Anda di halaman 1dari 35

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Jenjang pendidikan formal dapat dimulai pada jenjang pendidikan prasekolah. Pendidikan dasar adalah bentuk pendidikan dimana anak mendapat kesempatan yang terarah menuju perkembangan seluruh aspek kepribadiannya. Melalui cara yang sesuai dengan sifat-sifat anak. Adapun sifat yang melekat secara kodrati pada diri anak adalah bermain. Seperti pendapat Frobel (dalam Depdikbud, 1990: 3) bahwa bermain adalah hak yang tidak diasingkan dari seorang anak, apabila diinginkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara wajar. Kebebasan anak selama bermain tidak perlu dikekang, karena seusai bermain anak akan kembali ke dunia realita. Untuk mengajak serta mendorong anak dalam mengembangkan daya fikir, imajinasi, kreatif , dan percaya pada diri sendiri dapat diajarkan melalui berbagai bentuk permainan. Diantara permainan tersebut adalah bercerita, syair, bernyanyi, sosiodrama dan lain sebagainya. Dengan teknik semacam ini secara tidak langsung mengajak anak untuk mengembangkan aspek kepribadian anak secara wajar dan alamiah. Untuk itu prinsip yang ada di pendidikan prasekolah adalah belajar sambil bermain. Oleh sebab itu lingkungan pendidikan prasekolah berbeda dengan lingkungan belajar di sekolah dasar. 1

Melihat kenyataan yang demikian tidak terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa usia pendidikan prasekolah membutuhkan suasana yang ceria, gembira dan sehat. Dalam mengembangkan aspek kepribadian anak yang positif sesuai dengan kodrati anak. Sesuai dengan pendapat Basedow (dalam Kasiram, 1983: 16) pengajaran harus menggembirakan dan menarik. Siswa prasekolah pada umumnya memiliki ciri-ciri anak yang sangat kreatif. Diantaranya yaitu rasa ingin tahu, eksploratif, imajinatif, dan rasa percaya pada diri sendiri. Untuk itu pendidikan hendaknya menciptakan suatu lingkungan yang disukai oleh anak. Dalam lingkungan tersebut anak merasa bebas untuk mengungkapkan pikiran dan perasannya, tanpa takut dicela atau dihukum. Oleh sebab itu sesuai dengan prinsip belajar sambil bermain di prasekolah Dalam kegiatan menyanyi lagu anak-anak tersebut secara tidak langsung anak sudah bertambah pengalaman dalam kegiatan berbahasa, berekspresi maupun pengetahuan intelektualitasnya. Sehingga anak dapat menguasai dan memahami makna kosa kata bahasa Indonesia. Lagu anak-anak merupakan hasil dari kreatifitas yang merupakan bagian dari budaya yang memiliki aspek beragam. Diantaranya dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan, menyampaikan pesan, bentuk kata, dan diksi dalam menyanyikan lagu anak-anak. Untuk itulah dalam mengungkap permasalahan tersebut peneliti memilih judul meningkatkan prestasi belajar kosa kata siswa TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kec. Trenggalek Kab. Trenggalek Melalui metode Lagu Anak-anak

B. Permasalahan 1. Ruang Lingkup Masalah Pelajaran seni musik di Taman Kanak-kanak bukan merupakan bidang pengembangan tersendiri seperti yang ada pada sekolah dasar . Melainkan meliputi semua bidang pengembangan lainnya. Oleh sebab itu unsur musik di Taman Kanak-kanak digunakan untuk menyampaikan kegiatan pengajaran, yang sekaligus berfungsi sebagai metode atau teknik. Karena musik pada umumnya disenangi oleh anak-anak, dalam hal ini khususnya pada kegiatan menyanyi lagu anak-anak. Untuk itu penelitian tentang Tingkat Penguasaan Pelafalan Kosakatata Bahasa Indonesia Anak Prasekolah Melalui Lagu Anak-anak Di TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kec. Trenggalek Kab. Trenggalek, unsur kosakatata dalam nyanyian yang diteliti. Adapun unsur-unsur kosakatata dalam nyanyian yang dinyanyikan anak, yang akan diteliti adalah pelafalan huruf. 2. Batasan Masalah Setiap kehidupan mempunyai permasalah sendiri dan kadar

permasalahan tersebut akan tergantung pada persoalan kehidupan msingmasing. Namun dengan adanya daya dan aktivitasnya manusia akan berusaha keluar dari permasalahan tersebut, walaupun harus dilakukan berulang-ulang. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka peneliti akan membatasi masalah yang akan diteliti.

