Anda di halaman 1dari 2

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS A.

Pengertian Penyakit yang memperlihatkan gejala gangguan metabolisme karbohidrat sehingga didapatkan gejala hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi) dan glukosuria (terdapat glukosa di dalam urine). B. Penyebab 1. Genetik atau keturunan 2. Non genetik: dari lingkungan a. Infeksi virus b. Bahan kimiawi c. Kegemukan d. Gangguan pada system hormone endokrin. C. Klasifikasi Saat ini ada tiga tipe utama diabetes, yaitu: 1. Diabetes tipe I (IDDM insulin Dependen Diabetic Melitus) Timbul karena pankreas gagal/hanya sedikit dalam memproduksi insulin, sehingga timbul peningkatan kadar gula. Umumnya timbul pada usia 8-12 tahun, dan wanita lebih awal 1,5 tahun.Gejala yang timbul antara lain : sering kencing, rasa haus/lapar yang berlebihan, penurunan berat badan [10-30%], mudah lelah, emosional, dan sebagainya. Faktor penyebabnya antara lain : proses autoimmun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas, virus [mumps, coxsackie, hepatitis], tidak minum ASI, keracunan, stress, dsb 2. Diabetes tipe II (NIDM Non insulin Dependen Diabetic Melitus) Timbul dari resistensi insulin [tubuh gagal untuk menggunakan insulin, baik penggunaan ataupun pengeluaran/ sekresinya], dan terjadi kekurangan relatif dari insulin. Umumnya timbul pada usia 40 tahun keatas, wanita lebih banyak daripada pria. Gejala yang timbul mencakup gejala pada diabetes tipe I, ditambah : sering terjadi infeksi, penglihatan kabur, luka sukar/lama sembuh, rasa tebal pada tangan dan kaki, infeksi berulang pada kulit, mulut, ataupun saluran kemih. Faktor penyebab terpenting adalah genetik/keturunan dan kegemukan. Selain diabetes tipe II, terdapat istilah pre-diabetes. Pre-diabetes timbul bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe II 3. Gestasional diabetes, yaitu diabetes yang timbul pada wanita hamil. Terjadi pada sekitar 4% wanita hamil. D. Tanda dan Gejala DM 1. 3P (Polifagi/banyak makan, poliuri/banyak kencing, polidipsi/ banyak minum) 2. Pemeriksaan laboratorium, yaitu kadar gula darah puasa lebih dari 126 mg/dL (7.0 mmol/L); kadar gula darah 2 jam setelah makan atau gula darah random lebih dari 200 mg/dL (11.1 mmol/L). 3. Lemas dan berat badan menurun. 4. Kesemutan, gatal, mata kabur, impotensi, luka sulit sembuh. E. Tanda-tanda hipoglikemi (Penurunan Kadar Gula Darah) Pucat, lapar, nadi meningkat, lemah, jantung berdebar, nyeri kepala, perubahan emosi (mudah tersinggung),pandangan kabur/penglihatan ganda, kejang, rasa tebal pada bibir dan lidah, koma. F. Tanda-tanda hiperglikemia (Peningkatan Kadar Gula Darah) 1. Kurang cairan 2. Tensi menurun 3. Urine sedikit 4. Suhu tubuh meningkat 5. Kejang 6. Koma

G. Komplikasi DM 1. Hipoglikemia 2. Hiperglikemia

3. 4. 5. 6. 7.

Koma Gagal ginjal Katarak Kebutaan Keguguran pada ibu hamil

H. Pengelolaan DM 1. Edukasi/Pendidikan: Melibatkan keluarga dalam proses perawatan DM, diskusikan hasil laborat, berikan motivasi yang membesarkan hati, hindari kecemasan. 2. Perencanaan Makan: Makanan dianjurkan seimbang dengan komposisi energi : karbohidrat 60-70%, protein 10-15%,lemak 20-25%. 3. Latihan Jasmani: Latihan jasmani secara teratur 3-4 x/minggu selama jam dengan aktifitas ringan misalnya jalan-jalan, jogging, renang, bersepeda. 4. Obat bila diperlukan. I. Perilaku sehat yang dianjurkan bagi penderita DM 1. Memakai pola diet untuk menghindari hiperlipoproteinemia, dan obesitas. 2. Mengembangkan pola latihan yang konsisten. 3. Mendeteksi dan mengontrol intoleransi glukosa, dan hipertensi. J. Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan GDS. 2. Test urine. 3. Pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam sesudah makan.