Anda di halaman 1dari 14

MEMBANGUN SISTEM OPERASI MANDIRI BERBASIS OPEN SOURCE DENGAN METODE REMASTER

Linux Demid, Distro untuk Multimedia

Disusun Oleh :
Daniel Fiandita Krisendi Febrian Dwi Putranto Boy Eka Febrian Zain Hidayat 09.02.7593 09.02.76 09.02.7625 09.02.7626

JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 BAB 1

LATAR BELAKANG MASALAH

Linux, kata ini sering terdengar baik dikampus, seminar, dan diberbagai media. GNU/Linux atau sering disebut Linux adalah sebuah sistem operasi seperti juga UNIX, OS/2, ataupun Ms. Windows. Linux hadir dalam dunia teknologi informasi tidak hanya sebuah sistem operasi, tetapi juga merupakan pemicu adanya revolusi pemikiran pada industri perangkat lunak. Linux sebagai salah satu produk dari berkembangnya lingkungan open source (kode terbuka) di dunia pemrograman dan pengembangan perangkat lunak, telah terbukti sebagai sistem operasi yang stabil. Konsep pengembangan yang dianut dari Linux adalah dari, oleh, dan untuk komunitas. Indonesia sebagai negara berkembang dapat menjadikan Linux sebagai sebuah teknologi informasi alternatif, hal ini dikarenakan bebas namun memiliki kualitas yang tinggi sehingga tidak perlu terus bergantung dengan produk perangkat lunak komersial siap pakai yang dibuat oleh perusahaan (vendor) tertentu. Sejalan dengan maraknya kampanye akan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) disertai penerapan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, seharusnya masyarakat mendukung akan hal tersebut karena suatu yang wajar dan fitrah setiap insan berhak mendapatkanya. Adanya dukungan pemerintah dengan ditandatangani deklarasi bersama Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) oleh Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Pendidikan Nasional menandai peran serta pemerintah dalam perkembangan teknologi informasi khususnya dalam dunia kode terbuka. Beberapa waktu kemudian dibentuk Competency Center hasil kerjasama LIPI, ITB dan Sun Microsystem. Peluncurkan program IGOS, diharapkan untuk memperkecil kesenjangan teknologi informasi dengan negara maju . Linux digunakan karena menganut Open Source Software (OSS) dan GPL (General Public License) sehingga bebas disebarluaskan dan diperbanyak sesuai aturan OSS maupun GPL, dengan demikian Linux sejalan dengan HAKI serta Undang-undang Hak Cipta. Berbeda

dengan Ms. Windows yang dipatenkan oleh Microsoft, begitu juga OS/2 oleh IBM sehingga penyebaran maupun menggunakannya diatur oleh ketentuan vendor tersebut, yang menyebabkan biaya atas perangkat lunak begitu tinggi dan sesuai kebijakan perusahaan pembuatnya. Linux merupakan sebuah sistem operasi yang banyak memiliki distribusi tergantung dari perkembangan Linux itu sendiri, hingga saat ini sudah ada sekitar lebih 200 distribusi, bervariasi dan tersebar di penjuru dunia dan mungkin akan terus bertambah, dapat dilihat di http://www.distrowatch.com. Saat ini kebutuhan akan sistem operasi dalam pekerjaan sehari-hari menjadi suatu kebutuhan penting yang sebelumnya mengetik secara manual sekarang sudah dalam bentuk komputerisasi. Namun semua itu tidak diimbangi dengan penggunaan legalitas sebuah sistem operasi. Karena dirasa cukup berat dalam membeli sebuah sistem operasi beserta aplikasinya, maka pada umumnya pembajakan sistem operasi menjadi hal yang biasa. Untuk itu muncul sebuah alternatif sistem operasi berbasis opensource yang dapat digunakan dengan secara legal dan bebas tanpa harus membayar yang sudah dikemas dalam satu CD/DVD yang disebut distro Linux Demid versi 1.0 code name Mulmed.