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu dari segi pelafalan huruf. Dalam kegiatan menyanyi yang dilakukan oleh anak Prasekolah yang pada umumnya berusia 4 sampai 6 tahun. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimanakah tingkat penguasaan pelafalan kosa kata bahasa Indonesia anak melalui lagu anakanak di TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kec. Trenggalek Kab. Trenggalek Tahun 2009? C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk memperoleh deskripsi tentang tingkat penguasaan kosakatata bahasa Indonesia anak Prasekolah melalui lagu anak-anak. 2. Tujuan Khusus Secara khusus tujuan penelitian ini adalah: a. Untuk memperoleh deskripsi tentang tingkat penguasaan pelafalan huruf bahasa Indonesia anak Prasekolah melalui lagu anak-anak. b. Untuk memperoleh deskripsi tentang penguasaan pelafalan huruf kosakata bahasa Indonesia anak Prasekolah melalui lagu anak-anak. c. Untuk memperoleh deskripsi tentang tingkat penguasaan makna kosakatata anak prasekolah melalui lagu anak-anak.

D. Asumsi Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa asumsi sebagai berikut: 1. Melalui lagu anak-anak, anak prasekolah dapat mengungkapkan pendapat dan sikap dalam bahasa Indonesia dengan lafal yang tepat. 2. Anak Prasekolah dapat bertambah kosakatatanya melalui lagu anak-anak. 3. Dengan menyanyikan lagu anak-anak, anak Prasekolah memiliki tingkat penguasaan makna kosakatata yang berbeda-beda. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat guna mengetahui tingkat penguasaan kosakatata bahasa Indonesia anak prasekolah melalui lagu anak. Dengan penelitian ini diharapkan pula dapat menjadikan bahan informasi: 1. Kepada Guru Sebagai informasi kepada guru, untuk dujadikan pedoman bahwa melalui lagu anak-anak, anak dapat melafalkan huruf, menambah kosa kata dan sekaligus mengetahui makna kosakatata bahasa Indonesia. Sehingga anakdapat berbahasa Indonesia tanpa mengalami hambatan. 2. Kepada Masyarakat Umum Dalam penelitian ini, sekiranya dapat bermanfaat bagi masyarakat umum untuk dijadikan motivasi dan turut serta bertanggung jawab. Dalam menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya nyanyian atau lagu anak-anak di Taman Kanak-kanak.

F. Penegasan Istilah Untuk menghindari timbulnya penafsiran yang berbeda-beda dalam istilah penelitian ini, maka di bawah ini ada beberapa istilah yang perlu disepakati bersama. 1. Penguasaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993:534) adalah pemahaman, kesanggupan untuk menggunakan (pengetahuan, kepandaian, dan sebagainya) misanya bahasa anak didik perlu ditingkatkan. 2. Kosakatata menurut pendapat Soedjito (1992:1) adalah perbendaharaan kata yang dapat diartikan sebagai: Semua kata yang terdapat dalam satu bahasa. Kekayaan kata yang dimiliki oleh pembaca atau penulis. Kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan.

3. Lagu anak-anak adalah lagu atau nyanyian yang diciptakan khusus untuk anak-anak, dengan menggunakan bahasa yang sederhana yang diajarkan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran. 4. Prasekolah adalah bentuk pendidikan formal yang dimulai pada usia 3-6 tahun guna membantu meletakkan dasar pengembangan sikap, pengetahuan, daya cipta, dan keterampilan di luar lingkungan keluarga bagi anak usia sebelum memasuki pendidikan dasar (Depdikbud, 1991:20). 5. Taman Kanak-kanak mengandung arti sempit tempat (sekolah) yang nyaman untuk bermain.

BAB II KERANGKA TEORI

A. Pengantar Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan manusia, karena disamping berfungsi sebagai alat untuk menyatakat pikiran dan perasaan orang lain, sekaligus berfungsi sebagai alat untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Kemampuan berbahasa tidak hanya diperlukan oleh manusia yang sudah dewasa saja tetapi juga diperlukan bagi kehidupan anak-anak. Melihat hal yang demikian peranan sekolah sebagai tempat untuk mendidik dan mengajar sangat diperlukan, selain pendidikan di lingkungan keluarga. Dari pendidikan di sekolah itulah anak mulai belajar mengembangkan aspek kepribadiannya, dan kemampuan berbahasa yang disesuaikan dengan perkembangan anak secara wajar dan alamiah. Kemampuan anak dalam berbahasa dapat dibimbing dan dituntun oleh seorang guru yang tanpa disadari oleh anak, bahwa anak telah mendapat perbendaharaan kosakatata baru. Oleh sebab itu dalam menyampaikan bahan-bahan pengembangan guru dapat memilih salah satu atau gabungan metode yang sesuai dengan bahan pengembangan, kebutuhan, minat, dan kemampuan anak serta lingkungannya. Salah satu bentuk kegiatan adalah menyanyi. Dengan suasana yang demikian tanpa disadari oleh anak bahwa guru sedang menyampaikan materi yang telah disusun, tujuan yang telah ditetapkanpun dapat tercapai. Seperti pendapat 7

Kasiram (1983: 71) bahwa tujuan permainan adalah terletak pada permainan itu sendiri dan tercapai pada waktu bermain.

