Anda di halaman 1dari 6

Pengembangan Sumber Daya Air - II Dosen: Dr.Ir.Gindo Maraganti Hasibuan,M.M. Mahasiswa: Dhani Aprisal R.

/ 07 0404 091

I.

Hubungan Antara Konservasi dan Tata Ruang Konservasi sumber daya air merupakan upaya melestarikan, melindungi sumber daya air. Kesemua tujuan konservasi sumber daya air ini memiliki satu fokus utama yaitu untuk terwujudnya suatu kondisi hidrologis yang optimal meliputi kwantitas, kwalitas dan distribusi. Adapun penyelenggaraan konservasi pastilah membutuhkan kerjasama berbagai pihak. Seperti dinas-dinas terkait serta yang tak kalah penting adalah peran masyarakat dalam upaya pelestarian sumber daya ini. Acuan kegiatan konservasi sumber daya air adalah Pola Pengelolaan Sumber Daya Air yang ditetapkan pada setiap wilayah sungai. Output dari konservasi sumber daya air menjadi salah satu acuan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW (Ayat (3) pasal 20 UU Sumber daya air) Menurut Djakapermana (2006), penataan ruang adalah suatu proses yang melibatkan berbagai komponen kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan buatan yang saling berkaitan secara sistem. Menurut UU No. 26 Tahun 2007 adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang dengan tujuan: a) terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan; b) terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan

sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia; dan c) terwujudnya pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Hubungan antara konservasi sumber daya air dan tata ruang adalah setiap kegiatan konservasinya akan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan pada setiap wilayah sungai dan menjadi acuan dalam perencanaan tata ruang yang meliputi: y y y Perlindungan dan pelestarian sumber daya air Pengawetan air Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.
1

Pengembangan Sumber Daya Air - II Dosen: Dr.Ir.Gindo Maraganti Hasibuan,M.M. Mahasiswa: Dhani Aprisal R. / 07 0404 091

Konservasi dan tata ruang wilayah erat kaitannya, dengan tujuan untuk menjaga kelangsungan: y y y Keberadaan sumber daya air yaitu terjaganya keberlanjutan keberadaan air dan sumber air, termasuk potensi yang terkandung di dalamnya. Daya dukung sumber daya air: kemampuan sumber daya air untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Daya tamping air dan sumber air: kemampuan air dan sumber air untuk menyerap zat, energi dan/atau komponen lainnya yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Gambar 1 Urutan Strategi perencanaan konservasi air dan tanah (setelah Parrens and Trustum,1984 dalam Suripin , 2002)

Pengembangan Sumber Daya Air - II Dosen: Dr.Ir.Gindo Maraganti Hasibuan,M.M. Mahasiswa: Dhani Aprisal R. / 07 0404 091

Dardak (2007) menyatakan tujuan pembangunan dari perspektif penataan ruang adalah untuk mewujudkan ruang yang: y y Nyaman: memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk mengartikulasikan nilai-nilai sosial budaya dan fungsinya sebagai manusia. Produktif: proses produksi dan distribusi berjalan secara efisien sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing. Berkelanjutan: kualitas lingkungan fisik dapat dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan, tidak hanya untuk kepentingan generasi saat ini, namun juga generasi yang akan datang.

Dengan prinsip Nyaman, Produktif dan Berkelanjutan di dapat suatu penataan ruang yang baik, didasarkan atas siklus penataan ruang yaitu siklus dimulai dengan adanya 1) kebijakan dalam menyelenggarakan proses penataan ruang, 2) penyusunan/penetapan rencana tata ruang baru atau revisi, RTRW (nasional, provinsi, kab/kota) dan RDTR, 3) pemanfaatan ruang sesuai dengan kesepakatan bersama dalam tata ruang dan fokusnya pengendalian tata ruang, namun kunci utamanya terletak pada peran koordinasi provinsi (Sutriah, 2002). Untuk hal ini harus dilakukan sistem insentif disinsentif hilir hulu, perizinan yang ketat dan pemberian sanksi kepada lembaga pemberi izin dan masyarakat yang melanggar kesepakatan yang telah dibuat (Nugroho, 2007; Hasibuan, 2005). Untuk hal ini diperlukan penataan kelembagaan dan koordinasi kelembagaan dalam upaya pelaksanaan law enforcement dan penerapan sanksi sebagaimana terlihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Siklus Penataan Ruang (UU No.24/1992; Dardak, 2007)


3

Pengembangan Sumber Daya Air - II Dosen: Dr.Ir.Gindo Maraganti Hasibuan,M.M. Mahasiswa: Dhani Aprisal R. / 07 0404 091

Hal ini perlu dilakukan mengingat pelaksanaan UU No.24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, fokus terhadap lemahnya aspek pengendalian pemanfaatan ruang yang selanjutnya perlu dilakukan revisi disebabkan antara lain: adanya otonomi daerah, konflik spasial provinsi dan kab/kota; RTRW belum sepenuhnya dijadikan acuan; lemahnya aspek pengendalian tata ruang; tuntutan good government; permasalahan bencana banjir, longsor, macet, kumuh dan lain-lain. Problem penataan ruang menurut Pasaribu (2007) adalah akibat lemahnya manajemen dan koordinasi serta lemahnya supremasi hukum. Gambaran tentang salah satu ilmu tata ruang, yaitu interdisipliner. Ilmu ini mengandung banyak aspek atau disiplin ilmu, sesuai dengan keragaman hidup manusia dan masyarakat di lingkungan atau daerah yang dibuat rencana tata ruangnya, mencakup berbagai disiplin ilmu antara lain: Arsitektur, Geografi, Ekonomi, Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Administrasi serta Rekayasa / Teknik (Soefaat, 1999) lihat Gambar 3.