BAB 2 PERUMUSAN MASALAH Pada Penelitian ini penulis akan membuat sebuah distro Linux berbasiskan Bodhilinux yang akan diberi nama Linux Demid versi 1.0 code name Mulmed. Penulis akan melakukan uji coba sejauh mana keberhasilan dalam membuat distro Linux Demid terhadap segi kualitas, kestabilan, deteksi perangkat keras, dan paket yang bisa di ikut sertakan sehingga bisa terbentuk sebuah distro dalam satu CD. Penulis juga akan menguji kestabilan sistem dengan menginstalkan distro Linux Demid ke dalam sebuah perangkat komputer dengan spesifikasi menengah.

BAB 3 TUJUAN PROGRAM Pembuatan distro Linux Linux Demid ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem operasi Linux dalam bentuk satu CD dengan berbagai aplikasi untuk tujuan Multimedia. Sehingga dengan penelitian ini semua pecinta Mulimedia bisa menggunakan distro Linux Demid sebagai sebuah sistem operasi alternatif yang legal dan tidak berbayar.

BAB 4 HASIL YANG DIHARAPKAN Hasil yang diharapkan setelah penelitian ini terlaksana dan tercipta dapat membuat pengguna Multimedia bisa beralih dari sistem operasi berbayar kemudian menggunakan distro Linux Demid dan tidak perlu takut lagi masalah biaya dalam menggunakan sebuah sistem operasi yang legal, karena hanya dengan menggunakan distro Linux Demid sudah cukup menggantikan daripada menggunakan sistem operasi yang berbayar.

BAB 5 KEGUNAAN PROGRAM Manfaat adanya distro Linux Demid yaitu selain dari segi ekonomi/biaya yang gratis (legal), serta pemanfaatannya bisa menggunakan PC model menengah secara optimal. Selain itu juga penggunaan distro Linux Demid akan membuat perusahaan kecil ataupun home industri mengurangi ketergantungan terhadap perangkat lunak berbayar sehingga alokasi biaya untuk menggunakan perangkat lunak berbayar bisa digunakan untuk modal penambahan modal usaha bagi perusahaan kecil tersebut.

BAB 6 TINJAUAN PUSTAKA Linux Lahir dan berkembangnya linux diawali oleh linus benedict torvald, mahasiswa komputer science di universitas Helsinki, finlandia, yang mengerjakan proyeknya sebagai hobi. Terinspirasi dari MINIX (Mini Unix), Linus mengembangkan sistem operasi komputer yang mirip UNIX dan melengkapinya dengan program-program aplikasi. Inti sistem operasi (kernel) tersebut lalu dinamai seperti nama pembuatnya, Linux, atau lebih tepatnya GNU/Linux. Kernel yaitu program yang berfungsi sebagai inti/kepala sistem operasi yang menjalankan dan menghentikan program-program aplikasi didalamnya, mengatur akses memori, koneksi jaringan, dan sebagainya. Pada tanggal 5 oktober 1991, Linus mengumumkan hasil karyanya pada sebuah newsgroup (comp.os.minix) dan merilis versi resmi Linux yaitu 0.02, yang hanya dapat menjalankan shell bash (bourne again shell) dan GCC (GNU C Complier, yaitu compiler pemrograman bahasa C). ternyata programmer dan pakar UNIX seluruh dunia menyambut hangat dan sejak itu kerjasama besar-besaran membangun linux pun dimulai.