B. Penguasaan Kosakatata Baru Sebagai Dasar Komunikasi Bahasa tidak dapat dipisahkan dari manusia dan selalu mengikuti di dalam setiap aktivitasnya, dan bahasa merupakan alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Jadi merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa harus dimiliki oleh setiap manusia. Sebab merupakan suatu hal yang tidak mungkin bahwa informasi tanpa menggunakan bahasa. Begitu pula dengan orang yang menyampaikan pesan baik apabila ia tidak menguasai kosa kata bahasa tertentu. Penguasaan bahasa dan kepandaian berbahasa itu sendiri merupakan hasil dari pendidikan seperti yang dikemukanan oleh Samsuri (1987: 37). Jika seorang anak dididik dan dibesarkan di dalam keluarga dan lingkungan yang tidak berbahasa Jawa, maka mau tidak mau ia tidak akan pandai pula berbahasa Jawa, maka mu tidak mau ia tidak akan pandai berbahasa Jawa. Ia akan pandai berbahasa yang dipakai di dalam lingkungan keluarga itu. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling penting dalam kegiatan serhari-hari. Dengan bahasa kita dapat menangkap motif keinginan, latar belakang pendidikan, pergaulannya, adat istiadatnya, dan lain sebagainya. Maka benarlah kalau dikatakan bahwa pendidikan adalah sebagai pendayagunaan bahasa untuk peralihan pengalaman dan atau budaya (Alwasilah, 1990: 159). Seorang akan

dapat berkomunikasi dengan lancar apabila ia memiliki kemampuan penguasaan kosakatata bahasa tersebut. Oleh sebab itu kemampun penguasaan kosakata bahasa tertentu harus dimiliki oleh setiap individu. Untuk memupuk dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia dalam lembaga pendidikan, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Apapun penggunaan bahasa Indonesia tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Oleh karena itu tentulah berbeda cara mengajarkan bahasa Indonesia pada jenjang pendidikan Prasekolah kelas dengan sekolah dasar. Dalam mengajarkan bahasa Indonesia di Prasekolah kosakatata bahasa Indonesia dapat dikenalkan dan dikembangkan melalui berbagai jenis kata dalam bentuk kegiatan sehari-hari. Misalnya nama-nama binatang disekitarnya, mengenalkan gambar-gambar dan menceritakan isi gambar, mengenalkan konsep waktu dan ruang, mengenalkan kata sambung, kata penghubung, kata imbuhan, kata sifat dan sebagainya (Saleh, 1991: 5). Agar kosakatata bahasa Indonesia diminati oleh anak, sehingga menimbulkan minat pada anak untuk senang berbahasa Indonesia, dapat dikenalkan dan dikembangkan dengan metode atau teknik bernyanyi. Teknik ini dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Penggunaan metode tersebut akan mempermudah bagi anak untuk mengingat kosakatata bahasa Indonesia yang sederhana dan konkrit, sesuai dengan perkembangan anak dan

10

usia anak. Dengan demikian akan mengembangkan sikap senang berbahasa, dengan melatihkan penggunaan bahasa yang komunikatif. Secara perlahan-lahan disamping anak dapat mengusai kosakatata bahasa Indonesia anak juga dapat memahami perintah, menerapkan dan

mengkomunikasikan isi perintah tersebut dengan benar. Dengan demikian anak tidak akan merasa terhambat dalam berkomunikasi yang disebabkan terbatasnya kemampuan berbahasa. Untuk menunjang keberhasilan dalam mempelajari kosakatata dapat dilakukan dengan jalan menyimak, meniru dan mempraktekan (Tarigan, 1980: 12). Oleh sebab itu dalam pengajaran bahasa mencakup empat unsur keterampilan yaitu: a. Keterampilan menyimak b. Keterampilan berbicara c. Keterampilan membaca d. Keterampilan menulis Dari keempat keterampilan tersebut, keterampilan menyimak dan keterampilan berbicara yang paling mudah dilakukan oleh anak prasekolah. Perkembangan bahasa anak usia Prasekolah menurut Admodiwiryo (1990: 34) ada empat hal yaitu: a. Mengerti pembicaraan orang lain. b. Menambah perbendaharaan orang lain c. Menggabungkan kata menjadi kalimat