Gambar 3 Aspek-aspek Utama dalam Perencanaan Tata Ruang (Soefaat, 1999) Pengembangan wilayah merupakan upaya untuk memacu perkembangan sosial ekonomi, mengurangi kesenjangan antar wilayah, dan menjaga kelestarian hidup pada suatu wilayah. Pada dasarnya pengembangan wilayah harus disesuaikan dengan kondisi, potensi, dan permasalahan wilayah bersangkutan. Konsep pengembangan wilayah berbeda dengan konsep pembangunan sektoral, karena pengembangan wilayah sangat berorientasi pada issues (permasalahan) pokok wilayah secara saling terkait, sementara pembangunan sektoral sesuai dengan tugasnya, bertujuan untuk mengembangkan sektor tertentu, tanpa terlalu memperhatikan kaitannya dengan sektor-sektor lainnya (BPPT,2002).

Pengembangan Sumber Daya Air - II Dosen: Dr.Ir.Gindo Maraganti Hasibuan,M.M. Mahasiswa: Dhani Aprisal R. / 07 0404 091

Pengembangan wilayah menurut Kodoatie dan Sugiyanto (2002) adalah berkaitan dengan pembangunan wilayah baik perkotaan (urban) dan pedesaan (rural) yang terjadi pada wilayah aliran sungai (DAS) yang juga merupakan bagian regional administratif (pusat, provinsi, kab/kota). Sedangkan tujuan pengembangan wilayah menurut Djakapermana (2006), peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan sosial, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Penguatan Pemerintah Daerah dalam penataan ruang menurut Sunarno dan Royat (2004), dapat diupayakan melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia, pendayagunaan kelembagaan, penyiapan perangkat peraturan dan pedomanpedoman operasional penataaan ruang yang sangat spesifik (lokalistik) serta adanya komitmen yang kuat dari para pelaku pembangunan (stakeholder) guna membangun daerah. Salah satu dasar bahkan persyaratan penyelenggaraan penataan ruang yang baik adalah tersedianya instrumen kelembagaan yang mantap. Kelembagaan yang mantap dalam pengertian yang mencakup; lengkap, handal dan kuat. Hal yang perlu diingat yaitu: y y Wilayah Perencanaan Tata ruang dibatasi oleh batas administrasi (ditetapkan oleh peraturan dan tidak alamiah);sedangkan Wilayah Perencanaan wilayah sungai dibatasi oleh batas hidrologis (alamiah) (Roestam Sjarief, PELATIHAN SPATIAL PLANNING DALAM BWRMP, Bogor 2003) Hubungan antara Perencanaan Tata Ruang dengan Perencanaan Manajemen Sumberdaya Air (dalam hal ini konservasi) adalah: y y y y y Perubahan tata ruang akan mengubah distribusi penduduk dan distribusi kegiatan industri Konversi lahan pertanian menjadi lahan permukiman akan mempengaruhi kebutuhan air untuk pertanian Pertumbuhan penduduk dan industri akan meningkatkan kebutuhan air dan limbah Melindungi Kawasan lindung akan mengurangi banjir Perencanaan Tata Ruang dan Perencanaan Manajemen SDA mempunyai keterkaitan dan saling mempengaruhi: kebutuhan air dan banjir yang dipengaruhi oleh pengembangan permukiman dan industri.

Pengembangan Sumber Daya Air - II Dosen: Dr.Ir.Gindo Maraganti Hasibuan,M.M. Mahasiswa: Dhani Aprisal R. / 07 0404 091

II.

Pengertian Transparansi, Akuntabilitas, Efektif dan Efisien y Transparansi adalah akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintah dan berbagai kebijakan publik yang menyangkut proses penyusunan dan berbagai kebijakan publik.(Dadang Solihin,2006) y Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggung jawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/pimpinan organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban ataupun keterangan. (Dadang Solihin,2006) y Efektif adalah adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuantujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuantujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif. y Efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuantujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari caracara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Sebagai contoh untuk menyelesaikan sebuah tugas, cara A membutuhkan waktu 1 jam sedang cara B membutuhkan waktu 2 jam, maka cara A lebih efisien dari cara B. Dengan kata lain tugas tersebut dapat selesai menggunakan cara dengan benar atau efisiensi.

DAFTAR PUSTAKA DAN REFERENSI y y y Bahan Kuliah Pengembangan Sumber Daya Air II. Dosen:Dr.Ir.Gindo Maraganti Hasibuan,M.M. http://dewi.students-blog.undip.ac.id/2009/05/27/perbedaan-efisiensi-danefektivitas/ Kodoatie,Robert J dan Sjarief,Roestam.2008.Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu.Andi Offset:Yogyakarta.