dan bertahan hidup, sehingga ketersediaan oksigen terlarut yang cukup merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi dalam pemeliharaan ikan. Seperti halnya makhluk hidup pada umumnya yang membutuhkan oksigen, ikan juga sangat membutuhkan hal tersebut, sehingga diperlukan pengamatan lebih lanjut mengenai kebutuhan ikan terhadap oksigen terlarut. Dalam perlakuan pertama, ikan nila dikondisikan dalam akuarium yang gelap dengan ditutup menggunakan plastic disekeliling akuarium. Tujuan pengkondisian tersebut dilakukan untuk memberi waktu ikan untuk beristirahat secara maksimal, karena sifat ikan nila adalah nocturnal atau suka dalam keadaan gelap. Kemudian dalam waktu sejam sekali kadar oksigen terlarut didalam akuarium diukur menggunakan DO meter. Tujuan pengukuran tersebut adalah untuk mengetahui kadar oksigen yang digunakan ikan untuk hidup selama percobaan. Berdasarkan hasil pengukuran kadar oksigen terlarut yang dihitung, rata-rata oksigen terlarut yang digunakan ikan untuk bernapas selama 5 jam adalah 0,976 ppm. Jadi dalam tiap jam selam rentang 5 jam perlakuan, ikan menggunakan 0,976 ppm untuk bernapas di dalam akuarium, didalam perlakuan pertama ikan yang berada dalam akuarium mengeluarkan banyak kotoran, hal ini disebabkan karena ikan mengalami stress pada saat perlakuan. Rasa

stress itu ditmbulkan karena dikondisikan dalam lingkungan yang baru dan dengan treatment berbeda, sehingga ikan mengeluarkan banyak kotoran. Selain oksigen terlarut, suhu (temperature) sangat berpengaruh dalam perkembangan ikan. Suhu diketahui sangat berpengaruh terhadap metabolisme dan proses pencernaan ikan serta demi menunjang pertumbuhan. Respon panasa pada ikan itu sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu : toleransi, resistensi dan preprensi, ikan pada kisaran waktu yang diperpanjang (biasanya 96 jam). Dalam perlakuan pertama perubahan suhu tidak begitu signifikan terjadi sehingga tidak ditemukan hal-hal yang berpengaruh langsung terhadap ikan.

B. Perlakuan 2 Perlakuan kedua adalah mengkondisikan ikan dengan memberi heater sebagai pemanas suhu dan akuarium dibiarkan terbuka. Tujuan perlakuan ini adalah untuk mengetahui ketahanan ikan terhadap suhu tinggi dan tanpa pemberian aerator. Berdasarkan hasil pengukuran kadar oksigen terlarut yang dihitung, rata-rata oksigen terlarut yang digunakan ikan untuk bernapas selama 5 jam adalah 0,96 ppm. Jadi dalam tiap jam selama rentang 5 jam perlakuan, ikan menggunakan 0,96 ppm untuk bernapas di dalam akuarium. Pada perlakuan kedua ikan yang berada didalam akuarium menunjukkan tingkah laku yang berbeda, yaitu pada jam kedua dan selanjutnya ikan yang berada didalam akuarium mulai naik perlahan-lahan ke permukaan air, kemudian dikarenakan kondisi suhu air yang terus meningkat yang disebabkan pemberian heater. Hal ini disebabkan hubungan suhu terhadap kondisi ikan dan oksigen terlarut sangat saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Jika suhu tinggi maka ikan membuthkan oksigen terlarut lebih dari biasanya untuk proses

metabolisme didalam tubuh. Sehingga ikan didalam akuarium mengalami kondisi megapmegap untuk mengambil oksigen, kondisi itu dipicu oleh kenaikan suhu yang cukup tinggi.

IV.
A. Kesimpulan

PENUTUP

Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil praktikum kali ini adalah sebagai berikut: a. Suhu, DO, dan kondisi ikan sangat berpengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup ikan didalam perairan. b. Semakin tinggi suhu, maka kebutuhan ikan terhadap oksigen terlarut dalam perairan semakin meningkat.

B. Saran Adapun saran yang dapat diberikan dalam pemeliharaan ikan yang diperoleh dari hasil praktikum kali ini adalah sebgai berikut: a. Pengontrolan kualitas air merupakan hal yang mutlak dilakukan untuk memelihara ikan. b. Perhatikan perilaku ikan secara rutin untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.