11

d. Mengucapkan yang benar Agar keempat hal tersebut dapat tercapai, anak diberi motivasi supaya mau menyimak dan sekaligus mau dan dapat mengungkapkan ide-ide yang dimilikinya. Pengungkapan tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Untuk itu guru hendaknya mampu menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang mendorong ke arah tersebut. Di samping itu pengugunaan metode yang tepat dapat menghidupkan suasana belajar dalam kelas, yang menyebabkan anak senang mendengarkan keterangan dari guru. Akhirnya anak mau dan dapat mengungkapkan ide-idenya dengan mengucapkan bahasa Indonesia yang benar sesuai dengan tingkat kemampuan anak masing-masing. Guru dapat memilih teknik atau metode menyanyi dalam memperkenalkan kosakatata bahasa Indonesia. Dengan metode ini anak akan ikut menirukan dan sekaligus mempraktekkannya bersama-sama dengan gurunya lagu tersebut dinyanyikan bersama-sama, selanjutnya guru menjelaskan makna setia kata yang ada pada lagu tersebut. Penjelasannya dengan menggunakan bahasa ibu dan bahasa Indonesia. Apabila anak-anak tersebut sudah dapat menyanyikan lagu tersebut denga baik, dan dapat memahami makna pada setiap kosakatata. Selanjutnya guru dapat mengajak anak untuk mengembangkan aspek kognitif dan kemampuan berbahasa lisan, melatih cara berfikir dan membentuk konsep, maka dapat dilakukan keguatan bercakap-cakap ini dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia

12

yang sederhana sesuai dengan perkembangan anak. Kegiatan tersebut misalnya dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan lagu tersebut. Pertanyaan seperti bagaimanakah jalanya seekor kelinci? Atau anak disuruh untuk bercerita tentang pengtalaman yang dialami oleh anak. Bercerita dengan mengunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak masing-masing. Selain itu melalui kegiatan menyimak atau mendengarkan melatih anak untuk menangkap dan memahami pembicaraan orang lain.

C. Penguasaan Palafalan Huruf Melalui Lagu Anak-anak Minat anak tehadap membaca dan menulis pada umumnya timbul dari kegemarannya akan buku-buku cerita, buku-buku bergambar, syair-syair, nyanyian dan lain sebagainya (Dekdikbud, 1991: 41). Sebenarnya anak-anak dikenalkan pada kosa kata bahasa Indonesia yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Baru setelah anak mampu menggunakan kosakatata sebagai kegiatan untuk bekomunikasi, anak dikenalkan dengan bermacam-macam huruf. Adapun huruf-huruf yang dikenalkan pada anak mulai dari rangkaian huruf yang membentuk kata-kata yang berarti. Di dalam kata dapat digunakan untuk mengenalkan huruf /a/, /b/, /c/, /d/, /z/. untuk mengenalkan lafal-lafal huruf bahasa Indonesia kepada anak diperlukan kemampuan menyimak yang baik. Hal ini menuntut aga anak mau mendengarkan dan menirukan huruf-huruf yang dilafalkan oleh guru, sambil memperlihatkan bentuk tulisan hurufnya. Untuk

13

menarik perhatian anak agar mau menyimak sekaligus mau menirukan dan menulis lafal-lafal huruf yang diajarkan oleh guru mak, guru dapat mengenalkan melalui bentuk permainan. Adapun bentuk permainannya melaui lagu-lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh anak. Misalnya lagu Dua Mata Saya. / dua mata saya // untuk melihat bapak // dua telinga saya // untuk mendengar ibu// satu hidung saya // untuk mencium bunga // satu mulut saya // untuk berkatakata /. Melalui lagu tersebut kemampuan masing-masing anak dalam melafalkan huruf yang ada pada lagu tersebut dapat terlihat. Melalui menyanyi sambil mengenalkan huruf anak akan lebih mudah untuk mengenal, menguasai, dan mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam bahasa Indonesia, dengan lafal yang tepat. Disamping itu kegiatan yang dilakukan ini akan memperkaya perbendaharaan kata, dan dapat melatih daya ingatan anak akan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia.

14

BAB III METODE PENELITIAN

1. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah : TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek meliputi : Anak-anak TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek Pendidik TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek Pimpinan TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek

2. Metode Penelitian Penelitan ini menggunakan metode interpretative yaitu menginterpretasikan data mengenai fenomena / gejala yang di teliti di lapangan.

