Anda di halaman 1dari 3

1. 2.

3.

4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

17.

18.

19.

EMBOLI AIR KETUBAN Emboli air ketuban?masuknya cairan amnion kedalam sirkulasi ibu menyebabkan kolaps pada ibu pada waktu persalinan dan hanya dapat dipastikan pada waktu autopsi. Patologi? Ketika kontraksi uterus yang kuat dan terjadi pada waktu ketuban pecah,ada pembuluh darah pada plasenta atau serviks yang terbuka sehingga air ketuban masuk.emboli mengalir ke pembuluh darah paru paru dan akan menyebabkan kematian tiba tiba atau syok tanpa adanya perdarahan dan akhirnya kematian karena dic dan perdarahan pasca persalinan. Gejala klinis?kejadian akut dengan tiba tiba kolaps, sianosis, dan sesak napas berat. Segera diikuti dengan twitching, kejang dal gagal jantung kanan akut, takikardia, edema paru dan sputum berwarna kotor. Jika tidak berakhir dengan kematian, akan terjadi DIC dalam 1 jam dan menyebabkan perdarahan umum. Pemeriksaan? EKG : bukti adanya gagal jantung kanan. Tes lab: adanya DIC DD? Edema paru akut, sindrom aspirasi paru, defek koagulasi yang lain. Pengobatan?oksigen, aminofilin untuk bronkospasmus, isoprenalin utuk meningkatkan aliran darah ke paru dan aktifitas jantung, hidrokortison untuk vasodilatasi dan meningkatkan perfusi jaringan, bikarbonat jika ada asidosis respiratorik, heparin untuk dic. MOLA Definisi? Suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar dimana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh vili khorialis mengalami degenerasi hidropik. Gejala dan tanda? Besar uterus lebih besar daripada usia kehamilan, pendarahan, anemia ABORTUS Definisi ? adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Jenis abortus? Abortus spontan, abortus provokatus. Abortus spontan ? abortus yang berlangsung tanpa tindakan. Abortus provokatus? Abortus yang terjadi dengan sengaja dilakukan tindakan. Abortus provokatus medisinalis? Atas dasar pertimbangan dokter untuk menyelamatkan ibu.oleh minimal 3 dokter.yaitu : spesialis kebidanan, interna dan jiwa. abortus habitualis? Abortus yang terjadi berulang 3 kali berturut turut. Etiologi ? faktor genetik, kelainan kongenital uterus, autoimun, defek fase luteal, infeksi, hematologik, lingkungan. Macam macam abortus ? abortus imminens, abortus insipiens, abortus inkomplitus, abortus komplitus. ABORTUS IMMINENS Abortus iminens? yaitu abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya abortus.ditandai dengan Perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup, hasil konsepsi masih baik dalam kandungan. Diagnosis? Keluhan perdarahan pervaginam pada umur kehamilan 20 minggu, mulas sedikit / -, ostium tertutup, besar uterus masih sesuai dengan umur kehamilan, tes urin masih positif,. Pemeriksaan USG ? untuk mengetahui pertumbuhan janin yang ada dan mengetahui keadaan plasenta apakah sudah ada pelepasan atau belum, untuk melihat adanya hematoma retroplasenta atau pembukaan kanalis servikalis.