Perkembangan Linux Linux merupakan sistem operasi yang disebarluaskan secara bebas dibawah lisensi GPL yang juga berarti kode sumber Linux tersedia. Hal tersebut yang membuat Linux sangat istimewa dan cepat perkembangannya. Perkembangan Linux sangat pesat, menurut penelitian IDC pada bulan Juni 2000, 24% dari semua server yang diinstalasi pada tahun 1999 menggunakan Linux. Ms. Windows NT yang berkembang lebih awal mempunyai presentase 36% sedangkan gabungan berbagai macam UNIX mempunyai presentase 15%. Akan tetapi setelah adanya sistem operasi open source pada Linux, ini menyebabkan ada pertumbuhan yang lebih besar dari sebelumnya menjadi 39%. Perkembangan perangkat lunak kode terbuka dengan Linux merupakan trend baru dalam dunia komputer. Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran serta para perusahaan dunia, seperti: IBM, ORACLE, Informix, Netscape, Corel, Adaptec, Sun, Compaq, SAP, Novell, dan lainnya. Linux sebagai alternatif sistem operasi yang terus berkembang dan dikembangkan diberbagai platform. Platform yang didukung oleh Linux antara lain: a. Arsitektur x86, seperti Intel 80386/486/586/686 Pentium (Pro, II, III, 4 dan 64 bit), AMD & AMD 64 bit, Cyrix maupun prosesor yang setara. b. Sistem PC dengan multiprocessor simetris, dan notebook. c. Digital Alpha. d. Sun SPARC 64 bit. e. Motorola 68k. f. Macintosh, PowerPC. g. Amiga. h. Atari.

i. MIPS, dan banyak lagi. Sejalan dengan waktu kemampuan Linux berkembang, yang awalnya hanya dapat berjalan pada PC kini dapat menangani lebih dari sekedar PC. Linux tidak hanya dikembangkan untuk keperluan desktop pemakai rumah dan perkantoran tetapi dapat juga dipergunakan untuk sebuah sistem super komputer yang memiliki lebih dari satu prosessor. Berikut ini kemampuan Linux, antara lain : a. Kode sumber, karena Linux dibawah lisensi GPL sehingga kode sumber Linux tersedia hal ini sangat memudahkan para pengguna jika ingin mempelajari seluruh sistem, mengoptimalkan, maupun menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. b. Memenuhi kompatibilitas dengan POSIX, System V, dan BSD. c. Kompatibel di level binary dengan SCO, SVR3, SVR4. d. Multitasking, beberapa program jalan sekaligus. e. Multiuser, beberapa pengguna menggunakan mesin yang sama. f. Multiconsole, pengguna dapat melakukan login dengan nama user yang sama atau berbeda lebih dari satu kali tanpa menutup sesi sebelumnya dalam satu komputer. g. Multiplatform, tidak terbatas pada satu jenis prosesor. h. Multiprocessor, termasuk Sysmetrical Multiprocessor (hingga 16 processor dalam satu mesin) atau Cluster system (menggunakan banyak node yang terhubung dengan jaringan sebagai satu sistem). i.Melakukan proteksi memori antara proses, sehingga tak ada satu program yang dapat menyebabkan seluruh sistem crash.

j.Demand load executable, dalam arti Linux hanya akan membaca bagian program dari disk yang benar-benar dibutuhkan. k. Shared copy on write among executable, ini berarti lebih dari satu dapat menggunakan memori bersama-sama, dan memberikan dua keuntungan yaitu menaikkan kecepatan dan mengurangi penggunaan memori. l.Virtual Memori menggunakan paging, bukannya men-swap seluruh proses. m. Unified Memory Pool, sehingga memori dapat digunakan untuk program pengguna dan cache. n. Menyediakan core dump sehingga dapat melakukan analisis bila suatu program crash. o. Jaringan, Linux menggunakan protocol TCP/IP termasuk Network File System (NFS), Network Information Service (NIS), Session Message Block (SMB), dan lainnya.