3. Instrument Penelitian Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah a. Observasi

15

Yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. b. Wawancara Yaitu Tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah/untuk menggali informasi tentang fokus penelitian. c. Dokumentasi Yaitu mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas mengenai fokus penelitian.

16

BAB IV HASIL PENELITIAN

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis data. Menurut Molenong (1993: 103) adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema. Disamping itu juga dilakukan analisis domain untuk menemukan tingkat penguasaan kosakatata bahasa Indonesia. Adapun hasil penelitian ini akan dipaparkan, urutannya sebagai berikut, penguasaan anak dalam mengucapkan kosakatata bahasa Indonesia melalui lagi anak-anak, penguasaan anak dalam melafalkan fonem bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak, penguasaan makna bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak.

A. Penguasaan Kosakatata Anak Dalam Lagu Anak-anak Kosakatata yang ada dalam lagu anak-anak cenderung bersifat konkrit dan memiliki makna yang jelas. Hal ini disebabkan oleh kesederhanaan penguasaan kosakatata yang dimiliki oleh anak-anak. Namun adakalanya pada kosakatata tertentu mengalami perulangan, agar anak cepat dan mudah untuk

menghafalkannya. Seperti pada lagu berjalan-jalan yang bunyinya sebagai berikut: / lihat kekiri // lihat ke kanan // hati-hati menyeberang jalan // jangan ragu bimbang // lihat ke depan // kakak disampingmu. 16

17

Kosakata yang digunakan dalam lagu tersebut sangat sederhana, yang sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak. Dengan mengajarkan nyanyian kepada anak secara berulang-ulang, maka anak lebih mudah mengingat atau menghafalkannya. Diharapkan juga mampu untuk mengucapkan kosakatatanya secara sempurna. Kegiatan ini dapat ditunjang juga dengan ekspresi gerakan yang sesuai dengan lagu yang dinyanyikan. Hal ini dapat dilihat pada tabel penilaian mengenai kosakatata. Dari 20 anak yang diteliti masing-masing menyanyikan lagu sebanyak dua buah lagu. Dalam pelaksanaan penilaian ini penulis dibantu oleh dua orang guru, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan anak dalam menguasai kosakatata bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak adalah positif (+). Seperti kosakatata di bawah ini: Terima kasihku Penat Al Quran Sholat Menyeberang Lihat Mendengar Sebatang Kubawa Kupegang Kacau dalam lagu Berpisah dalam lagu Berpisah dalam lagu Mengaji dalam lagu Berjalan-jalan Berjalan-jalan dalam lagu Dua Mata Saya dalam lagu Layang-layang dalam lagu Layang-layang dalam lagu Balonku dalam lagu Balonku korpus (no 5) korpus (no 6) korpus (no 3) korpus (no 1) korpus (no 8) korpus (no 8) korpus (no 4) korpus (no 7) korpus (no 7) korpus (no 9) korpus (no 9)

18

Makna 01 Lagu No. 1 Bila Aku Bangun Dini Hari Kulipat Selimut Dengan Rapi Terus Mandi Dan Gosok Gigi Sholat Shubuh Tak Lupa Lagi + + + + + + + + + + + + + + + + +

Penilaian 02 03 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Makna 04 Lagu No. 2 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Ular Naga Panjangnya Bukan kepalang Menjalar-jalar Selalu Kian kemari Umpan Yang Lezat Itulah Yang Dicari Itu dianya Yang terbelakang + + + + + + + + + + + + + + + 01

Penilaian 02 03 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

04 + + + + + + + + + + + + + +

19

Makna 05 Lagu No.3 Kitabku Al Quran Berisi Pedoman Dan Penunjuk Jalan Menuju Ridho Tuhan Bismillah Aku mulai Mengaji Al Quran Ingin Kumengerti Bismillah Akukan Pergi Mengaji Tak Ingin Kumenyesal Nanti Makna + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Penilaian 06 07 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Makna 08 Lagu No. 4 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Makna Dua Mata Saya Untuk Melihat Bapak Dua Telinga Saya Untuk Mendengar Ibu Satu Hidung Saya Untuk Mencium Bunga Satu Mulut Saya Untuk Berkata-kata + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + 05

Penilaian 06 07 08 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Penilaian

Penilaian

20

09 Lagu No. 5 Jika Kupergi Dari Sekolahku Tidak Kulupa Pada Pak guru Tidak Kulupa Pada Bu guru Ilmu Yang Kukejar Selama Belajar Dibimbing Bu guru Di kukenang Dan kuberi Bintang Tanda Trima kasihku Makna Lagu No. 7 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + 13