20. Penatalaksanaan? Tirah baring sampai perdarahan berhenti, diberi spasmolitik, diberi tambahan hormon progesteron untuk mencegah terjadinya abortus, tidak boleh berhubungan seksual sampai kurang lebih 2 minggu. ABORTUS INSIPIENS 21. Abortus insipiens? abortus yang sedang mengancam. Ditandai dengan serviks yang telah mendatar, ostium uteri terbuka, tetapi hasil konsepsi masih didalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran. 22. Diagnosis? Mulas karena kontraksi yang sering dan kuat, perdarahan bertambah sesuai dengan pembukaan serviks dan umur kehamilan, besar uterus masih sesuai umur kehamilan, tes urin masih positif. 23. USG? Pembesaran uterus masih sesuai kehamilan, gerak janin dan kantung janin masih jelas walaupun sudah mulai tidak normal, tampak penipisan serviks uterus atau pembukaan, pelepasan dinding plasenta +/24. Penanganan? Pengeluaran hasil konsepsi disusul dengan kuretase bila perdarahan banyak, diberikan uterotonika saat kuretase untuk mencegah terjadinya perforasi pada dinding uterus. Pemberian uterotonika dan antibiotika profilaksis pasca tindakan. ABORTUS INKOMPLITUS 25. Abortus inkomplitus? Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada yang tertinggal. 26. Diagnosis? Masih ada sisa hasil konsepsi, ditandai dengan kanalis servikalis yang masih terbuka dan teraba jaringan didalam kavum uteri atau menonjol pada ostium uteri eksternum, perdarahan bergantung pada jumlah jaringan yang masih tersisa, besar uterus sudah tidak sesuai dengan usia kehamilan. 27. Resiko? Pasien dapat jatuh dalam keadaan anemia atau shock hemorragik sebelum sisa konsepsi dikeluarkan. 28. USG? Besar uterus lebih kecil dari usia kehamilan, kantong gestasi sulit dikenali, tampak massa hiperekoik yang bentuknya tidak beraturan pada kavum uteri. 29. Pengelolaan? Perbaiki KU dan mengatasi gangguan hemodinamik yang terjadi kemudian disiapkan tindakan kuretase, antibiotika dan uterotonika pasca tindakan. ABORTUS KOMPLITUS 30. Abortus komplitus? Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri. 31. Diagnosis?semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan, Ostium uteri telah tertutup, uterus sudah mengecil. 32. Penatalaksanaan? Pemberian roboransia atau hematenik bila keadaan pasien memerlukan. 33. Missed abortion? Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan didalam kandungan 34. Tanda? Pertumbuhan kehamilan tidak sesuai, rahim semakin mengecil dan tanda tanda kehamilan sekunder pada payudara menghilang 35. Penampakan usg? Uterus mengecil, bentuk tidak beraturan, tidak ada tanda tanda kehidupan fetus. 36. Komplikasi? Bila terjadi sudah lebih dari 4 minggu waspada gangguan penggumpalan darah (hipofibrinogenemia) 37. Abortus habitualis? Abortus spontan yang terjadi 3 x atau lebih berturut turut

38. Etiologi? Inkopetensi serviks, yaitu keadaan dimana serviks uterus tidak dapat menerima beban untuk tetap bertahan menutup setelah kehamilan melewati trismester 1, dimana ostium akan terbuka tanpa disertai rasa mules dan akhirnya terjadi pengeluaran janin. Hal ini terjadi karena trauma serviks pada kehamilan sebelumnya seperti tindakan usaha pembukaan serviks yang berlebihan, robekan serviks yang luas sehingga diameter kanalis servikalis sudah melebar. 39. Diagnosis? Pada inspekulo terlihat diameter kanalis servikalis yang melebar > 8mm.sehingga selaput ketuban tampak menonjol pada saat memasuki trisemester ke 2. 40. Pengobatan? Fiksasi pada serviks agar dapat menerima beban. Operasi dilakukan pada usia kehamilan 12 -14 minggu dengan cara SHIRODKAR atau MCDONALD dengan melingkari kanalis servikalis dengan benang sutera yang tebal. Simpul baru dibuka setelah umur kehamilan aterm. 41. Abortus infeksiosus & abortus septik? Abortus yang disertai infeksi pada alat genital. Abortus septik adalah abortus yang disertai penyebaran infeksi pada peredaran darah tubuh atau peritoneum. Komplikasi syok septik. 42. Bllighted ovum? Kehamilan patologik dimana mudigah tidak terbentuk sejak awal walaupun kantong gestasi tetap terbentuk. 43. Diagnosis? USG. KEHAMILAN EKTOPIK 44. Definisi? Kehamilan yang pertumbuhan sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada dinding endometrium kavum uteri. 45. Patofisiologi? Sel telur yang sudah dibuahi dalam perjalanannya menuju endometrium tersendat sehingga embrio sudah berkembang sebelum mencapai kavum uteri dan akibatnya akan tumbuh diluar rongga rahim. 46. Lokasi?tuba Pars ampullaris, pars ismika, pars fimbriae, pars intertitial. 47. Tersering? Pars ampullaris. 48. Etiologi? Faktor tuba : adanya peradangan atau infeksi pada tuba menyebabkan lumen tuba menyempit atau buntu,adanya tumor, kelainan anatomis tuba, pasca operasi rekanalisasi tuba, perlengketan dindng tuba. Faktor abnormalitas dari zigot : tumbuh terlalu cepat atau terlalu besar sehingga tersendat dalam perjalanannya melalui tuba. Faktor ovarium, faktor hormonal : pil kb yang hanya mengandung progesteron dapat mengakibatkan gerakan tuba melambat.