Kelebihan Linux Dalam banyak hal linux memiliki keunggulan. Kita dapat melihatnya dari beberapa segi. Dari segi ekonomi, linux jelas ekonomis karena gratis. Dari segi teknologi tentunya juga tidak kalah dari sistem operasi lainnya, karena linux dikembangkan oleh banyak komunitas programmer sukarela dari seluruh dunia. Dari segi pendidikan, linux bersifat terbuka sehingga dapat dipelajari dan dikembangkan oleh siapapun. Berikut kelebihan-kelebihan linux yang akan membuat kita tertarik : 1. Bersifat Free, karena menggunakan lisensi GPL sehingga dapat didistribusaikan secara gratis, umumnya kita tidak perlu membayar

hingga semahal harga lisensi sistem operasi lainnya yang non-GPL. 2. Lengkap dan powerful, menyediakan banyak fungsi untuk berbagai

kebutuhan, misalnya membuat dokumen, mengedit teks, mengedit gambar, memainkan musik, video, internet, jaringan komputer dan sebagainya. 3. Didukung oleh banyak komunitas seluruh dunia dalam hal dokumentasi penggunaan, troubleshooting, dan bug fix, sehingga tidak bergantung dengan perusahaan atau vendor tertentu. 4. Lebih tahan terhadap virus. Linux berbeda dari windows dalam inti sistem operasinya dan sistem keamanannya pun lebih kuat. 5. Kompatibel dengan berbagai processor komputer keluaran intel (mulai dari 386 hingga intel Pentium 4), prosesor AMD, Cyrix/ibm, Motorola 68x000 dan lain sebagainya. Kekurangan Linux 1. Kurang populer, karena anggapan umum bahwa linux tidak user friendly; 2. Ketergantungan paket aplikasi yang harus di download secara manual, atau mengarahkan repository di alamat web tertentu seperti repo.ugm.ac.id atau kambing.ui.edu; 3. Deteksi perangkat keras yang terkadang kurang mendukung karena beberapa vendor perangkat keras yang bersifat tertutup kode sumber perangkat kerasnya. Distro - Distro Linux Kini banyak sekali distro-distro (varian) linux yang tersedia. Sebenarnya tidak ada perbedaan besar alam fungsi operasi masing-masing. Kernel yang digunakan sama-sama linux, perbedaan hanya pada paket-paket aplikasi yang disertakan. Konsep Pembuatan Distro Pembuatan distro bukan semata-mata hanya mencoba atau melakukan sebuah eksperimen, tetapi distro yang telah dibuat akan lebih bermanfaat jika dapat dikembangkan kembali. Ada beberapa metode pembuatan distro antara lain : a. Pembuatan distro dengan basis Linux From Scratch (LFS) . Metode ini

biasanya digunakan bagi pengembang untuk membuat distro tanpa bisa untuk dikembangkan lagi dalam hal ini distro dipakai untuk diri sendiri. Linux From Scratch merupakan cara pembuatan distro secara mandiri, dimana semua aplikasi dikompilasi dari kode sumber murni (pristine code). Kelemahan dari metode ini adalah distro yang dihasilkan tidak biasa dibuat satu ISO yang installable, dan sulit untuk didistribusikan kembali, kalaupun dapat dikembangkan hal tersebut memerlukan usaha yang besar serta memerlukan tim yang handal.

Gambar 1. Bagan pembuatan distro dengan konsep LFS b. Membuat distro dari turunan distro besar yang sudah mapan. Biasanya distro tersebut banyak dipakai sebagai basis atau rujukan pembuatan distro. Proses ini biasa dinamakan remastering distro. Proses remastering adalah memaketkan kembali distro yang menjadi basis distribusi rujukan menjadi sebuah distro baru. Perkembangan remastering di Indonesia sudah cukup terkenal beberapa distro karya anak bangsa seperti distro BlankOn, Kuliax, dan IGOS Nusantara. Keuntungan dalam pembuatan remastering distro adalah tidak perlu adanya pengumpulan paket serta kompilasi terhadap kernel, dan kestabilan sistem sudah terjamin karena menggunakan distribusi distro besar sebagai basis pembuatannya.