10

11

12 Lagu No. 6

09

10

11 1 2

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Meloncat-loncat Jalan Kelinciku Telinganya Bergerak Selalu Kukejar-kejar Sampai Aku Penat Tak Tertangkap Hap Karena Cepat

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + Penilaian 14 15

Makna 16 Lagu No. 8 13

Penilaian 14 15 16

21

Kuambil Bambu Sebatang Kupotong Sama Panjang Kuraut Dan kutimbang Dengan Benang Kujadikan Laying-layang Bermain Berlari Bermain Layang-layang Bermain Kubawa Ke tanah Lapang Hati Gembira Dan

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Lihat Ke kiri Lihat Ke kanan Hati-hati Menyeberang Jalan Jangan Ragu Bimbang Lihat Ke depan Kakak Di samping

+ + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + -

Riang + + + + C. Pelafalan Huruf Melalui Lagu Anak-anak Lagu anak-anak tercipta dari gabungan huruf-huruf yang apabila diucapkan menghasilkan suatu kata tertentu yang bermakna. Seperti kata layanglayang, meloncat, bermain, berlari dan lain sebagainya. Dari kata-kata itu terdapat

22

huruf yang berupa vokal maupun konsonan. Adapun huruf-huruf yang ada dalam bahasa Indonesia dapat dikenalkan dan diajarkan kepada anak, melalui lagu anakanak. Tentunya lagu tersebut ini lagu sesuai dengan dunia anak. Untuk mengenalkan huruf-huruf dapat dilakukan kegiatan bermain dengan menyanyikan lagu anak-anak dibawah ini: / ular naga panjangnya // bukan kepalang // menjalar-jalar // selalu kian kemari // umpan yang lezat // itulah yang dicari // itu dianya // yang terbelakang /. Dalam menyanyikan lagu anak-anak tersebut, anak diusahakan menyanyi dengan suara yang keras, sehingga ucapan huruf masing-masing anak dapat terdengar dengan jelas. Selesai anak menyanyi bersama-sama mengenai bermacam-macam lagu yang telah diajarkan oleh guru, selanjutnya, masing-masing anak menyanyikan lagu sebanyak dua buah lagu. Dua buah lagu yang dinyanyikan tersebut sebagai bahan untuk diteliti mengenai pelafalan huruf yang diucapkan oleh masing-masing anak. Hal ini dajpat dilihat pada tabel penilaian mengenai pelafalan. Berdasarkan penilaian tiga orang guru termasuk peneliti sendiri dapat dikatakan bahwa, kemampuan anak dalam melafalkan huruf bahasa Indonesia adalah positif (+). Kemampuan anak dalam melafalkan huru bahasa Indonesia seperti di bawah ini: Huruf / r / pada bunyi Al Quran Huruf / i / pada bunyi bimbing Huruf / a / pada bunyi sampai Huruf / r / pada bunyi terima kasih dalam lagu Mengaji korpus (No. 3) dalam lagu Berpisah korpus (No. 5) dalam lagu Kelinciku korpus (No. 6) dalam lagu Berpisah korpus (No. 5)

23

Huruf / ny / pada bunyi menyesal

dalam lagu Berpisah korpus (No. 5)

Huruf / j / pada bunyi menjalar-jalar dalam lagu Ular Naga korpus (No. 2) Huruf / z / pada bunyi lezat Huruf / u / pada bunyi ibu Huruf / r / pada bunyi tertangkap Huruf / n / pada bunyi penunjuk Huruf / u / pada bunyi subuh dalam lagu Ular Naga korpus (No. 2) dalam lagu Dua Mata Saya korpus (No. 4) dalam lagu Kelincikukorpus (No. 6) dalam lagu Mengaji korpus (No. 4) dalam lagu Sholat Subuh korpus (No. 1)

Adapun huruf-huruf yang belum mampu atau belum sempurna diucapkan olehanak diberi tanda negatif (-). Bunyi-bunyi huruf yang belum mampu diucapkan seperti huruf / c / berubah menjadi / y / dalam kata mencium, huruf / u / berubah menjadi / o / dalam kata untuk, huruf / n / berubah menjadi / r / dalam kata bergerak, huruf / r / menjadi / l / dalam kata raut, huruf / i / menjadi / e / dalam kata samping, huruf / l / berubah menjadi / r / dalam kata Al Quran.

Makna Lagu No. 1 Bila Aku Bangun

Penilaian 01 02 03 + + + + + + + + +

Makna 04 Lagu No. 2 + + + Ular naga Panjangnya Bukan kepalang

Penilaian 01 02 03 + + + + + + + + +

04 + + +

24

Dini Hari Kulipat Selimut Dengan Rapi Terus Mandi Dan Gosok Gigi Sholat Subuh Tak Lupa Lagi

+ + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + +

Menjalar-jalar Selalu Kian kemari Umpan Yang Lezat Itulah Yang Dicari Itu dianya Yang Terbelakang

+ + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + +

Makna 05

Penilaian 06 07

Makna 08 05

Penilaian 06 07 08

25

Lagu No.3 Kitabku Al Quran Berisi Pedoman Dan Penunjuk Jalan Menuju Ridho Tuhan Bismillah Aku mulai Mengaji Al Quran Ingin Kumengerti Bismillah Akukan Pergi Mengaji Tak Ingin Kumenyesal Nanti Makna 09 Lagu No. 5 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Lagu No. 4 Dua Mata Saya Untuk Melihat Bapak Dua Telinga Saya Untuk Mendengar Ibu Satu Hidung Saya Untuk Mencium Bunga Satu Mulut Saya Untuk Berkata-kata + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Penilaian 10 11

Makna 12 Lagu No. 6 09

Penilaian 10 11 12

26

Jika Kupergi Dari Sekolahku Tidak Kulupa Pada Pak guru Tidak Kulupa Pada Bu guru Ilmu Yang Kukejar Selama Belajar Dibimbing Bu guru Di kukenang Dan kuberi Bintang Tanda Trima kasihku Makna Lagu No. 7 Kuambil

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Meloncat-loncat Jalan Kelinciku Telinganya Bergerak Selalu Kukejar-kejar Sampai Aku Penat Tak Tertangkap Hap Karena Cepat

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + +

Penilaian 13 14 15 + +

Makna 16 Lagu No. 8 + Lihat + 13

Penilaian 14 15 + +

16 +

27

Bambu Sebatang Kupotong Sama Panjang Kuraut Dan kutimbang Dengan Benang Kujadikan Laying-layang Bermain Berlari Bermain Layang-layang Bermain Kubawa Ke tanah Lapang Hati Gembira Dan Riang

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Ke kiri Lihat Ke kanan Hati-hati Menyeberang Jalan Jangan Ragu Bimbang Lihat Ke depan Kakak Di samping

+ + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + + + + + -

D. Mengenalkan Makna Bahasa Indonesia Melalui Lagu Anak-anak Salah satu cara untuk mengajarkan perilaku kepada anak untuk mengembangkan aspek sosial, daya pikir, dan mengembangkan pengetahuan

28

kepada anak dapat dilakukan melalui kegiatan menyanyi. Lagu anak-anak sebagai salah satu media pengajaran, tentu saja didalamnya terkandung suatu pesan yang mendidik. Seperti yang terdapat dalam lagu berikut: / ibu-ibu // ini raporku // tak ada angka merah // semua buru // karena rajin belajar // setiap waktu // mana bu-mana bu // hadiah untukku /. Dengan menyanyikan lagu diatas, bertujuan untuk menyuruh anak agar selalu rajin dalam belajar. Penggunaan kosakata yang sederhana akan mempermudah anak untuk memahami makna kalimat yang ada pada lagu tersebut. Selain itu anak juga akan lebih mudah untuk mengingat-ingat kosakatata bahasa Indonesia yang ada. Baik mengenai kata perintah, larangan, suruhan, nama alat transportasi, nama anggota tubuh dan fungsinya dan lain sebagainya. Pada umumnya anak akan mampu memahami makna kalimat dalam bahasa Indonesia. Apabila kosakatata pada kalimat tersebut abstrak bagi anak usia sekolah dini. Hal ini dapat dilihat pada tabel penilaian mengenai penguasaan makna bahasa Indonesia. Dari 20 anak yang diteliti, masing-masing akan menyanyikan sebanyak dua buah lagu. Kemampun anak dalam memahami makna bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak adalah positif (+). Adapun makna yang tidak mampu dikuasai oleh anak diberi tanda negatif (-).