Gambar 2. Bagan pembuatan distro dengan menggunakan konsep remastering Beberapa pertimbangan dalam merencanakan pembuatan distro : 1. Distro spesifik, dibuat khusus untuk keperluan tertentu karena membuat sebuah distro yang dapat memenuhi keinginan semua user adalah relatif sulit, membuang waktu, tenaga dan biaya. Apalagi dilakukan oleh sendiri atau sekelompok kecil pengembang. 2. Distro basis, sebuah distro yang akan dibuat berdasarkan distro lain sebagai rujukan/basis memerlukan pertimbangan yaitu distro tersebut harus stabil serta dukungan komunitas yang kuat. Sebuah distro yang bersifat komersial tidak dapat dijadikan basis pembuatan distro, hal ini akan menyulitkan pengembangan dikemudian hari. Red Hat, Debian maupun Slackware dapat dijadikan rujukan dalam pembuatan distro, selain telah lama dikembangkan dukungan komunitas dari ketiga distro tersebut relatif kuat dan paket-paket yang dikembangkan cukup stabil. 3. Rencana pengembangan paket aplikasi, apabila memungkinkan distro dapat

dikembangkan serta dilepas secara rutin beserta paket yang dibutuhkan. 4. Cara instalasi, banyak cara instalasi yang didukung oleh Linux seperti menggunakan media floppy disk, CD-R, flash disk maupun DVD. 5. Penyediaan paket aplikasi, dalam kelanjutan sebuah distro diperlukan media untuk publikasi dan menyebarluaskannya. Internet merupakan media dengan cakupan global untuk menyebarluaskan dan memudahkan pengguna mengambil paket yang dibutuhkan dengan cara di unduh.

BAB 7 METODE PELAKSANAAN PROGRAM Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembuatan distro Linux Demid, terdiri dari langkah-langkah berikut : 1. Melakukan persiapan pertemuan dan pembentukan awal tim untuk menentukan jadwal dan pembagian tugas masing-masing . 2. Mengumpulkan informasi dan referensi baik buku maupun dari media internet yang terkait dengan penelitian. 3. Pelaksanaan kegiatan penelitian : instalasi dan konfigurasi tool-tool yang akan digunakan ; instalasi file iso image kedalam sistem virtual ; konfigurasi sistem virtual sesuai dengan kebutuhan seperti paket aplikasi dan tampilan desktop, serta optimasi system ; pembuatan image dari sistem virtual yang akan di burning kedalam satu CD. 4. Melakukan analisa dan uji coba hasil penelitian menggunakan perangkat komputer berspesifikasi rendah. 5. Menulis laporan hasil kegiatan penelitian.

BAB 8 JADWAL KEGIATAN

No 1 2 3 4 5 6

Kegiatan Persiapan Awal Pengumpulan Informasi dan Referensi Persiapan Alat dan Bahan Pelaksanaan Kegiatan Pengujian Hasil Kegiatan Penulisan Laporan BAB 9

Minggu ke II

III

DATA PERSONALIA PELAKSANA Tim Team Leader System Developer Application Developer Artwork Desain : Boy Eka Febrian Zain (09.02.7625) : Hidayat (09.02.7626) : Febrian Dwi Putranto (09.02.76) : Daniel Fiandita Krisendi (09.02.7593)

Waktu untuk kegiatan Penelitian : 10 Jam/minggu

DAFTAR PUSTAKA Aritenang, Wendy, Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan Perangkat Lunak Open Source, Deputi Menristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Seminar Nasional Indonesia Go Open Source diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika, STT PLN, Jakarta 6 Oktober 2004. Beekmans, Gerard,"Linux From Scratch" Version 5.0, http://www.linuxfromscratch.org, 1999-2003. Oet, Panduan Dalam Memilih Berbagai Distribusi Linux, INFOLINUX, Jakarta: PT Info Linux Media Utama, 9/I/2001. Wahana Komputer, Mari Mengenal Linux, Yogyakarta: Andi, 2002. http://www.bodhilinux.com/index.html