Makna 01

Penilaian 02 03

Makna 04 01

Penilaian 02 03

04

29

Lagu No. 1 Bila aku bangun dini hari Kulipat selimut dengan rapi + + + +

Lagu No. 2 Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat Itulah yang dicari + + + +

Terus madi dan gosok gigi

Sholat subuh tak lupa lagi

+ Itulah dianya yang terbelakang + + + +

Makna

Penilaian

Makna

Penilaian

30

05 Lagu No. 3 Kitabku Al Quran berisi pedoman Dan penunjuk jalan menuju ridho Tuhan Bimillah aku mulai mengaji Al Quran ingin kumengerti Bismilah akukan pergi mengaji Tak ingin menyesal nanti +

06

07

08 Lgu No. 4 Dua mata saya

05

06

07

08

Untuk melihat bapak

Dua telingan saya

Untuk mendengar ibu +

Satu hidung saya Untuk mencium bunga

+ Satu mulut saya Untu berkata-kata + + + +

Makna

Pengertian

Makna

Pengertian

31

09 Lagu No. 5 Jika kupergi dari sekolahku Tidak kulupa pada pak guru Tidak luga pada bu guru Ilmu yang kukejar selam belajar Dimbing bu guru Dia kukenang dan kuberi bintang +

10

11

12 Lagu No. 6 Meloncat-loncat jalan kelinci

09 +

10 +

11 +

12 +

Telingnya bergerak selalu Kukejar-kejar sampai aku penat

Tak tertangkap hap karena cepat

Tanda terima kasihku

Makna

Penilaian

Makna

penilaian

32

13 Lagu No. 7 Kuambil bambu sebatang Kupotong sama panjang Kuraut dan kutimbang dengan benang Kujadikan layang-layang Bermain berlar bermain layang-layang Bermain kubawa ke tanah lapang Hati gembira dan riang +

14 +

15 +

16 Lagu No. 8 + Lihat ke kiri lihat ke kanan Hati-hati menyeberang jalan Jangan ragu bimbang

13 +

14 +

15 +

16 +

+ +

+ +

+ +

+ +

Lihat ke depan kakak di sampingmu

BAB V

33

KESIMPULAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitain ini, maka dapat disimpulkan bahwa penguasaan kosakatata, pelafalan huruf, dan penguasaan makna bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Kemampuan anak dalam menguasai kosakatata bahasa Indonesia

melalui lagu anak-anak adalah baik. Tetapi ada juga dalam kosa kata tertentu anak belum mampu untuk mengucapkannya dengan sempurna.

Kekurangmampuan penguasaan kosakatata tersebut disebabkan kosakata tersebut tidak terbiasa digunakan dalam berkomunikasi. Menyebabkan kosa kata tesebut terlalu sulit untuk diingat-ingat oleh anak. 2. Kemampuan anak dalam memahami makna bahasa Indonesia adalah

baik anak-anak telah banyak yang mampu memahami makna anjuran, larangan, dan perintah. Begitu juga dengan pemahaman mana yang lainnya. Tetapi ada juga kata-kata dalam bahasa Indonesia yang kurang dipahami atau dikuasai oleh anak. Hal ini karena kata-kata tersebut sifatnya tidak konkrit, sehingga terlalu sulit bagi anak untuk mereka-reka makna yang ada dalam lagu tersebut.

B. Saran-saran

33

34

Berdasarkan hasil penelitain dan kesimpulan tersebut maka, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Sebagai guru prasekolah khususnya, hendaknya lebih ditingkatkan

keterampilannya. Dalam menggunakan nyanyian atau lagu anak-anak sebagi sarana untuk mendidik. Selain untuk mengembangkan pengetahuan pada umumnya, dan perkembangan anak. Pada akhirnya dapat menimbulkan sikap senang dan mau menggunakan bahasa Indonesia pada anak usia dini. Juga anak tidak lagi mengalami hambatan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. 2. Kepada masyarakat umum khususnya para orang tua anak didik,

hendaknya turut berperan serta dalam pendidikan yang sedang berlangsung. Karena pendidikan anak yang paling banyak waktunya disaat anak berada di rumah. Begitu pula dengan cara kegiatan berkomunikasi dengan

menggunakan bahasa Indonesia. Dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Seperti membantu dalam kegiatan belajar, bermain, menanyakan kejadian yang dialami anak selama di sekolah, dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

35

Alwasilah, A. Chaedar. 1990. Sosiologi Bahasa, Bandung: Angkasa Depdikbud 2000. Kurikulum SD GBPP Bidang Pengembangan Kemampuan Berbahasa, Jakarta. Kartono, Kartini, 1989. Peranan Keluarga Memandu Anak, Jakarta: Rajawali. Kasiram, Moh. 1983. Ilmu Jika Perkembangan Bagian Ilmu Jiwa Anak, Surabaya: Usaha Nasional. Moleong, Lexy. 1993. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Surabaya, FKIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Samsuri, 1987, Analisis Bahasa, Jakarta: Erlangga. Soedjito, 1992, Kosakatata Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia. Zainudin, 1985, Pengetahuan Kebahasaan Pengantar Linguistik Umum, Surabaya: Usaha Nasional.

35